Category: Info Kuliner

  • Unik! Orang Jepang Makan Semangka dengan Garam

    Unik! Orang Jepang Makan Semangka dengan Garam

    Masyarakat Indonesia pasti tidak lagi asing dengan buah yang satu ini. Warna dagingnya yang merah dengan biji kecil dan kulitnya yang hijau, nampak menjadi ciri khas. Buah ini juga dikenal mengandung banyak air. Semangka yang selalu tersedia sepanjang musim, membuatnya menjadi salah satu buah untuk konsumsi harian.

    Biasanya, kita mengonsumsi semangka langsung, hanya dipotong-potong saja atau dibuat jus. Ternyata, masyarakat di Negeri Sakura punya cara unik dalam mengomsumsi semangka yang menjadi kebiasaan mereka. Apakah kamu tahu? Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara unik ini, intip tips memilih semangka yang manis berikut.

    Baca juga: Hipertensi? Hindari Penyakitnya dengan Buah Ini!

    Cara memilih semangka yang manis

    Semangka memiliki kulit yang cukup tebal dan tidak bisa dicoba sebelum dibeli, sehingga membuat kita sulit mengetahui apakah dagingnya terasa manis. Oleh karena itu, kamu harus mengikuti tips berikut melansir dari Hipwee.

    1. Pertama-tama, untuk mendapatkan semangka yang matang dan manis kamu dapat melihat tangkainya. Jika tangkai sudah kering dan mudah dicabut, itu menandakan bahwa semangka telah matang. Jika tidak menunjukkan kedua ciri tersebut, sebaiknya tidak dipilih.
    2. Cara berikutnya yaitu dengan mengetuk-ngetuk semangka untuk mengetahui kepadatan daging. Ketika terdengar suara yang cukup kencang dan nampak padat, berarti semangka telah matang. Kamu dapat mencoba mengetuk-ngetuk beberapa semangka untuk perbandingan.
    3. Ketiga, lihat bercak yang ada di kulit semangka. Pilihlah semangka dengan bercak lebar berwarna kuning pekat. Selain itu, perhatikan juga jaring kecokelatan. Banyaknya jaring yang ada di kulit semangka menandakan daging buah yang manis.
    4. Terakhir, kamu dapat melihat ukuran semangka. Jika menginginkan daging yang manis, pilih semangka berukuran sedang berbentuk bulat. Sedangkan, jika menginginkan daging yang mengandung banyak air, cari semangka berukuran sedang dengan bentuk lonjong.

    Alasan mengapa menaburkan garam

    Jepang memang terkenal dengan inovasinya yang membuat masyarakat global terkagum-kagum. Namun, salah satu kebiasaan yang agak membuat kita heran adalah bagaimana mereka menaburkan garam di daging semangka. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Kira-kira apa alasannya?

    Tentu, tidak mungkin orang Jepang yang terkenal ulet melakukan suatu hal tidak disertai kebermanfaatan. Melansir Medcom, seorang food developer, Barb Stuckey menyatakan bahwa semangka memiliki 3 rasa yaitu manis, pahit, dan asam.

    Dengan menaburkan garam pada daging semangka, akan menambahkan rasa manis dan mengurangi rasa pahit. Selain itu, Kumparan juga menyebutkan alasan orang Jepang menaburkan garam pada semangka adalah agar memberikan efek manis yang berlebih setelah mengecap rasa asin.


    Setelah intip kebiasaan orang Jepang dalam mengonsumsi semangka, sekarang apa kamu jadi ingin mencoba juga?

  • Banchan, Makanan Pendamping ala Orang Korea

    Banchan, Makanan Pendamping ala Orang Korea

    Korean wave tidak hanya membuat masyarakat Indonesia menyukai industri musik dan perfilman, tapi juga kuliner Korea. Pada drama, reality show, dan variety show Korea, acap kali menunjukkan bagaimana kebiasaan orang Korea saat makan. Jika diperhatikan, mereka sering kali makan dengan jumlah hidangan yang cukup banyak. Apalagi banyaknya jumlah side dish Korea banchan yang menarik perhatian publik.

    Banchan adalah sebutan bagi hidangan pendamping khas Korea. Jenis banchan yang amat populer yaitu kimchi. Di Indonesia, kimchi mudah ditemukan di restoran Korea dan marketplace. Kimchi adalah hidangan tradisional Korea yang memiliki beragam jenis dengan bahan utama yang berbeda. Jenis kimchi yang sangat populer di Indonesia adalah baechu kimchi, fermentasi sawi putih yang dibumbui.

    Baca juga: Street Food Korea, Makanan Viral Ala Drakor

    5 Jenis Banchan

    Selain baechu kimchi, terdapat jenis side dish Korea banchan lainnya yang juga disajikan di meja makan orang Korea. Berikut beberapa jenis lainnya dilansir dari My Korean Kitchen.

    Banchan Baek kimchi

    Tidak seperti jenis kimchi lainnya yang diolah dengan tambahan bumbu berupa cabai Korea (gochugaru), jenis ini hanya merendam bahan-bahan di dalam air garam asin buah. Oleh karena itu, baek kimchi populer di kalangan anak-anak. Bahan utamanya adalah sawi putih kemudian isiannya berupa wortel, lobak, paprika, kucai asia, jujube kering, dan kacang pinus.

    Doraji namul

    Doraji namun terbuat dari akar bunga lonceng dan biasanya dijadikan sebagai campuran bibimbap. Di Korea, akar doraji inilah yang digunakan dan diolah menjadi banchan dan juga obat herbal. Meski tidak sepopuler jenis banchan lainnya, doraji namul sering disajikan saat peringatan leluhur (charyesang). Dalam proses pembuatannya, sama sekali tidak menggunakan rempah karena adanya kepercayaan yang menyebutkan bahwa rempah dapat membuat roh nenek moyang pergi.

    Gosari namul

    Sama seperti doraji namul, gosari namul juga menjadi campuran dalam bibimbap dan disajikan dalam charyesang. Gosari namul terbuat dari pakis yang dibumbui dengan kecap, bawang putih cincang, minyak wijen, dan biji wijen. Jenis banchan ini sangat umum disajikan di tiap meja makan orang Korea.

    Gyeran mari

    Gyeran mari atau dikenal dengan korean egg roll adalah kuliner korea yang begitu populer mengingat proses pembuatannya yang mudah. Telur gulung ini biasa menjadi bekal makan siang siswa dan camilan saat menikmati soju. Telur hanya dimasak dengan menambahkan garam, kemudian jika ingin bisa memasukkan bahan lainnya sebagai isian seperti paprika, wortel, tuna, dan sebagainya.

    Kkakdugi

    Kkakdugi adalah jenis side dish Korea banchan yang terbuat dari lobak dan memiliki tekstur renyah dan rasa manis. Musim lobak terjadi pada bulan Oktober─Desember sehingga pada saat itu lobak terasa lebih enak dan orang Korea akan sangat menyukai kkakdugi. Jenis banchan ini biasa dihidangkan dengan kuliner korea lainnya seperti galbitang dan seolleongtang.


    Itu dia lima jenis side dish Korea banchan lainnya selain baechu kimchi yang sering kamu temui di restoran Korea yang ada di Indonesia. Selain jenis banchan yang begitu beragam, ternyata beberapa di antaranya disajikan tidak hanya sebagai hidangan pendamping biasa tapi juga dalam ritual kepercayaan.

  • Makanan Khas Dari Berbagai Negara Dunia

    Makanan Khas Dari Berbagai Negara Dunia

    Halo Sobat Kuliner! Seperti yang kita tau, setiap negara di dunia memang mempunyai ciri khas nya masing-masing, salah satunya dalam segi kuliner. Di zaman sekarang, banyak orang yang gemar menyantap makanan khas negara-negara lain yang dapat ditemukan di restoran-restoran di Indonesia. Untuk itu, di artikel kali ini saya akan membagikan beberapa daftar Makanan Khas Dari Berbagai Negara Dunia. Yuk langsung saja kita telusuri artikel ini untuk mengetahui selengkapnya.

    Baca juga: Warteg, Warung Makan Favorit Semua Kalangan

    Makanan Tortilla

    Tortilla adalah roti pipih tanpa ragi yang terbuat dari jagung atau gandum yang berasal dari Meksiko. Umumnya, tortilla diisi dengan daging sapi cincang, keju, dan sayur-sayuran, seperti tomat dan selada. Lalu, hidangan tersebut ditambah dengan saus mustard. Mirip seperti kebab yang sering kita jumpai baik di mall-mall besar ataupun di pedagang kaki lima. Namun, yang membedakannya bentuk tortilla setengah oval seperti bentuk setengah bulan purnama.

    Beef Bourguignon

    Makanan dari Prancis yang sangat populer, Beef Bourguignon. Masakan rebusan ini terbuat dari daging sapi yang dipotong kotak kecil lalu direbus dengan anggur merah, burgundy, bawang, dan jamur. Perawakannya mirip seperti daging semur di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, makanan ini menjadi standar masakan Prancis. Banyak perubahan yang telah terjadi pada resep makanan ini, namun kebanyakan orang mengikuti cara memasak otentik yang pertama kali dijelaskan oleh Auguste Escoffier.

    Pizza, Makanan Khas Italia

    Pizza adalah roti berbentuk bundar pipih yang berasal dari Italia. Dipanggang menggunakan oven lalu dilumuri saus tomat dan keju, umumnya topping yang diutamakan seperti pepperoni, meat ball, atau jamur. Namun, dapat diganti sesuai dengan selera. Di Indonesia banyak restoran pizza yang menggunakan sosis sebagai topping nya karena lebih dikenal oleh mulut masyarakat. Makanan ini sangat mudah di jumpai di berbagai restoran cepat saji ataupun layanan pesan antar.

    Sushi

    Sushi adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari nasi yang dikepal, rumput laut, daging, sayuran yang mentah atau matang lalu dicocol dengan kecap asin atau wasabi. Hidangan ini lumayan populer bahkan bagi setiap kalangan di penjuru dunia. Di Indonesia pun tidak sulit untuk mendapatkan makanan ini, sushi dapat dengan mudah ditemukan di restoran yang terdapat di mall-mall besar.

    Rendang

    Siapa yang tidak tau soal hidangan yang satu ini? Rendang adalah makanan yang terbuat dari daging sapi dengan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah yang umumnya bercita rasa pedas. Masuk sebagai salah satu hidangan terenak di dunia. Rendang sangat mudah di jumpai terutama di Rumah Makan Padang. Pastinya selalu menyajikan rendang sebagai salah satu menu utamanya.


    Nah Sobat Kuliner! Itu dia tadi beberapa daftar makanan khas negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Wahh, kelihatannya enak-enak semua ya? Kalau Sobat Kuliner mau coba yang mana nih?

  • Warteg, Warung Makan Favorit Semua Kalangan

    Warteg, Warung Makan Favorit Semua Kalangan

    Warteg, ‘pemadam’ kelaparan bagi banyak orang disaat tanggal tua. Warung Tegal menjadi tempat favorit tersendiri bagi anak kos, harganya yang murah dan menunya yang variatif merupakan daya tarik utamanya.

    Apabila kita berbicara tentang warteg, hal utama yang terlintas dalam pikiran kita adalah murah, telur dadar, orek tempe, dan berbagai jenis sayuran. Namun, warung tegal ini memiliki sejarah yang panjang, tidak hanya sekedar tempat makan yang murah dan nyaman.

    Baca juga: Sering Dianggap Serupa, Ini Bedanya Sushi dan Kimbab!

    Warung Tegal yang Tidak Ada di Tegal

    Yap, kalian tidak salah membaca, sebenarnya warung ini sendiri tidak ada di Tegal. Sama seperti di Padang, rumah makan Padang mirip seperti rumah makan biasa. Begitu juga di Tegal, sejak puluhan tahun lalu sudah banyak orang Tegal yang berjualan masakan rumahan menggunakan tenda atau meja sederhana.

    Kemudian ketika memasuki tahun 1950-1960, ketika Jakarta tengah dipenuhi dengan berbagai macam pembangunan infrastruktur. Urbanisasi dari desa ke kota saat itu sedang gencar – gencarnya. Dan, pada saat itu warga – warga asal Tegal yang pindah ke Jakarta mulai menjual aneka makanan di sekitar proyek pembangunan. Sebab yang jual orang Tegal, maka muncullah singkatan warteg, yang diambil dari kata Warung Tegal.

    Warung ini sendiri konsepnya adalah sebuah warung yang sederhana, dan menyajikan menu yang sederhana dengan harga yang terjangkau. Target pasar utamanya kala itu adalah masyarakat kelas menengah kebawah. Sebab, prinsip utama warteg adalah ‘kekeluargaan’ sehingga para pengunjung yang datang ke warung ini dapat merasakan makanan rumahan.

    Ilustrasi warung tegal

    Favorit semua kalangan

    Harga makanannya yang murah, porsinya yang banyak dan pilihan lauknya yang puluhan membuat warteg digemari banyak orang. Banyak perantau dari Tegal terinspirasi dari cerita teman-temannya yang telah pindah ke Jakarta. Hingga memulai membuka warung Tegal ini juga di Jakarta. Warung ini sangat identik dengan tempat makan yang merakyat, mulai dari suasananya dan harganya.

    Warteg saat ini sudah bisa dikatakan menjadi sebuah ‘budaya’ makan yang populer. Mulai dari kalangan artis, politikus, pejabat hingga mahasiswa pasti pernah mencicipi aneka hidangan enak dan murah meriah dari warung tegal ini.

    Penyebaran warung Tegal saat ini sudah sangat meluas, hampir di seluruh kota di Indonesia terdapat warteg. Meski menu yang disajikan kurang lebih hampir sama, tetapi tiap warung ini memiliki cita rasa dan suasana yang berbeda. Bahkan, ada warung yang dicap sebagai warteg yang melegenda, seperti Warteg Warmo di Tebet, Jakarta.


    Memang nikmatnya makan siang nasi dengan lauk telur dadar, orek tempe, sambal goreng kentang ditemani segelas es teh manis di warteg belum ada tandingannya. Kalau kalian makan di warteg, kombinasi apa yang biasanya kalian pesan? Coba tulis di kolom komentar dibawah. 

  • Sering Dianggap Serupa, Ini Bedanya Sushi dan Kimbab!

    Sering Dianggap Serupa, Ini Bedanya Sushi dan Kimbab!

    Halo Sobat Kuliner! Kalian pasti tau dong sama yang namanya Kimbab dan Sushi? Ya, kedua makanan ini memang cukup populer di dunia apalagi di kalangan anak-anak muda. Meski terlihat dan sering dianggap tampilannya serupa, namun kedua hidangan ini berbeda loh!

    Perbedaan yang paling jelas adalah kimbab berasal dari Korea Selatan, sedangkan sushi berasal dari Jepang. Bukan hanya itu, masih banyak perbedaan lainnya. Untuk mengetahui selengkapnya, yuk langsung aja kita telusuri artikel ini!

    Baca juga: Street Food Korea, Makanan Viral Ala Drakor

    Sushi

    Istilah sushi berasal dari dialek Jepang kuno yang memiliki arti ‘rasa asam’ yang sekarang sudah tidak lagi digunakan. ‘Rasa asam’ merajuk pada proses fermentasi untuk mengawetkan ikan yang digunakan. Seiring perubahan zaman, teknik pembuatan sushi pun turut berubah. Di zaman sekarang, sushi selalu disajikan dalam keadaan segar sehingga proses fermentasi tidak lagi dibutuhkan.

    Nasi pada sushi biasanya dibumbui dengan cuka anggur atau beras. Nori atau rumput lautnya biasanya diletakkan diluar untuk menggulung nasinya. Untuk isian biasanya sushi menggunakan daging ikan dan sayur mentah, seperti mentimun atau buah alpukat. Varian sushi jauh lebih banyak dari kimbab, serta sushi mempunyai topping yang berbeda-beda.

    Tekstur sushi sangat unik karena bercampur-campur menjadi satu. Dengan ukurannya yang bite-size anda akan merasakan berbagai macam sensasi ketika memakannya. Ada teksur kenyal dari daging ikan mentah, dan tekstur keras dari rumput lautnya. 

    Di Jepang, sushi merupakan hidangan berkelas yang disajikan hanya pada momen-momen tertentu. Orang Jepang juga jarang sekali membuat sushi sendiri dirumah. Jika ingin memakan sushi, maka mereka akan langsung pergi ke restorannya. Alhasil, mereka memakan hidangan tersebut dari buatan tangan chef sushi yang handal.

    Kimbab

    Kimbab atau sering disebut sebagai gimbab memiliki asal usul yang manarik. Banyak orang yang mengatakan bahwa kimbab adalah sushi yang di ‘lokalize’ oleh masyarakat Korea. Namun, orang-orang Korea menyangkal bahwa kimbab adalah peniru sushi. Meskipun, kedua makanan tersebut memiliki tampilan yang serupa.

    Kata gimbab sendiri berasal dari kata ‘gim’ yang berarti rumput laut dan ‘bap’ yang berarti beras. Ini berkaitan dengan tradisi orang Korea yang suka menyantap nasi yang dibungkus dengan rumput laut.

    Nasi pada kimbab dibumbui dengan minyak wijen, berbeda dengan sushi yang menggunakan cuka. Isian pada kimbab juga menggunakan bahan-bahan yang matang dan menggunakan acar. Ukuran kimbab umumnya lebih besar dari sushi karena menggunakan isian yang lebih banyak.

    Ada lumayan banyak jenis kimbab, isian dan ukuran sayurnya dapat berbeda-beda. Berbeda dengan sushi, tekstur nasi kimbab tidak lengket karena hanya menggunakan minyak wijen. Jika sushi termasuk dalam makanan mewah, maka kimbab merupakan makanan rumahan. Biasanya, orang Korea membuat hidangan tersebut sebagai bekal atau dapat ditemukan di kaki lima.


    Itu dia Sobat Kuliner, beberapa perbedaan dari kimbab dan sushi. Meski sekilas terlihat dan sering dianggap serupa, tetapi keduanya memiliki banyak perbedaan. Baik dari cerita sejarahnya ataupun varian dan teksturnya, jadi jangan tertukar lagi ya!

  • Street Food Korea, Makanan Viral Ala Drakor

    Street Food Korea, Makanan Viral Ala Drakor

    Untuk kalian para pecinta drama Korea, pasti sudah sangat amat mengenal street food korea yang sering muncul di dalam drakor bukan? Sama halnya seperti Indonesia yang memiliki berbagai macam makanan ternyata Korea juga tidak mau kalah. 

    Korea memiliki berbagai street food yang dikenal enak dan murah, hal ini sudah banyak dibuktikan melalui review-review yang diberikan para turis saat berlibur ke Korea lho. 

    Selain terkenal di Korea, street food Korea juga terkenal nih di mancanegara, termasuk Indonesia. Nah, ternyata ada beberapa street food korea yang menjadi sangat viral loh di Indonesia. Ingin tahu? Ini dia street food ala drakor yang lagi viral di Indonesia.

    Baca juga: 3 Makanan Korea Selatan yang Hype di Indonesia

    Tteokbokki ala Drakor

    Sekarang ini siapa sih yang tidak tahu apa itu tteokbokki? Makanan ini kerap muncul dalam beberapa film drakor loh. Tteokbokki ini sendiri merupakan kue beras bertekstur kenyal, lalu dipadukan dengan saus merah gochujang yang pedas manis. Makanan Korea ini sangat cocok untuk kamu si pecinta pedas!

    Tteokbokki ini termasuk makanan internasional lho, karena rempah-rempah yang digunakan cukup familiar untuk lidah orang-orang. Kuliner ini juga banyak ditemukan di Indonesia. Jadi, bagi kamu yang mau coba nggak perlu datang langsung ke Korea.

    Odeng (fish cake)

    Odeng merupakan makanan yang terbuat dari daging ikan yang sekilas berbentuk mirip sate dan direbus di dalam kuah kaldu. Di Korea ada 3 jenis odeng yaitu odeng yang paling umum ditemui direbus dalam kuah kaldu yang terbuat dari lobak, daun bawang, dan kepiting.

    Kedua, odeng yang digulung lalu digoreng dan disajikan dengan saus tomat dan mustard. Ketiga, odeng tang yaitu odeng yang disajikan dengan semangkuk kaldu dilengkapi cabai, irisan daun bawang, dan kedelai.

    Kimbab

    Selanjutnya, ada hidangan kimbab yang kerap muncul di film drakor. Meski bentuknya mirip sushi Jepang, namun jangan salah keduanya berbeda. Kimbab dan sushi merupakan makanan yang memiliki cita rasa berbeda. Kimbab merupakan nasi yang dibungkus dengan rumput laut yang diisi dengan sayuran dan daging.

    Corn Dog, street food Korea

    Terakhir, ada corn dog yang kerap kita temukan dalam film drakor. Jika kamu berpikir bahwa corn dog hanya bisa ditemui di Amerika, kamu salah besar nih, karena di Korea corn dog merupakan street food yang sangat mudah ditemui. Seperti corn dog pada umumnya, corn dog di Korea merupakan sosis atau mozarella yang dilumuri adonan corn dog.


    Itu tadi beberapa street food Korea yang lagi viral nih di Indonesia. Jadi, gimana udah ngiler banget kan pastinya dengan hidangan ala drakor ini? Jangan khawatir, kalau mau coba sudah banyak kok gerai yang menawarkan street food ala drakor tersebut. Selamat mencoba!

  • Bamboo Dimsum, Restoran All You Can Eat

    Bamboo Dimsum, Restoran All You Can Eat

    Siapa kira ternyata bukan hanya all you can eat daging, dimsum all you can eat juga dapat kamu rasakan. Konsep all you can eat jadi buruan para pecinta kuliner dengan porsi makan besar karena cukup bayar satu kali. Seperti konsep restoran Bamboo Dimsum yang menawarkan sensasi makan dimsum sepuasnya dengan harga terjangkau.

    Baca juga: Cloud Kitchen, Solusi Bisnis F&B di Tengah Pandemi

    Lokasi restoran

    Dilansir dari laman akun Instagram Bamboo Dimsum, restoran ini memiliki sembilan cabang yang tersebar di wilayah Jadetabek dan Bandung. Berikut alamat lengkap seluruh cabang Bamboo Dimsum.

    Cabang Kelapa Gading

    Alamat:

    Jl. Kelapa Cengkir Raya Blok FH2 No. 5, Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara. 

    Cabang Tebet

    Alamat:

    Jl. Tebet Raya No.78B, RT.1/RW.3, Tebet Timur, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan. 

    Cabang Depok

    Alamat:

    Jl. Margonda Raya No.445, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat

    Cabang Rawamangun

    Alamat:

    Jl. Balai Pustaka No.C/3, RT.5/RW.10, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur.

    Cabang Bamboo Dimsum di Radio Dalam

    Alamat:

    Jl. Radio Dalam Raya No.47 D, RT.3/RW.15, Gandaria Utara, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan. 

    Cabang Serpong

    Alamat:

    Ruko Boulevard M5 31, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. 

    Cabang restoran di Harapan Indah

    Alamat:

    Jl. Raya Asia Tropis No.17 No.1, RT.005/RW.004, Medan Satria, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi.

    Cabang Karangsari

    Alamat:

    Jl. Karangsari No.9, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.

    Cabang Galaxy

    Alamat:

    Ruko Grand Galaxy City RGB No. 76, RT.001/RW.002, Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

    Harga

    Berkonsep all you can eat alias cukup bayar sekali untuk makan sepuasnya seharga Rp63.800, Bamboo Dimsum menawarkan berbagai varian dimsum yang dapat dinikmati. Varian dimsum yang tersedia yaitu dimsum kukus dan goreng. Selain itu, ada pula bakpao dan kaki ayam. Untuk minuman sendiri, Bamboo Dimsum menawarkan minuman berasa yang dapat dibeli secara terpisah.

    Menikmati Bamboo Dimsum Tebet

    Tampilan dimsum dari Bamboo Dimsum. (Dok. Imroatus Sholehah/Jadilaper)

    Jadi Laper baru saja mengunjungi salah satu cabangnya yakni Bamboo Dimsum Tebet. Cabang restoran ini terdiri dari dua lantai yang terbagi atas ruang makan outdoor dan indoor. Penataan interior hingga pemilihan cat dinding memberikan kesan nyaman dan intim sehingga cocok untuk jadi opsi tempat makan keluarga.

    Pertama-tama, konsumer akan diarahkan untuk membayar dan diberikan penjelasan mengenai ketentuan all you can eat. Pegawai akan mendatangi tempat duduk konsumen untuk menawarkan varian apa yang diinginkan. Kemudian, dimsum akan disajikan dalam keadaan hangat. Tiap porsi yang tidak dihabiskan akan dikenakan biaya sebesar Rp11 ribu per porsi.

    Dalam penyajian dimsum di restoran ini memakan waktu cukup lama agar dapat menyajikan dalam keadaan hangat. Namun, konsumer dapat menikmati sajian lain yang dapat diambil sendiri seperti bubur dan teh tawar hangat. Sayangnya, pemeliharaan restoran kurang baik sehingga kondisi dalam ruang terasa panas.


    Penasaran dengan sensasi all you can eat dimsum di Bamboo Dimsum? Yuk, ajak teman atau keluarga ke cabang restoran terdekat!

  • Mari Kenali Perbedaan Rendang Indonesia dan Malaysia!

    Mari Kenali Perbedaan Rendang Indonesia dan Malaysia!

    Rendang sempat ramai dibicarakan warganet di Malaysia dan Indonesia. Hal ini bermula dari kritik salah satu juri MasterChef UK pada peserta asal Malaysia yang menghidangkan ayam rending dengan nasi lemak. Juri itu menyebutkan rending ayam buatan peserta itu tidak renyah.

    Bila dilihat dari olahan ayam rending yang dibuat peserta yang akhirnya tereliminasi itu, warnanya cenderung kecoklatan seperti gulai. Walau berasal dari akar yang sama, rendang Malaysia dan rending Indonesia ternyata berbeda.

    Menurut pakar kuliner William Wongso yang disebut-sebut sebagai “diplomat rending”, rending bukanlah nama masakan, melainkan cara memasak. “Rendang itu asalnya dari kata ‘randang’, secara dunia internasional, istilah ini tidak dikenal. Padahal itu cara memasak ‘merandang’,” tuturnya kepada kompas Travel, Rabu (4/4/2018).

    Rendang adalah salah satu masakan khas Indonesia dari wilayah Sumatera Barat. Tak hanya di wilayah asalnya, makanan ini juga menjadi makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia di berbagai daerah.

    Baca juga: Wajib Diketahui, 3 Khasiat Rendang Bagi Kesehatan!

    Rendang adalah masakan tradisional yang terbuat dari potongan daging yang diolah dengan santan dan berbagai macam rempah-rempah lainnya. Karena menggunakan banyak rempah, rending memiliki rasa yang kuat dan menjadi ciri khasnya tersendiri.

    Selain di Indonesia, rendang juga ada di Malaysia. Hidangan rendang di Malaysia pun hampir mirip dengan rending yang biasa kita konsumsi di Indonesia. Akan tetapi, ada perbedaan antara kedua nya. 

    Yuk, mari kita simak apa saja perbedaan rendang Indonesia dan Malaysia!

    Bahan Campuran Rendang

    Seperti yang sudah kita tahu, membuat rendang Indonesia membutuhkan proses memasak yang cukup lama. Sebab, untuk menunggu kuah rendang sampai mengental dan menyerap ke dalam daging tersebut.

    Berbeda dengan rendang Malaysia. Orang Malaysia menggunakan kerisik untuk membuat kuahnya mengental dengan cepat. Kerisik adalah sejenis kelapa parut yang disangrai. Mereka menambahkan kerisik ini kedalam masakan, sehingga santan berbumbu akan cepat meresap kedalam kerisik.

    Bumbu masakan itupun cepat mengering dan berbutir-butir. Kerisik juga membuat tekstur rendang Malaysia berbeda dengan yang ada di Indonesia. lapisan luar dagingnya jadi lebih mirip empal jawa yang hanya saja memiliki kuah yang kental.

    Sementara itu, orang Indonesia tidak menggunakan kerisik dalam kuahnya. Orang minang lebih memilih untuk mengaduk kuah rendang selama berjam-jam. Masakkan diaduk mulai dari kuah yang berbentuk santai cair berbumbu yang berwarna pucat, sampai menjadi kering, menghitam, dan berminyak.

    Rasa Masakan

    Rendang asal minang lebih gurih dan sedikit pedas. Rasa ini berasal dari campuran cabai merah, bawang merah, bawang putih, serai, kunyit, daun kunyit, lengkuas dan jahe.

    Rasa pedas pada rendang Indonesia diseimbangkan dengan penambahan asam kandis. Tidak hanya itu, rendang juga terasa sedikit manis. Rasa manis ini bukan dari kecap melainkan dari proses karamelisasi selama rendang dimasak.

    Sementara di Malaysia, rendangnya menggunakan gula jawa atau gula Melaka sebagai pemanis masakannya. Menurut orang Malaysia, memasukan gula itu penting kedalam masakan mereka untuk menyeimbangkan rasa pedas dan asam yang kuat dari rendang. Rasa asam pada rendang Malaysia berasal dari asam gelugur, yaitu buah garcinia yang sudah dikeringkan.


    Dari sini kita bisa belajar bahwa menjaga dan melestarikan budaya Negara ini tidak mudah. Mari kita lestarikan budaya dan memajukan nya agar budaya kita dapat dilihat oleh seluruh orang yang ada di bumi. Selain itu, janganlah termakan emosi dikarenakan masakan kita yang diakui oleh Negara lain sebelum kita mencari tahu asal-muasal dan sejarahnya. Oleh sebab itu, yuk mari kita lestarikan masakan nusantara ini!

  • Cloud Kitchen, Solusi Bisnis F&B di Tengah Pandemi

    Cloud Kitchen, Solusi Bisnis F&B di Tengah Pandemi

    Masa – masa pandemi memang bukanlah waktu yang tepat untuk memulai bisnis F&B. Namun kini telah ramai bermunculan restoran – restoran yang menggunakan konsep Cloud Kitchen agar bisnis mereka tetap bertahan.

    Cloud Kitchen atau yang biasa disebut juga dengan ghost kitchen adalah suatu restoran dengan konsep pelayanan hanya melayani untuk jasa pengiriman makanan saja, tanpa adanya lokasi untuk dine-in.

    Konsep ini lambat laun mulai dikenal banyak kalangan, dan mulai diterapkan oleh banyak pihak. Mengingat, ditengah pandemi ini penjualan secara keseluruhan menurun sedangkan biaya operasional tetap sama atau bahkan meningkat. Dengan konsep ini, maka biaya operasional suatu bisnis F&B akan jauh lebih rendah, karena dengan memangkas seperti biaya listrik, air, gaji karyawan, dan maintenance

    Restoran yang menerapkan konsep Cloud Kitchen ini pada umumnya menyediakan layanan delivery atau pengantaran yang disediakan langsung oleh pihak restoran itu sendiri. Bahkan, restoran dengan konsep Cloud Kitchen ini juga umumnya melakukan kerja sama dengan layanan pesan antar dari pihak ketiga. Misalnya, Go-Food ataupun GrabFood di Indonesia.

    Baca juga: Subway Siap Melakukan Comeback di Indonesia

    Higher income with lower cost

    Cloud Kitchen memiliki banyak keuntungan dibanding konsep restoran yang konvensional. Salah satunya yang sudah kita sebutkan tadi, biaya operasional yang lebih rendah. Biaya yang paling banyak terpangkas adalah biaya untuk sewa gedung contohnya.

    Apabila pada konsep restoran konvensional kita harus membayar sejumlah uang yang tidak murah untuk sebuah gedung dengan lokasi yang strategis. Cloud Kitchen hanya sekedar memerlukan tempat yang fungsional dan pastinya higienis.

    Konsep ini juga meminimalisir kebutuhan akan tenaga kerja atau karyawan. Mungkin terdengar buruk dari berbagai sudut pandang, namun apabila kita melihat dari segi bisnis. Uang yang seharusnya kita keluarkan untuk biaya gaji karyawan, dapat kita alokasikan untuk peningkatan kualitas produk dari segi bahan atau packaging. 

    Dengan begitu, untuk berbisnis F&B memerlukan modal yang minim dengan konsep Cloud Kitchen ini. Dan juga akan membuka peluang untuk para pebisnis agar bisa lebih fleksibel dalam menjual sesuatu secara lebih inovatif. Dengan tingkat risiko yang lebih kecil, kita bisa bereksperimen dengan produk kita sehingga meningkatkan kualitas dari produk kita sendiri.

    Ilustrasi work from home

    Potensi Cloud Kitchen di Tengah Pandemi

    Rasa malas dan takut untuk bepergian menjadi salah satu faktor pendukung bisnis restoran berbasis Cloud Kitchen saat ini. Pelanggan sudah mulai familiar  dengan jasa pesan antar makanan melalui aplikasi dalam smartphonenya. Bahkan, beberapa pengusaha restoran konvensional pun mengakui bahwa mereka mengalami penurunan jumlah pelanggan yang melakukan dine-in dan lebih banyak yang menerima pesanan delivery.

    Hal tersebut menimbulkan satu asumsi bahwa, pelanggan atau katakanlah masyarakat Indonesia saat ini, lebih memilih untuk memesan makanan melalui aplikasi secara online dan menunggu untuk makanan itu diantarkan ke lokasi, sembari mengerjakan sesuatu yang lebih penting. Daripada harus mengeluarkan biaya lebih untuk datang ke lokasi restoran dan dine-in.


    Bisa dibilang konsep Cloud Kitchen ini adalah ‘masa depan’ dari industri/bisnis F&B yang akan datang. Low cost & more income menjadi daya tarik utama banyaknya restoran yang mengadopsi konsep ini. Meskipun begitu, tidak semua jenis bisnis F&B dapat menerapkan konsep ini.

  • 7 Minuman Paling Unik di Dunia, Ada yang Pakai Jempol Kaki!

    7 Minuman Paling Unik di Dunia, Ada yang Pakai Jempol Kaki!

    Kalau cuaca panas, paling pas minum yang seger-seger. Salah satu minuman yang lagi ngetren di Indonesia adalah es permen karet. Buat kamu yang doyan jajan, pastinya sudah pernah dengar namanya, kan?

    Minuman unik yang satu itu langsung viral karena warna dan rasa yang disuguhkan tidaklah biasa. Namun, gak hanya Indonesia saja, belahan dunia lain juga punya minuman unik nan nyeleneh yang mungkin wajib kamu seruput, nih.

    Penasaran? Langsung saja kita simak 7 minuman paling unik di dunia yang wajib kamu ketahui. Psst, ada yang bahannya pakai jempol kaki manusia, lho.

    Baca juga: Subway Siap Melakukan Comeback di Indonesia

    Raki, minuman tradisional dari Turki

    Minuman raki dari Turki

    Inilah raki, salah satu minuman unik di dunia yang berasal dari Turki. Terbuat dari campuran suma (ampas buah anggur) dan bunga lawang, raki sering dianggap sebagai “minuman nasional”, lho, Sobat Laper.

    Merupakan minuman alkohol berkadar tinggi, yakni 40–50%, minuman ini biasanya dicampur dengan air dingin atau es batu. Hal ini supaya rasanya lebih mudah diterima lidah. Meskipun begitu, tidak jarang orang lokal menikmatinya sembari ngobrol bareng teman.

    Selain itu, keunikan raki adalah warnanya yang berubah menjadi putih susu saat ditambahkan es batu/air dingin. Itu sebabnya, minuman ini dijuluki sebagai “lion’s milk” atau ‘susu singa’.

    Kava

    Minuman unik di dunia

    Minuman kava

    Masyarakat Fiji tidak mau kalah dengan minumannya, Kava. Sesuai dengan namanya, kava terbuat dari akar tanaman kava yang digiling, ditambahkan air, dan disaring sehingga mendapatkan minuman berwarna abu-abu.

    Sensasi yang diberikan sangatlah unik. Teksturnya “berpasir”, menyebabkan bibir dan lidah mati rasa, dan bahkan membuat yang meminumnya ceria dan banyak bicara, lho. Tidak heran, orang-orang di Fiji menyeruput kava untuk menghilangkan stres.

    Walaupun demikian, kava ini tak boleh diminum berlebihan. Efek samping yang mirip narkotika membuatnya dilarang di sejumlah negara.

    Habushu, minuman unik berbahan ular berbisa

    Habushu dari Jepang

    Dari Fiji, kita beralih ke Jepang dengan minuman uniknya bernama Habushu. Adalah sebuah awamori (minuman alkohol dari Jepang) khas Okinawa yang berbahan ular. Yup, lebih tepatnya adalah ular Habu (Protobothrops flavoviridis) yang begitu berbisa.

    Jadi, ular Habu akan dimasukkan ke dalam es hidup-hidup sampai mereka tak sadarkan diri. Kemudian, bagian dalamnya dibuang dan dijahit kembali. Selanjutnya, tubuh tersebut dimasukkan ke dalam stoples berisi awamori. Tidak jarang, ularnya malah bangun lagi, lho.

    Tenang, bisa ularnya akan ternetralisasi oleh awamori sehingga ‘aman’ diminum. Bahkan, masyarakat lokal percaya bahwa minuman aneh nan ekstrim tersebut dapat mengobati masalah disfungsi seksual. Berani coba, Sobat Laper?

    Smoked salmon vodka

    Minuman unik di dunia

    Minuman smoked salmon vodka

    Ikan salmon panggang mungkin terlalu mainstream. Namun, gimana kalau salmon dijadikan vodka? Itulah minuman unik nan aneh yang bisa kamu jumpai di Alaska. Gak heran juga karena ikan tersebut cukup melimpah di sana.

    Jadi, daging ikan salmon yang sudah diasap langsung dimasukkan ke dalam vodka, kemudian disaring. Kalau kamu bertanya-tanya soal rasanya, minuman ini memberikan pengalaman minum vodka dengan sedikit rasa lumpur dari daging ikannya.

    Semisal dikasih oleh-oleh vodka salmon asap, kamu bakal mau gak?

    Kumis, minuman unik dari Mongolia

    Minuman kumis

    Kumis di sini bukan bulu di wajah, ya, melainkan sebuah minuman. Lebih tepatnya, suku Bonai dari dataran Kazakhstan masih sering memfermentasikan susu kuda dan mengolahnya menjadi kumis.

    Minuman unik ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan ketika Genghis Khan masih berkuasa. Soal rasa, orang yang pernah mencobanya mengatakan kumis terasa seperti “sampanye yang dicampur krim asam”.

    Kendati demikian, tidak jarang ibu-ibu di Asia Tengah memberikan kumis kepada bayi mereka, lho. Pabrik-pabrik pun mulai memproduksi minuman tersebut, namun diganti dengan susu sapi.

    Tuna tears soju

    Minuman unik di dunia

    Ilustrasi soju

    Jika berbicara soal minuman khas dari Negeri Ginseng, mungkin yang langsung kepikiran adalah soju. Namun, itu sudah biasa banget. Nah, ada versinya yang aneh nan nyeleneh, nih. Namanya adalah “soju air mata ikan tuna”. 

    Yup, cairan mata tuna ditambahkan ke dalam air beras fermentasi. Pencampuran bahan unik tersebut ternyata membuat soju-nya padat seperti jelly, lho, Sobat Laper.

    Gak jarang pula, penjual harus memotongnya dengan gunting saat menuangkan soju air mata ikan tuna ke dalam wadah.

    Sourtoe cocktail, minuman unik berbahan jempol kaki

    Minuman unik di dunia

    Minuman unik dari Yukon, sourtoe cocktail

    Minuman unik di dunia yang ke-7 adalah sourtoe cocktail. Yang membuatnya unik adalah penambahan jempol kaki ke dalamnya. Bukan yang palsu, tapi benar-benar jempol manusia yang sudah kering dan menghitam.

    Awalnya, cara minum tersebut hanyalah sebuah tantangan dare. Namun, sekarang seolah menjadi tradisi di Yukon, Kanada. Jika berminat, kamu perlu membeli cocktail terlebih dahulu, kemudian merogoh kocek sekitar Rp86.000 untuk si “Toe Captains”-nya (julukan jempol kaki busuk tersebut).

    Peraturannya, kamu bisa minum sekali teguk atau perlahan. Namun, kamu perlu ingat kalau jempolnya harus menyentuh bibir, ya, Sobat Laper!


    Nah, itulah tadi informasi mengenai 7 minuman paling unik di dunia. Dari ke-7 minuman tadi, ada yang paling ingin kamu coba?