Category: Makanan Sehat

  • Manfaat Teh Daun Kelor, Ampuh Turunkan Lemak Tubuh!

    Manfaat Teh Daun Kelor, Ampuh Turunkan Lemak Tubuh!

    Tanaman kelor telah lama digunakan dalam masakan tradisional dan obat-obatan herbal di banyak negara Asia dan Afrika, dan kini semakin dikenal di seluruh dunia karena berbagai manfaat kesehatannya. Belakangan ini, Teh daun kelor telah menjadi semakin populer karena dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat memberikan efek positif bagi tubuh.  

    Nah, kali ini JadiLaper akan membahas beberapa manfaat teh daun kelor yang telah terbukti secara ilmiah, mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga membantu menurunkan berat badan. Yuk, simak beberapa manfaat teh daun kelor yang perlu kamu ketahui!

    Baca juga: Manfaat Teh Earl Grey, Minuman Aromatik Penuh Khasiat

    Teh Daun Kelor Mencegah kanker

    Teh daun kelor kaya akan senyawa antioksidan, termasuk flavonoid dan polifenol. Senyawa-senyawa ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.

    Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

    Teh daun kelor mengandung banyak vitamin dan mineral yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Daun kelor mengandung vitamin C, vitamin E, dan beta-karoten yang dapat membantu melawan infeksi dan penyakit.

    Teh Daun Kelor Mencegah Diabetes

    Teh daun kelor juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor mengandung senyawa yang dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga dapat menjadi alternatif yang baik bagi penderita diabetes.

    Meningkatkan kesehatan pencernaan

    Teh daun kelor juga dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Senyawa-senyawa dalam daun kelor dapat membantu memperbaiki masalah pencernaan seperti sembelit dan diare.

    Menjaga kesehatan tulang

    Teh daun kelor mengandung banyak mineral seperti kalsium, fosfor, dan magnesium, yang penting untuk menjaga kesehatan tulang. Konsumsi teh daun kelor secara teratur dapat membantu mencegah osteoporosis dan meningkatkan kekuatan tulang.

    Menjaga kesehatan kulit

    Teh daun kelor juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Senyawa-senyawa dalam daun kelor dapat membantu memperbaiki masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis.

    Teh Daun Kelor Menurunkan berat badan

    Teh daun kelor dapat membantu menurunkan lemak dan berat badan karena mengandung serat yang tinggi. Serat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan.


    Nah, itulah manfaat teh daun kelor yang baik untuk kesehatan. Jika dikonsumsi secara teratur, tentunya tubuhmu akan mendapatkan banyak khasiat yang sangat bermanfaat. Sudahkah kamu mencobanya?

    Baca juga: Bakar Lemak Perut dengan 6 Minuman Sehat Ini!

  • Manfaat Teh Earl Grey, Minuman Aromatik Penuh Khasiat

    Manfaat Teh Earl Grey, Minuman Aromatik Penuh Khasiat

    Teh Earl Grey adalah jenis teh yang diberi aroma dan rasa khas dari minyak atsiri dari kulit jeruk bergamot. Jeruk bergamot adalah buah yang mirip dengan jeruk keprok, tetapi lebih kecil dan berwarna hijau kekuningan.

    Sejarah teh Earl Grey berasal dari Inggris pada awal abad ke-19. Konon, Earl Charles Grey, seorang politisi Inggris dan Perdana Menteri Inggris pada masa itu, mendapatkan resep teh bergamot dari seorang pedagang teh Tiongkok sebagai hadiah. Ia kemudian memberikan resep itu pada perusahaan teh di Inggris, dan teh bergamot tersebut akhirnya dinamai “Earl Grey” sebagai penghormatan kepada Earl Charles Grey.

    Teh Earl Grey biasanya terbuat dari daun teh hitam yang diberi aroma jeruk bergamot. Namun, ada juga teh Earl Grey yang terbuat dari daun teh hijau atau teh putih. Teh Earl Grey memiliki rasa yang khas, yaitu perpaduan antara rasa teh yang tajam dengan rasa jeruk bergamot yang segar dan harum. Teh ini biasanya disajikan dengan susu dan gula, tetapi dapat juga disajikan tanpa tambahan apa pun.

    Selain memiliki rasa yang lezat, teh Earl Grey juga diketahui memiliki beberapa manfaat kesehatan, lho! Apa sajakah itu? Mari simak infromasinya di bawah ini!

    Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular

    Teh Earl Grey mengandung senyawa flavonoid yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung. Senyawa ini dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi penumpukan plak di arteri.

    Teh Earl Grey Menurunkan risiko kanker

    Flavonoid yang terkandung dalam teh Earl Grey juga dapat membantu menurunkan risiko kanker. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

    Menjaga kesehatan saluran pencernaan

    Teh Earl Grey juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Teh ini mengandung senyawa tannin yang dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan mencegah terjadinya diare.

    Teh Earl Grey Meredakan stres dan kecemasan

    Aroma dari jeruk bergamot yang digunakan untuk memberi aroma pada teh Earl Grey diketahui dapat membantu menenangkan pikiran dan meredakan stres dan kecemasan. Aroma ini memiliki sifat yang menenangkan dan dapat membantu meningkatkan mood.

    Menjaga kesehatan gigi dan mulut

    Kandungan fluoride dalam teh Earl Grey juga dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Senyawa ini dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan gigi dan membantu mencegah pembentukan plak di gigi.


    Itulah manfaat teh earl grey, minuman aromatik yang penuh khasiat. Selain jenis teh lainnya, teh earl grey ini bisa jadi alternatif sebagai minuman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Sudahkah kamu mencobanya?

  • Ramai Diburu Saat Ramadan, Ini 7 Manfaat Timun Suri!

    Ramai Diburu Saat Ramadan, Ini 7 Manfaat Timun Suri!

    Timun suri atau disebut juga ketimun susu adalah salah satu jenis buah tropis yang sering dijumpai saat bulan Ramadan. Buah ini memiliki kulit putih dengan daging buah yang empuk dan sedikit manis. Selain rasanya yang enak, timun suri juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang tidak boleh diabaikan. 

    Dalam artikel ini, JadiLaper akan membahas berbagai manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dengan mengonsumsi timun suri. Dari menjaga hidrasi tubuh hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, timun suri merupakan pilihan yang tepat untuk dikonsumsi saat bulan Ramadan, terutama saat berbuka puasa.

    Namun, seperti makanan lainnya, timun suri juga harus dikonsumsi dalam jumlah yang tepat agar memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan. Mari kita lihat lebih detail mengenai manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari timun suri!

    Baca juga: 5 Menu Sahur yang Sehat, Jaga Stamina saat Bulan Puasa

    Kandungan gizi

    Sebelum mengetahui apa saja manfaat timun suri, ketahuilah dulu kandungan gizi yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah kandungan nutrisi dalan 100 gram timun suri yang dilansir dari laman SehatQ.com:

    • Air: 96,32 g
    • Protein: 1,26 g
    • Lemak: 0,04 g
    • Karbohidrat: 2,09 g
    • Serat: 0,89 g
    • Vitamin C: 24,84 mg
    • Kalsium: 768 mg
    • Fosfor: 422 mg
    • Kalium: 1.008 mg

    Melihat informasi di atas, kandungan gizi dan vitamin timun suri cukup tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Selain itu, kalori timun suri juga rendah sehingga cocok untuk dijadikan menu diet.

    Manfaat timun suri

    Tanaman dari keluarga Cucurbitaceae terkenal dengan kandungan nutrisinya sehingga banyak digunakan sebagai obat, seperti meringankan penyakit diabetes, kardiovaskular, hingga menyehatkan kulit.

    Timun suri termasuk ke dalam tanaman dengan golongan tersebut. Nah, untuk mengetahui apa saja manfaat mengonsumsi timun suri lebih lanjut, berikut adalah pembahasannya:

    Menjaga hidrasi

    Untuk menjaga hidrasi tubuh saat puasa, mengonsumsi timun suri adalah pilihan yang tepat karena mengandung kadar air yang tinggi. Terdapat sekitar 95% air yang terkandung dalam timun suri sehingga sangat baik untuk menjaga hidrasi tubuh saat puasa.

    Selama puasa, tubuh kekurangan asupan cairan selama beberapa jam dan dapat menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, mengonsumsi timun suri saat sahur atau berbuka dapat membantu menghindari dehidrasi dan menjaga kesehatan tubuh.

    Melancarkan pencernaan

    Timun suri dapat membantu melancarkan pencernaan karena terdapat kandungan serat yang tinggi di dalamnya. Serat yang terkandung dalam timun suri membantu memperlancar gerakan usus dan mendorong pengeluaran sisa-sisa makanan dari tubuh. Selain itu, serat juga membantu mengurangi risiko sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

    Selain serat, timun suri juga mengandung enzim bromelain yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Enzim bromelain dapat membantu memecah protein dalam makanan, sehingga memudahkan proses pencernaan.

    Baik untuk penderita anemia

    Selain dapat melancarkan pecernaan, timun suri dapat membantu mengatasi anemia karena mengandung zat besi yang diperlukan dalam pembentukan sel darah merah. Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat, yang menyebabkan kekurangan oksigen ke seluruh tubuh. Gejala anemia meliputi kelelahan, sesak napas, pusing, dan kulit pucat.

    Timun suri mengandung zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah, sehingga dapat membantu mengatasi anemia. Selain itu, timun suri juga mengandung vitamin C yang membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih efektif.

    Menurunkan risiko penyakit jantung

    Kandungan kalium yang tinggi dalam timun suri dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang penting untuk kesehatan jantung. Kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, timun suri juga mengandung serat yang membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan kesehatan sistem kardiovaskular.

    Timun suri juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, beta-karoten, dan vitamin C, yang dapat membantu mencegah kerusakan sel dan jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Baik untuk menurunkan gula darah

    Timun suri bisa menjadi bagian dari diet sehat untuk orang dengan diabetes karena kandungan nutrisinya yang rendah kalori dan karbohidrat serta tinggi serat dan air. Kandungan serat yang tinggi dalam timun suri dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil dan memperlambat penyerapan glukosa dari makanan yang dikonsumsi. 

    Tak hanya itu, kandungan air dalam timun suri ini dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, sehingga dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan makanan yang tinggi gula atau karbohidrat.

    Mampu menurunkan kadar kolesterol

    Selanjutnya, timun suri memiliki manfaat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kandungan serat yang tinggi dalam timun suri dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Serat dapat membantu mengikat kolesterol dalam usus dan membuangnya dari tubuh.

    Selain itu, timun suri juga mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Senyawa-senyawa ini dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol di usus dan meningkatkan ekskresi kolesterol dari tubuh.

    Timun Suri Menjaga berat badan

    Timun suri dapat menjadi pilihan yang baik untuk menjaga berat badan karena kandungan nutrisinya yang rendah kalori, namun tinggi serat dan air. Satu cangkir timun suri hanya mengandung sekitar 16 kalori, sehingga dapat membantu menjaga asupan kalori harian yang sehat.

    Kandungan serat yang tinggi dalam timun suri ini dapat membantu menjaga perut kenyang lebih lama dan mencegah Anda dari mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Kandungan air dalam timun suri juga dapat membantu mempercepat metabolisme tubuh dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh.

    Timun suri untuk wajah glowing

    Bagi yang ingin memiliki kulit glowing, timun suri juga mampu meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit. Kandungan air dalam timun suri dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan mencegah kulit kering.

    Selain itu, kandungan vitamin C dalam timun suri dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dalam kulit, yang dapat membantu mengurangi tampilan garis halus dan kerutan.

    Tak hanya bisa dikonsumsi, timun suri juga dapat digunakan pada wajah. Kamu dapat dapat menghaluskan beberapa potongan timun suri dan mengoleskannya ke seluruh wajah. Diamkan selama 10-15 menit, lalu bilas dengan air dingin.

    Kombinasikan pula dengan yoghurt atau madu agar hasilnya lebih maksimal, ya!

    Efek samping timun suri

    Walaupun memiliki banyak manfaat, mengonsumsi timun suri berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

    Berikut adalah efek samping akibat mengonsumsi timun suri secara berlebihan:

    • Gangguan pencernaan: Konsumsi timun suri dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, kembung, dan sakit perut.
    • Reaksi alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap timun suri, seperti ruam kulit, gatal-gatal, dan pembengkakan.
    • Toksisitas: Timun suri mengandung senyawa cucurbitacin yang dapat beracun dalam jumlah yang berlebihan dan dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut.


    Itulah sejumlah manfaat timun suri, buah yang selalu diburu saat bulan ramadan. Dengan kandungan nutrisi seperti itu, pantas saja buah ini sering dijadikan es untuk menu berbuka puasa. Walaupun demikian, perlu diperhatikan batas konsumsinya agar tidak menimbulkan efek samping, ya!

    Baca juga: Kenali Manfaat Kurma, Buah Nabi yang Baik untuk Kesehatan

  • 5 Menu Sahur yang Sehat, Jaga Stamina saat Bulan Puasa

    5 Menu Sahur yang Sehat, Jaga Stamina saat Bulan Puasa

    Butuh niat yang mantap untuk menyiapkan menu sahur untuk keluarga. Walaupun memanfaatkan bahan-bahan seadanya, menu sahur tetap harus penuh nutrisi sehingga tubuh selalu sehat selama bulan ramadhan.

    Memang tidak ada aturan yang baku untuk mengatur menu saat sahur. Akan tetapi, sebaiknya penuhi nutrisinya dengan mengonsumsi protein, sayur, buah, dan air.  Dengan demikian, tubuh jadi siap untuk beraktivitas seharian walaupun sedang berpuasa.

    Karbohidrat sangat penting untuk ada dalam menu sahur. Namun, jika tidak diimbangi dengan nutrisi lain, tubuh akan cepat lemaas dan mudah lapar. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak asupan karbohidrat dapat memicu tingginya gula darah dalam tubuh.

    Nah, lantas bagaimanakah makanan yang baik untuk menjadi menu sahur yang sehat? Mari simak pembahasannya di bawah ini!

    Baca juga: Resep Nasi Telor Ayong Pontianak, Praktis Jadi Menu Sahur!

    Menu Sahur Sehat untuk Berpuasa Seharian

    Ilustrasi menu sahur sehat

    Seringkali tak sedikit yang meremehkan sahur. Padahal, sahur membuat tubuh menjadi siap untuk menjalankan aktivitas ketika sedang berpuasa. Oleh karena itu, makan sahur sangatlah penting agar stamina tubuh terjaga.

    Namun, banyak pula yang asal-asalan makan sahur karena malas bersantap. Akhirnya, mereka akan makan makanan seadanya, bahkan hanya mengonsumsi karbohidrat saja. Jika ingin mencari referensi menu sahur yang sehat, mari simak daftar makanan berikut ini:

    Oatmeal, cocok jadi menu sahur

    Oatmeal sangat baik untuk kesehatan karena mengandung serat yang tinggi dan dapat membantu menjaga kenyang selama berpuasa. Kamu dapat menambahkan buah-buahan, seperti pisang atau buah berry, ke dalam oatmeal untuk memberikan rasa manis dan nutrisi tambahan.

    Telur, menu sahur yang sehat

    Telur merupakan sumber protein yang baik dan dapat membantu menjaga kenyang selama berpuasa. Kamu dapat memasak telur dengan cara yang berbeda-beda, seperti direbus, digoreng, atau dibuat menjadi omelet.

    Buah-buahan 

    Buah-buahan adalah sumber vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan. Kamu dapat memilih buah-buahan yang berbeda-beda setiap hari untuk memberikan variasi dalam menu sahur.

    Sayuran

    Sayuran juga penting untuk kesehatan karena mengandung vitamin dan serat yang tinggi. Kamu dapat membuat salad sayuran atau menambahkan sayuran ke dalam sup atau mie.

    Roti gandum, karbohidrat sehat untuk menu sahur

    Roti gandum lebih sehat dibandingkan roti putih karena mengandung serat yang lebih tinggi. Kamu dapat menambahkan selai kacang atau keju rendah lemak untuk memberikan rasa yang lezat.

    Susu atau yogurt rendah lemak

    Susu atau yogurt rendah lemak mengandung kalsium dan protein yang baik untuk kesehatan. Kamu dapat menambahkan buah-buahan atau granola ke dalam susu atau yogurt untuk memberikan rasa yang lebih enak dan nutrisi tambahan.


    Itulah 5 menu sahur sehat yang bisa kamu coba. Dengan demikian stamina akan terjaga walaupun berpuasa lebih dari 12 jam. Semoga ibadahmu lancar!

    Baca juga: Aplikasi Tokobay Sambut Ramadhan dengan Tebar Diskon!

  • Kenali Manfaat Kurma, Buah Nabi yang Baik untuk Kesehatan

    Kenali Manfaat Kurma, Buah Nabi yang Baik untuk Kesehatan

    Kurma merupakan buah yang mudah dijumpai, apalagi saat bulan Ramadan. Buah kesukaan Nabi Muhammad SAW ini dipercaya dapat memiliki berbagai manfaat, khususnya untuk menambah energi.

    Pantas saja kurma selalu jadi incaran untuk dijadikan takjil untuk berbuka setelah 12 jam lebih berpuasa. Hal ini disebabkan karena kurma memiliki kandungan yang beragam, seperti karbohidrat, serat, protein, vitamin B6, besi, magnesium, dan kalium.

    Kandungan tersebutlah yang membuat kurma memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Apa sajakah itu? Mari simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

    Baca juga: Manfaat Daun Ketumbar, Daun Aromatik Penuh Khasiat

    Kurma sumber energi yang baik 

    Kurma sumber energi yang baik

    Kurma menjadi sumber energi yang baik karena mengandung karbohidrat, gula alami, dan serat. Berkat kandungan tersebut, kurma dapat dicerna oleh tubuh dengan cepat sehingga memberikan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. 

    Selain itu, kurma juga mengandung serat yang membantu mengatur penyerapan gula dalam tubuh. Maka dari itu, buah ini dapat memberikan energi yang tahan lama dan mencegah terjadinya peningkatan gula darah. Selain itu, serat pada kurma juga membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan menunda rasa lapar.

    Oleh karena itu, kurma sering dijadikan sebagai sumber energi yang mujarab, terutama selama bulan Ramadan ketika umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

    Kaya akan antioksidan

    Kandungan antioksidan pada kurma yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas dan kerusakan sel. Antioksidan yang terkandung dalam kurma juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi. 

    Kurma juga kaya akan serat yang membantu mengikat zat-zat berbahaya di dalam tubuh dan mengeluarkannya dari tubuh, sehingga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

    Menjaga kesehatan tulang

    Tak hanya itu, kurma mengandung sejumlah nutrisi yang penting untuk kesehatan tulang, seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium. Nutrisi-nutrisi tersebut dapat membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis, kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah patah. 

    Selain itu, kurma juga mengandung vitamin K, vitamin yang penting untuk pembentukan tulang yang sehat. Vitamin K membantu mengaktifkan protein yang diperlukan untuk pembentukan tulang dan meningkatkan penyerapan kalsium oleh tulang. 

    Kurma baik untuk kesuburan

    Kurma mengandung sejumlah nutrisi penting yang dapat membantu meningkatkan kesuburan. Salah satu nutrisi penting yang terkandung dalam kurma adalah asam folat. Asam folat penting untuk membantu perkembangan janin selama kehamilan, dan kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelainan pada janin dan masalah kesuburan pada wanita.

    Ada pula sejumlah mineral penting yang terdapat pada kurma seperti magnesium, mangan, dan tembaga, yang berperan dalam mengatur produksi hormon reproduksi, meningkatkan kualitas sperma pada pria, dan menjaga kesehatan sistem reproduksi pada wanita.


    Itulah manfaat kurma, buah nabi yang baik untuk kesehatan. Jadi, segeralah beli kurma untuk menemani ibadah puasamu di bulan suci Ramadan, ya!

    Baca juga: Ketahui 5 Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan Tubuh

  • Catat! 5 Buah yang Aman untuk Penderita Diabetes!

    Catat! 5 Buah yang Aman untuk Penderita Diabetes!

    Gula adalah hal yang paling ditakutkan para penderita penyakit diabetes, termasuk yang terkandung di dalam buah. Pasalnya, tak semua buah-buahan aman untuk penderita diabetes karena mengandung kadar gula yang tinggi.

    Walaupun mengonsumsi buah secara rutin sangat dianjurkan untuk kesehatan tubuh, namun para penderita diabetes perlu menelaah kandungannya terlebih dahulu. Khawatirnya, ternyata gula darah menjadi naik akibat konsumsi buah tertentu.

    Namun, ada pula beberapa buah yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Bahkan, deretan buah ini malah mampu mengatur kadar glukosa darah, mengurangi lemak dalam makanan, dan menurunkan tekanan darah dalam darah. Apa sajakah itu?

    Baca juga: Ganti Gula dengan 4 Bahan Pemanis Alami Berikut Ini!

    Buah Beri

    Buah beri, seperti blueberry, strawberry, dan raspberry, aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Hal ini disebabkan karena buah beri memiliki indeks glikemik yang rendah, yang berarti mereka tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan setelah dimakan.

    Selain itu, buah beri juga mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan dalam buah beri dapat membantu mencegah kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh, serta mengurangi risiko komplikasi diabetes seperti penyakit jantung dan kerusakan saraf.

    Buah Ceri Aman untuk Diabetes

    Ilustrasi buah ceri yang aman untuk diabetes
    Ilustrasi buah ceri yang aman untuk diabetes

    Buah ceri adalah sumber serat yang baik dan memiliki indeks glikemik yang rendah, yang berarti bahwa mereka tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan setelah dimakan. Selain itu, ceri mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes seperti penyakit jantung dan kerusakan saraf.

    Namun, seperti halnya makanan lainnya, konsumsi buah ceri harus tetap dalam batas yang wajar dan seimbang dengan diet dan kondisi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menambahkan buah ceri ke dalam diet mereka.

    Buah persik

    Buah persik juga aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, asalkan dikonsumsi dengan porsi yang tepat dan dalam konteks diet yang seimbang. Buah persik adalah sumber serat yang baik dan memiliki indeks glikemik yang rendah, yang berarti bahwa mereka tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan setelah dimakan.

    Selain itu, buah persik juga mengandung vitamin C dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan sistem kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh. Antioksidan dalam buah persik juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes seperti penyakit jantung dan kerusakan saraf.

    Buah Kiwi Aman untuk Diabetes

    Selain itu, buah kiwi pun aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Selain itu, kiwi kaya akan serat, vitamin C, dan antioksidan, yang semuanya baik untuk kesehatan.

    Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kiwi dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular pada penderita diabetes.

    Serat yang ada pada kiwi membantu menunda penyerapan glukosa ke dalam darah, sehingga mencegah peningkatan kadar gula darah yang tiba-tiba. Vitamin C dan antioksidan dalam kiwi pun juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko infeksi dan peradangan, serta mencegah kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh.


    Itulah 5 buah yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Bahkan, deretan buah di atas malah membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Jadi, sangat disarankan untuk rutin mengonsumsinya, ya!

    Baca juga: Kenali Gula Stevia, Rasa Lebih Manis dan Rendah Kalori!

  • Jangan Asal! Ini Cara Diet Intermittent Fasting untuk Pemula!

    Jangan Asal! Ini Cara Diet Intermittent Fasting untuk Pemula!

    Diet intermittent fasting adalah cara untuk menurunkan berat badan yang tengah populer hingga saat ini. Akan tetapi, diperlukannya cara yang benar jika kamu merupakan pemula yang baru saja ingin memulai diet intermittent fasting.

    Sesuai namanya, diet Intermittent fasting bertujuan untuk menurunkan berat badan dengan cara berpuasa. Namun, kegiatan berpuasa untuk diet ini agak berbeda dari yang dilakukan saat bulan ramadhan.

    Ada jendela waktu tertentu yang menentukan kapan kamu mulai bisa makan kemudian berpuasa lagi. Jadwal tersebut pun dibagi lagi menjadi 5 cara berdasarkan jangka waktunya.

    Wah, bagaimanakah maksudnya? Dari pada bingung, berikut Jadilaper bagikan cara diet intermittent fasting yang dilansir dari laman Halodoc!

    Baca juga: Bakar Lemak Perut dengan 6 Minuman Sehat Ini!

    5 Cara diet intermittent fasting

    Seperti yang telah disebutkan, diet intermittent fasting terbagi menjadi 5 cara berdasarkan waktunya. Berikut pembahasan selengkapnya:

    Intermittent fasting – Puasa 12 jam

    Cara intermittent fasting yang pertama adalah puasa 12 jam sehari. Setelah itu, barulah kamu boleh makan apapun yang kamu inginkan. Cara ini paling cocok untuk pemula karena lama waktunya sama seperti berpuasa saat bulan ramadhan.

    Dilansir dari Halodoc, beberapa peneliti menyebutkan kalau berpuasa selama 10 hingga 16 jam dapat mengubah lemak dalam tubuh menjadi energi. Selain itu, berpuasa juga membuat tubuh melepas keton dalam aliran darah.

    Oleh karena itu, dengan melakukan diet intermittent fasting selama 12 jam ini mampu menurunkan berat badan dengan efektif.

    Puasa 16 jam 

    Selanjutnya, kamu juga bisa berpuasa selama 16 jam dalam sehari. Otomatis, waktu makanmu hanya tersisa 8 jam saja. Maka dari itu, metode ini juga sering disebut dengan 16:8.

    Jika kamu merasa metode puasa 12 jam tidak optimal, kamu bisa mencoba puasa 16 jam. Namun, biasanya prialah yang berpuasa selama 16 jam, sedangkan wanita disarankan untuk berpuasa 14 jam saja dalam sehari.

    Umumnya, orang-orang akan makan pada jam 20.000 kemudian tidak sarapan di keesokan harinya. Akan tetapi, mereka akan kembali makan di jam makan siang.

    Puasa Alternatif

    Cara yang satu ini adalah metode dimana kamu akan menjalankan puasa setiap hari. Namun, kamu tidak diperkenankan makan makanan padat atau hanya makan maksimal 500 kalori saja per harinya.

    Puasa alternatif menjadi yang paling ekstrem dari semua metode diet intermittent fasting. Oleh karena itu, pemula tidak disarankan untuk melakukan cara yang satu ini, ya!

    Puasa 24 jam selama satu minggu

    Terakhir, ada pula metode puasa 24 jam dalam satu atau dua hari dalam seminggu. Umumnya, cara ini sering disebut sebagai diet Eat-to-Eat.

    Saat menjalaninya, kamu tidak boleh makan selama 24 jam sehari. Namun, minum teh, air, dan minuman bebas kalori lainnya tetap diperbolehkan agar tidak dehidrasi. 

    Cara ini terdengar lebih ekstrem dari metode puasa alternatif karena tidak memberikan asupan apapun selama seharian penuh cukup menguras energi. Bahkan, beberapa kasus menyebutkan diet ini akan berdampak buruk pada tubuh, seperti sakit kepala, kelelahan, dan suasana hati berantakan.

    Tentu saja cara ini tidak disarankan untuk pemula. Janganlah memaksakan diri jika memang tubuhmu tidak kuat melakukannya. 


    Itulah cara diet intermittent fasting yang efektif untuk menurunkan berat badan. Namun untuk para pemula, sebaiknya pahami dulu kondisi kesehatanmu sebelum mulai menjalankan diet yang satu ini ke dokter gizi, ya!

    Baca juga: Menu Diet Ala IU, Hanya Butuh 3 Makanan Ini!

  • Bakar Lemak Perut dengan 6 Minuman Sehat Ini!

    Bakar Lemak Perut dengan 6 Minuman Sehat Ini!

    Selain berolahraga dan menjalankan pola makan sehat, ternyata asupan minuman tertentu efektif membantu untuk bakar lemak perut. Tentunya, deretan minuman ini meyimpan banyak nutrisi yang baik untuk metabolisme tubuh.

    Memiliki kadar lemak perut berlebih bukan hanya mempengaruhi penampilan saja, namun kesehatan pun ikut bermasalah. Kadar lemak yang berlebih dapat menimbulkan indikasi kelebihan berat badan hingga obesitas!

    Oleh karena itu, mengonsumsi berbagai minuman sehat akan membantumu untuk meluruhkan lemak perut agar penampilan dan kesehatan terjaga sekaligus. Memangnya, minuman apa sajakah yang efektif untuk membakar lemak perut? Berikut pembahasannya.

    Baca juga: 5 Camilan Sehat Untuk Diet yang Bernutrisi

    Minuman Pembakar Lemak Perut: Teh Hijau

    teh hijau

    Minuman untuk bakar lemak yang pertama adalah teh hijau. Mengandung senyawa antioksidan bernama katekin, teh hijau mampu menjadi minuman penghancur lemak yang alami.

    Jangan takut menambah asupan kalori harian. Kamu bisa membuat teh hijau tanpa menggunakan gula tambahan agar kalorinya tetap nol, ya!

    Teh Hitam

    Ada pula teh hitam yang juga populer sebagai bahan yang digunakan untuk produk pelangsing. Salah satu jenis teh ini memiliki kandungan polifenol yang dapat merangsang peluruhan lemak dalam tubuh.

    Mengonsumsi teh hitam secara rutin dapat menurunkan berar badan secara alami. Tentunya, kamu pun harus tetap rajin berolahraga dan atur pola makan harianmu agar berat badan akan selalu tetap terjaga.

    Cuka Apel

    Pasti kamu sudah tak asing dengan cuka apel, bukan? Selain digunakan untuk bahan masakan, kamu juga bisa menjadikannya sebagai campuran minuman.

    Cuka apel sendiri mengandung asam asetat dan senyawa yang mampu menurunkan kadar insulin. Selain itu, mengonsumsi cuka apel secara rutin akan meningkatkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    Bagi yang sedang diet dan bakar lemak perut, cuka apel cocok sekali untuk dikonsumsi setiap hari. Kamu bisa mencampurnya dengan teh, air lemon, dan juga madu, lho!

    Teh jahe

    Siapa sih yang tak tahu teh jahe? Minuman herbal ini sudah terkenal dengan khasiatnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Selain dapat membantu membakar lemak, teh jahe juga bisa menjaga kadar gula dalam darah jadi stabil yang menjadi faktor pendukung untuk menurunkan berat badan.

    Selain itu, terdapat kandungan gingerol pada jahe yang bisa menurunkan kalori dalam tubuh. Mengonsumsi teh jahe pun dapat membantu mengurangi nafsu makan sehingga pola makan sehat berjalan efektif.

    Minuman tinggi protein (Protein shake)

    Pasti kamu sering menjumpai influencers yang mempromosikan protein shake berbagai merek untuk melangsingkan tubuh, kan? Faktanya, minuman tinggi protein memang berperan untuk membakar lemak dalam tubuh.

    Mengonsumsi protein shake atau minuman tinggi efektif melancarkan pencernaan dan meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Selain itu, minuman ini dapat meningkatkan masa otot sehingga lemak tubuh termasuk yang ada di perut akan terbakar.

    Air Putih

    Siapa sangka air putih juga termasuk ke dalam minuman untuk bakar lemak perut? Hal ini karena air putih tidak memiliki kalori sama sekali. 

    Untuk menahan rasa lapar berlebih, kamu bisa minum air putih sebelum tepat sebelum makan. Dijamin, perutmu akan terasa lebih kenyang padahal hanya makan dengan porsi yang sedikit.


    Itulah minuman sehat untuk bakar lemak perut. Manakah minuman yang menarik untuk dicoba? Atau mungkin kamu sudah mencobanya salah satunya? Yuk, berikan komentarmu di bawah!

    Baca juga: Menu Diet Ala IU, Hanya Butuh 3 Makanan Ini!

  • Manfaat Daun Ketumbar, Daun Aromatik Penuh Khasiat

    Manfaat Daun Ketumbar, Daun Aromatik Penuh Khasiat

    Siapa yang tak mengenal ketumbar? Selain bijinya yang dijadikan sebagai rempah-rempah untuk berbagai masakan, daun dari tanaman ketumbar ini juga memiliki beragam manfaat, terutama untuk kesehatan tubuh.

    Daun ketumbar juga sering ditambahkan pada hidangan seperti sup atau pun kari. Aroma yang ada pada daun ini membuat masakan jadi lebih menggugah. Biasanya, pemakaian daun ketumbar selalu ditambahkan pada masakan India, Timur Tengah, dan Asia.

    Namun, daun ketumbar tak hanya berperan untuk menambahkan aromatik pada masakan saja. Terdapat sejumlah manfaat yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

    Apa sajakah itu? Berikut adalah manfaat daun ketumbar yang dilansir dari laman PharmEasy. Yuk, simak hingga akhir!

    Baca juga: Teh Tanpa Kafein Ini Bermanfaat untuk Kesehatan

    Manfaat daun ketumbar: Meningkatkan kesehatan mata

    Tak hanya sekedar jadi penghias makanan saja, daun ketumbar bermanfaat kesehatan mata. Terdapat kandungan Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, dan karotenoid yang dapat membantu meningkatkan penglihatan.

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk konsumsi daun ketumbar secara rutin agar daya penglihatan tetap terus terjaga, bahkan hingga lanjut usia.

    Daun ketumbar menjaga imunitas

    Daun ketumbar yang mengandung berbagai vitamin seperti Vitamin A, C, dan E juga membantu menjaga imunitas. Dengan mengonsumsinya, tubuh akan terlindungi dari serangan virus penyebab berbagai penyakit.

    Mengontrol gula darah

    Warna hijau yang cerah pada daun ketumbar menandakan adanya antioksidan yang membantu meningkatkan aktivitas enzim. Dengan begitum sekresi insulin terangsang sehingga proses ini dapat menurutkan kadar gula dalam darah.

    Bagi penderita gula darah tinggi, konsumsi daun ketumbar secara rutin sangat dianjurkan. Kamu dapat menambahkannya pada makanan ataupun dijadikan jus bersama dengan bahan-bahan segar lainnya.

    Membasmi kolesterol jahat

    Tahukah kamu kalau kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti serangan jantung bahkan stroke? Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu menjaga kadar kolesterol dalam tubuh dengan konsumsi daun ketumbar secara rutin.

    Daun ketumbar dapat mengurangi Low Density Lipoprotein (LDL) yang merupakan kolesterol jahat yang ada pada tubuh. Dengan mengonsumsinya, High Density Lipoprotein (HDL) akan meningkat sehingga kolesterol jahat terhempas.


    Itulah manfaat daun ketumbar yang sangat berkhasiat untuk tubuh. Kini, kamu sudah tahu kalau daun ini mengandung banyak manfaat, kan? Jadi, jangan anggap penambahan daun ketumbar pada makanan hanya sekedar jadi hiasan atau aromatik saja, ya!

    Baca juga: Manfaat Jeruk Mandarin, Buah Pembawa Keberuntungan

  • Teh Tanpa Kafein Ini Bermanfaat untuk Kesehatan

    Teh Tanpa Kafein Ini Bermanfaat untuk Kesehatan

    Selain kopi, teh merupakan minuman dengan kandungan kafein yang rutin dikonsumsi oleh banyak orang. Memiliki efek yang cenderung tidak baik untuk kesehatan, tak sedikit pula yang mulai beralih mengonsumsi teh tanpa kafein.

    Teh dianggap minuman yang dijadikan alternatif kopi karena mengandung kafein. Tak sedikit orang yang beralih ke teh karena lebih menyehatkan dibanding kopi. Namun, mereka tak sadar jika teh pun memiliki kandungan kafein walaupun tak sekuat kopi.

    Jika kamu memang ingin beralih ke teh untuk mengurangi konsumsi kafein, sebaiknya ketahuilah teh tanpa kafein yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tak hanya dari daun, deretan teh ini terbuat dari tanaman herbal, buah, dan bunga.

    Kira-kira, apa sajakah teh tanpa kafein tersebut? Mari simak pembahasannya di bawah ini!

    Baca juga: Tak Selalu Coklat, Aneka Ragam Warna Teh dan Manfaatnya!

    Teh Chamomile, Teh Tanpa Kafein

    Teh chamomile merupakan teh yang terbuat dari ekstrak bunga tanaman matricaria recutita. Teh ini merupakan minuman tanpa kafein yang menyimpan banyak manfaat dan terkenal sejak ribuan tahun lalu.

    Kandungan zat apigen yang terkandung di dalamnya memberikan efek menenangkan. Efek ini mampu menghilangkan kecemasan sehingga mendorong timbulnya rasa kantuk. Oleh karena itu, teh chamomile sering dikonsumsi saat malam hari agar meningkatkan kualitas tidur.

    Teh Rosehip

    Ilustrasi teh rosehip, teh tanpa kafein
    Ilustrasi teh rosehip

    Selain teh chamomile, teh rosehip juga merupakan teh herbal yang memiliki segudang manfaat. Bagi yang belum tahu, rosehip merupakan buah yang berasal dari bunga mawar. Buah ini dihasilkan dari proses pembuahan antara benang sari dan putik bunga.

    Setelah pembuahan berhasil, buah yang tumbuh berwarna merah inilah yang disebut sebagai rosehip. Sebelum dijadikan teh, rosehip dikeringkan terlebih dahulu. Setelah kering, buah ini direbus hingga menjadi ramuan minuman herbal yang berwarna merah muda.

    Tak hanya warnanya saja yang cantik dan estetik, teh rosehip membawa banyak manfaat berkat kandungan vitamin C di dalamnya. Teh rosehip ini ampuh untuk meredakan batuk dan pilek.

    Selain itu, teh ini memiliki antioksidan yang mampu melindungi sel dalam tubuh dari radikal bebas. Dengan mengonsumsinya secara rutin dapat mencegah munculnya risiko penyakit seperti diabetes dan kanker.

    Teh Peppermint

    Teh peppermint merupakan teh bebas kafein yang terkenal akan khasiatnya. Teh ini diambil dari daun peppermint yang dikeringkan sehingga mampu memberikan sensasi hangat pada tubuh. Seperti teh rosehip, teh peppermint juga baik dikonsumsi oleh penderita batuk dan pilek karena dapat membantu mengatasi hidung tersumbat.

    Dengan mengonsumsi teh peppermint, kamu bisa terhindar dari berbagai infeksi dan virus karena terdapat sifat antivirus dan antimikroba yang terkandung di dalamnya. Selain itu, ada pula kandungan potassium, kalsium, dan folat yang bermanfaat bagi sistem pencernaan.

    Untuk membuatnya, kamu hanya perlu merebus daun peppermint beberapa saat hingga air berubah warna. Setelah itu, saring teh dan sajikan di dalam cangkir. Sangat mudah, bukan?

    Teh Serai

    Ilustrasi teh serai
    Ilustrasi teh serai

    Siapa sangka serai juga bisa dijadikan teh? Salah satu rempah yang sering digunakan sebagai bahan masakan ini juga bisa dijadikan teh herbal yang juga nikmat.

    Serai atau sereh sendiri memiliki aroma khas yang kuat sehingga menawarkan sensasi yang menenangkan. Selain itu, teh serai ini bisa jadi opsi minuman herbal untuk membantu melancarkan pencernaan.

    Teh Jahe

    Teh Jahe terkenal akan khasiatnya yang bisa membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu jenis temu-temuan sudah digunakan sebagai obat herbal sejak dulu. 

    Bagi wanita yang sedang mengalami kram saat menstruasi, konsumsi teh jahe dapat membantu untuk mengurangi rasa sakitnya. Selain itu, teh ini juga mampu mengatur kadar gula darah sehingga mengurangi risiko diabetes.


    Itulah deretan teh tanpa kafein yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Dengan beralih ke teh herbal di atas, kamu bisa mendapatkan kenikmatan dan khasiat sekaligus. Sudahkah kamu mencoba salah satunya?

    Baca juga: Mengupas Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Kulit