Blog

  • Spaghetti, Hidangan Italia dengan Sejarah yang Menarik!

    Spaghetti, Hidangan Italia dengan Sejarah yang Menarik!

    Spaghetti merupakan salah satu hidangan Italia yang populer. Makanan yang satu ini dikenal sebagai hidangan mewah yang banyak dijual di restoran berbintang. 

    Spaghetti ini sendiri terdiri dari pasta berbentuk seperti mie dengan saus daging cincang dan taburan keju parut. Dengan kelezatan seperti itu, siapa yang bisa menolak hidangan Italia yang satu ini?

    Selain soal kelezatannya, spaghetti juga menyimpan sejarah yang menarik loh! Penasaran, bukan? Yuk, langsung saja telusuri artikel ini untuk mengetahui selengkapnya tentang sejarah dari spaghetti!

    Baca juga: Mengenal 6 Jenis Saus Spaghetti, Jangan Sampai Keliru!

    Sejarah Spaghetti

    Spaghetti Italia biasanya terbuat dari semolina gandum durum. Biasanya pasta berwarna putih karena menggunakan tepung halus, tetapi tepung gandum utuh dapat ditambahkan. Spaghettoni adalah bentuk spaghetti yang lebih tebal, sedangkan capellini adalah spaghetti yang sangat tipis.

    Awalnya, ukuran spaghetti ini sangat panjang. Namun, kemudian spaghetti berukuran lebih pendek semakin populer selama paruh kedua abad ke-20. Sekarang, umumnya spaghetti tersedia dalam ukuran panjang 25 – 30 cm (10 -12 inci).

    Sementara itu, pasta ini berasal dari negara Talmud pada abad ke-5. Popularitas spaghetti terus menyebar ke seluruh penjuru yang ada di Italia. Hingga akhirnya Italia berhasil mendirikan sebuah pabrik spaghetti pada abad yang ke-19. Hal ini juga memungkinkan untuk memproduksi massal spaghetti untuk dipasarkan di Italia.

    Di Amerika sekitar akhir abad ke-19, spaghetti ini juga ditawarkan di restoran sebagai pengganti Spaghetti Italienne. Spaghetti Italienne ini sendiri merupakan sebuah mie  dimasak melewati al dente dengan saus tomat yang dibumbui dengan bumbu dan sayuran, seperti cengkeh, daun salam, dan bawang putih. Setelah beberapa dekade kemudian, barulah spaghetti disiapkan dengan oregano atau basil.

    Persiapan memasak

    Spaghetti segar atau kering dimasak dalam panci besar berisi air asin mendidih. Setelah matang, spaghetti dikeringkan dalam saringan. Di Italia, spaghetti umumnya dimasak al dente (bahasa Italia untuk “ke gigi”). Artinya, matang sepenuhnya tetapi masih keras saat digigit.

    Spaghettoni adalah spaghetti yang lebih kental dengan waktu masak yang lebih lama. Sementara Spaghettini, bentuknya lebih tipis dengan waktu masak yang lebih sedikit. Selain itu, ada juga capellini dengan bentuk tipis yang dimasak sangat cepat.


    Itulah sejarah dari makanan tradisional Italia, Spaghetti! Ternyata selain kelezatannya, spaghetti juga menyimpan sejarah yang menarik. Selain itu, ternyata ada beberapa jenis dari spaghetti yang kita makan. Gimana? Semakin banyak belajar hal baru bukan? Yuk, baca terus artikel-artikel JadiLaper lainnya!

    Baca juga: 3 Kudapan Berbahan Dasar Kelapa Serut yang Legit

  • 3 Kudapan Berbahan Dasar Kelapa Serut yang Legit

    3 Kudapan Berbahan Dasar Kelapa Serut yang Legit

    Di Indonesia, setiap daerahnya memiliki aneka kuliner khasnya masing-masing. Mulai dari segi tampilan, cita rasa, hingga bahan dasar yang digunakan. Meski begitu, ada beberapa jenis hidangan dari berbagai daerah yang sekilas tampak mirip. Seperti kue rangi, kue pancong, dan kue sagu gula Ambon, ketiga hidangan tersebut memiliki tampilan yang serupa. Ketiga kudapan tersebut sama-sama menggunakan parutan kelapa. Lalu, apa saja sih yang membedakan ketiga hidangan tradisional tersebut? Yuk, simak 3 kudapan berbahan dasar kelapa di bawah ini!

    Baca juga: 3 Kafe Rooftop di Jakarta dengan Pemandangan Memukau!

    Kue Rangi

    Pertama, ada kue rangi yang berasal dari singkatan “digarang wangi”. Rangi ini sendiri merupakan kue khas Betawi yang sangat legendaris. Sayangnya, kudapan manis ini sudah mulai langka di Jakarta.

    Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan kue ini adalah tepung sagu atau kanji. Lalu, tepung tersebut dicampurkan dengan kelapa parut. Kemudian, campuran itu dipanggang diatas tungku menggunakan cetakan khusus. Nah, cetakan tersebut serupa dengan kue bandros dan pancong.

    Ketika rangi sudah matang, bagian atas kuenya disiram cairan gula merah. Biasanya, cairan tersebut dicampur dengan irisan buah Nangka, durian, atau nanas. Alhasil, makanan khas Betawi ini memiliki citarasa gurih dan legit, serta teksturnya cenderung garing.

    Kue Pancong

    Bukan hanya kue rangi, kue pancong juga berasal dari Betawi lho. Lucunya, kata pancong ini merupakan singkatan dari “pantatnya dicongkel”. Tak jauh berbeda dari kue sebelumnya, kudapan legendaris ini juga memiliki tampilan serupa.

    Untuk bahan dasarnya, kue pancong menggunakan tepung beras. Kemudian, dicampurkan dengan kelapa parut, santan kelapa, gula pasir, dan garam. Seluruh bahan yang telah dicampurkan itu, langsung dicetak ke dalam Loyang dan dipanggang diatas tungku dengan api kecil.

    Ketika pancong sudah matang, bagian atas kue ditaburi gula pasir. Citarasa yang dihasilkan dari kudapan Betawi ini pun lebih manis dan cocok dinikmati bersama teh atau kopi. Kue legendaris ini juga masih tetap eksis hingga kini. Sayangnya, kue ini telah bertransformasi dengan topping kekinian.

    Kue Sagu Gula Ambon dengan Parutan Kelapa

    Setelah membicarakan makanan khas Betawi, mari kita bergeser ke daerah Maluku. Di Maluku, ada kudapan manis yang serupa dengan dua makanan di atas, yaitu sagu gula.

    Meski bentuk hidangannya serupa, namun bahan yang digunakan sangat berbeda. Sagu gula ini berasal dari sagu asli Ambon yang dipadukan dengan kelapa, serta gula aren dari Saparua. Lalu, bahan itu dibakar di atas tungku hingga coklat kekuningan.

    Berbeda dengan kue lainnya, sagu gula ini di bagian tengahnya kosong. Lalu, bagian yang kosong tersebut tersebut ditambahakan topping saus coklat. Ternyata, sagu gula ini memiliki rasa manis dan gurih sehingga sangat menggoyang lidah.

    Selain itu, kudapan khas Maluku ini mempunyai tekstur lebih empuk karena parutan kelapa yang banyak. Biasanya, camilan asal Ambon ini dinikmati dengan segelas teh atau secangkir kopi hangat.


    Itulah 3 perbedaan kudapan dari kue rangi, pancong, dan sagu gula yang tampak serupa. Setelah membaca artikel ini, kamu jangan sampai keliru lagi ya!

    Baca juga: Japanese Cheese Cake, Kue Khas Jepang yang Fluffy!

  • Frushi, Kombinasi Sushi dan Buah Segar yang Manis

    Frushi, Kombinasi Sushi dan Buah Segar yang Manis

    Apa itu frushi? Sushi + buah segar = frushi! Fruit sushi adalah camilan atau makanan penutup yang sangat lezat lho. Tidak perlu peralatan dapur khusus untuk membuatnya. Pada dasarnya, hampir sama dengan sushi dari Jepang yaitu ada nasi, sayur, telur dan ikan sebagai isiannya.

    Namun, yang membedakan adalah nasi dari sushi buah ini dibuat dengan ketan kelapa dan tentunya ditambah dengan variasi buah-buahan. Selain manis dan tampilannya yang cantik, makanan ini juga sangat sehat lho dan bisa menjadi camilan tiap hari kamu untuk diet.

    Seperti apa sih rasa dan bentuknya? Mari kita intip langsung di bawah ini untuk resep sempurnanya, yuk!

    Baca juga: Japanese Cheese Cake, Kue Khas Jepang yang Fluffy!

    Bahan-bahan untuk Frushi (20 biji)

    • 1 ½ cangkir beras gandum pendek atau beras ketan (300 g)
    • 2 gelas air (480 ml)
    • 3 sendok makan gula
    • ¼ sendok teh garam
    • 1 cangkir santan kental (240 ml)
    • 1 ½ sendok teh vanili
    • Madu secukupnya

    Varian buah-buahan

    Untuk varian buahnya, dapat kamu ganti sesuai dengan musimnya. Berikut varian buah yang digunakan untuk membuat frushi, yaitu:

    • Nanas
    • Stroberi
    • Mangga
    • Kiwi
    • Bluberi
    • Blackberry
    • Raspberry
    • Anggur
    • Pisang
    • Apel
    • Jeruk
    • Buah pir
    • Buah naga

    Topping (bebas sesuai selera)

    • Kelapa parut
    • Coklat putih yang sudah dilelehkan
    • Biji wijen atau biji chia

    Langkah-langkah membuat Sushi Buah

    1. Campurkan beras, air, gula, dan garam ke dalam panci besar. Masak dengan api kecil selama sekitar 20 menit atau sampai semua beras menyerap air.
    2. Tambahkan santan dan vanili. Ingat, tekstur campuran nasi tadi harus dapat dibentuk-bentuk nantinya. Jika terlalu encer, masaklah lebih lama lagi sekitar beberapa menit saja.
    3. Iris semua buah pilihan tadi menjadi potongan-potongan yang panjang.
    4. Letakkan gulungan bambu di atas meja, dan letakkan selembar kertas lilin di atasnya. Tatakan nasinya secara merata di atas kertas sehingga membentuk persegi panjang dengan ketebalan sekitar ½ inci (1 cm).
    5. Letakkan potongan buah di atas nasi, dan gulunglah dengan hati-hati. Jika nasi terlalu lengket di tangan, coba oleskan sedikit air/minyak makan ke tangan kamu.
    6. Potong setiap gulungan menjadi 6 bagian.
    7. Kalau ada sisa nasi, gulunglah menjadi bola-bola (seperti nigiri).
    8. Oleskan madu pada nasi dan tempatkan irisan buah apapun di atasnya. Tenang, masih frushi kok!
    9. Untuk topping dan dipping, pangganglah parutan kelapa selama 3 menit.
    10. Kemudian, blender lah buah raspberry dan segelas air untuk membuat saus dipping.
    11. Taburlah semua hasil frushi tadi dengan kelapa parut panggang, biji wijen atau biji chia di atas.
    12. Camilan sehat kamu siap disantap! Jangan lupa untuk celup ke saus raspberry tadi maupun coklat putih leleh ya.

    Tips

    Agar tampilan frushi kamu menyenangkan, sajikan sushi buah dengan melon serut yang menyerupai wasabi dan acar jahe! Kamu juga bisa tambahkan whipped cream di atas frushi sebagai topping lho.


    Itulah dia cara membuat frushi ya, sobat laper! Apakah kamu sudah tahu lama atau baru tahu mengenai inovasi sushi buah ini? Yuk coba komentar dibawah ini ya!

    Baca juga: Dakgangjeong, Ayam Pedas Manis Asal Korea Selatan

  • Japanese Cheese Cake, Kue Khas Jepang yang Fluffy!

    Japanese Cheese Cake, Kue Khas Jepang yang Fluffy!

    Hampir semua kalangan pasti menyukai cake sebagai salah satu camilan atau dessert yang digemari. Entah cake manis atau gurih, pasti sukses menarik perhatian peminatnya. Hal ini karena cake sangat mudah ditemukan di mana saja. Selain itu, cake memiliki banyak varian dan kreasi dengan cita rasa yang unik.

    Salah satu varian cake dengan cita rasa unik yang populer adalah Japanese cheese cake. Cake yang satu ini memang sempat viral di media sosial. Japanese cheese cake sendiri merupakan kue yang berasal dari Jepang dan terkenal dengan tekstur soft, fluffy, serta jiggly

    Di Jepang, cheese cake ini termasuk dalam souffle cheese cake. Artinya, kue yang menggunakan banyak putih telur sehingga ringan dan mengembang.

    Untuk mendapatkan Japanese cheese cake, kamu harus rela antre dalam waktu yang cukup lama. Sebab, cake ini selalu jadi incaran banyak orang sehingga cepat ludes. Selain itu, harganya juga terbilang mahal. 

    Daripada mengantre lama dan merogoh kocek yang lumayan, sebaiknya kamu bikin kue yang satu ini sendiri saja di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah untuk ditemukan. Berikut JadiLaper bagikan resep membuat Japanese cheese cake yang lembut.

    Baca juga: Santap Mie Instan dengan Ramen Hack!

    Bahan-bahan

    • 7 sdm unsalted butter
    • 100 g krim keju
    • 130 ml susu
    • 8 kuning telur
    • 13 putih telur besar
    • 60 g tepung terigu
    • 60 g maizena
    • 130 g gula
    • Air panas untuk memanggang

    Cara membuat Japanese cheese cake

    Souffle Cheesecake - Kitchen Cookbook

    Ilustrasi Japanese cheese cake

    1. Panaskan oven dengan suhu 160 derajat celcius.
    2. Kocok unsalted butter, krim keju, dan susu di dalam panci kecil dengan suhu sedang. Kocok hingga meleleh lalu diamkan hingga dingin.
    3. Kocok kuning telur hingga halus di dalam mangkuk besar lalu tambahkan dengan campuran krim keju. Aduk perlahan hingga tercampur rata.
    4. Saring tepung terigu dan tepung maizena hingga halus.
    5. Siapkan mangkuk besar lalu kocok putih telur dengan mixer hingga halus lalu tambahkan gula sedikit demi sedikit lalu lanjutkan kocok hingga kaku.
    6. Campurkan ¼ bagian putih telur dengan bagian kuning telur lalu aduk hingga tercampur rata, lakukan hal serupa hingga sisa adonan putih telur habis.
    7. Siapkan loyang ukuran 23 x 7.5 cm lapisi dengan baking paper. Tuangkan adonan cake ke loyang lalu hentakkan agar udara keluar.
    8. Panggang menggunakan teknik au bain marie dengan ketinggian air kurang lebih 1 cm. Panggang selama 25 menit lalu turunkan suhu oven menjadi 140 derajat cerlius dan panggang kembali selama 55 menit hingga cake mengembang.
    9. Angkat cake tersebut, lalu hias dengan taburan gula halus dan strawberry.


    Sangat mudah bukan untuk membuat Japanese cheese cake yang lembut dan enak? Sekarang, kamu tidak perlu lagi antre panjang dan mengeluarkan uang yang lumayan. Selamat mencoba!

    Baca juga: Max’s Pizza, Sajikan Vegan Pizza yang Nikmat!

  • Santap Mie Instan dengan Ramen Hack!

    Santap Mie Instan dengan Ramen Hack!

    Mie instan merupakan makanan favorit bagi banyak orang Indonesia. Cara memasaknya yang mudah dan rasanya yang pasti enak, membuat mie instan digemari oleh berbagai kalangan. Namun, terkadang memang ada kalanya bosan ketika memasak mie instan yang gitu – gitu aja. Baru-baru ini sempat viral di TikTok tentang ramen hack.

    Ramen hack adalah cara memasak mie instan yang berbeda dengan pada umumnya. Metode ini menggunakan bahan-bahan tambahan, sehingga ketika mie instan selesai dimasak rasanya akan terasa seperti ramen-ramen di restoran Jepang. Meskipun tidak semirip itu, setidaknya lumayan mirip kok dari segi rasa kuahnya.

    Entah siapa yang pertama kali menemukan resep ini, namun yang pasti resep ini pertama kali muncul dan viral di aplikasi TikTok. Semua konten kreator di bidang masak langsung mencobanya dan menambahkan beberapa bahan tambahan, sehingga semakin mirip dengan ramen. 

    Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah cara memasak mie instan ala-ala ramen yang viral di TikTok!

    Baca juga: Max’s Pizza, Sajikan Vegan Pizza yang Nikmat!

    Bahan-bahan

    • 1 sdm Minyak Wijen
    • 1 Telur
    • 2 sdm Mayonnaise
    • 1 siung bawang putih
    • 2 buah cabai rawit (sesuai selera)
    • 1 bungkus Indomie Kuah Ayam Bawang

    Langkah memasak mie instan ramen hack

    Ilustrasi ramen

    1. Cincang bawang putih dan cabai rawit
    2. Campurkan 2 sdm mayonnaise, telur, bawang putih, cabai, dan minyak wijen kedalam mangkok penyajian
    3. Rebus mie instan hingga matang sesuai panduan
    4. Setelah matang, tuangkan mie ke dalam mangkok
    5. Masukkan air rebusan mie secukupnya ke dalam mangkok
    6. Aduk kurang lebih selama 5 menit hingga mengental
    7. ‘Ramen’ siap disajikan, tambahkan topping sesuai selera (Telur/Sosis/Bakso)


    Itulah resep mie instan ramen hack yang viral di TikTok. Gimana? Caranya sangat mudah, bukan? 

    Untuk rasanya, dijamin pasti mirip dengan ramen-ramen yang sering dijual di restoran Jepang lho. Eits, tapi jangan berekspektasi tinggi-tinggi ya. Soalnya, bikinnya dengan mie instan. Sementara ramen, pastinya menggunakan bahan-bahan yang premium.

    Kalau kamu sendiri, lebih suka mie instan bisa atau mie instan ramen hack ini? Tulis di kolom komentar di bawah ya!

    Baca juga: Dakgangjeong, Ayam Pedas Manis Asal Korea Selatan

  • Dakgangjeong, Ayam Pedas Manis Asal Korea Selatan

    Dakgangjeong, Ayam Pedas Manis Asal Korea Selatan

    Halo Sobat Kuliner! Siapa di sini yang suka menonton K-Drama? Untuk kalian para penggemar K-Drama pasti tidak asing dengan ayam pedas manis yang sering dimakan para pemerannya di dalam film, yakni Dakgangjeong!

    Dakgangjeong sendiri merupakan makanan yang cukup populer di Korea Selatan. Biasanya, makanan ini dihidangkan sebagai cemilan saat mengobrol ataupun saat makan bersama keluarga. Di artikel kali ini, JadiLaper akan membagikan resep untuk membuat Dakgangjeong ala K-Drama.

    Gimana? Penasaran, bukan? Yuk, langsung saja simak artikel ini untuk mengetahui selengkapnya tentang resep Dakgangjeong, Ayam Pedas Manis Korea Selatan!

    Baca juga: Resep Ayam Kung Pao Oriental, Mudah dan Enak!

    Bahan-bahan

    – 2 dada ayam tanpa tulang, potong dadu
    – 2 siung bawang putih cincang halus
    – Garam untuk melumuri ayam
    – 8 sdm tepung beras
    – 8 sdm tepung terigu
    – 2 butir telur kocok lepas

    Bahan untuk membuat saus

    – 2 siung bawang putih cincang halus
    – 2 sdm gochujang
    – 3 sdm corn syrup (boleh diganti madu)
    – 2 sdm madu
    – Gula secukupnya
    – Air secukupnya
    – Cabai bubuk (opsional)

    Cara membuat Dakgangjeong

    ayam-madu-ala-korea-dakgangjeong-foto-resep-utama

    Tampilan hidangan Dakgangjeong

    1. Pertama, kamu perlu lumuri ayam dengan garam dan bawang putih cincang. Setelah itu, kamu diamkan ayam tersebut selama 30 menit agar bumbunya meresap.
    2. Selanjutnya, kamu masukkan ayam ke telur, kocok, kemudian lumuri dengan campuran tepung beras dan terigu. Agar tekstur ayam lebih renyah, kamu bisa mengulangi cara tersebut sekali lagi.
    3. Setelah dilumuri, kamu goreng ayam ke minyak yang banyak dengan api sedang.
    4. Tuang sedikit minyak ke teflon, kemudian masukkan campuran saus gochujang, madu, atau corn syrup, aduk sebentar.
    5. Masukkan air dan gula, masukkan ayam goreng, kemudian tes rasa.
    6. Aduk sampai bumbu meresap dan kering.
    7. Angkat dan susun di piring, taburi dengan wijen putih yang sudah disangrai.


    Itulah resep Dakgangjeong, ayam pedas manis asal Korea. Gimana? Cara membuatnya mudah, bukan? Apalagi bahan-bahan yang diperlukan juga tidak begitu banyak dan tak sulit untuk dicari. Tunggu apalagi, yuk buat Dakgangjeong sekarang untuk teman makan saat nonton K-Drama!

    Baca juga: Resep Yakitori, Sate Ayam Khas Jepang yang Buat Ketagihan

  • 3 Kafe Rooftop di Jakarta dengan Pemandangan Memukau!

    3 Kafe Rooftop di Jakarta dengan Pemandangan Memukau!

    Langit Kota Jakarta memang sangat memukau, mulai dari pemandangan gedung pencakar langit hingga lampu-lampu malam yang menghiasi Ibu Kota. Ternyata, ada banyak kafe di Kota Jakarta yang menyediakan fasilitas nongkrong sembari menikmati pemandangan tersebut. Yuk, simak 3 kafe rooftop di Jakarta dengan harga di bawah 50 ribu!

    Baca juga: Acaraki, Kafe Jamu yang Cocok Dinikmati Kawula Muda

    Bagian Rooftop di Kafe Up All Might

    Up All Might sebuah kafe yang terletak di Dragon Flames lantai 3, Kemang, Jakarta Selatan. Tak sulit bagi kamu yang ingin mengunjunginya karena lokasinya berada di pinggir jalan. Nah, kafe ini memiliki dua area, yakni indoor dan outdoor.

    Ketika malam hari area outdoor-nya sangat cantik. Kamu akan melihat pemandangan Jakarta dengan gedung-gedung menjulang tinggi dan lampu-lampu yang indah menghiasi kota. Spot rooftop kafe ini juga instagramable bagi para pengunjung yang ingin berfoto dengan background pemandangan kota Jakarta.

    Sementara area indoor-nya juga menarik lho! Di sini kamu akan melihat sentuhan interior berwarna hijau oriental bercampur dengan coklat muda yang terlihat ciamik. Apalagi furniture kafe tersebut cenderung minimalis, sehingga cocok dijadikan spot instagramable.

    Bukan hanya konsep kafe saja yang membuat pengunjung datang ke sini, tetapi menu makanan dan minumannya juga. Di sini kamu bisa menemukan menu makanan asian dan western dengan harga mulai dari Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. Up All Might juga menyediakan beragam minuman, yakni coffee, non-coffee, dan fresh juice. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau mulai dari Rp20 ribu hingga Rp45 ribu.

    Magia Coffee

    Magia Coffee ini terletak di daerah Haji Nawi, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan. Akses menuju kafe ini sangat mudah karena dapat dijangkau oleh MRT. Lokasinya tepat berada di ruko depan stasiun MRT Haji Nawi.

    Kafe ini memiliki empat lantai, bagian paling atasnya terdapat rooftop dengan pemandangan langit Jakarta. Di lantai atas ini kamu bisa melihat rangkaian MRT beroperasi melewati Magia Coffee. Bagian rooftop kafe ini juga menjadi spot instagramable karena bisa mendapatkan cahaya golden hour saat senja.

    Ketika malam hari pemandangan di rooftop kafe ini juga sangat cantik. Kamu bisa melihat pemandangan lampu-lampu dan lalu-lalang kendaraan yang melintas di daerah tersebut. Apalagi di area ini terdapat lampu kecil yang menggantung, sehingga nuansanya pun berubah menjadi cantik dan romantis.

    Bukan hanya suasana yang memikat, tetapi menu-menu yang ditawarkan juga. Magia Coffee menyediakan berbagai minuman coffee maupun non-coffee, dan makanan dengan harga mulai dari Rp24 ribu hingga Rp40 ribu.

    Rooftop Favorit di Kafe Setengah 6 Kopi

    Setengah 6 Kopi ini terletak di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Kafe tersebut mempunyai tiga lantai, tentunya bagian rooftop menjadi paling favorit pengunjung. Di sini kamu bisa menikmati senja sembari menyeruput kopi khas kedai ini.

    Bagian rooftop kafe ini memang tak begitu besar, tetapi cukup menampung banyak pengunjung. Selain itu, ada rumput-rumput imitasi yang menjadi alas lantai di sini. Tak hanya itu, terdapat deretan bean bag yang dapat digunakan untuk bersantai menikmati senja. Pemandangan semakin indah saat melihat lampu-lampu cantik yang menggantung di area tersebut.

    Sementara itu, Setengah 6 Kopi menyediakan berbagai minuman coffee, non-coffee, dan beberapa snack dengan harga bervariasi mulai dari Rp5 ribu hingga Rp30 ribu. Harganya cukup ramah di kantong membuat kedai ini tak sepi pengunjung. 


    Itulah 3 rekomendasi kafe di Jakarta yang memiliki rooftop dengan pemandangan memukau. Gimana? Kamu tertarik untuk datang ke salah satu kafe yang punya rooftop di atas? Yuk, berikan komentarmu di bawah ini!

    Baca juga: 4 Kafe Bernuansa Alam di Jakarta, Cocok Buat Nongkrong!

  • Max’s Pizza, Sajikan Vegan Pizza yang Nikmat!

    Max’s Pizza, Sajikan Vegan Pizza yang Nikmat!

    Pizza adalah salah satu hidangan Italia yang disukai oleh kalangan manapun. Hal ini karena rasa keju leleh pada pizza yang nikmat. Lalu, dipadukan berbagai pilihan topping diatasnya menjadikan pizza sebagai favorit banyak orang.

    Pizza sendiri jenisnya cukup banyak, salah satunya yang cukup unik adalah jenis vegan. Max’s Pizza, restoran pizza yang menghadirkan konsep plant-based di Indonesia.   

    Seluruh pizza yang disajikan restoran ini dipastikan 100% plant-based. Sebab, mereka menyajikan hidangan allium-free dan gluten-free sesuai dengan standar restoran milik Burgreens lainnya. Jadi, kamu bisa menikmati vegan pizza ini tanpa harus menggagalkan diet plan kalian.

    Baca juga: Tips Mudah Memenuhi Nutrisi Bagi Anak-Anak dengan ASD

    Burgreens, pionir restoran plant-based di Jakarta

    Di Jakarta sendiri, saat ini adanya restoran plant-based bukanlah hal yang asing. Banyak sekali restoran-restoran plant-based yang ada di Jakarta. Burgreens adalah salah satu pionir di sektor ini. 

    Latar belakang lahirnya Burgreens ini sendiri berangkat dari gaya hidup minimalis yang dijalankan oleh para pendirinya. Mereka mulai sadar betapa pentingnya bahan baku dan hidup sehat bagi manusia. Apalagi ketika pandemi Covid-19 melanda, manusia semakin waspada dan peduli terhadap kesehatannya sendiri. 

    Hingga akhirnya restoran-restoran dari Burgreens menjadi pusat perhatian bagi para kaum vegan dan orang-orang yang ingin memulai hidup sehat. Mereka berhasil menyajikan makanan sehat berbasis nabati tapi rasanya tidak membosankan.

    Max’s Pizza, plant-based pizzeria

    Max’s Pizza sendiri berlokasi di di Jl. Benda No.16A, Kemang, Jakarta Selatan. Restoran pizza ini hadir dengan menyajikan comfort food namun tetap sehat, dan tentunya rasanya juga tidak membosankan. 

    Meski menyajikan hidangan yang sehat, Max’s Pizza ini menawarkan menu Meatball Pizza, Margherita Pizza, Rendang Pizza, Truffle Mushroom Pizza, dan Pesto Chik’n Pizza. Dengan nama menu seperti ini pastinya membuat kamu berpikir, apakah pizza tersebut benar-benar plant-based dan sehat. 

    Eits, jangan khawatir! Restoran pizza ini diklaim menggunakan keju vegan dan daging plant-based. Jadi, semua menu di Max’s Pizza tentunya aman untuk dikonsumsi bagi vegetarian.

    Untuk harganya, semua menu pizza tersebut dijual mulai dari Rp38.500 per slice dan Rp275.000 per loyang. Kamu juga bisa request untuk menggunakan adonan gluten-free lho


    Disamping itu semua, Max’s Pizza juga menyediakan side-menu bagi yang tidak sedang ingin menyantap pizza. Pastinya, semua menunya plant-based. Bahkan, mereka juga menyajikan kombucha dan vegan boba!

    Tertarik untuk mencoba plant-based pizza? Kamu bisa langsung mengunjungi Max’s Vegan Pizza di Jl. Benda No.16A, Kemang. Bagi yang tidak bisa datang ke tempatnya, kamu juga bisa pesan melalui aplikasi GoFood dan GrabFood.

    Baca juga: Ociaabar, Healthy Food Berbahan Dasar Kulit Kacang Tanah

  • Resep Songpyeon, Kue Beras Ala Korea yang Lezat!

    Resep Songpyeon, Kue Beras Ala Korea yang Lezat!

    Songpyeon merupakan kue beras kecil yang diisi dengan isian manis. Biasanya, hidangan songpyeon disajikan saat orang Korea merayakan hari Chuseok atau panen raya pada tanggal 21 September.

    Keluarga berkumpul dan membuat songpyeon bersama-sama sehari sebelumnya dan berterimakasih kepada leluhur mereka atas panen tahun tersebut. Selain itu, mereka juga mendoakan setiap anggota keluarga sehat selalu.

    Adapun pepatah bahwa siapapun yang bisa membuat songpyeon dengan bentuk yang indah, maka ia akan mempunyai anak perempuan yang cantik. Yuk, belajar cara membuat songpyeon!

    Baca juga: Serabi Solo, Ikon Kuliner Kota Surakarta

    Bahan-bahan yang dibutuhkan

    • 10 cangkir tepung beras yang terbuat dari beras non ketan
    • 1 sendok makan garam
    • Bubuk mugwort
    • Air diwarnai dengan biji gardenia
    • Air diwarnai dengan stroberi
    • Kayu manis bubuk
    • Daun pohon pinus
    • Minyak wijen

    Isian dari songpyeon

    • 200 gram chestnut
    • 2 sendok makan gula pasir
    • 100 gram kacang hijau
    • 50 gram biji wijen
    • Madu
    • Gula
    • 1 cangkir kacang merah kupas
    • 1/2 sendok teh garam

    Langkah membuat songpyeon

    1. Cuci beras tiga atau empat kali dan rendam selama 8 sampai 12 jam. Giling beras untuk membuat bubuk dan campurkan dengan garam. Saringlah campuran bubuk menggunakan saringan.
    2. Bagi bubuk menjadi lima bagian. Rebus masing-masing air berwarna dan tambahkan ke bubuk yang telah dibagi untuk membuat adonan. Uleni adonan songpyeon tersebut dalam waktu lama agar lembut.
    3. Kupas chestnut dan dihancurkan hingga halus. Tambahkan gula ke chestnut. Kupas kacang hijau dan tambahkan garam. Cuci biji wijen dan buang airnya. Goreng biji wijen dan haluskan. Tambahkan madu ke biji wijen. Kupas kacang merah dengan merendamnya dalam air. Kukus kacang merah yang sudah dikupas dan gilingkan. Tambahkan garam dan madu untuk membuat isian kacang merah.
    4. Ambil segenggam campuran tepung beras dan buat bola kecil. Tekan bagian tengah bola dan tambahkan isian. Tutup rapat bola adonan songpyeon tersebut hingga bentuk menyerupai setengah bulan.
    5. Siapkan kukusan dengan merebus air hingga mendidih dengan api besar. Tempatkan lapisan tipis jarum pinus pada sisipan pengukus. Saat mulai mengukus, letakkan kue songpyeon di atas sisipan pengukus dan pastikan setiap kue beras berjarak. Tutup dengan lapisan tipis jarum pinus. Tutup dan kukus songpyeon selama 20 menit.
    6. Siapkan semangkuk besar air dingin, lalu keluarkan kue songpyeon tadi dari kukusan dengan penjepit atau sendok. Segera rendam kemudian ke dalam air dingin untuk bilas cepat, lepaskan semua jarum pinus. Kemudian, pindahkan kue songpyeon ke saringan untuk dikeringkan.
    7. Oleskan sedikit minyak pada kue beras. Songpyeon sudah siap untuk dinikmati!


    Nah, itulah resep membuat songpyeon untuk hari raya Chuseok ala Thanksgiving Korea. Gimana sobat laper, tertarik untuk mencoba resep songpyeon?

    Baca juga: 4 Jenis Keju di Dunia yang Populer!

  • Serabi Solo, Ikon Kuliner Kota Surakarta

    Serabi Solo, Ikon Kuliner Kota Surakarta

    Halo Sobat Kuliner! Apa Sobat Kuliner pernah pergi ke kota Solo? Kalau iya, pasti Sobat Kuliner tahu dong dengan kuliner khas kota Solo, Serabi Solo? Kalau tidak tahu sepertinya Sobat Kuliner harus pergi ke Solo lagi. Sebab, perjalanan kamu belum lengkap, bila belum mencicipi kuliner khas kota Solo ini! 

    Bahkan, kepopuleran Serabi Solo merambat sampai ke daerah-daerah lain loh! Di Jakarta saja ada begitu banyak tempat yang menjual Serabi Solo ini karena kepopulerannya. Tapi, Sobat Kuliner sudah tahu belum tentang sejarah atau cerita dibalik serabi yang satu ini? 

    Kalau belum, kamu membaca artikel yang tepat, karena artikel kali ini akan membahas tentang sang ikon kuliner dari kota Solo ini! Yuk langsung saja telusuri artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!

    Baca juga: Nasi Kebuli Ayam, Opsi Makanan Timur Tengah

    Mengenal Serabi Solo

    Sejak tahun 1923 Serabi Solo memang telah menjadi ikon kuliner tradisional dari Kota Batik tersebut. Sebab itu, makanan tersebut menjadi favorit warga Solo dan para pendatang. 

    Meskipun kuno, hidangan ini tetap menjadi budaya kuliner Jawa Tengah yang tak bisa ditinggalkan. Berbeda dengan ciri khas serabi di masa lalu, kini kamu bisa menikmati hidangan ini menggunakan berbagai macam topping menarik. Jadi, anak kecil pun akan menyukai makanan tradisional yang satu ini.

    Di beberapa daerah lain, kue ini bisa disebut dengan Serabi atau Surabi. Selain penyebutannya, serabi ini sekilas tampak mirip dengan pancake atau waffle yang menjadi makanan khas orang barat. Namun, cara pembuatan dan bahan yang digunakan berbeda.

    Keunikan kue serabi asal Kota Surakarta

    Ciri khas Serabi Solo yang unik ini terdapat pada bagian pembuatannya yang sangat unik. Bentuk serabi ini bulat dan terbuat dari adonan yang sesungguhnya sangat sederhana, yaitu garam, gula, santan, tepung beras dan daun pandan menjadi pewanginya. 

    Selanjutnya, adonan ini dicampurkan dan dimasak secara tradisional juga dengan menggunakan tungku yang terbuat dari bahan tanah liat. Tungkunya pun juga dipanaskan dengan menggunakan arang kayu. Ketika adonan dituang, biasanya wajan tanah liat itu akan ditutup hingga 3 menit. 

    Adonan akan mengembang dan akhirnya matang. Tekstur dari makanan ini sesungguhnya sangat sederhana, yaitu garing di bagian luar yang terkena tungku. Kemudian, ditambah sedikit ada rasa hangus terbakar serta bagian tengahnya pun kenyal dengan rasa manis dan gurih santan.


    Itulah informasi seputar ikon kuliner khas kota Solo, Serabi Solo! Menarik bukan? Selain rasanya yang nikmat, ternyata makanan ini juga memiliki sejarah yang menarik. Jika Sobat Kuliner pergi ke kota Solo, jangan lupa untuk mencicipi kuliner yang satu ini ya!

    Baca juga: Tips Mudah Memenuhi Nutrisi Bagi Anak-Anak dengan ASD