Category: Makanan Sehat

  • Awas! Ini Bahaya Minyak Jelantah untuk Kesehatan Tubuh!

    Awas! Ini Bahaya Minyak Jelantah untuk Kesehatan Tubuh!

    Pasti kamu sering menjumpai pedagang gorengan yang menggoreng menggunakan minyak jelantah alias bekas pakai. Tak lagi jernih, minyak yang sudah digunakan selama berhari-hari akan berubah warna menjadi coklat kehitaman.

    Walaupun dari penampilannya sudah tak layak pakai, masih ada saja penjual yang bandel menggunakannya kembali untuk menggoreng dagangannya. Terlepas dari itu, pelanggan pun nampaknya tidak mempermasalahkan hal ini dan malah ketagihan akan rasanya.

    Entah mereka sadar atau tidak, ada bahaya yang mengancam nyawa jika mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak jelantah. Apa sajakah risiko yang akan terjadi?

    Baca juga: 7 Minuman Jahe yang Baik untuk Kesehatan

    Bahaya minyak jelantah untuk kesehatan tubuh

    Gorengan dan aneka makanan yang digoreng memiliki rasa lezat yang sulit untuk ditolak. Pantas saja hidangan gorengan di Indonesia seperti bakwan, lumpia, tahu isi, dan lainnya digandrungi banyak orang.

    Sebenarnya, tak begitu menjadi masalah jika mengonsumsi gorengan yang menggunakan minyak bersih dan masih baru. Namun, akan sangat berbahaya jika digoreng dengan minyak jelantah yang sudah keruh akibat dipakai berkali-kali.

    Semakin sering kamu mengonsumsi gorengan yang dimasak dengan minyak jelantah, semakin besar pula bahaya yantg akan dihadapi di masa mendatang. Simak pembahasannya berikut ini yang dilansir dari laman Hello Sehat.

    Bahaya minyak jelantah: Infeksi bakteri

    Batas pemakaian ulang minyak maksimal hanya sampai tiga kali saja. Jika lebih dari itu, minyak akan menjadi sarang berkembangnya berbagai jenis bakteri. Misalnya saja Clostridium botulinum yang menyebabkan munculnya penyakit botulisme.

    Remahan sisa-sisa gorengan yang ada pada panci menjadi makanan lezat bagi bakteri-bakteri yang hidup di dalamnya. Inilah yang menyebabkan rentannya kesehatan tubuh seseorang jika ia sering mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak jelantah.

    Risiko kanker jadi tinggi

    Tak hanya rentan terinfeksi bakteri, namun minyak jelantah bisa menjadi sumber radikal bebas. Tanpa diketahui, radikal bebas akan terserap ke dalam makanan yang digoreng. Saat masuk ke dalam tubuh, senyawa tersebut menyerang sel-sel yang ada di dalam tubuh sehingga menyebabkan timbulnya kanker.

    Menimbulkan potensi obesitas

    Ilustrasi baha minyak jelantah menyebabkan obesitas
    Ilustrasi baha minyak jelantah menyebabkan obesitas

    Ada pun bahaya minyak jelantah yang tak disadari yaitu kalori dan lemak trans yang terus meningkat. Minyak yang terus menerus digunakan untuk menggoreng lama-lama akan menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. 

    Kalori dan lemak trans yang menumpuk di dalam tubuh akan memicu kelebihan berat badan bahkan obesitas. Jika hal ini terjadi, tubuh berisiko terkena komplikasi penyakit serius seperti diabetes hingga penyakit jantung koroner.


    Itulah bahaya minyak jelantah untuk kesehatan tubuh. Sungguh mengerikan, bukan? Oleh karena itu, perhatikan lagi menu makananmu demi hidup yang lebih sehat. Semoga bermanfaat!

    Baca juga: Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis dan Rendah Kalori!

  • Manfaat Jeruk Mandarin, Buah Pembawa Keberuntungan

    Manfaat Jeruk Mandarin, Buah Pembawa Keberuntungan

    Jeruk mandarin merupakan jenis jeruk yang identik dengan perayaan Imlek. Tak hanya nama dan warnanya saja yang membawa keberuntungan, namun jeruk mandarin menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

    Berbeda dengan jenis jeruk lainnya, kulit jeruk mandarin pun cenderung lebih tipis sehingga mudah dikupas. Buahnya pun berwarna oren menyala dan rasanya sangat manis saat matang. Ukurannya juga lebih kecil dan mungil daripada jenis jeruk yang biasa dijumpai.

    Walaupun demikian, jeruk mandarin memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Lantas, apa sajakah manfaat jeruk mandarin ini? Simak informasinya di bawah ini!

    Baca juga: Ketahui 5 Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan Tubuh

    Manfaat jeruk mandarin

    Dilansir dari laman Hello Sehat, menurut FoodData Central U.S. Department of Agriculture, tersimpan berbagai kandungan nutrisi yang ada pada 100 gram jeruk mandarin. Berikut kandungannya:

    • Air: 85,17 gr
    • Kalori: 53 kkal
    • Protein: 0,81 gr
    • Lemak: 0,31 gr
    • Karbohidrat: 13,34 gr
    • Serat: 1,8 gr
    • Kalsium: 37 mg
    • Fosfor: 20 mg
    • Zat besi: 0,15 mg
    • Natrium: 2 mg
    • Kalium: 166 mg
    • Tembaga: 0,042 mg
    • Seng (Zinc): 0,07 mg
    • Beta karoten: 155 mg
    • Beta kriptoxantin: 407 mg
    • Thiamin: 0,058 mg
    • Riboflavin: 0,036 mg
    • Niacin: 0,376 mg
    • Vitamin C: 26,7 mg

    Berdasarkan deretan kandungan nutrisi di atas, tentu kamu bisa tahu jika jeruk mandarin ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Berbagai manfaat dan khasiat bisa kamu dapatkan jika mengonsumsinya secara rutin. Apa sajakah itu?

    Melancarkan sistem pencernaan

    Jeruk mandarin memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan. Serat yang terkandung pada jeruk mandarin terbagi menjadi dua, yaitu serat yang larut dalam air dan tidak larut dalam air.

    Manfaat serat yang ada pada jeruk mandarin ini membantu tubuh untuk menyerap air sehingga buang air besar jadi lebih lancar. Dengan demikian, kamu akan terhindar dari risiko sembelit dan gangguan pencernaan kronis lainnya. Selain itu, jeruk mandarin baik dikonsumsi saat diet karena dapat membantu menurunkan berat badan.

    Jeruk Mandarin Menurunkan kolesterol

    Saat hari raya tiba, pasti kamu akan melahap berbagai hidangan yang mengandung banyak minyak. Agar terhindar dari kolesterol, makan jeruk mandarin sehabis makan adalah pilihan yang tepat.

    Tingginya serat yang terkandung dalam jeruk mandarin tak hanya bermanfaat untuk pencernaan saja, namun berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dengan mengurangi kolesterol, tentu kamu pun juga terhindar dari risiko serangan jantung dan stroke.

    Menurunkan tekanan darah tinggi

    Lagi-lagi, serat yang terdapat pada jeruk mandarin berperan penting untuk tubuh, termasuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Oleh karena itu, buah-buahan seperti jeruk mandarin ini sangat dibutuhkan untuk konsumsi harian.

    Pola makan yang buruk menyebabkan tekanan darah naik. Selain mengonsumsi buah-buahan, kamu pun perlu mengurangi makan makanan yang mengandung sodium atau garam yang terlalu banyak. Dengan kandungan kalium yang ada pada jeruk mandarin, senyawa tersebut mampu meredakan ketegangan pada dinding pembuluh darah sehingga tekanannya menurun.

    Jeruk Mandarin Mencegah pertumbuhan sel kanker

    Tahukah kamu mengapa buah jeruk mandarin warnanya oranye menyala? Hal ini disebabkan karena adanya senyawa beta karoten dan beta kriptoxantin yang terkandung di dalamnya. Senyawa inilah yang dapat diandalkan untuk mengurangi risiko kanker.

    Kandungan antioksidan seperti beta karoten dan beta kriptoxantin ini bermanfaat untuk menangkal radikal bebas. Dengan demikian, kamu bisa terhindar dari pertumbuhan sel kanker. 

    Meningkatkan daya tahan tubuh

    Jeruk mandarin juga kaya akan vitamin C yang memiliki manfaat untuk menjaga daya tahan tubuh. Aktivitas sehari-hari membuat tubuh bekerja keras sehingga rentan terhadap serangan virus. Dengan mengkonsumsinya, kamu akan terhindar dari berbagai penyakit.

    Selain berperan untuk menjaga daya tahan tubuh, vitamin C juga baik untuk kesehatan kulit. Jenis vitamin ini mampu merangsang produksi kolagen sehingga dapat mempercepat pemulihan bekas luka pada kulit.


    Itulah manfaat jeruk mandarin, buah yang penuh keberuntungan. Walaupun ukurannya mungil, namun ternyata nutrisi dan khasiatnya melimpah!

    Baca juga: 5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

  • 5 Camilan Sehat Untuk Diet yang Bernutrisi

    5 Camilan Sehat Untuk Diet yang Bernutrisi

    Ingin ngemil tapi sedang jalani program penurunan berat badan? Tenang saja, ternyata ada camilan sehat yang cocok bagi yang sedang diet, lho!

    Siapa bilang tak boleh ngemil sama sekali ketika sedang menjalani diet? Kamu tetap boleh makan camilan, kok. Makan camilan diperbolehkan maksimal 2 kali dalam sehari, yaitu di sela waktu makan pagi menuju siang dan makan siang menuju malam.

    Dengan tetap konsumsi camilan, rasa lapar akan terkontrol sehingga saat jam makan utama tiba kamu tidak makan berlebihan. Selain itu, camilan yang sehat mampu memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Tentu saja, kamu tak boleh konsumsi camilan sembarangan saat sedang diet. Perhatikan pula porsinya agar tidak lebih dari 200 kalori per menunya. Dengan mengonsumsi camilan sehat, tentu program penurunan berat badan akan berjalan efektif.

    Lantas, apa sajakah camilan sehat yang cocok untuk diet? Tanpa berlama-lama, mari simak daftarnya di bawah ini!

    Baca juga: Resep Steak Tempe Saus Lada Hitam untuk Menu Diet!

    Kacang almond, cocok untuk diet

    Kacang almond merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang disarankan untuk para pejuang diet. Dengan kandungannya yang terdiri dari serat dan protein yang tinggi, almond cocok untuk melancarkan pencernaan dan membentuk otot.

    Selain itu, jenis kacang ini juga memiliki kandungan lemak tak jenuh yang baik untuk tubuh. Dilansir dari laman Hello Sehat, lemak jenis ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

    Kacang almond dapat dikonsumsi secara utuh atau bisa dijadikan selai untuk diolesi di atas potongan apel. Dengan demikian, kamu tetap bisa ngemil agar program diet dapat berjalan tanpa perut lapar dalam waktu yang lama.

    Oatmeal

    Selain untuk sarapan, oatmeal juga bisa jadi camilan ketika sedang diet. Makanan sehat yang satu ini pun mengandung serat tinggi yang didukung oleh nutrisi lainnya, seperti protein, magnesium, fosfor, dan vitamin B1.

    Dengan kandungan tersebut, konsumsi oatmeal sebagai camilan sehat saat diet mampu menambah energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Kamu bisa menambahkan bahan-bahan lainnya, seperti kismis atau buah-buahan rendah gula untuk menu camilanmu.

    Oatmeal sendiri mudah ditemukan di mana pun, seperti di toserba, supermarket, maupun toko online. Silakan pilih varian dan merek apapun yang sesuai dengan selaramu, ya!

    Granola

    Ada pula granola yang cocok dijadikan camilan sehat yang nikmat. Salah satu makanan sehat ini mengandung lemak yang baik untuk kesehatan tubuh agar tetap kuat menjalankan diet. Selain itu, kandungan serat di dalamnya juga tinggi sehingga bagus dikonsumsi untuk kesehatan pencernaan. 

    Granola biasanya disajikan dengan susu almond, susu rendah lemak, maupun susu kedelai. Dijamin, kamu tidak akan merasa bersalah dengan menjadikannya menu camilan sehat ketika sedang diet.

    Edamame

    Saat menjalani diet, asupan protein sangat dibutuhkan untuk pembentukkan otot. Edamame merupakan jenis kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein yang baik untuk para pejuang diet.

    Tak hanya itu, kacang berwarna hijau ini mengandung serat, mineral, dan vitamin yang berfungsi untuk menutrisi tubuh agar tetap sehat. Walaupun sedang diet, jangan sampai kamu lupa menjaga asupan gizi dan nutris. Inilah mengapa edamame cocok untuk dijadikan camilan sehat saat diet.

    Cokelat baik untuk diet

    Siapa bilang cokelat tak boleh dikonsumsi saat diet? Ternyata, cokelat sangat baik untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, lho!

    Selain itu, makanan favorit banyak orang ini juga mampu mengendalikan nafsu makan ketika sedang diet. Dilansir dari laman Orami, menurut penelitian dari jurnal Nutrition and Diabetes, mengonsumsi dark chocolate membuat rasa kenyang lebih lama dan lebih kenyang.


    Itulah daftar camilan sehat yang cocok untuk diet. Dengan tetap ngemil, tentu program dietmu tidak akan gagal. Malah, makan camilan sangat dianjurkan agar nafsu makan dan nutrisi tetap terjaga. Semoga dietmu berhasil, ya!

    Baca juga: 3 Pilihan Salad Buah untuk Diet yang Sehat!

  • 7 Minuman Jahe yang Baik untuk Kesehatan

    7 Minuman Jahe yang Baik untuk Kesehatan

    Jahe merupakan salah satu rempah Indonesia yang tidak hanya digunakan untuk bumbu masak saja, namun juga kerap dijadikan berbagai minuman. Tak hanya menghangatkan, salah satu temu-temuan ini memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh.

    Tumbuh subur di Indonesia yang beriklim tropis, tak sedikit masyarakat yang menyukai minuman berbahan dasar jahe ketika sedang sakit. Bukan hanya sekedar mitos, namun sudah banyak penelitian yang mengatakan kalau jahe memang banyak khasiatnya.

    Dilansir dari laman Halodoc, Jahe mengandung berbagai senyawa yang sangat berkhasiat untuk tubuh. Salah satu senyawa yang berperan penting untuk membuat tubuh menjadi bugar adalah Gingerol. 

    Gingerol ini yang menciptakan rasa hangat ketika mengonsumsi jahe. Selain itu, senyawa ini pun mampu menghentikan pertumbuhan bakteri seperti E.coli dan shigella. Namun, jahe menyimpan berbagai manfaat lainnya yang berguna bagi kesehatan, seperti:

    • Mengurangi rasa mual
    • Meredakan nyeri sendi dan otot
    • Meringankan nyeri haid
    • Menurunkan gula darah
    • Menurunkan kadar kolesterol

    Cukup banyak, bukan? Tak heran jika jahe banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan utama minuman herbal untuk kesehatan. Apa sajakah itu? Simak informasinya di bawah ini.

    Baca juga: Musim Hujan Tiba, Simak Resep Wedang Ronde Hangat Ini!

    Wedang jahe 

    Siapa yang tidak tahu minuman Yogyakarta yang satu ini? Wedang jahe merupakan minuman berbahan dasar jahe yang sering dijumpai di mana pun. Minuman ini dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh saat cuaca sedang dingin.

    Tak hanya itu, wedang jahe juga juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti asam lambung dan perut kembung. Selain itu, minuman hangat ini mampu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang berbagai virus.

    Bandrek

    Beralih ke Jawa Barat, bandrek merupakan minuman jahe khas Sunda yang sering dikonsumsi masyarakat. Saat cuaca dingin menerjang, bandrek jadi andalan untuk menghangatkan tubuh.

    Selain jahe, bandrek juga dimasak menggunakan bahan-bahan lainnya seperti serai, daun pandan, kayu manis, dan cengkeh. Dengan begitu, ada sentuhan aromatik yang kuat ketika menyeruput bandrek.

    Bajigur

    Masih berada di Jawa Barat, bajigur merupakan minuman jahe legendaris yang sudah ada sejak dulu. Tak seperti bandrek, minuman ini memakai tambahan santan kelapa dan gula aren. Selain itu, bajigur juga diberi vanili agar lebih harum.

    Bajigur sendiri dihidangkan bersama kolang-kaling yang menambahkan tekstur tersendiri. Minuman ini selalu diborong banyak orang ketika musim hujan telah tiba. Siapa yang pernah mencobanya?

    Bir pletok

    Minuman jahe kali ini berasal dari Betawi. Bir Pletok namanya. Jangan salah, karena minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali.

    Penamaan ini diberikan karena pada proses pembuatannya timbul suara “pletok” saat di kocok. Setelah dikocok, minuman ini mengeluarkan busa sehingga mirip seperti bir. Oleh karena itu, minuman ini dinamai “bir pletok” hingga saat ini.

    Bir pletok ini tentu saja halal untuk dikonsumsi. Apalagi, minuman ini menyimpan berbagai khasiat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Jadi, jangan tertipu dengan namanya, ya!

    Sekoteng Jahe

    Pasti kamu sering menjumpai minuman yang satu ini, kan? Sekoteng biasanya banyak dijual di pinggir jalan atau berkeliling di sekitar perumahan. Minuman jahe yang satu ini sangat legendaris, namun masih eksis hingga hari ini.

    Sekoteng umumnya disajikan dengan berbagai komponen lainnya seperti kacang tanang, mutiara, hingga potongan roti tawar. Selain itu, air jahe diberi siraman susu kental manis sehingga rasanya semakin nikmat.

    Wedang ronde

    Kamu juga bisa menemukan penjual wedang ronde dengan mudah di mana pun. Seperti sekoteng, wedang ronde juga diberi susu kental manis. Namun, minuman ini dilengkapi oleh bola-bola lembut bernama ronde yang berisi kacang tanah. 


    Itulah minuman jahe yang baik untuk kesehatan. Hangatnya minuman di atas membuatnya cocok sekali dikonsumsi saat cuaca hujan. Apalagi, khasiat yang terkandung juga beragam. Di antara semuanya, manakah minuman jahe yang jadi andalanmu? Yuk, tulis komentarmu di bawah!

    Baca juga: Manfaat Minum Teh Lemon Jahe untuk Tubuh

  • Ketahui 5 Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan Tubuh

    Ketahui 5 Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan Tubuh

    Kenalkah kamu dengan buah bit? Warnanya yang keunguan ini membuat tampilannya sangatlah cantik. Namun, apakah kamu tahu kalau buah bit mempunyai banyak manfaat?

    Dilansir dari laman Hellosehat, dalam 100 gram buah bit mengandung berbagai kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral dan antioksidan. Selain itu, buah ini juga mengandung betalains yang memiliki khasiat seperti obat.

    Jika melihat spesiesnya, buah bit adalah tanaman yang berasal dari keluarga Amaranthacheae-Chenopediaceae. Ini menandakan kalau buah bit atau beetroots masih satu keluarga dengan sayur lobak.

    Buah bit sendiri memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Apalagi, membuatnya menjadi segelas jus rasanya akan semakin segar. Dengan mengonsumsinya setiap hari, tentu kamu akan mendapatkan berbagai manfaat untuk tubuhmu.

    Apa sajakah itu? Simak manfaat buah bit berikut ini!

    Baca juga: Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis Dan Rendah Kalori!

    Menjaga tekanan darah

    Mengonsumsi buah bit sangatlah dianjurkan untuk penderita hipertensi. Dilansir dari laman Hypertension Journal, penelitian telah menunjukkan bawah buah bit dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.

    Penurunan ini diakibatkan karena adanya konsentrasi nitrat yang tinggi dalam buah ini. Senyawa nitrat nantinya akan diubah menjadi oksida nitrat yang membuat tekanan darah turun. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan untuk rutin mengonsumsi buah bit agar tekanan darahnya tetap terkontrol.

    Maanfaat buah bit untuk menjaga pencernaan

    Buah bit juga kaya akan serat sehingga bagus dikonsumsi untuk menjaga pencernaan. Serat yang terdapat dalam satu cangkir jus bit sekitar 3,4 gram. Angka tersebut membuktikan bahwa buah ini mempunyai tingkat serat yang tinggi.

    Konsumsi buah bit secara rutin akan melancarkan sistem pencernaan. Serat dalam tubuh berperan untuk mencegah risiko gangguan pencernaan seperti sembelit, penyakit radang usus, dan lainnya.

    Mancegah anemia

    Apakah kamu mengalami anemia? Jika iya, sebaiknya kamu perlu mengonsumsi buah bit secara rutin. Kandungan zat besi pada buah ini sangat tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan sel darah merah. Untuk ibu hamil, konsumsi buah bit juga disarankan agar tingkat hemoglobin dalam darah tetap terjaga.

    Menjaga kesehatan mata

    Selain itu, buah bit juga kaya akan vitamin C yang mampu meningkatkan indra penglihatan. Maka dari itu, buah yang satu ini sangat disarankan untuk mereka yang meimiliki risiko katarak. 

    Kandungan beta karoten di dalam buah bit juga akan membentuk vitamin A. Dengan begitu buah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan berbagai fungsi vital, termasuk daya penglihatan.

    Manfaat buah bit untuk kesuburan

    Siapa sangka buah bit ternyata bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan. Hal ini disebabkan karena buah bit merupakan sumber antioksidan dan resveratol yang dianggap mampu mengatasi ketidaksuburan karena faktor usia.

    Mengutip Harley Steet Fertility Clinic, buah bit juga kaya akan nitrat yang berperan untuk meningkatkan aliran darah. Oleh karena itu, implantasi embrio ke rahim menjadi lebih lancar.


    Demikianlah informasi mengenai manfaat buah bit untuk kesehatan tubuh. Maka dari itu, tak ada lagi alasan untuk mengonsumsinya secara rutin. Selamat mencoba!

    Baca juga: 5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

  • Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis dan Rendah Kalori!

    Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis dan Rendah Kalori!

    Siapa bilang konsumsi gula tidak baik untuk kesehatan? Nyatanya, kamu bisa mengganti gula pasir dengan gula stevia untuk asupan harianmu, lho!

    Bukan dari tebu, gula stevia berasal dari tanaman bernama stevia rebaudiana. Jenis tanaman ini ditemukan pada 1887 oleh Antonio Bertoni, seorang ahli botani. Sejak saat itu, stevia dijadikan sebagai pemanis buatan oleh masyarakat Paraguay dan Brazil.

    Rasa manis dari daun stevia ini berasal dari senyawa stevioside dan rebaudioside yang terkandung di dalamnya. Mengalahi gula pasir, rasa gula stevia diklaim ratusan kali lebih manis!

    Dengan begitu, takaran untuk penggunaan gula stevia tidak setara dengan gula pasir. Cara ini sangat efektif untuk mengurangi konsumsi gula harian sehingga tidak berdampak pada peningkatan gula dalam darah. Selain itu, gula ini juga cocok untuk dikonsumsi jika kamu sedang menjalani program diet.

    Baca juga: Apa itu Diet Keto? Yuk, Pelajari Dulu Sebelum Melakukannya!

    Apakah benar gula stevia lebih sehat?

    Selain lebih rendah kalori, stevia ini juga tidak mengandung karbohidrat. Oleh karena itu, para penderita diabetes disarankan untuk mengganti gula pasir dengan stevia.

    Dilansir dari laman Halodoc, karobhidrat dapat memicu naiknya tingkat glukosa atau gula dalam darah. Maka dari itu, konsumsi makanan yang memiliki karbohidrat tinggi tidak dianjurkan untuk pengidap diabetes. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan kadar gula darah yang tinggi.

    Para penderita diabetes pasti sudah tak asing lagi dengan istilah indeks glikemik (GI) Dilansir dari laman Hellosehat, GI merupakan salah satu acuan untuk mengatur pola makan agar kadar glukosa terkendali.

    Mengganti gula pasir dengan stevia akan membuat indeks glikemik mengalami penurunan yang signifikan. Ini membuktikan bahwa konsumsi stevia lebih menyehatkan. Maka dari itu, segera berpaling dari gula pasir agar pola makan dan tingkat glukosa lebih terjaga.

    Benarkah bisa jadi pengganti gula yang baik?

    Stevia bisa digunakan untuk memasak, baik masakan rumahan atau pun kue. Namun, kamu perlu tahu bagaimana cara menggunakannya dengan tepat. Jika tidak, ada rasa pahit yang terasa pada masakan.

    Gula pasir dan stevia memiliki sifat yang berbeda. Apalagi, hasilnya sangat terlihat pada makanan yang dibuat dengan metode dipanggang. Gula ini akan mengalami proses reaksi yang memicu perubahan warna dan tekstur yang kualitasnya tak sebagus gula pasir.

    Walaupun begitu, stevia tetap bisa jadi pilihan untuk memasak suatu hidangan. Kamu bisa meminimalisir rasa pahit stevia dengan tetap mencampurkannya dengan gula biasa dengan perbandingan 1:1.

    Batas Konsumsi

    Menurut Food and Drug Administration (FDA), ada batas minimal untuk konsumsi stevia dalam sehari yaitu 4 miligram per kilogram berat badan. Meskipun tak memiliki efek samping saat digunakan sebagai penambah rasa dalam masakan, namun perlu diperhatikan batas pemakaiannya.


    Jika tidak, ada risiko efek samping seperti gangguan pencernaan seperti kembung, begah, dan mual. Selain itu, mengonsumsinya secara berlebihan dapat menimbulkan risiko alergi pada kulit.

    Demikian informormasi mengenai gula stevia yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti gula pasir. Rasanya yang lebih manis dan rendah kalori membuat gula jenis ini jadi incaran para penderita diabetes dan orang yang sedang menjalani program diet.

    Setelah mengetahui faktanya, apakah kamu tertarik untuk beralih ke stevia untuk konsumsi harianmu?

    Baca juga: Sering Minum Kopi Setiap Hari? Awas Efek Negatifnya!

  • Intip 5 Manfaat Bawang Putih, Si Kecil yang Berkhasiat!

    Intip 5 Manfaat Bawang Putih, Si Kecil yang Berkhasiat!

    Tak hanya sekedar bumbu dapur, bawang putih ternyata menyimpan berbagai manfaat yang penuh khasiat. Salah satu jenis bawang ini terbukti sebagai bahan makanan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Selain menurunkan kadar kolesterol, ternyata senyawa yang terkandung dalam bawang putih juga dapat membantu tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit. Dilansir dari laman Kontan, inilah kandungan yang terdapat dalam 100 gram bawang putih:

    • Air 71 gram  
    • Kalori 122  
    • Protein 7 gram  
    • Lemak 0,3 gram   
    • Karbohidrat 24,6 gram   
    • Kalsium 42 mg  
    • Fosfor 109 mg  
    • Besi 1,5 mg 
    • Kalium 377 mg 

    Selain itu, bawang putih juga mengandung senyawa sulfur aktif, yaitu sallyu cysteine dan daillyl disulfide. Kedua zat tersebut akan keluar saat bawang putih dikunyah sehingga terbentuklah kandungan allicin yang dipercaya berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

    Setelah melihat informasi di atas, pasti kamu penasaran dengan khasiat apa saja yang akan didapatkan jika mengonsumsi bawang putih. Oleh karena itu, mari simak bersama manfaat bawang putih berikut ini!

    Baca juga: 4 Cara Memotong Daun Bawang Sesuai Jenis Hidangan!

    Manfaat bawang putih: mengontrol kadar kolesterol

    Seperti yang telah dibahas, bawang putih baik untuk dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi. Kandungan yang terdapat di dalamnya mampu mengontrol kadar lemak darah sehingga tingkat kolesterol dapat terjaga.

    Selain dimakan bersama dengan sebuah hidangan, bawang putih juga dapat dikonsumsi secara mentah. Dengan demikian, kandungan kolestrol baik (HDL) meningkat sehingga total kolesterol jahat dalam darah akan menurun.

    Manfaat bawang putih: melancarkan sistem pencernaan

    Tak sedikit dari kamu pasti sering jajan makanan sembarangan tanpa memedulikan kebersihannya. Padahal, kebiasaan tersebut sangat tidak dianjurkan agar kesehatan sistem pencernaanmu tetap terjaga.

    Oleh karena itu, konsumsi bawang putih mampu melindungimu dari infeksi pencernaan. Kandungan allicin di dalamnya akan berperan untuk melawan serangan virus, racun, dan cacing yang menyebabkan peradangan pada pencernaan.

    Meningkatkan kesehatan tulang

    Semakin bertambahnya umur membuat proses pembentukan tulang baru menjadi melambat. Hal ini menyebabkan kepadatan tulang berkurang sehingga rentan terhadap pengeroposan. Inilah yang ditandai sebagai indikasi osteoporosis.

    Oleh karena itu, konsumsi bawang putih dapat mencegah penyakit tulang yang satu ini. Kandungan sulfur di dalamnya berfungsi untuk meningkatkan kepadatan pada tulang. Jika mengonsumsi bawang putih secara rutin, risiko osteoporosis akan terminimalisir.

    Mengurangi risiko kanker

    Memiliki kadar antioksidan yang tinggi, bawang putih juga dapat membantu untuk mengurangi risiko kanker. Mampu menangkal racun serta memperkuat daya tahan tubuh, bawang ini akan memperbaiki DNA yang rusak akibat timbulnya sel kanker.

    Maka dari itu, konsumsi bawang putih secara rutin disarankan untuk penderita berbagai jenis kanker, seperti kanker lambung, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker lainnya.

    Mencegah rambut rontok

    Apakah kamu sedang mengalami rambut rontok? Konsumsi bawang putih adalah jawabannya! Lagi-lagi, kandungan sulfur di dalamnya dapat meminimalisir kerontokan pada rambut yang memicu terjadinya kebotakan.

    Fenomena kebotakan akibat rambut rontok seringkali dijumpai di berbagai kalangan usia. Maka dari itu, para kaula muda sangat dianjurkan untuk konsumsi bawang putih untuk menghindari rambut rontok dan kebotakan dini.


    Itulah manfaat bawang putih, bumbu dapur yang menyimpan segudang khasiat untuk menjaga tubuh dari berbagai penyakit. Maka dari itu, ayo konsumsi bawang putih secara rutin agar kesehatan tubuhmu terjamin! Selamat mencoba!

    Baca juga: Mengupas Manfaat Natto, Fermentasi Kedelai yang Viral!

  • Manfaat Tempe, Olahan Kedelai yang Murah Meriah!

    Manfaat Tempe, Olahan Kedelai yang Murah Meriah!

    Tempe adalah makanan yang tak pernah absen di meja makan orang Indonesia. Aneka hidangan berbahan dasar tempe pun sering dijumpai di berbagai daerah. Harga tempe yang sangat terjangkau membuat siapapun bisa menggunakan tempe untuk menu makan sehari-hari.

    Walaupun harganya murah meriah, tak disangka tempe mempunyai sejuta manfaat yang berperan penting untuk kesehatan tubuh. Memangnya, apa sajakah itu? Simak infomasi selanjutnya berikut ini!

    Baca juga: 5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

    Kandungan Gizi

    Sebelumnya, mari kita bahas kandungan gizi yang ada pada tempe terlebih dahulu. Dilansir dari laman nibble.id, Data Komposisi Pangan Indonesia mengungkapkan bahwa 100 gram tempe mengandung protein, karbohidrat, kalsium, kalium, natrium, niacin, thiamin, riboflavin, dan beta kroten.

    Ada pula kandungan gizi lainnya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah daftarnya!

    Tinggi asam lemak

    Tempe merupakan olahan kedelai yang difermentasi menggunakan jamur bernama rizhopus. Proses fermentasi inilah yang membuat tempe memproduksi asa lemak. Zat ini berfungsi untuk menetralisir efek negatif sterol dan mengurangi kadar kolesterol yang ada dalam tubuh.

    Tempe mengandung berbagai vitamin

    Selain itu, tempe juga mengandung berbagai vitamin yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Ada dua kelompok vitamin yang terkandung dalam tempe. Terdapat vitamin yang larut dalam air, seperti B kompleks. Sementara itu, ada pula vitamin yang larut dalam lemak, misalnya A, D, E, dan K.

    Tempe sebagai sumber protein nabati

    Dilansir dari laman Alodokter, dalam 100 gram tempe mengandung 18-20 gram protein. Ini menandakan kalau kandungan protein dalam tempe sangat tinggi. Daripada makan daging merah, tempe bisa jadi alternatif lain untuk melengkapi asupan protein harianmu ketika sedang diet.

    Manfaat tempe untuk kesehatan tubuh

    Setelah selesai membahas tentang berbagai kandungan yang ada pada tempe, kini kita akan beralih ke manfaatnya yang berperan penting untuk kesehatan tubuh. Berikut informasinya.

    Membantu melancarkan pencernaan

    Seperti yang sudah dibahas, proses fermentasi tempe dapat menghasilkan kandungan asam lemak. Pembentukan asam lemak ini akan bereaksi pada usus besar sehingga berfungsi sebagai sumber energi utama yang melapisinya.

    Asam lemak ini terbentuk karena adanya probiotik yang juga terbukti mampu menceghah sembelit dan mengurangi risiko peradangan pada saluran pencernaan.

    Mengendalikan nafsu makan

    Dengan adanya kandungan protein yang tinggi, konsumsi tempe dapat membantu untuk mengendalikan nafsu makan secara efektif. Selain itu, rasa kenyang yang timbul sehabis makan tempe akan bertahan lebih lama.

    Oleh karena itu, keinginan untuk mengunyah makanan jadi lebih berkurang. Inilah yang membuat tempe adalah salah satu bahan yang sering dipakai untuk menu diet.

    Mampu menurunkan kadar kolesterol

    Terbuat dari kedelai, tempe juga mengandung isoflavon yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol. Kandungan protein yang tinggi pada tempe juga sama-sama berperan untuk menurunkan kolesterol pada tubuh.

    Dengan begitu, tempe sudah sangat pantas untuk dinobatkan sebagai menu diet karena memiliki beragam macam manfaat. Keren sekali, bukan?


    Itulah informasi mengenai tempe, mulai dari kandungan hingga manfaat semuanya sudah dikupas tuntas. Setelah tahu semua fakta tentang tempe, apakah kamu masih ragu dengan olahan kedelai yang murah meriah ini?

    Baca juga: Mengupas Manfaat Natto, Fermentasi Kedelai yang Viral!

  • Menu Diet Ala IU, Hanya Butuh 3 Makanan Ini!

    Menu Diet Ala IU, Hanya Butuh 3 Makanan Ini!

    Apakah kamu pernah dengar menu diet ala IU? Penyanyi cantik asal Korea tersebut mempelopori diet ini untuk menurunkan berat badannya dengan waktu singkat. Diet ini terbilang ekstrem karena hanya memerlukan waktu 3-5 hari saja untuk berhasil menurunkan berat badan.

    Bagaimana tidak ekstrem? Orang yang menjalankan diet ini tidak boleh mengonsumsi makanan apapun kecuali 3 menu makanan ini! Penasaran dengan menu diet ala IU? Berikut adalah daftarnya!

    Baca juga: 5 Macam Diet Sehat Agar Memiliki Tubuh Ideal

    Menu diet ala IU

    Pada dasarnya, kalori harian yang dibutuhkan laki-laki dan perempuan berbeda. Rata-rata kalori yang dibutuhkan pria dewasa sekitar 2.500 kalori dalam sehari. Sementara itu, wanita dewasa memerlukan kalori sekitar 2.000 kalori untuk asupan hariannya.

    Jika seperti itu, menu diet ala IU ini ternyata benar-benar ekstrem. Pasalnya, diketahui bahwa IU hanya mengonsumsi sekitar 700 kalori untuk setiap harinya. Memangnya, apa saja yang ia konsumsi hingga hanya mencapai kalori serendah itu?

    Buah apel, menu diet untuk sarapan

    Menu yang pertama adalah buah apel. Penyanyi kelahiran 1993 ini mengonsumsi satu buah apel sebagai sarapan paginya.

    Apel memang dikenal sebagai buah yang sering dikonsumsi saat diet. Konsumsi apel dipercaya dapat membakar lemak dan membatu menurunkan berat badan. Nutrisi yang terkandung dalam apel pun juga sangatlah kaya.

    Bayangkan saja! Dalam satu buah apel terdapat kandungan vitamin C, K, dan B yang sangat berperan untuk kesehatan tubuh. Selain itu, buah ini juga kaya akan serat sehingga dapat membuat perut terasa kenyang saat sedang diet.

    Segala jenis ubi

    Selain itu, IU juga mengonsumsi ubi untuk menu makan siangnya. Selain sebagai pengganti karbohidrat, ubi juga mempunyai kalori yang cukup rendah. Satu buah ubi dengan berat sekitar 130 gram hanya memiliki kalori sebesar 112 kalori.

    Seperti apel, ubi juga mempunyai serat yang tinggi sehingga mampu membuat perut terasa kenyang. Untuk menu makan siang ini, kamu tak perlu repot mengolah ubi menjadi sebuah hidangan. Cukup rebus atau kukus ubi saja, menu diet ala IU sudah siap disantap saat jam makan siang!

    Susu protein shake

    Untuk menu makan malam, IU mengonsumsi susu protein shake. Setelah seharian hanya mengonsumsi makanan yang hanya mengandung vitamin dan serat, saat menjalankan diet ala IU kamu juga tentu memerlukan asupan protein.

    Agar proses menurunkan berat badan berjalan efektif, konsumsi susu protein memang diperlukan untuk membentuk massa otot. Jika tidak, masa otot malah ikut berkurang sehingga kamu tidak punya energi untuk beraktivitas.

    Walaupun sedang menjalankan diet, pasti kamu tidak ingin tubuhmu lemas karena kekurangan energi. Jika hal tersebut terjadi, aktivitas harianmu akan terhambat. Belum lagi, kamu akan kehilangan fokus dan sulit untuk berpikir.

    Maka dari itu, susu protein adalah menu yang paling esensial saat melakukan diet ala IU ini. Jadi, jangan sampai melewatkan menu makan malam yang satu ini, ya!


    Itulah menu diet ala IU yang ternyata lumayan ekstrem tetapi sangat efektif. Pantas saja diet ini sangat fenomenal, sampai-sampai banyak orang yang mengikuti diet ini untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Jika kamu juga tertarik untuk mengikuti diet ala IU ini, jangan lupa untuk selingi dengan olahraga yang teratur agar dietmu berjalan maksimal, ya!

    Baca juga: Apa itu Diet Keto? Yuk, Pelajari Dulu Sebelum Melakukannya!

  • 3 Ide Menu Sarapan Vegan Sehat dan Tinggi Nutrisi

    3 Ide Menu Sarapan Vegan Sehat dan Tinggi Nutrisi

    Memang benar bahwa seorang vegan sering kehabisan ide untuk menu sarapan paginya. Meskipun terburu-buru, kamu bisa coba ide menu sarapan pagi sederhana berikut ini! Walaupun hanya mengonsumsi nabati, seorang vegan harus memperhatikan asupan nutrisi harian yang ada pada menu makanannya.

    Menerapkan gaya hidup vegan memang baik untuk kesehatan. Apalagi, menjadi seorang vegan dapat menurunkan risiko terkena penyakit kolesterol, diabetes, bahkan kanker. Namun, di balik semua itu ternyata menjalani gaya hidup vegan tak selamanya berdampak baik. 

    Dikutip dari halodoc, studi dari American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa diet vegan bisa meningkatkan risiko defisiensi gizi atau malnutrisi. Walaupun diet vegan sebenarnya mampu memperkaya nutrisi dan meminimalisir lemak jenuh, akan tetapi perlu juga untuk waspada akan kekurangan nutrisi lainnya. 

    Asupan zat besi, kalsium, vitamin B12, vitamin D, asam lemak omega-3, bahkan protein juga perlu diperhatikan porsinya saat mengatur menu diet. Jika tidak, otak tidak akan bekerja dengan baik karena kekurangan nutrisi tersebut. Ini akan membuatmu kehilangan fokus dan berdampak pada produktivitas harianmu. 

    Maka dari itu, seorang vegan harus sarapan dengan menu sehat dan tinggi nutrisi untuk memulai pagi harinya. Apa sajakah itu?

    Baca juga: 3 Pilihan Salad Buah untuk Diet yang Sehat!

    Pancake Pisang, ide menu sarapan vegan termudah

    Nasi goreng kimchi

    Selain pancake pisang, kamu bisa menjadikan nasi goreng kimchi sebagai menu sarapan pagimu. Hidangan ini sangat cocok untuk vegan karena hanya memakai bahan nabati, yaitu nasi dan kimchi.

    Tak perlu mempersiapkan banyak hal, kamu hanya butuh wajan anti lengket saat membuat hidangan ala Korea ini. Cukup tambahkan sedikit minyak kelapa ke dalam wajan, kemudian tumis kimchi hingga sedikit layu.

    Setelah itu, kamu bisa tambahkan nasi secukupnya sesuai dengan porsi yang kamu inginkan. Jangan lupa juga beri bumbu tambahan seperti kecap asin, kaldu jamur, dan lada secukupnya. Nasi goreng kimchi siap dihidangkan!

    Smoothies Pisang dan Stroberi

    Jika kamu benar-benar sedang terburu-buru, kamu bisa coba smoothies pisang dan berry untuk menu sarapanmu. Tanpa mengunyah, kamu tinggal meminumnya lalu bersiap untuk berangkat kerja atau sekolah.

    Kamu hanya perlu menyiapkan 3 buah pisang beku dan 5 buah stroberi. Setelah itu, blender semua bahan tersebut hingga menjadi smoothies. Jika porsinya terlalu banyak, kamu bisa menyimpan sisanya di dalam kulkas dan menjadikannya menu sarapan pagi untuk keesokan harinya.


    Itulah 3 ide menu sarapan vegan yang sehat dan tinggi nutrisi. Walaupun sederhana, dijamin kamu tidak akan kekurangan nutrisi padahal sedang menjalankan diet vegan. Ingin coba sendiri di rumah? Yuk, siapkan bahan-bahannya!

    Baca juga: Katering Makanan Sehat Fitfut, Opsi Makan Saat Diet