Category: Makanan Sehat

  • Minuman Pereda Flu Alami yang Bisa Kamu Coba

    Minuman Pereda Flu Alami yang Bisa Kamu Coba

    Minuman pereda flu alami banyak digandrungi saat musim pancaroba tiba. Tak sedikit yang lebih memilih minuman alami daripada obat flu untuk meredakan hidung tersumbat.

    Walaupun tergolong penyakit ringan, namun flu bisa mengganggu aktivitas. Selain membuat hidung tersumbat, flu bisa membuat penderitanya sakit kepala, radang tenggorokan, hingga demam dan meriang.

    Maka dari itu, daripada mengonsumsi obat flu yang dijual dipasaran lebih baik pilih deretan minuman pereda flu ini. Apa sajakah itu? Simak informasinya berikut!

    Baca juga: 5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

    Teh jahe Minuman Pereda Flu Terampuh

    Teh jahe adalah salah satu minuman pereda flu yang paling mujarab. Teh jahe dikenal dengan kandungan senyawa bioaktif yang mampu meredakan pilek dan batuk. Selain itu, kandungan fitonutrien, gingerol, dan shogaol di dalamnya berperan untuk mengurangi risiko infeksi virus dan dapat membantu tubuh terhindar dari flu.

    Mudah saja untuk membuat teh jahe ini sendiri di rumah. Seduhlah teh dengan gula menggunakan air panas. Setelah itu, tambahkan irisan jahe segar ke dalam air dan aduk rata. Minumlah teh jahe selagi hangat dan lakukan ini secara rutin agar flu semakin membaik.

    Air madu untuk Pereda Flu

    Ilustrasi air madu sebagai pereda flu alami

    Selain teh jahe, air madu juga adalah minuman pereda flu alami yang bisa dicoba. Tak perlu dipungkiri lagi, madu sangat terkenal dengan khasiatnya yang berperan untuk menjaga imun dan stamina tubuh.

    Satu sendok madu saja sangat berkhasiat untuk meredakan sakit tenggorokan. Campurkan madu dengan air hangat, kemudian aduk hingga rata. Dengan rutin konsumsi air madu, dijamin batuk dan sakit tenggorokan akibat flu akan reda secara efektif.

    Air lemon

    Flu terjadi akibat sistem keke balan tubuh yang retan. Maka dari itu, penting untuk konsumsi vitamin C. Misalnya, kamu bisa konsumsi air lemon untuk terhindar atau pulih dari flu. Air lemon juga ampuh sebagai minuman pereda flu dan sakit tenggorokan yang alami.

    Tentu saja mudah untuk membuatnya. Hanya dengan mencampurkan perasan jeruk lemon ke dalam air hangat, air lemon sudah siap untuk diminum. Rutinlah untuk mengonsumsinya hingga flu sembuh.

    Teh chamomile

    Kamu juga bisa minum teh dari bunga chamomile yang berkhasiat pula untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar flu reda seketika. Bunga chamomile sendiri merupakan bunga yang masih satu keluarga dengan bunga matahari. 

    Dilansir dari laman yoursay.id, menurut penelitian teh chamomile memiliki kandungan zat senyawa fenolik dengan anti-bakteri yang mampu menyerap racun dari makanan yang kamu konsumsi. Dengan minum 5-6 gelas teh chamomile selama 2 minggu berturut-turut, niscaya imun dalam tubuh meningkat sehingga mampu menangkal infeksi flu.

    Teh pappermint

    Selain bunga chamomile, kamu juga bisa membuat teh dari daun papermint. Kandungan menthol yang terdapat pada teh papermint efektif meredakan hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, dan gejala flu, lainnya.

    Minum teh pappermint secara rutin membuat tubuh akan kebal terhadap segala serangan penyakit flu. Dengan begitu, aktivitas harianmu akan tetap berjalan tanpa adanya hambatan akibat terserang flu.

    Air kelapa

    Tahukah kamu? Ternyata air kelapa juga bagus sebagai pereda flu alami. Ketika flu melanda, tubuh akan dehidrasi karena terserang demam. Akibatnya, tubuh akan kekurangan cairan.

    Air kelapa memiliki kandungan elektroit yang terkandung di dalamnya dapat membantu menyeimbangkat cairan dalam tubuh. Dengan mengonsumsinya di saat flu menyerang, tubuhmu akan terhindar dari dehidrasi akibat kekurangan cairan.


    Itulah minuman pereda flu alami yang bisa kamu coba. Semua bahan-bahan yang digunakan dapat ditemui di manapun, apalagi cara membuatnya pun cukup mudah. Ingin coba? Yuk, persiapkan bahan-bahannya!

    Baca: Apa itu Diet Keto? Yuk, Pelajari Dulu Sebelum Melakukannya!

  • 5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

    5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

    Untuk tetap menjaga kesehatan jantung, buah adalah pilihan yang baik untuk dikonsumsi setiap hari. Hal ini dilakukan untuk menjaga jantung dari kardiovaskuler atau penyakit jantung koroner. Pasalnya, ada potensi untuk mengidap penyakit mematikan ini pada usia muda.

    Akibatnya, hal ini akan berdampak terhadap produktivitas penderita dalam aktivitas sehari-hari. Belum lagi, penyakit ini akan menguras keuangan penderita karena biaya kesehatan untuk berobat ke dokter spesialis jantung tidaklah murah.

    Dengan konsumsi buah setiap harinya, risiko terkena penyakit jantung akan terminimalisir. Oleh karena itu, JadiLaper akan membagikan rekomendasi 5 buah yang baik dikonsumsi untuk kesehatan jantung. Yuk, simak daftarnya berikut ini!

    Baca juga: Resep Baso Aci Khas Bumi Pasundan yang Gurih

    Pisang

    Buah pisang adalah pilihan yang bagus untuk kesehatan jantung. Hal ini disebabkan oleh terdapatnya kalium dalam pisang yang berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung. Peran kalium dalam tubuh adalah untuk mengontrol tekanan darah dan juga meminimalisir ketegangan pada pembuluh darah jantung.

    Konsumsi satu buah pisang, sudah memenuhi 9% kebutuhan kalium harianmu. Selain itu, pisang juga mengandung banyak serat yang juga berperan untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Apalagi, serat juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.

    Konsumsi apel untuk kesehatan jantung

    Ilustrasi buah apel

    Selain pisang, apel juga mampu menurunkan risiko penyakit jantung. Buah apel mengandung serat larut yang bisa membantu untuk menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, buah ini juga mengandung polifenol yang menghasilkan efek antioksidan.

    Namun, banyak orang mengupas kulit apel sebelum memakannya. Padahal, kulit apel mengandung kadar polifenol yang tinggi. Maka dari itu, sebaiknya makan apel beserta kulitnya.

    Jeruk

    Jeruk terkenal akan kandungan vitamin C yang tinggi. Namun, siapa sangka buah ini juga baik untuk kesehatan jantung?

    Ternyata, jeruk juga mempunyai kadar kalium yang baik dan berperan penting untuk menurunkan tekanan darah. Tingginya tekanan darah adalah salah satu faktor yang memicu risiko penyakit jantung. 

    Selain itu, jeruk juga mengandung karotenoid dan fenolik yang sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Dengan begitu, sering konsumsi jeruk sangat bagus untuk mengurangi risiko terkena jantung koroner.

    Makan alpukat untuk kesehatan jantung

    Pasti sudah banyak yang familiar dengan buah yang satu ini. Biasanya, alpukat sering diolah menjadi jus, sushi, sandwich, bahkan ada yang memakannya begitu saja dengan menambahkan sedikit gula pasir.

    Ternyata, buah alpukat kaya akan kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin C, serat, kalium, magnesium, hingga folat. Mengonsumsi alpukat secara rutin dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko mengidap kardiovaskuler.

    Pepaya

    Ilustrasi buah pepaya

    Buah yang baik untuk kesehatan jantung yang terakhir adalah pepaya. Pasti siapapun sudah tahu pepaya mempunyai daging yang berwarna oranye. Di balik warnanya yang oranye, ternyata itu merupakan indikasi tingginya kandungan karotenoid pada pepaya.

    Karotenoid (HDL) berfungsi membantu meningkatkan kadar kolesterol baik pada tubuh. Jika kadar HDL meningkat, maka kolesterol jahat (LDL) juga akan menurun. Dengan begitu, kamu akan berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah.


    Demikianlah informasi mengenai 5 buah yang baik untuk kesehatan jantung. Rutinlah untuk konsumsi buah-buahan di atas agar terhindar dari penyakit jantung. Jika jantungmu sehat, produktivitas kamu pun juga meningkat!

    Baca juga: Mille Crepe Cake, Kue Ulang Tahun Lapis Tanpa Oven

  • Apa itu Diet Keto? Yuk, Pelajari Dulu Sebelum Melakukannya!

    Apa itu Diet Keto? Yuk, Pelajari Dulu Sebelum Melakukannya!

    Sedang menjalani program menurunkan berat badan? Diet keto bisa menjadi pilihan yang bisa dicoba. Namun, apa itu diet keto? Dilansir dari laman Alodokter, diet keto merupakan pola makan yang dilakukan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, namun tetap tinggi lemak.

    Walaupun banyak pro dan kontra, diet keto bisa dicoba dengan catatan harus memperhitungkan terlebih dahulu apakah diet ini cocok dengan kondisi tubuhmu atau tidak. Apa itu diet keto? Simak informasi lebih lanjut mengenai diet yang satu ini.

    Baca juga: 5 Macam Diet Sehat Agar Memiliki Tubuh Ideal

    Apa itu diet keto?

    Diet keto adalah salah satu cara mengatur pola makan dengan nutrisi karbohidrat yang rendah per-harinya. Apabila dalam pola makan yang normal, pada umumnya asupan nutrisi karbohidrat yang diterima berkisar 50-60 persen dari total nutrisi yang diterima. Sedangkan dalam pola diet keto, hanya sekitar 5-10 persen saja. Selebihnya digantikan dengan asupan nutrisi lemak dan protein.

    Arti diet keto berasal dari kata keton. Keton merupakan senyawa kimia yang dihasilkan dari pemecahan lemak oleh organ hati. Pada umumnya, energi manusia diperoleh dari glukosa yang terdapat dalam karbohidrat. Namun, ketika seseorang menjalankan diet keto tubuhnya akan kekurangan glukosa karena kadar karbohidrat rendah dalam tubuhnya sangat rendah. Alhasil, secara otomatis tubuh menggunakan cadangan energi dari zat gizi lain yaitu lemak.

    Secara medis, diet keto umumnya dilakukan untuk menurunkan angka resiko kejadian epilepsi terhadap anak. Namun saat ini, diet keto dimanfaatkan untuk menurunkan angka berat badan. Meski begitu, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dari dampak diet keto dalam jangka panjang.

    Persepsi salah yang sering didengar

    Secara garis besar, persepsi salah yang sering didengar ketika menjalani diet ini adalah enaknya makan makanan berlemak sepuasnya. Meskipun diet ini mengandalkan konsumsi lemak yang tinggi, bukan berarti kalian bisa mengkonsumsi segala jenis lemak.

    Pada umumnya, orang mengkonsumsi makanan berlemak tanpa mempertimbangkan lemak yang terkandung didalamnya adalah lemak baik atau lemak jahat. Sedangkan pada diet keto ini, asupan lemak yang disarankan adalah lemak yang baik. Lemak baik dapat diperoleh dari ikan, alpukat, beragam jenis kacang-kacangan, hingga minyak zaitun.

    Dan sebaliknya, dalam menjalani diet keto ini perlu menghindari lemak-lemak jahat seperti yang terkandung dalam gorengan, junk food, mentega, dan masih banyak lagi.

    Ilustrasi Menu Diet Keto

    Apakah diet keto dianjurkan?

    Pada umumnya, diet keto merupakan pengaturan pola makan yang aman dan boleh dijalankan asalkan di bawah pengawasan dokter gizi. Maka dari itu, jika tidak diawasi dan sembarangan dalam menerapkannya, efek samping yang diperoleh bisa sangat serius.

    Oleh karena itu, metode diet yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Hal ini dikarenakan efek samping dan reaksi yang terjadi pada setiap orang dalam menjalankan diet ini bisa berbeda-beda. Itu sebabnya, sebelum hendak menjalankan diet disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu.


    Demikianlah informasi tentang diet keto yang wajib kamu ketahui. Boleh saja untuk mencoba jenis diet ini untuk menurunkan berat badan, namun perlu diperhatikan pula beberapa hal sebelum menjalankannya. Mengikuti anjuran dokter gizi pun juga jangan sampai diabaikan, ya!

    Baca juga: Tips Makan Mie Instan Agar Tetap Defisit Kalori

  • Sering Minum Kopi Setiap Hari? Awas Efek Negatifnya!

    Sering Minum Kopi Setiap Hari? Awas Efek Negatifnya!

    Bagi sebagian orang, sering minum kopi adalah rutinitas gaya hidup. Beberapa dari mereka juga langsung menyeruput kopi di pagi hari untuk merasakan stimulasi kafein. Sebagai stimulan, kafein memang bisa merangsang kemampuan berpikir cepat, meningkatkan motivasi, dan mengangkat suasana hati.

    Meski begitu, ternyata banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk tetap mengontrol porsi minumnya. Bila kamu memiliki gangguan pencernaan, maka wajib membatasi porsi minuman kopi per harinya. Sebab, intensitas dan porsi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan.

    Lantas, apa saja dampak negatif dari sering konsumsi kopi setiap hari? Mau tahu? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

    Baca juga: Kopi Decaf, Sajian Kopi yang Rendah Kafein

    Mengalami gangguan pencernaan

    Ketika terlalu banyak mengonsumsi kopi, efek pertama yang bisa langsung terasa adalah rasa mulas atau nyeri pada perut. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan. Efek samping ini dapat membuat usus menjadi lebih aktif, sehingga pergerakan usus menjadi lebih cepat.

    Lebih parahnya, efek kafein ini juga bisa memperburuk kondisi lambung penderita maag atau GERD. Jika dibiarkan, konsumsi kopi menjadi hal yang membahayakan untuk kesehatan pencernaan siapapun.

    Sering minum kopi bikin susah tidur

    Tak hanya gangguan pencernaan, kamu juga akan merasakan sulit tidur. Sebab, kandungan kafein dapat membangkitkan hormon adrenalin yang memblokir untuk membuat tubuh lelah dan mengantuk. Akibatnya, kamu akan sulit tidur saat malam hari hingga akhirnya kekurangan waktu untuk istirahat.

    Menjadi gelisah karena sering minum kopi

    Meski meningkatkan kewaspadaan dan fokus, ternyata efek samping kopi juga dapat membuat kamu menjadi gelisah serta cemas. Bahkan, efeknya juga bisa menimbulkan serangan panik dan kambuhnya gejala gangguan cemas yang berlebihan.

    Sering buar air kecil

    Umumnya, efek samping kopi yang sering terjadi adalah peningkatan frekuensi buang air kecil. Kopi mengandung kafein yang bersifat diuretik, sehingga bisa merangsang pembuangan urine. Hal ini membuat kamu akan lebih sering buang air kecil usai mengonsumsi kopi.

    Denyut jantung berdetak cepat

    Akibat terlalu banyak mengonsumsi kopi, jantung akan berdetak lebih cepat dan iramanya berubah. Apabila mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya kamu pertimbangkan kembali untuk mengurangi asupan kopi.


    Demikianlah efek negatif dari mengonsumsi kopi secara berlebihan dan setiap hari. Sebenarnya, minum kopi memiliki efek positif asalkan mengonsumsi dengan takaran yang pas. Bila dikonsumsi secara berlebihan, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, minumlah kopi sewajarnya agar kesehatan tak terganggu.

    Baca juga: Simak! 3 Bahaya Kulit Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan

  • Simak! 3 Bahaya Kulit Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan

    Simak! 3 Bahaya Kulit Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan

    Menjadi bagian paling nikmat, kulit ayam selalu jadi favorit semua orang terutama saat makan ayam goreng. Akan tetapi, banyak pula orang yang melupakan adanya bahaya pada kulit ayam saat dikonsumsi secara berlebihan.

    Salah satu risikonya adalah meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Terkandung 120 mg kolesterol dan 40 gram lemak dalam 100 gram kulit ayam panggang. Berbeda cerita dengan kandungan dalam kulit ayam goreng yang kadar kolestrol dan lemaknya lebih tinggi lagi.

    Maka dari itu, jangan terlalu banyak makan kulit ayam bila masih memprioritaskan kesehatanmu. Lalu, apa saja bahaya kulit ayam yang enaknya tiada dua ini? Simak pembahasannya berikut ini, yuk!

    Baca juga: Mengenal Minuman Kolagen Bagi Kesehatan Kulit

    Menyebabkan penyakit jantung

    Ilustrasi sakit jantung

    Tentu saja, makanan yang mengandung kadar kolesterol dan lemak tinggi dapat memicu penyakit jantung. Apalagi, kulit ayam yang banyak digandrungi ada di makanan junk food yang digoreng dengan balutan tepung.

    Akibatnya, kandungan kolesterol berlebih ini akan mengendap pada dinding pembuluh darah dan terbentuknya plak. Peristiwa ini akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri. Akan sangat buruk jika ini terjadi pada pembuluh darah jantung dan akhirnya menyebabkan penyakit jantung koroner.

    Mengonsumsi kulit ayam dapat memicu stroke

    Seperti penyakit jantung, stroke juga terjadi karena adanya pembentukan plak yang diakibatkan oleh kadar kolesterol tinggi. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga tidak adanya suplai oksigen dan nutrisi.

    Dengan seringnya mengkonsumsi kulit ayam, risiko terkena stroke akan semakin besar. Sangat tidak disarankan untuk lansia dan penderita kolesterol memakannya agar terhindar dari penyakit mematikan yang satu ini.

    Konsumsi kulit ayam berlebihan bisa obesitas

    Ilustrasi obesitas akibat makan kulit ayam
    Ilustrasi obesitas

    Jika kamu sedang menjalani diet, kulit ayam adalah makanan yang sangat harus dihindari. Seperti yang sudah dijelaskan, kulit ayam mengandung kadar lemak tinggi sehingga dapat memicu kenaikan berat badan.

    Mengonsumsi kulit ayam berlebihan akan berbahaya jika mengakibatkan timbulnya obesitas. Kondisi ini akan memicu terjadinya risiko hipertensi yang nantinya juga berujung pada penyakit jantung dan stroke.

    Sebenarnya, boleh saja makan kulit ayam sesekali. Namun, perhatikan pula jumlah dan intensitas dalam mengkonsumsinya. Selingi juga dengan makan sayur dan buah untuk meningkatkan keseimbangan pola makanmu.


    Itulah bahaya kulit ayam jika dikonsumsi terlalu sering. Dibalik kenikmatannya, ternyata banyak risiko penyakit yang akan terjadi. Bagaimana? Masih ingin sering makan kulit ayam?

    Baca juga: 3 Kreasi Rice Paper yang Wajib Kamu Coba!

  • Kopi Decaf, Sajian Kopi yang Rendah Kafein

    Kopi Decaf, Sajian Kopi yang Rendah Kafein

    Kopi decaf dikenal sebagai jenis kopi yang aman dikonsumsi bagi pengidap maag akut. Kata decaf sendiri berarti tidak mengandung kafein. Oleh karena itu, jenis kopi ini lebih sehat untuk dikonsumsi.

    Meski begitu, banyak perdebatan yang muncul mengenai kopi decaf ini. Maka dari itu, yuk kita cari tahu bersama-sama fakta menarik tentang kopi decaf!

    Baca juga: Kopi Mandailing, Cita Rasa Sumatera Kualitas Mancanegara

    Memerlukan proses panjang untuk menghilangkan kafein

    Proses membuat kopi decaf sangatlah panjang. Hal utama dalam proses decaf ini adalah memasukan biji kopi di suhu kondisi air yang sangat tinggi. Ketika proses tersebut terjadi, kafein pada biji kopi ini akan hilang. Untuk melakukan proses tersebut, setidaknya memakan waktu selama kurang lebih 8 jam dengan tekanan air yang sangat tinggi.

    Filter dalam proses ini hanya menghilangkan kafein saja, tetapi tidak menghapus rasa kopi yang khas. Sayangnya, proses menghilangkan kafein ini tidak menjamin kandungan tersebut akan hilang secara 100 persen. Nyatanya, kopi decaf memiliki 3 miligram kafein. Meski begitu, kandungan kafein dari kopi decaf tersebut lebih rendah dibandingkan kopi normal yang memiliki 80-120 miligram.

    Selain prosesnya lama, alat-alat yang diperlukan untuk melakukan decaf biji kopi juga tergolong mahal harganya. Oleh karena itu, tak heran apabila sering kita temui varian kopi decaf memiliki harga yang mahal.

    Apakah kopi decaf benar-benar sehat?

    Ilustrasi minum kopi decaf

    Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai khasiat kopi decaf sendiri. Namun, sebenarnya komponen dari kopi seperti lignans dan chlorogenic acid ini tidak akan hilang selama proses decaf. Kedua zat inilah yang terkandung dalam kopi sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes. Kopi biasa maupun decaf sama-sama memiliki zat magnesium yang tetap merangsang fungsi otak. 

    Tak hanya itu, konsumsi kopi decaf juga akan membantu menjaga liver kamu. Zat aflatoxin akan memicu produksi glutathione yang akan membantu kinerja liver manusia. Jadi, bisa dibilang minum kopi decaf memang lebih sehat daripada kopi biasa. 

    Bisa memicu kecanduan kafein

    Meski lebih sehat, namun ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui. Akibat kafein yang rendah, tanpa sadar orang akan meminum kopi jenis decaf ini lebih banyak. Oleh karena itu, tanpa sadar orang akan meminum kopi dengan standar kafein yang sama seperti kopi pada umumnya.

    Bila kamu pengidap maag akut, maka proses ini juga akan bisa menyebabkan sakit maag akutnya berlanjut. Selain itu, efek dari kopi lainnya adalah kurangnya daya serap zat besi yang dapat menyebabkan tulang keropos pada bagian pinggul. Sebab, di dalam kopi terdapat non-heme iron yang akan menyerap zat besi.


    Sebenarnya, konsumsi kopi decaf merupakan pilihan. Pada dasarnya kopi dapat menyebabkan asam lambung naik. Bila kamu memiliki maag akut, sebaiknya mengurangi konsumsi kopi.

    Meski lebih baik daripada kopi biasa, kamu juga perlu memerhatikan intensitas dari konsumsi kopi decaf. Jika semakin sering intensitas konsumsinya, maka akan mengakibatkan penyakit maag muncul kembali.

    Baca juga: Dirty Coffee, Kopi Luber Asal Negeri Sakura

  • 5 Ide Sarapan Rendah Kalori sebelum Pergi Kerja

    5 Ide Sarapan Rendah Kalori sebelum Pergi Kerja

    Melewatkan sarapan pagi sebelum pergi bekerja karena takut gendut? Tenang saja, ide sarapan rendah kalori ini bisa jadi solusi tepat.

    Memang benar bahwa kita seringkali dikejar waktu di pagi hari. Namun, bukan berarti membiarkan perutmu kosong sampai siang hari dan beranggapan cara ini bisa mengurangi berat badanmu.

    Padahal, sarapan bisa membuat aktivitas keseharianmu jadi penuh energi. Selama kamu memilih makanan sehat dengan porsi yang tepat, rutin sarapan dan ngemil di pagi hari bukanlah suatu masalah.

    Hanya 300 kalori, ide sarapan rendah kalori ini praktis dan mudah disiapkan. Makanan ini akan memberimu energi untuk menjalani hari, tetapi tidak akan membuat kamu gendut. Berikut adalah daftar 5 sarapan rendah kalori yang cocok dimakan sebelum pergi bekerja!

    Baca juga: Cara Cegah Diabetes dengan Ubah Pola Makan Harian

    Apel dan selai kacang

    Kaya akan serat, apel merupakan buah yang populer dijadikan camilan sehat. Mempunyai cita rasa asam-manis, buah yang punya banyak jenis ini sangatlah segar saat dimakan.

    Ada banyak kreasi olahan apel, salah satunya dimakan dengan olesan selai kacang. Cita rasa selai kacang yang gurih membuat sensasi makan apel jadi semakin kompleks. Kreasi ini merupakan ide sarapan rendah kalori yang tidak pernah salah untuk dicoba!

    Yoghurt, ide sarapan rendah lemak yang tepat

    Ilustrasi yogurt dan buah

    Tak kalah populer, yoghurt juga banyak dipilih untuk menjadi makanan diet. Memiliki banyak  kalsium, protein, dan probiotik, yoghurt sering dibuat berbagai kreasi sehingga menyenangkan untuk memakannya.

    Masukkan yoghurt Yunani rendah lemak yang biasa dalam wadah satu porsi dengan banyak buah segar. Tambahan madu, granola, ataupun kismis juga bisa digunakan sebagai topping agar makan yogurt jadi lebih asyik!

    Burrito kecil

    Kalau kamu lebih menyukai makanan gurih untuk sarapan pagi, burito bisa menjadi pilihan tepat. Jika kamu takut satu porsi burito kalorinya terlalu besar, pilihlah porsi kecil atau potong burito menjadi dua bagian.

    Mudah saja untuk membuat makanan kaya protein ini. Siapkan 2 putih telur orak arik, 1 ons keju rendah lemak, 2 sendok makan salsa, 1/2 cangkir bayam matang (atau sayuran lain), dan 1 tortilla gandum utuh. Walaupun ide sarapan pagi ini rendah kalori, dijamin perutmu akan kenyang!


    Itulah dia 5 ide sarapan rendah kalori yang bisa kamu coba sebelum pergi bekerja. Hanya di bawa 300 kalori, makanan ini tetap bisa mengisi perutmu yang kosong di pagi hari. Jalani aktivitas jadi lebih semangat tanpa perut yang keroncongan!

    Baca juga: Catat! 5 Langkah Hitung Kalori yang Benar

  • Cara Cegah Diabetes dengan Ubah Pola Makan Harian

    Cara Cegah Diabetes dengan Ubah Pola Makan Harian

    Diabetes merupakan salah satu penyakit yang berasal dari pola gaya hidup. Berdasarkan survei yang dilakukan Merck bersama dengan Internasional Diabetes Federation (IDF) pada 2021 lalu, mengungkapkan, bahwa perubahan gaya hidup selama pandemi meningkatkan risiko diabetes. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya waktu luang di rumah.

    Dari survei tersebut juga telah terungkap bahwa ada sebanyak 68% orang Indonesia percaya perubahan gaya hidup yang dapat mengurangi risiko terhadap diabetes dan 73% menyadari asupan makanan tinggi gula memainkan peran utama dalam menyebabkan diabetes.

    Oleh karena itu, perlu diperhatikan apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga tubuh agar terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan di dunia ini. Selain berolahraga, kamu juga perlu memperhatikan pola makan harianmu.

    Memang, bagaimana sih cara cegah diabetes dengan ubah pola makan? Yuk, cek pembahasannya berikut ini!

    Baca juga: Mengupas Manfaat Natto, Fermentasi Kedelai yang Viral!

    Ganti karbohidrat dengan gandum dan biji-bijian

    Ilustrasi biji-bijian

    Benar bahwa masyarakat Indonesia mayoritas menjadikan nasi sebagai makanan pokok, terutama nasi putih. Namun, di balik kenikmatannya ada risiko yang menyebabkan naiknya kadar gula. Inilah yang memicu terjadinya diabetes.

    Selain nasi, roti putih dan tepung terigu juga salah dua bahan pangan yang mempunyai kadar gula yang tinggi. Padahal, tingkat konsumsi masyarakat terhadap keduanya sangat tinggi dan bahkan dianggap sebagai sumber karbohidrat yang umum dimakan.

    Maka dari itu, perlunya untuk ubah karbohidrat menjadi makanan yang kaya akan serat. Gandum dan biji-bijian menjadi pilihan yang tepat untuk kamu berpaling dari nikmatnya nasi putih, roti putih, dan tepung terigu.

    Dengan begitu, kadar gula yang menumpuk dalam tubuh akan berkurang dan tergantikan oleh serat. Hal tersebut membuat proses pencernaan dan metabolisme dalam tubuh lebih baik jika kamu mulai kurangi makanan berkarbohidrat.

    Ganti daging merah dengan kedelai

    Jika kamu termasuk pecinta daging merah, sebaiknya mulailah kurangi intensitas konsumsinya. Daging merah memang berprotein tinggi, namun dengan mengonsumsinya terlalu banyak dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2 pada wanita.

    Coba beralihlah ke kacang kedelai sebagai sumber protein. Banyak olahan kedelai yang bisa kamu pilih untuk menu sehat harianmu. Tahu, tempe, dan susu kedelai bisa kamu pilih sesuai dengan seleramu.

    Perbanyak makan sayur sebagai cara cegah diabetes

    Selain gandum dan biji-bijian, konsumsi sayur juga akan meningkatkan serat dalam tubuh. Ditambah, sayuran kaya akan vitamin dan mineral yang bagus untuk kesehatan tubuh.

    Dengan konsumsi sayuran setiap harinya, dijamin pola makanmu akan sehat dan seimbang. Jadi, kamu akan terhindar dari kadar gula tinggi yang memicu risiko diabetes.

    Jauhi makanan & minuman manis agar terhindar dari diabetes

    Poin terakhir ini adalah yang paling penting karena sumber gula berasal dari makanan dan minuman manis. Memang benar kalau gula adalah sumber energi, namun perhatikan jumlah konsumsinya.

    Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat mengakibatkan berat badan berlebih atau obesitas. Hal ini lah yang memicu meningkatnya kadar gula dalam darah yang pada akhirnya akan menimbulkan terjadinya risiko diabetes.


    Itulah cara cegah diabetes dengan ubah pola makan harianmu. Dengan cara-cara di atas, risiko terkena diabetes akan berkurang, ditambah pola makanmu menjadi lebih sehat. Tunggu apalagi? Ubah pola makan harianmu sekarang!

    Baca juga: 3 Makanan yang Wajib Dikonsumsi, Sebelum Donor Darah

  • Mengupas Manfaat Natto, Fermentasi Kedelai yang Viral!

    Mengupas Manfaat Natto, Fermentasi Kedelai yang Viral!

    Natto yang sangat dikenal sebagai makanan khas Jepang ini merupakan makanan hasil fermentasi kedelai. Di balik cita rasa dan aromanya yang khas, kamu akan menemukan berbagai manfaat natto untuk kesehatan tubuh.

    Cita rasa uniknya yang masih terbilang asing bagi orang Indonesia memicu ramainya tagar #nattochallenge di media sosial TikTok. Banyak dari mereka yang tidak tahan dengan rasa dan baunya. Hingga akhirnya mereka memuntahkan makanan khas Jepang tersebut. 

    Padahal, Natto adalah makanan yang sangat di gemari orang-orang di Jepang. Memang baunya tak begitu sedap, namun natto ternyata mempunyai banyak nutrisi yang cocok untuk pelengkap menu makanan sehat. 

    Lalu, memangnya apa saja sih manfaat natto untuk kesehatan tubuh? Kupas manfaat natto berikut ini, yuk!

    Baca juga: Ichigo Sando, Sandwich Ala Jepang

    Meningkatkan Sistem Pencernaan

    Natto telah melewati proses fermentasi yang menghasilkan kandungan probiotik di dalamnya. Dilansir dari laman Alodokter, probiotik adalah bakteri atau jamur baik yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

    Natto sangat cocok untuk membantu mengurangi masalah pencernaan seperti sembelit, diare, kembung, bahkan radang usus. Makanan bertekstur lengket ini juga bagus untuk metabolisme tubuh sehingga cocok untuk menu diet.

    Menjaga kesehatan jantung

    Selain mengandung probiotik, natto juga mengandung serat dan vitamin K2 yang dapat menjaga kesehatan jantung. Selain itu, enzim nattokinase yang juga ada pada natto berperan untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.

    Lemak yang terkandung dalam natto juga bukan lemak jahat. Sebab itu, bisa menurunkan kadar kolesterol yang mengakibatkan adanya risiko gagal jantung dan stroke.

    Manfaat Natto untuk kesehatan tulang

    Vitamin K2 yang dibantu kandungan kalsium dalam natto juga membantu untuk meningkatkan kesehatan tulang. Natto akan mengurangi masalah tulang seperti pengeroposan (osteoporosis) dan pengapuran (osteoarthritis). Selain itu, kandungan yang ada di dalam natto juga sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko patah tulang yang diakibatkan oleh pertambahan usia.

    Mencegah pertumbuhan sel kanker

    Lagi-lagi vitamin K2 mempunyai peran penting yang tentunya dibantu oleh kandungan isotflavon. Natto yang merupakan fermentasi kacang kedelai, mempunyai banyak kandungan isoflavon yang tinggi. Hal tersebut membuat natto mempunyai potensi untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker, seperti kanker hati, kanker usus, kanker prostat, serta kanker payudara.

    Konsumsi Natto untuk Jaga daya tahan tubuh

    Tidak hanya kaya akan vitamin K2, natto juga mengandung vitamin C, vitamin B6, dan zat besi. Sederetan kandungan tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar sehat dan bugar. Jika rutin mengonsumsi natto, tubuh akan terlindungi dari serangan radikal bebas sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit.


    Itulah pembahasan mengenai 5 manfaat natto untuk kesehatan tubuh. Walaupun rasa dan aromanya tak sedap, ternyata banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapatkan jika sering makan natto. Jangan lupa selingi juga dengan olahraga rutin agar pola hidupmu lebih sehat, ya!

    Baca juga: 6 Khasiat Makan Kuaci Bagi Kesehatan Tubuh!

  • 3 Makanan yang Wajib Dikonsumsi, Sebelum Donor Darah

    3 Makanan yang Wajib Dikonsumsi, Sebelum Donor Darah

    Apakah kamu pernah ingin mendonorkan darah tapi ditolak? Bila pernah mengalami hal tersebut, maka artinya kondisi tubuh kamu masih belum memenuhi syarat untuk donor darah.  

    Hampir semua orang terkadang tidak sadar, bahwa sebelum melakukan donor darah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah memperhatikan asupan makanannya.

    Oleh karena itu, JadiLaper akan membahas tentang makanan dan minuman apa saja yang wajib dikonsumsi sebelum donor darah. Kira-kira, apa saja ya makanannya? Yuk, langsung kita telusuri jawabannya di bawah ini! 

    Baca juga: Resep Gulai Kambing Tanpa Santan yang Tetap Gurih

    Makanan dan minuman yang perlu dikonsumsi, sebelum donor darah

    Ilustrasi makanan yang wajib dikonsumsi sebelum donor darah

    Konsumsi zat besi

    Bagi yang ingin donor darah, sebaiknya kamu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Dengan mengonsumsi makanan tersebut, kamu dapat terhindar dari penyakit anemia atau kurang darah.

    Untuk makanannya, kamu dapat mengonsumsi daging sapi, daging domba, daging kambing, daging babi, dan daging ham. Selain daging-daging, kamu juga perlu makan telur, roti, sayuran, buah, dan aneka kacang-kacang. 

    Kandungan vitamin C

    Selain zat besi, kamu juga perlu mengonsumsi vitamin C sebelum donor darah. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, dapat membantu tubuh untuk menyerap zat besi secara baik.

    Untuk memperoleh vitamin C ini, kamu dapat mengonsumsi buah blewah, kiwi, pepaya, nanas, stroberi, semangka, dan tomat. Bukan hanya itu, kamu juga bisa minum suplemen vitamin C.

    Minum air

    Ketika mendonorkan darah, tekanan darah akan menurun karena kehilangan cairan pada proses tersebut. Akibatnya, sang pendonor darah akan mengalami pusing. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu minum dua gelas air, sebelum melakukan donor darah.

    Makanan dan minuman yang perlu dihindari saat donor darah

    Sebagai calon pendonor darah, kamu juga perlu menghindari beberapa makanan dan minuman agar kesehatan tubuhmu stabil. Berikut JadiLaper telah merangkum beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari saat ingin melakukan donor darah.

    • Alkohol

    Sebelum proses donor darah, usahakan untuk tidak minum atau mengonsumsi alkohol selama 24 jam. Sebab, minuman yang satu ini dapat mengakibatkan dehidrasi. 

    • Makanan berlemak

    Selain disarankan tidak minum alkohol, kamu juga dilarang untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak. Misalnya, kentang goreng dan es krim yang memiliki kandungan berlemak. Sebab, dapat memengaruhi proses mengalirnya darah ke tubuh.

    • Hidangan yang memengaruhi penyerapan zat besi  

    Seperti yang diketahui, tidak semua makanan dan minuman dapat berdampak baik bagi tubuh. Ada beberapa makanan dan minuman yang bisa menghambat proses penyerapan zat besi, seperti kopi, teh, susu, keju, yoghurt, anggur merah, cokelat, dan obat aspirin.


    Itulah beberapa informasi seputar makanan dan minuman yang wajib dikonsumsi saat ingin donor darah. Dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang disarankan, pastinya kamu akan bisa melakukan donor darah.

    Baca juga: Buah Delima Menyimpan Segudang Manfaat Buat Tubuh