Category: Tips Kuliner

  • 5 Tips Mengatasi Perut Kembung yang Mengganggu, Yuk Terapkan!

    5 Tips Mengatasi Perut Kembung yang Mengganggu, Yuk Terapkan!

    Tips mengatasi perut kembung sangat penting untuk diketahui karena masalah ini cukup mengganggu jika dibiarkan tanpa penanganan. Biasanya, seseorang akan mengeluarkan gas melalui mulut atau bersendawa serta melalui dubur.

    Namun, terlalu sering mengeluarkan gas, terutama dari bagian dubur akan mengakibatkan munculnya masalah perut kembung. Lalu, bagaimana cara tepat untuk mengatasi perut kembung? Jika ingin tahu tipsnya, yuk simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: 5 Tips Merebus Telur Puyuh Agar Lebih Mudah Dikupas

    Tips Mengatasi Perut Kembung yang Bisa Diikuti

    Ilustrasi Tips Mengatasi Perut Kembung. (Sumber: Unsplash)

    Pada dasarnya, gas yang keluar dari tubuh termasuk kondisi yang normal dan didapatkan dari makanan. Akan tetapi, beberapa makanan tersebut justru bisa mengakibatkan perut kembung, seperti kacang polong, sayuran termasuk brokoli, kol, bawang merah, buah-buahan, serta gandum utuh.a

    Ketika dibiarkan, kembung akan disertai dengan rasa sakit yang intens di sekitar perut maupun salah satu sisi tubuh lainnya. Masalah perut kembung sendiri dapat diatasi dengan mengubah pola makan atau menerapkan beberapa cara sebagai berikut:

    Makanlah Secara Perlahan

    Terlalu banyak gas yang diproduksi oleh tubuh bisa terbentuk karena tak sengaja menelan udara. Udara yang tertelan ini terkadang sulit untuk tidak dapat dihindari, tetapi biasanya diakibatkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

    Salah satu kebiasaan yang memungkinkan udara tertelan tanpa disadari adalah makan terlalu cepat. Karena itu, kamu dianjurkan untuk makan secara perlahan dengan mulut tertutup sehingga jumlah udara yang ditelan bisa berkurang.

    Kurangi Konsumsi Makanan Penghasil Gas

    Tips untuk mengatasi perut kembung lainnya adalah mengurangi asupan makanan yang dapat menghasilkan gas. Jenis makanan penghasil gas, bisa berupa karbohidrat dengan kandungan fruktosa, laktosa, dan fermentasi pati yang akan melepaskan gas saat berfermentasi.

    Selain itu, buah dan sayuran juga dapat menyebabkan munculnya gas dalam perut. Akan tetapi, menghindari sepenuhnya berbagai jenis makanan sehat ini memang tak dianjurkan karena penting untuk tubuh sehingga pastikan untuk mendapatkan porsi yang sesuai.

    Tips Mengatasi Perut Kembung dengan Konsumsi Suplemen Enzim

    Suplemen enzim bisa membantu memecah protein dan karbohidrat kompleks dalam tubuh. Dengan begitu, konsumsi suplemen enzim secara teratur bisa membantu berbagai penyakit pencernaan dan berbagai gejala lainnya.

    Perlu diketahui, suplemen enzim laktase bisa membantu seseorang dengan kelebihan gas yang disebabkan oleh intoleransi laktosa. Meskipun demikian , pastikan untuk membicarakannya dengan dokter mengenai obat yang cocok untuk mengatasi perut kembung.

    Berhenti Mengunyah Permen Karet

    Kebiasaan mengunyah permen karet biasanya dilakukan seseorang ketika ingin menjaga napas agar tetap segar. Namun, mengunyah permen karet justru dapat mengakibatkan udara tertelan lebih banyak.

    Untuk itu, mengunyah permen karet berarti secara terus-menerus menelan udara dari luar. Apabila terbiasa mengunyah permen karet, maka kemungkinan besar menyebabkan penumpukan gas dan seseorang bisa menderita perut kembung.

    Usap Minyak Esensial

    Terakhir, cara terbaik untuk mengatasi perut yang kembung adalah dengan mengusapkan minyak esensial. Penggunaan minyak ini bisa dilakukan sembari memberikan pijatan lembut pada perut yang sakit.

    Beberapa jenis minyak esensial yang dapat digunakan, yaitu minyak kayu putih, minyak tea tree, minyak peppermint, atau kombinasi antara minyak adas dan kurkumin. Jenis minyak tersebut memiliki aroma yang khas dan kuat sehingga bisa membantu meringankan mual serta kembung.


    Itulah beberapa tips mengatasi perut kembung yang mudah diikuti dan dijamin bisa meringankan gejala pada tubuh. Apabila ingin tahu berbagai tips kesehatan lainnya, baca saja artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Tips Hempaskan Perut Buncit Setelah Lebaran!

  • Mudah Diikuti, Begini 3 Cara Mencairkan Daging Beku

    Mudah Diikuti, Begini 3 Cara Mencairkan Daging Beku

    Cara mencairkan daging beku sebenarnya cukup mudah dan hanya perlu mengikuti beberapa langkah sederhana. Penting untuk diketahui, membekukan daging termasuk salah satu agar aman digunakan dalam jangka waktu lama.

    Tak hanya awet, menyimpan daging di dalam freezer hingga beku juga bisa membantu membuat citra rasa serta nutrisinya tetap terjaga dengan baik. Lalu, bagaimana cara termudah untuk mencairkan daging yang beku. Untuk mengetahui tips mencairkan daging beku, yuk simak pembahasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Catat, Ini 5 Tips Memilih Makanan Sehat untuk Dikonsumsi Keluarga

    Cara Mencairkan Daging Beku dengan Tepat

    Ilustrasi Cara Mencairkan Daging Beku. (Sumber: Unsplash)

    Freezer memang kerap digunakan untuk menyimpan segala jenis bahan makanan, termasuk daging. Namun, daging yang telah dibekukan umumnya membutuhkan waktu lama untuk mencair, terutama jika didiamkan begitu aja.

    Dalam mencairkan daging, kamu juga tak boleh sembarangan karena kesalahan sedikit saja bisa menyebabkan bahan makanan ditumbuhi oleh bakteri dan jamur. Untuk itu, ada beberapa cara mudah untuk mencairkan daging yang sudah beku dengan aman, di antaranya:

    Pakai Air Dingin

    Tips paling tepat yang dapat dilakukan untuk mencairkan daging beku adalah dengan merendamnya di dalam air dingin. Namun, saat melakukan perendaman daging beku dengan air dingin, usahakan agar tidak membuka bungkusnya terlebih dahulu.

    Pastikan bahwa kemasan daging beku tersebut kedap udara atau menggunakan wadah plastik yang benar-benar tertutup. Apabila terjadi kebocoran, maka bakteri dari udara atau lingkungan sekitarnya kemungkinan besar bisa masuk ke bahan makanan.

    Jaringan yang terdapat pada daging pun bisa menyerap air sehingga produk menjadi lebih berair. Karena itu, saat menerapkan cara ini, ganti air setiap 30 menit sekali agar proses pencairan daging beku atau biasa disebut thawing dapat berjalan dengan baik.

    Cara Mencairkan Daging Beku dengan Pindahkan ke Chiller

    Daging bisa disimpan sampai berbulan-bulan ketika disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer yang suhunya kurang dari -18 derajat Celcius. Jika sudah beku dan ingin diolah, langkah yang bisa dilakukan untuk mencairkan daging beku adalah memindahkannya dari freezer ke bagian chiller.

    Caranya bisa dengan menempatkannya terlebih dahulu pada piring atau wadah agar air yang mencair dari daging bisa tertampung dengan baik.  Meski membutuhkan waktu lama, yakni lebih dari sehari, tetapi teknik ini termasuk salah satu yang teraman.

    Biasanya, proses ini memakan waktu 24 jam atau tergantung pada berapa besar ukuran bekuan esnya. Selama proses pencairan pun jika kemudian akhir menunda untuk memasaknya, maka bisa kembali disimpan di freezer tanpa perlu diolah terlebih dahulu.

    Gunakan Microwave

    Cara untuk mencairkan daging yang beku selanjutnya, yakni menggunakan microwave dengan suhu yang tepat. Pasalnya, daging yang dicairkan dengan suhu terlalu panas berisiko matang lebih dahulu sebelum benar-benar dimasak.

    Microwave sendiri bekerja dengan menggunakan radiasi dalam ruangan mesin. Energi panas yang dihantarkan ini tak hanya menghilangkan bekuan esnya saja melainkan membuat beberapa bagian dari daging berubah menjadi matang.

    Setelah daging beku mencair, kamu harus segera memasaknya. Mencairkan daging yang beku dalam microwave bisa setengah masak sehingga jangan pernah menyimpan kembali daging begitu saja atau menundanya untuk dimasak di kemudian hari.

    Selain cara yang sudah dijelaskan di atas, memasak daging beku sebenarnya diperbolehkan tanpa perlu melakukan thawing. Namun, umumnya akan memakan waktu sekitar 50 persen lebih lama daripada waktu yang direkomendasikan untuk memasak daging segar.


    Itulah beberapa cara mencairkan daging beku yang bisa kamu ikuti dengan mudah. Apabila ingin tahu berbagai tips masak lainnya, jangan lupa untuk selalu cek artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Cara Memotong Daging Sapi yang Benar, Dijamin Empuk!

  • Catat, Ini 5 Tips Memilih Makanan Sehat untuk Dikonsumsi Keluarga

    Catat, Ini 5 Tips Memilih Makanan Sehat untuk Dikonsumsi Keluarga

    Tips memilih makanan sehat sebaiknya benar-benar dipahami agar tubuh bisa mendapatkan nutrisi yang tepat. Perlu diketahui, makanan menyediakan nutrisi dan energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

    Karena itu, kamu tidak boleh hanya mempertimbangkan rasanya saja melainkan memperhatikan kandungan nutrisi pada makanan. Lalu, bagaimana cara memilih makanan yang sehat? Nah, agar tidak salah pilih, berikut ulasan JadiLaper selengkapnya!

    Baca juga: Agar Tahan Lama, Begini 4 Tips Menyimpan Jengkol Sebelum Diolah

    Tips Memilih Makanan Sehat yang Wajib Diketahui

    Ilustrasi Tips Memilih Makanan Sehat. (Sumber: Unsplash)

    Makanan sehat biasanya memiliki ciri-ciri, seperti tidak mengandung bahan pengawet, pewarna, penguat rasa, serta diolah dengan cara tepat. Adapun beberapa cara untuk memilih makanan yang sehat, di antaranya sebagai berikut:

    Selalu Perhatikan Nilai Gizi Bahan Makanan

    Ketika membeli produk makanan, baik makanan berat maupun makanan ringan, sebaiknya selalu membaca informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan produk. Apabila pada produk makanan tidak tercantum informasi nilai gizi, maka kamu bisa mencari tahu kandungannya di internet.

    Selain itu, perhatikan pula kandungan kalori, lemak, dan vitamin dalam setiap produk makanan yang akan dibeli. Dengan mengetahui kandungan gizi pada makanan, tentu kamu bisa merencanakan menu bergizi seimbang.

    Makanan Mengandung Tinggi Serat

    Tips dalam memilih makanan yang sehat adalah dengan memperhatikan kandungan serat di dalamnya. Serat sendiri merupakan salah satu kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh karena dapat membantu proses pencernaan makanan.

    Apabila tubuh kurang serat, maka berpotensi mengakibatkan gangguan pada pencernaan hingga sembelit. Untuk mendapatkan serat yang cukup, kamu bisa mengonsumsi berbagai jenis sayuran, terutama sayur hijau serta buah-buahan.

    Variasikan Cara Pengolahan Makanan

    Cara terbaik untuk memilih makanan adalah melakukan variasi pada pengolahannya. Dengan mengonsumsi jenis makanan yang berbeda-beda, maka tubuh akan menerima serta mencerna gizi lebih baik.

    Tak hanya itu, kamu dan keluarga pun tidak akan mudah merasa bosan karena menu makanan yang itu-itu saja. Apabila salah satu anggota keluarga sering memilih-milih makanan atau picky eater, memberikan makanan yang bervariasi termasuk pilihan tepat.

    Cobalah untuk mengolah makanan dengan cara berbeda, namun tidak menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya. Hindari atau batasi konsumsi makanan yang digoreng karena lemak jenuh bisa berpotensi mengakibatkan penyakit kolesterol hingga obesitas.

    Tips Memilih Makanan Sehat, Lakukan Perencanaan Pada Menu Makanan

    Untuk memilih makanan yang sehat, kamu bisa merencanakan menu mingguan terlebih dahulu. Perencanaan menu ini bisa membuat kamu lebih fokus pada bahan makanan yang benar-benar harus dibeli dan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap anggota keluarga.

    Ketika ingin memesan makanan, pastikan untuk mengetahui kandungan gizi dari makanan instan atau cepat saji. Agar gizi tubuh terpenuhi dengan tepat, konsultasikan bersama dokter spesialis untuk rekomendasi terbaik.

    Terkandung Antioksidan Tinggi dalam Makanan

    Tips untuk memilih makanan yang sehat dan bergizi adalah mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan sendiri dikenal sebagai zat yang dapat membantu menangkal racun dan radikal bebas penyebab rusaknya kesehatan tubuh.

    Agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya, pilihlah makanan yang mengandung antioksidan alami, seperti sayuran hijau dan buah-buahan. Sayuran yang dapat dikonsumsi, yaitu bayam, brokoli, dan kangkung sedangkan buah-buahannya adalah stroberi, blueberry, melon, serta raspberry.


    Itulah beberapa tips memilih makanan sehat yang bisa kamu terapkan jika ingin kesehatan tubuh tetap terjaga. Selalu olah bahan makanan yang sehat dengan tepat agar asupan nutrisi dalam tubuh tercukupi.

    Baca juga: Tips Jitu Kupas Telur agar Mulus dan Tidak Hancur!

  • Agar Tahan Lama, Begini 4 Tips Menyimpan Jengkol Sebelum Diolah

    Agar Tahan Lama, Begini 4 Tips Menyimpan Jengkol Sebelum Diolah

    Tips menyimpan jengkol sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah di rumah. Ya, jengkol merupakan bahan makanan yang bisa diolah menjadi berbagai sajian, mulai dari semur, jengkol, jengkol balado, hingga jengkol goreng.

    Selain cara pengolahannya, cara menyimpan jengkol perlu diketahui agar bisa awet setelah disimpan dalam waktu lama. Lalu, bagaimana tips tepat untuk menyimpan jengkol? Jika ingin tahu langkah-langkahnya, simak berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: Tips Memasak Pete Anti Bau dan Pahit, Pasti Maknyus!

    Tips Menyimpan Jengkol yang Dapat Diikuti

    Ilustrasi Tips Menyimpan Jengkol. (Sumber: Unsplash)

    Meski berbau tidak sedap, jengkol bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi berkat kandungan kalsium serta fosfor di dalamnya. Tak hanya itu, mengonsumsi jengkol secara teratur ternyata bisa membantu mencegah osteoporosis dan menjaga kepadatan tulang.

    Saat menyimpan jengkol, kamu harus melakukannya dengan benar agar bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan satu tahun. Adapun beberapa tips yang perlu dilakukan untuk membuat jengkol tahan lama, antara lain sebagai berikut:

    Bersihkan Jengkol Terlebih Dahulu

    Tahap pertama agar jengkol bisa tahan lama saat disimpan dalam jangka waktu panjang adalah membersihkannya terlebih dahulu. Ya, sebelum menyimpan jengkol, ada baiknya dicuci atau dibersihkan terlebih dahulu dengan air bersih.

    Setelah itu, kulit jengkol perlu dikupas kemudian dibersihkan juga. Apabila tidak ingin repot mengupas, kamu bisa mencuci jengkol bersama dengan kulitnya dan dibiarkan untuk dilakukan proses lanjutan.

    Goreng atau Rebus Jengkol

    Ketika sudah bersih, cara terbaik yang harus diterapkan sebelum menyimpannya, yaitu menggoreng atau merebus jengkol. Rebus jengkol hingga mendidih atau goreng sampai sedikit empuk dan minyak yang digunakan menjadi berkurang.

    Saat melakukan perebusan jengkol, kamu bisa memberi bubuk kopi agar aromanya lebih wangi. Rebuslah jengkol selama kurang lebih 45 menit sampai kulitnya terkelupas, kemudian dibiarkan dingin.

    Jengkol yang sudah dingin lalu digeprek, tetapi jangan sampai hancur atau lakukan kilat saja tanpa perlu banyak tenaga. Barulah selanjutnya jengkol disimpan dalam wadah tertutup yang benar-benar rapat.

    Letakkan Pada Wadah Kedap Udara

    Pada tahap ini, kamu bisa menyimpan jengkol dalam wadah tertutup, seperti kotak makan, plastik, atau wadah kedap udara lainnya. Masukkan jengkol per porsi untuk membuatnya beku dan lebih tahan lama hingga berbulan-bulan.

    Penting dipahami, jangan langsung memasukkan jengkol ke wadah setelah direbus. Untuk hal ini, sebaiknya biarkan air yang ada pada jengkol kering dan suhu berubah menjadi dingin terlebih dahulu.

    Simpan di Dalam Kulkas

    Terakhir, simpan jengkol yang sudah ditempatkan di wadah tertutup dalam lemari pendingin atau freezer. Simpan di suhu dingin atau empat derajat Celcius agar awet saat ingin diolah di kemudian hari.

    Jika jengkol yang disimpan di kulkas atau freezer dibekukkan, maka bisa tahan selama berminggu-minggu dan bisa langsung diolah. Agar sajian jengkol semakin nikmat, jangan lupa tambahkan berbagai bumbu penyedap.

    Sedikit tambahan, setelah mencuci jengkol, kamu bisa merendamnya dengan air di dalam panci dan beri bubuk kopi secukupnya. Lakukan perendaman selama satu malam untuk membuat aroma jengkol tidak terlalu menyengat.

    Merendam jengkol semalaman ternyata juga memiliki manfaat, yaitu membuatnya semakin besar. Saat jengkol selesai direndam, pastikan untuk membilas atau mencucinya kembali dengan menggunakan air bersih yang mengalir.


    Itu dia beberapa tips menyimpan jengkol dengan tepat, terutama bila tidak ingin cepat-cepat diolah. Bagi yang ingin mencoba mengikuti berbagai tips untuk bahan makanan lain, cek artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Cara Menyimpan Egg Tofu Agar Bisa Tahan Lama, Yuk Simak!

  • 5 Cara Menyimpan Egg Tofu Agar Bisa Tahan Lama, Yuk Simak!

    5 Cara Menyimpan Egg Tofu Agar Bisa Tahan Lama, Yuk Simak!

    Cara menyimpan egg tofu harus diperhatikan agar awet hingga berbulan-bulan. Perlu diketahui, egg tofu atau disebut juga dengan tahu Jepang memang cukup populer dan menjadi makanan yang bercita rasa gurih.

    Tofu satu ini dibuat dari campuran telur yang sudah dikocok dengan susu kedelai sehingga menciptakan tekstur lembut saat masuk ke dalam mulut. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menyimpan egg tofu? Agar paham dengan cara penyimpanannya, simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Tips Jitu Kupas Telur agar Mulus dan Tidak Hancur!

    Cara Menyimpan Egg Tofu yang Benar

    Ilustrasi Cara Menyimpan Egg Tofu. (Sumber: FutureDish)

    Egg tofu kerap dijadikan sebagai bahan utama dalam hidangan-hidangan lezat, seperti sup atau makanan kulus yang ditambahkan bumbu sederhana. Bagi yang gemar menyantap egg tofu, ada beberapa cara untuk menyimpannya, antara lain:

    Pilih Penyimpanan yang Tepat

    Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesegaran dari egg tofu adalah memilih tempat penyimpanan yang tepat. Simpanlah egg tofu di dalam kulkas dengan wadah kedap udara atau bungkus secara rapat menggunakan plastik maupun aluminium foil.

    Selain itu, kamu juga harus merendam egg tofu dengan sedikit air dan taruh di lemari pendingin selama beberapa hari. Apabila ingin mengolahnya menjadi berbagai hidangan lezat, tiriskan air rendaman egg tofu terlebih dahulu

    Perhatikan Tanggal Kedaluwarsanya

    Saat membeli egg tofu, ada baiknya untuk selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Pastikan agar menggunakan produk egg tofu sebelum tanggal kedaluwarsa tersebut guna memastikan kesegaran dan keamanan konsumsinya.

    Cara Menyimpan Egg Tofu, Hindari Mencampur dengan Bahan Lain

    Tips untuk menyimpan egg tofu yang dapat diikuti lainnya adalah selalu hindari mencampurkannya dengan bahan lain. Sebab, menggabungkan egg tofu dengan bahan makanan lain akan membuat kondisinya cepat memburuk.

    Untuk penyajiannya, kamu bisa menambahkan egg tofu dengan sayuran segar, daging ayam tanpa kulit, atau seafood. Kombinasi berbagai bahan ini tentu akan memberikan hidangan yang lezat dan bergizi seimbang.

    Simpan Tahu di Freezer

    Jika kamu ingin menyimpan egg tofu dalam jangka waktu lama dan bahkan hingga berbulan-bulan, maka bisa  memanfaatkan freezer. Sebelum disimpan, pastikan jika tahu sudah diangkat kemudian ditiriskan dari air rendamannya.

    Tak hanya itu, tekan pula tahu dengan batu yang telah dibungkus dengan handuk agar kadar airnya menjadi berkurang. Selanjutnya, simpanlah tahu di dalam lemari es dan dijamin bisa tahan lama hingga lima bulan.

    Jangan Simpan Terlalu Lama

    Egg tofu tidak baik disimpan dalam jangka waktu yang lama. Karena itu, egg tofu cenderung lebih baik segera diolah dan dikonsumsi setelah dibeli dari supermarket atau tukang sayur di sekitar tempat tinggal.

    Perlu dipahami, menyimpan egg tofu terlalu lama akan mempengaruhi tekstur dan kesegaran. Agar rasa egg tofu tetap segar, usahakan membelinya dalam jumlah yang sesuai dan segera konsumsi dalam periode singkat.

    Cara Menyimpan Egg Tofu, Pilih Produk dengan Kualitas Terbaik

    Dalam menyimpan egg tofu, kamu juga harus memperhatikan produk saat membelinya. Pasalnya, produk yang tidak dipilih berdasarkan kualitas biasanya akan mudah berubah warna dan tekstur.

    Pilihlah brand atau produsen yang terpercaya dan utamakan kualitas bahan baku bisa memberikan jaminan kesegaran. Baca ulasan dari pelanggan atau tanyakan rekomendasi dari teman-teman saat ingin menemukan egg tofu berkualitas tinggi.


    Itu dia beberapa cara menyimpan egg tofu yang wajib diketahui agar tahan lama dan tetap terjaga kesegarannya. Jika ingin tahu tips-tips lain untuk berbagai cara menyimpan bahan-bahan masakan, cek selalu artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Jenis-jenis Tepung Makanan dan Kegunaannya, Jangan Sampai Salah!

  • Jenis-jenis Tepung Makanan dan Kegunaannya, Jangan Sampai Salah!

    Jenis-jenis Tepung Makanan dan Kegunaannya, Jangan Sampai Salah!

    Tepung makanan merupakan salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam berbagai kuliner, khususnya Indonesia. Bahan ini umumnya terbuat dari tumbuhan atau nabati dan hewan atau hewani yang berbentuk butiran halus.

    Bagi yang baru berencana memulai usaha makanan, penting untuk mengetahui perbedaan dari beberapa tepung. Agar paham dan mengerti kegunaan tepung-tepung ini, yuk simak penjelasan JadiApps berikut!

    Baca juga: Tips Membuat Martabak Manis Bersarang, Dijamin Anti Gagal!

    Jenis-jenis Tepung Makanan Beserta Kegunaannya

    Ilustrasi Jenis-jenis Tepung Makanan. (Sumber: Unsplash)

    Tepung termasuk bahan baku industri yang memiliki kegunaan masing-masing sesuai jenisnya. Akan tetapi, banyak orang yang belum mengetahui dengan benar jenis-jenis tepung serta kegunaannya untuk setiap masakan.

    Padahal, penting untuk memahami macam-macam tepung agar bisa digunakan sebagaimana mestinya. Adapun beberapa jenis tepung makanan dan kegunaan yang perlu diketahui, antara lain:

    Tepung Terigu

    Tepung terigu berasal dari daging gandum yang sudah dibersihkan dan digiling. Bagian gandum yang diambil untuk pembuatan tepung terigu adalah daging yang sudah dipisahkan dari kulit ari maupun inti gandum.

    Perlu diketahui, tepung terigu dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu tepung terigu protein tinggi, tepung terigu protein sedang, dan tepung terigu protein rendah. Untuk tepung berprotein tinggi biasanya digunakan sebagai adonan makanan dengan tekstur elastik dan tidak mudah rusak, seperti mie, roti, pasta, dan donat.

    Sementara itu, tepung terigu berprotein sedang digunakan untuk membuat adonan dengan tekstur lembut tapi mengembang, seperti kue-kue tradisional, gorengan, maupun aneka cake. Berbeda dengan tepung terigu berprotein rendah di mana biasa digunakan untuk adonan yang bersifat renyah, seperti pie crust, cookies, serta shortbread.

    Kanji

    Tepung tapioka atau disebut kanji terbuat dari hasil ekstraksi pati umbi kayu di mana memiliki warna bening, kental, dan bersifat lengket jika dipanaskan. Bahan yang ada di akar umbi diekstraksi dengan cara singkong dicuci bersih, diparut, lalu digilas dan diperas menggunakan air.

    Tapioka hanya mengandung sedikit protein di mana sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bakso. Tak hanya itu, tepung tapioka juga sering digunakan untuk membuat cimol, cilok, dan batagor.

    Tepung Maizena

    Tepung jagung termasuk ke dalam golongan pati yang teksturnya sama seperti tepung terigu, tetapi warnanya lebih pucat dna keruh. Biasanya, tepung ini digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan custard.

    Selain itu, tepung maizena juga sering dipakai untuk mengentalkan sup atau saus. Apabila kamu ingin menggunakannya untuk membuat sponge cake dan puding, maka tepung ini bisa memberikan efek lembut.

    Tepung Ketan

    Tepung ketan terbuat dari beras ketan hitam atau putih yang sudah ditumbuk. Saat diencerkan, tepung ketan lebih kental dibandingkan tepung beras di mana umumnya digunakan untuk membuat onde-onde, putri mandi, opak, serta kue bugis.

    Tepung Beras

    Seperti namanya, tepung beras tentu berasal dari beras yang ditumbuk. Tekstur dari tepung beras ini sedikit lebih halus dari tepung ketan sehingga sering digunakan untuk pembuatan kue tradisional, seperti kue talam, serabi, serta kue mangkok.

    Panir

    Selanjutnya, tepung roti atau biasa disebut dengan tepung panir yang terbuat roti tawar yang dikeringkan lalu ditumbuk. Tepung roti sendiri memiliki dua warna, yakni putih dan oranye dengan tekstur yang kasar.

    Kemudian, tepung panir memiliki tekstur lebih halus dan berwarna kuning kecoklatan. Biasanya, tepung roti digunakan sebagai lapisan pada gorengan, seperti risoles, kroket, bitterballen, serta katsu.

    Tepung Sagu

    Tepung sagu merupakan tepung yang masuk ke dalam jenis pati. Cara membuat tepung jenis ini adalah dengan mengeruk bagian tengah pohon lalu dihaluskan, kemudian dicampur air, dan didiamkan hingga mengendap.

    Tekstur dari tepung sagu terasa agak kesat dan berpasir di mana memiliki warna agak keruh. Tepung ini biasanya digunakan untuk pembuatan pempek, kue buka ambon, kue sagu, serta bubur.


    Itulah jenis-jenis tepung makanan dan kegunaannya yang perlu diketahui. Apa kamu sudah paham perbedaan dari beberapa tepung ini? Jika belum, coba tulis di kolom komentar ya!

    Baca juga: Tips Membuat Telur Dadar Ala Dadar Beredar By Babe Cabita

  • Tips Membuat Telur Dadar Ala Dadar Beredar By Babe Cabita

    Tips Membuat Telur Dadar Ala Dadar Beredar By Babe Cabita

    Dadar beredar by Babe Cabita kini sedang naik daun berkat hidangan nasi telur dadarnya yang fenomenal. Pecinta telur dadar pasti akan terpanggil untuk mencicipi aneka menu di resto yang satu ini.

    Viralnya Dadar Beredar membuat kedainya tak pernah sepi pengunjung. Selalu ada saja pengunjung yang berdatangan dari waktu ke waktu. Panjang antreannya pun bisa sampai meluap ke luar kedainya.

    Walaupun hanya menjual nasi telur saja, namun ada yang berbeda dari telur pada umumnya. Menu yang paling laris di restoran tersebut adalah telur dadarnya. Bukan telur dadar biasa, pengunjung dapat menikmati telur dadar barendo yang renyah namun tetap terasa daging telurnya. 

    Babe Cabita yang berkolaborasi dengan Chef Abdi Masterchef mengaku jika ada trik sendiri untuk membuat telur dadar barendo khas restonya tersebut. Ada teknik tersendiri yang perlu diperhatikan agar telur dadar tetap berdaging walaupun renyah di luar.

    Nah, bagi kamu yang malas untuk berdesak-desakan demi menyantap kuliner yang sedang viral itu, kali ini JadiLaper akan membagikan tips membuat telur dadar ala Dadar Beredar by Babe Cabita. Simak caranya di bawah ini!

    Baca juga: Resep Talua Barendo, Telur Dadar Istimewa Khas Minang!

    Tips Membuat Telur Dadar Ala Dadar Beredar by Babe Cabita

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasak telur dadar barendo dengan hasil yang sempurna, seperti yang dimiliki Dadar Beredar ini. 

    Mulai dari memperhatikan cara mengocok telur hingga teknik menggorengnya, berikut tips membuat telur dadar ala Dadar Beredar yang mekar dan renyah!

    Kocok Telur dengan Benar

    Mengocok telur adalah hal yang paling penting dilakukan ketika hendak membuat telur dadar. Namun, seringkali beberapa orang tidak terlalu memikirkan konsistensi telur saat mengocoknya. Hal yang terpenting, garam dan bahan lainnya sudah tercampur rata.

    Akan tetapi, ada hal yang harus diperhatikan ketika hendak membuat telur dadar ala Dadar Beredar ini. Kamu harus mengocok telurnya hingga berbusa, sehingga hasil akhirnya jadi bersarang dan berongga. Tentunya, bagian luar telur jadi renyah namun tetap lembut di dalam.

    Gunakan Minyak yang Banyak

    Salah satu kunci untuk membuat telur mengembang seperti yang milik Dadar Beredar adalah dengan menggunakan minyak yang banyak. Setelah mengocok telur hingga mengeluarkan busa, kemudian tuang telur ke wajan yang berisi minyak yang banyak.

    Poin ini dilakukan agar telur mengembang seperti membentuk sarang. Jika sudah berbentuk seperti itu, minyak akan menggoreng setiap lapisan telur sehingga tekstur luarnya agak renyah saat disantap.

    Pastikan Minyak Sudah Panas

    Sebelum menggoreng, kamu juga harus pastikan minyak sudah panas ya. Suhu minyak yang dituang dalam jumlah banyak akan membutuhkan waktu lebih lama untuk naik. Oleh karena itu, kamu harus menunggunya hingga benar-benar panas.

    Agar telur mengembang sempurna, kamu bisa gunakan termometer untuk mengukur suhu minyak goreng. Jika suhunya sudah mencapai 180°C atau 355°F, maka kamu sudah boleh menuangkan telur yang sudah dikocok tadi ke dalamnya.

    Dengan begitu, bagian luar telur akan kecoklatan dan renyah. Sementara, bagian dalam telur masih lembut dan berdaging, mirip seperti telur dadar milik Dadar Beredar.


    Itulah tips membuat telur dadar ala Dadar Beredar by Babe Cabita yang kini tengah populer di kalangan penikmat kuliner. Bagi yang belum sempat mengunjungi restonya, kamu bisa coba dulu tips di atas untuk mengobati rasa penasaranmu!

    Baca juga: Dadar Beredar by Babe Cabita, Pecinta Telur Merapat!

  • Lakukan Cara Menyimpan Alpukat Ini Agar Cepat Matang!

    Lakukan Cara Menyimpan Alpukat Ini Agar Cepat Matang!

    Membeli alpukat yang mentah terkadang sering dilakukan agar tidak cepat busuk jika disimpan dalam jangka waktu yang lama. Akan tetapi, terkadang ada yang tidak sabar menunggu dan berharap alpukat cepat matang.

    Jika kamu termasuk ke dalam salah satunya, kamu bisa melakukan cara menyimpan alpukat berikut ini agar alpukat yang kamu beli bisa cepat matang. Bagi yang sudah penasaran, berikut JadiLaper akan bahas berikut ini!

    Baca juga: Kandungan dan Manfaat Alpukat yang Wajib Diketahui!

    Bungkus dengan Kertas Koran

    Membungkus alpukat dengan kertas koran adalah trik yang bisa dilakukan untuk mempercepat pematangan alpukat. Trik ini membantu menjaga kelembaban dan mengisolasi gas etilen yang dihasilkan oleh alpukat sehingga dapat merangsang pematangan.

    Pertama, kamu perlu menggunakan beberapa lembar kertas koran yang cukup untuk membungkus alpukat. Pastikan kertas membungkus alpukat dengan rapat tanpa ada bagian yang terbuka, ya!

    Bungkus Alpukat dengan Tisu dan Lakban

    Cara kedua, kamu bisa gunakan tisu dan lakban untuk membungkus alpukat agar cepat matang. Caranya pun hampir sama dengan cara sebelumnya, yaitu membungkus alpukat dengan rapat.

    Kamu hanya memerlukan tisu dalam jumlah yang banyak, kemudian beri lakban di seluruh permukaannya hingga semuanya tertutup. Tunggu hingga beberapa hari hingga alpukat sedikit empuk saat dipencet.

    Memeram Alpukat di Dalam Beras

    Metode ini adalah cara yang paling umum dilakukan untuk membuat alpukat jadi cepat matang. Dengan memeramnya di dalam beras, dalam hitungan hari alpukat akan matang dengan sempurna.

    Pastikan alpukat benar-benar terkubur di dalam beras hingga seluruh permukaannya tidak terlihat. Tunggu hingga 2-3 hari, alpukat akan matang dan siap disantap!

    Simpan dengan Buah-buahan lainnya

    Cara lain untuk membuat alpukat cepat matang adalah menyimpannya bersama buah-buahan lainnya, seperti pisang, apel, kiwi dan masih banyak lagi. Dengan meletakkannya bersama dengan buah-buahan lain di satu tempat, senyawa etana akan merangsang alpukat untuk cepat matang.

    Gunakan Microwave

    Ingin cara yang lebih instan? Kamu bisa gunakan microwave untuk mempercepat proses pematangan alpukat. Hanya tinggal panaskan alpukat, kemudian akan dagingnya berubah menjadi lebih empuk dan siap untuk dimakan.

    Namun, bungkuslah alpukat dengan alumunium foil terlebih dahulu. Lalu, panaskan hingga kurang lebih selama 10 menit. Perlu diingat, jangan gunakan temperatur yang tinggi agar alpukat tidak gosong, ya!


    Itulah cara menyimpan alpukat agar bisa cepat matang. Apakah kamu pernah mencoba salah satu cara di atas? Atau malah kamu punya tips dan trik sendiri? Yuk, bagikan di kolom komentar!

    Baca juga: 9 Ide Olahan Alpukat Enak dan Sederhana untuk di Rumah

  • 5 Tips Merebus Telur Puyuh Agar Lebih Mudah Dikupas

    5 Tips Merebus Telur Puyuh Agar Lebih Mudah Dikupas

    Banyak orang yang merasa kesulitan saat mengupas telur puyuh rebus. Kegiatan satu ini seakan memiliki tantangan sendiri karena bentuknya yang kecil.

    Mengupas telur puyuh yang kaya protein, seringkali memakan waktu, karena butuh kehati-hatian agar telur tidak ikut hancur saat kulitnya dikupas. Jika kamu mengalami hal ini juga, kamu perlu tahu tips merebus telur puyuh agar mudah dikupas. Langsung saja, simak pembahasannya di bawah ini!

    Baca juga: Resep Telur Balado Khas Padang untuk Menu Makan Harian

    Beri Garam di Air Rebusan Telur Puyuh

    Sebelum merebus telur puyuh, berilah sedikit garam ke dalam air rebusan. Cukup memasukkan satu sendok garam, kemudian rebus telur puyuh selama 10-15 menit.

    Fungsi garam bukanlah sebagai penambah rasa atau membuat proses merebus menjadi lebih cepat. Garam berguna untuk menaikkan suhu air ke temperatur yang paling tinggi. Hal ini akan membuat bagian putih telur mengeras lebih cepat, sehingga permukaan luar telur tidak rentan hancur saat dikupas.

    Tambahkan cuka

    Selain menambahkan garam, alternatif lainnya yang bisa dijadikan tips merebus telur puyuh agar lebih mudah dikupas adalah dengan menambahkan cuka. Sama seperti garam, takaran cuka yang diberikan cukup satu sendok makan saja ke dalam air yang mendidih.

    Cuka mengandung zat asam yang tinggi, dan mampu membuat kulit ari telur terpisah dengan daging telur. Hal ini akan membuat kamu lebih mudah untuk mengupas telur dengan mulus tanpa ada bagian yang tercongkel.

    Aduk Telur Puyuh Saat Direbus

    Pernahkah kamu mendapati telur puyuh dengan bagian kuning tepian telur, sehingga saat dikupas jadi mudah hancur? Ada tips mudah untuk menghindarinya.

    Agar kuning telur berada di bagian tengah, aduklah telur puyuh ketika sedang direbus. Telur puyuh akan jadi lebih mudah dikupas tanpa merusak permukaannya.

    Rendam Telur Puyuh di Air Es

    Tips agar telur puyuh lebih mudah dikupas lainnya yaitu merendamnya di air es segera setelah merebusnya. Suhu air es yang dingin membuat rongga antara kulit telur dan daging telur. Rongga inilah yang membuat telur jadi lebih mudah dikupas tanpa membuat permukaannya tercongkel.

    Perhatikan Cara Mengupas yang Benar

    Mengupas telur puyuh dengan cara yang benar juga penting diperhatikan. Tentu caranya tidak sembarangan agar daging telur tetap berbentuk sempurna.

    Setelah direndam air es, pasti akan ada rongga di antara kulit telur dan daging telur. Nah, kamu bisa mulai mengupas telur dari bagian ini. Selanjutnya, kupaslah telur puyuh dengan teknik memutar hingga kulit telur terkupas secara keseluruhan.


    Itulah tips merebus telur puyuh agar lebih mudah dikupas. Dengan melakukan tips-tips di atas, semoga kamu jadi tak kesulitan lagi ketika mengupas telur, hasil kupasanmu pun tetap sempurna dengan permukaan mulus. Semoga membantu!

    Baca juga: Fakta Telur Pitan, Telur Berumur 1.000 Tahun Asal Cina

  • Cara Menghias Nasi Tumpeng Cantik untuk Lomba 17-an!

    Cara Menghias Nasi Tumpeng Cantik untuk Lomba 17-an!

    Mendekati hari kemerdekaan 17 Agustus, sudah mulai banyak orang yang mencari bagaimana cara menghias nasi tumpeng yang cantik. Biasanya, menghias nasi tumpeng sering dijadikan salah satu cabang perlombaan saat peringatan hari kemerdekaan tiba.

    Perlombaan ini sungguh meriah karena proses menghias nasi tumpeng membutuhkan kreativitas yang tinggi. Selain harus kreatif, dibutuhkan ketelatenan agar masing-masing kondimen yang ada pada nasi tumpeng harus tertata rapi sehingga terlihat cantik.

    Agar tampilannya lebih menarik, biasanya nasi tumpeng dihiasi garnish berupa aneka sayuran yang warna-warni. Sayuran yang digunakan antara lain adalah timun, selada, wortel, dan tomat.

    Selain garnish, ada pula berbagai lauk-pauk yang wajib disajikan bersama nasi tumpeng. Walaupun cukup beragam, namun lauk-pauk ini adalah hidangan yang sederhana dan mudah untuk dibuat.

    Jika semua garnish dan lauk-pauk sudah disiapkan, langkah selanjutnya yang paling ditunggu-tunggu adalah mulai menghias nasi tumpeng! Nah, bagaimanakah cara menghias nasi tumpeng yang cantik untuk lomba 17 Agustus nanti? Mari intip tipsnya di bawah ini!

    Cetak Nasi Tumpeng Menjadi Kerucut Sempurna 

    Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat nasi tumpeng yang cantik adalah dengan mencetaknya menjadi kerucut sempurna. Agar mendapatkan bentuk kerucut yang bagus, ada tips yang bisa kamu ikuti nih, SobatLaper.

    Nasi kuning yang kokoh dan mudah dibentuk biasanya dimasak menggunakan campuran beras putih dan beras ketan. Konsistensinya yang menjadi sedikit lebih lengket membuat butirannya menyatu saat dicetak. Jadi, nasi tumpeng tak akan buyar saat dikeluarkan dari cetakannya, deh!

    Pilih Lauk dengan Beragam Warna

    Selanjutnya, pemilihan lauk-pauk dengan beragam warna juga penting dilakukan untuk menghias nasi tumpeng. Jika tidak, tentunya nasi tumpeng akan sepi dan tidak terlihat menarik.

    Agar meriah, nasi tumpeng diberi lauk-pauk yang menggugah seperti ayam goreng, tempe orek, mie goreng, dan telur dadar iris. Agar warnanya semakin kontras, tambahkan sambal, telur balado, atau kentang balado dengan irisan petai.

    Pilih Garnish yang Cocok untuk Nasi Tumpeng

    Hiasan atau garnish adalah kondimen yang ditambahkan untuk memberikan warna yang segar pada nasi tumpeng. Biasanya, aneka sayuran hijau seperti selada, kemangi, dan ketimun cocok dipadukan dengan warna kuning dari nasi tumpeng.

    Selain sayuran hijau, nasi tumpeng kuning juga menarik jika dihiasi oleh sentuhan warna merah seperti irisan tomat yang segar. Wortel yang berwarna oranye pun juga boleh ditambahkan agar nasi tumpeng semakin berwarna.


    Itulah cara menghias nasi tumpeng untuk perlombaan 17 Agustus nanti. Jadi, siapakah yang sudah tak sabar untuk ikut lomba yang satu ini? Yuk, ikuti cara di atas agar kamu bisa menangkan lombanya!