Blog

  • 5 Tempat Makan Surabi Legendaris di Bandung Paling Juara!

    5 Tempat Makan Surabi Legendaris di Bandung Paling Juara!

    Berkunjung ke Bandung rasanya ada yang kurang jika tidak mencicipi Surabi. Walaupun termasuk ke dalam jajanan tradisional, surabi masih populer hingga saat ini bahkan semakin berkembang dengan berbagai macam varian rasa.

    Di Kota Bandung sendiri ada beberapa warung surabi legendaris yang sayang sekali jika tidak dikunjungi. Nah, jika kamu pecinta surabi, mari mampir ke tempat makan surabi legendaris di Bandung ini!

    Baca juga: Rekomendasi Tempat Unik yang Jual Sarapan di Bandung

    Surabi Cihapit Bandung

    Surabi Cihapit menjadi salah satu destinasi makan surabi tertua di Bandung yang wajib dikunjungi. Warung ini sudah ada sejak tahun 1993 yang berlokasi di sekitar kawasan Pasar Cihapit. Menariknya, harga satuan surabi di sini hanya Rp3.000 saja, lho!

    Varian surabi yang paling populer adalah surabi asin dengan topping oncom pedas. Tersedia level kepedasan yang bisa dipilih sesuai selera. Bagi kamu yang tidak suka pedas, ada varian surabi manis dengan rasa coklat, keju, dan masih banyak lagi.

    Surabi Waroeng Setiabudi

    Surabi Waroeng Setiabudhi merupakan warung yang memiliki aneka menu surabi kekinian. Saking populernya, kedai ini tak pernah sepi pengunjung. Selain surabi, ada pula bandrek yang jadi teman nongkrong para pengunjungnya.

    Jika kamu ingin makan makanan berat, kedai surabi ini juga menyediakan menu bakso, nasi, bakar, dan nasi timbel, hingga batagor. Pantas saja warungnya ramai kalau menu yang disediakan selengkap itu!

    Surabi Durian Geboy Bandung

    Pecinta durian wajib merapat ke Surabi Durian Geboy! Kedai surabi ini terletak di daerah Husein Sastranegara. Di sini, kamu bisa menyantap surabi yang masih hangat dengan siraman saus durian yang nikmat.

    Selain varian durian, ada pula menu surabi lainnya mulai dari varian manis dan asin. Tenang saja, kamu tak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena surabi di sini hanya dihargai Rp8.000 saja, ya!

    Soerabi Imut Bandung

    Ada lagi salah satu warung surabi tertua di Bandung, yaitu Soerabi Imut. Warung ini memiliki slogan “Surabi Legenda dan Pertama di Bandung sejak 1998”. Memiliki total 45 varian, kamu bisa memilih varian surabi sesuai dengan seleramu.

    Soerabi Imut kerap dijadikan tempat nongkrong yang nyaman karena lokasinya terbilang cukup luas. Suasananya pun cukup homey dengan konsep warung semi outdoor yang dihiasi meja dan kursi kayu.

    Surabi NHI Padjadjaran

    Terakhir, ada warung surabi di Bandung yang tak boleh dilewatkan bernama Surabi NHI Padjadjaran. Tempatnya bisa dibilang hidden gem karena belum banyak orang yang tahu tempat ini. Lokasinya pun cukup menjorok ke dalam dan cukup terpencil.

    Namun jangan salah, warung ini menyuguhkan surabi nangka coklat yang unik dan menggoyang lidah, lho! Jika suka surabi asin, ada pula varian surabi ayam telur yang gurih dan lezat. Makan surabi di sini sudah pasti akan membuatmu puas!


    Itulah tempat makan surabi legendaris di Bandung yang wajib kamu kunjungi. Selain mengunjungi destinasi wisata di kota kembang ini, jangan lupa mampir sebentar ke salah satu rekomendasi di atas, ya!

    Baca juga: Serabi Solo, Ikon Kuliner Kota Surakarta

  • Kenali Andaliman, Merica Khas Batak Toba yang Eksotis

    Kenali Andaliman, Merica Khas Batak Toba yang Eksotis

    Pernahkan kamu mendengar rempah nusantara bernama andaliman? Menjadi salah satu rempah eksotis di Indonesia, andaliman merupakan merica khas Batak Toba yang cukup eksotis. Bukan sekedar merica biasa, rasa pedasnya cukup kuat dan membuat lidah sedikit kebas.

    Andaliman tak hanya sekedar dijadikan bumbu untuk berbagai masakan saja. Memiliki kandungan vitamin C dan E yang tinggi, andaliman juga memiliki beragam khasiat untuk tubuh.

    Ingin tahu serba-serba andaliman, si merica khas Batak ini? Nah, kali ini JadiLaper akan mengajak kamu untuk kenali andaliman lebih lanjut. Mari simak informasinya di bawah ini!

    Baca juga: Resep Sambal Andaliman Khas Batak yang Pedas dan Unik

    Asal-usul Andaliman

    Dilansir dari laman National Geographic, andaliman merupakan rempah yang tumbuh liar di tanah Sumatra Utara pada ketinggian 1.100 sampai 1.500 meter. Wujud buahnya berbentuk butiran kecil yang tumbuh bergerombol seperti tanaman lada. Namun, rempah ini memiliki aroma yang harum seperti jeruk.

    Rempah ini menjadi bintang di dunia kuliner sebab memiliki karakteristik rasa yang unik. Saat digigit, rasa pertama yang terasa mirip seperti jeruk kemudian rasa pedasnya menyusul di akhir. Rasa pedasnya ini menimbulkan sensasi getir pada lidah, mirip seperti mala (lada khas Cina).

    Penggunaan andaliman pada masakan perlu diperhatikan karena memiliki aroma dan rasa yang kuat. Oleh karena itu, dibutuhkan takaran yang tepat agar rasanya tidak terlalu mendominasi. 

    Manfaat untuk Tubuh

    Seperti yang sudah disebutkan, terdapat kandungan vitamin C dan E yang ada pada andaliman ini. Kandungan tersebut dipercaya memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah manfaat andaliman yang dilansir dari laman Hello Sehat:

    • Menghilangkan nyeri
    • Meredakan peradangan
    • Meningkatkan daya tahan tubuh
    • Melancarkan pencernaan
    • Memperkuat tulang
    • Mencegah penyakit kronis

    Andaliman sebagai Kunci pada Masakan Batak

    Andaliman sendiri dianggap sebagai kunci untuk berbagai masakan khas Batak. Masakan yang menggunakan andaliman sebagai bumbunya antara lain seperti ikan arsik kuning, naniura, saksang, mi gomak dan masih banyak lagi.

    Jika andaliman absen dari bumbu pada deretan masak tersebut, pasti rasanya ada yang kurang. Dengan menambahkan rempah yang masih satu keluarga dengan jeruk ini penting hadir di setiap masakan khas Batak untuk memberikan rasa pedas dan segar.

    Kepopuleran andaliman pun kini sudah sampai ke pulau jawa. Buktinya, sudah banyak restoran yang menghadirkan menu yang menggunakan andaliman pada menu sambalnnya. Tentu penggunaannya membuat cita rasa yang khas dibanding sambal nusantara lainnya.


    Itulah fakta menarik tentang andaliman, rempah lada khas Batak yang eksotis. Setelah kenali andaliman, siapakah yang sudah tertarik untuk mencobanya? Yuk, bagikan opinimu di kolom komentar!

    Baca juga: Resep Mie Gomak, Menu Sarapan Khas Batak

  • 3 Menu Ayam Dangdut Bulungan, Langganan Raffi Ahmad!

    3 Menu Ayam Dangdut Bulungan, Langganan Raffi Ahmad!

    Mencari nasi ayam kekinian enak dengan porsi melimpah? Ayam Dangdut jawabannya! Sebenarnya, terdapat banyak cabang yang ada di Jakarta, tetapi Ayam Dangdut cabang Bulungan ini langganannya para artis termasuk Raffi Ahmad, lho!

    Ayam Dangdut menjadi pilihan yang tepat bagi para pecinta nasi ayam dan sambal yang gurih dan pedas. Memiliki konsep ready-to-go outlet, kedai ini biasanya dikunjungi oleh orang yang sedang mencari makanan simpel  untuk dibawa pulang.

    Tak hanya namanya yang unik, namun penyajian hidangan di sini juga tidak biasa. Ternyata, kedai ini dinamakan Ayam Dangdut karena ayam yang telah diberi sambal kemudian di goyang-goyang agar tercampur rata.

    Jika ditanya soal rasa, ayam dangdut mampu bersaing dengan kedai nasi ayam lainnya. Walaupun sudah terlumuri dengan aneka pilihan sambal yang melimpah, tepungnya masih tetap renyah.

    Hidangan yang ada di sini semakin spesial karena bisa memilih jenis sambal dan nasi. Selain itu, ada pula tambahan kailan goreng yang melengkapi setiap porsinya. Dengan perpaduan rasa pedas dan gurih, dijamin kamu akan rela kembali demi satu porsi nasi ayam!

    Apakah benar seistimewa itu? Bagi yang penasaran, kali ini JadiLaper akan membahas 3 menu Ayam Dangdut cabang Bulungan yang wajib dicicipi. Berikut adalah daftarnya!

    Baca juga: Mampir ke Ayam Goreng SPG Bandung, Bertabur Serundeng!

    Nasi Original & Ayam

    Menu pertama, kamu wajib coba menu standart di Ayam Dangdut yaitu Nasi Original & Ayam. Menu ini menggunakan nasi putih dengan ayam pop corn yang dilumuri sambal sesuai pilihan, di antaranya ada sambal matah kecombrang, sambal hijau, dan sambal rujak bakar.

    Jika kurang puas, kamu bisa pesan topping tambahan seperti telur mata sapi puyuh, kerupuk, hingga ekstra Ayam Dangdut. Meskipun menu ini adalah yang paling standart, namun kamu sudah bisa menikmati satu porsi nasi ayam yang lengkap dengan kailan goreng dan irisan ketimun, lho!

    Menu Ayam Dangdut: Nasi Liwet & Ayam

    Jika kamu bosan dengan nasi putih, Ayam Dangdut juga menyediakan nasi liwet yang harum dan gurih. Dimasak menggunakan berbagai rempah-rempah, menu ini lebih nendang saat dipadukan oleh ayam berlumur sambal yang melimpah.

    Apalagi, remahan kailan goreng semakin melengkapi cita rasa satu porsinya. Saat semua komponennya disantap bersamaan, rasa nikmatnya membuatmu fokus untuk menghabiskannya tanpa bisa berkata-kata!

    Nasi Daun Jeruk & Ayam

    Terakhir, ada pula menu Nasi Daun Jeruk & Ayam yang menduduki tahta tertinggi yang ada di daftar menu. Nasi daun jeruk sendiri sudah menjadi hidangan kekinian yang populer berkat aroma daun jeruk yang menambahkan sensasi nikmat.

    Menu ini cocok untuk dipadukan dengan sambal matah kecombrang yang harum dan memiliki ciri khas tersendiri. Namun, jika kamu lebih memilih untuk memadukannya dengan sambal hijau atau rujak bakar pun tetap tak kalah nikmat.


    Itulah 3 menu ayam dangdut Bulungan yang wajib dicoba saat berkunjung. Selain bisa dipesan langsung di outlet, kamu juga bisa pesan secara online di berbagai platform pesan antar makanan. Tak perlu tunggu lama, ayo coba menu di atas sekarang!

    Baca juga: Ayam Goreng Jatinangor House, Benarkah Mirip Ayam McD?

  • Resep Mille Crepes Durian, Kreasi Unik Kue Klasik Perancis

    Resep Mille Crepes Durian, Kreasi Unik Kue Klasik Perancis

    Sempat viral, mille crepes masih populer hingga saat ini. Varian rasanya pun semakin beragam, bahkan kini ada mille crepes durian yang cukup unik!

    Seperti yang sudah banyak orang ketahui, Mille Crepes merupakan salah satu dessert dari Perancis. Biasanya, kue krep tipis yang berlapis-lapis ini disajikan dengan olesan krim seperti kopi, keju, coklat, stroberi, dan masih banyak lagi.

    Namun, apa jadinya jika kue ini dibuat menggunakan durian? Durian sendiri merupakan salah satu buah eksotis yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Buah ini memiliki banyak penggemar di Indonesia, bahkan telah menjadi bahan utama dari berbagai olahan makanan.

    Lantas, apakah durian ini cocok dijadikan krim untuk mille crepes? Untuk membuktikannya, kamu bisa coba membuatnya sendiri di rumah, lho. Langsung saja, simak resep mille crepes durian berikut ini!

    Baca juga: Resep Mille Crepes Coklat Viral, Pake Milo Lebih Enak!

    Resep Mille Crepes Durian

    daging durian untuk membuat mille crepes

    Untuk membuat mille crepes durian, kamu perlu mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Selain durian, ada beberapa bahan lainnya yang wajib kamu siapkan, yaitu sebagai berikut:

    Bahan-bahan Saus Durian

    • 100 gr gula
    • 2 sdm tepung custard
    • 200gr durian
    • 400ml susu

    Bahan-bahan Crepes

    • 140 gr tepung terigu
    • 2 sdm gula
    • ¼ sdm garam
    • 3 butir telur ayam
    • 2 sdm mentega cair
    • 1 sdm pasta pandan
    • 500ml susu cair

    Bahan-bahan Isi

    • 500gr durian
    • 300ml whipping cream cair

    Langkah-langkah membuat mille crepes durian

    1. Pertama, campurkan semua bahan topping yang terdiri dari tepung custard, durian, dan susu ke dalam panci. Masak hingga semua bahan tercampur rata dan konsistensinya menjadi kental. Sisihkan. 
    2. Selanjutnya, siapkan adonan isiannya dengan mencampur daging durian dan whipping cream. Lalu, kocok dengan mixer hingga mengental. Setelah itu, simpan di dalam kulkas.
    3. Sementara itu, buatlah kulit krep sambil menunggu krim durian dingin di dalam kulkas. Campurkan semua bahan kulit krep selain susu, aduk hingga rata. Kemudian, tuang susu secara bertahap sambil diaduk perlahan.
    4. Panaskan teflon anti lengket, tuang 1 sendok sayur adonan. Putar teflon hingga adonan menutupi seluruh permukaannya.
    5. Masak hingga adonan kering. Lakukan langkah ini hingga adonan krep habis.
    6. Setelah selesai, letakkan 1 lembar krep di atas piring dan olesi dengan krim durian di atasnya. Ulangi langkah ini hingga adonan krep habis.
    7. Tuang saus durian ke atas tumpukkan krep hingga menutupi seluruh permukaannya. Masukkan ke dalam kulkas.
    8. Setelah 1 jam, Mille Crepes Durian siap disajikan saat dingin!


    Itulah resep mille crepes durian yang bisa kamu coba buat sendiri di rumah. Varian ini merupakan kreasi yang unik karena memadukan dessert ala Prancis dengan durian dengan cita rasa eksotis. Penasaran dengan rasanya? Yuk, buruan persiapkan bahan-bahanya dan mulai memasak!

    Baca juga: Mille Crepe Cake, Kue Ulang Tahun Lapis Tanpa Oven

  • Resep Telur Balado Khas Padang untuk Menu Makan Harian

    Resep Telur Balado Khas Padang untuk Menu Makan Harian

    Telur Balado khas Padang memang merupakan hidangan yang sulit ditolak untuk menu makan harian. Rasanya yang pedas dan gurih mampu membangkitkan selera makan siapapun.

    Menu sederhana ini sering dijumpai di Rumah Makan Padang, bahkan Warung Tegal (Warteg). Apapun lauk pendampingnya, nasi putih hangat yang ditemani telur balado sudah pasti akan terasa nikmat.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat hidangan ini murah meriah dan sering digunakan untuk memasak sehari-hari. Makanya, banyak yang membuat telur balado ini sebagai menu darurat karena hanya menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah.

    Cara membuatnya pun cukup mudah, tanpa memerlukan langkah-langkah yang sulit. Sajian ini sudah biasa dimasak oleh para ibu-ibu. Namun bagi kamu yang belum tahu cara membuatnya, pelajari resep telur balado khas Padang berikut ini!

    Baca juga: Tips Jitu Kupas Telur agar Mulus dan Tidak Hancur!

    Resep Telur Balado Khas Padang

    Sebelum mulai memasak, mari persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat telur balado khas Padang berikut ini:

    Bahan-bahan

    • 6 butir telur ayam
    • 3 siung bawang putih
    • 6 siung bawang merah
    • 10 buah cabai merah
    • 5 buah cabai keriting
    • 1 buah tomat, potong kecil-kecil
    • 1 lembar daun salam
    • Garam dan gula secukupnya
    • Penyedap rasa secukupnya

    Cara Membuat Telur Balado khas Padang

    1. Pertama, rebus telur selama 10-12 menit. 
    2. Sementara itu, siapkan wajan dan panaskan minyak. Goreng semua bahan seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan cabai keriting hingga setengah matang. Kemudian, angkat dan haluskan menggunakan blender. Sisihkan.
    3. Setelah telur matang, kupas dan cuci dengan air. Lalu, goreng di minyak panas hingga permukaannya sedikit kecoklatan. Angkat dan tiriskan
    4. Setelah itu, tumis kembali bumbu balado. Tambahkan daun salam, gula, garam, dan penyedap.
    5. Setelah konsistensi bumbunya sudah mengental dan menyatu satu sama lain, masukkan telur.
    6. Aduk hingga bumbu menyelimuti telur. Masak hingga bumbu menyerap ke telur.
    7. Angka telur balado. Sajikan bersama nasi putih!


    Itulah resep telur balado khas Padang untuk menu makan harianmu. Walaupun sederhana, namun kelezatannya membuat seporsi nasi putih jadi lebih istimewa. Selamat memasak!

    Baca juga: Resep Talua Barendo, Telur Dadar Istimewa Khas Minang!

  • Fakta Telur Pitan, Telur Berumur 1.000 Tahun Asal Cina

    Fakta Telur Pitan, Telur Berumur 1.000 Tahun Asal Cina

    Masakan Cina tidak lengkap tanpa kehadiran telur pitan. Telur pitan sendiri adalah sajian telur yang unik dan berbeda dari telur pada umumnya. Permukaannya yang seluruhnya berwarna hitam ini biasanya disajikan bersama dengan bubur atau salad khas Chinese food.

    Tak hanya tampilannya saja yang unik, namun telur ini memiliki berbagai sebutan yang cukup menarik. Ada yang menyebutnya sebagai telur seabad, telur millenium, hingga telur 1.000 tahun!

    Tentu penamaannya bukanlah karena proses pembuatannya yang memakan waktu hingga 1.000 tahun, ya. Meskipun benar adanya kalau telur pitan diproses dalam waktu yang lama, namun telur ini dibuat selama beberapa minggu hingga bulan saja, kok.

    Selain informasi tersebut, ada beberapa fakta telur pitan lainnya yang wajib kamu ketahui. Kira-kira, apa sajakah itu? Mari simak pembahasannya selanjutnya di bawah ini

    Baca juga: Restoran Pangsit Lao Yang, Asli Buatan Tangan Tradisional

    Dapat Dikonsumsi Tanpa Dimasak

    Biasanya, telur dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan, entah itu digoreng, direbus, atau dikukus. Namun, kamu bisa langsung memakan telur pitan tanpa dimasak terlebih dahulu, lho!

    Setelah diperam selama beberapa minggu hingga bulan, warna telur akan berubah menjadi abu-abu atau hijau tua. Bagian putih telurnya menjadi seperti jeli transparan sehingga bagian kuning telurnya dapat terlihat dari luar.

    Aromanya pun juga berubah menjadi bau ammonia dan belerang yang begitu tajam. Jika ditanya soal rasanya, telur pitan ternyata terasa asin layaknya telur asin yang juga melewati proses pembuatan yang mirip.

    Cara membuat telur pitan

    Memangnya, bagaimana cara membuat telur pitan? Tentunya proses pembuatannya tak mudah karena membutuhkan waktu yang cukup panjang. Jadi, butuh kesabaran untuk membuat telur hitam ini, ya.

    Proses pembuatannya melibatkan cara tradisional, yaitu mengawetkan telur ayam atau bebek dengan campuran garam, kapur, dan abu. Setelah itu, telur dibungkus dengan sekam padi selama beberapa minggu.

    Selama proses pengeraman, pH telur meningkat sehingga memecah protein dan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil dan lebih kompleks. Inilah sebabnya kuning telur berubah jadi berwarna hijau tua dan teksturnya seperti krim. Sementara, bagian putihnya berubah menjadi tembus pandang seperti agar-agar.

    Manfaat telur pitan

    Walaupun tampilannya cukup unik, namun rasa telur pitan juga tak kalah enak. Apalagi, telur ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

    Berdasarkan ilmu kedokteran Cina, konsumsi telur pitan dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, telur ini juga baik untuk menyembuhkan sakit mata, sakit gigi, hingga vertigo.

    Memiliki rasa manis dan asin yang tajam, telur pitan juga dipercaya untuk meredakan pengar, menyembuhkan diare, dan penyakit pencernaan lainnya. Makanya, telur ini cocok disantap bersama dengan bubur atau nasi tim yang mudah untuk dicerna.


    Itulah fakta telur pitan, sajian asal Cina yang dijuluki sebagai telur berumur 1.000 tahun. Sudahkah kamu mencoba telur unik ini? Yuk, berikan komentarmu di bawah!

    Baca juga: Bosan Makan Daging? Kunjungi Restoran Enak di Jakarta Ini!

  • Cara Membuat Maklor, Jajanan SD Kaki Lima yang Maknyus!

    Cara Membuat Maklor, Jajanan SD Kaki Lima yang Maknyus!

    Pernahkah kamu mendengar salah satu jajanan SD kaki lima bernama maklor? Sesuai namanya, maklor adalah makaroni yang dicampur telur kemudian digoreng menggunakan cetakkan berbentuk lingkaran.

    Makaroni telor atau maklor ini merupakan makanan favorit anak-anak karena rasanya yang super gurih. Tak hanya gurih, maklor juga dibumbui oleh bumbu pedas yang membuatnya semakin menggugah selera.

    Kini kamu bisa sering menjumpai penjual maklor karena jajanan ini semakin populer. Namun, jika di daerah tempat tinggalmu kamu jarang menemukannya, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah.

    Bagi yang sudah penasaran ingin mencicipi makanan ini, berikut JadiLaper akan membagikan bagaimana cara membuat maklor yang gurih dan nikmat. Simak resepnya di bawah ini!

    Baca juga: Kue Pancong, Jajanan Populer Khas Betawi

    Cara Membuat Maklor

    Berikut adalah cara membuat maklor ala jajanan SD kaki lima. Namun, kamu harus mempersiapkan bahan-bahannya terlebih dulu sebelum membuatnya, yaitu sebagai berikut:

    Bahan-bahan

    • 200 gr makaroni 
    • 700 ml air 
    • 3 butir telur 
    •  ¼ sdt kaldu bubuk 
    • ¼ sdt garam 
    • 700 ml air 
    • 1 sdm minyak goreng
    • 1 sdm bubuk cabai
    • 1 sdm bubuk keju

    Langkah-langkah membuat maklor

    1. Pertama, rebus makaroni di air mendidih hingga lunak. Jangan lupa beri minyak agar tidak lengket. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
    2. Sementara itu, kocok telur yang dibumbui dengan garam dan kaldu bubuk. Tambahkan makaroni, lalu aduk hingga rata.
    3. Panaskan minyak di atas teflon dengan cetakan berbentuk bulat. Jika tidak punya, pakailah teflon biasa saja.
    4. Setelah panas, tuang adonan maklor. Goreng hingga permukaan luarnya sedikit kering.
    5. Sebelum maklor matang, siapkan mangkuk untuk menghancurkan maklor.
    6. Saat sudah matang, langsung masukkan maklor ke dalam mangkuk lalu beri cabai bubuk dan keju bubuk. Aduk hingga semua bumbu tercampur rata.
    7. Tuang maklor ke dalam piring. Tambahkan saus sambal atau mayones jika perlu.


    Itulah bagaimana cara membuat maklor, jajanan SD kaki lima yang super gurih. Meskipun sederhana, namun rasanya dijamin bikin kamu ketagihan. Daripada penasaran, lebih baik buktikan sendiri dan mulai memasak!

    Baca juga: 5 Jajanan di Kantin Sekolah Ala Generasi 90-an!

  • Minyak Kelapa vs Minyak Sawit, Mana yang Lebih Sehat?

    Minyak Kelapa vs Minyak Sawit, Mana yang Lebih Sehat?

    Minyak goreng juga merupakan salah satu bahan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia. Bisa dilihat betapa banyaknya pedagang yang menggunakan minyak goreng untuk memasak, seperti penjual gorengan, ayam goreng, nasi goreng, dan masih banyak lagi.

    Jenis minyak yang kerap digunakan untuk memasak berbagai hidangan adalah minyak kelapa dan minyak sawit. Tak sedikit orang menganggap keduanya adalah jenis yang sama. Padahal, ada perbedaan yang belum banyak disadari orang.

    Meskipun minyak sawit paling banyak digunakan, ternyata jenis ini dianggap lebih berbahaya untuk kesehatan dibanding minyak kelapa. Tentu poin ini menjadi perbedaan utama antara minyak kelapa dan minyak sawit.

    Namun, apakah fakta tersebut benar adanya? Untuk mengetahui perbedaan antara minyak kelapa dan minyak sawit lebih lanjut, ketahuilah faktanya berikut ini!

    Baca juga: Inilah Resep Nasi Minyak yang Asli dari Palembang!

    Perbedaan Minyak Kelapa & Minyak Sawit

    Ilustrasi minyak kelapa

    Jika ditelusuri asal-usulnya, minyak sawit merupakan minyak nabati yang berasal dari pohon kelapa sawit. Minyak ini memiliki kadar lemak jenuh yang cenderung tinggi. Terdapat 7 gram lemak jenuh dan 5 gram lemak tak jenuh dalam setiap satu sendoknya.

    Untuk nutrisinya, minyak sawit memiliki vitamin E dan vitamin A yang baik untuk kesehatan kulit dan mata. Selain itu, terdapat pula asam lemak esensial (oleat, linoleat, linolenat) yang berperan sebagai antioksidan untuk menangkal pertumbuhan sel kanker.

    Sementara itu, minyak kelapa dihasilkan dari buah kelapa asli. Minyak jenis ini memiliki lemak jenuh yang lebih tinggi, yaitu 12 gram per sendoknya. Sedangkan, lemak tak jenuhnya jauh lebih tinggi dibanding minyak sawit, yaitu 0,84 gram setiap sendoknya.

    Mana yang sehat, Minyak Kelapa atau Minyak Sawit?

    Setelah melihat kandungannya gizinya, kamu sudah mengetahui perbedaan antara minyak kelapa dan minyak sawit. Dari situ, kamu langsung bisa menyimpulkan manakah yang lebih sehat untuk dikonsumsi.

    Berdasarkan pembahasan di atas, minyak kelapa yang lebih banyak mengandung lemak jenuh ini akan lebih stabil saat berada di suhu tinggi. Selain itu, minyak ini tidak mudah untuk teroksidasi sehingga tidak mudah menghitam saat digunakan untuk menggoreng.

    Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tingginya lemak jenuh ini juga berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak. Mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak kelapa terlalu banyak akan menimbulkan risiko penumpukan lemak dalam tubuh.

    Hal ini tentu akan meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yang membawa kolesterol ke pembuluh darah koroner. Akibatnya, pembuluh darah koroner akan menyempit sehingga dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

    Di lain sisi, minyak sawit pun sering mendapat julukan minyak yang berbahaya bagi kesehatan. Faktanya, justru minyak sawit memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh. Apalagi terdapat kandungan vitamin A dan E yang bagus untuk mata dan kulit.

    Kandungan lemak jenuh dan tak jenuhnya pun hampir seimbang, bahkan lemak tak jenuhnya lebih tinggi dibanding minyak kelapa. Meskipun demikian, penggunaan minyak sawit juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu banyak.

    Jika berlebihan, akan terjadi penumpukan lemak yang bisa menyebabkan risiko obesitas dan kardiovaskular. Kandungan lemak tak jenuh yang terkandung juga menyebabkan oksidasi lebih banyak jika digunakan terus menerus dengan suhu yang tinggi. 

    Hal ini akan membuat lemak pada minyak menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Senyawa ini akan membentuk akrolein yang menyebabkan iritasi. Jadi, jangan heran jika tenggorokan akan mengalami radang akibat makan gorengan terlalu banyak, ya.


    Itulah fakta mengenai perbedaan minyak kelapa dan minyak sawit. Setelah mengetahui informasi di atas, kini kamu bisa menyimpulkan manakah minyak yang lebih sehat untuk digunakan, kan?

    Baca juga: Awas! Ini Bahaya Minyak Jelantah untuk Kesehatan Tubuh!

  • Ganjang Gejang, Kepiting Mentah Segar Khas Korea

    Ganjang Gejang, Kepiting Mentah Segar Khas Korea

    Kuliner khas Korea selalu mengundang perhatian karena tampilannya yang menggugah selera. Tak hanya tampilannya, rasanya pun nikmat hingga banyak penggemarnya dari berbagai penghujung dunia. Seperti Ganjang Gejang, hidangan kepiting mentah yang segar ini.

    Ganjang Gejang, atau sering disebut gejeot,  merupakan hidangan tradisional Korea berupa kepiting mentah yang diasinkan dan difermentasi. Proses fermentasi menggunakan kecap asin khas Korea sebagai bumbu marinasi.

    Kepiting mentah ini sedang populer di Korea dan sudah banyak restoran yang menyajikan sajian ini di menu. Sayangnya, hidangan ini masih agak langka ditemukan di Indonesia. 

    Bagi kamu yang penasaran dengan hidangan ini, kamu bisa mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah, lho. Tanpa bersusah payah mencarinya di Indonesia, atau harus terbang dahulu ke negeri gingseng, berikut JadiLaper bagikan resep Ganjang Gejang. Yuk, simak!

    Baca juga: Intip 5 Kuliner Korea yang Sering Muncul di Drama!

    Resep Ganjang Gejang

    Ilustrasi kepiting untuk ganjang gejang

    Sebelum mulai memasak, berikut ini adalah daftar bahan-bahan yang perlu kamu persiapkan terlebih dahulu. Semua bahan-bahannya bisa kamu temui di Indonesia, kok. Berikut daftarnya:

    Bahan utama

    • 1 kg kepiting segar, cuci bersih
    • 10 siung bawang putih
    • 3 buah cabai hijau besar, iris besar
    • 2 buah cabai merah besar, iris besar
    • 1 genggam tangan daun bawang kecil, iris besar
    • 1 buah lemon, potong jadi empat bagian

    Bahan saus

    • 1,5 liter air
    • 400 ml kecap asin
    • 180 gram gula pasir
    • 10 siung bawang putih, iris jadi dua bagian
    • 1/2 buah apel, potong-potong
    • 1/2 buah bawang bombay⁣, iris memanjang
    • 1 batang daun bawang, cuci bersih lalu potong jadi empat bagian

    Cara membuat Ganjang Gejang

    1. Bekukan kepiting hidup di dalam freezer selama 2 jam.
    2. Sementara itu, buat rendaman dengan mencampurkan kecap, air, cabai kering, apel, jahe, rumput laut, bawang putih, bawang bombay, daun bawang, dan gula pasir. Gunakan panci besar dan didihkan selama 20 menit.
    3. Setelah itu, kecilkan api dan masak kembali hingga satu jam. Angkat dan dinginkan.
    4. Pastikan bumbu marinasi benar-benar dingin.
    5. Setelah dibekukan di dalam freezer, keluarkan kepiting. Ambil satu kepiting dan buang bagian keras pada bagian bawah perut dengan memelintirnya.
    6. Belah kepiting dan potong bagian yang berserabut, seperti mata & antena.
    7. Sikat kepiting dengan air mengalir hingga permukaannya bersih. Apabila ada telurnya, biarkan saja dan jangan dibuang.
    8. Masukkan kepiting dan bumbu marinasi ke dalam wadah yang bisa ditutup. Letakkan benda di atasnya agar benar-benar tertutup rapat. Dinginkan selama 24 jam.
    9. Keesokan harinya, sajikan dengan daun bawang iris, cabai merah iris, dan taburan biji wijen.


    Itulah informasi seputar ganjang gejang, hidangan kepiting mentah khas Korea yang segar. Jangan khawatir, semua bahannya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi, siapkan waktu untuk mulai membuat hidangan yang satu ini, yuk!

    Baca juga: Restoran Korea di Indonesia yang Punya Menu Daechang

  • Mampir ke Ayam Goreng SPG Bandung, Bertabur Serundeng!

    Mampir ke Ayam Goreng SPG Bandung, Bertabur Serundeng!

    Jika berkunjung ke Bandung, jangan lewatkan salah satu rumah makan bernama Ayam Goreng SPG. Tempat ini menyajikan menu ayam goreng bertabur serundeng yang nikmat dan murah meriah.

    Lokasinya berada di Jalan Hasanudin, Lebakgede, Bandung, tepat di samping Universitas Padjadjaran Dipatiukur. Ayam Goreng SPG menjadi salah satu kuliner yang sering diserbu mahasiswa hingga warga sekitar.

    Mungkin banyak yang bertanya mengapa tempat makan ini dinamakan demikian. Menurut sang penjual, nama tersebut diberikan karena awalnya ia berjualan secara keliling layaknya seorang SPG. Dari situlah panggilan Ayam Goreng SPG didapatkan.

    Selain itu, para pegawai SPG dari Yogya Kepatihan juga sering makan siang di sini. Dengan kedua alasan tersebut, kini tempat makan ini dinamai Ayam Goreng SPG hingga saat ini.

    Baca juga: Ayam Goreng Jatinangor House, Benarkah Mirip Ayam McD?

    Keunikan Ayam Goreng SPG Bandung

    Tentu ada yang berbeda dari Ayam Goreng SPG yang membuat ramainya pengunjung yang berdatangan silih berganti. Hal ini dikarenakan ayam goreng serundengnya yang sedap dan nikmat disantap bersama dengan nasi putih yang hangat.

    Potongan ayam gorengnya pun besar-besar, cocok untuk mahasiswa yang ingin makan puas dengan harga terjangkau. Ditambah, serundengnya yang membuat sepiring nasi menjadi lebih istimewa ini bisa diambil sepuasnya, lho!

    Tak hanya serundengnya. Pengunjung juga bisa bebas tambah nasi putih, sambal, dan lalapan. Hanya cukup membayar Rp20 ribu saja, mereka sudah bisa mengisi perut laparnya hingga kekenyangan. Jangan lupa untuk memesan es teh manis seharga Rp5 ribu untuk meredakan pedas.

    Selain ayam goreng serundeng, ada ayam goreng kecap yang rasanya cenderung lebih manis. Bagi yang ingin merasakan sensasi rasa yang lebih ramai, ayam goreng kecap di sini patut diacungi jempol. Apalagi, ayam ini begitu nikmat ketika disantap bersama dengan nasi dan sambal yang banyak.

    Bicara soal sambal, Ayam Goreng SPG menyajikan sambal hijau yang tentunya sedap dan pedas. Sambal ini menggunakan rawit hijau yang digoreng, kemudian diulek menggunakan cobek besar bersama dengan bawang putih. Setelah halus, sambal kembali disiram minyak bekas menggoreng ayam. Sungguh bikin ngiler, kan?


    Kini, Ayam Goreng SPG Bandung sudah bisa dijumpai di berbagai cabang, seperti di Pasundan, Dalem Kaum, Mohammad Toha, dan Gedebage. Jadi, jangan lupa untuk berkunjung ke salah satu cabangnya saat berkunjung ke Kota Kembang ini, ya!

    Baca juga: 5 Bakmi Legendaris di Bandung, Wajib Coba Saat Liburan