Category: Tips Kuliner

  • 5 Tips Mengolah Ampela Ayam Agar Tidak Bau Saat Disajikan

    5 Tips Mengolah Ampela Ayam Agar Tidak Bau Saat Disajikan

    Tips mengolah ampela ayam penting untuk diketahui agar bau amisnya bisa berkurang. Perlu dipahami, ampela ayam memiliki tekstur alami yang sedikit keras dan berbau amis sehingga kebanyakan orang malas untuk mengolahnya.

    Dengan mengetahui tips mengolah ampela, maka dijamin akan memiliki tekstur kenyal yang lezat dan tidak berbau. Lalu, bagaimana cara untuk mengolah ampela ayam dengan tepat? Jika ingin tahu langkah-langkah pengolahannya, berikut pembahasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: 6 Teknik Memotong Sayuran Ala Koki!

    Tips Mengolah Ampela Ayam yang Dapat Diikuti

    Ampela merupakan salah satu jenis jeroan ayam yang cukup digemari karena enak dicampurkan ke dalam berbagai jenis masakan. Agar tekstur ampela kenyal dan tidak bau amis saat disajikan, ada beberapa tips untuk mengolahnya, antara lain:

    Ilustrasi Tips Mengolah Ampela Ayam. (Sumber: King Kong Meat)

    Pilihlah Ampela yang Masih Segar

    Sebelum mengolah ampela ayam, kamu harus mengetahui bagaimana cara memilih yang benar. Biasanya, ampela akan dijual secara terpisah oleh para penjual ayam di pasar dan bahkan ditempatkan pada kemasan yang berbeda dari daging.

    Meski sudah dikemas dengan rapi, kamu harus cermat dalam memilih ampela dan pastikan membeli yang masih dalam kondisi bagus atau segar. Tanda ampela ayam masih segar adalah berwarna merah muda.

    Karena itu, jangan pernah membeli ampela yang warnanya sudah berubah menjadi gelap atau merah tua. Sebab, hal tersebut menandakan bahwa ample tidak fresh dan umumnya cenderung memiliki rasa yang pahit.

    Bersihkan Ampela

    Selanjutnya, kamu bisa membersihkan ampela dengan benar agar tidak berbau amis. Caranya cukup mudah, yakni bersihkan ampela dari lemak-lemak yang menempel pada permukaan kemudian belah dan buang kotorannya di dalamnya.

    Lepaskan jantung kotoran dan pastikan ampela tidak pecah agar rasanya tidak pahit. Apabila sudah, letakkan ampela pada wadah dan tambahkan garam serta tepung sagu dengan takaran yang sama.

    Setelah itu, aduk-aduk ampela selama 1 menit dan cuci kembali hingga benar-benar bersih. Lakukan langkah tersebut sebanyak dua kali karena dapat membantu menghilangkan bau amis pada ampela.

    Rendam Pakai Santan atau Susu Cair

    Cara mengolah ampela lainnya yang bisa diterapkan, yaitu rendam dengan menggunakan santan atau susu cair. Hal ini dilakukan agar rasa alami ampela yang lumayan pahit bisa berkurang dan membuat teksturnya lebih empuk.

    Ketika ampela sudah dibersihkan, kamu bisa merendamnya dengan santan atau susu selama beberapa menit. Dengan begitu, ampela yang dimasak nantinya akan memiliki rasa lezat dan tidak alot saat dikunyah.

    Gunakan Teknik Blanching

    Blanching adalah teknik merebus makanan dengan menggunakan air dalam waktu yang cukup singkat. Teknik ini mengharuskan kamu untuk merebus ampela ayam selama sekitar 10 detik hingga muncul buih-buih pada permukaan air.

    Perebusan tersebut bertujuan untuk mengurangi aroma amis dan membuat tekstur ampela menjadi lebih kencang. Saat menerapkan teknik blanching, kamu dapat menggunakan air biasa atau dicampur dengan rempah aromatik agar bau amis ikut menghilang.

    Beri Garam dan Air Perasan Jeruk Nipis

    Selain aroma yang amis, alasan banyak orang enggan mengonsumsi ampela ayam adalah karena rasa pahitnya cukup mengganggu. Namun, tak perlu khawatir sebab rasa pahit dan aroma amis pada ampela bisa dihilangkan dengan menggunakan garam serta air perasan jeruk nipis.

    Caranya cukup mudah, yakni baluri ampela ayam dengan garam dan air perasan jeruk nipis. Pastikan untuk menggosok-gosok hingga lendir yang menempel pada ampela ayam bisa menghilang kemudian cuci di bawah air mengalir.


    Itu dia beberapa tips mengolah ampela ayam yang bisa diikuti agar masakan terasa lebih sedap. Jika ingin mengetahui berbagai tips pengolahan makanan lainnya, cek saja artikel di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Tips Membersihkan Sisik Ikan Anti Ribet!

  • Hindari Bau Amis, Begini 6 Cara Merebus Dada Ayam Anti Ribet

    Hindari Bau Amis, Begini 6 Cara Merebus Dada Ayam Anti Ribet

    Cara merebus dada ayam memang tak diketahui semua orang sehingga terkadang salah dalam hal pengolahannya. Dada ayam sendiri merupakan bagian yang sangat juicy jika dimasak dengan tepat.

    Akan tetapi, ketika diolah dengan cara yang salah, maka aromanya bisa amis dan mengganggu selera makan. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk merebus dada ayam? Jika ingin tahu langkah termudah merebus dada ayam, yuk simak pembahasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Tips Mengolah Ikan, Tidak Bau Lumpur!

    Cara Merebus Dada Ayam dengan Mudah dan Simpel

    Ilustrasi Cara Merebus Dada Ayam. (Sumber: Unsplash)

    Ada ayam banyak dipilih oleh orang yang rutin berolahraga karena mengandung tinggi protein. Jika ingin memasaknya sendiri di rumah, ada beberapa cara untuk merebus dada ayam dengan mudah, antara lain:

    Pilih Ayam yang Segar

    Langkah pertama saat ingin merebus dada ayam adalah memilih daging yang segar. Perlu diketahui, daging ayam segar cenderung punya aroma yang lebih netral dan tidak amis dibandingkan ayam yang sudah disimpan lama.

    Saat memilih dan membeli daging ayam di pasar, perhatikan pula teksturnya. Jika tekstur dari daging ayam mentah terlalu lembek dan agak berlendir, maka lebih banyak jangan dibeli karena sudah tidak segar.

    Bersihkan Dada Ayam dan Tambahkan Bumbu

    Sebelum merebusnya, pastikan untuk membersihkan dada ayam terlebih dahulu dengan air bersih yang mengalir. Hal ini dilakukan agar kotoran yang menempel pada permukaan dada ayam bisa menghilang.

    Bersihkan pula bagian dalam maupun luar daging ayam dengan teliti dan lihat baik-baik apakah ada kotoran yang tertinggal atau tidak. Jika sudah, rebus ayam dan tambahkan bumbu-bumbu, seperti jahe, bawang bombay, bawang putih, daun salam, atau serai agar rasanya semakin nikmat.

    Jangan Pakai Air yang Sudah Digunakan

    Tips berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan air bersih untuk merebus dada ayam. Jangan pernah memakai air yang sudah digunakan sebelumnya karena kemungkinan mengandung residu sehingga memengaruhi rasa pada ayam.

    Hindari Merebus Terlalu Lama

    Perebusan dada ayam sebenarnya tidak memerlukan waktu lama karena dapat membuat tekstur dagingnya lebih keras dan terasa kurang sedap. Apabila air sudah mendidih, kecilkan api dan masak ayam sampai mendidih dengan waktu yang cukup.

    Tambah Jeruk Nipis

    Ketika merebus dada ayam, kamu perlu menambahkan sedikit perasan jeruk nipis. Hal ini dikarenakan, perasan jeruk nipis yang asam dan beraroma kat akan membantu menghilangkan bau amis pada ayam.

    Tak hanya itu, rasa ayam yang direbus bersama perasan jeruk nipis dapat memberi rasa segar. Jika tidak memiliki jeruk nipis, kamu juga bisa menambahkan cuka ke dalam air rebusan dada ayam.

    Sama halnya dengan jeruk nipis, cuka mengandung zat asam yang bisa membantu mengikat jaringan di dalam daging. Dengan demikian, dada ayam bisa menjadi lebih empuk serta tidak mudah hancur saat direbus dalam waktu lama.

    Perhatikan Waktu Merebus Ayam

    Selanjutnya, selalu perhatikan waktu merebus sesuai dengan bagian ayam yang dipilih, yakni jangan terlalu sebentar ata terlalu lama. Untuk bagian dada tanpa tulang dengan tulang memiliki waktu memasak yang berbeda.

    Biasanya, dada ayam tanpa tulang hanya membutuhkan waktu memasak sekitar 15 hingga 20 menit. Sementara itu, dada ayam dengan tulang akan memerlukan waktu lebih lama, yaitu sekitar 30 menit.


    Itu dia beberapa cara merebus dada ayam yang bisa diikuti agar tidak berbau amis dan terasa juicy saat dimakan. Apabila ingin coba membuat berbagai hidangan berbahan dasar ayam, cek saja resepnya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Tips Menyimpan dan Memanaskan Makanan Sisa

  • Tak Sulit, Begini 5 Tips Mudah Mengolah Cumi Agar Tak Alot!

    Tak Sulit, Begini 5 Tips Mudah Mengolah Cumi Agar Tak Alot!

    Tips mudah mengolah cumi cukup penting untuk diperhatikan, terutama jika suka dengan makanan laut satu ini. Ya, cumi memiliki daging yang lembut dan cita rasanya khas sehingga banyak digemari oleh masyarakat.

    Akan tetapi, masih banyak yang merasa kesulitan untuk mengolah cumi dan bahkan hasil dagingnya menjadi alot setelah dimasak. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengolah cumi-cumi? Bagi yang ingin tahu tips-tipsnya, simak pembahasan lengkap JadiLaper berikut!

    Baca juga: Tips Membuka Cangkang Tiram dengan Benar

    Tips Mudah Mengolah Cumi yang Bisa Diterapkan

    Ilustrasi Tips Mudah Mengolah Cumi. (Sumber: Unsplash)

    Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memasak cumi, seperti dibakar, digoreng, hingga ditumis bersama sayuran lainnya. Agar cumi memiliki tekstur yang kenyal dan enak disantap, ada beberapa cara untuk mengolahnya, antara lain:

    Jangan Masak Terlalu Lama

    Salah satu tips untuk mengolah cumi dengan benar adalah jangan memasaknya terlalu lama. Perlu diketahui, cumi termasuk bahan makanan laut bertekstur kenyal yang lezat ketika dimasak dengan tepat.

    Akan tetapi, bila cumi dimasak terlalu lama, maka teksturnya dapat berubah dari kenyal menjadi alot sehingga kurat enak untuk dinikmati. Karena itu, penting untuk memerhatikan durasi lamanya cumi dimasak.

    Pada dasarnya, cumi cukup cepat matang atau hanya dalam waktu hitungan menit. Apabila cumi dimasak terlalu lama, biasanya akan menghilangkan kelembutan dan tekstur kenyal tidak bisa didapatkan.

    Rendam Menggunakan Air Jeruk Nipis

    Selain memerhatikan durasi memasak, kamu juga bisa merendam cumi dengan air perasan jeruk nipis untuk menambah kelezatan. Ya, air jeruk nipis diketahui bisa memberikan aroma segar yang khas pada cumi dan menghilangkan bau amis.

    Proses merendam cumi dalam air perasan jeruk nipis sebelum dimasak sangat sederhana. Caranya, cuci cumi terlebih dahulu kemudian rendam dalam air jeruk nipis segar selama 15 hingga 20 menit.

    Marinasi Cumi Terlebih Dahulu

    Marinasi merupakan proses merendam cumi ke dalam campuran bumbu dan bahan lain untuk memberikan rasa serta tekstur yang lebih baik sebelum dimasak. Ketika melakukan marinasi, kamu bisa menggunakan bumbu-bumbu dasar, seperti air lemon, bawang putih, kecap, garam, serta merica.

    Cumi perlu dimarinasi dalam campuran bumbu tersebut selama 15 hingga 30 menit. Hal ini tentunya memiliki manfaat, yakni melunakkan serat pada cumi sehingga saat dimasak akan menjadi lebih sedap dan tidak alot.

    Hindari Banyak Mengaduk

    Tips lain yang bisa dilakukan saat mengolah cumi adalah jangan terlalu banyak mengaduk. Sebab, hal tersebut justru akan membuat cumi kehilangan tekstur kenyalnya dan menjadi alot ketika dikunyah.

    Karena itu, penting untuk memberi cumi cukup waktu untuk matang tanpa terlalu banyak diaduk. Aduk cumi satu atau dua kali saja selama proses memasak agar bumbu serta kematangannya bisa merata.

    Potong Cumi Jadi Bagian Lebih Kecil

    Memotong cumi menjadi bagian yang lebih kecil memungkinkan waktu memasak lebih merata dan bagian tengah tidak alot dan tetap kenyal. Saat memasak cumi utuh atau dalam ukuran yang besar, bagian luarnya terlihat sudah matang tetapi bagian tengah kemungkinan masih mentah.

    Dengan memotongnya kecil-kecil, maka waktu memasak pun akan jauh lebih efisien dan merata. Agar daging tetap kenyal dan bumbu atau saus tambahan bisa meresap, pastikan untuk memotong cumi dengan ukuran yang seragam.


    Itu dia beberapa tips mudah mengolah cumi yang dapat diikuti agar menghasilkan makanan enak dan lezat. Jika ingin mencoba sajian berbahan dasar cumi, buat saja melalui resep yang ada di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Tips Membersihkan Sisik Ikan Anti Ribet!

  • 5 Cara Memasak Hati Ayam, Dijamin Empuk dan Tak Amis!

    5 Cara Memasak Hati Ayam, Dijamin Empuk dan Tak Amis!

    Cara memasak hati ayam harus diperhatikan dengan baik agar hasil masakannya empuk dan tidak berbau amis. Ya, hati ayam memang menjadi salah satu hidangan yang banyak ditemukan di Asia, termasuk Indonesia.

    Pasalnya, hati ayam bisa dimasak dengan berbagai cara, baik ditumis maupun digoreng. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk memasak hati ayam agar tetap terasa enak? Jika ingin tahu cara pengolahannya, berikut ulasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: Hati-hati! Inilah 5 Penyebab Ayam Goreng Tidak Matang!

    Cara Memasak Hati Ayam dengan Tepat

    Ilustrasi Cara Memasak Hati Ayam. (Sumber: Kanya.ID)

    Untuk memasak hati ayam agar memiliki tekstur empuk dan tidak amis biasanya membutuhkan teknik khusus. Adapun beberapa tips memasak hati ayam yang dapat diikuti, antara lain sebagai berikut:

    Gunakan Teknik Blanching

    Blanching merupakan teknik merebus makanan di dalam air dalam waktu yang cukup singkat. Caranya, yakni rebus hati ayam sebentar sekitar 10 detik saja hingga muncul buih pada permukaan air.

    Saat perebusan, kamu dapat menggunakan air biasa atau dicampur dengan rempah aromatik, seperti daun jeruk, serai, daun salam, atau lengkuas. Selanjutnya, buang air rebusan dan cuci jeroan dengan air mengalir sampai bersih.

    Teknik blanching sendiri mampu membantu mengurangi bau amis dan membuat kencang tekstur jeroan. Tak hanya blanching, kamu juga dapat membersihkan hati ayam dengan mengolesinya menggunakan garam dan air perasan jeruk, diamkan beberapa menit, lalu bilas dengan air mengalir.

    Olesi dengan Bumbu Siap Saji

    Tips mudah untuk memasak hati ayam selanjutnya adalah dengan mengolesi bumbu siap saji untuk mengempukkan teksturnya. Caranya pun sangat mudah, yakni lumuri hati ayam dengan tepung siap saji.

    Setelah itu, remas-remas secara perlahan hati ayam agar tepung bisa semakin meresap. Jika sudah, kamu bisa menggoreng hati ayam hingga matang dan sajikan bersama nasi hangat atau lauk lainnya.

    Masak Hati Ayam

    Apabila hati ayam sudah dicuci bersih dan direbus sebentar atau blanching, kamu bisa segera mengolahnya menjadi berbagai hidangan lezat. Biasanya, jeroan ayam satu ini dimasak menjadi sambal goreng.

    Tak jarang pula yang memasukkan hati ayam setelah tumisan bumbu matang dan mengeluarkan aroma harum. Ciri-ciri hati ayam yang sudah matang cukup sederhana, yaitu warnanya berubah menjadi lebih pekat dan bertekstur padat.

    Rebus atau Ungkep Hati

    Agar hati ayam tidak terasa amis dan lezat saat dimakan, kamu bisa merebus atau diungkep terlebih dahulu. Jika ingin membuat balado, rebus hati ayam sampai empuk lalu berikan bumbu dan masak hingga matang.

    Akan tetapi, ada beberapa masakan yang mengharuskan hati ayam untuk dimasak bersama bumbu agar rasanya lebih lezat. Untuk hati yang sudah diungkep dengan bumbu-bumbu, kamu bisa menggorengnya.

    Durasi saat mengungkep hati ayam harus diperhatikan, yakni 20 hingga 30 menit. Dengan mengikuti cara tersebut, maka tekstur hati bisa menjadi lebih empuk dan bau amis pun akan menghilang.

    Simpan dalam Kulkas

    Setelah hati ayam matang, kamu bisa menyimpannya di dalam kulkas atau freezer. Ketika ingin menyimpan di lemari pendingin atau kulkas, pastikan bahwa hati ayam tersebut sudah benar-benar dingin.

    Taruh hati ayam di zip lock atau wadah kedap udara dan simpan dalam kulkas selama 3 hingga 4 hari. Agar hati ayam lebih awet atau tahan sampai 4 bulan, tempatkan pada plastik vakum dan simpan di freezer.


    Itu dia beberapa cara memasak hati ayam yang dapat kamu ikuti karena cukup mudah. Bagi yang ingin mencoba sajian berbahan dasar hati ayam, coba resep lainnya dengan cek artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 3 Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas dengan Benar

  • Begini Cara Terbaik Memasak Rebung, Dijamin Tidak Bau dan Tetap Segar

    Begini Cara Terbaik Memasak Rebung, Dijamin Tidak Bau dan Tetap Segar

    Cara terbaik memasak rebung perlu diketahui agar hidangan tidak bau dan pahit saat dimakan. Rebung atau tunas bambu muda ini memang dapat dijadikan sebagai olahan lezat yang diminati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

    Namun, terkadang rebung yang sudah diolah masih mengeluarkan aroma tidak sedap sehingga merusak kenikmatan sajian. Lalu, bagaimana cara memasak rebung agar tak berbau? Untuk mengetahui tips memasaknya, simak pembahasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Catat, Ini 6 Tips Jitu Memasak Pare Agar Tak Pahit Saat Dimakan

    Cara Terbaik Memasak Rebung yang Bisa Diikuti

    Ilustrasi Cara Terbaik Memasak Rebung. (Sumber: Pixabay)

    Tips mengolah rebung harus dipraktikkan dengan benar, terutama oleh pemula sebab jika salah bisa membuatnya mengeluarkan aroma tak sedap. Adapun beberapa cara yang dapat diikuti untuk memasak rebung, di antaranya:

    Pilihlah Rebung yang Berkualitas

    Cara untuk mengolah rebung dan menghindari rasa bau, yakni dengan memerhatikannya sejak dibeli. Ketika membeli rebung, usahakan untuk memilih yang masih segar sebab teksturnya lebih renyah.

    Karena itu, kamu dianjurkan untuk membeli rebung yang masih dalam keadaan mentah. Setelah membeli rebung, potong-potong sesuai selera, baik memanjang atau bulat lebar tergantung jenis hidangan yang ingin dibuat.

    Rebus dengan Air Kelapa

    Selanjutnya, kamu bisa merebus rebung dengan menggunakan air kelapa agar tak bau dan pahit. Perlu diketahui, rebung yang sudah disimpan terlalu lama biasanya memunculkan bau lebih pekat.

    Apabila direbus dengan air biasa atau dikukus, baunya tak kunjung menghilang sehingga dibutuhkan air kelapa. Caranya cukup mudah, yakni siapkan air kelapa secukupnya lalu gunakan sebagai air rebusan.

    Biasanya, cita rasa rebung yang direbus menggunakan air kelapa akan sedikit berubah. Namun, rasa inilah yang membuat rebung memberikan sensasi berbeda dan cocok diolah menjadi sajian lezat.

    Rebus Sampai Empuk dan Buang Airnya

    Tips mengolah rebung lain yang wajib dicoba adalah dengan merebus hingga tekstur berubah empuk kemudian buang airnya. Tiriskan rebung terlebih dahulu kemudian cuci kembali sampai bersih.

    Gunakan Bagian Tunasnya

    Sudah banyak irisan rebung yang sudah direbus terlebih dahulu kemudian dijual di pasaran. Meski demikian, kamu tetap harus memilih untuk membeli rebung yang masih dalam kondisi utuh jika ingin membuat olahan nikmat.

    Setelah itu, kamu bisa menggunakan bagian tunasnya sebab memiliki rasa dan tekstur yang enak saat diolah menjadi aneka jenis masakan. Apabila ingin menikmati sajian rebung, jangan lupa pilih bagian tunasnya, ya.

    Rendam Pakai Larutan Air Kapur Sirih

    Salah satu tips untuk mengolah rebung agar tidak berbau dan pahit saat dikonsumsi adalah merendamnya dengan larutan air kapur sirih. Hal ini perlu dilakukan jika kamu ingin tekstur rebungnya tetap terjaga.

    Untuk langkahnya, siapkan rebung yang sudah diiris kemudian rendam di dalam air kapur sirih selama beberapa menit. Selanjutnya, barulah cuci dan bilas sampai bersih sebelum diolah sesuai keinginan.

    Kukus Rebung

    Cara lain yang bisa kamu terapkan saat mengolah rebung adalah dengan mengukusnya. Proses pengukusan tersebut diketahui mampu membuat rebung menjadi tidak bau dan pahit setelah dimasak.

    Apabila kamu tidak ini rebung yang terlalu berair ketika diolah, maka kukus terlebih dahulu. Namun, pertama-tama kamu harus mencuci rebung kemudian kukus hingga cukup empuk agar bau tidak sedap dan rasa pahitnya bisa menghilang.


    Itu dia beberapa cara terbaik memasak rebung guna menghindari rasa pahit dan bau tak sedap. Jika ingin tahu berbagai tips masakan lainnya, cek selalu artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Catat, Ini 5 Tips Memilih Makanan Sehat untuk Dikonsumsi Keluarga

  • Catat, Ini 6 Tips Jitu Memasak Pare Agar Tak Pahit Saat Dimakan

    Catat, Ini 6 Tips Jitu Memasak Pare Agar Tak Pahit Saat Dimakan

    Tips jitu memasak pare perlu diketahui guna menghilangkan rasa pahit dan tetap nikmat saat dikonsumsi. Pare sendiri merupakan salah satu jenis sayuran yang mudah ditemukan di pasar sehingga kerap dijadikan sebagai menu keluarga.

    Sayuran satu ini memiliki karakteristik yang cukup menonjol, yaitu rasanya yang pahit. Lalu, apa saja cara memasak pare agar tidak terasa pahit? Untuk mengetahui tips lengkapnya, yuk simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Catat, Ini 5 Tips Memilih Makanan Sehat untuk Dikonsumsi Keluarga

    Tips Jitu Memasak Pare yang Bisa Dicoba

    Ilustrasi Tips Jitu Memasak Pare. (Sumber: Pixabay)

    Meski pahit, sayuran hijau dengan kulit kasar ini merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik bagi kesehatan tubuh. Agar pare bisa dinikmati, ada beberapa tips memasak yang tepat agar tidak pahit, di antaranya:

    Pilihlah Pare yang Berkualitas

    Cara agar pare yang dimasak tidak terasa pahit adalah dengan memilih pare berkualitas dan berukuran kecil sedang atau sedang saja. Pasalnya, semakin besar ukuran pare yang dipilih, maka semakin pahit pula rasanya.

    Lalu, kamu juga bisa memilih pare yang berwarna hijau tua karena biasanya tidak terlalu pahit setelah dimasak. Perlu diketahui, pare dengan warna cenderung muda umumnya sudah hampir matang atau tua dan bercita rasa lebih getir.

    Remas Pare dengan Garam

    Tips agar pare yang dimasak tidak terlalu pahit selanjutnya, yakni dengan meremas-remas menggunakan garam. Langkah pertama, belah pare menjadi dua bagian kemudian buang bijinya berikut selaput putih yang menempel pada daging buah.

    Jika sudah memisahkan biji dan selaput putihnya, remas-remas irisan pare hingga layu. Setelah itu, kamu bisa membilas pare dengan menggunakan air mengalir, tiriskan, dan masak sesuai selera masing-masing.

    Potong Pare Tipis-tipis

    Cara terbaik untuk membuat pare tidak terasa pahit adalah memotongnya dengan ukuran kecil dan tipis-tipis. Dengan mengiris pare menjadi tipis-tipis, maka rasa pahitnya bisa semakin terminimalisir.

    Selain itu, pare yang diiris tipis ini juga sangat cocok diolah atau dimasak dengan cara ditumis bersama bumbu-bumbu. Pasalnya, sari-sari yang ada di dalam pare akan keluar dan ikut termasak dengan sempurna.

    Rebus dengan Tanah Liat

    Selanjutnya, kamu bisa merebus pare dengan menggunakan tanah liat guna mengurangi rasa pahit. Langkah pertama, cukup ambil sedikit saja tanah liat, kemudian rebus bersama pare yang sudah dibuang biji dan selaputnya.

    Setelah 3 menit, tiriskan pare dari air rebusan dan cuci menggunakan air mengalir kemudian tiriskan kembali. Jika sudah melewati tahapan ini, pare pun siap diolah menjadi masakan favorit kamu.

    Bersihkan dengan Benar

    Tips lain yang bisa dilakukan agar pare tidak terlalu pahit, yaitu membersihkannya dengan benar. Untuk membuang kulit bagian luar hingga permukaannya halus, kamu bisa menggunakan peeler maupun pisau biasa.

    Rebus Bersama Daun Jambu Biji

    Salah satu cara terbaik untuk menghilangkan rasa pahit pada pare adalah dengan merebusnya bersama daun jambu biji. Ya, sepat pada daun jambu biji akan membantu menetralisir rasa pahit pare.

    Caranya cukup mudah, yakni rebus pare yang sudah dibuang biji dan selaput putihnya dengan beberapa lembar daun jambu biji selama 5 menit. Jika waktu perebusan telah selesai, tiriskan pare dari air rebusan, bilas dengan air mengalir, kemudian tiriskan kembali.


    Itu dia beberapa tips jitu memasak pare yang bisa kamu ikuti rasa pahitnya bisa menghilang. Apabila ingin tahu berbagai tips memasak lainnya, cek selalu artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Tips Memasak Pete Anti Bau dan Pahit, Pasti Maknyus!

  • Catat, Begini Cara Mengiris Daging Babi Agar Lembut dan Cita Rasanya Keluar

    Catat, Begini Cara Mengiris Daging Babi Agar Lembut dan Cita Rasanya Keluar

    Cara mengiris daging babi penting untuk diketahui agar masakan yang dihasilkan empuk dan mengeluarkan cita rasa nikmat. Biasanya, kesalahan dalam teknik memotong kerap kali dilakukan sehingga mengakibatkan daging terasa keras saat dimakan.

    Tahap memotong daging memang termasuk proses dasar yang paling sederhana sehingga harus dilakukan dengan benar. Lalu, apa saja tips mengiris daging babi yang bisa diikuti? Untuk mengetahui cara mengirisnya, yuk simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Mudah Diikuti, Begini 3 Cara Mencairkan Daging Beku

    Cara Mengiris Daging Babi yang Tepat

    Ilustrasi Cara Mengiris Daging Babi. (Sumber: Unsplash)

    Memotong daging merupakan tahap awal dalam proses pengolahan di mana biasanya membutuhkan keterampilan dan pengamatan presisi. Karena itu, ada yang bisa diikuti ketika ingin mengiris daging babi, antara lain:

    Cara Mengiris Daging Babi, Cincang

    Ketika ingin mendapatkan cita rasa daging babi yang lebih keluar, pastikan memotongnya dengan cara dicincang. Untuk tekniknya sendiri, potong daging babi dalam bentuk dadu kecil dan kemudian cincang halus.

    Perhatikan bahwa tekstur daging babi hingga membentuk seperti korek api. Biasanya, olahan daging babi cincang bisa dibuat dengan cara ditumis menggunakan beberapa sayuran segar agar membuat masakan terasa semakin nikmat.

    Cara Mengiris Daging Babi, Potong Dadu

    Teknik mengiris daging babi yang bisa diikuti selanjutnya, yakni dengan dipotong dadu atau cube. Biasanya, daging babi yang diolah dalam bentuk dadu cocok disajikan untuk makanan berkuah, seperti soto maupun sop.

    Iris atau Slice

    Cara untuk mengiris daging babi selanjutnya, yaitu dengan mengiris atau di-slice. Untuk cara ini, biasanya diterapkan saat menginginkan daging dengan tekstur halus sehingga membuat bumbu semakin meresap dan terasa pekat.

    Jika ingin merasakan cita rasa daging lebih lezat, maka bagian lemaknya bisa dibuang. Beberapa masakan yang bisa dibuat dengan daging iris atau slice adalah steak maupun olahan dengan cara digoreng.

    Perbedaan Antara Daging Babi dan Sapi

    Bagi yang sudah sudah sering mengonsumsi daging babi, tentu mudah untuk membedakannya dengan daging sapi. Agar lebih paham, ada beberapa perbedaan antara daging sapi dan daging babi yang perlu diketahui, di antaranya sebagai berikut:

    Serat Daging

    Serat antara daging babi dan sapi memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Untuk daging sapi, umumnya punya serat yang cenderung lebih kasar serta padat dan garis seratnya juga lebih jelas terlihat, terutama ketika diraba.

    Sementara itu, daging babi memiliki serat yang lebih halus dan dapat merenggang. Jika diperhatikan, garis serat daging babi juga samar dan lebih lembek ketika diraba sehingga mudah dibedakan menggunakan mata telanjang.

    Perbedaan Warna

    Perbedaan antara daging babi dan sapi yang bisa terlihat dengan jelas adalah dari warnanya. Pada umumnya, daging sapi memiliki warna yang merah tua dan terlihat segar sedangkan daging babi cenderung berwarna merah lebih pucat.

    Keberadaan Lemak

    Tips membedakan daging babi dan sapi lainnya, yaitu melihat keberadaan lemaknya. Daging sapi biasanya memiliki lemak lebih tebal, kaki, serta cenderung berbentuk sedangkan daging babi punya lemak yang lebih elastis dan terasa lunak.

    Tekstur Daging

    Terakhir, perbedaan daging sapi dan daging babi bisa dilihat dari teksturnya. Daging sapi akan hadir dengan tekstur yang lebih padat dan solid sehingga tidak mudah direnggangkan atau cenderung kaku.

    Sementara daging babi, tekstur yang dimiliki cenderung lebih lunak, kenyal, serta mudah direnggangkan. Untuk itu, bila daging terasa elastis, maka dapat dipastikan bahwa daging tersebut bukanlah daging sapi.


    Itu dia beberapa cara mengiris daging babi yang bisa kamu ikuti dengan babi dan perbedaannya dengan daging sapi. Agar sajian yang dibuat terasa enak, pastikan untuk menerapkan tips-tips tersebut, ya!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Daging Ayam di Kulkas, Dijamin Tahan Lama!

  • 5 Tips Mengolah Usus Ayam Agar Lebih Bersih dan Tak Amis

    5 Tips Mengolah Usus Ayam Agar Lebih Bersih dan Tak Amis

    Tips mengolah usus ayam penting untuk diketahui agar terasa lezat saat dikonsumsi bersama nasi hangat dan lauk lainnya. Usus ayam sendiri merupakan salah satu jeroan yang kerap diolah, mulai dari sambal goreng, keripik, tumisan, hingga sate.

    Akan tetapi, kebanyakan orang malas memasak usus ayam karena cukup sulit dalam pengolahannya. Lalu, bagaimana cara agar usus ayam menjadi bersih ketika dimasak dan tidak amis? Untuk mengetahui langkah tepat dalam mengolah ayam, yuk simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Daging Ayam di Kulkas, Dijamin Tahan Lama!

    Tips Mengolah Usus Ayam yang Dapat Diikuti

    Ilustrasi Tips Mengolah Usus Ayam. (Sumber: Reddit)

    Usus ayam termasuk olahan yang terbilang cukup amis dan harus ekstra dalam menghilangkan baunya. Agar bau amis dari usus ayam bisa menghilang, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

    Cuci Usus Ayam dengan Kapur Sirih

    Meski telah dibersihkan berulang kali dengan air bersih, usus ayam masih meninggalkan bau amis yang cukup mengganggu. Hal ini tentunya dapat mengurangi cita rasa usus ayam saat dimakan nanti.

    Salah satu cara terbaik untuk menghilangkan bau amis yang menyengat pada usus ayam adalah dengan mencucinya bersama kapur sirih. Caranya, cukup rendam usus ayam dalam air kapur sirih kurang lebih 30 menit kemudian bersihkan dengan air biasa.

    Beri Sedikit Perasan Jeruk Nipis

    Langkah berikutnya untuk membantu mengurangi bau amis di usus ayam mentah, yakni dengan memberi sedikit perasan jeruk nipis. Jeruk nipi memang sudah lumrah digunakan sebagai bahan andalan untuk menghilangkan bau amis.

    Untuk menerapkannya cukup mudah, yaitu siapkan perasan jeruk nipis terlebih dahulu. Selanjutnya, balut air perasan jeruk nipis ke usus ayam sampai merata, tunggu selama beberapa menit, dan cuci menggunakan air mengalir.

    Rebus Usus Bersama Aneka Bumbu

    Apabila usus sudah bersih dan bau amisnya berkurang, langkah selanjutnya adalah dimasak. Pastikan untuk memasak usus ayam dengan aneka bumbu aromatik, seperti lengkuas, jahe, daun salam, serai, hingga daun jeruk.

    Tak hanya membuat bau amis pada usus ayam menghilang, penggunaan bumbu-bumbu tersebut juga bisa membantu masakan menjadi lebih nikmat. Bahkan, aroma usus ayam yang sudah dimasak dengan bumbu menjadi menarik dan menggugah selera.

    Aduk Usus Ayam Bersama Daun Pisang

    Cara lain untuk mengolah usus ayam adalah dengan mengaduknya bersama daun pisang. Ya, pohon pisang memang memiliki beragam manfaat yang berguna untuk manusia, termasuk di bidang kuliner.

    Tak hanya buahnya yang kaya akan serat dan vitamin, daun pisang juga memiliki banyak kegunaan, seperti menjadi pembungkus makanan. Di samping itu, daun pisang kerap digunakan untuk menghilangkan bau amis dan mengangkat kotoran pada usus ayam.

    Caranya pun cukup mudah, yakni cukup sobek-sobek daun pisang dan campurkan ke dalam wadah yang berisi usus ayam. Jangan lupa pula untuk menambahkan garam agar bau amis pada usus ayam benar-benar berkurang.

    Rebus Usus Sebanyak Dua Kali

    Cara termudah untuk menghilangkan amis pada usus ayam adalah dengan merebusnya sebanyak dua kali. Pasalnya, merebus usus satu kali tetap akan membuat bau amisnya tetap menempel dan tidak enak saat dimasak.

    Meski banyak yang tak suka karena membuat tekstur usus menjadi lembek, tetapi perebusan tersebut setidaknya efektif dalam mengurangi bau amis. Dengan begitu, rasa masakan pun lebih nikmat dan aman dikonsumsi, terutama untuk anak-anak.


    Itulah beberapa tips mengolah usus ayam yang bisa kamu ikuti dengan mudah di rumah. Pastikan untuk melakukan berbagai tips tersebut dengan tepat agar bisa membuat masakan bercita rasa lezat.

    Baca juga: Mudah Diikuti, Begini 3 Cara Mencairkan Daging Beku

  • 5 Tips Menyimpan Daging Ayam di Kulkas, Dijamin Tahan Lama!

    5 Tips Menyimpan Daging Ayam di Kulkas, Dijamin Tahan Lama!

    Tips menyimpan daging ayam banyak dicari, terutama jika ingin membuatnya tetap segar meski disimpan dalam waktu lama. Ayam memang termasuk lauk pauk yang cukup populer dan sering dikonsumsi.

    Berkat kandungan vitamin, protein, dan mineralnya yang tinggi, ayam bisa membantu menurunkan berat badan, mengontrol kolesterol, serta menurunkan risiko kanker. Lalu, bagaimana cara menyimpan daging ayam di kulkas agar aman dikonsumsi? Untuk mengetahui langkah menyimpan ayam, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: Mudah Diikuti, Begini 3 Cara Mencairkan Daging Beku

    Tips Menyimpan Daging Ayam di Kulkas atau Freezer

    Ilustrasi Tips Menyimpan Daging Ayam. (Sumber: Unsplash)

    Bagi yang sering stok daging ayam di rumah, pastikan untuk menyimpannya di kulkas dengan tepat. Sebab, jika dilakukan dengan benar, maka akan membuat kesegaran daging ayam tetap terjaga.

    Namun, kebanyakan orang merasa bingung bagaimana cara untuk melakukannya dan takut daging justru membusuk. Adapun beberapa langkah yang dapat diikuti untuk menyimpan daging ayam di kulkas, di antaranya:

    Jangan Mencuci Daging Ayam

    Salah satu cara untuk menyimpan daging ayam adalah dengan tidak mencucinya. Saat ini, memang kebanyakan orang masih beranggapan untuk segera mencuci ayam hingga bersih setelah membelinya.

    Padahal, mencuci ayam saat akan dimasak sangat tidak direkomendasikan karena bisa memercikan bakteri dan sari daging mentah ke alat-alat sekitar. Hal yang dilakukan cukup dengan merebus daging ayam sebentar saat akan memasaknya lalu buah air dan siram dengan air mengalir.

    Jangan lupa juga untuk mencuci tangan setelah memegang daging mentah agar tak terjadi kontaminasi silang pada makanan atau benda lainnya. Dengan begitu, makanan yang tersaji pun menjadi aman.

    Simpan di Kulkas Bersuhu di Bawah 5 Derajat Celcius

    Selanjutnya, kamu bisa menyimpan daging ayam mentah di kulkas dengan suhu di bawah 5 derajat Celcius guna memperlambat bakteri dan mencegah kerusakan bahan makanan. Penting diketahui, ayam yang disimpan di suhu kulkas harus dimasak dalam waktu 48 jam atau 1 sampai 2 hari.

    Sementara itu, daging ayam matang yang disimpan di dalam kulkas, bisa bertahan selama kurang lebih 3 sampai 4 hari. Apabila dibiarkan pada suhu kulkas yang lebih lama, maka kemungkinan besar akan membuat daging membusuk.

    Gunakan Wadah yang Tertutup

    Saat berencana untuk menaruh daging ayam di dalam kulkas, bungkus terlebih dahulu dengan plastik atau tempatkan pada wadah yang tertutup. Hal ini dilakukan agar aroma daging merah tidak memengaruhi makanan lain yang ada di dalam kulkas.

    Selain itu, menyimpan daging ayam mentah di wadah tertutup atau kedap udara juga bisa mencegah adanya sari yang menetes ke makanan lain. Pasalnya, sari daging yang menetes bisa sangat berbahaya, terutama jika mengenai produk langsung konsumsi tanpa dimasak, seperti buah-buahan.

    Simpan di Freezer Agar Tahan Lama

    Apabila ingin daging ayam tahan lama, kamu bisa membekukannya ke dalam freezer dengan shu di bawah minus 20 derajat Celcius saat masih dalam keadaan segar. Sementara itu, ayam mentah yang sudah dipotong-potong dan disimpan di freezer akan bertahan hingga 9 bulan.

    Berbeda dengan ayam mentah yang utuh dan dibekukan di mana bisa bertahan sampai satu tahun lamanya. Untuk ayam yang sudah matang, kamu bisa menyimpannya di freezer dan awet sekitar 2 hingga 6 bulan.

    Lakukan Proses Thawing

    Cara lain yang bisa dilakukan untuk membuat daging ayam lebih tahan lama saat disimpan di kulkas adalah dengan menerapkan proses thawing. Thawing sendiri merupakan proses menurunkan suhu makanan beku secara bertahap.

    Hal ini dilakukan agar makanan beku yang dicairkan tersebut tetap aman dikonsumsi dan cita rasanya pun terjaha. Biasanya, proses thawing perlu dilakukan jika stok daging ayam disimpan di dalam freezer.

    Thawing sendiri dilakukan dengan cara mengeluarkan daging ayam dari freezer dan simpan di chiller atau rak kulkas di bawah freezer. Proses thawing memang cukup panjang sehingga pastikan untuk menurunkan ayam dari freezer sejak malam ketika ingin diolah keesokan harinya.


    Itulah tips menyimpan daging ayam yang dapat dilakukan agar tetap fresh saat dikonsumsi. Jika kamu ingin mengetahui berbagai tips mudah menyimpan bahan makanan lain, cek selalu artikel di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Cara Memotong Daging Sapi yang Benar, Dijamin Empuk!

  • Anti Gagal, Begini 5 Cara Membuat Bakso Kenyal dan Renyah

    Anti Gagal, Begini 5 Cara Membuat Bakso Kenyal dan Renyah

    Cara membuat bakso kenyal dan renyah saat digigit memang tidak semudah yang terlihat. Karena itu, beberapa penjual kerap menambahkan bahan berbahaya, seperti boraks pada resep bakso agar lebih kenyal.

    Padahal hal tersebut bisa menyebabkan kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara rutin. Lalu, bagaimana cara membuat agar bakso lebih kenyal? Untuk mengetahui tips pembuatan bakso kenyal, yuk simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Resep Bakso Urat Kenyal, Dijamin Menggugah Selera

    Cara Membuat Bakso Kenyal yang Mudah Diikuti

    Ilustrasi Cara Membuat Bakso Kenyal. (Sumber: Freepik)

    Dibanding menggunakan boraks yang mengandung zat-zat berbahaya, ada cara lebih aman untuk membuat bakso menjadi kenyal dan renyah. Adapun tips mudah agar bakso yang dibuat sendiri bisa terasa kenyal, antara lain:

    Selalu Perhatikan Bahan-bahannya

    Dalam membuat bakso yang kenyal, kamu harus selalu memperhatikan penggunaan bahan-bahannya. Biasanya, bahan yang diperlukan untuk membuat bakso, yakni daging, tepung, serta aneka bumbu.

    Untuk dagingnya, dianjurkan memilih daging sapi yang segar agar bakso lebih lezat dan terasa kenyal saat digigit. Sementara itu, jenis tepung yang digunakan bisa beragam, mulai dari tepung sagu, tepung sagu aren, ataupun tepung tapioka.

    Jika ingin membuat bakso terasa kenyal, kamu bisa menyesuaikannya dengan resep yang sudah ada. Agar bakso lebih kenyal dan dagingnya terasa, pastikan rasio daging harus lebih banyak dibandingkan tepungnya.

    Cara Membuat Bakso Kenyal, Tambahkan Es Batu ke Adonan

    Selanjutnya, tambahkan es batu ke dalam adonan menjadi salah satu tips membuat bakso kenyal dan renyah. Ya, es batu diketahui bisa membantu otot-otot daging berkontraksi sehingga tekstur bakso lebih padat, kenyal, dan tidak lembek.

    Es batu yang digunakan bisa dalam bentuk serut atau air es dan tambahkan ke dalam adonan dengan takaran sesuai resep. Dengan mengikuti resep dengan tepat, dijamin bakso yang kamu buat akan terasa enak dan renyah saat masuk ke dalam mulut.

    Pakai Baking Powder atau Poly Powder

    Langkah paling tepat saat menginginkan bakso yang dibuat menjadi kenyal adalah memakai baking powder atau poly powder. Baking powder memang dikenal memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu mengenyalkan tekstur bakso.

    Akan tetapi, jangan menggunakan baking powder terlalu banyak agar bakso tidak terlalu mengembang dan pecah saat direbus. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kamu juga bisa menambahkan baking powder atau poly powder sedikit demi sedikit.

    Selain baking powder, kamu dapat menambahkan poly powder atau pengenyal bakso ke dalam adonan. Kedua bahan ini tentunya jauh lebih aman ketimbang menggunakan bahan berbahaya, seperti boraks.

    Tambahkan Telur

    Salah satu bahan rahasia yang bisa membuat bakso padat dan kenyal saat digigit, yaitu telur. Namun, penggunaan telur yang terlalu banyak justru bisa membuat adonan bakso menjadi lembek.

    Karena itu, disarankan untuk memperhatikan takaran telur di dalam adonan. Untuk adonan bakso dengan berat sekitar 900 gram biasanya membutuhkan satu hingga dua telur saja agar rasa dan teksturnya seimbang.

    Bubuhkan Bubuk Agar-agar

    Tips lain yang bisa diikuti untuk membuat bakso menjadi kenyal adalah dengan membubuhkan bubuk agar-agar. Sama halnya dengan baking powder, bubuk satu ini aman dikonsumsi dan tidak akan membuat rasa bakso menjadi berubah.

    Untuk mencampurkannya, bubuhkan bubuk agar-agar secukupnya ke dalam resep agar mirip seperti bakso buatan pedangan. Pakai agar-agar yang bening atau berwarna putih tanpa rasa untuk mencegah cita rasa bakso tetap terjaga.


    Itu dia beberapa cara membuat bakso kenyal yang dapat kamu ikuti dengan mudah dan hanya menggunakan bahan-bahan sederhana. Jika ingin rasa bakso lebih gurih, jangan lupa tambahkan bumbu-bumbu penyedap sesuai selera, ya!

    Baca juga: Resep Mie Bakso Kuah, Sajian Gurih yang Menghangatkan