Category: Tips Kuliner

  • Tips Membuat Martabak Manis Bersarang, Dijamin Anti Gagal!

    Tips Membuat Martabak Manis Bersarang, Dijamin Anti Gagal!

    Martabak manis adalah salah satu kuliner khas Indonesia yang sangat digemari oleh banyak orang. Namun, membuat martabak manis yang lezat, empuk dan bersarang bukanlah hal yang mudah. Sebagai penggemar martabak manis, tentu kita ingin selalu bisa membuatnya dengan sempurna, bukan?

    Memang ada tantangan tersendiri untuk membuat martabak manis yang permukaan yang bersarang. Biasanya, martabak manis yang tidak bersarang teksturnya akan bantet sehingga saat dimakan tidak terlalu nikmat.

    Bagi yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat martabak manis yang bersarang, Jadilaper akan membagikan tips yang bisa kamu coba ikuti. Dengan begitu, kamu bisa menyajikan martabak manis yang nikmat untuk keluarga di rumah!

    Tanpa berlama-lama lagi, mari simak informasinya berikut ini!

    Baca juga: Tips Masak Tumis Bunga Pepaya, Dijamin Anti Pahit!

    Gunakan tepung terigu protein sedang

    Ilustrasi tepung protein sedang

    Tepung terigu protein sedang sangat baik untuk membuat martabak manis yang empuk dan bersarang. Terdapat kandungan protein sekitar 10-12%, yang membuatnya ideal untuk membuat adonan martabak manis yang empuk dan bersarang. 

    Protein dalam tepung terigu berperan dalam membentuk gluten, yaitu zat yang memberikan kekenyalan pada adonan dan memungkinkan adonan untuk mengembang dengan baik saat dipanggang.

    Selain itu, tepung terigu protein sedang juga memiliki tekstur yang lebih halus dan lebih mudah diolah dibandingkan dengan tepung terigu protein tinggi, sehingga dapat menghasilkan martabak manis yang lebih lembut dan empuk. Oleh karena itu, tepung terigu protein sedang merupakan pilihan yang tepat untuk membuat martabak manis yang empuk dan bersarang.

    Buat adonan martabak dengan benar

    Dalam membuat adonan, pastikan kamu menggunakan takaran yang benar. Langkah pertama, kamu harus protein sedang, tepung maizena, gula pasir, dan air. Disarankan untuk menggunakan mixer untuk mengaduk adonan hingga tercampur rata dan adonan mengembang.

    Atur mixer dengan kecepatan medium-high. Aduk selama 6-7 menit, jangan sampai terlalu lama. Selanjutnya, barulah kamu tambahkan telur dan baking powdernya.

    Diamkan Adonan Martabak Minimal 1 Jam

    Setelah adonan sudah rata dan mengembang, jangan langsung dimasak. Kamu perlu diamkan adonan terlebih dahulu selama minimal 1 jam. Bahkan, jika kamu masih punya waktu luang kamu bisa mendiamkannya selama 3 jam.

    Hal ini dilakukan agar adonan dapat terfermentasi lebih lama sehingga aromanya lebih harum. Cara ini juga dilakukan untuk menghilangkan aroma tepung yang mentah. 

    Tambahkan adonan dengan campuran baking soda

    Setelah adonan didiamkan, ada trik rahasia yang membuat adonan menjadi bersarang. Caranya, kamu bisa mencampurkan air dengan baking soda.

    Setelah itu, tuangkan adonan dengan campuran baking soda tersebut. Aduk hingga ra. Tentu cara ini adalah trik rahasia agar adonan martabak sempurna layaknya yang dijual pedagang di pinggir jalan.

    Gunakan teflon tebal

    Agar maratabak matang sempurna tanpa ada gosong di sisi tertentu, gunakanlah teflon yang tebal. Selain itu, pakailah api kecil saja agar permukaan martabak bisa mengeluarkan gelembung sehingga membemtuk sarang.

    Ketila gelembung sudah muncul, segera tutup teflon dengan penutup berbahan kaca. Setelah itu, barulah kamu bisa menambahkan martabak dengan gula pasir dan topping lainnya.


    Itulah bagaimana tips membuat martabak manis yang bersarang. Dengan mengikuti cara di atas, kamu bisa membuat martabak manis seperti yang dijual di pinggir jalan, lho! Selamat mencoba!

    Baca juga: Tips Memasak Sagu Mutiara agar Tidak Hancur, Ayo Simak!

  • Tips Memasak Sagu Mutiara agar Tidak Hancur, Ayo Simak!

    Tips Memasak Sagu Mutiara agar Tidak Hancur, Ayo Simak!

    Sagu mutiara populer digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat aneka hidangan manis Nusantara. Namun, ada tips tersendiri untuk memasak sagu mutiara agar tidak hancur.

    Sagu mutiara juga dikenal dengan pacar cina, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan tapioca pearls. Bentuknya seperti mutiara yang mungil dengan warna merah muda yang cantik. Jangan salah, makanan ini cukup populer di Asia Timur, Tenggara, dan Selatan.

    Tekstur dari sagu mutiara ini kenyal karena memang terbuat dari tepung tapioka. Untuk mendapatkan tekstur yang sempurna, ada tips untuk memasak sagu mutiara dengan benar. Jika cara memasaknya salah, sagu mutiara akan hancur.

    Maka dari itu, JadiLaper akan membagikan tips memasak sagu mutiara agar teksturnya tidak hancur. Yuk, simak bersama!

    Baca juga: Resep Es Kuwut, Minuman Khas Bali yang Cocok Jadi Takjil!

    Jangan rendam sagu mutiara sebelum dimasak

    Siapa yang beranggapan jika merendam sagu mutiara akan mempercepat proses pematangan? Jika kamu salah satunya, ternyata cara tersebut salah, lho!

    Merendam sagu mutiara akan membuatnya menjadi lengket dan cepat hancur saat dimasak. Walaupun proses pematangannya memakan waktu, namun janganlah merendamnya terlebih dahulu jika tidak ingin butirannya menjadi bubur.

    Masukan saat Air Mendidih

    Air mendidih

    Walaupun sepele, namun memasukkan sagu mutiara saat air belum mendidih bisa jadi masalah. Jika demikian, butirannya akan menempel di dasar panci dan akhirnya jadi hancur.

    Maka dari itu, masukkanlah sagu mutiara saat air sudah mulai mendidih. Dengan begitu, butirannya akan cepat mengambang ke atas permukaan air.

    Selain itu, mengetahui takaran yang tepat saat memasak sagu mutiara ini juga sangat penting. Jika ingin memasak sagu mutiara dengan takaran 35 gram, kamu harus menyiapkan 700ml atau sekitar tiga gelas air. 

    Jangan sering diaduk

    Mengaduk sagu mutiara saat dimasak memang diperlukan. Akan tetapi, perlu diperhatikan intensitasnya. Jika terlalu sering diaduk, sagu mutiara akan hancur dan menjadi bubur.

    Momentum yang tepat untuk mengaduk sagu mutiara adalah saat teksturnya mulai mengental. Barulah kamu boleh mengaduknya, namun secara perlahan saja.

    Siram dengan air dingin saat matang

    Setelah sagu mutiara sudah matang dan ditiriskan, sebaiknya kamu menyiramnya dengan air dingin. Hal ini disebabkan agar proses pematangan terhenti. 

    Dengan demikian, bentuk butirannya tetap utuh dan tidak mudah hancur. Jadi, segeralah siram sagu mutiara tepat setelah matang.

    Rebus lagi sagu mutiara jika masih lengket

    Seringkali sagu mutiara masih lengket dan menempel saat sudah matang. Jika hal ini terjadi, kamu bisa merebus lagi sagu mutiara dengan air yang baru. Setelah itu diamkan di air dingin, lalu tiriskan.

    Jika dirasa tekstur sagu mutiara sudah tidak lengket dan tingkat kematangannya pas, kamu boleh melewati langkah ini, ya!


    Itulah 5 Tips memasak sagu mutiara agar tidak hancur. Bagi yang sering gagal memasaknya, jangan lupa ikuti tips di atas, ya! Semoga membantu!

    Baca juga: Hampir Serupa, Ini Perbedaan Es Campur dan Es Teler!

  • Cepat Haus saat Puasa? Simak 5 Tips Berikut Ini!

    Cepat Haus saat Puasa? Simak 5 Tips Berikut Ini!

    Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan air selama berjam-jam. 

    Hal ini dapat membuat tubuh merasa cepat haus dan mengalami dehidrasi. Berikut adalah beberapa tips agar tidak cepat haus saat puasa!

    Baca juga: 5 Menu Sahur yang Sehat, Jaga Stamina saat Bulan Puasa

    Konsumsi Air Putih yang Cukup Saat Sahur

    Minum air yang cukup saat sahur dapat membantu mengurangi rasa haus selama berpuasa. Tubuh membutuhkan cairan untuk menjaga keseimbangan dan fungsi organ-organ tubuh yang lain. 

    Saat berpuasa, tubuh kehilangan cairan melalui keringat, urin, dan pernapasan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi air yang cukup saat sahur agar tubuh terhidrasi dengan baik sebelum memasuki waktu puasa.

    Hindari Minuman yang Mengandung Kafein

    Ilustrasi kopi berkafein

    Menghindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat membantu mengurangi rasa haus selama berpuasa. Minuman berkafein tersebut dapat membuat tubuh lebih cepat haus.

    Kafein sendiri adalah zat stimulan yang dapat merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan detak jantung, dan mempercepat pengeluaran air dari tubuh. Oleh karena itu, konsumsi kafein dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan menyebabkan rasa haus yang berlebihan selama berpuasa.

    Sebaiknya, pilihlah minuman yang sehat dan alami seperti air putih, jus buah segar, atau susu rendah lemak. Dengan demikan, kamu tidak akan cepat haus sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan lancar.

    Pilih Makanan yang Mengandung Air agar

    Mengonsumsi makanan yang mengandung air saat sahur dapat membantu mengurangi rasa haus selama berpuasa. Ada beberapa pilihan jenis makanan yang mengandung air tinggi seperti buah-buahan segar, sayuran hijau, dan sup kaldu yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh selama berpuasa.

    Beberapa contoh buah-buahan yang mengandung air tinggi yaitu seperti semangka, jeruk, melon, dan stroberi. Sedangkan sayuran hijau seperti selada, mentimun, dan tomat juga mengandung air tinggi. 

    Selain itu, sup kaldu seperti sayur sop atau sup ayam dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan memberikan nutrisi yang dibutuhkan selama berpuasa.

    Hindari Makanan Terlalu Asin dan Pedas

    Menghindari makanan yang terlalu asin dan pedas dapat membantu mengurangi rasa haus selama berpuasa. Makanan yang terlalu asin atau pedas dapat membuat tubuh lebih cepat haus karena dapat memicu pengeluaran cairan dari tubuh.

    Makanan yang mengandung garam tinggi seperti makanan olahan, makanan cepat saji, dan makanan yang dikemas dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan menyebabkan rasa haus yang berlebihan selama berpuasa. Selain itu, makanan yang terlalu pedas seperti cabai dan rempah-rempah dapat membuat tubuh merasa lebih panas sehingga jadi cepat haus.

    Sebaiknya, pilihlah makanan yang sehat dan seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein dari sumber-sumber sehat seperti ikan, daging tanpa lemak, atau tahu.


    Itulah beberapa tips agar tidak cepat haus saat puasa. Selain itu, selalu perhatikan kondisi tubuh dan jangan ragu untuk mengkonsumsi air putih secara cukup saat tubuh mulai merasa haus. Semoga tips ini dapat membantumu dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan lancar, ya!

    Baca juga: Ramai Diburu Saat Ramadan, Ini 7 Manfaat Timun Suri!

  • Hati-hati! Inilah 5 Penyebab Ayam Goreng Tidak Matang!

    Hati-hati! Inilah 5 Penyebab Ayam Goreng Tidak Matang!

    Pernahkah kamu mendapati ayam goreng buatanmu ternyata belum matang? Mungkin kamu perlu mengetahui beberapa penyebab mengapa ayam goreng tidak matang.

    Seringkali banyak orang yang mengira ayam goreng yang ia buat sudah matang karena warna permukaan luarnya sudah coklat keemasan. Namun, ternyata bagian dalam ayam masih merah alias belum matang saat dibelah.

    Agar kejadian tersebut tak terulang lagi, ketahuilah beberapa hal yang menyebabkan ayam goreng tidak matang berikut ini. Mari simak pembahasannya berikut ini!

    Baca juga: Resep Ayam Goreng Bawang Putih yang Viral di TikTok

    Ukuran ayam terlalu besar

    Ilustrasi ayam potong

    Sadarkah kamu kalau ukuran ayam mempengaruhi proses memasak ayam goreng? Jika ukuran ayam terlalu besar, kemungkinan kamu butuh waktu ekstra agar ayam goreng matang sempurna.

    Kamu tak cukup menyimpulkan kalau ayam goreng sudah matang hanya berdasarkan warna permukaannya saja. Jika ingin cepat matang, potong ayam utuh menjadi 8 bagian agar matang sampai dalam.

    Ayam dimasak dalam keadaan beku

    Seringkali ayam disimpan di dalam freezer agar tetap awet sebelum dimasak di kemudian hari. Namun, pastikan ayam sudah tidak beku saat ingin diolah menjadi hidangan seperti ayam goreng.

    Ayam yang digoreng dalam kondisi dingin apalagi beku hanya akan matang di bagian luarnya saja. Saat dibuka, dapat dipastikan bagian dalamnya masih mentah. Oleh karena itu, sebaiknya diamkan ayam terlebih dahulu di suhu ruang setelah dikeluarkan dari freezer sebelum kemudian digoreng.

    Minyak yang digunakan terlalu sedikit

    Agar ayam goreng matang sempurna, kamu perlu menggorangnya dengan minyak yang banyak. Hal ini dilakukan agar ayam terendam dengan minyak seluruhnya sehingga matang merata. 

    Jika minyak yang digunakan sedikit, kemungkinan ada bagian ayam yang tidak matang. Walaupun boros, namun cara ini sangat efektif agar ayam goreng matang sempurna hingga bagian dalam.

    Api terlalu besar

    Jangan gunakan api yang terlalu besar jika kamu tak ingin bagian dalam ayam masih mentah. Jika demikian, bagian luar ayam akan cepat matang namun bagian dalamnya justru sebaliknya.

    Gunakanlah api medium-low agar ayam goreng matang luar dalam. Jadi, perhatikan besarnya api yang digunakan saat menggoreng ayam ya.

    Jumlah ayam terlalu banyak di wajan

    Jangan paksakan untuk menggoreng ayam dalam jumlah banyak di satu wajan. Walaupun tujuannya adalah untuk menghemat waktu, namun akan lebih berbahaya jika ternyata hal tersebut malah menyebabkan ayam jadi tidak matang.

    Menggoreng ayam dalam jumlah banyak akan membuat suhu minyak jadi berubah. Dengan demikian, bagian dalam ayam goreng akan lama matangnya. Maka dari itu, gorenglah ayam dengan jumlah yang sepadan dengan minyak goreng yang digunakan. Suhu panas minyak goreng pun harus diperhatikan agar tingkat kematangannya sempurna.


    Nah, itulah 5 penyebab ayam goreng buatanmu tidak matang. Jadi, perhatikan kembali poin-poin di atas, ya! Semoga membantu!

    Baca juga: Rocket Chicken, Brand Ayam Goreng Favorit Yogyakarta

  • Tips Masak Tumis Bunga Pepaya, Dijamin Anti Pahit!

    Tips Masak Tumis Bunga Pepaya, Dijamin Anti Pahit!

    Siapakah di sini yang menyukai tumis bunga pepaya? Biasanya, hidangan ini kerap ditemukan di etalase menu sebuah warung makan seperti warteg. Tak sedikit orang yang gemar menjadikannya teman makan bersama sepiring nasi putih hangat.

    Seperti menu sayur lainnya, tumis bunga pepaya dimasak bersama dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai, dan lainnya. Rasanya yang gurih nikmat mampu meningkatkan nafsu makan.

    Namun, ada cara khusus untuk masak tumis bunga pepaya dengan tepat. Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dari tanaman pepaya ini rasanya pahit jika tidak diolah dengan benar.

    Oleh karena itu, kali ini JadiLaper ingin berbagi tips masak tumis bunga pepaya agar nikmat disantap tanpa ada rasa pahit. Daripada penasaran, simak informasi selengkapnya di bawah ini!

    Baca juga: Bagaimana Cara Masak Beras Merah agar Tetap Pulen?

    Tips masak tumis bunga pepaya agar tidak pahit

    Bagi yang ingin memasak tumis bunga pepaya sendiri di rumah, lakukanlah dulu beberapa tips berikut ini:

    Siangi bunga pepaya dengan benar

    Sebelum diolah, bunga pepaya yang dijual di pasar biasanya masih menempel dengan batangnya. Jadi, kamu perlu memisahkan bunga dan batangnya sebelum dimasak. Hal ini disebabkan karena batang bunga pepaya rasanya lebih pahit.

    Jika kamu tetap ingin merasakan rasa pahit khas bunga pepaya, petiklah bagian batang yang muda. Batang ini berwarna hijau muda dan lunak sehingga mudah untuk dipetik.

    Remas menggunakan garam

    Tips mudah untuk menghilangkan pahit bunga pepaya adalah dengan cara meremas bunga pepaya dengan garam. Tuangkan garam ke dalam wadah berisi bunga pepaya yang sudah disiangi, kemudian remas hingga lemas dan mengeluarkan getah. 

    Jangan remas terlalu kuat. Agar bunga pepaya tidak hancur, remaslah dengan perlahan. Setelah itu, bunga pepaya dicuci agar bersih dari getah. Ini pun dilakukan agar saat dimasak, tumis bunga pepaya tidak keasinan karena kamu membutuhkan garam yang cukup banyak dalam proses peremasan.

    Jika masih ragu, lakukan proses ini agar rasa pahit bunga pepaya hilang sepenuhnya.Jadi, kamu harus telaten saat melakukan langkah ini, ya.

    Masak dengan bahan lainnya

    Untuk mengalahkan rasa pahitnya, kamu bisa menumis bunga pepaya dengan bahan lainnya yang juga memiliki karakter kuat. Contohnya saja, kamu bisa menggunakan cabai rawit agar rasanya gurih dan pedas.

    Selain itu, kamu pun juga boleh menambahkan tumisan dengan terasi atau ikan teri. Karakteristik keduanya mampu meredam rasa pahit yang dihasilkan dari bunga pepaya. Ada pula berbagai rempah yang bisa kamu tambahkan agar tumis bunga pepaya jadi semakin nikmat.

    Jika penasaran dengan bagaimana cara masak tumis bunga pepaya yang lezat, JadiLaper juga akan berbagi resep untukmu. Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini!

    Resep tumis bunga pepaya

    Bahan-bahan

    • 250 gram bunga pepaya, cuci bersih, remas-remas bersama 1/2 sdt garam
    • 1 batang serai, memarkan
    • 4 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
    • 1 cm jahe, memarkan
    • 6 butir bawang merah, iris
    • 4 butir bawang putih, iris
    • 5 buah cabai merah keriting, iris
    • 3 buah cabai rawit merah, iris
    • 1 blok terasi udang
    • 1 sendok teh garam
    • 1 sendok teh gula pasir
    • Minyak secukupnya

    Cara membuat

    1. Didihkan air, lalu tambahkan bunga pepaya. Rebus hingga melunak. Angkat dan sisihkan.
    2. Panaskan minyak, kemudian tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai. Tumis hingga harum. Tambahkan terasi, hancurkan di wajan dan tumis bersama bumbu lainnya.
    3. Masukkan rempah lainnya seperti jahe, daun jeruk, dan serai. Tumis hingga semua aroma keluar.
    4. Tambahkan bunga pepaya yang sudah direbus, bumbui dengan garam dan gula secukupnya. Aduk hingga rata.
    5. Matikan kompor, tuang ke atas piring.
    6. Tumis bunga pepaya siap disajikan!


    Itulah tips masak tumis bunga pepaya yang bisa kamu coba di rumah. Dengan mengikuti cara di atas, dijamin anggota keluargamu semakin nafsu makan. Jadi, hati-hati nasi di rumahmu tiba-tiba ludes!

    Baca juga: Tips Menyimpan Cabai Agar Tetap Awet di Dalam Kulkas

  • Tips Menyimpan Cabai Agar Tetap Awet di Dalam Kulkas

    Tips Menyimpan Cabai Agar Tetap Awet di Dalam Kulkas

    Cabai merupakan salah satu bumbu masak yang sering digunakan selain bawang merah dan bawang putih. Agar tidak bolak-balik ke pasar atau tukang sayur setiap pagi, cabai sering dibeli dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, perlu diketahui kalau ada tips tersendiri untuk menyimpan cabai agar tetap awet di dalam kulkas.

    Sering kali cabai menjadi busuk jika terlalu lama didiamkan di dalam kulkas. Jika hal itu terjadi, stok cabai yang kamu miliki akan terbuang sia-sia. Sangat disayangkan, bukan? Terlebih, bumbu masak yang satu ini harganya cenderung mahal.

    Maka dari itu, kamu butuh tips menyimpan cabai agar tidak cepat busuk padahal sudah dimasukkan ke dalam kulkas. Langsung saja, simak informasinya berikut ini!

    Baca juga: Bagaimana Cara Masak Beras Merah agar Tetap Pulen?

    Tips menyimpan cabai: pilih yang masih segar

    Ilustrasi cabai merah

    Saat pergi ke pasar untuk membeli cabai, pastikan yang kamu pilih masih segar. Semakin bagus kualitasnya, maka akan semakin awet tersimpan di kulkas. 

    Jika kamu terlanjur membeli cabai yang ternyata kurang segar atau layu, pilah dan pisahkan cabai tersebut dari yang masih segar. Kemudian, prioritaskan yang layu untuk dimasak terlebih dahulu. Jika tidak demikian, cabai yang masih segar akan ikut layu bahkan busuk.

    Potong bagian atas tangkai cabai

    Tips selanjutnya, kamu bisa potong bagian atas tangkai cabai agar tetap awet tersimpan di dalam kulkas. Sisakan sedikit bagian tangkai yang menempel dengan cabai. Memangkas seluruh tangkai cabai malah membuat cabai cepat layu dan akhirnya busuk. Jadi, jangan pangkas tangkai seluruhnya, ya!

    Jangan dicuci

    Sebelum cabai disimpan ke dalam kulkas, sebaiknya jangan dicuci terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan cabai cepat layu dan tidak bisa bertahan lama. Dilansir dari laman Kompas, Chef Prasetyo Widodo dari  de Cuisine Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, air akan membuat cabai lembab dan membuatnya cepat membusuk.

    Agar tetap higienis, cucilah cabai pada saat ingin digunakan untuk memasak. Dengan begitu, persedian yang ada di dalam kulkas tetap akan awet 2-3 bulan lamanya.

    Simpan di wadah tertutup

    Agar cabai tidak lembab, simpanlah di dalam wadah tertutup. Cara ini dilakukan agar cabai tetap tahan lama karena tidak terkena suhu kulkas yang dapat mempercepat proses pembusukan.

    Gunakanlah toples, tempat bekal, atau wadah apapun yang kedap udara. Dijamin, cabai akan awet tersimpan di dalam kulkas.

    Pisahkan dari bahan lainnya

    Terakhir, pisahkanlah cabai dengan bahan lainnya yang berbau, seperti susu, buah, dan sayuran. Apalagi, buah seperti alpukat, pisang, dan tomat, dapat mempercepat proses pembusukan cabai jika disimpan dalam satu tempat yang berdekatan.


    Itulah tips bagaimana menyimpan cabai agar tetap awet di dalam kulkas. Dengan ikuti cara di atas, kamu tak perlu ragu lagi untuk stok persediaan cabai dalam jumlah banyak. Semoga membantu!

    Baca juga: Trik Masak Jengkol Biar Tidak Bau dan Legit!

  • Bagaimana Cara Masak Beras Merah agar Tetap Pulen?

    Bagaimana Cara Masak Beras Merah agar Tetap Pulen?

    Bagi yang sedang diet nasi putih, tahukah kamu bagaimana cara masak beras merah agar tetap pulen? Ada tips dan trik tersendiri untuk memasaknya. Hal ini disebabkan karena tekstur nasi merah cenderung lebih keras dibanding nasi putih.

    Nasi merah sendiri juga kaya akan kandungan serat, mineral, dan vitamin. Maka dari itu, tekstur dan rasanya pun agak berbeda jika dibandingkan dengan nasi putih. Walaupun demikian, nasi merah tetap menjadi sumber karbohidrat yang tepat bagi yang sedang menjalankan program diet.

    Siapa bilang nasi merah tidak bisa seenak nasi putih? Kamu bisa mengubah teksturnya menjadi lebih pulen dengan tips ini, lho. Yuk, simak cara masak beras merah agar teksturnya tetap pulen!

    Baca juga: Kenali Jenis Beras Long, Medium, dan Short Grain

    Cara Masak Beras Merah agar Tetap Pulen

    Sebenarnya, beras merah sangat baik untuk dijadikan asupan karbohidrat sehari-hari. Dengan kandungan nutrisi yang melimpah, kamu bisa membuat menu makan harianmu menjadi lebih sehat. Namun, tak bisa semudah itu masak beras merah dengan tekstur yang enak.

    Kamu harus mengikuti cara masak beras merah berikut jika ingin menu dietmu tetap terasa lezat. Berikut tipsnya:

    Gunakan air panas saat masak beras merah

    Jika kamu menggunakan air dingin biasa saat memasak nasi putih, berbeda halnya dengan beras merah. Kamu disarankan untuk menggunakan air panas untuk memasak beras sehat ini. Cara ini dilakukan agar beras merah memiliki tekstur yang pulen saat sudah matang.

    Dilansir dari laman Kompas, tips ini dibagikan oleh pemilik restoran makanan sehat Guudfood, Fernando David Lahea. Menurutnya, takaran air dan suhu sangat berpengaruh untuk memasak beras merah.

    “Airnya sudah panas, sudah direbus sampai panas banget, dimasak kurang lebih 40 menit untuk 8-12 gelas,” saran David, dilansir dari laman Kompas.

    Rendam beras merah sebelum dimasak

    Setelah menambahkan air dengan takaran dan suhu tersebut, beras jangan langsung dimasak. Agar beras merah hasilnya pulen, kamu perlu membiarkannya terendam di dalam air terlebih dahulu. 

    Rendamlah beras selama 30 menit. Proses ini dilakukan agar beras merah sudah agak mengembang sebelum nantinya ditanak. Dengan begitu, saat sudah matang nasi akan pulen dan nikmat saat dikunyah.

    Tambahkan cuka

    Sebelum menyalakan penanak nasi, kamu pun disarankan untuk menambahkan sedikit cuka. Ini dilakukan agar nasi pulen saat sudah matang. Selain cuka, silahkan tambahkan sedikit garam dan daun salam agar cita rasa nasi merah semakin nikmat saat disantap.

    Jangan buka penanak nasi setelah matang

    Ada kesalahan yang sering dilakukan ketika nasi merah sudah matang. Banyak orang langsung membuka penanak nasi, padahal hal tersebut justru harus dihindari. Kesalahan ini akan mengakibatkan uap air menjadi berkurang sehingga menyebabkan tekstur nasi menjadi keras.

    Setelah penanak nasi menandakan kalau nasi sudah matang, diamkan dulu selama 10 hingga 15 menit. Baru kemudian kamu boleh membukanya dan aduk nasi hingga bagian bawah agar nasi tetap pulen sepanjang hari.


    Itulah bagaimana cara masak beras merah agar tetap pulen. Dengan mengikuti tips di atas, nasi merah untuk menu makanmu akan terasa lebih nikmat saat disantap. Walaupun sedang diet, tapi tetap harus makan enak, kan? Jadi, selamat mencoba, ya!

    Baca juga: Sedang Diet? Kenali Jenis Beras yang Baik untuk Diet Ini!

  • Tips Mudah Pesan Subway Indonesia untuk Para Pemula!

    Tips Mudah Pesan Subway Indonesia untuk Para Pemula!

    Ingin pesan Subway tapi bingung bagaimana caranya? Bagi para pemula, kamu perlu tahu tips pesan Subway Indonesia dengan mudah. 

    Mungkin sebagian orang akan mendapati dirinya kebingungan saat pertama kali ingin memesan menu di Subway. Brand roti sandwich yang namanya sudah tersohor ini memang mempunyai banyak pilihan roti dan isian. Tak heran jika para pemula kaget dan tak tahu apa yang harus ia pesan saat sudah berada di etalase.

    Oleh karena itu, JadiLaper akan bagikan tips mudah bagaimana cara pesan Subway Indonesia buat kamu para first timer. Tanpa berlama-lama, ayo simak informasi berikut sampai akhir, ya!

    Baca juga: Tips Pesan Makan di GoFood, Cuan Pakai Fitur Mode Hemat

    Tips Mudah Pesan Subway: Pilih jenis roti

    Perlu diketahui, Subway Indonesia memiliki banyak pilihan jenis roti yaitu Honey Oat, Italian White, Wheat, Parmesan Oregano, dan Garlic Bread. Wah, apakah perbedaannya?

    Honey Oat Subway

    Seperti namanya, roti Honey Oat di Subway memiliki rasa yang sedikit manis karena ada campuran madu di dalamnya. Selain itu, roti ini terbuat dari gandum yang juga diberi seasoning oat sehingga kaya akan serat. Honey oat ini sangat cocok jika dipadukan dengan varian rasa teriyaki yang juga manis tapi tetap gurih.

    Wheat

    Jika kamu tetap ingin memilih roti gandum namun tidak ingin manis, mungkin Wheat cocok untukmu. Roti ini terbuat dari gandum sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Tak seperti Honey Oat, rasa dari roti ini netral sehingga cocok dipadukan dengan varian rasa apapun.

    Italian White

    Italian White memiliki rasa yang paling netral dari semua pilihan roti di Subway Indonesia. Roti jenis ini dibuat tanpa adanya tambahan rempah-rempah, madu, ataupun keju sehingga rasa originalnya adalah poin kenikmatannya.

    Selain itu, tekstur roti ini lembut saat masuk ke dalam mulut. Dengan begitu, Italian White cocok dipadukan dengan varian, lho!

    Parmesan Oregano

    Kalau Italian White hanya berupa roti putih biasa, Parmesan Oregano memiliki cita rasa yang lebih kaya. Ditaburi oleh parmesan dan oregano di atasnya, varian roti ini sangat cocok bagi pecinta roti yang harum dan penuh rasa.

    Garlic Bread

    Selain itu, ada pula Garlic Bread yang memiliki aroma dan rasa bawang putih yang kuat. Roti ini dilengkapi oleh taburan bawang putih di atasnya. Bagi yang menyukai bawang putih, jenis roti yang satu ini mungkin bisa jadi pilihan tepat untukmu. 

    Pilih Ukuran Roti Subway

    Setelah pilih jenis roti, selanjutnya kamu harus memilih ukuran roti. Ada dua jenis ukuran yang bisa dipilih. Jika sedang dilanda kelaparan, kamu bisa pilih ukuran 1 footlong. Namun, kamu juga bisa pesan 6 inch (setengah 1 footlong) kalau kamu merasa ukuran tersebut terlalu besar untuk dihabiskan sendirian.

    Pilih menu sandwich

    Kemudian, langkah selanjutnya kamu harus memilih menu sandwich. Tersedia berbagai varian menu di Subway Indonesia seperti Chicken Slice, Egg Mayo, Roasted Chicken, BBQ Chicken, Chicken Teriyaki, Spicy Italian, dan lainnya. Ada pula menu khusus untuk vegetarian, yaitu Subway Veggie Delite yang isiannya penuh dengan aneka sayuran.

    Untuk varian menu lainnya, kamu juga bisa cek informasi lebih lengkapnya melalui instagram resmi Subway Indonesia, ya!

    Pilih sayuran terfavorit

    Selain banyaknya varian menu, kamu pun bisa bebas pilih berbagai macam sayuran. Subway Indonesia menyediakan sayuran yang lengkap. Mulai dari selada, mentimun, tomat, bawang bombai, acar, hingga zaitun, semuanya bisa kamu pilih untuk isian sandwich-mu!

    Pilih saus

    Langkah yang terakhir, kamu harus pilih varian saus  yang tersedia di Subway. Ada mayonnaise, chipotle southwest, honey mustard, thousand island, BBQ, chilli, tomato, sampai sweet onion. Pilihlah rasa favoritmu agar rasa sandwich yang kamu pesan semakin membuat lidahmu bergoyang!


    Itulah bagaimana tips mudah pesan menu di Subway Indonesia. Jika dilihat kembali, ternyata caranya tak sesulit itu, kan? Jadi, tak perlu lagi khawatir akan kebingungan saat mengunjungi outlet sandwich terkenal ini, ya! Semoga membantu!

    Baca juga:

  • Tips Membuat Tamagoyaki Ala Jepang yang Anti Gagal!

    Tips Membuat Tamagoyaki Ala Jepang yang Anti Gagal!

    Para Pencinta kuliner Jepang pasti sudah kenal dengan tamagoyak! Telur dadar gulung ini biasanya sering ada di kotak bekal anak untuk makan siang ataupun piknik. Ternyata, ada tips yang harus kamu ketahui untuk membuat tamagoyaki yang sempurna, lho!

    Tamagoyaki mempunyai tekstur yang lembut dan warna yang cantik. Mungkin banyak yang mengira hidangan telur ini mudah untuk dibuat. Namun, membuat tamagoyaki tidak semudah membuat telur dadar gulung ala Indonesia yang sering kamu jumpai.

    Di balik penampilannya yang simpel, ada teknik khusus untuk memasak menu telur yang satu ini sehingga membuatnya istimewa. Ingin tahu? Simak tips membuat tamagoyaki ala Jepang berikut ini!

    Baca juga: Tips Bikin Nasi Tumpeng Anti Ambyar dan Kerucut Sempurna

    Tips membuat tamagoyaki: Gunakan telur omega

    Jangan gunakan telur ayam biasa untuk membuat tamagoyaki. Disarankan untuk memakai telur omega saat membuat hidangan telur Jepang ini. Warna kuning telur ayam omega lebih cerah dan cantik daripada telur ayam biasa. 

    Selain itu, telur ayam omega juga lebih aman digunakan untuk membuat tamagoyaki. Untuk membuat tekstur tamagoyaki yang fluffy, jangan memasak telur terlalu lama. Maka dari itu, gunakanlah telur ayam omega karena lebih aman untuk disantap walaupun masih setengah matang.

    Tambahkan susu

    Tak seperti memasak telur dadar pada umumnya, kamu perlu menambahkan susu ke dalam telur saat ingin membuat tamagoyaki. Setelah telur dikocok, tambahkan susu UHT ke dalamnya. Kemudian, kamu bisa mengocoknya kembali hingga telur dan susu tercampur rata.

    Dengan menambahkan susu, tekstur tamagoyaki menjadi lembut dan fluffy. Selain itu, rasanya pun juga lebih gurih dan creamy. Tak heran, hidangan ini menjadi salah satu menu favorit anak-anak di Jepang.

    Gunakan wajan persegi panjang

    Pasti kamu penasaran bagaimana cara membuat tamagoyaki dengan bentuk yang cantik. Untuk membuatnya, kita tidak bisa menggunakan wajan biasa yang berbentuk bulat. Tamagoyaki biasanya dibuat dengan wajan khusus berbentuk persegi panjang.

    Bentuk wajan persegi panjang akan sangat memudahkanmu saat menggulung telur tanpa membuatnya hancur. Setelah gulungan pertama, kamu bisa memojokkan telur ke ujung wajan lalu memadatkannya hingga sisi telur menjadi datar dan membentuk sudut siku-siku. 

    Selanjutnya, kamu bisa tuang adonan telur kembali dan ulangi teknik gulung seperti sebelumnya. Cara ini membuat bentuk tamagoyaki menjadi persegi dan cantik saat dipotong. Inilah bentuk telur yang diharapkan agar kotak bekal anak jadi terlihat semakin menarik.

    Tips membuat tamagoyaki: Perhatikan suhu wajan

    Saat membuat tamagoyaki, perhatikan pula suhu wajan yang akan mempengaruhi tingkat kematangan dan kecerahan warna telur. Gunakanlah api kecil menuju sedang, jangan sampai membuat wajan terlalu panas. 

    Jika api terlalu besar, telur akan gosong sehingga hasilnya tidak optimal. Belum lagi jika telur menjadi terlalu kering sehingga menyebabkan wajan lengket. Hal tersebut membuat bentuk tamagoyaki menjadi tidak cantik. Tentu kamu tidak ingin hal ini terjadi, bukan?


    Itulah tips membuat tamagoyaki ala Jepang yang perlu diperhatikan agar mendapatkan hasil maksimal. Silakan ikuti cara di atas, dijamin tamagoyaki buatanmu anti gagal! Bagaimana? Penasaran ingin segera coba? Yuk, siapkan bahan-bahannya!

    Baca juga: Trik Masak Jengkol Biar Tidak Bau dan Legit!

  • Cara Sederhana Membersihkan Ikan Saat Camping!

    Cara Sederhana Membersihkan Ikan Saat Camping!

    Banyak hal menyenangkan yang bisa kamu lakukan saat camping, salah satunya memancing. Kegiatan ini cukup seru, apalagi kamu bisa mendapatkan ikan dari hasil memancing. Sebelum disantap, tentu kamu harus membersihkan ikan terlebih dahulu.

    Namun, mungkin akan membingungkan bagi seorang pemula untuk melakukannya. Jika sudah berada di hadapan ikan sambil memegang pisau, pasti kamu akan bertanya-tanya bagaimana cara memulainya. 

    Tenang saja, ada cara sederhana untuk membersihkan ikan sebelum diolah menjadi hidangan yang nikmat. Berikut petunjuk singkat yang harus kamu ikuti untuk membersihkan ikan hingga cara memasaknya saat sedang camping!

    Baca juga: Tips Pesan Makan di GoFood, Cuan Pakai Fitur Mode Hemat

    Peralatan yang diperlukan

    1. Sebuah pisau
    2. Sumber air
    3. Wadah/ember untuk buang isi perut ikan
    4. Sebuah talenan
    5. Bumbu secukupnya
    6. Tusuk sate
    7. Aluminium foil (jika ada)
    8. Kayu atau batu bara

    Cara membersihkan ikan

    1. Kamu perlu mencuci dan membersihkan lapisan lendir ikan terlebih dahulu. Lendir ini mengandung beberapa pertumbuhan bakteri dan parasit. Cucilah dengan air garam atau air biasa sebelum mengiris ikan.
    2. Gunakan ujung pisau yang tumpul untuk mengikis sisiknya. Kemudian, bersihkan dengan melawan arah sisik dari ekor ke kepala. Lakukan ini untuk kedua sisi. Bilas ikan setelah ini.
    3. Buka dan tahan sisi penutup insang dengan jempol. Guntinglah perut ikan sampai ke arah kepala dan buang isi perut ikan dengan jari tangan kamu. Buang usus, hati, dan setiap organ dalam lainnya. Bersihkan bagian dalam ikan secara menyeluruh, bilas dan bersihkan darahnya.

    Cara memasak ikan

    Pada titik ini, kamu sudah siap untuk memasak ikan yang bumbunya bisa disesuaikan dengan selera pribadi. Namun, untuk pengalaman camping terbaik, masaklah di atas api unggun dengan menikmati alam bebas. 

    Mulailah dengan membumbuinya kemudian menusukkan tusuk sate ke ikan. Tempatkan tusuk sate tersebut di atas bara panas. Balikkan ikan secara bergantian agara semua sisi matang sempurna. Setelah beberapa menit, angkat dan sajikan!


    Bagaiamana? Kini kamu sudah mengetahui dasar-dasar membersihkan dan memasak ikan dengan cara sederhana, bukan? Silakan ikuti cara di atas ketika kamu pergi camping bersama dengan teman-temanmu, ya!

    Baca juga: Trik Masak Jengkol Biar Tidak Bau dan Legit!