Category: Info Kuliner

  • Terlihat Mirip, Apa Perbedaan Leker dan Crepes?

    Terlihat Mirip, Apa Perbedaan Leker dan Crepes?

    Leker dan crepes merupakan jajanan populer yang sering dijumpai, baik di pinggir jalan maupun di pusat perbelanjaan. Rasanya yang manis dan tekstur yang renyah membuat keduanya digandrungi oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak.

    Jika dilihat sekilas, leker dan crepes nampak serupa. Namun, tahukah kamu ternyata keduanya memiliki perbedaan? Ada beberapa aspek yang membuktikan kalau leker dan crepes ini memang merupakan dua jenis makanan yang berbeda.

    Untuk para pecinta kuliner, apakah kamu sudah tahu mengenai fakta ini? Jika belum, kali ini JadiLaper akan membagikan informasi mengenai perbedaan leker dan crepes. Langsung saja, simak pembahasan berikut sampai akhir!

    Baca juga: Mille Crepe Cake, Kue Ulang Tahun Lapis Tanpa Oven

    Berasal dari negara berbeda

    Leker merupakan jajanan tradisional yang banyak dijual di Kota Solo dan Surabaya. Jika ditelusuri, leker (‘lekker’) berasal dari bahasa Belanda yang artinya adalah ‘enak’. Sejak saat itu, masyarakat Indonesia menyebut jajanan ini sebagai leker.

    Berbeda dengan crepes, makanan ini berasal dari negara Prancis. Adonan crepes mirip seperti pancake, namun konsistensinya lebih encer. Masyarakat Prancis biasanya menyantap hidangan ini dengan siraman saus apel.

    Crepes memiliki dua varian

    Tak seperti leker yang tipis kering, crepes memiliki dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat kematangannya. Bukan hanya garing, ada varian bernama soft crepes. Varian ini memiliki kulit yang lembut layaknya menyantap pancake yang super tipis.

    Cara pembuatan tak sama

    Leker dibuat dengan cara yang masih tradisional. Dengan memakai wajan sederhana, jajanan ini dimasak dengan menggunakan arang. Saat proses memasak, wajan diputar saat adonan di tuang ke dalamnya agar merata. Setelah itu, adonan diberi susu kental manis hingga ke seluruh permukaannya.

    Berbeda dengan crepes, proses memasaknya sudah sangat modern. Jika leker menggunakan wajan sederhana, crepes dibuat menggunakan wajan super lebar. Topping yang digunakan pun lebih bervariasi di antaranya, Nutella, Ovomaltine, keju, dan bahan premium lainnya.

    Jumlah lipatan leker dan crepes berbeda

    Ukuran wajan yang digunakan menjadi faktor perbedaan jumlah lipatan antara leker dan crepes. Saat adonan mulai kering, Leker kemudian hanya dilipat satu kali sehingga bentuknya menjadi setengah lingkaran. Hal ini disebabkan oleh wajan yang digunakan memiliki diameter yang kecil. 

    Sementara itu, ukuran wajan yang besar membuat jumlah lipatan crepes lebih banyak. Crepes tak hanya dilipat satu kali saja. Setelah dilipat hingga membentuk setengah lingkaran, adonan kembali dilipat hingga membentuk segitiga. Dengan perbedaan jumlah lipatan ini, kamu pasti sadar bahwa keduanya memiliki bentuk yang berbeda. 


    Dari pembahasan di atas, apakah kamu sudah menyadari bahwa leker dan crepes adalah hidangan yang berbeda? Kini, kamu mengetahui kalau keduanya bukanlah jenis makanan yang sama. Walaupun mirip, manakah yang paling kamu suka? Bagikan opinimu di kolom komentar, yuk!

    Baca juga: 7 Resep Jajanan Sekolah yang Gampang Dibikin di Rumah

  • Ayam Be Keren Khas Bali, Sajian untuk Raja Bangli

    Ayam Be Keren Khas Bali, Sajian untuk Raja Bangli

    Tahukah kamu makanan khas Bali bernama ayam keren atau be keren? Selain ayam betutu, hidangan ini juga merupakan kuliner spesial milik Pulau Dewata.

    Ayam be keren sendiri merupakan masakan tradisional khas Bali yang diberi bumbu serupa dengan ayam betutu. Namun, ayam ini dibungkus dengan upih (pelepah daun pinang). Menggunakan sekam padi dan sabut kelapa, proses memasaknya pun memakan waktu selama 15 jam sehingga semua bumbu meresap sampai ke dalam.

    Tak hanya proses pembuatannya yang spesial, penyajian hidangan ayam ini juga istimewa. Hidangan ini disajikan saat hari perayaan atau upacara tertentu. Oleh karena itu, sangat jarang sekali menu ini dijumpai saat hari-hari biasa.

    Baca juga: Ayam Geprek Bu Rum yang Legendaris di Yogyakarta

    Hidangan favorit raja Bangli

    Pada zaman dahulu, ayam be keren merupakan sajian khusus yang dihidangkan kepada para Raja Bangli dan keluarga. Juru masak kerajaan selalu mendapat permintaan untuk memasak hidangan ayam yang satu ini.

    Resep ayam khas Bali ini diwariskan secara turun-temurun. Hingga saat ini, cara memasak hidangan spesial Bangli ini masih tradisional. Namun, sayang sekali makanan ini mulai langka dan jarang ditemui.

    Hal ini disebabkan karena proses memasak hidangan ini cukup memakan waktu. Ditambah, pelepah daun piang sudah jarang dijumpai sehingga harganya mahal.

    Ayam be keren Bu Agung

    Salah satu warga Bangli yang saat ini masih membuat ayam be keren adalah Ibu Agung Sugantini. Wanita paruh baya dari Puri Kelodan Bangli ini merupakan penerus tradisi kuliner tradisional ayam be keren. Ia melestarikan dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis.

    Tentu Ibu Agung tetap mengikuti resep turun temurun sehingga cita rasa ayam be keren tetap otentik. Seperti makanan khas Bali lainnya, Bu Agung menggunakan base genep untuk membumbui satu ekor ayam. Lalu, ayam dibungkus dengan daun upih dan dimasak selama 15 jam.

    Upih atau pelepah daun pinang dipilih agar ayam matang sempurna tanpa gosong walaupun dimasak dengan waktu yang lama. Bentuk dan konsistensi upih tetap tahan lama meskipun sekam dan sabut kelapa sudah berubah menjadi abu.

    Selain itu, daun upih juga lebih lentur dibandingkan daun lainnya sehingga tak mudah robek dan bocor. Pelepah daun pinang ini pun mengeluarkan aroma harum yang istimewa, menjadikan hidangan ini unik daripada hidangan khas Bali yang lain.


    Itulah informasi mengenai ayam be keren khas bali yang mungkin belum kamu ketahui. Hidangan favorit Raja Bangli ini bisa kamu jumpai saat berkunjung ke Kabupaten Bangli di Bali. Jadi, jika berlibur ke Pulau Dewata jangan lupa untuk mampir ke daerah tersebut, ya!

    Baca juga: Ayam Paniki, Kuliner Khas Manado yang Bikin Nambah Nasi!

  • Base Genep, Bumbu Rahasia Makanan Khas Bali

    Base Genep, Bumbu Rahasia Makanan Khas Bali

    Tentu kamu kenal dengan beragam makanan khas Bali seperti ayam betutu, lawar, hingga sate lilit. Namun, tahukah kamu kalau hidangan tersebut berasal dari bumbu dasar yang sama? Kalau diperhatikan, semua jenis hidangan ini memiliki cita rasa kuat berempah yang tajam dan mirip-mirip karena memakai bumbu bernama base genep.

    Base genep merupakan bumbu yang wajib digunakan untuk memasak aneka masakan khas Bali. Berbagai rempah digunakan untuk menghasilkan rasa tajam yang menjadi signature dari hidangan tradisional pulau Dewata.

    Tak hanya sekedar bumbu biasa, ternyata base genep memiliki filosofi dan sejarah yang ada di baliknya. Apakah itu? Simak pembahasannya di bawah, yuk!

    Baca juga: Kenus Mebase Khas Bali, Olahan Cumi yang Lezat!

    Filosofi dan Sejarah base genep 

    Jika menelusuri maknanya, kata ‘base’ adalah bumbu dan ‘genep’ berarti lengkap. Maka dari itu, bumbu ini selalu jadi andalan agar cita rasa makanan menjadi lebih istimewa. Bumbu dasar ini merupakan perpaduan aneka rempah yang diolah menjadi satu sehingga membuatnya lengkap dan kompleks.

    Terdiri dari belasan jenis bumbu dan rempah, base genep memiliki empat unsur utama yaitu kunir (kunyit), cekuh (kencur), isen (lengkuas), dan jahe. Setiap unsur yang digunakan dalam bumbu ini mempunyai arti masing-masing.

    Dalam budaya Bali, kunir berada di arah Barat yang mewakili Dewa Mahadewa. Lalu, isen dari arah selatan menjadi simbol keberadaan Dewa Brahma. Sementara itu, jahe yang berwarna hitam melambangkan Dewa Wisnu. Terakhir, cekuh yang berwarna putih merepresentasikan Dewa Iswara.

    Base genep adalah bumbu yang istimewa karena menjadi bagian penting dalam tradisi Bali. Dalam upacara keagamaan, bumbu ini memiliki peran penting sebagai bagian dari hidangan khusus untuk persembahan bagi para dewa. Resep bumbu ini bahkan ditemukan dalam catatan lontar yang berusia sekitar dua ribu tahun lalu. 

    Bumbu dasar khas Bali ini juga menjadi bukti adanya perdagangan antarpulau, bahkan antarnegara yang sudah terjadi sejak masa lampau. Diperkirakan, bumbu dasar ini telah menjadi rahasia kelezatan hidangan Bali sejak abad ke-9 dan merupakan akulturasi budaya antara Bali dan India. 

    Bahan bumbu seperti bawang, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, kemiri, ketumbar, kapulaga, jeruk dan kelapa memang mudah ditemui di Bali. Akan tetapi, berbagai rempah seperti lada, pala dan cengkeh dibawa oleh para pedagang asing.

    Proses pembuatan

    Saat proses pembuatan base genep, masyarakat Bali pun memakai perhitungan timbangan dan skala perbandingan yang unik. Mereka lebih mengandalkan jari sebagai alat ukur untuk rempah-rempah yang akan diolah. 

    Cara ini merupakan metode turun-temurun dari para tetua masyarakat Bali. Mereka menggunakan jari telunjuk untuk mengukur takaran kunyit, jari tengah untuk ukuran lengkuas, jari manis sebagai pengukur jahe, dan jari kelingking untuk kencur. 

    Setengah dari jumlah keempat bumbu utama merupakan ukuran jumlah bawang merah. Lalu, setengah bawang merah untuk ukuran jumlah bawang putih. Sementara, setengah dari jumlah bawang putih menjadi ukuran cabai. Kemudian, setengah ukuran cabai menjadi ukuran untuk rempah-rempah lain. Terakhir, terasi dan garam juga ditambahkan sebagai perwakilan dari unsur laut. 

    Resep Base Genep

    Pada dasarnya, base genep terbuat dari campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, serai, kemiri, ketumbar, cabai, terasi, daun salam, dan jeruk limau. Bahan-bahannya sederhana dan bisa ditemukan dengan mudah. 

    Melansir laman Kompas, Chef Erwin Hidayat dari Arosa Hotel Bintaro Jakarta membagikan resep base genep. Simak informasinya di bawah ini!

    Bahan-bahan

    • 50 gr lengkuas
    • 25 gr kencur
    • 200 gr cabai merah
    • 50 gr cabai rawit
    • 100 gr jahe
    • 200 gr bawang merah
    • 75 gr bawang putih
    • 30 gr kunyit
    • 3 batang serai
    • 20 gr ketumbar
    • 100 gr kemiri

    Cara membuat base genep 

    1. Haluskan semua bahan menggunakan ulekan. Boleh juga pakai blender atau food processor agar lebih cepat halus.
    2. Setelah itu, tumis semua bumbu halus dengan sedikit minyak. Jangan lupa untuk koreksi rasa dengan menyesuaikan garam, gula, dan merica secukupnya.
    3. Masak bumbu hingga harum dan mengeluarkan minyak. Jika sudah, angkat dan tuang ke dalam wadah. 
    4. Base genep siap untuk jadi bumbu dasar berbagai hidangan!

    Kamu bisa menyimpan base genep ke dalam toples atau wadah tertutup. Taruh di dalam kulkas agar awet dan bisa digunakan untuk memasak hidangan lainnya di kemudian hari.


    Demikian informasi mengenai base genep, mulai dari filosofi hingga resepnya. Ternyata, itulah bumbu rahasia yang digunakan untuk mengolah makanan khas Bali. Selain bahan-banhannya mudah ditemui, proses pembuatannya pun cukup mudah.

    Jadi, apakah kamu tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah? Berikan komentarmu di bawah, ya!

    Baca juga: Resep Masakan Pedas, Ayam Suwir Bali!

  • Hidangan Bebek Khas Indonesia yang Bikin Laper!

    Hidangan Bebek Khas Indonesia yang Bikin Laper!

    Selain ayam, bebek merupakan salah satu jenis unggas yang populer untuk diolah menjadi beragam hidangan khas Indonesia. Mempunyai keunikan masing-masing, hidangan bebek dari berbagai belahan nusantara ini mampu menjadi identitas kuliner daerah setempat. 

    Tentu saja, setiap daerah di Indonesia memiliki resepnya masing-masing untuk mengolah unggas ini menjadi menu yang istimewa. Berikut JadiLaper akan bagikan informasi mengenai berbagai hidangan bebek khas Indonesia yang menggiurkan. Simak bersama, yuk!

    Baca juga: Resep Sambal Mangga ala Bebek Sinjay Khas Madura

    Bebek betutu

    Siapa yang tak tahu hidangan yang satu ini? Bebek betutu menjadi kuliner primadona di Pulau Dewata, Bali. Hidangan ini biasanya dijadikan menu utama atau menjadi lauk pelengkap untuk nasi campur bali.

    Menggunakan base genep yang kaya akan rempah, bebek betutu mempunyai cita rasa yang gurih dan pedas. Ditambah perasan jeruk limau, kesegarannya mampu membuat hidangan ini menjadi lebih nikmat.

    Dijamin, satu piring nasi tidak akan cukup ketika menjadikan hidangan ini sebagai lauk pendamping. Jadi, siapkan nasi yang banyak, ya!

    Bebek bumbu hitam

    Kamu pasti tak asing lagi dengan bebek bumbu hitam, bukan? Menu bebek yang satu ini berasal dari Madura. Menggunakan rempah yang beragam, bebek bumbu hitam selalu ada di hati para penikmat kuliner.

    Walaupun penuh minyak, justru itulah yang dicari dari bumbu bebek hitam khas Madura ini. Biasanya, menu ini disajikan bersama dengan sambal bawang, sambal hijau, atau sambal pencit. Tak heran jika kamu merasa satu porsi nasi tidak cukup ketika makan ditemani oleh bebek bumbu hitam yang lezat ini.

    Bebek songkem 

    Ada satu lagi hidangan bebek asal Madura, yaitu bebek songkem. Sajian ini cocok bagi yang ingin makan bebek, namun tetap ingin menjaga tingkat kolesterol dalam darah karena dimasak menggunakan metode kukus.

    Tak hanya sekedar dikukus, bebek songkem juga dibungkus menggunakan daun pisang sehingga membuat aromanya lebih harum. Proses memasaknya pun memakan waktu selama tiga sampai lima jam agar matang sempurna.

    Walaupun melewati serangkaian proses, bebek songkem yang sudah matang akan terasa sangat istimewa. Saat disantap, dagingnya sangat empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. 

    Di balik rasanya yang lezat, nama bebek songkem menyimpan sejarah tersendiri. Kata ‘songkem’ sendiri artinya adalah ‘sungkem’. Masyarakat Madura menjadikan hidangan ini sebagai bentuk rasa hormat dan apresiasi terhadap kiai mereka.

    Tak hanya itu saja. Saat dikukus, leher bebek ditekuk menyerupai posisi orang sedang sungkem. Ternyata, inilah yang membuat hidangan ini dinamai bebek songkem.

    Itiak lado mudo

    Beralih ke Pulau Sumatera, Kota Bukittingi juga memiliki hidangan andalan bernama itiak lado mudo! Hidangan ini merupakan makanan khas Ngarai Sianok Bukittinggi. Jika kamu mampir ke Kapau, pasti kamu menjumpai makanan ikonik Bukittinggi ini.

    Menu ini menggunakan bebek muda yang umurnya masih enam bulan. Tak heran kalau itiak lado mudo ini dagingnya sangat empuk dan lembut. Dilumuri oleh sambal hijau, cita rasanya gurih dan pedas.

    Itiak lado mudo biasanya disajikan dalam bentuk potongan seperempat ekor. Selain itu, satu porsinya dilengkapi oleh potongan timun untuk menambahkan rasa segar. Sudah pasti cocok sekali disantap bersama nasi hangat!


    Itulah hidangan bebek khas Indonesia dari berbagai daerah. Tentu saja, semuanya sangat menggugah selera dan bikin laper! Jadi, mana di antara daftar di atas yang jadi favoritmu? Yuk, bagikan opinimu di kolom komentar!

    Baca juga: Serbu Bebek Carok, Kedai Bebek Madura Milik Tretan Muslim!

  • Es Cendol vs Es Dawet, Apa Perbedaan Keduanya?

    Es Cendol vs Es Dawet, Apa Perbedaan Keduanya?

    Apakah kamu termasuk salah satu orang yang menganggap es cendol dan es dawet adalah jenis minuman yang sama? Nyatanya, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, lho!

    Secara visual, es cendol dan es dawet sekilas memang tampak serupa. Kedua minuman menyegarkan ini sama-sama disajikan dengan siraman gula merah cair serta santan yang gurih. 

    Jika demikian, lantas apakah perbedaan antara es cendol dan es dawet? Jika penasaran, langsung saja simak informasinya berikut ini!

    Baca juga: Resep Es Selendang Mayang, Minuman Khas Betawi

    Perbedaan es cendol dan es dawet

    Asal daerah

    Terkadang kita tak sadar kalau makanan dan minuman yang sering kita makan berasal dari daerah mana. Ini terjadi pada es cendol dan es dawet

    Ternyata, dua jenis minuman ini berasal dari daerah yang berbeda, lho! Es cendol berasal dari daerah Jawa Barat. Sementara itu, es dawet dari Jawa Tengah. 

    Bahan dasar

    Secara visual, tampilan buliran hijau es cendol dan es dawet terlihat sama. Namun, siapa sangka jika keduanya terbuat dari bahan dasar yang berbeda?

    Es cendol terbuat dari tepung hunkwe, yaitu tepung yang terbuat dari tepung kacang hijau. Sedangkan, es dawet sendiri terbuat dari tepung beras. Keduanya diberi perwarna makanan untuk membuat warnanya menjadi hijau. Namun, pewarna hijau dari daun pandan atau suji biasa digunakan pada resep tradisional.

    Tekstur es cendol dan es dawet

    Tanpa disadari, tekstur es cendol dan es dawet pun berbeda. Hal ini disebabkan karena bahan dasar yang digunakan keduanya juga tak sama.

    Tekstur es cendol lebih kenyal layaknya jeli. Sementara, tekstur es dawet lebih lembut dan langsung putus saat digigit. Pernahkah kamu menyadari itu?

    Cara penyajian

    Memang tampak serupa, namun pasti kamu tak menyadari ada yang berbeda dari cara penyajian es cendol dan es dawet. 

    Jika kamu perhatikan, es cendol disajikan dengan potongan buah nangka. Sedangkan, es dawet sering diberi tambahan tape dan ketan. 

    Cara membuat

    Tanpa kamu ketahui, proses pembuatan es cendol dan es dawet pun berbeda. Es cendol ternyata dibentuk menggunakan mesin yang dilengkapi dengan tutup sebagai alat penekan. Pantas saja bentuknya lebih panjang dari pada es dawet.

    Lain halnya dengan es dawet. Buliran hijaunya dibuat dengan cara yang sederhana. Cara membuatnya adalah dengan menggunakan saringan berongga yang digoyangkan. Cukup mudah, kan?


    Itulah perbedaan es cendol dan es dawet yang ternyata cukup signifikan. Setelah mengetahui pembahasan di atas, apakah kamu sekarang sudah sadar akan perbedaan keduanya? Yuk, bagikan pengalamanmu di kolom komentar!

    Baca juga: Es Setrup, Minuman Legendaris Khas Kota Malang

  • Mengenal Kyaraben, Bento Imut untuk Bekal Sekolah Anak

    Mengenal Kyaraben, Bento Imut untuk Bekal Sekolah Anak

    Ingin anak-anak tertarik untuk makan bekal sekolahnya? Yuk, coba buat kyaraben yang imut ini!

    Dilansir dari laman The Gate, kyaraben merupakan kotak bento berisi makanan yang dibentuk menyerupai karakter dari anime, manga, games, dan sebagainya. Penuh dengan sentuhan seni, bentuk kyaraben benar-benar semirip karakter aslinya.

    Beberapa tahun ini, kyaraben menjadi salah satu tren budaya Jepang yang memadukan kesenian tradisional dan kontemporer untuk sebuah kotak bekal. Bergaya lucu dan penuh warna, tampilannya sangat menarik perhatian anak-anak sehingga mereka semangat untuk memakan bekal makan siangnya. 

    Untuk membuat kyaraben, kamu perlu menyiapkan beberapa alat dan hiasan lucu sebagai pelengkapnya. Siapkan pula pinset untuk menghias makanan secara detail.

    Jika persiapan sudah lengkap, mari mulai membuat kyaraben. Berikut adalah langkah-langkahnya!

    Baca juga: Resep Korean Bento Cake, Kue Kekinian Viral ala Korsel

    Buat onigiri berkarakter untuk Kyaraben

    Ilustrasi onigiri berkarakter. (Sumber: iStock)

    Kamu pasti sudah familiar dengan onigiri, kan? Nah, kamu bisa taro nasi kepal ini di dalam kotak bekal anakmu, lho! Tinggal Tambahkan sedikit sentuhan seni dengan menambahkan mata dan mulut yang terbuat dari nori atau rumput laut kering.

    Jika ingin tahu lebih detail, berikut cara membuatnya:

    Bahan-Bahan

    • Nasi putih, kalau bisa dari beras Jepang
    • Rumput laut kering/nori
    • Mustard atau mayones
    • Minyak wijen

    Cara membuat onigiri untuk kyaraben

    1. Siapkan nasi putih di sebuah wadah, beri sedikit minyak wijen. Aduk hingga rata.
    2. Kepal nasi hingga agak padat, kemudian lubangi bagian tengahnya. Isi mustard atau mayones, kemudian tutup kembali. Sisihkan nasi.
    3. Sementara itu siapkan nori, lalu tempelkan ke bagian tengah bawah nasi (lihat gambar).
    4. Lalu, gunting nori dan buatlah dua buah lingkaran seperti sepasang mata. Kemudian, buat pula sebuah mulut dengan bentuk segitiga atau sesuai seleramu.
    5. Onigiri berkarakter sudah siap!

    Tambahkan sosis gurita

    Sesuai namanya, sosis ini dibuat menyerupai bentuk seekor gurita kecil. Menu ini bisa ditambahkan ke dalam kotak kyaraben. Tentu ada trik untuk membuat sebuah sosis seperti memiliki tentakel.

    Trik membuat sosis gurita

    1. Potong sosis menjadi dua bagian.
    2. Lalu, potong sosis memanjang dari bagian tengah hingga bawah. Lakukan kembali di sisi lainya hingga sosis seperti memiliki tentakel. Pastikan tentakel tidak putus.
    3. Sementara itu, panaskan teflon anti lengket. Boleh tambahkan sedikit minyak.
    4. Goreng sosis, namun dalam posisi berdiri agar tentakel mekar. Gunakan bantuan sumpit atau pencapit untuk menahan sosis.
    5. Setelah mekar sempurna, sosis gurita akhirnya sudah siap!
    6. Kreasikan pula dengan menambahkan mata dan mulut dari rumput laut.
    7. Taruh di kotak bekal berisi onigiri tadi.

    Kreasikan dengan tambahan sayur

    Agar bekal makan siang anak memiliki gizi dan nutrisi yang lengkap, jangan lupa untuk tambahkan sayuran ke dalamnya. Kamu bisa tambahkan aneka sayur seperti selada, ketimun, dan wortel. Tata sayuran tersebut dengan cantik agar kyaraben terlihat menarik.

    Selain itu, kamu juga bisa tambahkan lauk lainnya seperti telur dadar, ayam karaage, atau kue ikan. Dengan demikian, tampilan kyaraben untuk bekal sekolah anak jadi semakin indah!


    Tak perlu bahan-bahan yang mahal dan sulit didapatkan. Membuat kyaraben si bento imut ini ternyata hanya bermodalkan insting kreativitasmu saja. Dijamin, makanan apapun akan terlihat lucu dan menggemaskan jika ditata semenarik mungkin.

    Bagaimana? Tertarik untuk bereksperimen sendiri di rumah? Maka dari itu, mari persiapkan dahulu bahan-bahannya, yuk!

    Baca juga: Resep Chicken Egg Roll Ala Restoran Jepang

  • Ganti Gula dengan 4 Bahan Pemanis Alami Berikut Ini!

    Ganti Gula dengan 4 Bahan Pemanis Alami Berikut Ini!

    Tak bisa dipungkiri, makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari pasti mengandung gula. Padahal, asupan gula berlebih bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu, segeralah beralih ke bahan pemanis alami pengganti gula!

    Produk yang terbuat dari gula sama sekali tidak mengandung nutrisi penting seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak. Ditambah, mengonsumsinya secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes, obesitas, hingga kanker. Hal ini disebabkan karena kalori yang terkandung pada gula sangat tinggi.

    Oleh karena itu, ayo gunakan bahan pemanis alami sebagai pengganti gula. Apa sajakah itu? Berikut informasi selengkapnya.

    Baca juga: 3 Ide Menu Sarapan Vegan Sehat dan Tinggi Nutrisi

    Bahan pemanis alami: Madu

  • Protein: 0,3 gram.
  • Karbohidrat: 79,5 gram.
  • Serat: 0,2 gram.
  • Kalsium: 5 mg.
  • Fosfor: 16 mg
  • Besi: 0,9 mg
  • Natrium: 6 mg
  • Kalium: 26,9 mg.
  • Tembaga: 0,04 mg.
  • Seng: 0,2 mg.
  • Riboflavin atau vitamin B2: 0,04 mg.
  • Niacin atau vitamin B3: 0,1 mg.
  • Vitamin C: 4 mg

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa konsumsi madu lebih baik daripada gula biasa. Dengan begitu, kamu bisa coba menjadikan madu sebagai bahan pemanis alami untuk masakan sehari-hari.

Bahan Pemanis Alami: Stevia

Tahukah kamu kalau ada tanaman yang menghasilkan gula selain tebu? Yup, jawabannya adalah stevia! Daun stevia ditemukan oleh ahli botanika asal Brazil yang kemudian populer dijadikan sebagai pemanis alami masyarakat setempat.

Stevia diklaim memiliki rasa yang lebih manis ratusan kali lipat daripada gula biasa. Oleh karena itu, kamu hanya perlu menambahkan stevia sedikit saja ke dalam masakan. Apalagi, gula ini juga memiliki kalori rendah. Cocok sekali untuk penderita diabetes dan obesitas!

Xylitol

Pernahkah kamu mendengar Xylitol? Bahan yang termasuk ke dalam jenis pemanis alkohol ini berasal dari ekstrak kayu birch. Xylitol sendiri mempunyai kadar kalori yang 40% lebih rendah dari gula.

Maka dari itu, xylitol sangat cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes daripada gula. Dengan mengonsumsi bahan pemanis ini, kadar insulin atau gula darah akan tetap terjaga.

Molasses

Selain itu, ada molasses yang juga bisa dijadikan pemanis alami selain gula. Sirup kental ini berasal dari bahan baru gula bit atau gula tebu. Tak seperti gula tebu pada umumnya, molasses melewati proses penyaringan dan pengolahan yang panjang.

Bahan pemanis ini pun mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, dan juga antioksidan. Selain itu, molasses juga mengandung zat besi dan kalsium sehingga dapat membantu untuk menjaga kesehatan tulang.


Itulah 4 bahan pemanis alami sebagai pengganti gula. Kamu bisa mencoba untuk mengurangi kadar gula dalam darah dengan konsumsi bahan-bahan di atas, ya! Selamat mencoba!

Baca juga: Cara Cegah Diabetes dengan Ubah Pola Makan Harian

  • Makanan Para Pahlawan untuk Bekal Melawan Penjajah

    Makanan Para Pahlawan untuk Bekal Melawan Penjajah

    Jika kita mengenang kembali perjuangan para pahlawan, pasti terbayang bagaimana sulitnya saat masa penjajahan. Apalagi, tak terbayang bagaimana mereka harus menempuh perjalanan jauh, bersembunyi, dan menyerang penjajah di era tanpa alat komunikasi canggih dan peralatan modern. Tentu saja para pahlawan harus mempersiapkan makanan untuk perbekalan mereka.

    Ada beberapa makanan yang selalu dibawa oleh para patriot saat masa penjajahan. Walaupun sederhana, makanan ini sangat berharga bagi mereka yang berjuang, lho. Penasaran? Simak pembahasannya berikut ini!

    Baca juga: Kisah Lomba Makan Kerupuk yang Ada Saat 17 Agustus

    Makanan Para Pahlawan: Tiwul

    Tahukah kamu dengan makanan yang satu ini? Tiwul adalah makanan yang sering dibawa para patriot untuk bekal saat masa perang. Dahulu, masyarakat Indonesia sulit sekali untuk mendapatkan beras. Maka dari itu, mereka menjadikan tiwul sebagai makanan pokok pengganti nasi.

    Tiwul sendiri terbuat dari tepung singkong yang dimasak bersama dengan gula merah. Biasanya, tiwul disajikan bersama dengan parutan kelapa yang gurih agar cita rasanya seimbang dan lebih nikmat. Apakah kalian pernah mencobanya?

    Leughok

    Selain tiwul, leughok juga merupakan makanan yang dibawa oleh para pahlawan. Makanan yang berasal dari Aceh ini, terbuat dari tepung ketan, pusang, dan sagu. Bahan dasar yang dipakai untuk membuat leughok ini kaya akan karbohidrat sehingga cocok untuk dijadikan pengganti nasi.

    Masyarakat Indonesia menjadikan daun pisang sebagai pembungkus leughok. Ini dilakukan agar leughok tetap bertahan lama sehingga awet untuk perbekalan para pahlawan. 

    Makanan Para Pahlawan: Nasi jagung

    Ada lagi salah satu makanan yang disantap para pahlawan saat masa perang berlangsung. Untuk mengganti nasi putih, nasi jagung ini menjadi makanan pokok yang sering disantap masyarakat Indonesia pada masa itu.

    Nasi jagung sendiri merupakan makanan yang populer di Jawa Tengah. Sesuai namanya, nasi ini terbuat dari jagung yang dijemur di bawah sinar matahari. Setelah kering, beras jagung kemudian dimasak dengan air layaknya beras putih. 

    Pisang rebus

    Makanan untuk bekal perang selanjutnya adalah pisang rebus. Kaya akan gizi dan nutrisi, pisang rebus ini sangat cocok untuk bekal para pahlawan pada saat masa penjajahan berlangsung.

    Selain mempunyai rasa yang manis, pisang rebus membuat perut kenyang sehingga sanget cocok dibawa untuk bekal saat perang. Ditambah, makanan ini praktis dan awet jika dijadikan bekal saat perjalanan jauh.


    Itulah daftar makanan para pahlawan yang dijadikan bekas saat perperangan berlangsung. Hingga saat ini, daftar makanan di atas masih dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan kalian? Sudah pernah coba makanan di atas? Yuk, tulis di kolom komentar!

    Baca juga: Daftar Makanan Pokok di Indonesia Selain Nasi!

  • Nasi Brongkos, Makanan Khas Demak Favorit Raja Jawa!

    Nasi Brongkos, Makanan Khas Demak Favorit Raja Jawa!

    Kenalkah kamu dengan makanan khas Kabupaten Demak bernama Nasi Brongkos?  

    Nasi brongkos adalah menu sarapan yang khas di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makanan tradisional ini terdiri dari potongan daging, telur rebus dan tahu yang dimasak bersama kacang-kacangan, kentang, buncis, dan serat nangka muda. Selain itu, satu porsi nasinya juga dilengkapi oleh kuah santan yang pekat dan kaya akan rempah.

    Menu favorit Raja Jawa ini biasanya disantap saat sarapan pagi. Sajian ini semakin nikmat jika disantap saat masih hangat dengan kuah terpisah. Apalagi, ditambah dengan tempe dan tahu bacem serta kerupuk membuat satu piring hidangan ini semakin komplit.

    Walaupun Nasi Brongkos mirip dengan Nasi Rawon, tapi rasa keluaknya tidak terlalu kuat. Selain warnanya lebih pucat, kuahnya pun lebih kental, dan rasanya lebih manis berpadu dengan rasa gurih khas santan. Bumbunya kaya akan rempah dan satu porsinya dipenuhi oleh topping yang melimpah. Biasanya, Nasi Brongkos ditambahkan cabai rawit utuh gerus saat disantap. 

    Rasa khas Nasi Brongkos tercipta berkat isi buah keluak yang terfermentasi secara alami. Aromatis, legit dan hangat. Saat dikombinasikan dengan berbagai bumbu dan santan, sungguh nikmat! 

    Baca juga: Resep Mie Gomak, Menu Sarapan Khas Batak

    Favorit Priayi dan Keluarga Raja Jawa  

    Siapa yang sangka kalau ternyata nasi brongkos ini bukanlah makanan biasa? Konon, masakan ini hanya bisa dinikmati oleh keluarga kerajaan dan kaum ningrat saja pada masa kerajaan Jawa Kuno. Hal ini disebabkan karena daging sapi yang merupakan bahan bakunya masih langka dan harganya sangat mahal.

    Seiring berjalannya waktu, hidangan ini pun menjadi lebih populer di sekitar Jawa Tengah. Menurut Serat Centhini yang ditulis pada awal abad ke-18, hidangan ini disajikan sebagai menu makan pagi, siang, dan malam di acara perkawinan. Orang-orang Belanda yang tinggal di Indonesia pun menjadikan makanan khas Demak ini sebagai bagian dari rijsttafel, jamuan mewah yang diciptakan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. 

    Dalam dunia kuliner nusantara, Nasi Brongkos dianggap sebagai salah satu hidangan Jawa Klasik. Di Yogyakarta, makanan ini bahkan menjadi hidangan istimewa di Keraton dan menjadi favorit Sultan Hamengkubuwono IX dan X. 

    Sampai hari ini, restoran Bale Raos yang berada di dalam kompleks Keraton masih menyajikannya sebagai hidangan istimewa khas kerajaan. Hidangan ini selalu disajikan pada tamu-tamu negara yang datang berkunjung. 

    Kini, Nasi Brongkos dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Memiliki sejarah yang panjang, hidangan legendaris ini memang pantas menjadi bagian budaya kuliner Indonesia. 


    Nah, itulah informasi menarik tentang Nasi Brongkos khas Demak yang menjadi favorit Raja Jawa. Bagi kalian yang belum mencoba makanan legendaris ini, yuk buruan coba! Dijamin enak dan lezat, lho!

    Baca juga: Resep Sambal Mangga ala Bebek Sinjay Khas Madura

  • Selain Ramyeon, 5 Hidangan Mie Korea Ini Tak Kalah Nikmat!

    Selain Ramyeon, 5 Hidangan Mie Korea Ini Tak Kalah Nikmat!

    Jangan mengaku pecinta makanan Korea kalau tidak tahu ramyeon! Hidangan mie asal Korea ini kerap hadir mewarnai episode K-drama yang mebuat penonton jadi lapar. Namun, tahukan kamu ada hidangan mie Korea lainnya selain ramyeon?

    Tak hanya Tiongkok dan Jepang, Korea juga mempunyai beragam menu mie yang terkenal akan kelezatannya yang luar biasa. Walaupun banyak mendapat pengaruh dari kedua negara tersebut, hidangan mie Korea ini tetap menonjolkan keunikan cita rasa khas negeri ginseng.

    Penasaran dengan daftar jenis mie yang ada di Korea? Yuk, intip pembahasannya berikut ini!

    Baca juga: Dakgangjeong, Ayam Pedas Manis Asal Korea Selatan

    Hidangan Mie Korea: Jjampong

    Jika kamu menyukai makanan pedas, sepertinya jjampong bisa jadi hidangan mie Korea favoritmu! Jjampong sendiri adalah mie kuah pedas dengan berbagai jenis seafood dan sayuran sebagai kondimennya.

    Dilansir dari laman MyKoreanKitchen, ada sentuhan cita rasa Tiongkok dalam hidangan mie ini. Asal mula kehadiran Jjampong berawal dari imigran Cina yang membawa mie ini ke Jepang, lalu menyebar ke Korea.

    Walaupun demikian, cara penyajian jjampong Korea dan Jepang memiliki perbedaan yang sangat menonjol. Jjampong versi Korea memiliki kuah yang pedas dan berwarna merah merekah. Sementara itu, versi Jepang mempunyai cita rasa yang lebih ringan dan kuahnya cenderung bening.

    Tentu saja jjampong yang pedas lebih cocok di lidah masyarakat Korea. Tak hanya di Indonesia saja, orang Korea juga merupakan penggemar berat makanan yang pedas!

    Hidangan Mie Korea: Jjajangmyeon

    Hidangan mie Korea populer lainnya adalah jjajangmyeon. Mie ini juga mendapat pengaruh dari negara Tiongkok yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Korea. Tak seperti jjampong yang berkuah, jjajangmyeon mirip seperti mie goreng dengan cita rasa yang cenderung manis.

    Jjajangmyeon disajikan bersama siraman saus kacang hitam yang manis dan gurih. Saus kental ini dimasak bersama irisan daging babi, kentang, dan bawang bombai. Biasanya, jjajangmyeon dimakan bersama acar lobak (danmuji) untuk menambahkan rasa segar saat menyantapnya.

    Jika kamu berkunjung ke salah satu kedai jjajangmyeon, sudah pasti kamu juga akan menjumpai jjampong. Kedua hidangan mie ini sering disandingkan bersama sehingga sulit untuk memutuskan ingin memesan yang mana. Akhirnya, munculah hidangan bernama jjajjamyeon yang merupakan perpaduan antara jjampong dan jjajangmeyon.

    Janchi Guksu

    Adapula hidangan mie yang disajikan dengan kuah yang bening, yaitu janchi guksu. Hidangan ini biasanya disajikan saat perayaan pernikahan atau acara festival lainnya. Dihidangkan dengan mangkuk besar dengan kuah yang panas, janchi guksu sangat cocok disantap saat musim dingin tiba.

    Mie yang dipakai untuk janchi guksu adalah somyeon tipis yang sangat lembut saat diseruput. Berpadu dengan kuah hangat yang terbuat dari kaldu ikan teri dan rumput laut, mie ini menjadi comfort food bagi masyarakat Korea. Apalagi, tambahan topping berupa irisan telur dadar, wortel, zucchini, jamur, dan rumput laut kering yang memperkaya rasa.

    Naengmyeon

    Selain disajikan saat panas, ternyata ada berbagai hidangan mie Korea yang juga disajikan dingin. Salah satunya adalah naengmyeon, mie dingin yang sangat digandrungi saat musim panas tiba. Hidangan ini disajikan dengan es batu yang ditambahkan ke dalam kuahnya untuk menciptakan dingin menyegarkan.

    Jenis mie yang digunakan pada naengmyeon adalah mie gandum yang tipis sehingga teksturnya sangat lembut. Naengmyeon sendiri mempunyai dua macam, yaitu Mul Naengmyeon dan Bibim Naengmyeon

    Mul Naengmyeon disajikan dengan kuah kaldu sapi dan lobak yang ditambahkan dengan saus mustard dan cuka beras. Sementara itu, Bibim Naengmeyon mempunyai cita rasa yang pedas karena memakai bumbu merah dari gochujang, cuka beras, dan gula.

    Kong Guksu

    Ada satu lagi mie dingin yang disajikan saat musim panas tiba, yaitu Kong Guksu. Jika dilihat dari nama hidangannya, kata ‘kong’ sendiri artinya adalah susu kacang kedelai dan ‘guksu’ adalah mie. Maka dari itu, hidangan ini merupakan mie yang disajikan dengan kuah susu kacang kedelai sehingga warnanya putih bersih.

    Jenis mie yang dipakai adalah somyeon tipis yang terbuat dari tepung gandum. Satu porsi kong guksu dilengkapi dengan tambahan irisan timun, wortel, biji wijen, dan telur rebus.


    Itulah 5 hidangan mie Korea yang tak kalah populer dari ramyeon. Ternyata cukup banyak dan terlihat menggiurkan semua, bukan? Kalau kamu tertarik untuk coba yang mana, nih? Yuk, komen di bawah!

    Baca juga: Resep Hotteok, Jajanan Pancake Manis Versi Korea Selatan!