Blog

  • Hidangan Bebek Khas Indonesia yang Bikin Laper!

    Hidangan Bebek Khas Indonesia yang Bikin Laper!

    Selain ayam, bebek merupakan salah satu jenis unggas yang populer untuk diolah menjadi beragam hidangan khas Indonesia. Mempunyai keunikan masing-masing, hidangan bebek dari berbagai belahan nusantara ini mampu menjadi identitas kuliner daerah setempat. 

    Tentu saja, setiap daerah di Indonesia memiliki resepnya masing-masing untuk mengolah unggas ini menjadi menu yang istimewa. Berikut JadiLaper akan bagikan informasi mengenai berbagai hidangan bebek khas Indonesia yang menggiurkan. Simak bersama, yuk!

    Baca juga: Resep Sambal Mangga ala Bebek Sinjay Khas Madura

    Bebek betutu

    Siapa yang tak tahu hidangan yang satu ini? Bebek betutu menjadi kuliner primadona di Pulau Dewata, Bali. Hidangan ini biasanya dijadikan menu utama atau menjadi lauk pelengkap untuk nasi campur bali.

    Menggunakan base genep yang kaya akan rempah, bebek betutu mempunyai cita rasa yang gurih dan pedas. Ditambah perasan jeruk limau, kesegarannya mampu membuat hidangan ini menjadi lebih nikmat.

    Dijamin, satu piring nasi tidak akan cukup ketika menjadikan hidangan ini sebagai lauk pendamping. Jadi, siapkan nasi yang banyak, ya!

    Bebek bumbu hitam

    Kamu pasti tak asing lagi dengan bebek bumbu hitam, bukan? Menu bebek yang satu ini berasal dari Madura. Menggunakan rempah yang beragam, bebek bumbu hitam selalu ada di hati para penikmat kuliner.

    Walaupun penuh minyak, justru itulah yang dicari dari bumbu bebek hitam khas Madura ini. Biasanya, menu ini disajikan bersama dengan sambal bawang, sambal hijau, atau sambal pencit. Tak heran jika kamu merasa satu porsi nasi tidak cukup ketika makan ditemani oleh bebek bumbu hitam yang lezat ini.

    Bebek songkem 

    Ada satu lagi hidangan bebek asal Madura, yaitu bebek songkem. Sajian ini cocok bagi yang ingin makan bebek, namun tetap ingin menjaga tingkat kolesterol dalam darah karena dimasak menggunakan metode kukus.

    Tak hanya sekedar dikukus, bebek songkem juga dibungkus menggunakan daun pisang sehingga membuat aromanya lebih harum. Proses memasaknya pun memakan waktu selama tiga sampai lima jam agar matang sempurna.

    Walaupun melewati serangkaian proses, bebek songkem yang sudah matang akan terasa sangat istimewa. Saat disantap, dagingnya sangat empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. 

    Di balik rasanya yang lezat, nama bebek songkem menyimpan sejarah tersendiri. Kata ‘songkem’ sendiri artinya adalah ‘sungkem’. Masyarakat Madura menjadikan hidangan ini sebagai bentuk rasa hormat dan apresiasi terhadap kiai mereka.

    Tak hanya itu saja. Saat dikukus, leher bebek ditekuk menyerupai posisi orang sedang sungkem. Ternyata, inilah yang membuat hidangan ini dinamai bebek songkem.

    Itiak lado mudo

    Beralih ke Pulau Sumatera, Kota Bukittingi juga memiliki hidangan andalan bernama itiak lado mudo! Hidangan ini merupakan makanan khas Ngarai Sianok Bukittinggi. Jika kamu mampir ke Kapau, pasti kamu menjumpai makanan ikonik Bukittinggi ini.

    Menu ini menggunakan bebek muda yang umurnya masih enam bulan. Tak heran kalau itiak lado mudo ini dagingnya sangat empuk dan lembut. Dilumuri oleh sambal hijau, cita rasanya gurih dan pedas.

    Itiak lado mudo biasanya disajikan dalam bentuk potongan seperempat ekor. Selain itu, satu porsinya dilengkapi oleh potongan timun untuk menambahkan rasa segar. Sudah pasti cocok sekali disantap bersama nasi hangat!


    Itulah hidangan bebek khas Indonesia dari berbagai daerah. Tentu saja, semuanya sangat menggugah selera dan bikin laper! Jadi, mana di antara daftar di atas yang jadi favoritmu? Yuk, bagikan opinimu di kolom komentar!

    Baca juga: Serbu Bebek Carok, Kedai Bebek Madura Milik Tretan Muslim!

  • Es Cendol vs Es Dawet, Apa Perbedaan Keduanya?

    Es Cendol vs Es Dawet, Apa Perbedaan Keduanya?

    Apakah kamu termasuk salah satu orang yang menganggap es cendol dan es dawet adalah jenis minuman yang sama? Nyatanya, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, lho!

    Secara visual, es cendol dan es dawet sekilas memang tampak serupa. Kedua minuman menyegarkan ini sama-sama disajikan dengan siraman gula merah cair serta santan yang gurih. 

    Jika demikian, lantas apakah perbedaan antara es cendol dan es dawet? Jika penasaran, langsung saja simak informasinya berikut ini!

    Baca juga: Resep Es Selendang Mayang, Minuman Khas Betawi

    Perbedaan es cendol dan es dawet

    Asal daerah

    Terkadang kita tak sadar kalau makanan dan minuman yang sering kita makan berasal dari daerah mana. Ini terjadi pada es cendol dan es dawet

    Ternyata, dua jenis minuman ini berasal dari daerah yang berbeda, lho! Es cendol berasal dari daerah Jawa Barat. Sementara itu, es dawet dari Jawa Tengah. 

    Bahan dasar

    Secara visual, tampilan buliran hijau es cendol dan es dawet terlihat sama. Namun, siapa sangka jika keduanya terbuat dari bahan dasar yang berbeda?

    Es cendol terbuat dari tepung hunkwe, yaitu tepung yang terbuat dari tepung kacang hijau. Sedangkan, es dawet sendiri terbuat dari tepung beras. Keduanya diberi perwarna makanan untuk membuat warnanya menjadi hijau. Namun, pewarna hijau dari daun pandan atau suji biasa digunakan pada resep tradisional.

    Tekstur es cendol dan es dawet

    Tanpa disadari, tekstur es cendol dan es dawet pun berbeda. Hal ini disebabkan karena bahan dasar yang digunakan keduanya juga tak sama.

    Tekstur es cendol lebih kenyal layaknya jeli. Sementara, tekstur es dawet lebih lembut dan langsung putus saat digigit. Pernahkah kamu menyadari itu?

    Cara penyajian

    Memang tampak serupa, namun pasti kamu tak menyadari ada yang berbeda dari cara penyajian es cendol dan es dawet. 

    Jika kamu perhatikan, es cendol disajikan dengan potongan buah nangka. Sedangkan, es dawet sering diberi tambahan tape dan ketan. 

    Cara membuat

    Tanpa kamu ketahui, proses pembuatan es cendol dan es dawet pun berbeda. Es cendol ternyata dibentuk menggunakan mesin yang dilengkapi dengan tutup sebagai alat penekan. Pantas saja bentuknya lebih panjang dari pada es dawet.

    Lain halnya dengan es dawet. Buliran hijaunya dibuat dengan cara yang sederhana. Cara membuatnya adalah dengan menggunakan saringan berongga yang digoyangkan. Cukup mudah, kan?


    Itulah perbedaan es cendol dan es dawet yang ternyata cukup signifikan. Setelah mengetahui pembahasan di atas, apakah kamu sekarang sudah sadar akan perbedaan keduanya? Yuk, bagikan pengalamanmu di kolom komentar!

    Baca juga: Es Setrup, Minuman Legendaris Khas Kota Malang

  • Resep Choipan, Kudapan Lembut Khas Pontianak

    Resep Choipan, Kudapan Lembut Khas Pontianak

    Pernahkah kamu mendengar kudapan khas Pontianak bernama choipan? Mendengar namanya saja kamu pasti mengetahui kalau ada sentuhan negara Tiongkok pada hidangan ini. 

    Mulanya, choipan diperkenalkan pertama kali oleh penjual keliling berdarah Tionghoa. Mereka berasal dari Suku Teochew (Tio Ciu) yang berada di Kalimantan Barat. Merantau dari China Daratan, awalnya mereka memberi nama hidangan ini sebagai ziao tje yang kemudian diadaptasi menjadi choipan.

    Jika maknanya ditelusuri, kata ‘choi’ memiliki arti sayuran dan ‘pan’ adalah kue. Maka dari itu, ‘choipan’ artinya adalah kue berisi sayur. Hidangan khas Pontianak ini dimasak menggunakan metode kukus, sehingga teksturnya lembut saat berada di mulut.

    Bagi yang berdomisili jauh dari Kota Pontianak, kamu tak perlu khawatir jika ingin mencicipi kudapan kecil ini. Menggunakan bahan-bahan sederhana, kamu bisa membuat choipan sendiri di rumah, kok! 

    Tanpa berlama-lama, mari intip resep choipan yang mudah dibuat berikut ini!

    Baca juga: Resep Nugget Ayam Sayur, Cocok untuk Si Kecil

    Resep choipan khas Pontianak

    Sebelum memasak, kamu perlu menyiapkan beberapa bahan untuk membuat kulit, isian, hingga saus bawang putih dan saus cabai. Jadi, catat bahan-bahan berikut ini, ya!

    Bahan kulit choipan

    • 180 gram tepung beras 
    • 25 gram tepung maizena atau kanji 
    • 1/2 sdt garam 
    • 450 ml air 
    • 3 sdm minyak goreng

    Bahan isi

    • 200 gram bengkoang, potong bentuk korek api, peras airnya 
    • 3 sdm minyak goreng
    • 5 siung bawang putih, cincang
    • 50 gram ebi, seduh, cincang
    • 1 sdm gula pasir 
    • Garam dan merica secukupnya

    Saus cabai 

    • 50 gram cabai merah, buang biji, rebus, haluskan 
    • 250 ml air 25 gram gula pasir 
    • 2 sdm cuka  
    • 1 sdt garam 
    • 2 siung bawang putih, haluskan

    Cara membuat choipan

    1. Langkah pertama, buat isian choipan terlebih dahulu. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bawang putih hingga harum.
    2. Masukkan ebi, kemudian tumis sejenak. Setelah itu, masukkan bengkoang dan tumis hingga layu. Jika sudah, angkat dan sisihkan.
    3. Selanjutnya, persiapkan bahan-bahan membuat kulit. Lalu, campur semua bahan ke dalam panci. Masak dan aduk perlahan di atas api kecil hingga menjadi adonan yang bisa dibentuk.
    4. Jika adonan masih lengket, tambahkan tepung kanji sedikit.
    5. Ambil adonan kulit secukupnya, lalu isi dengan adonan bengkoang. Lipat pinggiriannya seperti saat membuat pastel.
    6. Lalu, kukus choipan selama 15 menit hingga matang. Sementara itu, siapkan saus bawang putih dan saus sambal.
    7. Untuk membuat saus bawang putih, panaskan minyak goreng terlebih dahulu. Kemudian, tumis bawang putih cincang hingga kecoklatan. Angkat dan tuang ke dalam wadah.
    8. Sedangkan untuk saus cabai, rebus cabai yang sudah dibuang bijinya. Kemudian, haluskan cabai dengan blender. Tuang ke dalam sebuah wadah. Jangan lupa beri 2 sdm cuka.
    9. Angkat choipan yang sudah dikukus selama 15 menit. Sajikan dengan siraman saus bawang putih dan saus sambal.
    10. Choipan siap disantap!


    Itulah resep choipan khas Pontianak yang bisa kamu coba buat sendiri di rumah. Rasanya yang gurih dipadukan dengan aroma khas saus bawang putih dan pedasnya sambal, membuat kudapan ini mempunyai rasa yang istimewa. Jadi, selamat mencoba, ya!

    Baca juga: Resep Mie Gomak, Menu Sarapan Khas Batak

  • Anak Susah Makan Nasi? Ikuti Resep Arancini Ini!

    Anak Susah Makan Nasi? Ikuti Resep Arancini Ini!

    Jika anak susah makan, para ibu harus berpikir kreatif untuk mencari solusinya. Salah satunya adalah dengan ikuti resep arancini ini!

    Arancini sendiri merupakan hidangan asal Italia yang terbuat dari nasi kepal dibalut tepung roti yang digoreng. Makanan ini biasanya dijadikan menu bekal sekolah anak. Hidangan ini adalah solusi untuk para anak yang susah makan nasi.

    Bentuknya yang bulat dan renyah di luar ini menarik perhatian anak-anak. Dengan demikian, mereka tak tahu kalau arancini ini terbuat dari nasi. Apalagi, setiap bulatan arancini berisi keju dan jamur yang membuatnya semakin istimewa.

    Selain itu, arancini juga kerap menjadi bekal perjalanan atau piknik. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan nasi sisa kemarin untuk membuat menu ini, lho!

    Tunggu apalagi? Yuk, simak resep arancini berikut ini!

    Baca juga: Resep Lady Fingers yang Cocok untuk Perayaan Halloween!

    Resep Arancini

    Bahan-bahan arancini

    • 1 mangkuk nasi putih
    • 20 gram jamur kancing
    • 1 buah bawang bombay
    • Keju mozarella secukupnya
    • Keju parmesan secukupnya
    • 1-2 butir telur
    • 2 lembar daun parsley
    • Tepung roti
    • Mentega
    • Kaldu ayam
    • Garam dan lada sesuai selera
    • Minyak goreng

    Cara membuat

    1. Pertama, siapkan semangkuk nasi untuk membuat arancini. Boleh juga pakai nasi sisa kemarin.
    2. Kemudian, panaskan mentega dan tumis bawang bombay hingga harum.
    3. Lalu, masukkan jamur dan tumis hingga layu. 
    4. Masukan nasi, aduk hingga merata. Tambahkan juga garam, lada, dan kaldu ayam secukupnya.
    5. Kemudian, beri keju parmesan lalu aduk kembali. Jika sudah, angkat dan sisihkan.
    6. Jika sudah tidak terlalu panas, ambil sedikit nasi kemudian kepal hingga membentuk bola. Gunakan sarung tangan saat melakukan proses ini.
    7. Kemudian, beri lubang di bagian tengah nasi kepal. Lalu, tambahkan jamur kancing dan keju mozarella ke dalamnya. Tutup kembali.
    8. Sementara itu, siapkan telur yang sudah dikocok dan tepung roti.
    9. Masukkan bola nasi ke dalam telur, lalu pindahkan ke wadah berisi tepung panir. Pastikan tepung menutupi seluruh permukaan nasi.
    10. Panaskan minyak, kemudian goreng adonan hingga keemasan. Angkat dan tiriskan.
    11. Arancini siap disajikan!

    Kamu juga bisa mengkreasikannya dengan menambahkan beef bacon atau smoke beef sebagai protein. Namun, jika tidak ada pun juga tak masalah.


    Demikianlah resep arancini untuk jadi menu bekal sekolah anak. Dengan menu ini, anak tak akan menolak untuk memakannya padahal isinya adalah nasi. Cocok sekali untuk si kecil yang susah makan nasi, kan?

    Yuk, segera ikuti resepnya!

    Baca juga: Resep Parmesan Chicken Tenders, Super Crispy!

  • Resep Nugget Ayam Sayur, Cocok untuk Si Kecil

    Resep Nugget Ayam Sayur, Cocok untuk Si Kecil

    Para ibu pasti ketar-ketir jika anak sudah susah makan sayur. Pasalnya, mereka seharusnya mendapatkan nutrisi dan vitamin yang cukup untuk mendukung proses tumbuh kembang buah hatinya. Maka dari itu, segeralah cari ide dan ikuti resep nugget ayam sayur ini!

    Umumnya, nugget hanya terbuat dari daging ayam yang diolah dengan bahan-bahan lainnya. Namun, dengan resep ini para ibu bisa menyiasatinya dengan mencampurkan sayuran ke adonan nugget ayam ini.

    Jika sudah penasaran dengan caranya, mari ikuti resep nugget ayam sayur berikut ini!

    Baca juga: Kreasi Mie Instan Buat Para Anak Kos!

    Resep nugget ayam sayur

    Ilustrasi nugget ayam sayur

    Hanya memerlukan bahan-bahan sederhana, kamu bisa membuat nugget ayam ini dengan cara yang mudah, lho! Simak langkah-langkahnya, yuk!

    Bahan:

    • 200 gr daging ayam giling 
    • 3 siung bawang putih 
    • 1 sdm saus tiram 
    • 1 sdm minyak wijen 
    • 100 gr brokoli 
    • 100 gr wortel 
    • 2 sdm tepung terigu 
    • 2 butir telur 
    • Tepung roti 
    • Daun bawang
    • Garam
    • Gula
    • Lada

    Cara membuat nugget ayam sayur

    1. Pertama, campur ayam giling dengan bawang putih, gula, garam, lada, saus tiram, dan minyak wijen. Blender semua bahan tersebut hingga halus dan tercampur rata.
    2. Kemudian, masukan brokoli, wortel, dan daun bawang. Lalu, lanjut blender kembali.
    3. Jika sudah halus, tuang adonan tersebut ke dalam wadah tahan panas. Jangan lupa olesi dengan minyak terlebih dahulu. Lalu, kukus adonan selama 20 menit.
    4. Saat sudah matang, keluarkan adonan yang sudah dikukus dari wadah. Potong memanjang, atau boleh disesuaikan dengan selera.
    5. Sementara itu, kocok lepas satu butir telur. Celupkan potongan nugget ke dalam ke dalamnya, kemudian balur dengan tepung roti.
    6. Goreng nugget hingga matang dan berwarna emas kecoklatan. Jika sudah, angkat dan tiriskan.
    7. Nugget ayam sayur sudah siap! Sajikan dengan saus dan mayonaise agar semakin nikmat.

    Resep ini menggunakan brokoli dan wortel sebagai tambahan sayurannya. Kamu bisa menggantinya dengan bayam, labu siam, atau sayuran lainnya yang ada di dapurmu. 


    Itu dia resep nugget ayam sayur yang bisa kamu coba buat untuk si kecil. Dengan cara ini, ibu-ibu di rumah jadi tak perlu khawatir lagi jika anaknya tak suka makan sayur. Walaupun ada sayur di dalamnya, tentu anak-anak tak akan bisa menolak menu yang satu ini karena rasanya sangat lezat!

    Baca juga: Anak Kos Merapat! Ini Resep French Toast Khusus Untukmu!

  • Resep Nasi Tim yang Penuh Gizi, Cocok untuk MPASI

    Resep Nasi Tim yang Penuh Gizi, Cocok untuk MPASI

    Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah bisa mencoba untuk makan makanan padat. Oleh karena itu, kamu perlu menyiapkan beberapa menu untuk buah hatimu. Mungkin kamu bisa mencoba resep nasi tim berikut ini!

    Nasi tim yang cocok untuk makanan pendamping ASI (MPASI) adalah nasi lembek. Tekstur seperti ini bisa melatih anak untuk terbiasa memakan nasi. Untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut, kamu bisa atur takaran air menjadi lebih banyak dari pada saat memasak nasi biasa.

    Jika ingin tahu cara membuat menu MPASI ini, mari simak 3 resep nasi tim dengan berbagai bahan bergizi berikut ini!

    Baca juga: Tips Mudah Memenuhi Nutrisi Bagi Anak-Anak dengan ASD

    3 resep nasi tim untuk menu MPASI

    Sebagai menu pendamping ASI, tentunya kamu ingin menu makan si kecil mengandung gizi yang lengkap. Asupan seperti protein dan vitamin sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

    Maka dari itu, 3 resep nasi tim di bawah ini bisa jadi opsi untuk menu MPASI setiap hari.

    Resep Nasi Tim Daging Giling

    Menggunakan daging sapi yang digiling, menu ini cocok untuk dimakan buah hatimu saat pertama kali makan nasi, lho! Tak hanya itu, daging sapi yang ikut disajikan membuat nasi tim ini kaya akan protein.

    Bahan-bahan:

    • 2 sdm beras putih
    • 30 ml air kaldu
    • 50 gram daging gilang
    • 2 siung bawang putih
    • 1 siung bawang merah
    • 1 sdt minyak goreng
    • Daun bawang
    • Garam secukupnya

    Cara membuat:

    1. Masukan kaldu ke dalam panci berisi beras. Masak hingga beras menjadi lunak. Jika belum lunak namun air sudah surut, tambahkan kembali sedikit air.
    2. Sementara itu, tumis bawang merah dan bawang putih. Jika sudah harum, masukkan daging giling. Masak hingga matang. Jangan lupa untuk koreksi rasa.
    3. Setelah itu, masukkan daging giling ke dalam cetakan atau mangkuk kecil.
    4. Tumpuk daging dengan nasi, lalu padatkan dengan menggunakan sendok.
    5. Balik cetakan di atas piring, kemudian tambahkan sedikit daun bawang.
    6. Nasi tim daging giling sudah siap!

    Nasi Tim Ayam Kecap

    Selain menggunakan daging, kamu juga bisa memakai ayam sebagai protein untuk nasi tim. Kamu pun boleh menambahkan wortel yang dipotong kecil-kecil. Dengan begitu, buah hatimu akan mendapatkan gizi yang lengkap!

    Bahan-bahan:

    • 2 sdm beras putih
    • 50 gram daging ayam giling
    • 2 sdm wortel yang sudah dipotong kecil
    • Bawang merah
    • Bawang putih
    • Air secukupnya
    • Kecap manis
    • Garam secukupnya

    Cara membuat:

    1. Masak beras bersama dengan air hingga teksturya lunak. Jika sudah, sisihkan terlebih dahulu.
    2. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Setelah itu, masukkan daging ayam giling. Tambahkan kecap manis dan sedikit garam. Masak hingga matang.
    3. Lalu, masukkan tumisan ayam ke dalam mangkuk atau cetakkan. Tumpuk dengan nasi dan padatkan.
    4. Balik mangkuk, kemudian tambahkan daun bawang secukupnya.
    5. Nasi tim ayam kecap siap disantap si kecil!

    Nasi Tim Tahu Wortel

    Menu MPASI selanjutnya adalah nasi tim tahu wortel. Dengan menggunakan tahu dan wortel, sudah pasti menu ini kaya akan protein dan vitamin A. Berikut resepnya!

    Bahan-bahan:

    • 2 sdm beras putih
    • 1 buah tahu putih
    • 2 sdm wortel parut
    • Bawang merah
    • Bawa putih
    • Air putih
    • Garam secukupnya

    Cara membuat:

    1. Masak beras hingga lunak. Jika beras belum lembut namun air sudah menyusut, tambahkan lagi sedikit air. Setelah matang, sisihkan.
    2. Di wajan yang berbeda, tumis bawang merah dan bawang putih. Masukan wortel parut, lalu tumis hingga matang.
    3. Jika sudah, masukkan tahu putih yang sudah dihancurkan. Kemudian, tumis hingga tahu mengering dan sedikit kecokelatan.
    4. Setelah matang, tuang tumisan ke dalam cetakkan atau mangkuk kecil. Tumpuk dengan nasi, kemudian padatkan dengan menggunakan sendok.
    5. Balik mangkuk ke atas piring, dan nasi tim tahu wortel siap dihidangkan!


    Itulah resep nasi tim yang cocok untuk MPASI si buah hati. Selain lezat, menu-menu di atas juga memiliki gizi yang sempurna. Tentu saja, deretan hidangan tersebut cocok sekali untuk mendukung tumbuh kembang anak. Yuk, langsung saja coba resepnya!

    Baca juga: Tips Memilih Restoran Untuk Anak, Lengkap!

  • Mengenal Kyaraben, Bento Imut untuk Bekal Sekolah Anak

    Mengenal Kyaraben, Bento Imut untuk Bekal Sekolah Anak

    Ingin anak-anak tertarik untuk makan bekal sekolahnya? Yuk, coba buat kyaraben yang imut ini!

    Dilansir dari laman The Gate, kyaraben merupakan kotak bento berisi makanan yang dibentuk menyerupai karakter dari anime, manga, games, dan sebagainya. Penuh dengan sentuhan seni, bentuk kyaraben benar-benar semirip karakter aslinya.

    Beberapa tahun ini, kyaraben menjadi salah satu tren budaya Jepang yang memadukan kesenian tradisional dan kontemporer untuk sebuah kotak bekal. Bergaya lucu dan penuh warna, tampilannya sangat menarik perhatian anak-anak sehingga mereka semangat untuk memakan bekal makan siangnya. 

    Untuk membuat kyaraben, kamu perlu menyiapkan beberapa alat dan hiasan lucu sebagai pelengkapnya. Siapkan pula pinset untuk menghias makanan secara detail.

    Jika persiapan sudah lengkap, mari mulai membuat kyaraben. Berikut adalah langkah-langkahnya!

    Baca juga: Resep Korean Bento Cake, Kue Kekinian Viral ala Korsel

    Buat onigiri berkarakter untuk Kyaraben

    Ilustrasi onigiri berkarakter. (Sumber: iStock)

    Kamu pasti sudah familiar dengan onigiri, kan? Nah, kamu bisa taro nasi kepal ini di dalam kotak bekal anakmu, lho! Tinggal Tambahkan sedikit sentuhan seni dengan menambahkan mata dan mulut yang terbuat dari nori atau rumput laut kering.

    Jika ingin tahu lebih detail, berikut cara membuatnya:

    Bahan-Bahan

    • Nasi putih, kalau bisa dari beras Jepang
    • Rumput laut kering/nori
    • Mustard atau mayones
    • Minyak wijen

    Cara membuat onigiri untuk kyaraben

    1. Siapkan nasi putih di sebuah wadah, beri sedikit minyak wijen. Aduk hingga rata.
    2. Kepal nasi hingga agak padat, kemudian lubangi bagian tengahnya. Isi mustard atau mayones, kemudian tutup kembali. Sisihkan nasi.
    3. Sementara itu siapkan nori, lalu tempelkan ke bagian tengah bawah nasi (lihat gambar).
    4. Lalu, gunting nori dan buatlah dua buah lingkaran seperti sepasang mata. Kemudian, buat pula sebuah mulut dengan bentuk segitiga atau sesuai seleramu.
    5. Onigiri berkarakter sudah siap!

    Tambahkan sosis gurita

    Sesuai namanya, sosis ini dibuat menyerupai bentuk seekor gurita kecil. Menu ini bisa ditambahkan ke dalam kotak kyaraben. Tentu ada trik untuk membuat sebuah sosis seperti memiliki tentakel.

    Trik membuat sosis gurita

    1. Potong sosis menjadi dua bagian.
    2. Lalu, potong sosis memanjang dari bagian tengah hingga bawah. Lakukan kembali di sisi lainya hingga sosis seperti memiliki tentakel. Pastikan tentakel tidak putus.
    3. Sementara itu, panaskan teflon anti lengket. Boleh tambahkan sedikit minyak.
    4. Goreng sosis, namun dalam posisi berdiri agar tentakel mekar. Gunakan bantuan sumpit atau pencapit untuk menahan sosis.
    5. Setelah mekar sempurna, sosis gurita akhirnya sudah siap!
    6. Kreasikan pula dengan menambahkan mata dan mulut dari rumput laut.
    7. Taruh di kotak bekal berisi onigiri tadi.

    Kreasikan dengan tambahan sayur

    Agar bekal makan siang anak memiliki gizi dan nutrisi yang lengkap, jangan lupa untuk tambahkan sayuran ke dalamnya. Kamu bisa tambahkan aneka sayur seperti selada, ketimun, dan wortel. Tata sayuran tersebut dengan cantik agar kyaraben terlihat menarik.

    Selain itu, kamu juga bisa tambahkan lauk lainnya seperti telur dadar, ayam karaage, atau kue ikan. Dengan demikian, tampilan kyaraben untuk bekal sekolah anak jadi semakin indah!


    Tak perlu bahan-bahan yang mahal dan sulit didapatkan. Membuat kyaraben si bento imut ini ternyata hanya bermodalkan insting kreativitasmu saja. Dijamin, makanan apapun akan terlihat lucu dan menggemaskan jika ditata semenarik mungkin.

    Bagaimana? Tertarik untuk bereksperimen sendiri di rumah? Maka dari itu, mari persiapkan dahulu bahan-bahannya, yuk!

    Baca juga: Resep Chicken Egg Roll Ala Restoran Jepang

  • Ketahui 5 Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan Tubuh

    Ketahui 5 Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan Tubuh

    Kenalkah kamu dengan buah bit? Warnanya yang keunguan ini membuat tampilannya sangatlah cantik. Namun, apakah kamu tahu kalau buah bit mempunyai banyak manfaat?

    Dilansir dari laman Hellosehat, dalam 100 gram buah bit mengandung berbagai kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral dan antioksidan. Selain itu, buah ini juga mengandung betalains yang memiliki khasiat seperti obat.

    Jika melihat spesiesnya, buah bit adalah tanaman yang berasal dari keluarga Amaranthacheae-Chenopediaceae. Ini menandakan kalau buah bit atau beetroots masih satu keluarga dengan sayur lobak.

    Buah bit sendiri memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Apalagi, membuatnya menjadi segelas jus rasanya akan semakin segar. Dengan mengonsumsinya setiap hari, tentu kamu akan mendapatkan berbagai manfaat untuk tubuhmu.

    Apa sajakah itu? Simak manfaat buah bit berikut ini!

    Baca juga: Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis Dan Rendah Kalori!

    Menjaga tekanan darah

    Mengonsumsi buah bit sangatlah dianjurkan untuk penderita hipertensi. Dilansir dari laman Hypertension Journal, penelitian telah menunjukkan bawah buah bit dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.

    Penurunan ini diakibatkan karena adanya konsentrasi nitrat yang tinggi dalam buah ini. Senyawa nitrat nantinya akan diubah menjadi oksida nitrat yang membuat tekanan darah turun. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan untuk rutin mengonsumsi buah bit agar tekanan darahnya tetap terkontrol.

    Maanfaat buah bit untuk menjaga pencernaan

    Buah bit juga kaya akan serat sehingga bagus dikonsumsi untuk menjaga pencernaan. Serat yang terdapat dalam satu cangkir jus bit sekitar 3,4 gram. Angka tersebut membuktikan bahwa buah ini mempunyai tingkat serat yang tinggi.

    Konsumsi buah bit secara rutin akan melancarkan sistem pencernaan. Serat dalam tubuh berperan untuk mencegah risiko gangguan pencernaan seperti sembelit, penyakit radang usus, dan lainnya.

    Mancegah anemia

    Apakah kamu mengalami anemia? Jika iya, sebaiknya kamu perlu mengonsumsi buah bit secara rutin. Kandungan zat besi pada buah ini sangat tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan sel darah merah. Untuk ibu hamil, konsumsi buah bit juga disarankan agar tingkat hemoglobin dalam darah tetap terjaga.

    Menjaga kesehatan mata

    Selain itu, buah bit juga kaya akan vitamin C yang mampu meningkatkan indra penglihatan. Maka dari itu, buah yang satu ini sangat disarankan untuk mereka yang meimiliki risiko katarak. 

    Kandungan beta karoten di dalam buah bit juga akan membentuk vitamin A. Dengan begitu buah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan berbagai fungsi vital, termasuk daya penglihatan.

    Manfaat buah bit untuk kesuburan

    Siapa sangka buah bit ternyata bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan. Hal ini disebabkan karena buah bit merupakan sumber antioksidan dan resveratol yang dianggap mampu mengatasi ketidaksuburan karena faktor usia.

    Mengutip Harley Steet Fertility Clinic, buah bit juga kaya akan nitrat yang berperan untuk meningkatkan aliran darah. Oleh karena itu, implantasi embrio ke rahim menjadi lebih lancar.


    Demikianlah informasi mengenai manfaat buah bit untuk kesehatan tubuh. Maka dari itu, tak ada lagi alasan untuk mengonsumsinya secara rutin. Selamat mencoba!

    Baca juga: 5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

  • Ganti Gula dengan 4 Bahan Pemanis Alami Berikut Ini!

    Ganti Gula dengan 4 Bahan Pemanis Alami Berikut Ini!

    Tak bisa dipungkiri, makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari pasti mengandung gula. Padahal, asupan gula berlebih bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu, segeralah beralih ke bahan pemanis alami pengganti gula!

    Produk yang terbuat dari gula sama sekali tidak mengandung nutrisi penting seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak. Ditambah, mengonsumsinya secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes, obesitas, hingga kanker. Hal ini disebabkan karena kalori yang terkandung pada gula sangat tinggi.

    Oleh karena itu, ayo gunakan bahan pemanis alami sebagai pengganti gula. Apa sajakah itu? Berikut informasi selengkapnya.

    Baca juga: 3 Ide Menu Sarapan Vegan Sehat dan Tinggi Nutrisi

    Bahan pemanis alami: Madu

  • Protein: 0,3 gram.
  • Karbohidrat: 79,5 gram.
  • Serat: 0,2 gram.
  • Kalsium: 5 mg.
  • Fosfor: 16 mg
  • Besi: 0,9 mg
  • Natrium: 6 mg
  • Kalium: 26,9 mg.
  • Tembaga: 0,04 mg.
  • Seng: 0,2 mg.
  • Riboflavin atau vitamin B2: 0,04 mg.
  • Niacin atau vitamin B3: 0,1 mg.
  • Vitamin C: 4 mg

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa konsumsi madu lebih baik daripada gula biasa. Dengan begitu, kamu bisa coba menjadikan madu sebagai bahan pemanis alami untuk masakan sehari-hari.

Bahan Pemanis Alami: Stevia

Tahukah kamu kalau ada tanaman yang menghasilkan gula selain tebu? Yup, jawabannya adalah stevia! Daun stevia ditemukan oleh ahli botanika asal Brazil yang kemudian populer dijadikan sebagai pemanis alami masyarakat setempat.

Stevia diklaim memiliki rasa yang lebih manis ratusan kali lipat daripada gula biasa. Oleh karena itu, kamu hanya perlu menambahkan stevia sedikit saja ke dalam masakan. Apalagi, gula ini juga memiliki kalori rendah. Cocok sekali untuk penderita diabetes dan obesitas!

Xylitol

Pernahkah kamu mendengar Xylitol? Bahan yang termasuk ke dalam jenis pemanis alkohol ini berasal dari ekstrak kayu birch. Xylitol sendiri mempunyai kadar kalori yang 40% lebih rendah dari gula.

Maka dari itu, xylitol sangat cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes daripada gula. Dengan mengonsumsi bahan pemanis ini, kadar insulin atau gula darah akan tetap terjaga.

Molasses

Selain itu, ada molasses yang juga bisa dijadikan pemanis alami selain gula. Sirup kental ini berasal dari bahan baru gula bit atau gula tebu. Tak seperti gula tebu pada umumnya, molasses melewati proses penyaringan dan pengolahan yang panjang.

Bahan pemanis ini pun mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, dan juga antioksidan. Selain itu, molasses juga mengandung zat besi dan kalsium sehingga dapat membantu untuk menjaga kesehatan tulang.


Itulah 4 bahan pemanis alami sebagai pengganti gula. Kamu bisa mencoba untuk mengurangi kadar gula dalam darah dengan konsumsi bahan-bahan di atas, ya! Selamat mencoba!

Baca juga: Cara Cegah Diabetes dengan Ubah Pola Makan Harian

  • Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis dan Rendah Kalori!

    Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis dan Rendah Kalori!

    Siapa bilang konsumsi gula tidak baik untuk kesehatan? Nyatanya, kamu bisa mengganti gula pasir dengan gula stevia untuk asupan harianmu, lho!

    Bukan dari tebu, gula stevia berasal dari tanaman bernama stevia rebaudiana. Jenis tanaman ini ditemukan pada 1887 oleh Antonio Bertoni, seorang ahli botani. Sejak saat itu, stevia dijadikan sebagai pemanis buatan oleh masyarakat Paraguay dan Brazil.

    Rasa manis dari daun stevia ini berasal dari senyawa stevioside dan rebaudioside yang terkandung di dalamnya. Mengalahi gula pasir, rasa gula stevia diklaim ratusan kali lebih manis!

    Dengan begitu, takaran untuk penggunaan gula stevia tidak setara dengan gula pasir. Cara ini sangat efektif untuk mengurangi konsumsi gula harian sehingga tidak berdampak pada peningkatan gula dalam darah. Selain itu, gula ini juga cocok untuk dikonsumsi jika kamu sedang menjalani program diet.

    Baca juga: Apa itu Diet Keto? Yuk, Pelajari Dulu Sebelum Melakukannya!

    Apakah benar gula stevia lebih sehat?

    Selain lebih rendah kalori, stevia ini juga tidak mengandung karbohidrat. Oleh karena itu, para penderita diabetes disarankan untuk mengganti gula pasir dengan stevia.

    Dilansir dari laman Halodoc, karobhidrat dapat memicu naiknya tingkat glukosa atau gula dalam darah. Maka dari itu, konsumsi makanan yang memiliki karbohidrat tinggi tidak dianjurkan untuk pengidap diabetes. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan kadar gula darah yang tinggi.

    Para penderita diabetes pasti sudah tak asing lagi dengan istilah indeks glikemik (GI) Dilansir dari laman Hellosehat, GI merupakan salah satu acuan untuk mengatur pola makan agar kadar glukosa terkendali.

    Mengganti gula pasir dengan stevia akan membuat indeks glikemik mengalami penurunan yang signifikan. Ini membuktikan bahwa konsumsi stevia lebih menyehatkan. Maka dari itu, segera berpaling dari gula pasir agar pola makan dan tingkat glukosa lebih terjaga.

    Benarkah bisa jadi pengganti gula yang baik?

    Stevia bisa digunakan untuk memasak, baik masakan rumahan atau pun kue. Namun, kamu perlu tahu bagaimana cara menggunakannya dengan tepat. Jika tidak, ada rasa pahit yang terasa pada masakan.

    Gula pasir dan stevia memiliki sifat yang berbeda. Apalagi, hasilnya sangat terlihat pada makanan yang dibuat dengan metode dipanggang. Gula ini akan mengalami proses reaksi yang memicu perubahan warna dan tekstur yang kualitasnya tak sebagus gula pasir.

    Walaupun begitu, stevia tetap bisa jadi pilihan untuk memasak suatu hidangan. Kamu bisa meminimalisir rasa pahit stevia dengan tetap mencampurkannya dengan gula biasa dengan perbandingan 1:1.

    Batas Konsumsi

    Menurut Food and Drug Administration (FDA), ada batas minimal untuk konsumsi stevia dalam sehari yaitu 4 miligram per kilogram berat badan. Meskipun tak memiliki efek samping saat digunakan sebagai penambah rasa dalam masakan, namun perlu diperhatikan batas pemakaiannya.


    Jika tidak, ada risiko efek samping seperti gangguan pencernaan seperti kembung, begah, dan mual. Selain itu, mengonsumsinya secara berlebihan dapat menimbulkan risiko alergi pada kulit.

    Demikian informormasi mengenai gula stevia yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti gula pasir. Rasanya yang lebih manis dan rendah kalori membuat gula jenis ini jadi incaran para penderita diabetes dan orang yang sedang menjalani program diet.

    Setelah mengetahui faktanya, apakah kamu tertarik untuk beralih ke stevia untuk konsumsi harianmu?

    Baca juga: Sering Minum Kopi Setiap Hari? Awas Efek Negatifnya!