Blog

  • Resep Tahu Walik dengan 3 Bahan, Cocok untuk Ide Jualan!

    Resep Tahu Walik dengan 3 Bahan, Cocok untuk Ide Jualan!

    Ingin memulai bisnis kuliner tapi bingung mau jualan apa? Resep tahu walik ini pasti cocok sekali untuk ide jualan, lho!

    Tahu Walik adalah salah satu camilan favorit masyarakat yang berasal dari Banyuwangi. Dalam bahasa Indonesia, kata ‘walik’ sendiri artinya adalah ‘balik’. Nama ini didapat karena dalam proses pembuatan Tahu Walik, tahu dibelah dan dibalik terlebih dahulu sehingga bagian kulitnya berada di dalam. Setelah diberi isian aci, tahu kemudian digoreng hingga kering dan renyah.

    Tak perlu khawatir! Hanya memerlukan 3 bahan saja untuk membuat tahu walik ini. Dengan menggunakan bahan-bahan ekonomis, dijamin resep ini cocok sekali untuk dijual agar raih banyak cuan! Apalagi, rasanya yang super gurih sudah pasti digandrungi berbagai kalangan.

    Penasaran dengan cara membuatnya? Tanpa berlama-lama, mari simak bersama resep tahu walik berikut ini!

    Baca juga: Resep Tahu Petis Semarang, Pedasnya Bikin Lidah Terbakar

    Resep Tahu Walik

    Sebelum mulai memasak, kamu perlu menyiapkan 3 bahan utama untuk membuat camilan khas Banyuwangi ini. Selain itu, tentunya ada beberapa bahan lain yang dibutuhkan sebagai bumbu pelengkap.

    Bahan-bahan

    • 20 buah tahu pong/tahu sumedang
    • 250 gram tepung tapioka
    • 3 batang daun bawang, iris halus
    • 3 siung bawang putih, memarkan
    • Garam secukupnya
    • Lada secukupnya
    • Kaldu ayam bubuk sesuai selera
    • Air putih

    Cara memasak tahu walik

    1. Pertama, belah tahu pong kemudian balik hingga kulit berada di dalam. Sisihkan.
    2. Untuk menyiapkan adonan aci, didihkan air terlebih dahulu. Tambahkan bawang putih yang sudah dimemarkan.
    3. Sambil menunggu air mendidih, siapkan tepung tapioka di dalam sebuah wadah. Beri irisan daun bawang, garam, lada, dan kaldu ayam bubuk.
    4. Setelah air mendidih, tuangkan air ke dalam wadah berisi tepung tadi perlahan-lahan. Aduk hingga adonan transparan. 
    5. Lalu, tambahkan kembali tepung tapioka. Uleni dengan tangan, namun jangan sampai terlalu kalis. Gunakan sarung tangan plastik dan hati-hati karena adonan masih panas.
    6. Langkah selanjutnya, ambil satu sendok adonan dan taruh ke dalam tahu pong. Lakukan hingga tahu habis.
    7. Goreng tahu di minyak panas. Masak hingga kecoklatan dan bagian luarnya renyah dan garing. Angkat dan tiriskan
    8. Tahu walik siap disajikan selagi hangat!

    Kamu juga bisa menyesuaikan resep di atas dengan mencampurkani daging ayam giling ke dalam adonan. Namun, hanya menggunakan aci sebagai isiannya juga tak kalah lezat jika kamu ingin tetap ingin menghemat modal.

    Selain itu, kamu juga bisa menyajikan tahu walik dengan sambal kecap, lho! Dijamin, sensasi makan camilan yang satu ini semakin nikmat. Yuk, ikuti resep sambal kecap di bawah ini!

    Resep Sambal Kecap untuk Tahu Walik

    Bahan-bahan

    • 4 siung bawang merah, iris halus
    • 2 siung bawang putih, cincang halus
    • Cabai rawit secukupnya, iris sesuai selera
    • Kecap manis

    Cara membuat Sambal Kecap

    1. Pertama, siapkan wadah untuk sambal. Masukan semua bahan yang sudah diiris dan dicincang.
    2. Tambahkan kecap sesuai selera. Aduk hingga rata.
    3. Sambal kecap siap disajikan bersama tahu walik!


    Itulah resep tahu walik beserta sambal kecap yang cocok sekali untuk ide jualan. Bagaimana, Sobat Laper? Tertarik untuk mencobanya? Yuk, mulai persiapkan bahan-bahannya dan selamat memasak!

    Baca juga: Resep Pepes Tahu Jamur untuk Menu Makan Siang

  • Tak kalah Lezat, Inilah 5 Kuliner Palembang Selain Pempek

    Tak kalah Lezat, Inilah 5 Kuliner Palembang Selain Pempek

    Ketika mendengar kuliner Palembang, pasti yang ada di kepalamu adalah pempek. Padahal, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini menyimpan beragam kuliner lezat yang bisa ditelusuri lebih jauh lagi.

    Palembang merupakan kota yang strategis sehingga menjadikannya pusat peradaban pada zaman Kerajaan Sriwijaya ratusan tahun silam. Pada saat itulah kota ini mengundang banyak pengunjung dari mancanegara yang berbondong-bondong datang membuka lapak.

    Pedagang yang berasal dari berbagai lokasi di dunia meninggalkan banyak resep hidangan yang hingga kini masih dilestarikan secara turun-temurun. Akulturasi budaya ini menghasilkan kuliner lezat yang menjadi identitas masyarakat Palembang. 

    Kali ini JadiLaper akan membagikan deretan kuliner Palembang selain pempek yang juga menggoyang lidah. Simak informasinya berikut ini!

    Baca juga: Bikin Ngiler, Yuk Pesan Online Pempek Palembang di Sini

    Tekwan khas Palembang

    Tekwan menjadi salah satu kuliner Palembang yang tak boleh dilewatkan. Hampir sama seperti pempek, hidangan ini juga terbuat dari adonan ikan tenggiri dan tepung tapioka. Teksturnya mirip seperti bakso ikan, hanya saja lebih lembut saat dikunyah.

    Biasanya, tekwan dihidangkan bersama dengan kuah segar yang terbuat dari kaldu udang. Selain itu, semangkuk tekwan juga dilengkapi dengan soun, jamur kuping, potongan bengkuang, dan taburan daun selederi yang harum. 

    Banyak yang tak tahu, kalau hidangan satu ini memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat Palembang. Konon, nama tekwan berasal dari bahasa Palembang yaitu “berkotek samo kawan” yang artinya duduk berbincang dengan teman. Hangatnya hidangan ini memang cocok disantap saat sedang berkumpul bersama sambil bersenda gurau.

    Mie celor khas Palembang

    Ada satu hidangan mie khas Palembang yang wajib dicicipi, yaitu mie celor. Dengan ukuran mie yang besar, hidangan ini sekilas tampak seperti mie Aceh. Namun, ternyata mie yang digunakan adalah mie telur.

    Mie celor ini memiliki tampilan dan rasa yang unik daripada hidangan mie khas nusantara lainnya.  Satu porsinya disajikan dengan kuah kental super gurih yang terbuat dari santan, kaldu udang dan ebi. Selain itu, ada pula tambahan tauge, kucai, dan udang yang membuat semangkuk mie celor semakin lengkap.

    Kemplang

    Saat mampir ke kedai pempek atau restoran Palembang, pasti kamu akan menjumpai kemplang. Tak seperti kerupuk biasa, rasanya lebih gurih dan membuatmu ketagihan karena terbuat dari ikan tenggiri atau ikan gabus. Kerupuk kemplang biasanya dijadikan teman makan pempek sambil direndam bersama kuah cuko yang asam-manis. 

    Ada beberapa jenis kemplang yang sering ditemui di pasar tradisional Palembang, yaitu kemplang kerupuk, kemplang panggang, kemplang koin, kemplang mangkok, dan kemplang getas. Kamu bisa pilih berbagai jenis kemplang untuk dijadikan buah tangan!

    Sambal tempoyak

    Makanan khas Palembang selanjutnya adalah sambal tempoyak. Hidangan ini cukup populer dan banyak digandrungi penikmat kuliner. Tak seperti hidangan sambal nusantara lainnya, sambal tempoyak ini terbuat dari fermentasi durian.

    Menggunakan bahan dasar yang tidak biasa, sambal ini pun mempunyai cita rasa yang unik. Rasa asam, manis, pedas bercampur dengan aroma khas durian menciptakan sensasi yang menakjubkan saat menyantapnya. Sambal ini sering dikombinasikan dengan berbagai bahan lainnya seperti udang, daging, hingga pete.

    Kue delapan jam

    Tak kalah unik, kue delapan jam merupakan makanan khas Palembang yang juga tak boleh dilewatkan.Sesuai namanya, proses pembuatan kudapan satu ini memang memakan waktu hingga 8 jam. Kue delapan jam terbuat dari telur ayam atau bebek dengan jumlah yang cukup banyak, susu kental dan gula. Adonan dikukus dalam waktu cukup lama, lalu dipanggang di oven.

    Cita rasa kue delapan jam ini manis, legit, dan lembut serta memiliki tekstur yang kenyal. Kue ini merupakan hidangan legendaris yang dulu hanya dapat dinikmati oleh Kesultanan Palembang dan bangsawan. Kini, kue istimewa ini disajikan pada saat ada pesta dan perayaan besar.


    Itulah 5 kuliner Palembang selain pempek yang ternyata juga tak kalah lezatnya. Di antara daftar makanan di atas, manakah yang pernah kamu cicipi? Yuk, bagikan komentarmu di bawah!

    Baca juga: Resep Maksuba Khas Palembang, Lembutnya Bikin Nagih 

  • Terlihat Mirip, Apa Perbedaan Leker dan Crepes?

    Terlihat Mirip, Apa Perbedaan Leker dan Crepes?

    Leker dan crepes merupakan jajanan populer yang sering dijumpai, baik di pinggir jalan maupun di pusat perbelanjaan. Rasanya yang manis dan tekstur yang renyah membuat keduanya digandrungi oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak.

    Jika dilihat sekilas, leker dan crepes nampak serupa. Namun, tahukah kamu ternyata keduanya memiliki perbedaan? Ada beberapa aspek yang membuktikan kalau leker dan crepes ini memang merupakan dua jenis makanan yang berbeda.

    Untuk para pecinta kuliner, apakah kamu sudah tahu mengenai fakta ini? Jika belum, kali ini JadiLaper akan membagikan informasi mengenai perbedaan leker dan crepes. Langsung saja, simak pembahasan berikut sampai akhir!

    Baca juga: Mille Crepe Cake, Kue Ulang Tahun Lapis Tanpa Oven

    Berasal dari negara berbeda

    Leker merupakan jajanan tradisional yang banyak dijual di Kota Solo dan Surabaya. Jika ditelusuri, leker (‘lekker’) berasal dari bahasa Belanda yang artinya adalah ‘enak’. Sejak saat itu, masyarakat Indonesia menyebut jajanan ini sebagai leker.

    Berbeda dengan crepes, makanan ini berasal dari negara Prancis. Adonan crepes mirip seperti pancake, namun konsistensinya lebih encer. Masyarakat Prancis biasanya menyantap hidangan ini dengan siraman saus apel.

    Crepes memiliki dua varian

    Tak seperti leker yang tipis kering, crepes memiliki dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat kematangannya. Bukan hanya garing, ada varian bernama soft crepes. Varian ini memiliki kulit yang lembut layaknya menyantap pancake yang super tipis.

    Cara pembuatan tak sama

    Leker dibuat dengan cara yang masih tradisional. Dengan memakai wajan sederhana, jajanan ini dimasak dengan menggunakan arang. Saat proses memasak, wajan diputar saat adonan di tuang ke dalamnya agar merata. Setelah itu, adonan diberi susu kental manis hingga ke seluruh permukaannya.

    Berbeda dengan crepes, proses memasaknya sudah sangat modern. Jika leker menggunakan wajan sederhana, crepes dibuat menggunakan wajan super lebar. Topping yang digunakan pun lebih bervariasi di antaranya, Nutella, Ovomaltine, keju, dan bahan premium lainnya.

    Jumlah lipatan leker dan crepes berbeda

    Ukuran wajan yang digunakan menjadi faktor perbedaan jumlah lipatan antara leker dan crepes. Saat adonan mulai kering, Leker kemudian hanya dilipat satu kali sehingga bentuknya menjadi setengah lingkaran. Hal ini disebabkan oleh wajan yang digunakan memiliki diameter yang kecil. 

    Sementara itu, ukuran wajan yang besar membuat jumlah lipatan crepes lebih banyak. Crepes tak hanya dilipat satu kali saja. Setelah dilipat hingga membentuk setengah lingkaran, adonan kembali dilipat hingga membentuk segitiga. Dengan perbedaan jumlah lipatan ini, kamu pasti sadar bahwa keduanya memiliki bentuk yang berbeda. 


    Dari pembahasan di atas, apakah kamu sudah menyadari bahwa leker dan crepes adalah hidangan yang berbeda? Kini, kamu mengetahui kalau keduanya bukanlah jenis makanan yang sama. Walaupun mirip, manakah yang paling kamu suka? Bagikan opinimu di kolom komentar, yuk!

    Baca juga: 7 Resep Jajanan Sekolah yang Gampang Dibikin di Rumah

  • Tips Membuat Tamagoyaki Ala Jepang yang Anti Gagal!

    Tips Membuat Tamagoyaki Ala Jepang yang Anti Gagal!

    Para Pencinta kuliner Jepang pasti sudah kenal dengan tamagoyak! Telur dadar gulung ini biasanya sering ada di kotak bekal anak untuk makan siang ataupun piknik. Ternyata, ada tips yang harus kamu ketahui untuk membuat tamagoyaki yang sempurna, lho!

    Tamagoyaki mempunyai tekstur yang lembut dan warna yang cantik. Mungkin banyak yang mengira hidangan telur ini mudah untuk dibuat. Namun, membuat tamagoyaki tidak semudah membuat telur dadar gulung ala Indonesia yang sering kamu jumpai.

    Di balik penampilannya yang simpel, ada teknik khusus untuk memasak menu telur yang satu ini sehingga membuatnya istimewa. Ingin tahu? Simak tips membuat tamagoyaki ala Jepang berikut ini!

    Baca juga: Tips Bikin Nasi Tumpeng Anti Ambyar dan Kerucut Sempurna

    Tips membuat tamagoyaki: Gunakan telur omega

    Jangan gunakan telur ayam biasa untuk membuat tamagoyaki. Disarankan untuk memakai telur omega saat membuat hidangan telur Jepang ini. Warna kuning telur ayam omega lebih cerah dan cantik daripada telur ayam biasa. 

    Selain itu, telur ayam omega juga lebih aman digunakan untuk membuat tamagoyaki. Untuk membuat tekstur tamagoyaki yang fluffy, jangan memasak telur terlalu lama. Maka dari itu, gunakanlah telur ayam omega karena lebih aman untuk disantap walaupun masih setengah matang.

    Tambahkan susu

    Tak seperti memasak telur dadar pada umumnya, kamu perlu menambahkan susu ke dalam telur saat ingin membuat tamagoyaki. Setelah telur dikocok, tambahkan susu UHT ke dalamnya. Kemudian, kamu bisa mengocoknya kembali hingga telur dan susu tercampur rata.

    Dengan menambahkan susu, tekstur tamagoyaki menjadi lembut dan fluffy. Selain itu, rasanya pun juga lebih gurih dan creamy. Tak heran, hidangan ini menjadi salah satu menu favorit anak-anak di Jepang.

    Gunakan wajan persegi panjang

    Pasti kamu penasaran bagaimana cara membuat tamagoyaki dengan bentuk yang cantik. Untuk membuatnya, kita tidak bisa menggunakan wajan biasa yang berbentuk bulat. Tamagoyaki biasanya dibuat dengan wajan khusus berbentuk persegi panjang.

    Bentuk wajan persegi panjang akan sangat memudahkanmu saat menggulung telur tanpa membuatnya hancur. Setelah gulungan pertama, kamu bisa memojokkan telur ke ujung wajan lalu memadatkannya hingga sisi telur menjadi datar dan membentuk sudut siku-siku. 

    Selanjutnya, kamu bisa tuang adonan telur kembali dan ulangi teknik gulung seperti sebelumnya. Cara ini membuat bentuk tamagoyaki menjadi persegi dan cantik saat dipotong. Inilah bentuk telur yang diharapkan agar kotak bekal anak jadi terlihat semakin menarik.

    Tips membuat tamagoyaki: Perhatikan suhu wajan

    Saat membuat tamagoyaki, perhatikan pula suhu wajan yang akan mempengaruhi tingkat kematangan dan kecerahan warna telur. Gunakanlah api kecil menuju sedang, jangan sampai membuat wajan terlalu panas. 

    Jika api terlalu besar, telur akan gosong sehingga hasilnya tidak optimal. Belum lagi jika telur menjadi terlalu kering sehingga menyebabkan wajan lengket. Hal tersebut membuat bentuk tamagoyaki menjadi tidak cantik. Tentu kamu tidak ingin hal ini terjadi, bukan?


    Itulah tips membuat tamagoyaki ala Jepang yang perlu diperhatikan agar mendapatkan hasil maksimal. Silakan ikuti cara di atas, dijamin tamagoyaki buatanmu anti gagal! Bagaimana? Penasaran ingin segera coba? Yuk, siapkan bahan-bahannya!

    Baca juga: Trik Masak Jengkol Biar Tidak Bau dan Legit!

  • Resep Mie Nyemek yang Cocok untuk Akhir Bulan!

    Resep Mie Nyemek yang Cocok untuk Akhir Bulan!

    Tetap ingin makan enak saat akhir bulan? Tenang saja! Yuk, coba buat mie nyemek istimewa yang bisa jadi solusi untuk makan hemat tapi tetap nikmat.

    Mie nyemek merupakan hidangan yang tak bisa ditolak siapa pun karena rasanya yang super nikmat. Makanan ini bisa terasa sangat spesial meskipun dibuat menggunakan bahan-bahan dan cara yang sederhana.

    Kamu hanya perlu menyiapkan beberapa bahan yang tersedia di kulkas atau bisa dibeli di warung terdekat. Dijamin, akhir bulanmu tak akan miris walaupun kantong tipis. Jadi, mari simak resep mie nyemek berikut agar perut dan kantongmu tetap aman walaupun sudah di penghujung bulan!

    Baca juga: Resep Mie Gomak, Menu Sarapan Khas Batak

    Resep mie nyemek

    Tak perlu khawatir, kamu bisa memanfaatkan sisa stok mie instan yang ada di rumahmu. Selain itu, kamu bisa tambahkan beberapa bahan lainnya agar mie nyemek semakin istimewa.

    Bahan-bahan

    • 1-2 bungkus mie instan
    • 3 buah bakso sapi
    • 2 buah sosis sapi/ayam
    • 2 butir telur
    • 1 siung bawang putih, memarkan
    • 1 sdm kecap manis
    • 2 sdm saus sambal
    • Lada secukupnya
    • Garam secukupnya
    • Sawi secukupnya
    • Daun bawang, iris tipis
    • Bawang goreng
    • Minyak goreng
    • Air putih

    Cara membuat mie nyemek

    1. Pertama, panaskan sedikit minyak goreng di dalam penggorengan. Setelah panas, tumis bawang putih hingga wangi.
    2. Setelah harum, masukkan telur. Orak-arik hingga telur matang.
    3. Dalam panci terpisah, didihkan air secukupnya. Setelah itu, masukan mie instan.
    4. Sambil menunggu mie instan melunak, tambahkan bumbu mie instan, kecap manis, saus sambal, lada, dan garam. Aduk hingga rata.
    5. Jika mie sudah setengah matang, tambahkan sawi. Masak hingga layu.
    6. Saat semuanya sudah matang, angkat dan tuang ke dalam mangkuk atau piring. Tambahkan irisan daun bawang dan taburan bawang goreng.
    7. Mie nyemek siap dihidangkan!

    Kamu bebas menggunakan mie instan dengan varian rasa apapun. Jika kamu pecinta pedas, silakan tambahkan cabai potong sesuai dengan seleramu. Jadi, sesuaikan resep mie nyemek ini sesuka hatimu, ya!


    Bagaimana? Tertarik untuk ikuti resep mie nyemek di atas untuk menu akhir bulanmu? Jangan ragu lagi, ayo siapkan bahan-bahan yang ada di rumah dan mulai memasak!

    Baca juga: Resep Mie Gacoan, Makanan Viral yang Super Nikmat!

  • Bersantai di Chillax Sudirman, Tempat Hits Baru di Jakarta

    Bersantai di Chillax Sudirman, Tempat Hits Baru di Jakarta

    Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, Chillax Sudirman hadir sebagai tempat hits untuk sekedar bersantai menghilangkan penat. Spot yang dibuka pada awal November 2022 silam ini tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

    Kawasan food & beverages ini menyuguhkanmu dengan nuansa Eropa, mulai dari bangunan, tenant, hingga interiornya. Kawasan ini pun juga mengusung tema alfresco dining atau restoran dengan ruang terbuka.

    Memiliki suasana layaknya di luar negeri, Chillax Sudirman cocok untuk yang gemar berfoto karena banyak spot instagramable. Tak heran, tempat ini menjadi incaran kaum muda-mudi yang ingin hangout bersama teman atau pasangan saat malam minggu.

    Tenang saja! Ada berbagai pilihan kuliner hits di Chillax Sudirman, lho. Berikut adalah daftar tenant yang bisa kamu jumpai!

    Baca juga: 5 Tempat Makan di Little Tokyo Blok M yang Bikin Betah!

    Gion The Sushi Bar di Chillax Sudirman

    Siapa yang tak tahu Gion The Sushi? Resto sushi hits di Jakarta ini ternyata ada di Chillax Sudirman! Pecinta sushi pasti senang dan langsung menyerbu tenant yang satu ini.

    Seperti cabang lainnya, Gion The Sushi hadir dengan konsep ala Jepang dengan berbagai hidangan sushi yang bervariasi. Mulai dari menu gunkan, roll, nigiri, hingga maki semuanya wajib mampir di mulutmu. Cek instagram resminya untuk tahu berbagai menu favoritnya, ya!

    Teras Japan

    Selanjutnya, mampirlah ke Teras Japan untuk cicipi berbagai hidangan khas Jepang lainnya. Kamu bisa isi perut kembali dengan berbagai makanan lezat yang tersedia di sini. Menu yang jadi andalan di antaranya adalah Gyoza, Tantanmen, Sumire Karage, Teritama Chicken, hingga Sumire Don. Cukup lengkap, ya!

    Hoy Tod di Chillax Sudirman

    Beralih ke kuliner Thailand, Hoy Tod belakangan ini jadi perbincangan hangat karena kelezatannya. Tenant ini menjajakan telur omelette yang diberi topping seafood seperti kerang dan cumi. Selain itu, teksturnya sangat kaya berkat tambahan tauge, kucai, dan seledri yang membuatnya semakin nikmat.

    Jangan lupakan pula ada cocolan saus yang rasanya asam-pedas mirip seperti kuah tomyum. Jadi jika kamu ingin merasakan makanan dengan sensasi unik, Hoy Tod lah jawabannya!

    Kwetiau 28 Aho

    Eits, jangan lewatkan tenant kwetiau yang satu ini! Kwetiau 28 Aho merupakan kuliner legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1977. Pantas saja pengunjung yang datang ke Chillax Sudirman ramai menyerbunya.

    Rasa gurih berpadu dengan aroma smokey khas penggorengan membuat hidangan kwetiau di sini sangat istimewa. Apalagi, isian yang diberikan melimpah sehingga satu porsinya mampu mengisi perut keronconganmu!

    Hang Tuah

    Setelah mengisi perut, kamu bisa bersantai di Hang Tuah sembil melanjutkan perbincangan seru bersama teman-temanmu. Di sini, kamu bisa menjumpai menu ala kopitiam yang beragam. Mulai dari Kaya Toast, Mee Sua Fishball Soup, aneka dimsum, hingga kopi bisa kamu pilih untuk menemani malam minggumu.

    Wicked Pies

    Sebelum kembali ke rumah, pergilah ke Wicked Pies sebagai penutup perjalanan kulinermu di Chillax Sudirman. Kamu bisa borong aneka pie gurih dan manis untuk dibawa pulang. Pesanlah satu paket pie berisi 4 atau 6 agar kamu bisa cicipi semua varian yang tersedia di sini!


    Itulah spot kuliner hits yang bisa kamu kunjungi sambil bersantai di Chillax Sudirman. Selain daftar di atas, masih ada banyak lagi tempat yang wajib untuk kamu jelajahi. Jadi, segera kunjungi Chillax Sudirman dan ajak teman-teman atau pasanganmu, yuk!

    Baca juga: Jajanan Pantjoran PIK Paling Populer yang Wajib Dicoba!

  • Resep Sate Lilit Ayam Khas Bali, Enaknya Bikin Nagih!

    Resep Sate Lilit Ayam Khas Bali, Enaknya Bikin Nagih!

    Dari sekian banyaknya makanan khas Bali, sate lilit merupakan salah satu primadona yang menjadi favorit masyarakat. Jenis sate ini biasanya dijadikan lauk pelengkap untuk seporsi nasi campur Bali.

    Tak seperti sate pada umumnya, sate lini terbuat dari adonan daging yang dicampur dengan base genep (bumbu khas bali). Umumnya, sate lilit terbuat dari beragam pilihan protein, mulai dari babi, ikan, hingga ayam.

    Dengan campuran berbagai rempah, cita rasa sate ini sangat gurih dan sedikit pedas. Apalagi, jika dicocol dengan sambal matah rasanya akan semakin istimewa. Perasan jeruk nipis pun akan menambahkan aromatik yang membuatnya sangat menggugah.

    Tentu kamu tak perlu jauh-jauh datang ke Bali untuk mencicipi sate lilit. Kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah, lho

    Kali ini, JadiLaper membagikan resep sate lilit. Namun, resep ini menggunakan daging ayam yang harganya lebih terjangkau dan mudah didapat. 

    Tunggu apa lagi? Mari simak langkah-langkah membuat sate lilit ayam berikut ini, yuk!

    Baca juga: Resep Masakan Pedas, Ayam Suwir Bali!

    Resep sate lilit ayam

    Bahan-bahan sate lilit ayam

    • 300 gram daging filet ayam cincang
    • 50 ml santan kental
    • 1 batang serai, memarkan 
    • 50 gram kelapa parut
    • 2 lembar daun salam
    • batang serai untuk sate

    Bumbu halus

    • 5 siung bawang merah
    • 3 siung bawang putih
    • 3 buah cabai merah keriting
    • 1 ruas jari jahe
    • 2 cm kunyit
    • 2 butir kemiri, sangrai
    • 1 sdt terasi, bakar
    • ½ sdt gula merah
    • 1 sdt garam
    • 1 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya 
    • 1 sdm minyak goreng

    Cara membuat sate lilit ayam

    1. Pertama, siapkan wajan. Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan. 
    2. Masukkan serai dan daun salam. Tumis kembali hingga harum. Jika sudah, angkat dan dinginkan.
    3. Setelah itu, haluskan daging ayam cincang, santan, dan kelapa parut menggunakan blender atau chopper.
    4. Siapkan wadah, lalu campurkan adonan ayam dan bumbu halus. Aduk rata, kemudian simpan di dalam kulkas selama 30 menit.
    5. Langkah selanjutnya, keluarkan adonan dari dalam kulkas. Ambil adonan sesuai selera, kemudian kepal-kepal menggunakan tangan. Jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan agar tetap steril.
    6. Jika adonan sudah selesai dibentuk, rekatkan pada batang serai hingga setengah tinggi tusukan. Ulangi langkah ini hingga adonan habis.
    7. Selanjutnya, siapkan grill pan. Panggang sate lilit ayam hingga warnanya berubah menjadi kecokelatan. Pastikan bagian dalam sate matang sempurna.
    8. Setelah matang, angkat sate dan sajikan di atas piring.
    9. Sate lilit ayam siap disantap bersama nasi hangat!

    Resep ini bisa digunakan untuk membuat 14 tusuk sate lilit ayam. Agar aroma sate lebih harum, pipihkan batang serai sebelum dijadikan tusuk sate.

     


    Itulah dia resep sate lilit ayam yang bisa kamu coba ikuti sendiri di rumah. Dijamin, satu tusuk sate tak akan cukup karena rasanya lezat dan bikin ketagihan! Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencoba resepnya? Jika iya, mari mulai persiapkan bahan-bahannya, ya!

    Baca juga: Kenus Mebase Khas Bali, Olahan Cumi yang Lezat!

  • Resep Kue Dango, Favorit Para Ninja di Anime Naruto

    Resep Kue Dango, Favorit Para Ninja di Anime Naruto

    Apakah kamu penggemar serial anime Naruto? Jika iya, pasti kamu sudah tak asing lagi dengan kue dango! Camilan imut ini merupakan makanan favorit para ninja Naruto, mulai dari Genin, Chunin, Jounin, hingga Houkage.

    Jika dilihat sekilas, kue dango memang mirip mochi. Namun, ternyata kedua camilan tersebut berbeda, lho! Biasanya, dango ini ditusuk dengan tusuk sate serta disajikan dengan siraman saus gula.

    Kue dango umumnya dihidangkan saat ada acara keluarga. Dengan rasa yang manis dan tekstur kenyal, kue ini cocok dijadikan teman saat minum teh hijau yang hangat. Apalagi, kamu bisa menjumpai berbagai varian kue dango seperti mitarashi dango, hanami dango, matcha choco dango, hingga dango kacang merah.

    Tentu saja, tak perlu pergi ke Jepang untuk mencicipi hidangan ini. Kamu juga bisa bikin kue dango sendiri di rumah. Apalagi, cara membuatnya cukup mudah. Tak usah berlama-lama lagi, mari simak bersama resep kue dango berikut!

    Baca juga: 8 Cita Rasa Kue Bulan, Ada Varian Boba Lho!

    Resep Kue Dango Khas Jepang

    Bahan-bahan

    • 80 gr tepung ketan
    • 8 sdm gula pasir
    • 1 buah tahu sutra
    • Vanilli (sesuai selera)
    • Sejumput garam 
    • Pewarna makanan merah dan hijau
    • Tusuk sate
    • 1 liter air

    Cara membuat kue dango

    1. Pertama, siapkan tepung ketan di atas mangkok. Kemudian, masukkan tahu sutra. Tambahkan gula pasir, sejumput garam, dan vanili. Campur semua bahan hingga rata.
    2. Jika sudah mulai tercampur, uleni adonan dengan tangan hingga kalis. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Pisahkan ke dalam 3 wadah.
    3. Beri sedikit pewarna merah untuk membuat adonan berwarna pink, lalu uleni sampai rata.
    4. Ulangi langkah ini pada wadah kedua untuk adonan berwarna hijau. Namun, biarkan adonan ke tiga tetap berwarna putih.
    5. Setelah ketiga adonan siap, bagi masing-masing adonan menjadi 4 bagian. Ambil satu demi satu bagian, kemudian bulatkan.
    6. Didihkan 1 liter air hingga mendidih. Lalu, masukkan adonan dango berwara putih, rebus hingga mengapung. Lakukan langkah ini kembali, namun gunakan air yang baru agar warna tidak masing-masing adonan tidak luntur dan bercampur.
    7. Jika adonan sudah mengapung ke permukaan air, biarkan terebus hingga 2 menit lagi. Tiriskan.
    8. Masukkan ke dalam mangkuk berisi air es untuk menghentikan proses pemasakan. Diamkan selama 5 menit.
    9. Setelah itu, tusuk kue dango menggunakan tusuk sate. Urutkan dari warna hijau, putih, dan pink.
    10. Kue dango siap dihidangkan!


    Demikianlah resep kue dango, camilan manis favorit para ninja di anime Naruto. Mudah sekali cara membuatnya, kan? Yuk, siapkan bahan-bahannya! Selamat mencoba!

    Baca juga: Getuk Lindri, Kue Olahan Singkong yang Berwarna-Warni

  • Ayam Be Keren Khas Bali, Sajian untuk Raja Bangli

    Ayam Be Keren Khas Bali, Sajian untuk Raja Bangli

    Tahukah kamu makanan khas Bali bernama ayam keren atau be keren? Selain ayam betutu, hidangan ini juga merupakan kuliner spesial milik Pulau Dewata.

    Ayam be keren sendiri merupakan masakan tradisional khas Bali yang diberi bumbu serupa dengan ayam betutu. Namun, ayam ini dibungkus dengan upih (pelepah daun pinang). Menggunakan sekam padi dan sabut kelapa, proses memasaknya pun memakan waktu selama 15 jam sehingga semua bumbu meresap sampai ke dalam.

    Tak hanya proses pembuatannya yang spesial, penyajian hidangan ayam ini juga istimewa. Hidangan ini disajikan saat hari perayaan atau upacara tertentu. Oleh karena itu, sangat jarang sekali menu ini dijumpai saat hari-hari biasa.

    Baca juga: Ayam Geprek Bu Rum yang Legendaris di Yogyakarta

    Hidangan favorit raja Bangli

    Pada zaman dahulu, ayam be keren merupakan sajian khusus yang dihidangkan kepada para Raja Bangli dan keluarga. Juru masak kerajaan selalu mendapat permintaan untuk memasak hidangan ayam yang satu ini.

    Resep ayam khas Bali ini diwariskan secara turun-temurun. Hingga saat ini, cara memasak hidangan spesial Bangli ini masih tradisional. Namun, sayang sekali makanan ini mulai langka dan jarang ditemui.

    Hal ini disebabkan karena proses memasak hidangan ini cukup memakan waktu. Ditambah, pelepah daun piang sudah jarang dijumpai sehingga harganya mahal.

    Ayam be keren Bu Agung

    Salah satu warga Bangli yang saat ini masih membuat ayam be keren adalah Ibu Agung Sugantini. Wanita paruh baya dari Puri Kelodan Bangli ini merupakan penerus tradisi kuliner tradisional ayam be keren. Ia melestarikan dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis.

    Tentu Ibu Agung tetap mengikuti resep turun temurun sehingga cita rasa ayam be keren tetap otentik. Seperti makanan khas Bali lainnya, Bu Agung menggunakan base genep untuk membumbui satu ekor ayam. Lalu, ayam dibungkus dengan daun upih dan dimasak selama 15 jam.

    Upih atau pelepah daun pinang dipilih agar ayam matang sempurna tanpa gosong walaupun dimasak dengan waktu yang lama. Bentuk dan konsistensi upih tetap tahan lama meskipun sekam dan sabut kelapa sudah berubah menjadi abu.

    Selain itu, daun upih juga lebih lentur dibandingkan daun lainnya sehingga tak mudah robek dan bocor. Pelepah daun pinang ini pun mengeluarkan aroma harum yang istimewa, menjadikan hidangan ini unik daripada hidangan khas Bali yang lain.


    Itulah informasi mengenai ayam be keren khas bali yang mungkin belum kamu ketahui. Hidangan favorit Raja Bangli ini bisa kamu jumpai saat berkunjung ke Kabupaten Bangli di Bali. Jadi, jika berlibur ke Pulau Dewata jangan lupa untuk mampir ke daerah tersebut, ya!

    Baca juga: Ayam Paniki, Kuliner Khas Manado yang Bikin Nambah Nasi!

  • Base Genep, Bumbu Rahasia Makanan Khas Bali

    Base Genep, Bumbu Rahasia Makanan Khas Bali

    Tentu kamu kenal dengan beragam makanan khas Bali seperti ayam betutu, lawar, hingga sate lilit. Namun, tahukah kamu kalau hidangan tersebut berasal dari bumbu dasar yang sama? Kalau diperhatikan, semua jenis hidangan ini memiliki cita rasa kuat berempah yang tajam dan mirip-mirip karena memakai bumbu bernama base genep.

    Base genep merupakan bumbu yang wajib digunakan untuk memasak aneka masakan khas Bali. Berbagai rempah digunakan untuk menghasilkan rasa tajam yang menjadi signature dari hidangan tradisional pulau Dewata.

    Tak hanya sekedar bumbu biasa, ternyata base genep memiliki filosofi dan sejarah yang ada di baliknya. Apakah itu? Simak pembahasannya di bawah, yuk!

    Baca juga: Kenus Mebase Khas Bali, Olahan Cumi yang Lezat!

    Filosofi dan Sejarah base genep 

    Jika menelusuri maknanya, kata ‘base’ adalah bumbu dan ‘genep’ berarti lengkap. Maka dari itu, bumbu ini selalu jadi andalan agar cita rasa makanan menjadi lebih istimewa. Bumbu dasar ini merupakan perpaduan aneka rempah yang diolah menjadi satu sehingga membuatnya lengkap dan kompleks.

    Terdiri dari belasan jenis bumbu dan rempah, base genep memiliki empat unsur utama yaitu kunir (kunyit), cekuh (kencur), isen (lengkuas), dan jahe. Setiap unsur yang digunakan dalam bumbu ini mempunyai arti masing-masing.

    Dalam budaya Bali, kunir berada di arah Barat yang mewakili Dewa Mahadewa. Lalu, isen dari arah selatan menjadi simbol keberadaan Dewa Brahma. Sementara itu, jahe yang berwarna hitam melambangkan Dewa Wisnu. Terakhir, cekuh yang berwarna putih merepresentasikan Dewa Iswara.

    Base genep adalah bumbu yang istimewa karena menjadi bagian penting dalam tradisi Bali. Dalam upacara keagamaan, bumbu ini memiliki peran penting sebagai bagian dari hidangan khusus untuk persembahan bagi para dewa. Resep bumbu ini bahkan ditemukan dalam catatan lontar yang berusia sekitar dua ribu tahun lalu. 

    Bumbu dasar khas Bali ini juga menjadi bukti adanya perdagangan antarpulau, bahkan antarnegara yang sudah terjadi sejak masa lampau. Diperkirakan, bumbu dasar ini telah menjadi rahasia kelezatan hidangan Bali sejak abad ke-9 dan merupakan akulturasi budaya antara Bali dan India. 

    Bahan bumbu seperti bawang, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, kemiri, ketumbar, kapulaga, jeruk dan kelapa memang mudah ditemui di Bali. Akan tetapi, berbagai rempah seperti lada, pala dan cengkeh dibawa oleh para pedagang asing.

    Proses pembuatan

    Saat proses pembuatan base genep, masyarakat Bali pun memakai perhitungan timbangan dan skala perbandingan yang unik. Mereka lebih mengandalkan jari sebagai alat ukur untuk rempah-rempah yang akan diolah. 

    Cara ini merupakan metode turun-temurun dari para tetua masyarakat Bali. Mereka menggunakan jari telunjuk untuk mengukur takaran kunyit, jari tengah untuk ukuran lengkuas, jari manis sebagai pengukur jahe, dan jari kelingking untuk kencur. 

    Setengah dari jumlah keempat bumbu utama merupakan ukuran jumlah bawang merah. Lalu, setengah bawang merah untuk ukuran jumlah bawang putih. Sementara, setengah dari jumlah bawang putih menjadi ukuran cabai. Kemudian, setengah ukuran cabai menjadi ukuran untuk rempah-rempah lain. Terakhir, terasi dan garam juga ditambahkan sebagai perwakilan dari unsur laut. 

    Resep Base Genep

    Pada dasarnya, base genep terbuat dari campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, serai, kemiri, ketumbar, cabai, terasi, daun salam, dan jeruk limau. Bahan-bahannya sederhana dan bisa ditemukan dengan mudah. 

    Melansir laman Kompas, Chef Erwin Hidayat dari Arosa Hotel Bintaro Jakarta membagikan resep base genep. Simak informasinya di bawah ini!

    Bahan-bahan

    • 50 gr lengkuas
    • 25 gr kencur
    • 200 gr cabai merah
    • 50 gr cabai rawit
    • 100 gr jahe
    • 200 gr bawang merah
    • 75 gr bawang putih
    • 30 gr kunyit
    • 3 batang serai
    • 20 gr ketumbar
    • 100 gr kemiri

    Cara membuat base genep 

    1. Haluskan semua bahan menggunakan ulekan. Boleh juga pakai blender atau food processor agar lebih cepat halus.
    2. Setelah itu, tumis semua bumbu halus dengan sedikit minyak. Jangan lupa untuk koreksi rasa dengan menyesuaikan garam, gula, dan merica secukupnya.
    3. Masak bumbu hingga harum dan mengeluarkan minyak. Jika sudah, angkat dan tuang ke dalam wadah. 
    4. Base genep siap untuk jadi bumbu dasar berbagai hidangan!

    Kamu bisa menyimpan base genep ke dalam toples atau wadah tertutup. Taruh di dalam kulkas agar awet dan bisa digunakan untuk memasak hidangan lainnya di kemudian hari.


    Demikian informasi mengenai base genep, mulai dari filosofi hingga resepnya. Ternyata, itulah bumbu rahasia yang digunakan untuk mengolah makanan khas Bali. Selain bahan-banhannya mudah ditemui, proses pembuatannya pun cukup mudah.

    Jadi, apakah kamu tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah? Berikan komentarmu di bawah, ya!

    Baca juga: Resep Masakan Pedas, Ayam Suwir Bali!