Category: Tips Kuliner

  • Simak, Begini 6 Tips Mengolah Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

    Simak, Begini 6 Tips Mengolah Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

    Tips mengolah daun pepaya penting untuk diketahui agar lebih nikmat saat mengonsumsinya. Ya, daun pepaya memang dikenal memiliki rasa yang pahit sehingga cenderung tidak disukai atau bahkan dibenci oleh beberapa orang.

    Padahal, daun pepaya mengandung enzim papain yang bersifat antikanker, mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh, serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Lalu, bagaimana cara agar daun pepaya tidak terasa pahit? Bagi yang ingin tahu tips mengolahnya, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: Trik Masak Jengkol Biar Tidak Bau dan Legit!

    Tips Mengolah Daun Pepaya yang Mudah Diikuti

    Ilustrasi Tips Mengolah Daun Pepaya. (Sumber: Onlymyhealth)

    Meski daun pepaya terasa pahit, tetapi berbagai sajian lezat bisa dibuat jika paham cara mengolahnya. Adapun beberapa tips untuk mengolah daun pepaya agar rasanya semakin nikmat, antara lain sebagai berikut:

    Rebus dengan Tanah Liat

    Salah satu cara untuk mengolah daun pepaya adalah dengan merebusnya bersama tanah liat. Meski jarang digunakan, tetapi merebus daun pepaya dengan tanah liat atau tanah lempung yang bersih bisa memengaruhi cita rasanya.

    Prosesnya pun cukup mudah, yakni rebus bersama tanah liat hingga empuk kemudian tiriskan dan bilas menggunakan air bersih. Saat membilas, pastikan tidak ada tanah liat yang masih menempel pada daun pepaya.

    Rebus Bersama Daun Jambu

    Cara agar daun pepaya tidak terasa pahit setelah menjadi hidangan, yakni dengan merebusnya bersama daun jambu. Rebuslah kedua daun ini secara bersamaan hingga layu dan memiliki tekstur yang empuk.

    Apabila sudah, angkat dan tiriskan lalu pisahkan daun pepaya dan daun jambu. Setelah ditiriskan dan dipisahkan, daun pepaya pun siap untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan yang disukai.

    Rebus dengan Daun Singkong

    Agar menjadi sajian yang nikmat, daun pepaya perlu direbus dengan daun singkong. Hal ini dikarenakan, daun singkong diketahui dapat membantu menghilangkan rasa pahit alami yang ada pada daun pepaya.

    Cukup rebus daun pepaya dan daun singkong secara bersamaan hingga empuk kemudian tiriskan kedua bahan tersebut. Setelah dipisahkan, daun pepaya sudah siap untuk diolah menjadi hidangan yang diinginkan.

    Rendam di Air Garam

    Daun pepaya juga bisa direndam di dalam air garam untuk menghilangkan cita rasa pahitnya. Tak hanya direndam, kamu juga perlu meremas-remas daun pepaya dengan garam utuh sampai layu.

    Lakukan pemerasan pada daun dengan tepat kemudian cuci bersih dan rebus daun hingga matang atau bertekstur empuk. Jika sudah direbus, kamu dapat mencucinya kembali dan peras airnya guna menghilangkan rasa pahit.

    Rebus dengan Asam Jawa

    Rasa pahit yang ada pada daun pepaya bisa berkurang dengan merebusnya bersama asam jawa. Gunakanlah sedikit asam jawa saat perebusan agar rasa dari daun pepaya tidak berubah menjadi asam.

    Setelah daun pepaya matang dan bertekstur empuk, cuci bersih menggunakan air kemudian peras. Langkah berikutnya, kamu sudah bisa mengolah  daun pepaya menjadi menu makanan favorit.

    Campur dengan Bahan Lain Saat Memasak

    Selanjutnya, rasa pahit pada daun pepaya bisa berkurang dengan masak bersama bahan lain. Daun pepaya biasa dimasak bersama beberapa bahan, mulai dari telur, ikan teri, maupun udang atau makanan laut lainnya.

    Berbagai bahan tersebut diketahui akan memberi rasa yang berbeda sehingga pahitnya semakin berkurang. Karena itu, pastikan untuk memvariasikan bahan tambahan sesuai selera ketika memasak daun pepaya.


    Itu dia beberapa tips mengolah daun pepaya yang bisa diterapkan guna meminimalisir rasa pahit. Apabila ingin mencoba tips-tips bermanfaat seputar makanan lainnya, cek saja artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Tips Masak Tumis Bunga Pepaya, Dijamin Anti Pahit!

  • Yuk Pahami, Begini 3 Tips Membersihkan Kulit Sapi dengan Mudah

    Yuk Pahami, Begini 3 Tips Membersihkan Kulit Sapi dengan Mudah

    Tips membersihkan kulit sapi cukup mudah untuk diikuti, terutama jika baru pertama kali mengolahnya. Perlu diketahui, sebelum mengolah bagian kulit sapi ada baiknya untuk menyingkirkan seluruh bulu yang ada.

    Hal ini bertujuan agar kulit sapi siap untuk diolah menjadi berbagai sajian yang sedap. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk membersihkan kulit sapi? Jika ingin tahu tips membersihkan bagian dari sapi ini, simak pembahasan Minbay berikut!

    Baca juga: 5 Tips Mengolah Usus Ayam Agar Lebih Bersih dan Tak Amis

    Tips Membersihkan Kulit Sapi yang Bisa Dicoba

    Ilustrasi Tips Membersihkan Kulit Sapi. (Sumber: oDara Foods)

    Kulit sapi termasuk salah satu bagian yang enak untuk diolah menjadi berbagai hidangan. Akan tetapi, kebanyakan orang mungkin merasa kesulitan dan memilih untuk membeli yang sudah dibersihkan.

    Padahal, ada cara mudah untuk membersihkan kulit sapi menggunakan bahan atau metode tertentu. Adapun beberapa tips yang bisa dilakukan agar kulit sapi bersih dari kotoran dan bulu, antara lain:

    Bersihkan Kulit dengan Kapur Sirih

    Kapur sirih termasuk salah satu bahan yang biasa dipakai untuk membantu membersihkan kulit sapi. Beberapa bahan yang perlu dipersiapkan sangat sederhana, yaitu air secukupnya dan kapur sirih.

    Cara pun cukup mudah, yang pertama adalah merebus air hingga mendidih kemudian siapkan kulit sapinya. Jika perlu, potong kulit yang masih berbulu menjadi bagian-bagian penting untuk proses pembersihan.

    Setelah mendidih, matikan air dan masukkan kapur sirih untuk kemudian diaduk hingga tercampur rata. Lalu, letakkan kulit yang sudah dipotong ke atas talenan kayu, siram menggunakan air panas, dan campurkan kapur sirih sedikit demi sedikit.

    Kerok bagian luar kulit sapi dengan pisau sampai semua bulu halusnya bersih atau habis. Saat ingin mengolahnya menjadi menu masakan, kamu bisa menyiram kulit sapi dengan air bersih dan direbus.

    Bersihkan Kulit Sapi dengan Cara Dibakar

    Tak hanya menggunakan kapur sirih, kamu juga bisa membersihkan kulit sapi dengan cara dibakar. Langkah pertama, letakkan bagian kulit sapi di atas alat pemanggang untuk memulai proses pembakaran.

    Pastikan membakar kulit sapi hingga bulu yang menempel benar-benar rontok dan bersih. Apabila masih terdapat sejumlah bulu pada kulit sapi, maka kamu bisa menghilangkannya dengan cara dikerok.

    Perhatikan sisa-sisa bulu hingga ke bagian lain yang mungkin terlewat dan masih menempel pada kulitnya. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan dengan membilas kulit sapi menggunakan air mengalir atau rebus hingga memiliki tekstur yang empuk.

    Bersihkan Kulit Sapi dengan Direbus

    Cara paling mudah untuk membersihkan kulit sapi dari kotoran dan bulu-bulu halus adalah dengan merebusnya. Bahan-bahan yang diperlukan hanya dua, yakni kulit sapi dan air secukupnya.

    Untuk langkah pertama, kamu bisa panaskan air terlebih dahulu tetapi jangan sampai mendidih kemudian masukkan kulit sapi yang masih mentah. Lalu, diamkan selama lima menit hingga kulit terlihat mulai menyusut.

    Setelah itu, angkat kulit sapi dan letakkan di atas talenan kayu untuk dikerok bulunya. Kemudian, rebus kembali kulit sapi yang masih memiliki sisa bulu ke dalam air rebusan sebelumnya.

    Angkat kulit sapi dan kerok menggunakan sendok atau pisau tajam agar bulu halus benar-benar menghilang. Terakhir, bakar kulit sapi di atas kompor tanpa memakai alas untuk membuat sisa-sisa bulu di bagian pinggir ikut rontok.


    Itu dia beberapa tips membersihkan kulit sapi dari bulu dan kotoran yang mungkin berbahaya jika tidak menghilang sepenuhnya. Apabila ingin mengetahui berbagai tips mengolah sajian lainnya, cek artikel terbaru di laman Tokobay! Lakukan juga pemesanan makanan yang lebih simpel dengan unduh aplikasinya di App Store atau Play Store.

    Baca juga: 5 Cara Mengolah Ikan Patin, Bisa Bantu Hilangkan Bau Amis!

  • Yuk Coba, Ini 5 Cara Menghilangkan Bau Prengus Pada Daging Kambing

    Yuk Coba, Ini 5 Cara Menghilangkan Bau Prengus Pada Daging Kambing

    Cara menghilangkan bau prengus daging kambing banyak dicari, terutama jika baru pertama kali mencoba untuk mengolahnya. Ya, bau prengus yang berasal dari daging kambing terkadang membuat masakan terasa tidak sedap.

    Karena itu, berbagai cara dilakukan agar bau prengus dari daging kambing bisa menghilang. Lalu, bagaimana tips terbaik untuk membuat prengus pada kambing tidak ada? Jika penasaran dengan cara-caranya, berikut ulasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Makanan Laut Agar Tahan Lama dan Tidak Amis

    Cara Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing

    Ilustrasi Cara Menghilangkan Bau Prengus. (Sumber: Unsplash)

    Kambing merupakan salah satu hewan yang umum dikonsumsi, termasuk ketika menjelang hari raya Idul Adha. Setelah pemotongan hewan kurban, biasanya, orang-orang sekitar akan mendapatkan sedikit jatah dari daging kambing.

    Akan tetapi, sayangnya kambing kerap kali meninggalkan bau tak enak saat diolah. Adapun beberapa cara untuk menghilangkan bau prengus yang ada pada daging kambing, antara lain sebagai berikut:

    Lumuri Daging dengan Garam

    Tips paling mudah untuk membuat daging kambing tidak berbau prengus, yaitu dengan melumuri menggunakan garam. Penggaraman pada daging ini diketahui mampu menghilangkan sebagian darah yang mungkin masih tersisa.

    Caranya cukup mudah, yakni lumuri garam pada setiap sisi daging kambing. Jika sudah, diamkan daging kambing selama sekitar satu jam kemudian barulah dimasak sesuai menu yang diinginkan.

    Pastikan untuk tidak mencuci daging sebelum dimasak karena dianggap bisa menghilangkan bau prengus khas kambing. Padahal, dengan mencuci daging, maka bisa membuat teksturnya menjadi lebih alot.

    Rendam Pakai Air Jeruk Nipis, Cuka, atau Susu

    Daging kambing yang berbau tak sedap atau prengus juga bisa dihilangkan dengan merendam dalam air jeruk nipis, cuka, atau susu. Caranya sangat mudah, yakni rendam daging kambing selama beberapa jam atau semalaman di dalam cairan asam, seperti cuka atau jeruk nipis.

    Cairan asam ini diketahui mampu bekerja dengan baik untuk menghilangkan bau sekaligus menambah sedikit rasa pada daging. Tak hanya cairan asam, daging kambing ada baiknya direndam dalam susu.

    Perendaman menggunakan susu berfungsi untuk menghilangkan bau prengus dan membuat daging lebih empuk. Dengan begitu, daging kambing terasa semakin sedap, terutama jika sudah ditambahkan berbagai bumbu masakan.

    Rebus Daging dengan Bumbu Rempah

    Bau prengus pada daging kambing dapat dihilangkan dengan cara direbus menggunakan bumbu rempah. Perlu diketahui, daging bisa direbus tanpa campuran bumbu apapun atau memakai tambahan rempah-rempah

    Ya, daging kambing perlu direbus atau di-blanching satu hingga dua kali. Saat merebus daging kambing dalam bumbu rempah, kamu bisa tambahkan sedikit garam agar tidak terasa terlalu hambar.

    Marinasi Menggunakan Nanas

    Cara jitu agar bau prengus di daging kambing mentah bisa menghilang, yaitu dengan memarinasi menggunakan nanas. Caranya, potong-potong nanas menjadi bagian yang lebih kecil atau dapat pula diparut agar memiliki tekstur lebih halus.

    Lalu, lumuri setiap sisi daging dengan nanas parut dan diamkan selama beberapa saat, mulai dari 10 hingga 30 menit. Perlu diingat, proses marinasi pada daging kambing ini tak boleh terlalu lama sebab bisa menyebabkan teksturnya menjadi mudah hancur.

    Lumuri dengan Bumbu Rempah

    Selanjutnya, cara untuk menghilangkan bau prengus pada daging kambing adalah melumuri dengan bumbu rempah-rempah. Caranya cukup sederhana, yakni olesi daging kambing menggunakan bumbu.

    Pemakaian bumbu tersebut tentunya jenis bumbu yang akan dipakai untuk olahan daging kambing. Akan tetapi, umumnya dicampur dengan berbagai rempah, seperti jahe, kayu manis, cengkeh, bubuk kari, atau lada.


    Itu dia beberapa cara menghilangkan bau prengus dari daging kambing yang dapat diikuti. Apabila ingin tahu berbagai tips memasak lainnya yang mudah dan sederhana, cek saja artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Daging Ayam di Kulkas, Dijamin Tahan Lama!

  • Catat, Ini Dia 4 Tips Mengolah Jeroan Kambing Agar Tidak Bau

    Catat, Ini Dia 4 Tips Mengolah Jeroan Kambing Agar Tidak Bau

    Tips mengolah jeroan kambing menjadi hal yang wajib untuk diketahui. Ya, bagian favorit dari kambing salah satunya adalah jeroan, mulai dari babat, otak, ginjal, paru-paru, lidah, limpa, hingga perut.

    Namun, memasak jeroan harus benar-benar tepat agar bau tidak sedap bisa menghilang dan hidangan terasa sedap. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengolah jeroan kambing? Jika penasaran dengan tips pengolahan jeroan, yuk simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Yuk Coba, Ini 5 Cara Menghilangkan Bau Prengus Pada Daging Kambing

    Tips Mengolah Jeroan Kambing yang Perlu Diikuti

    Ilustrasi Tips Mengolah Jeroan Sapi. (Sumber: Fimela)

    Ketika ingin membeli jeroan kambing segar, ada beberapa ciri yang harus diperhatikan. Ciri-ciri yang dimaksud, seperti warnanya tetap sama saat dipotong pertama kali, beraroma segar, terasa lembap, serta permukaannya tidak berlumpur.

    Meski dibumbui selezat apapun jika jeroannya bau tentu rasa makanan menjadi tidak lezat. Adapun beberapa tips yang bisa diikuti untuk mengolah jeroan kambing, antara lain sebagai berikut:

    Bersihkan Jeroan Terlebih Dahulu

    Salah satu tips yang dapat diikuti saat ingin mengolah jeroan kambing adalah melakukan pembersihan terlebih dahulu. Hal ini penting dilakukan agar lendir dan sisa darah yang menjadi sumber bau amis bisa ikut menghilang.

    Untuk jeroan kambing yang kerap berbau prengus, bisa menggunakan air mendidih saat membersihkannya. Pastikan agar mencuci jeroan kambing sebanyak satu hingga dua kali dan periksa bagian dalamnya dengan cermat.

    Bersihkan secara tuntas seluruh bagian jeroan dan usahakan agar tidak terdapat endapan atau kotoran lain sebelum memasaknya. Dengan begitu, masakan berbahan utama jeroan pun bisa terasa nikmat dan dijamin bikin nagih.

    Rendam dalam Air Kapur Sirih

    Cara terbaik untuk mengolah jeroan kambing, yaitu dengan merendamnya di dalam air kapur sirih. Proses perendamannya cukup dengan memasukkan jeroan ke dalam campuran 10 gram kapur sirih dan 1 liter air selama beberapa saat.

    Khusus bagian babat, kamu dapat membalurinya dengan kapur sirih guna merontokkan lapisan hitamnya. Jika perendaman sudah selesai, kamu bisa mencuci kembali jeroan dengan menggunakan air mengalir agar kotoran di dalamnya luruh.

    Rebus Jeroan Minimal Dua Kali

    Kebanyakan orang enggan memasak jeroan karena terlalu repot dan membutuhkan usaha ekstra untuk menghilangkan bau amis. Karena itu, cara yang bisa dilakukan saat mengolah jeroan kambing dimulai dari proses perebusan.

    Beberapa lapisan kotoran yang ada di dalam jeroan memang tidak bisa langsung menghilang setelah dicuci. Akan tetapi, proses perebusan tersebut mampu membantu menghilangkan lapisan pada jeroan sekaligus bau tak sedap yang menempel.

    Proses perebusannya sendiri berlangsung sebanyak minimal dua kali selama 20 hingga 25 menit. Air rebusan jeroan yang pertama biasanya akan meluruhkan sisa kotoran dan mengubah aroma serta warna sehingga harus dibuang.

    Untuk rebusan kedua, pastikan memakai air bersih alias air suhu ruang dan tambahan rempah beraroma kuat, seperti daun jeruk dan daun salam. Lama waktu perebusan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    Masak Sesuai Selera

    Selanjutnya, jeroan yang sudah direbus bisa ditiriskan dan tunggu hingga dingin untuk kemudian dimasak sesuai selera. Beberapa hidangan lezat yang dapat dibuat dengan bahan utama jeroan, misalnya, soto, gulai, hingga tongseng.

    Perlu diketahui, setelah melalui perebusan yang kedua kalinya, proses memasak menjadi jauh lebih cepat. Ketika ingin dimasak atau diolah bersama bahan lain, perhatikan beberapa jeroan yang harus direbus kembali.

    Sebagai contoh, jeroan yang ingin dimasak adalah hati di mana memerlukan waktu perebusan sedikit lebih lama. Hal ini perlu dilakukan agar tekstur dari jeroan hati lebih lembut saat dimakan.


    Itu dia beberapa tips mengolah jeroan kambing yang bisa diikuti agar masakan terasa semakin sedap. Apabila ingin tahu berbagai tips dan trik memasak lainnya, kamu bisa cek artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Catat, Begini Cara Mengiris Daging Babi Agar Lembut dan Cita Rasanya Keluar

  • 5 Cara Mengolah Ikan Patin, Bisa Bantu Hilangkan Bau Amis!

    5 Cara Mengolah Ikan Patin, Bisa Bantu Hilangkan Bau Amis!

    Cara mengolah ikan patin harus dilakukan dengan benar agar hidangan terasa lezat dan tidak berbau. Ikan patin sendiri merupakan salah satu jenis ikan tawar yang sering dipilih untuk dimasak karena dagingnya lembut.

    Biasanya, ikan patin akan diolah dengan berbagai cara, yaitu digoreng, dibakar, hingga dimasak berkuah. Lalu, bagaimana tips untuk mengolah ikan patin agar tidak berbau amis saat disantap? Bagi yang ingin tahu tipsnya, berikut penjelasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: Cara Bikin Ketupat dengan Daun Kelapa yang Anti Gagal!

    Cara Mengolah Ikan Patin yang Bisa Diikuti

    Ilustrasi Cara Mengolah Ikan Patin. (Sumber: Pixabay)

    Ikan patin memang terkenal enak tetapi tidak semua orang menyukainya. Sebab, ikan patin memiliki rasa amis dan berbau lumpur bahkan tak hilang meski sudah dimasak sehingga kurang enak saat dimakan.

    Agar rasa masakan berbahan ikan patin bisa maksimal, kamu harus mengetahui tips mudah dalam pengolahannya. Bagi para pemula, berikut cara paling tepat untuk mengolah ikan patin agar tidak amis.

    Pilih Ikan Patin yang Segar

    Salah satu cara terbaik untuk mengolah ikan patin adalah memilih daging yang segar. Rasa lezat pada suatu masakan ikan patin biasanya terpengaruh dari kualitas bahan yang dipilih karena lebih minim bau amis.

    Pemilihan ikan patin segar harus benar-benar memerhatikan beberapa bagian. Pertama, lihat sisik ikan patin terlebih dahulu dan pastikan masih melekat kuat di tubuhnya serta berwarna mengkilat.

    Apabila sisik sudah gelap dan banyak yang copot, maka dapat dipastikan ikan tersebut sudah lama atau tidak segar. Selain itu, ikan patin segar juga memiliki mata yang masih bulat dan jernih serta bagian kulitnya masih elastis.

    Hilangkan Bau Lumpur dengan Benar

    Tak berbeda dengan ikan air tawar pada umumnya, ikan patin juga memiliki bau lumpur. Namun, kamu bisa menghilangkan bau lumpur dengan cara memindahkannya ke air baru lalu biarkan ikan selama setidaknya dua jam.

    Proses perendaman ini akan membantu bau lumpur pada ikan patin menghilang. Jika membeli ikan patin yang langsung diolah, pastikan 80 persen ikan tersebut meninggalkan bau lumpur sehingga masakan terasa tidak sedap.

    Bersihkan Ikan Patin

    Untuk mengolah ikan patin, kamu harus mengetahui cara membersihkannya. Jika sudah direndam selama dua jam, langkah berikutnya adalah bersihkan ikan dengan buang terlebih dahulu sisiknya menggunakan pisau.

    Kemudian, singkirkan insang dan isi perut dari ikan patin. Setelah dibersihkan, barulah kamu bisa mencuci ikan patin di bawah air mengalir agar seluruh kotoran yang masih tersisa menghilang.

    Marinasi Ikan dengan Bumbu

    Meski termasuk ikan dari perairan tawar, ikan patin juga perlu dimarinasi agar rasa dan bau amisnya benar-benar hilang. Ikan patin yang sudah selesai dibersihkan lalu dipotong-potong sesuai keinginan.

    Agar aroma amis dan bau lumpur berkurang, kamu bisa melumuri dengan perasan jeruk nipis atau jeruk lemon. Air jeruk sendiri bertujuan untuk menghilangkan bau lumpur dan membuat ikan patin terasa lebih kenyal.

    Setelah dilumuri dengan air perasan jeruk, jangan lupa juga untuk menaburi garam guna memberi rasa tambahan pada ikan. Terakhir, lakukan marinasi setidaknya selama 15 menit dan ikan patin siap dimasak.

    Goreng Dahulu Sebelum Dimasak

    Daging ikan pating memiliki tekstur yang lembut tetapi mudah pecah atau hancur ketika dimasak dalam waktu cukup lama. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya untuk menggoreng ikan terlebih dahulu.

    Tak perlu khawatir dengan rasanya, sebab daging ikan patin tidak akan mengeras jika dimasak dua kali. Bahkan, kamu bisa merasakan tekstur daging tetap kokoh sehingga cocok diolah bersama kuah yang menyegarkan.


    Itu dia beberapa cara mengolah ikan patin yang dapat dicoba sendiri saat memasaknya di rumah. Apabila penasaran dengan tips memasak jenis ikan lainnya, cek saja artikel-artikelnya di laman jadiLaper!

    Baca juga: 5 Tips Mengolah Usus Ayam Agar Lebih Bersih dan Tak Amis

  • Ini Dia 5 Cara Memasak Lobster Segar, Penting Diketahui Pemula!

    Ini Dia 5 Cara Memasak Lobster Segar, Penting Diketahui Pemula!

    Cara memasak lobster segar menjadi hal yang penting diketahui agar tekstur dan rasa dagingnya tidak berubah. Ya, proses pengolahan lobster atau makanan laut memang terbilang gampang-gampang susah.

    Selain enak, daging lobster juga memiliki sejumlah nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh jika diolah dengan benar. Lalu, bagaimana cara paling tepat untuk memasak lobster? Apabila ingin tahu langkah-langkah pengolahannya, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: Tips Mudah Memasak Kikil agar Empuk dan Tidak Lengket

    Cara Memasak Lobster Segar dengan Tepat

    Ilustrasi Cara Memasak Lobster Segar. (Sumber: Pixabay)

    Bagi pemula, memasak lobster harus diperhatikan agar tetap terasa segar dan bumbu yang dipakai bisa membuatnya semakin lezat. Adapun beberapa tips untuk memasak lobster, antara lain sebagai berikut:

    Rendam Lobster Beku di Air Mendidih

    Cara pertama unauk memasak lobster adalah merendamnya di dalam air mendidih. Perlu dipahami, lobster segar harus dibekukan terlebih dahulu selama 30 sampai 60 menit guna mencegah daging terlalu matang nantinya.

    Lalu, lobster yang beku dapat langsung dimasukkan ke dalam air mendidih agar tidak banyak bergerak di dalam panci. Usahakan tidak langsung menusuk lobster sebelum direndam air mendidih sebab darahnya bisa mengalir ke dalam masakan dan menghilangkan cita rasa asli.

    Cara Memasak Lobster Segar, Potong Cangkangnya

    Setelah lobster direndam dengan air mendidih, kamu dapat memotong bagian cangkang. Hal ini dilakukan agar bisa memudahkan proses memasak dan membuat bumbu-bumbu yang dipakai mudah meresap.

    Saat memotong cangkang pada tubuh lobster, pastikan untuk memakai pisau yang tajam. Untuk memotongnya, cukup potong lurus di tengah cangkang sampai ke sirip lalu cungkil daging dengan ibu jari.

    Rebus atau Kukus Lobster

    Cara memasak lobster yang paling mudah adalah dengan merebusnya. Saat memasak, pastikan untuk memakai panci berukuran besar agar beberapa lobster bisa masuk sekaligus dan terendam di dalam air rebusan.

    Umumnya, panci berukuran delapan liter mampu menampung dua buah lobster dengan jumlah air yang memenuhi tiga per empat bagian. Lalu tambahkan garam ke dalamnya, masukkan lobster, tunggu sampai mendidih kemudian kecilkan api dan masak selama 15 hingga 20 menit.

    Tak hanya direbus, lobster juga bisa dimasak dengan cara dikukus. Ketika campuran air dan garam dalam kukusan sudah mendidih, taruh lobster dan biarkan dikukus selama 18 hingga 20 menit.

    Jangan Buang Isi Perut dan Cangkang Lobster

    Sebagian besar orang biasanya akan langsung membuang isi perut dan cangkang saat mengolah lobster. Padahal, isi perut lobster menawarkan rasa yang sangat nikmat setelah dimasak, baik dipanggang maupun dikukus.

    Sementara itu, bagian cangkangnya bisa dimanfaatkan untuk membuat kaldu. Tak heran, banyak olahan yang menggunakan cangkang dari lobster agar tercipta kuah yang gurih dan rasa alami menyegarkan.

    Gunakan Alat untuk Memotong Lobster

    Saat ingin mengekstrak seluruh daging lobster, penggunaan pisau saja tidaklah cukup. Sebab, cangkang lobster cukup keras sehingga memerlukan gunting dapur, nutcracker, atau garpu kecil agar bisa terbuka dan mendapatkan dagingnya.

    Caranya cukup mudah, pertama pisahkan kepala dari badan dan ekor dengan cara memutar bagian kepala. Setelah itu, ekstrak daging pada badan lobster dengan menggunting cangkang pada bagian perut dan patahkan capit lobster lalu pecahkan menggunakan nutcracker.


    Itu dia beberapa cara memasak lobster segar yang bisa diikuti dengan mudah, terutama bagi pemula. Jika ingin tahu berbagai tips mengenai makanan laut lainnya, cek saja artikel di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Cara Memotong Daging Sapi yang Benar, Dijamin Empuk!

  • 5 Tips Menyimpan Makanan Laut Agar Tahan Lama dan Tidak Amis

    5 Tips Menyimpan Makanan Laut Agar Tahan Lama dan Tidak Amis

    Tips menyimpan makanan laut sangat penting untuk diketahui, terutama jika gemar mengonsumsinya. Seafood atau makanan laut memang tak bisa disimpan sembarangan karena termasuk jenis bahan panganan yang memiliki kandungan air.

    Hal ini tentunya menyebabkan makanan laut mudah membusuk ketika dibiarkan di ruangan terbuka. Lalu, bagaimana cara untuk menyimpan makanan laut yang tepat? Apabila penasaran dengan tips penyimpanannya, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Daging Ayam di Kulkas, Dijamin Tahan Lama!

    Tips Menyimpan Makanan Laut yang Bisa Diterapkan

    Ilustrasi Tips Menyimpan Makanan Laut. (Sumber: Unsplash)

    Makanan laut mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh sehingga harus disimpan dengan benar agar gizinya bisa dipertahankan. Adapun beberapa cara terbaik untuk menyimpan makanan laut, antara lain sebagai berikut:

    Siapkan Wadah yang Terpisah

    Salah satu tips untuk menyimpan makanan laut yang benar adalah dengan menyiapkan wadah terpisah terlebih dahulu. Pemisahan wadah ini memiliki tujuan agar bahan tidak bercampur menjadi satu dan mengakibatkan risiko busuk lebih cepat.

    Sebab, setiap seafood punya masa simpan yang berbeda-beda. Misalnya, cumi-cumi bertinta bisa membuat seafood lain, seperti daging ikan menjadi terkena warna hitam dan kemudian membuat penampilannya kurang bagus.

    Bersihkan Seafood Sebelum Disimpan

    Langkah berikutnya agar makanan laut bisa awet adalah membersihkan terlebih dahulu sebelum disimpan. Hal ini sangatlah diperlukan sebab seafood yang baru saja dibeli kemungkinan telah melalui sekali proses pembersihan.

    Apabila kamu langsung membelinya di nelayan, seafood terkadang tidak mengalami proses pembersihan sama sekali. Tentunya, kondisi tersebut sangat berbahaya karena beberapa jenis makanan laut hidup di area berpasir, seperti kerang.

    Dengan begitu, usahakan mencuci seafood yang ingin diolah dan dikonsumsi hingga benar-benar bersih. Bahkan, untuk jenis ikan tertentu memerlukan pembersihan proses pembersihan sebelum disimpan.

    Simpan Pada Wadah Tertutup

    Tak hanya menyimpan seafood di dalam tempat terpisah, pastikan pula taruh di wadah yang tertutup rapat. Pasalnya, menggunakan wadah yang tertutup dengan sempurna bisa membantu bau ikan tidak menyebar dalam kulkas.

    Selain itu, penggunaan wadah yang rapat juga mampu mencegah air pada seafood atau makanan laut merembes ke luar dan terkena bagian lain dari kulkas. Wadah tertutup yang bisa digunakan sangat beragam, misalnya dalam kantong plastik.

    Agar bisa menyimpan seafood dengan benar, buang udara yang masuk ke dalam kantong plastik dan tutup rapat. Usahakan agar memilih kantong plastik yang tebal agar tidak berisiko mengalami kebocoran akibat bagian tajam dari seafood.

    Taruh di Suhu Beku

    Cara untuk menyimpan seafood agar awet adalah dengan menaruhnya di suhu beku. Penyimpanan di dalam suhu beku tidak membutuhkan perlakuan khusus asalkan seafood sudah diletakkan pada wadah terpisah dan tertutup sebelum disimpan.

    Tujuan penggunaan wadah tertutup agar seafood tidak beku dan kering atau disebut dengan freeze bun. Sebab, jika terlalu kering, maka akan mengakibatkan tekstur dari daging seafood menjadi rusak dan terasa kurang lezat.

    Tambah Air Perasan Jeruk Nipis

    Cara untuk menyimpan makanan laut selanjutnya wajib diikuti, yakni menggunakan tambahkan air perasan jeruk nipis. Ya, perasan jeruk nipis diketahui dapat membantu mengurangi aroma amis pada seafood.

    Caranya pun cukup sederhana, yaitu tuangkan air perasan jeruk nipis atau irisan jeruk lemon ke dalam wadah penyimpanan seafood agar amis bisa berkurang. Dengan menggunakan bahan ini, bau amis seafood tidak akan menyebar ke seluruh bagian lemari pendingin.


    Itu dia beberapa tips menyimpan makanan laut yang dapat diikuti karena mudah dan cukup sederhana. Apabila ingin tahu berbagai tips bermanfaat lainnya, cek selalu artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Mudah Diikuti, Begini 3 Cara Mencairkan Daging Beku

  • 6 Tips Membuat Kulit Dimsum Anti Robek, Bisa Dicoba di Rumah!

    6 Tips Membuat Kulit Dimsum Anti Robek, Bisa Dicoba di Rumah!

    Tips membuat kulit dimsum sebenarnya cukup sederhana dan bisa dibuat dengan mudah. Ya, dimsum sendiri merupakan camilan favorit sebagian besar orang berkat teksturnya yang lembut dan mengenyangkan.

    Sekarang ini, kebanyakan orang memilih untuk membuat dimsum sendiri, mulai dari kulit hingga isiannya. Lalu. bagaimana cara agar kulit dimsum bisa kuat dan tidak mudah robek? Untuk mengetahui cara membuat kulit dimsum, berikut penjelasan JadiLaper!

    Baca juga: 5 Cara Menyimpan Egg Tofu Agar Bisa Tahan Lama, Yuk Simak!

    Tips Membuat Kulit Dimsum dengan Mudah

    Ilustrasi Tips Membuat Kulit Dimsum (Sumber: Pixabay)

    Pembuatan kulit dimsum umumnya cukup rumit karena melibatkan teknik penggilingan dan pemotongan lebih halus agar mendapatkan ketebalan yang diinginkan. Adapun beberapa tips yang bisa diikuti untuk membuat kulit dimsum, antara lain:

    Pastikan Takarannya Pas

    Salah satu cara untuk membuat kulit dimsum yang elastis dan tidak mudah robek adalah dengan memastikan takarannya sudah pas. Takaran yang tepat untuk membuat kulit dimsum adalah 1:1:1, yaitu 1 kg tepung sagu, 1 liter air, dan 1 kg tepung tang mien.

    Gunakan Jenis Tepung yang Tepat

    Bagi yang ingin membuat dimsum berkualitas, sebaiknya pakai gunakan tepung sagu atau tepung tang mien. Tepung tang mien adalah tepung dari pati gandum dan memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan tepung terigu.

    Jenis tepung satu ini juga dapat membuat tekstur dari kulit dimsum menjadi lebih kenyal. Karena itu, sebaiknya jangan sembarangan saat memilih tepung agar menghasilkan kulit dimsum yang enak.

    Tips Membuat Kulit Dimsum, Tambahkan Telur

    Jika ingin membuat dimsum rebus, ada baiknya tambahkan satu butir telur ke dalam adonan agar bertekstur lembut dan kenyal. Akan tetapi, untuk dimsum goreng, sebaiknya hindari penggunaan telur karena bisa membuat tekstur menjadi kurang renyah.

    Perhatikan Kualitas Bahannya

    Ketika ingin membuat kulit dimsum, sebaiknya kenali dan pahami terlebih dahulu jenis serta kualitas bahan yang digunakan. Untuk membuat kulit dimsum bening dan mengilap, kamu tidak bisa menggunakan tepung terigu melainkan harus memakai tepung kanji dan tepung tang mien.

    Kedua jenis tepung ini punya karakteristik yang berbeda-beda dengan tepung terigu sehingga harus diperhatikan pula kualitasnya. Tepung tang mien sendiri memilih warna yang lebih putih dan teksturnya lebih halus.

    Dalam pemilihan tepungnya, pastikan tidak yang menggumpal dan berbau tengik. Hal ini bertujuan agar dimsum yang dibuat nantinya menghadirkan cita rasa nikmat dan enak dikonsumsi meski dalam keadaan dingin.

    Pahami Teknik Pengolahan

    Setelah yakin bahwa bahan yang digunakan memiliki kualitas bagus, maka teknik pengolahan menjadi faktor penting lainnya. Dalam membuat adonan kulit dimsum, kamu harus menggunakan air yang panas.

    Hal ini bertujuan agar tepung menjadi adonan yang mudah diuleni. Apabila menggunakan air dingin, maka tepung justru tidak akan menjadi adonan melainkan berhamburan dan bergumpal sehingga sulit dibentuk.

    Dalam menguleni adonan, pastikan dilakukan hingga benar-benar kalis sebab jika tidak, maka kulit menjadi mudah robek saat diberi isian. Untuk bagian pengukusan, sebaiknya diamkan dimsum dan jangan banyak dibolak-balik.

    Tips Membuat Kulit Dimsum, Simpan dengan Benar

    Apabila kulit dimsum sudah jadi, sebaiknya segera olah dan tambahkan isian kemudian langsung dikukus. Meski tak langsung dimakan, kamu bisa menyimpannya di dalam lemari pendingin atau freezer.

    Dengan cara ini, dimsum tentu dapat bertahan dalam waktu cukup lama sehingga pastikan simpan di wadah kedap udara dan suhu beku. Ketika ingin mengonsumsinya sebagian, gunakan alat bantu, seperti sendok agar kebersihan dimsum tetap terjaga.


    Itu dia beberapa tips membuat kulit dimsum yang mudah dan dijamin awet dalam waktu lama. Jika ingin mengetahui berbagai tips olahan atau hidangan sederhana lainnya, cek saja artikel di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Tips Mengolah Usus Ayam Agar Lebih Bersih dan Tak Amis

  • Yuk Ikuti, Ini 3 Cara Mengolah Ikan Pindang Agar Tak Mudah Hancur

    Yuk Ikuti, Ini 3 Cara Mengolah Ikan Pindang Agar Tak Mudah Hancur

    Cara mengolah ikan pindang penting diketahui agar dagingnya tidak mudah hancur setelah dimasak. Ikan pindang memang menjadi sajian yang banyak disukai oleh orang karena cita rasanya gurih dan murah.

    Selain itu, ikan pindang juga bisa diolah dengan berbagai cara, yaitu digoreng, dimasak balado, atau ditumis. Lalu, bagaimana cara untuk mengolah ikan pindang yang bisa diterapkan? Jika ingin tahu langkah pengolahan ikannya, simak ulasan Minbay berikut!

    Baca juga: Tips Membersihkan Sisik Ikan Anti Ribet!

    Cara Mengolah Ikan Pindang yang Perlu Dipraktikkan

    Ilustrasi Cara Mengolah Ikan Pindang. (Sumber: Finna Food)

    Ikan pindang merupakan bahan makanan yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia karena mudah ditemukan di pasar tradisional. Rasa gurih dan asin pada pindang didapatkan dari pengolahannya dengan cara mengombinasikan perebusan serta penggaraman.

    Namun, sebelum mengolahnya sendiri di rumah, penting untuk mengetahui tips dalam memasak pindang Agar tak salah dalam mengolah ikan dan daging tak hancur, ada beberapa cara yang dapat diikuti, antara lain:

    Tekstur Daging Ikan Lembek

    Saat membeli ikan pindang, pastikan memilih daging yang masih dalam keadaan segar secara alami. Sedikit informasi, ikan pindang termasuk jenis ikan yang tidak bisa tahan lama dalam suhu ruang.

    Karena itu, jika mendapati ikan pindang yang tampak segar meski sudah berada di suhu ruang selama lebih dari 3 hari, maka patut diwaspadai memakai bahan pengawet. Pada dasarnya, mengetahui perbedaan antara ikan pindah segar secara alami atau dengan bahan pengawet cukup mudah.

    Caranya, yakni melihat tekstur daging di mana ikan segar cenderung lembek sedangkan yang sudah diberi tambahan pengawet akan lebih kenyal. Selain itu, aroma ikan pindang segar biasanya amis sedangkan yang diberi pengawet buatan berbau obat.

    Warna Kulit Ikan Cenderung Pucat

    Tips mengolah pindang lainnya adalah dengan melihat warna kulit pada ikan terlebih dahulu. Untuk ikan pindang yang telah diproses dengan bumbu-bumbu, seperti jahe, bawang merah, bawang putih, serta garam, warna kulitnya menjadi kuning pucat dan kusam.

    Sementara itu, ikan pindang yang telah diberi pewarna buatan biasanya berwarna kuning mencolok. Jika menemukan ikan pindang yang terlihat masih segar di suhu ruang setelah tiga hari, ada baiknya jangan dikonsumsi.

    Pasalnya, ikan pindang kemungkinan sudah diberi bahan pengawet untuk mencegah daging cepat membusuk. Karena itu, pastikan untuk melihat kesegaran dari ikan pindang yang dibeli dengan mengetahui ciri-cirinya.

    Olah Ikan Pindang dengan Tepat

    Sebagian besar ikan pindang yang dijual di pasaran sudah diberikan berbagai macam bumbu sehingga terasa gurih. Karena itu, ikan pindang bisa langsung dimasak dengan cara ditumis, digoreng, dimasak santan atau mangut, dimasak kuah, serta dibuat balado.

    Akan tetapi, sebelum ikan pindang dimasak, ada baiknya untuk digoreng terlebih dahulu hingga matang. Hal ini bertujuan untuk membuat tekstur kulit ikan pindang menjadi lebih renyah serta menghilangkan aroma amis serta langu.

    Saat menggoreng ikan pindang, dianjurkan tidak terlalu lama karena dapat membuat tekstur dagingnya terasa alot saat dimakan. Setelah digoreng setengah matang, ikan pindang siap diolah menjadi hidangan favorit.


    Ikan pindang yang disimpan di dalam kulkas sebaiknya segera dimasak sebelum 2 hari. Semetnara ikan pindang yang disimpan di dalam freezer, umumnya jauh lebih awet, yakni mencapai 1 minggu.

    Itu dia beberapa tips atau cara mengolah ikan pindang yang dapat diterapkan agar terasa lezat saat dikonsumsi. Apabila ingin mencicipi aneka olahan ikan, pesan saja lewat aplikasi Tokobay! Segera pesan makanan favorit kamu dengan unduh aplikasinya di App Store atau Play Store.

    Baca juga: Catat! 5 Tips Menyimpan Sayuran di Kulkas

  • Ini Dia 6 Tips Mengolah Iga Sapi yang Perlu Diketahui

    Ini Dia 6 Tips Mengolah Iga Sapi yang Perlu Diketahui

    Tips mengolah iga sapi mudah untuk diikuti, terutama bagi yang pertama kali memasaknya. Iga sendiri merupakan bagian tulang rusuk sapi yang dapat dikonsumsi di mana terdiri dari 2 hingga 7 tulang iga.

    Biasanya, iga banyak dicari oleh pecinta kuliner karena memiliki rasa yang begitu nikmat setelah diolah. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengolah daging iga sapi? Jika ingin tahu tips pengolahannya, yuk simak pembahasan berikut!

    Baca juga: 6 Teknik Memotong Sayuran Ala Koki!

    Tips Mengolah Iga Sapi dengan Ala Chef Profesional

    Ilustrasi Tips Mengolah Iga Sapi. (Sumber: Freepik)

    Daging yang melekat pada tulang termasuk bagian paling nikmat untuk dimakan, begitu pula iga sapi. Kombinasi antara daging dan lemaknya membuat daging iga sapi terasa sempurna ketika disantap.

    Bagian daging yang ada pada iga sapi tidak sepah sehingga cocok dijadikan berbagai hidangan, khususnya dibakar atau dimasak bersama sup. Namun, ada beberapa hal yang perlu diterapkan saat ingin mengolah iga sapi, antara lain:

    Pilih Iga Sapi Terbaik

    Biasanya, iga sapi yang dijual di pasaran dikelompokkan berdasarkan kualitas di mana cara pengolahan daging pun akan berbeda. Jika iga sapi yang dibeli memiliki kualitas rendah, maka perlu membuat daging empuk terlebih dahulu dengan cara dimarinasi.

    Namun, untuk kualitas daging yang bagus hanya perlu direbus dengan api kecil agar empuk. Agar tidak repot melakukan marinasi, maka pilihlah daging iga sapi yang masih muda karena lapisan lemaknya tidak terlalu tebal dan cenderung lebih cepat empuk.

    Bersihkan Iga Sapi

    Daging sapi sebenarnya tidak perlu dicuci sebab kucuran air justru dapat mengunci jus alami daging sehingga hasil masakan menjadi kering dan tidak enak. Apabila mendapati daging iga sapi terlihat kotor, maka cukup dibersihkan menggunakan tisu dapur atau lap bersih.

    Kemudian, rebus iga sapi dengan api kecil di mana rebusan pertama berfungsi untuk membersihkan darah dan kotoran yang tersisa di sela-sela tulang. Rebus sebentar sampai kotoran terlihat mengambang di permukaan lalu buang air rebusan pertama.

    Olah Dahulu Sebelum Dimasak

    Kunci utama untuk membuat masakan iga sapi enak adalah dengan mengolahnya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang bisa dipakai untuk mengolah iga sapi, yaitu parutan nanas atau daun pepaya.

    Parutan nanas cuk dibaluri di atas iga kemudian diamkan sekitar 15 hingga 20 menit dan bersihkan sisa-sisa nanas dengan tisu dapur. Apabila menggunakan daun pepaya, kamu bisa membungkus iga di dalam dan dan diamkan selama 30 menit.

    Rebus Iga Sapi

    Apapun masakan berbahan dasar iga, pengolahan dengan cara direbus harus tetap dilakukan. Selama proses merebus iga sapi, pastikan untuk menggunakan api kecil agar jus pada dagingnya masih terkunci dan terasa nikmat saat dimakan.

    Olah Iga Sapi Sebelum Dibakar

    Perlu dipahami, tekstur daging iga akan lebih kenyal dibandingkan daging lain jika dibakar. Sebelum dibakar, marinasi terlebih dahulu dagingnya dengan bumbu yang diinginkan dalam waktu lama agar meresap hingga ke tulang.

    Olah Iga untuk Dibuat Sup

    Apabila ingin membuat sup dengan menggunakan iga sapi sebagai bahan utamanya, pilihlah short ribs atau yang pendek. Bagian satu ini memiliki daging yang lebih sedikit tetapi tulangnya cukup banyak.

    Pemilihan bagian tulang bertujuan untuk membuat sup iga sapi menjadi lebih kaya akan rasa. Karena itu, ketika memasak sup sebaiknya membuat kaldunya terlebih dahulu dengan cara merebus iga sapi.

    Cukup rebus iga sapi dengan menggunakan api kecil hingga daging berubah menjadi lembut dan kaldunya terlihat pekat. Setelah itu, tumis bumbu sup iga di wajan terpisah, tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sup hingga matang, lalu sajikan.


    Itu dia beberapa tips mengolah iga sapi yang dapat dipraktikkan sendiri di rumah. Jika bingung dengan cara pengolahannya, kamu bisa pesan saja lewat aplikasi Tokobay! Segera pesan makanan favorit dengan mengunduh aplikasinya di App Store atau Play Store di smartphone ya.

    Baca juga: Tips Membersihkan Sisik Ikan Anti Ribet!