Category: Tips Kuliner

  • Ini 6 Cara Tepat Menyimpan Madu, Bantu Jaga Kualitas dan Keawetan!

    Ini 6 Cara Tepat Menyimpan Madu, Bantu Jaga Kualitas dan Keawetan!

    Cara tepat menyimpan madu harus diketahui agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik. Penting diketahui, madu termasuk salah satu bahan alami yang kaya manfaat dan sering digunakan dalam berbagai resep makanan serta pengobatan tradisional

    Meski dikenal sebagai bahan yang tahan lama, cara penyimpanan madu yang kurang tepat bisa menyebabkan kualitasnya menurun atau bahkan rusak. Jika ingin tahu cara untuk menyimpan madu dengan tepat, berikut penjelasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: 7 Tips Menyimpan Bumbu Masakan, Awet dan Tetap Beraroma!

    Cara Tepat Menyimpan Madu yang Bisa Diikuti

    Ilustrasi Cara Tepat Menyimpan Madu. (Sumber: Pixabay)

    Madu harus disimpan dengan agar membuatnya tetap awet dan berkualitas, terutama jika ingin digunakan dalam jangka waktu lama. Adapun beberapa tips untuk menyimpan madu yang tepat, antara lain sebagai berikut:

    Pakai Wadah yang Tepat

    Tips menyimpan madu yang tepat adalah meletakkannya dalam wadah. Dalam hal ini, kamu harus memilih wadah yang terbuat dari kaca atau plastik berkualitas tinggi yang dapat ditutup dengan rapat.

    Wadah kaca kerap dianggap yang terbaik karena tidak bereaksi dengan madu dan tidak menyerap bau. Karena itu, pastikan tutup wadah benar-benar rapat untuk mencegah masuknya udara yang bisa menyebabkan madu mengkristal atau terkontaminasi.

    Cara Tepat Menyimpan Madu, Taruh di Tempat yang Kering dan Sejuk

    Ketika ingin menyimpan madu, ada baiknya untuk ditaruh di tempat yang kering dan sejuk. Karena itu, suhu yang ideal untuk menyimpan produk madu adalah antara 10 hingga 20 derajat Celcius.

    Hindari pula menyimpan madu di tempat yang terlalu panas, seperti dekat kompor atau di bawah sinar matahari langsung sebab suhu tinggi bisa merusak enzim dan kandungan nutrisi yang ada di dalam madu.

    Jauhkan dari Bahan Kimia dan Bau Tajam

    Madu dapat menyerap bau dari lingkungan sekitarnya, termasuk bau kimia dan bau tajam lainnya. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan madu jauh dari bahan kimia rumah tangga, rempah-rempah, atau makanan yang memiliki bau kuat.

    Cara Tepat Menyimpan Madu, Perhatikan Tanggal Kadaluarsa

    Meski madu memiliki masa simpan yang sangat lama, selalu perhatikan tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan, terutama untuk madu yang diproses atau dicampur bahan lain. Madu murni dapat bertahan bertahun-tahun jika disimpan dengan baik tetapi madu yang sudah diproses mungkin memiliki masa simpan yang lebih pendek.

    Jangan Gunakan Alat Logam untuk Mengambil Madu

    Penggunaan sendok atau alat logam untuk mengambil madu hanya akan mengakibatkan reaksi kimia yang merusak kualitas madu. Untuk itu, sebaiknya gunakan sendok plastik, kayu, atau bahan non-logam lainnya untuk mengambil madu dari wadahnya.

    Hindari Penyimpanan di Lemari Es

    Perlu diingat, menyimpan madu di dalam lemari es bukanlah pilihan yang baik. Pasalnya, suhu dingin bisa menyebabkan madu mengkristal lebih cepat sehingga membuat teksturnya menjadi kurang menarik dan lebih sulit untuk digunakan.

    Apabila madu sudah terlanjur mengkristal, kamu bisa mengembalikan teksturnya dengan memanaskan wadah madu dalam air hangat. Akan tetapi, pastikan untuk tidak menggunakan air yang terlalu panas.


    Itu dia beberapa cara tepat menyimpan madu yang bisa diikuti dengan mudah. Dengan menggunakan wadah yang tepat, menjaga suhu dan kelembapan yang ideal, serta menjauhkan madu dari bahan kimia dan bau tajam, kamu bisa memastikan bahwa madu tetap dalam kondisi terbaiknya.

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Saus yang Benar, Rahasia Cita Rasa Makanan Lezat!

  • 10 Tips Memasak untuk Dijual, Pastikan Agar Sesuai Standar!

    10 Tips Memasak untuk Dijual, Pastikan Agar Sesuai Standar!

    Tips memasak untuk dijual memerlukan perhatian ekstra terhadap kualitas dan keamanan makanan. Sebab memasak untuk dijual membutuhkan komitmen untuk menghasilkan makanan yang berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen. 

    Dengan merencanakan, mempersiapkan, dan mengikuti prosedur yang tepat, kamu dapat memastikan bahwa masakan yang disajikan memenuhi standar yang diperlukan untuk dijual secara komersial. Lalu, bagaimana tips memasak untuk dijual kepada pelanggan? Jika penasaran dengan tipsnya, berikut pembahasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: 7 Tips Menyimpan Bumbu Masakan, Awet dan Tetap Beraroma!

    Tips Memasak untuk Dijual ke Pelanggan

    Ilustrasi Tips Memasak untuk Dijual. (Sumber: Pixabay)

    Untuk membuat masakan yang akan dijual, kamu harus bisa terus berinovasi dan memperbaiki produk agar memenuhi harapan pelanggan dan membangun reputasi yang baik dalam bisnis kuliner.Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu memastikan bahwa masakan yang disajikan sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk dijual secara komersial:

    Perencanaan Menu yang Tepat

    Sebelum memulai, pastikan untuk merencanakan menu dengan baik. Tentukan jenis masakan atau makanan apa yang ingin ditawarkan. Pilihlah resep yang telah teruji dan populer, serta sesuai dengan pasar atau pelanggan potensial.

    Sumber Bahan Baku Berkualitas

    Kualitas bahan baku sangat penting dalam menentukan hasil akhir masakan. Pastikan bahwa memilih bahan-bahan yang segar dan berkualitas baik. Perhatikan juga kebersihan dan keamanan bahan baku yang digunakan untuk menghindari risiko kontaminasi.

    Tips Memasak untuk Dijual, Memahami Prosedur Keamanan Pangan

    Sebelum memasak, pastikan memahami dan mengikuti prosedur keamanan pangan yang benar. Hal ini termasuk mencuci tangan dengan bersih sebelum memulai memasak, memisahkan bahan mentah dan matang, serta memastikan bahwa bahan makanan sudah dimasak dengan sempurna untuk membunuh bakteri dan patogen lainnya.

    Penggunaan Alat dan Peralatan yang Tepat

    Pastikan memiliki alat dan peralatan masak yang memadai dan bersih. Gunakan pisau yang tajam untuk memotong bahan makanan dengan tepat, serta peralatan memasak lainnya seperti panci, wajan, atau oven yang sesuai dengan kebutuhan resep.

    Konsistensi dalam Porsi dan Penyajian

    Ketika memasak untuk dijual, konsistensi dalam porsi dan penyajian sangat penting. Pastikan setiap porsi memiliki jumlah bahan makanan yang sama dan disajikan dengan tampilan yang menarik. Ini akan meningkatkan citra produk dan memuaskan pelanggan.

    Penanganan dan Penyimpanan yang Benar

    Setelah memasak, penting untuk menangani dan menyimpan makanan dengan benar. Pastikan makanan didinginkan dengan cepat sebelum disimpan di lemari pendingin untuk menghindari pertumbuhan bakteri. Gunakan wadah atau kemasan yang sesuai untuk menjaga kesegaran dan kualitas makanan.

    Menerapkan Prinsip HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point)

    HACCP adalah sistem manajemen keamanan pangan yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang dapat mempengaruhi keamanan makanan selama proses produksi. Terapkan prinsip-prinsip HACCP untuk memastikan bahwa makanan yang dijual aman dan sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku.

    Tips Memasak untuk Dijual, Uji Coba dan Umpan Balik Pelanggan

    Sebelum menjual masakan secara komersial, lakukan uji coba terlebih dahulu dengan teman, keluarga, atau relawan. Mintalah umpan balik tentang rasa, tekstur, dan penyajian makanan. Perhatikan saran dan kritik mereka untuk meningkatkan kualitas produk sebelum memasarkannya secara luas.

    Menyimpan Catatan dan Dokumentasi

    Penting untuk menyimpan catatan tentang setiap langkah dalam proses memasak dan penjualan. Catat sumber bahan baku, tanggal pembelian, tanggal kadaluwarsa, serta catatan tentang setiap insiden atau kejadian yang terjadi selama proses produksi. Dokumentasi ini akan membantu melacak dan meningkatkan proses produksi di masa depan.

    Tips Memasak untuk Dijual, Patuhi Regulasi dan Peraturan

    Terakhir, pastikan untuk memahami dan mematuhi semua regulasi dan peraturan pemerintah terkait dengan produksi dan penjualan makanan. Hal ini termasuk perizinan, labelisasi, dan persyaratan kebersihan yang berlaku di daerah.


    Itu dia tips memasak untuk dijual agar sesuai dengan standar dan masih memiliki nilai gizi yang tinggi. Apabila ingin mencoba memasak berbagai sajian lezat, kamu bisa coba lihat artikel resep-resep di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Saus yang Benar, Rahasia Cita Rasa Makanan Lezat!

  • Tips Membuat Tempe Mendoan Tetap Gurih anti Melempem Ges! Yuk Coba

    Tips Membuat Tempe Mendoan Tetap Gurih anti Melempem Ges! Yuk Coba

    Tempe mendoan jadi salah satu camilan khas Indonesia yang sangat digemari oleh berbagai kalangan.  Sama seperti namanya, hidangan ini umumnya dibuat menggunakan tempe yang dipotong tipis, kemudian dibalut dengan adonan tepung dan digoreng hingga renyah. 

    Selain teksturnya yang krispi, cita rasa dari tempe mendoan pun juga sanggup memanjakan lidah siapapun. Namun, menjaga kerenyahan tempe mendoan agar tahan lama bisa menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, berikut adalah empat tips yang dapat membantu kamu membuat tempe mendoan yang krispinya tahan lama. Seperti apa?

    Baca juga: Ini Dia 6 Tips Mengolah Iga Sapi yang Perlu Diketahui

    Tips Membuat Tempe Mendoan yang Bisa Dicoba

    Ilustrasi Tips Membuat Tempe Mendoan. (Sumber: Pixabay)

    Jika salah memilih bahan atau proses memasaknya yang kurang tepat, tempe mendoan yang dibikin akan mudah lembek dan justru kehilangan tekstur krispinya dalam waktu dekat. Untuk itu, ada beberapa cara untuk membuat mendoan terasa lezat, antara lain sebagai berikut:

    Pilih Tempe yang Berkualitas

    Pilih tempe yang segar dan berkualitas baik. Pastikan tempe tidak terlalu tua atau terlalu muda agar hasil mendoannya lebih enak. Tempe yang bagus memiliki tekstur yang padat dan tidak terlalu banyak lubang.

    Potong Tempe Tipis-Tipis

    Potong tempe menjadi irisan tipis agar bisa matang dengan merata dan teksturnya menjadi lebih renyah. Potongan tempe yang terlalu tebal dapat membuat hasil mendoan tidak matang sempurna di bagian dalamnya.

    Gunakan Tepung Beras

    Untuk melapisi tempe sebelum digoreng, gunakan tepung beras. Tepung beras memberikan hasil yang lebih renyah dan gurih dibandingkan dengan tepung terigu. Campurkan tepung beras dengan sedikit tepung terigu untuk hasil yang lebih lembut.

    Tambahkan Bumbu Secukupnya

    Bumbui tepung dengan garam, merica bubuk, dan sedikit kaldu bubuk untuk memberikan cita rasa tambahan pada tempe mendoan. Anda juga bisa menambahkan sedikit bawang putih bubuk atau bawang merah bubuk untuk aroma yang lebih kaya.

    Pastikan Minyak Cukup Panas

    Sebelum menggoreng tempe mendoan, pastikan minyak dalam kondisi panas yang cukup. Minyak panas membantu membuat tepung melekat dengan baik pada tempe dan menghasilkan mendoan yang renyah. Gunakan api sedang agar tempe tidak gosong di luar tetapi masih matang di dalam.

    Tips Membuat Tempe Mendoan, Goreng dalam Porsi Kecil

    Agar proses penggorengan lebih efisien dan hasilnya lebih merata, goreng tempe mendoan dalam porsi kecil. Jangan terlalu banyak menggoreng sekaligus karena bisa membuat suhu minyak turun dan hasilnya menjadi tidak renyah.

    Tiriskan dengan Baik

    Setelah digoreng, tiriskan tempe mendoan dengan baik menggunakan rak berlubang atau tisu dapur untuk menghilangkan minyak berlebih. Hindari meniriskan tempe di atas kertas biasa karena bisa membuatnya lebih berminyak.

    Simpan dalam Wadah Tertutup

    Untuk menjaga kelezatan tempe mendoan lebih lama, simpan dalam wadah tertutup setelah benar-benar dingin. Hindari menyimpannya dalam kemasan plastik yang bisa membuat mendoan menjadi lembab dan kehilangan teksturnya.

    Panaskan Ulang Sebelum Disajikan

    Jika ingin menyajikan tempe mendoan lagi setelah beberapa jam, panaskan kembali dalam oven toaster atau penggorengan dengan sedikit minyak untuk menjaga kelezatannya.

    Tips Membuat Tempe Mendoan, Eksperimen dengan Varian Rasa

    Untuk variasi, Anda bisa mencoba menambahkan potongan daun bawang atau cabai rawit iris tipis ke dalam adonan tepung sebelum menggoreng. Ini akan memberikan tambahan aroma dan sedikit kepedasan pada tempe mendoan.


    Itu dia beberapa tips membuat tempe mendoan yang gurih dan tidak melempem setelah ditiriskan dari minyak panas. Apabila ingin tahu tips-tips memasak yang mudah lainnya, kamu bisa cek artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Tips Mengolah Usus Ayam Agar Lebih Bersih dan Tak Amis

  • Tips Membuat Lapisan Gula Tanghulu Anti Gagal, Yuk Simak!

    Tips Membuat Lapisan Gula Tanghulu Anti Gagal, Yuk Simak!

    Tanghulu adalah camilan tradisional dari Tiongkok yang terdiri dari buah-buahan yang ditusuk seperti sate dan dilapisi dengan lapisan gula yang mengkilap dan renyah.  Membuat lapisan gula yang sempurna untuk tanghulu bisa menjadi tantangan tersendiri karena gula mudah meleleh atau mengkristal jika tidak diolah dengan benar. 

    Membuat lapisan gula tanghulu yang sempurna membutuhkan perhatian terhadap detail dan beberapa trik khusus. Dengan memilih buah yang tepat hingga memperhatikan suhu dan waktu memasak gula, Anda dapat menghasilkan tanghulu dengan lapisan gula yang mengkilap dan renyah. 

    Berikut adalah beberapa trik yang dapat Anda coba agar lapisan gula tanghulu tidak gagal dan menghasilkan camilan yang sempurna.

    Baca juga: 5 Cara Menyimpan Egg Tofu Agar Bisa Tahan Lama, Yuk Simak!

    Tips Membuat Lapisan Gula Tanghulu yang Bisa Diikuti

    Ilustrasi Tips Membuat Lapisan Gula Tanghulu. (Sumber: Pixabay)

    Cara untuk membuat lapisan gulanya sebenarnya mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Adapun beberapa langkah sederhana yang bisa kamu ikuti, antara lain sebagai berikut:

    Pilih Buah yang Tepat

    Memilih buah yang tepat adalah langkah pertama untuk membuat tanghulu yang lezat. Buah yang biasa digunakan untuk tanghulu adalah stroberi, anggur, kiwi, dan tomat ceri. 

    Pastikan buah yang Anda pilih segar dan matang, tetapi tidak terlalu lembek. Buah yang terlalu berair dapat menyebabkan lapisan gula sulit menempel dengan baik.

    Pastikan Buah dalam Keadaan Kering

    Sebelum melapisi buah dengan gula, pastikan buah benar-benar kering. Air yang ada di permukaan buah dapat membuat gula sulit menempel dan dapat menyebabkan lapisan gula tidak mengeras dengan baik. 

    Setelah mencuci buah, keringkan dengan handuk atau tisu dapur dan biarkan buah benar-benar kering sebelum dilapisi gula.

    Gunakan Gula yang Tepat

    Gula yang biasanya digunakan untuk membuat lapisan gula tanghulu adalah gula pasir putih biasa. 

    Pastikan gula yang Anda gunakan bersih dan bebas dari kotoran atau sisa-sisa makanan lainnya. Anda juga bisa menggunakan gula kastor yang lebih halus untuk hasil yang lebih cepat dan merata.

    Perhatikan Suhu dan Waktu Memasak Gula

    Salah satu kunci utama untuk membuat lapisan gula yang sempurna adalah memasak gula pada suhu yang tepat. 

    Gunakan termometer gula untuk memastikan gula mencapai suhu sekitar 150-160 derajat Celsius (300-320 derajat Fahrenheit). 

    Pada suhu ini, gula akan mencapai tahap hard crack, yang berarti gula akan mengeras dengan baik saat mendingin. Jangan terlalu lama memasak gula karena dapat menyebabkan gula menjadi terlalu gelap dan pahit.

    Tips Membuat Lapisan Gula Tanghulu, Tambahkan Sedikit Cuka atau Lemon

    Menambahkan sedikit cuka atau jus lemon ke dalam gula yang dimasak dapat membantu mencegah gula mengkristal dan membuat lapisan gula lebih halus. 

    Tambahkan sekitar satu sendok teh cuka atau jus lemon untuk setiap cangkir gula yang Anda gunakan. 

    Asam dari cuka atau lemon akan membantu memecah molekul gula dan mencegah pengkristalan.

    Gunakan Api Kecil dan Aduk Secara Teratur

    Memasak gula membutuhkan kesabaran dan perhatian. Gunakan api kecil hingga sedang untuk memasak gula dan aduk secara teratur untuk memastikan gula meleleh secara merata. 

    Hindari penggunaan api besar karena dapat membuat gula cepat gosong dan menghasilkan lapisan gula yang tidak merata.

    Segera Celupkan Buah ke Dalam Gula

    Setelah gula mencapai suhu yang tepat, segera celupkan buah ke dalam gula. Gunakan tusuk sate atau garpu untuk membantu mencelupkan buah dengan mudah. 

    Putar buah dengan cepat di dalam gula untuk memastikan seluruh permukaan buah terlapisi dengan baik. 

    Jangan biarkan gula terlalu lama di atas api setelah mencapai suhu yang tepat karena dapat mengeras dengan cepat.

    Tips Membuat Lapisan Gula Tanghulu, Biarkan Mengeras pada Permukaan yang Tidak Lengket

    Setelah melapisi buah dengan gula, letakkan buah pada permukaan yang tidak lengket seperti kertas roti atau loyang yang sudah diolesi sedikit minyak. 

    Biarkan gula mengeras selama beberapa menit sebelum disajikan. Jangan menyentuh buah terlalu cepat karena dapat merusak lapisan gula yang masih dalam proses mengeras.

    Simpan dengan Benar

    Tanghulu sebaiknya dinikmati segera setelah dibuat, tetapi jika Anda perlu menyimpannya, pastikan untuk menyimpannya di tempat yang sejuk dan kering. 

    Hindari menyimpan tanghulu di tempat yang lembap atau terlalu panas karena dapat membuat lapisan gula meleleh atau lengket.


    Itu dia beberapa tips membuat lapisan gula tanghulu yang bisa diikuti dengan mudah. Apabila ingin tahu berbagai tips memasak lainnya, cek saja artikel terbaru hanya di laman JadiLaper, ya!

    Baca juga: Begini Cara Terbaik Memasak Rebung, Dijamin Tidak Bau dan Tetap Segar

  • 7 Tips Menyimpan Bumbu Masakan, Awet dan Tetap Beraroma!

    7 Tips Menyimpan Bumbu Masakan, Awet dan Tetap Beraroma!

    Tips menyimpan bumbu masakan merupakan kunci utama dalam menciptakan hidangan yang lezat dan penuh cita rasa. Akan tetapi, banyak orang yang masih bingung bagaimana menyimpan bumbu-bumbu masakan dengan tepat.

    Pasalnya, bumbu terkadang cepat basi, kehilangan aromanya, dan teksturnya yang berubah. Lalu, apa saja tips yang bisa diikuti untuk menyimpan bumbu masakan? Apabila ingin tahu tips menyimpannya, simak ulasan lengkap JadiLaper berikut!

    Baca juga: Jenis-jenis Tepung Makanan dan Kegunaannya, Jangan Sampai Salah!

    Tips Menyimpan Bumbu Masakan Agar Tahan Lama

    Ilustrasi Tips Menyimpan Bumbu Masakan. (Sumber: Masak Apa Hari Ini?)

    Apabila kamu tidak bisa menyimpan bumbu dengan baik, maka kemungkinan penggunaannya akan merusak cita rasa pada masakan. Agar tidak salah, ada beberapa cara untuk menyimpan bumbu masakan dengan tepat, antara lain sebagai berikut:

    Pilih Bumbu yang Berkualitas

    Langkah pertama yang perlu dilakukan saat menyimpan bumbu adalah pilih bumbu terlebih dahulu. Pastikan bumbu dalam keadaan berkualitas, seperti masih segar, tidak berjamur, dan tidak memiliki aroma yang tidak sedap.

    Selain itu, kamu juga harus menghindari membeli bumbu dalam jumlah banyak yang tidak terpakai dalam waktu dekat. Pasalnya, hal tersebut hanya akan mempercepat kerusakan pada bumbu yang dibeli.

    Perhatikan Jenis Bumbu

    Bumbu masakan bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis, yakni bumbu basah, seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih, bumbu kering, seperti ketumbar, jintan dan lada serta bumbu halus, seperti bumbu giling. Berbagai jenis bumbu ini memiliki cara penyimpanan yang optimal, yaitu:

    • Bumbu Basah. Agar bumbu basah bisa awet, kamu bisa menyimpannya di dalam wadah kedap udara dan letakkan di kulkas. Namun, sebelum disimpan, potong bumbu terlebih dahulu sebelum disimpan untuk menghemat ruang.
    • Bumbu Kering. Bumbu kering dapat disimpan dalam wadah kedap udara dan diletakkan di tempat yang sejuk, kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung.
    • Bumbu Halus. Simpan bumbu halus pada kedap udara dan bekukan di dalam freezer. Biasanya, bumbu halus lebih mudah basi dan kehilangan aromanya dibandingkan dengan bumbu jenis lain.

    Pakai Wadah yang Tepat

    Tips untuk menyimpan bumbu-bumbu masakan lainnya adalah dengan menggunakan wadah kedap udara. Akan tetapi, hindari menggunakan wadah plastik biasa yang mudah bocor dan terkontaminasi udara.

    Perlu dipahami, salah satu wadah terbaik untuk menyimpan bumbu, yaitu yang berbahan dasar kaca. Sebab, wadah yang terbuat dari kaca tidak mudah bereaksi dengan bahan makanan dan mudah dibersihkan.

    Berikan Label pada Wadah Penyimpanan

    Saat menyimpan bumbu, jangan lupa untuk memberi label pada setiap wadah dengan nama bumbu dan tanggal penyimpanan. Hal ini bertujuan agar mudah dalam mengetahui jenis bumbu dan kapan bumbu tersebut disimpan sehingga dapat menggunakannya sebelum kadaluarsa.

    Hindari Paparan Panas dan Udara

    Cara untuk menyimpan bumbu di rumah, yaitu dengan menghindarkan dari sumber panas dan udara langsung. Alasannya, karena panas dan udara dapat mempercepat kerusakan dan hilangnya aroma bumbu.

    Periksa Bumbu Secara Rutin

    Jika berencana memiliki stok bumbu dapur di rumah, pastikan agar meluangkan waktu untuk memeriksanya secara berkala. Pastikan bahwa bumbu masih dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan, misalnya perubahan pada warna, aroma, atau tekstur.

    Buang bumbu yang sudah tidak layak pakai untuk menghindari kontaminasi pada bumbu lainnya. Ketika masih ada bumbu dengan kondisi lumayan baik, segera amankan dan simpan secara tepat.

    Manfaatkan Teknologi

    Untuk menyimpan bumbu dapur, kamu dapat memanfaatkan teknologi. Sekarang ini, tersedia berbagai macam alat penyimpanan bumbu, seperti vacuum sealer dan food dehydrator yang dapat membantu menjaga kesegaran lebih lama.


    Itu dia beberapa tips menyimpan bumbu masakan yang bisa kamu ikuti dengan mudah. Dengan sedikit usaha serta perhatian, kamu dapat menikmati bumbu masakan yang awet dan selalu siap untuk membantu menciptakan hidangan lezat di dapur.

    Baca juga: 5 Manfaat Jinten Pada Masakan, Bikin Gulai Jadi Sedap!

  • 5 Tips Menyimpan Saus yang Benar, Rahasia Cita Rasa Makanan Lezat!

    5 Tips Menyimpan Saus yang Benar, Rahasia Cita Rasa Makanan Lezat!

    Bagi yang gemar memasak, wajib untuk mengetahui tips menyimpan saus yang benar. Ya, saus sendiri merupakan salah satu pelengkap hidangan yang digemari dan bahkan tidak terpisahkan bagi sebagian besar orang.

    Sebab, cita rasa dan teksturnya yang khas mampu meningkatkan kelezatan berbagai masakan. Lalu, bagaimana cara agar saus bisa disimpan dalam waktu lama? Jika penasaran dengan tips menyimpan saus yang tepat, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: 7 Tips Menyimpan Bumbu Masakan, Awet dan Tetap Beraroma!

    Tips Menyimpan Saus yang Benar Agar Tak Mudah Basi

    Ilustrasi Tips Menyimpan Saus yang Benar. (Sumber: Pixabay)

    Perlu diketahui, cara menyimpan saus yang benar ternyata bisa memengaruhi rasa, aroma, dan kesegarannya. Adapun beberapa tips yang dapat diterapkan saat menyimpan saus, antara lain sebagai berikut:

    Perhatikan Jenis Sausnya

    Jenis saus yang biasa digunakan untuk masakan berbeda-beda, begitu pula cara penyimpanannya. Beberapa jenis saus yang kerap menjadi bahan tambahan masakan, yakni saus tomat, saus sambal, saus kecap, hingga saus mayonnaise.

    Untuk saus tomat, kam bisa menyimpannya di kulkas dalam wadah kedap udara setelah dibuka di mana bertahan hingga 5 hari di kulkas dan 1 bulan di freezer. Sementara itu, saus sambal perlu disimpan di suhu ruangan yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung agar bisa bertahan hingga 2 bulan.

    Hindari juga menyimpan saus sambal di kulkas karena dapat mengubah teksturnya. Jika memiliki saus mayonnaise, simpan saja di kulkas dalam wadah kedap udara setelah dibuka dan akan bertahan 2-3 hari.

    Terakhir, kamu bisa menyimpan saus kecap di suhu ruangan yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Dengan begitu, saus kecap mampu bertahan hingga 1 tahun tanpa perlu disimpan di kulkas.

    Pakai Wadah yang Tepat

    Saat ingin menyimpan saus, penting untuk menggunakan jenis wadah yang tepat. Jangan pernah menggunakan wadah plastik sebab mudah bocor dan terkontaminasi udara sehingga kualitas saus pun menurun.

    Dibandingkan plastik, pilihlah wadah yang terbuat dari kaca atau gunakan wadah plastik kedap Dengan menggunakan wadah jenis ini, maka akan membantu menjaga kualitas dan kesegaran saus.

    Hindari Kontaminasi

    Ketika ingin mengambil saus dari wadahnya, kamu bisa menggunakan sendok yang bersih dan kering. Jangan pernah memasukkan kembali sendok yang telah digunakan ke dalam saus agar tidak terjadi kontaminasi bakteri.

    Perhatikan Temperaturnya

    Tips lain untuk membuat saus bisa tahan lama adalah dengan menyimpannya di tempat yang tepat. Hindari menyimpan di tempat yang panas atau bersuhu ekstrem karena dapat mempercepat kerusakan saus sedangkan suhu terlalu dingin akan mengubah teksturnya.

    Periksa Tanda-tanda Kerusakan Pada Saus

    Sebelum menggunakan saus untuk masakan, ada baiknya untuk memeriksa terlebih dahulu apakah terdapat tanda-tanda kerusakan. Beberapa kerusakan yang dimaksud, seperti perubahan warna, aroma, atau tekstur.

    Jika muncul tanda-tanda kerusakan tersebut, sebaiknya segera buang saus dan jangan dikonsumsi. Ketika saus sudah mengalami kerusakan, maka bisa berpengaruh pada kesehatan orang yang mengonsumsinya.

    Meski terlihat sepele, tetapi menyimpan saus dengan benar memiliki banyak manfaat. Manfaatnya, mulai dari membantu menjaga rasa, aroma, dan tekstur saus, memperpanjang umur simpan saus, mengurangi pemborosan makanan, serta meningkatkan keamanan pangan.


    Itu dia beberapa tips menyimpan saus yang benar, terutama jika sering membeli dengan jumlah banyak untuk digunakan dalam waktu lama. Pastikan agar mengikuti tips-tips yang sudah dijelaskan di atas agar dapat menjaga kelezatan saus dan menikmati hidangan lezat tanpa rasa khawatir.

    Baca juga: 6 Tips Membuat Kulit Dimsum Anti Robek, Bisa Dicoba di Rumah!

  • Tips Membuat Rawon Asli dengan Kuah Hitam dan Pekat

    Tips Membuat Rawon Asli dengan Kuah Hitam dan Pekat

    Rawon adalah salah satu masakan tradisional Indonesia yang terkenal dengan kuahnya yang hitam pekat dan cita rasanya yang khas. Berikut ini adalah panduan langkah demi langkah beserta tips untuk membuat rawon asli dengan kuah yang hitam dan pekat sehingga kamu dapat menikmati hidangan lezat ini di rumah.

    Baca juga: 7 Tips Mudah Memasak Spaghetti, Hanya Butuh Beberapa Bahan!

    Tips Membuat Rawon Asli yang Bisa Diikuti

    Ilustrasi Tips Membuat Rawon Asli. (Sumber: POPMAMA)

    Rawon merupakan salah satu makanan asli Indonesia yang memiliki cita rasa lezat berkat penggunaan rempah. Untuk membuat rasa rawon seperti di daerah asalnya, berikut beberapa tips yang bisa kamu coba.

    Pilih Bahan-bahan yang Berkualitas

    Untuk mendapatkan rawon yang berkualitas, pilihlah bahan-bahan utama dengan teliti:

    • Daging: Gunakan daging sapi bagian tetelan atau sandung lamur yang memiliki sedikit lemak agar kuah tidak terlalu berminyak.
    • Kluwek: Ini adalah bahan kunci dalam rawon yang memberikan warna hitam pekat pada kuahnya. Pastikan kluwek yang digunakan sudah matang dan memiliki aroma yang khas.
    • Bumbu-bumbu: Sediakan bumbu-bumbu seperti lengkuas, serai, daun salam, jahe, bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan merica untuk menghasilkan kuah rawon yang sedap dan harum.

    Siapkan Kluwek dengan Baik

    Kluwek perlu disiapkan dengan hati-hati agar memberikan hasil terbaik dalam rawon:

    • Rendam Kluwek: Rendam kluwek dalam air panas selama sekitar 15-30 menit atau hingga lunak. Setelah lunak, haluskan kluwek bersama sedikit air untuk mendapatkan pasta kluwek yang siap digunakan dalam memasak.

    Tips Membuat Rawon Asli, Tumis Bumbu dengan Benar

    Langkah awal dalam proses memasak rawon adalah menumis bumbu-bumbu dengan baik:

    • Tumis Aromatik: Tumis bumbu halus, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, serai, daun salam, hingga harum dan matang. Gunakan minyak secukupnya agar bumbu tidak terlalu berminyak.
    • Tambahkan Kluwek: Setelah bumbu matang, tambahkan pasta kluwek yang telah disiapkan. Aduk rata dan tumis sebentar hingga tercampur merata dengan bumbu lainnya.

    Gunakan Daging yang Tepat dan Rebus dengan Lama

    Langkah berikutnya adalah memasukkan daging dan merebusnya dengan waktu yang cukup:

    • Tambahkan Daging: Masukkan potongan daging sapi ke dalam panci yang berisi bumbu yang telah ditumis. Pastikan daging terendam sepenuhnya dalam bumbu.
    • Rebus dengan Lama: Rebus daging dengan api kecil hingga empuk dan bumbu meresap, biasanya memakan waktu sekitar 2-3 jam. Setelah itu, kamu juga bisa menggunakan panci presto untuk mempercepat proses pemasakan.

    Koreksi Rasa dan Penyelesaian

    Setelah daging matang, langkah terakhir adalah menyelesaikan kuah rawon dengan sempurna:

    • Koreksi Rasa: Periksa dan koreksi rasa kuah dengan garam, gula merah, dan juga air asam jika diperlukan.
    • Penyelesaian: Jika kuah masih terlalu cair, tambahkan sedikit tepung beras yang telah dilarutkan dalam air untuk mengentalkannya. Aduk rata dan biarkan mendidih sebentar.

    Tips Tambahan untuk Kelezatan Rawon:

    • Bahan Tambahan: Untuk variasi dan kelezatan tambahan, kamu bisa menambahkan potongan tauge, telur asin, atau sambal untuk disajikan bersama rawon.
    • Penyajian: Sajikan rawon dengan nasi hangat, irisan mentimun, tomat, dan kerupuk sebagai pelengkapnya. Potongan jeruk nipis juga bisa menambah kesegaran saat disajikan.

    Dengan mengikuti panduan dan tips di atas, kamu dapat membuat rawon asli dengan kuah hitam dan pekat yang lezat dan autentik di rumah. Nikmati hidangan tradisional Indonesia ini bersama keluarga dan teman untuk pengalaman kuliner yang memuaskan dan mengesankan!


    Itu dia beberapa tips membuat rawon asli yang bisa kamu coba sendiri di rumah. Dengan mengikuti cara-cara ini, dijamin rawon yang kamu buat bisa terasa lezat dan otentik.

    Baca juga: Yuk Ikuti, Ini 3 Cara Mengolah Ikan Pindang Agar Tak Mudah Hancur

  • 7 Tips Mudah Memasak Spaghetti, Hanya Butuh Beberapa Bahan!

    7 Tips Mudah Memasak Spaghetti, Hanya Butuh Beberapa Bahan!

    Tips mudah memasak spaghetti bisa diikuti agar sajian terasa lezat dan bikin nagih. Perlu diketahui, spaghetti merupakan salah satu hidangan pasta yang paling populer dan digemari di seluruh dunia.

    Tak hanya enak, cara memasaknya pun relatif sederhana menjadikan spaghetti pilihan favorit untuk berbagai kesempatan, mulai dari makan malam keluarga hingga acara khusus. Jika ingin mencoba memasak spaghetti, simak tips mudahnya berikut!


    Baca juga: Anti Gagal, Begini 5 Cara Membuat Bakso Kenyal dan Renyah

    Tips Mudah Memasak Spaghetti yang Dapat Dicoba

    Ilustrasi Tips Mudah Memasak Spaghetti. (Sumber: Unsplash)

    Meski terlihat mudah, ada beberapa tips dan trik yang dapat membantu kamu memasak spaghetti dengan sempurna. Adapun beberapa tips yang bisa diikuti saat memasak spaghetti agar hasilnya lezat dan memuaskan, antara lain sebagai berikut:

    Gunakan Air yang Banyak

    Salah satu tips untuk memasak spaghetti yang benar adalah menggunakan air dengan takaran cukup banyak. Biasanya, untuk setiap 100 gram spaghetti, kamu bisa menggunakan setidaknya satu liter air.

    Dengan menggunakan banyak air, maka akan memberikan ruang bagi pasta untuk bergerak dan mencegahnya saling menempel. Pastikan juga air telah mendidih sebelum memasukkan spaghetti.

    Tambahkan Garam pada Air Rebusan

    Selain menggunakan air yang banyak, jangan lupa untuk menambahkan garam pada air rebusan. Sebab, garam tak hanya memberikan rasa pada pasta tetapi juga membantu meningkatkan titik didih air, sehingga pasta akan matang dengan lebih baik.

    Sebagai panduan, kamu bisa menambahkan sekitar satu sendok makan garam untuk setiap liter air. Penambahan takaran garam yang sesuai ini akan memberikan rasa lebih enak dan lebih kaya pada spaghetti.

    Aduk Spaghetti Secara Teratur

    Agar spaghetti tidak saling menempel selama proses memasak, aduklah secara teratur. Setelah memasukkan spaghetti ke dalam air mendidih, aduk perlahan selama beberapa menit untuk memastikan pasta terpisah dan matang secara merata.

    Perhatikan Waktu Memasak

    Perlu diketahui, setiap jenis pasta memiliki waktu memasak yang berbeda-beda. Karena itu, penting untuk membaca petunjuk pada kemasan agar mengetahui dengan pasti waktu memasak spaghetti yang tepat.

    Biasanya, spaghetti membutuhkan waktu sekitar 8-12 menit untuk mencapai tingkat kematangan al dente, yakni matang tetapi masih agak kenyal saat digigit. Cobalah mencicipi pasta beberapa menit sebelum waktu yang dianjurkan untuk memastikan kematangannya sesuai dengan selera.

    Simpan Sedikit Air Rebusan Pasta

    Sebelum mengeringkan pasta, ambil sekitar satu cangkir air rebusan dan simpan. Air ini mengandung pati dari pasta sehingga dapat membantu mengentalkan dan menambahkan rasa pada saus.

    Jangan Bilas Spaghetti Setelah Direbus

    Setelah pasta matang, segera tiriskan tanpa membilasnya dengan air dingin untuk menghilangkan saus yang menempel pada pasta. Selain itu, bilasan air dingin juga dapat menghentikan proses memasak sehingga pasta kehilangan tekstur al dente-nya.

    Selanjutnya, agar pasta tidak mengering setelah ditiriskan, pastikan saus sudah siap sebelum spaghetti matang. Dengan begitu, kamu bisa langsung mencampur pasta dengan sausnya selagi pasta masih panas.

    Campurkan Pasta dan Saus dengan Baik

    Setelah menggabungkan pasta dengan saus, aduklah dengan baik hingga semua spaghetti terlapisi saus secara merata. Lakukan cara ini di panci besar atau langsung di wajan yang digunakan untuk membuat saus dan tambahkan sedikit air rebusan pasta jika diperlukan.


    Itu dia beberapa tips mudah memasak spaghetti yang bisa diikuti agar sajian terasa sedap. Dengan mengikuti tips mudah tersebut, kamu bisa memasak spaghetti yang lezat dan sempurna setiap kali.

    Baca juga: Simak, Begini 6 Tips Mengolah Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

  • 5 Cara Memasak Kerang Hijau Segar, Dijamin Tak Amis dan Kenyal!

    5 Cara Memasak Kerang Hijau Segar, Dijamin Tak Amis dan Kenyal!

    Cara memasak kerang hijau tentu banyak dicari oleh para pecinta makanan laut alias seafood. Ya, kerang memang menjadi panganan yang banyak digemari karena enak dan menyehatkan berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

    Biasanya, kerang hijau diolah dengan mencampurkan bersama saus padang atau saus pedas manis sehingga terasa sangat lezat. Namun, terkadang kerang hijau yang tak diolah dengan tepat bisa berbau amis dan teksturnya alot.

    Lalu, bagaimana cara untuk mengolah kerang hijau yang segar agar bau amis dan pasir atau kotoran di dalamnya bisa menghilang? Jika penasaran dengan tips memasak kerangnya, yuk simak pembahasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Ini Dia 5 Cara Memasak Lobster Segar, Penting Diketahui Pemula!

    Cara Memasak Kerang Hijau yang Dapat Diikuti

    Ilustrasi Cara Memasak Kerang Hijau. (Sumber: Oh My Paws)

    Kerang hijau sebenarnya mudah dibuat menjadi berbagai jenis masakan dengan cita rasa terbaik dan tak kalah dengan restoran. Agar rasanya semakin nikmat, ada beberapa cara untuk mengolah kerang hijau, antara lain:

    Cuci Kerang Hijau dengan Cara Disikat

    Cara pertama untuk memasak kerang hijau adalah dengan menyikatnya terlebih dahulu. Penting diketahui, kerang hijau memiliki ukuran cangkang yang cukup besar sehingga bagian luarnya perlu disikat.

    Umumnya, kerang hijau berukuran besar akan keluar lumut-lumutnya ketika disikat dengan benar. Setelah lumut pada kerang hijau dibersihkan, tentunya rasa masakan akan terasa semakin sedap.

    Bersihkan Menggunakan Air Mengalir

    Setelah menyikat cangkang pada kerang hijau untuk mengeluarkan lumut-lumutnya, kamu bisa membersihkan dengan cara dibilas menggunakan air mengalir. Sebab, kotoran yang menempel pada bagian luar kerang hijau akan ikut terangkat.

    Saat mengaliri kerang hijau, pastikan agar sedikit menggosok-gosokan cangkang dengan tangan. Hal ini untuk memastikan bahwa kerang hijau sudah benar-benar bersih dan siap diolah menjadi hidangan yang lezat.

    Rebus Kerang Hijau Bersama Bumbu Rempah

    Untuk mengolah kerang hijau, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti. Akan tetapi, salah satu cara memasak yang cukup populer dan bisa membantu menghilangkan bau amis adalah dengan merebusnya bersama bumbu rempah-rempah.

    Rempah-rempah yang dipakai bisa beragam, mulai dari serai, daun salam, dan jahe. Setelah itu, rebus kerang bersama bumbu rempah hingga semua cangkangnya terbuka kemudian bilas kembali dengan air mengalir.

    Rendam Kerang dengan Air Garam

    Cara terbaik untuk mengolah kerang hijau yang memiliki bau amis adalah dengan merendamnya menggunakan air garam. Berkat penggaraman ini, pasir atau kotoran serta bau amis pada kerang bisa menghilang.

    Untuk proses perendamannya, kamu bisa memasukkan kerang ke dalam air garam selama kurang lebih satu jam. Selain membersihkan kotoran, proses perendaman dengan air garam ini bisa membantu membuka cangkang pada kerang hijau. 

    Hindari Merebus Kerang Terlalu Lama

    Selanjutnya, cara memasak kerang yang tepat agar hidangan terasa lezat adalah dengan hindari merebus terlalu lama. Proses perebusan kerang yang direkomendasikan, yaitu rata-rata 15 menit atau sampai cangkangnya terbuka sendiri.

    Jika kerang sudah selesai direbus, kamu bisa langsung menyaring atau menumisnya bersama bumbu masak sesuai selera. Pastikan agar tidak memasak kerang terlalu lama karena bisa membuat dagingnya terasa alot.

    Ketika sudah selesai merebus kerang hijau, masukkan ke dalam bumbu olahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Masak kerang hijau dengan cepat dan segera angkat untuk dinikmati bersama nasi hangat.


    Itu dia beberapa cara memasak kerang hijau yang patut kamu ketahui. Apabila ingin mencoba berbagai resep mudah atau tips pengolahan makanan lainnya, cek saja artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Makanan Laut Agar Tahan Lama dan Tidak Amis

  • Simak! Ini 5 Cara Mengolah Daun Singkong Agar Bertekstur Empuk

    Simak! Ini 5 Cara Mengolah Daun Singkong Agar Bertekstur Empuk

    Cara mengolah daun singkong masih belum diketahui oleh kebanyakan orang. Padahal, mengonsumsi daun singkong secara rutin bisa membantu menjaga kesehatan untuk jangka panjang, loh!

    Perlu diketahui, daun singkong memiliki tekstur sedikit keras dan rasanya getir sehingga pengolahannya harus benar. Lalu, bagaimana tips untuk mengolah daun singkong? Bagi yang ingin mencoba mengolahnya, berikut penjelasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: Simak, Begini 6 Tips Mengolah Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

    Cara Mengolah Daun Singkong yang Benar

    Ilustrasi Cara Mengolah Daun Singkong. (Sumber: Detik.com)

    Daun singkong bisa diolah dengan cara direbus sebagai menu pendamping nasi hangat. Rasa daun singkong yang direbus adalah sedikit manis dan gurih sehingga memberikan kenikmatan saat mengonsumsinya.

    Tidak cukup direbus saja, daun singkong perlu diolah dengan tepat agar memiliki tekstur yang empuk. Adapun beberapa tips yang bisa diikuti saat ingin mengolah daun singkong, antara lain sebagai berikut:

    Pilihlah Daun Singkong yang Tepat

    Tips pertama yang bisa dilakukan saat mengolah daun singkong adalah memilih daun singkong. Pilihlah daun singkong yang masih muda karena teksturnya tidak keras dibandingkan daun singkong tua.

    Penting untuk dipahami, daun singkong muda merupakan daun singkong yang tumbuh di bagian pucuk pohon. Biasanya, warna daun singkong muda lebih muda, yakni hijau kemerahan dengan sentuhan warna merah dan berukuran lebih kecil.

    Jika ingin mencari di pasar, daun singkong dijual dalam bentuk ikatan dan bisa terlihat mana daun yang masih muda. Selain itu, kamu juga perlu memerhatikan daunnya jangan sampai ada ulat-ulat yang menempel.

    Pisahkan Bagian Tangkai dan Daunnya

    Setelah membeli daun singkong dengan kualitas bagus, pisahkan bagian tangkai dan daunnya agar bisa segera diolah. Pastikan agar tangkai yang paling dengan daun tidak dibuang karena sulit empuk meski sudah direbus.

    Tak hanya itu, batang yang tersisa juga bisa menciptakan rasa getir dan memengaruhi cita rasa masakan. Untuk memisahkan bagian tangkai dengan daun singkong, gunakanlah pisau yang tajam kemudian cuci bersih di bawah air mengalir.

    Rebus Daun Singkong Saat Air Sudah Mendidih

    Cara untuk mengolah daun singkong selanjutnya, yaitu rebus daun ketika air sudah mendidih. Jika ingin dijadikan sebagai lalapan sekalipun, daun singkong tetap harus direbus terlebih dahulu.

    Karena itu, siapkan air dalam panci berukuran sedang dan masukkan daun yang akan direbus. Setelah itu, air direbus hingga betul-betul mendidih kemudian baru tambahkan dan singkong ke dalamnya.

    Air yang mendidih ini diketahui bisa mempercepat proses pengempukkan ada daun singkong. Bahkan, air mendidih juga bisa menghilangkan bau dan mempertahankan warna hijau pada daun singkong sehingga terlihat tetap segar saat dikonsumsi.

    Tambahkan Baking Powder

    Ketika merebus daun singkong, kamu bisa tambahkan 1 sendok teh baking powder untuk ukuran air 1.000 ml. Penambahan baking powder saat merebus daun singkong berguna untuk mengempukkan tekstur dan mempertahankan warna hijau pada daun.

    Jangan menambahkan baking powder terlalu banyak karena dapat menghancurkan tekstur daun singkong dan membuat rasanya menjadi asam. Sebelum dipakai, pastikan baking powder masih segar dengan menuang satu sendok teh ke dalam air dan lihat apakah berbusa atau tidak.

    Peras Daun Sebelum Disajikan

    Setelah selesai dimasak, daun singkong harus dicuci terlebih dahulu di bawah air mengalir yang dingin. Kemudian, barulah peras menggunakan tangan agar air yang berada di dalam daun bisa benar-benar keluar.

    Ya, air yang terkadang di dalam daun singkong bisa menambah rasa pahit sehingga tidak terasa sedap saat dikonsumsi. Untuk itu, pastikan airnya diperas sampai tidak tersisa di dalam daun singkong.


    Itu dia beberapa cara mengolah daun singkong yang bisa diikuti agar masakan terasa lezat. Apabila ingin tahu berbagai tips pengolahan bahan masakan lainnya, cek saja artikelnya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Catat, Ini 6 Tips Jitu Memasak Pare Agar Tak Pahit Saat Dimakan