Author: Jadilaper Admin

  • Resep Telur Balado Khas Padang untuk Menu Makan Harian

    Resep Telur Balado Khas Padang untuk Menu Makan Harian

    Telur Balado khas Padang memang merupakan hidangan yang sulit ditolak untuk menu makan harian. Rasanya yang pedas dan gurih mampu membangkitkan selera makan siapapun.

    Menu sederhana ini sering dijumpai di Rumah Makan Padang, bahkan Warung Tegal (Warteg). Apapun lauk pendampingnya, nasi putih hangat yang ditemani telur balado sudah pasti akan terasa nikmat.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat hidangan ini murah meriah dan sering digunakan untuk memasak sehari-hari. Makanya, banyak yang membuat telur balado ini sebagai menu darurat karena hanya menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah.

    Cara membuatnya pun cukup mudah, tanpa memerlukan langkah-langkah yang sulit. Sajian ini sudah biasa dimasak oleh para ibu-ibu. Namun bagi kamu yang belum tahu cara membuatnya, pelajari resep telur balado khas Padang berikut ini!

    Baca juga: Tips Jitu Kupas Telur agar Mulus dan Tidak Hancur!

    Resep Telur Balado Khas Padang

    Sebelum mulai memasak, mari persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat telur balado khas Padang berikut ini:

    Bahan-bahan

    • 6 butir telur ayam
    • 3 siung bawang putih
    • 6 siung bawang merah
    • 10 buah cabai merah
    • 5 buah cabai keriting
    • 1 buah tomat, potong kecil-kecil
    • 1 lembar daun salam
    • Garam dan gula secukupnya
    • Penyedap rasa secukupnya

    Cara Membuat Telur Balado khas Padang

    1. Pertama, rebus telur selama 10-12 menit. 
    2. Sementara itu, siapkan wajan dan panaskan minyak. Goreng semua bahan seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan cabai keriting hingga setengah matang. Kemudian, angkat dan haluskan menggunakan blender. Sisihkan.
    3. Setelah telur matang, kupas dan cuci dengan air. Lalu, goreng di minyak panas hingga permukaannya sedikit kecoklatan. Angkat dan tiriskan
    4. Setelah itu, tumis kembali bumbu balado. Tambahkan daun salam, gula, garam, dan penyedap.
    5. Setelah konsistensi bumbunya sudah mengental dan menyatu satu sama lain, masukkan telur.
    6. Aduk hingga bumbu menyelimuti telur. Masak hingga bumbu menyerap ke telur.
    7. Angka telur balado. Sajikan bersama nasi putih!


    Itulah resep telur balado khas Padang untuk menu makan harianmu. Walaupun sederhana, namun kelezatannya membuat seporsi nasi putih jadi lebih istimewa. Selamat memasak!

    Baca juga: Resep Talua Barendo, Telur Dadar Istimewa Khas Minang!

  • Fakta Telur Pitan, Telur Berumur 1.000 Tahun Asal Cina

    Fakta Telur Pitan, Telur Berumur 1.000 Tahun Asal Cina

    Masakan Cina tidak lengkap tanpa kehadiran telur pitan. Telur pitan sendiri adalah sajian telur yang unik dan berbeda dari telur pada umumnya. Permukaannya yang seluruhnya berwarna hitam ini biasanya disajikan bersama dengan bubur atau salad khas Chinese food.

    Tak hanya tampilannya saja yang unik, namun telur ini memiliki berbagai sebutan yang cukup menarik. Ada yang menyebutnya sebagai telur seabad, telur millenium, hingga telur 1.000 tahun!

    Tentu penamaannya bukanlah karena proses pembuatannya yang memakan waktu hingga 1.000 tahun, ya. Meskipun benar adanya kalau telur pitan diproses dalam waktu yang lama, namun telur ini dibuat selama beberapa minggu hingga bulan saja, kok.

    Selain informasi tersebut, ada beberapa fakta telur pitan lainnya yang wajib kamu ketahui. Kira-kira, apa sajakah itu? Mari simak pembahasannya selanjutnya di bawah ini

    Baca juga: Restoran Pangsit Lao Yang, Asli Buatan Tangan Tradisional

    Dapat Dikonsumsi Tanpa Dimasak

    Biasanya, telur dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan, entah itu digoreng, direbus, atau dikukus. Namun, kamu bisa langsung memakan telur pitan tanpa dimasak terlebih dahulu, lho!

    Setelah diperam selama beberapa minggu hingga bulan, warna telur akan berubah menjadi abu-abu atau hijau tua. Bagian putih telurnya menjadi seperti jeli transparan sehingga bagian kuning telurnya dapat terlihat dari luar.

    Aromanya pun juga berubah menjadi bau ammonia dan belerang yang begitu tajam. Jika ditanya soal rasanya, telur pitan ternyata terasa asin layaknya telur asin yang juga melewati proses pembuatan yang mirip.

    Cara membuat telur pitan

    Memangnya, bagaimana cara membuat telur pitan? Tentunya proses pembuatannya tak mudah karena membutuhkan waktu yang cukup panjang. Jadi, butuh kesabaran untuk membuat telur hitam ini, ya.

    Proses pembuatannya melibatkan cara tradisional, yaitu mengawetkan telur ayam atau bebek dengan campuran garam, kapur, dan abu. Setelah itu, telur dibungkus dengan sekam padi selama beberapa minggu.

    Selama proses pengeraman, pH telur meningkat sehingga memecah protein dan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil dan lebih kompleks. Inilah sebabnya kuning telur berubah jadi berwarna hijau tua dan teksturnya seperti krim. Sementara, bagian putihnya berubah menjadi tembus pandang seperti agar-agar.

    Manfaat telur pitan

    Walaupun tampilannya cukup unik, namun rasa telur pitan juga tak kalah enak. Apalagi, telur ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

    Berdasarkan ilmu kedokteran Cina, konsumsi telur pitan dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, telur ini juga baik untuk menyembuhkan sakit mata, sakit gigi, hingga vertigo.

    Memiliki rasa manis dan asin yang tajam, telur pitan juga dipercaya untuk meredakan pengar, menyembuhkan diare, dan penyakit pencernaan lainnya. Makanya, telur ini cocok disantap bersama dengan bubur atau nasi tim yang mudah untuk dicerna.


    Itulah fakta telur pitan, sajian asal Cina yang dijuluki sebagai telur berumur 1.000 tahun. Sudahkah kamu mencoba telur unik ini? Yuk, berikan komentarmu di bawah!

    Baca juga: Bosan Makan Daging? Kunjungi Restoran Enak di Jakarta Ini!

  • Cara Membuat Maklor, Jajanan SD Kaki Lima yang Maknyus!

    Cara Membuat Maklor, Jajanan SD Kaki Lima yang Maknyus!

    Pernahkah kamu mendengar salah satu jajanan SD kaki lima bernama maklor? Sesuai namanya, maklor adalah makaroni yang dicampur telur kemudian digoreng menggunakan cetakkan berbentuk lingkaran.

    Makaroni telor atau maklor ini merupakan makanan favorit anak-anak karena rasanya yang super gurih. Tak hanya gurih, maklor juga dibumbui oleh bumbu pedas yang membuatnya semakin menggugah selera.

    Kini kamu bisa sering menjumpai penjual maklor karena jajanan ini semakin populer. Namun, jika di daerah tempat tinggalmu kamu jarang menemukannya, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah.

    Bagi yang sudah penasaran ingin mencicipi makanan ini, berikut JadiLaper akan membagikan bagaimana cara membuat maklor yang gurih dan nikmat. Simak resepnya di bawah ini!

    Baca juga: Kue Pancong, Jajanan Populer Khas Betawi

    Cara Membuat Maklor

    Berikut adalah cara membuat maklor ala jajanan SD kaki lima. Namun, kamu harus mempersiapkan bahan-bahannya terlebih dulu sebelum membuatnya, yaitu sebagai berikut:

    Bahan-bahan

    • 200 gr makaroni 
    • 700 ml air 
    • 3 butir telur 
    •  ¼ sdt kaldu bubuk 
    • ¼ sdt garam 
    • 700 ml air 
    • 1 sdm minyak goreng
    • 1 sdm bubuk cabai
    • 1 sdm bubuk keju

    Langkah-langkah membuat maklor

    1. Pertama, rebus makaroni di air mendidih hingga lunak. Jangan lupa beri minyak agar tidak lengket. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
    2. Sementara itu, kocok telur yang dibumbui dengan garam dan kaldu bubuk. Tambahkan makaroni, lalu aduk hingga rata.
    3. Panaskan minyak di atas teflon dengan cetakan berbentuk bulat. Jika tidak punya, pakailah teflon biasa saja.
    4. Setelah panas, tuang adonan maklor. Goreng hingga permukaan luarnya sedikit kering.
    5. Sebelum maklor matang, siapkan mangkuk untuk menghancurkan maklor.
    6. Saat sudah matang, langsung masukkan maklor ke dalam mangkuk lalu beri cabai bubuk dan keju bubuk. Aduk hingga semua bumbu tercampur rata.
    7. Tuang maklor ke dalam piring. Tambahkan saus sambal atau mayones jika perlu.


    Itulah bagaimana cara membuat maklor, jajanan SD kaki lima yang super gurih. Meskipun sederhana, namun rasanya dijamin bikin kamu ketagihan. Daripada penasaran, lebih baik buktikan sendiri dan mulai memasak!

    Baca juga: 5 Jajanan di Kantin Sekolah Ala Generasi 90-an!

  • Minyak Kelapa vs Minyak Sawit, Mana yang Lebih Sehat?

    Minyak Kelapa vs Minyak Sawit, Mana yang Lebih Sehat?

    Minyak goreng juga merupakan salah satu bahan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia. Bisa dilihat betapa banyaknya pedagang yang menggunakan minyak goreng untuk memasak, seperti penjual gorengan, ayam goreng, nasi goreng, dan masih banyak lagi.

    Jenis minyak yang kerap digunakan untuk memasak berbagai hidangan adalah minyak kelapa dan minyak sawit. Tak sedikit orang menganggap keduanya adalah jenis yang sama. Padahal, ada perbedaan yang belum banyak disadari orang.

    Meskipun minyak sawit paling banyak digunakan, ternyata jenis ini dianggap lebih berbahaya untuk kesehatan dibanding minyak kelapa. Tentu poin ini menjadi perbedaan utama antara minyak kelapa dan minyak sawit.

    Namun, apakah fakta tersebut benar adanya? Untuk mengetahui perbedaan antara minyak kelapa dan minyak sawit lebih lanjut, ketahuilah faktanya berikut ini!

    Baca juga: Inilah Resep Nasi Minyak yang Asli dari Palembang!

    Perbedaan Minyak Kelapa & Minyak Sawit

    Ilustrasi minyak kelapa

    Jika ditelusuri asal-usulnya, minyak sawit merupakan minyak nabati yang berasal dari pohon kelapa sawit. Minyak ini memiliki kadar lemak jenuh yang cenderung tinggi. Terdapat 7 gram lemak jenuh dan 5 gram lemak tak jenuh dalam setiap satu sendoknya.

    Untuk nutrisinya, minyak sawit memiliki vitamin E dan vitamin A yang baik untuk kesehatan kulit dan mata. Selain itu, terdapat pula asam lemak esensial (oleat, linoleat, linolenat) yang berperan sebagai antioksidan untuk menangkal pertumbuhan sel kanker.

    Sementara itu, minyak kelapa dihasilkan dari buah kelapa asli. Minyak jenis ini memiliki lemak jenuh yang lebih tinggi, yaitu 12 gram per sendoknya. Sedangkan, lemak tak jenuhnya jauh lebih tinggi dibanding minyak sawit, yaitu 0,84 gram setiap sendoknya.

    Mana yang sehat, Minyak Kelapa atau Minyak Sawit?

    Setelah melihat kandungannya gizinya, kamu sudah mengetahui perbedaan antara minyak kelapa dan minyak sawit. Dari situ, kamu langsung bisa menyimpulkan manakah yang lebih sehat untuk dikonsumsi.

    Berdasarkan pembahasan di atas, minyak kelapa yang lebih banyak mengandung lemak jenuh ini akan lebih stabil saat berada di suhu tinggi. Selain itu, minyak ini tidak mudah untuk teroksidasi sehingga tidak mudah menghitam saat digunakan untuk menggoreng.

    Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tingginya lemak jenuh ini juga berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak. Mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak kelapa terlalu banyak akan menimbulkan risiko penumpukan lemak dalam tubuh.

    Hal ini tentu akan meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yang membawa kolesterol ke pembuluh darah koroner. Akibatnya, pembuluh darah koroner akan menyempit sehingga dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

    Di lain sisi, minyak sawit pun sering mendapat julukan minyak yang berbahaya bagi kesehatan. Faktanya, justru minyak sawit memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh. Apalagi terdapat kandungan vitamin A dan E yang bagus untuk mata dan kulit.

    Kandungan lemak jenuh dan tak jenuhnya pun hampir seimbang, bahkan lemak tak jenuhnya lebih tinggi dibanding minyak kelapa. Meskipun demikian, penggunaan minyak sawit juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu banyak.

    Jika berlebihan, akan terjadi penumpukan lemak yang bisa menyebabkan risiko obesitas dan kardiovaskular. Kandungan lemak tak jenuh yang terkandung juga menyebabkan oksidasi lebih banyak jika digunakan terus menerus dengan suhu yang tinggi. 

    Hal ini akan membuat lemak pada minyak menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Senyawa ini akan membentuk akrolein yang menyebabkan iritasi. Jadi, jangan heran jika tenggorokan akan mengalami radang akibat makan gorengan terlalu banyak, ya.


    Itulah fakta mengenai perbedaan minyak kelapa dan minyak sawit. Setelah mengetahui informasi di atas, kini kamu bisa menyimpulkan manakah minyak yang lebih sehat untuk digunakan, kan?

    Baca juga: Awas! Ini Bahaya Minyak Jelantah untuk Kesehatan Tubuh!

  • Ganjang Gejang, Kepiting Mentah Segar Khas Korea

    Ganjang Gejang, Kepiting Mentah Segar Khas Korea

    Kuliner khas Korea selalu mengundang perhatian karena tampilannya yang menggugah selera. Tak hanya tampilannya, rasanya pun nikmat hingga banyak penggemarnya dari berbagai penghujung dunia. Seperti Ganjang Gejang, hidangan kepiting mentah yang segar ini.

    Ganjang Gejang, atau sering disebut gejeot,  merupakan hidangan tradisional Korea berupa kepiting mentah yang diasinkan dan difermentasi. Proses fermentasi menggunakan kecap asin khas Korea sebagai bumbu marinasi.

    Kepiting mentah ini sedang populer di Korea dan sudah banyak restoran yang menyajikan sajian ini di menu. Sayangnya, hidangan ini masih agak langka ditemukan di Indonesia. 

    Bagi kamu yang penasaran dengan hidangan ini, kamu bisa mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah, lho. Tanpa bersusah payah mencarinya di Indonesia, atau harus terbang dahulu ke negeri gingseng, berikut JadiLaper bagikan resep Ganjang Gejang. Yuk, simak!

    Baca juga: Intip 5 Kuliner Korea yang Sering Muncul di Drama!

    Resep Ganjang Gejang

    Ilustrasi kepiting untuk ganjang gejang

    Sebelum mulai memasak, berikut ini adalah daftar bahan-bahan yang perlu kamu persiapkan terlebih dahulu. Semua bahan-bahannya bisa kamu temui di Indonesia, kok. Berikut daftarnya:

    Bahan utama

    • 1 kg kepiting segar, cuci bersih
    • 10 siung bawang putih
    • 3 buah cabai hijau besar, iris besar
    • 2 buah cabai merah besar, iris besar
    • 1 genggam tangan daun bawang kecil, iris besar
    • 1 buah lemon, potong jadi empat bagian

    Bahan saus

    • 1,5 liter air
    • 400 ml kecap asin
    • 180 gram gula pasir
    • 10 siung bawang putih, iris jadi dua bagian
    • 1/2 buah apel, potong-potong
    • 1/2 buah bawang bombay⁣, iris memanjang
    • 1 batang daun bawang, cuci bersih lalu potong jadi empat bagian

    Cara membuat Ganjang Gejang

    1. Bekukan kepiting hidup di dalam freezer selama 2 jam.
    2. Sementara itu, buat rendaman dengan mencampurkan kecap, air, cabai kering, apel, jahe, rumput laut, bawang putih, bawang bombay, daun bawang, dan gula pasir. Gunakan panci besar dan didihkan selama 20 menit.
    3. Setelah itu, kecilkan api dan masak kembali hingga satu jam. Angkat dan dinginkan.
    4. Pastikan bumbu marinasi benar-benar dingin.
    5. Setelah dibekukan di dalam freezer, keluarkan kepiting. Ambil satu kepiting dan buang bagian keras pada bagian bawah perut dengan memelintirnya.
    6. Belah kepiting dan potong bagian yang berserabut, seperti mata & antena.
    7. Sikat kepiting dengan air mengalir hingga permukaannya bersih. Apabila ada telurnya, biarkan saja dan jangan dibuang.
    8. Masukkan kepiting dan bumbu marinasi ke dalam wadah yang bisa ditutup. Letakkan benda di atasnya agar benar-benar tertutup rapat. Dinginkan selama 24 jam.
    9. Keesokan harinya, sajikan dengan daun bawang iris, cabai merah iris, dan taburan biji wijen.


    Itulah informasi seputar ganjang gejang, hidangan kepiting mentah khas Korea yang segar. Jangan khawatir, semua bahannya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi, siapkan waktu untuk mulai membuat hidangan yang satu ini, yuk!

    Baca juga: Restoran Korea di Indonesia yang Punya Menu Daechang

  • Mampir ke Ayam Goreng SPG Bandung, Bertabur Serundeng!

    Mampir ke Ayam Goreng SPG Bandung, Bertabur Serundeng!

    Jika berkunjung ke Bandung, jangan lewatkan salah satu rumah makan bernama Ayam Goreng SPG. Tempat ini menyajikan menu ayam goreng bertabur serundeng yang nikmat dan murah meriah.

    Lokasinya berada di Jalan Hasanudin, Lebakgede, Bandung, tepat di samping Universitas Padjadjaran Dipatiukur. Ayam Goreng SPG menjadi salah satu kuliner yang sering diserbu mahasiswa hingga warga sekitar.

    Mungkin banyak yang bertanya mengapa tempat makan ini dinamakan demikian. Menurut sang penjual, nama tersebut diberikan karena awalnya ia berjualan secara keliling layaknya seorang SPG. Dari situlah panggilan Ayam Goreng SPG didapatkan.

    Selain itu, para pegawai SPG dari Yogya Kepatihan juga sering makan siang di sini. Dengan kedua alasan tersebut, kini tempat makan ini dinamai Ayam Goreng SPG hingga saat ini.

    Baca juga: Ayam Goreng Jatinangor House, Benarkah Mirip Ayam McD?

    Keunikan Ayam Goreng SPG Bandung

    Tentu ada yang berbeda dari Ayam Goreng SPG yang membuat ramainya pengunjung yang berdatangan silih berganti. Hal ini dikarenakan ayam goreng serundengnya yang sedap dan nikmat disantap bersama dengan nasi putih yang hangat.

    Potongan ayam gorengnya pun besar-besar, cocok untuk mahasiswa yang ingin makan puas dengan harga terjangkau. Ditambah, serundengnya yang membuat sepiring nasi menjadi lebih istimewa ini bisa diambil sepuasnya, lho!

    Tak hanya serundengnya. Pengunjung juga bisa bebas tambah nasi putih, sambal, dan lalapan. Hanya cukup membayar Rp20 ribu saja, mereka sudah bisa mengisi perut laparnya hingga kekenyangan. Jangan lupa untuk memesan es teh manis seharga Rp5 ribu untuk meredakan pedas.

    Selain ayam goreng serundeng, ada ayam goreng kecap yang rasanya cenderung lebih manis. Bagi yang ingin merasakan sensasi rasa yang lebih ramai, ayam goreng kecap di sini patut diacungi jempol. Apalagi, ayam ini begitu nikmat ketika disantap bersama dengan nasi dan sambal yang banyak.

    Bicara soal sambal, Ayam Goreng SPG menyajikan sambal hijau yang tentunya sedap dan pedas. Sambal ini menggunakan rawit hijau yang digoreng, kemudian diulek menggunakan cobek besar bersama dengan bawang putih. Setelah halus, sambal kembali disiram minyak bekas menggoreng ayam. Sungguh bikin ngiler, kan?


    Kini, Ayam Goreng SPG Bandung sudah bisa dijumpai di berbagai cabang, seperti di Pasundan, Dalem Kaum, Mohammad Toha, dan Gedebage. Jadi, jangan lupa untuk berkunjung ke salah satu cabangnya saat berkunjung ke Kota Kembang ini, ya!

    Baca juga: 5 Bakmi Legendaris di Bandung, Wajib Coba Saat Liburan

  • Resep Cireng Nasi Renyah, Camilan Praktis Setiap Saat

    Resep Cireng Nasi Renyah, Camilan Praktis Setiap Saat

    Punya sisa nasi sisa kemarin? Daripada terbuang sia-sia, kamu bisa membuatnya menjadi cireng nasi yang renyah untuk jadi camilan keluarga di rumah, lho!

    Jika biasanya cireng hanya dibuat menggunakan tepung tapioka sebagai bahan utamanya, ternyata menambahkan nasi membuat adonannya jadi tak kalah enak. Tak disangka, teksturnya jadi lebih kenyal dan bagian luarnya super renyah.

    Tenang saja, kelezatan cireng tidak akan berubah karena nasi memiliki rasa yang cenderung tawar. Ditambah dengan bawang putih, daun bawang, dan bumbu lainnya, tentu kenikmatan cireng nasi boleh diadu.

    Agar lebih sedap, kamu bisa menambahkan sambal rujak atau saus sambal untuk cocolannya. Dijamin, keluarga di rumah ketagihan dengan camilan gurih dan kriuk yang satu ini!

    Tanpa perlu jajan di luar, kamu bisa membuat cireng nasi ini sebagai camilan hemat yang mudah dibuat sendiri di rumah. Tanpa memerlukan langkah yang merepotkan, berikut JadiLaper bagikan resep cireng nasi yang bisa kamu coba. Yuk, simak cara membuatnya!

    Baca juga: Resep Cireng Bumbu Rujak untuk Camilan Nonton Netflix

    Resep Cireng Nasi

    Ilustrasi nasi sisa kemarin

    Tentu kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang mudah untuk membuat camilan yang satu ini. Apalagi, kamu hanya perlu mempersiapkan bahan-bahan sederhana yang harganya juga cukup terjangkau. Berikut adalah daftar bahan selengkapnya:

    Bahan-bahan

    • 1 mangkuk kecil nasi   
    •  6 sdm tepung tapioka    
    • 1 sdt garam    
    • 3 siung bawang putih    
    • 10 butir merica    
    • 1 batang daun bawang (iris)   
    •  ½ sdt kaldu bubuk    
    • 10-20 ml air    
    • Minyak goreng secukupnya

    Cara membuat cireng nasi

    1. Pertama, haluskan bawang putih bersama garam dan merica menggunakan ulekan. Setelah halus, campurkan nasi, lalu ulek bersama dengan bumbu halus tadi.
    2. Siapkan wadah berisi tepung tapioka dan irisan daun bawang. Setelah itu, campurkan adonan nasi ke dalamnya. Aduk hingga rata. 
    3. Tuang air sedikit demi sedikit. Uleni adonan namun jangan sampai terlalu kalis.
    4. Siapkan tepung kering, dan lumuri di tangan. Bentuk adonan menjadi bulat dan pipih seperti cireng yang sering kamu jumpai.
    5. Siapkan wajan dan panaskan minyak. Jika sudah mulai panas, masukkan adonan cireng. Goreng hingga renyah.
    6. Setelah matang, angkat cireng dan tiriskan.
    7. Cireng nasi siap disajikan bersama sambal rujak atau saus sambal botolan!


    Itulah resep cireng nasi yang renyah dan mudah dibuat di rumah. Walaupun sederhana, camilan ini akan terasa spesial apalagi disantap bersama dengan keluarga. Selamat mencoba!

    Baca juga: Buat Cireng Isi Ayam Pedas Lezat, Lewat Resep Disini!

  • Cara Membuat Bawang Hitam yang Punya Segudang Manfaat

    Cara Membuat Bawang Hitam yang Punya Segudang Manfaat

    Tahukah kamu kalau bawang hitam merupakan bawang putih yang telah melalui proses fermentasi? Nah, proses fermentasi ini membuat bawang hitam memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi daripada bawang putih biasa. 

    Antioksidan sendiri adalah senyawa yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Jika senyawa ini tidak stabil, sel-sel tubuh dapat rusak dan menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer.

    Baca juga: Intip 5 Manfaat Bawang Putih, Si Kecil yang Berkhasiat!

    Manfaat Bawang Hitam

    Walaupun ukurannya kecil, namun bawang hitam ini memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah manfaat bawang hitam yang perlu kamu tahu:

    Meningkatkan kesehatan jantung

    Bawang hitam dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Hal ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

    Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

    Bawang hitam mengandung antioksidan yang lebih tinggi dibanding bawang putih biasa. Senyawa ini dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuhmu.

    Membantu melawan kanker

    Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antioksidan yang ada pada bawang hitam juga bermanfaat bagi penderita kanker. Senyawa ini dapat membantu melawan pertumbuhan sel kanker sehingga baik dikonsumsi untuk terhindar dari penyakit kanker.

    Bawang hitam dapat dikonsumsi secara langsung atau ditambahkan ke dalam makanan. Bawang hitam juga dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti kapsul, tablet, dan ekstrak.

    Cara Membuat Bawang Hitam

    Tak perlu membelinya, ternyata bawang hitam bisa kamu buat sendiri di rumah. Tentu pembuatannya melewati proses fermentasi. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya:

    Bahan-bahan

    Ilustrasi bawang putih
    • Bawang putih secukupnya
    • Mangkuk stainless
    • Kertas alumunium foil
    • Oven

    Cara membuat bawang hitam secara tradisional

    1. Pertama, masukkan bawang putih pada mangkuk stainless. Tutup dengan kertas alumunium foil.
    2. Selanjutnya, letakan mangkuk tersebut dalam oven.
    3. Atur suhu oven antara 25-30 derajat Celcius. Panggang selama 40-80 hari.
    4. Cek secara berkala setiap 4 atau 5 hari sekali. Pastikan suhunya tidak mengalami perubahan.

    Umumnya, bawang hitam yang memiliki kualitas terbaik diproses dalam waktu sekitar 80-90 hari.Semakin lama proses membuat bawang hitam, maka semakin bagus pula kandungan nutrisinya.


    Itulah cara membuat bawang hitam yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Namun, perlu diketahui mengkonsumsinya dapat menimbulkan bau mulut. Jadi, persiapkan obat kumur atau permen untuk menghilangkan baunya, ya!

    Baca juga: Resep Tumis Bawang Merah Viral, Simpel Tapi Sedap!

  • Bukan Hanya untuk Rawon, Inilah 5 Manfaat Baik Kluwek!

    Bukan Hanya untuk Rawon, Inilah 5 Manfaat Baik Kluwek!

    Pernahkah kamu mendengar nama kluwek? Kluwek sendiri merupakan salah satu bumbu masakan yang biasanya digunakan pada masakan rawon. Berasal dari biji buah picung, kluwek membuat masakan menjadi hitam dan pekat.

    Selain rawon, kluwek juga digunakan untuk memasak berbagai hidangan nusantara lainnya, seperti brongkos, pucung gabus, sop konro, hingga nasi goreng kluwek. Selain memberikan warna, rempah ini juga menambahkan cita rasa gurih dan legit sehingga makanan jadi lebih menggugah selera.

    Ternyata, kluwek bukan sekadar jadi bumbu masakan yang sedap saja. Terdapat beragam khasiat yang terkandung di dalamnya, lho! Mulai dari meredakan penyakit kulit hingga cegah anemia, berikut ini adalah manfaat baik kluwek untuk kesehatan!

    Baca juga: 10 Sup Paling Enak di Dunia Versi Taste Atlas, Rawon No. 1!

    Meredakan Penyakit Kulit

    Ilustrasi alergi pada kulit

    Manfaat kluwek yang pertama adalah untuk meredakan penyakit kulit. Di dalamnya, terkandung asam lemak siklik dan asam kaulmograt yang baik untuk berbagai penyakit kulit, terutama iritasi yang dialami pada kulit.

    Menurut penelitian, kluwek digunakan sebagai terapi untuk penderita penyakit kulit, salah satunya kusta. Kedua kandungan asam lemak itulah yang diandalkan para terapis untuk menyembuhkan masalah pada kulit yang dialami penderitanya. 

    Kluwek Sebagai Obat Cacing dan Luka Bakar

    Selanjutnya, kluwek menjadi rempah yang ampuh untuk jadi obat cacing. Selain bijinya, daun kluwek juga bisa dijadikan obat yang dipercaya mampu menjadi obat cacing dan penawar racun pada makanan.

    Tak hanya itu, kamu pun bisa memanfaatkannya untuk menjadi obat luka bakar. Memiliki sifat antiseptik dan desinfektan, kluwek bisa membantu menyembuhkan luka yang disebabkan oleh panasnya panci, minyak, atau api.

    Mencegah Kelainan Janin

    Manfaat kluwek selanjutnya yaitu mencegah kelainan pada janin pada ibu hamil. Kandungan zat besi di dalamnya bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme zat-zat aktif pada ibu dan si buah hati.

    Oleh karena itu, mengkonsumsi masakan dengan bahan dasar kluwek disarankan untuk para ibu hamil. Dengan begitu, janin di dalam kandungan akan mendapatkan nutrisi yang baik sehingga terhindar dari risiko kelainan.

    Kluwek untuk Mencegah Anemia

    Bagi penderita anemia, mengkonsumsi masakan berbahan utama kluwek juga sangat dianjurkan. Kondisi di mana seseorang kekurangan darah membutuhkan zat besi tambahan agar dapat menjalankan aktivitas tanpa lemas dan lesu.

    Seperti yang telah dibahas, kandungan zat besi pada kluwek sungguh melimpah. Zat besi inilah yang mampu mengikat hemoglobin sehingga meningkatkan fungsi otak, otot, dan orang tubuh lainnya.

    Menjaga Daya Tahan Tubuh

    Aktivitas yang sibuk membuat seseorang menjadi kehilangan stamina dan daya tahan tubuh. Agar tetap bisa menjalankan kegiatan sehari-hari dengan penuh semangat, kamu perlu menjaga daya tahan tubuhmu dengan mengkonsumsi kluwek.

    Mengandung vitamin C yang kaya, kluwek bermanfaat sebagai antioksidan yang membantumu untuk memperkuat daya tahan tubuh. Kandungan ini pun juga dimanfaatkan untuk memperbaiki sel kulit mati yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini.


    Itulah manfaat baik kluwek yang baik untuk kesehatan tubuh. Setelah mengetahui informasi di atas, jangan ragu untuk mengkonsumsi rawon dan masakan berbahan kluwek lainnya, ya!

    Baca juga: Resep Rawon Daging, Makanan Khas Jawa Timur yang Lezat!

  • 3 Sekte Baru Makan Indomie, Bisa Dicampur Ketoprak?

    3 Sekte Baru Makan Indomie, Bisa Dicampur Ketoprak?

    Siapa sih yang bisa menolak kelezatan Indomie? Selain bisa dinikmati begitu saja, kini banyak sekte baru penikmat Indomie yang memadukannya bersama dengan aneka hidangan Nusantara, seperti ketoprak hingga sate padang!

    Mungkin perpaduannya akan terdengar aneh di telinga. Namun jangan salah, karena ternyata peminatnya pun tidak bisa dihitung oleh jari. Menurut mereka, kreasi ini merupakan cara baru menikmati Indomie.

    Varian Indomie yang paling diminati untuk dipadukan yaitu mie goreng original. Rasanya yang klasik membuatnya cocok dikombinasikan dengan makanan apapun. Apalagi, aroma dari varian yang satu ini sungguh semerbak dan begitu menggoda.

    Walaupun rasanya sudah super lezat tanpa dicampur apapun, namun tak sedikit yang menikmatinya bersamaan dengan aneka kuliner Indonesia lainnya. Apa sajakah itu? Mari intip sekte baru makan Indomie di bawah ini!

    Baca juga: Resep Okonomiyaki Pakai Indomie Takoyaki, Enak Banget!

    Indomie Goreng Batagor

    Batagor merupakan kuliner khas Bandung yang begitu populer. Seperti yang banyak diketahui, komponen yang membuat batagor lezat terletak pada bumbu kacangnya. Biasanya, bumbu kacang yang sedap teksturnya tidak encer sehingga rasa kacangnya pun masih terasa kuat.

    Sama seperti Indomie goreng, batagor umumnya juga dimakan begitu saja tanpa campuran apapun. Namun, apa jadinya jika batagor dan Indomie goreng disatukan?

    Saat keduanya dipadukan, kamu akan merasakan perpaduan yang unik dari campuran rasa bumbu kacang yang kuat dan rasa Indomie goreng yang gurih. Menariknya, batagor yang kriuk juga memperkaya tekstur sehingga menciptakan sensasi yang berbeda.

    Indomie Goreng Ketoprak

    Tak kalah terkenal, ketoprak juga merupakan jajanan yang sering diserbu. Berasal dari Kota Cirebon, Jawa Barat, kuliner ini menjadi incaran banyak orang terutama saat malam hari.

    Ketoprak juga disajikan dengan bumbu kacang, namun rasanya lebih khas berkat bawang putih mentah untuk campurannya. Satu porsinya terdiri dari bihun, tauge, ketimun, dan lontong. Tentu kamu akan kenyang jika menyantap habis makanan yang satu ini.

    Namun, kamu pasti akan kaget jika kini ada seorang penjual ketoprak di BSD, Tangerang yang menghadirkan menu dengan perpaduan Indomie goreng! Saking uniknya, penjual ini sampai viral di berbagai media sosial sehingga mengundang pengunjung yang menyerbu gerobaknya.

    Jika ditanya soal rasa, mungkin tak akan jauh berbeda sensasinya ketika kamu menyantap Indomie goreng batagor yang juga menggunakan bumbu kacang. Hanya saja, porsinya jadi lebih banyak dari ketoprak biasa. Bagi kamu yang sudah begitu kelaparan, sepertinya perpaduan ini cocok untuk kamu.

    Indomie Goreng Sate Padang

    Beralih dengan kuliner Nusantara berbumbu kacang, ternyata ada sajian tak kalah unik yang memadukan Indomie Goreng dengan sate padang! Berbeda dengan hidangan sate madura, bumbu sate padang lebih kental dan teksturnya halus seperti saus.

    Masakan khas Padang terkenal dengan bumbunya yang berani dan medok. Begitu pun dengan bumbu sate padang. Lantas, apa jadinya jika hidangan ini dipadukan dengan Indomie goreng? Tentu rasanya akan semakin gurih, bukan?

    Kreasi ini dibuat dengan menyiram Indomie goreng dengan bumbu sate padang. Kemudian, barulah sate disusun di sampingnya lalu ditaburi bawang goreng yang melimpah. Sungguh perpaduan yang menggiurkan!


    Itulah sekte baru makan Indomie, mulai dari ketoprak hingga sate padang. Dari ketiga perpaduan di atas, mana lagi kreasi Indomie goreng yang menurutmu unik? Yuk, bagikan di kolom komentar!

    Baca juga: Tips Makan Indomie Tori Miso Ramen, Mirip Ramen Mahal!