Category: Info Kuliner

  • Social Marketplace Kuliner Tokobay Resmi Hadir di Indonesia

    Social Marketplace Kuliner Tokobay Resmi Hadir di Indonesia

    Bagi para penikmat kuliner online, ada sebuah layanan pesan antar makanan yang baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu. Berbeda dari kebanyakan platform sejenisnya, aplikasi ini diklaim memiliki harga yang sesuai seperti di restorannya. Aplikasi tersebut bernama Tokobay, social marketplace berbasis kuliner.  

    Kira-kira, seperti apa aplikasi Tokobay ini? Ingin tahu? Yuk, langsung saja kita simak artikel JadiLaper berikut ini!

    Baca juga: Cloud Kitchen, Solusi Bisnis F&B di Tengah Pandemi

    Jamin harga asli di aplikasi

    Apakah kamu salah satu orang yang sering mengeluh karena harga makanan di aplikasi jauh lebih mahal dari harga aslinya? Bila iya, maka platform social marketplace kuliner yang satu ini cocok untuk kamu gunakan. 

    Sebab, aplikasi ini menawarkan harga makanan yang sesuai dengan harga asli di restorannya. Jadi, kamu tidak perlu ragu lagi untuk pesan makan secara online. Cukup pesan dari rumah saja, kamu bisa mendapatkan harga seperti membeli langsung ke restorannya. 

    Seputar merchant di Tokobay

    Seperti aplikasi sejenisnya, Tokobay ini memiliki banyak merchant yang siap menuntaskan rasa laparmu. Dilansir dari siaran pers, hingga kini Tokobay telah mempunyai ratusan merchant. Adapun beberapa merchant ternama, seperti Acaraki, Ayam Geprek Goldchick, Bistrogram, Foodpedia, dan Sop Ikan Batam.

    Merchant reguler vs official

    Dikutip dari siaran pers, Fenny Herianto, CEO Tokobay mengungkapkan, bahwa kenaikan harga di aplikasi sendiri hadir sebagai antisipasi terhadap tingginya biaya jasa layanan platform pesan antar makanan. Melalui Tokobay, Fenny ingin memudahkan para pelaku usaha kuliner dengan cara tidak memungut biaya administrasi kepada merchant reguler.

    Berbeda dengan merchant reguler, Tokobay memberikan biaya administrasi kepada merchant official sebesar 2%. Tentunya, biaya administrasi ini jauh lebih rendah dibandingkan platform sejenisnya.

    “Selain dengan biaya admin yang lebih murah, Tokobay juga ikut membantu mempromosikan merchant mereka melalui kampanye media sosial, publikasi blog Tokobay, dan video merchant,” imbuh Fenny, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/6).


    Buat kamu yang penasaran dengan aplikasi ini, Tokobay sudah hadir di Play Store dan App Store lho. Menurut kamu, kira-kira aplikasi layanan pesan antar makanan apa lagi yang menawarkan promo atau fitur menarik lainnya? Yuk, berikan komentarmu di bawah ini!  

    Baca juga: Catat! 5 Langkah Hitung Kalori yang Benar

  • Spaghetti, Hidangan Italia dengan Sejarah yang Menarik!

    Spaghetti, Hidangan Italia dengan Sejarah yang Menarik!

    Spaghetti merupakan salah satu hidangan Italia yang populer. Makanan yang satu ini dikenal sebagai hidangan mewah yang banyak dijual di restoran berbintang. 

    Spaghetti ini sendiri terdiri dari pasta berbentuk seperti mie dengan saus daging cincang dan taburan keju parut. Dengan kelezatan seperti itu, siapa yang bisa menolak hidangan Italia yang satu ini?

    Selain soal kelezatannya, spaghetti juga menyimpan sejarah yang menarik loh! Penasaran, bukan? Yuk, langsung saja telusuri artikel ini untuk mengetahui selengkapnya tentang sejarah dari spaghetti!

    Baca juga: Mengenal 6 Jenis Saus Spaghetti, Jangan Sampai Keliru!

    Sejarah Spaghetti

    Spaghetti Italia biasanya terbuat dari semolina gandum durum. Biasanya pasta berwarna putih karena menggunakan tepung halus, tetapi tepung gandum utuh dapat ditambahkan. Spaghettoni adalah bentuk spaghetti yang lebih tebal, sedangkan capellini adalah spaghetti yang sangat tipis.

    Awalnya, ukuran spaghetti ini sangat panjang. Namun, kemudian spaghetti berukuran lebih pendek semakin populer selama paruh kedua abad ke-20. Sekarang, umumnya spaghetti tersedia dalam ukuran panjang 25 – 30 cm (10 -12 inci).

    Sementara itu, pasta ini berasal dari negara Talmud pada abad ke-5. Popularitas spaghetti terus menyebar ke seluruh penjuru yang ada di Italia. Hingga akhirnya Italia berhasil mendirikan sebuah pabrik spaghetti pada abad yang ke-19. Hal ini juga memungkinkan untuk memproduksi massal spaghetti untuk dipasarkan di Italia.

    Di Amerika sekitar akhir abad ke-19, spaghetti ini juga ditawarkan di restoran sebagai pengganti Spaghetti Italienne. Spaghetti Italienne ini sendiri merupakan sebuah mie  dimasak melewati al dente dengan saus tomat yang dibumbui dengan bumbu dan sayuran, seperti cengkeh, daun salam, dan bawang putih. Setelah beberapa dekade kemudian, barulah spaghetti disiapkan dengan oregano atau basil.

    Persiapan memasak

    Spaghetti segar atau kering dimasak dalam panci besar berisi air asin mendidih. Setelah matang, spaghetti dikeringkan dalam saringan. Di Italia, spaghetti umumnya dimasak al dente (bahasa Italia untuk “ke gigi”). Artinya, matang sepenuhnya tetapi masih keras saat digigit.

    Spaghettoni adalah spaghetti yang lebih kental dengan waktu masak yang lebih lama. Sementara Spaghettini, bentuknya lebih tipis dengan waktu masak yang lebih sedikit. Selain itu, ada juga capellini dengan bentuk tipis yang dimasak sangat cepat.


    Itulah sejarah dari makanan tradisional Italia, Spaghetti! Ternyata selain kelezatannya, spaghetti juga menyimpan sejarah yang menarik. Selain itu, ternyata ada beberapa jenis dari spaghetti yang kita makan. Gimana? Semakin banyak belajar hal baru bukan? Yuk, baca terus artikel-artikel JadiLaper lainnya!

    Baca juga: 3 Kudapan Berbahan Dasar Kelapa Serut yang Legit

  • 3 Kudapan Berbahan Dasar Kelapa Serut yang Legit

    3 Kudapan Berbahan Dasar Kelapa Serut yang Legit

    Di Indonesia, setiap daerahnya memiliki aneka kuliner khasnya masing-masing. Mulai dari segi tampilan, cita rasa, hingga bahan dasar yang digunakan. Meski begitu, ada beberapa jenis hidangan dari berbagai daerah yang sekilas tampak mirip. Seperti kue rangi, kue pancong, dan kue sagu gula Ambon, ketiga hidangan tersebut memiliki tampilan yang serupa. Ketiga kudapan tersebut sama-sama menggunakan parutan kelapa. Lalu, apa saja sih yang membedakan ketiga hidangan tradisional tersebut? Yuk, simak 3 kudapan berbahan dasar kelapa di bawah ini!

    Baca juga: 3 Kafe Rooftop di Jakarta dengan Pemandangan Memukau!

    Kue Rangi

    Pertama, ada kue rangi yang berasal dari singkatan “digarang wangi”. Rangi ini sendiri merupakan kue khas Betawi yang sangat legendaris. Sayangnya, kudapan manis ini sudah mulai langka di Jakarta.

    Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan kue ini adalah tepung sagu atau kanji. Lalu, tepung tersebut dicampurkan dengan kelapa parut. Kemudian, campuran itu dipanggang diatas tungku menggunakan cetakan khusus. Nah, cetakan tersebut serupa dengan kue bandros dan pancong.

    Ketika rangi sudah matang, bagian atas kuenya disiram cairan gula merah. Biasanya, cairan tersebut dicampur dengan irisan buah Nangka, durian, atau nanas. Alhasil, makanan khas Betawi ini memiliki citarasa gurih dan legit, serta teksturnya cenderung garing.

    Kue Pancong

    Bukan hanya kue rangi, kue pancong juga berasal dari Betawi lho. Lucunya, kata pancong ini merupakan singkatan dari “pantatnya dicongkel”. Tak jauh berbeda dari kue sebelumnya, kudapan legendaris ini juga memiliki tampilan serupa.

    Untuk bahan dasarnya, kue pancong menggunakan tepung beras. Kemudian, dicampurkan dengan kelapa parut, santan kelapa, gula pasir, dan garam. Seluruh bahan yang telah dicampurkan itu, langsung dicetak ke dalam Loyang dan dipanggang diatas tungku dengan api kecil.

    Ketika pancong sudah matang, bagian atas kue ditaburi gula pasir. Citarasa yang dihasilkan dari kudapan Betawi ini pun lebih manis dan cocok dinikmati bersama teh atau kopi. Kue legendaris ini juga masih tetap eksis hingga kini. Sayangnya, kue ini telah bertransformasi dengan topping kekinian.

    Kue Sagu Gula Ambon dengan Parutan Kelapa

    Setelah membicarakan makanan khas Betawi, mari kita bergeser ke daerah Maluku. Di Maluku, ada kudapan manis yang serupa dengan dua makanan di atas, yaitu sagu gula.

    Meski bentuk hidangannya serupa, namun bahan yang digunakan sangat berbeda. Sagu gula ini berasal dari sagu asli Ambon yang dipadukan dengan kelapa, serta gula aren dari Saparua. Lalu, bahan itu dibakar di atas tungku hingga coklat kekuningan.

    Berbeda dengan kue lainnya, sagu gula ini di bagian tengahnya kosong. Lalu, bagian yang kosong tersebut tersebut ditambahakan topping saus coklat. Ternyata, sagu gula ini memiliki rasa manis dan gurih sehingga sangat menggoyang lidah.

    Selain itu, kudapan khas Maluku ini mempunyai tekstur lebih empuk karena parutan kelapa yang banyak. Biasanya, camilan asal Ambon ini dinikmati dengan segelas teh atau secangkir kopi hangat.


    Itulah 3 perbedaan kudapan dari kue rangi, pancong, dan sagu gula yang tampak serupa. Setelah membaca artikel ini, kamu jangan sampai keliru lagi ya!

    Baca juga: Japanese Cheese Cake, Kue Khas Jepang yang Fluffy!

  • Serabi Solo, Ikon Kuliner Kota Surakarta

    Serabi Solo, Ikon Kuliner Kota Surakarta

    Halo Sobat Kuliner! Apa Sobat Kuliner pernah pergi ke kota Solo? Kalau iya, pasti Sobat Kuliner tahu dong dengan kuliner khas kota Solo, Serabi Solo? Kalau tidak tahu sepertinya Sobat Kuliner harus pergi ke Solo lagi. Sebab, perjalanan kamu belum lengkap, bila belum mencicipi kuliner khas kota Solo ini! 

    Bahkan, kepopuleran Serabi Solo merambat sampai ke daerah-daerah lain loh! Di Jakarta saja ada begitu banyak tempat yang menjual Serabi Solo ini karena kepopulerannya. Tapi, Sobat Kuliner sudah tahu belum tentang sejarah atau cerita dibalik serabi yang satu ini? 

    Kalau belum, kamu membaca artikel yang tepat, karena artikel kali ini akan membahas tentang sang ikon kuliner dari kota Solo ini! Yuk langsung saja telusuri artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!

    Baca juga: Nasi Kebuli Ayam, Opsi Makanan Timur Tengah

    Mengenal Serabi Solo

    Sejak tahun 1923 Serabi Solo memang telah menjadi ikon kuliner tradisional dari Kota Batik tersebut. Sebab itu, makanan tersebut menjadi favorit warga Solo dan para pendatang. 

    Meskipun kuno, hidangan ini tetap menjadi budaya kuliner Jawa Tengah yang tak bisa ditinggalkan. Berbeda dengan ciri khas serabi di masa lalu, kini kamu bisa menikmati hidangan ini menggunakan berbagai macam topping menarik. Jadi, anak kecil pun akan menyukai makanan tradisional yang satu ini.

    Di beberapa daerah lain, kue ini bisa disebut dengan Serabi atau Surabi. Selain penyebutannya, serabi ini sekilas tampak mirip dengan pancake atau waffle yang menjadi makanan khas orang barat. Namun, cara pembuatan dan bahan yang digunakan berbeda.

    Keunikan kue serabi asal Kota Surakarta

    Ciri khas Serabi Solo yang unik ini terdapat pada bagian pembuatannya yang sangat unik. Bentuk serabi ini bulat dan terbuat dari adonan yang sesungguhnya sangat sederhana, yaitu garam, gula, santan, tepung beras dan daun pandan menjadi pewanginya. 

    Selanjutnya, adonan ini dicampurkan dan dimasak secara tradisional juga dengan menggunakan tungku yang terbuat dari bahan tanah liat. Tungkunya pun juga dipanaskan dengan menggunakan arang kayu. Ketika adonan dituang, biasanya wajan tanah liat itu akan ditutup hingga 3 menit. 

    Adonan akan mengembang dan akhirnya matang. Tekstur dari makanan ini sesungguhnya sangat sederhana, yaitu garing di bagian luar yang terkena tungku. Kemudian, ditambah sedikit ada rasa hangus terbakar serta bagian tengahnya pun kenyal dengan rasa manis dan gurih santan.


    Itulah informasi seputar ikon kuliner khas kota Solo, Serabi Solo! Menarik bukan? Selain rasanya yang nikmat, ternyata makanan ini juga memiliki sejarah yang menarik. Jika Sobat Kuliner pergi ke kota Solo, jangan lupa untuk mencicipi kuliner yang satu ini ya!

    Baca juga: Tips Mudah Memenuhi Nutrisi Bagi Anak-Anak dengan ASD

  • 4 Jenis Keju di Dunia yang Populer!

    4 Jenis Keju di Dunia yang Populer!

    Keju merupakan salah satu makanan yang populer dan banyak disukai. Produk olahan susu tersebut memiliki cita rasa khas yang mampu membuat orang-orang luluh. Kayaknya sampai dapat diasumsikan kalau semua orang di dunia ini menyukai keju. Oh iya, keju rupanya memiliki jenis yang beragam lho

    Hampir setiap negara khususnya di kawasan Eropa memiliki keju versi daerahnya sendiri. Keju yang dihasilkan juga berbeda-beda dari segi rasa, bentuk, waktu fermentasi, tekstur, dan sebagainya. Untuk tahu lebih lanjut, berikut ini ada 4 jenis keju di dunia yang cukup populer. Yuk, simak!

    Baca juga: 3 Rekomendasi Salad Dressing yang Sehat dan Lezat!

    Cheddar

    Ilustrasi keju cheddar

    Jenis keju satu ini terdengar tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Keju cheddar berasal dari Inggris. Namanya sendiri diambil dari tempat asalnya, yaitu desa Cheddar di Somerset.

    Keju ini termasuk ke dalam kategori keju keras dengan tekstur yang padat serta warna kekuning-kuningan. Cheddar sering digunakan sebagai bahan dasar membuat makanan atau sebagai topping roti, kue, salad, dan lainnya. Umumnya, keju ini digunakan oleh masyarakat Indonesia karena mudah ditemukan dan rasanya yang pas di lidah.

    Keju Parmesan

    Bila kamu sering menyantap hidangan ala Italia, pastinya kamu tidak asing lagi. Keju parmesan berasal dari Italia, tepatnya di Parma. Italia memang memproduksi banyak jenis keju yang menarik. Selain mozzarella, rupanya parmesan juga sering digunakan dalam pasta. Parmesan dapat ditemui dalam bentuk padat dan bubuk dengan warna kuning pucat. Aromanya manis dengan rasa yang tidak begitu tajam. Pembuatan keju ini sekitar 3-12 bulan sehingga membuat harganya agak mahal.

    Camembert

    Yummy! Kini Warga Prancis Bisa Menikmati Keju Camembert Vegan

    Ilustrasi camembert

    Ketiga, ada keju Camembert yang berasal dari Prancis. Camembert cukup populer di dunia dengan ciri khas rasa asin bermentega yang sangat kuat. Untuk teksturnya sendiri, keju ini terbilang lunak dan lembut. Ketika terkena suhu panas, camembert mudah meleleh sehingga sering dijadikan olesan atau topping makanan.

    Keju Feta

    Terakhir, ada keju feta yang berasal dari Yunani. Feta sering disebut sebagai keju tertua yang terbuat dari susu domba, kerbau, dan sapi secara bersamaan atau terpisah. Keju ini terasa asin dengan warna putih bersih. Teksturnya keras dan menggumpal, biasanya feta disajikan dalam bentuk potongan. Umumnya, keju ini sering digunakan dalam salad, kue, dan hidangan penutup.


    Itulah 4 jenis keju di dunia yang banyak dikenal. Rupanya setiap jenis keju memiliki rasa khas tersendiri ya. Apakah kamu sudah pernah mencoba semua jenis keju di atas?

    Baca juga: Ociaabar, Healthy Food Berbahan Dasar Kulit Kacang Tanah

  • 6 Rekomendasi Oleh-oleh Snack Malaysia yang Murah!

    6 Rekomendasi Oleh-oleh Snack Malaysia yang Murah!

    Negeri Jiran atau Malaysia memang terbilang sangat dekat dengan Indonesia secara geografis. Memiliki kultur yang hampir mirip dan bahasa yang serumpun menjadikan Malaysia sebagai destinasi wisata luar negeri yang disukai masyarakat Indonesia. Apalagi, bagi masyarakat Indonesia yang baru pertama kali ke luar negeri, Malaysia akan jadi opsi pertama tuk dikunjungi.

    Ketika berwisata, tak lengkap jika tidak beli oleh-oleh untuk sanak saudara dan kolega. Oleh karena itu, berikut JadiLaper berikan 6 rekomendasi snack Malaysia yang murah dan mudah didapat. Tidak hanya snack, ada juga makanan dan minuman instan produksi Malaysia. Seluruh produk di bawah ini bisa didapat di Mydin, supermarket yang menyediakan banyak produk dengan harga terjangkau.

    Baca juga: Rekomendasi 4 Sate Madura Terenak di Jakarta!

    Oreo Red Velvet

    Kalian pasti tahu kan bagaimana fenomenalnya Oreo Supreme? Dibandingkan membeli Oreo Supreme yang harganya fantastis, lebih baik membeli Oreo Red Velvet ini. Dari segi tampilan, jenis red velvet mirip dengan Oreo Supreme. Dari segi rasa, jenis red velvet sangat enak. Dengan 6.30RM, kamu sudah bisa mendapatkan 27 buah Oreo Red Velvet.

    Oleh-oleh Malaysia Twix Minis

    Tampak depan bungkus Twix Minis

    Ibarat Bengbeng yang populer di Indonesia karena rasanya yang sangat enak, di Malaysia kamu bisa coba Twix Minis. Mirip-mirip dengan Bengbeng, tapi Twix punya rasa yang berbeda dari jenis snack serupa. Satu bungkus Twix Minis 170 g bisa didapat dengan harga 6.99RM. Beli satu bungkus, bisa kamu bagi-bagi, deh.

    Pringles Pizza

    Memang Pringles telah banyak dijual di minimarket Indonesia, tapi kamu tahu enggak kalau Pringles punya varian rasa pizza? Iseng-iseng beli satu untuk coba, malah nyesel karena di Indonesia varian ini belum tersedia. Jadi, pastikan beli Pringles Pizza, ya. Harganya 5RM untuk satu Pringles ukuran besar.

    Cadbury Zip

    Malaysia terkenal akan coklatnya. Untuk itu, jangan lupa masukkan coklat atau snack rasa coklat ke dalam keranjang belanjamu. Seperti snack Malaysia yang satu ini, yakni Cadbury Zip. Merek coklat Cadbury tidak asing ditelinga, tapi Cadbury Zip? Tentu tidak. Satu bungkus Cadbury Zip berisi 31 stik dijual seharga 8.39RM.

    Oleh-ole Malaysia Nescafe Latte

    Terkenal dengan rasa Nescafenya yang lebih pekat dan enak daripada yang beredar di Indonesia, satu bungkus Nescafe Latte berisi sekitar 20 bungkus kecil dapat dibeli seharga 10.59RM. 

    Mi Maggi

    Salah satu varian mi Maggi, Maggi Kari

    Bak Indomie yang disukai oleh banyak orang, Maggi adalah salah satu jenis mi instan Malaysia dengan beragam varian rasa yang sangat mudah didapatkan di minimarket Malaysia. Mi ini tersedia dengan beragam isi di tiap paknya. Untuk mi Maggi Kari isi 5 bungkus seharga 3.88RM. Meski banyak mi rasa kari di Indonesia, Maggi punya rasa khas yang patut untuk dicoba.


    Dari ke-6 rekomendasi snack Malaysia di atas, nomor berapakah yang membuatmu merasa harus banget beli untuk jadi oleh-oleh?

    Baca juga: Resep Oat Crackers Gluten Free yang Gurih Banget!

  • Mengenal Jenis dan Fungsi Santan untuk Memasak

    Mengenal Jenis dan Fungsi Santan untuk Memasak

    Ketika Lebaran tiba tak jarang kamu menemukan beberapa makanan yang dimasak dengan santan, mulai dari rendang daging, opor ayam, hingga sayur ketupat. Santan ini memang memiliki peranan penting dalam masakan karena membuat hidangan menjadi lezat.

    Kenikmatan tersebut berasal dari sari kelapa yang didapatkan daging buah kelapa parut dengan cara diperas atau disaring. Hingga akhirnya menghasilkan santan dengan kekentalan berbeda-beda. Ada tiga jenis santan, yakni encer, kental, dan instan.

    Ternyata, ketiga jenis santan tersebut juga memiliki perbedaan dalam hal kegunaannya. Kira-kira, apa saja perbedaannya? Yuk, mari mengenal jenis dan fungsi dari masing-masing santan berikut ini!

    Baca juga: Menu Unik Chatime, Minuman Rasa Bubuk Cabai dan Santan

    Santan kental

    Santan kental terbuat dari kelapa tua yang diparut hingga halus. Kekentalan santan ini dihasilkan dari perasan pertama kelapa tersebut. Teksturnya yang kental membuat santan ini mudah pecah saat dimasak. Sebab itu, proses masaknya harus diaduk agar tidak pecah dan menggumpal. Anda dapat menggunakan santan kental untuk memasak nasi uduk, nasi kuning, dan mango sticky rice.

    Cairan kelapa bertekstur encer

    Jenis ini memiliki kandungan air yang lebih banyak, dibandingkan santan kental. Santan ini dihasilkan dari perasan ketiga saat memarut daging kelapa. Meski kurang praktis cara memprosesnya, santan encer dapat membuat rasa masakan menjadi lebih gurih dan sedap.

    Nah, jenis santan encer tersebut cocok untuk membuat rendang. Pemilihan santan yang tepat merupakan salah satu kunci kenikmatan hidangan rendang.

    Santan siap saji

    Santan praktis ini seringkali ditemui di warung maupun supermarket. Biasanya santan ini murni dengan tambahan bahan agar cairannya tidak mudah pecah. Jenis ini memiliki tekstur lebih kental, sehingga bisa ditambahkan air agar mencapai kekentalan yang diinginkan. Ada juga santan instan kalengan dengan tekstur cair. Nah, santan instan ini dapat digunakan untuk membuat rendang, opor, dan aneka kue.


    Itulah beberapa informasi tentang jenis-jenis santan. Setelah mengenal ketiga jenis santan di atas, kamu sudah tahu kan perbedaannya?

    Bagi kamu yang ingin memasak jangan sembarang pilih santan, terutama untuk membuat rendang. Jika salah pilih santan, dapat membuat rasa jadi kurang lezat. Bukan perihal merek santannya, tetapi kekentalan santan yang dihasilkan.

    Baca juga: Resep Opor Ayam Santan Favorit Keluarga

  • Mengenal 6 Jenis Saus Spaghetti, Jangan Sampai Keliru!

    Mengenal 6 Jenis Saus Spaghetti, Jangan Sampai Keliru!

    Spaghetti adalah salah satu jenis pasta yang banyak disukai oleh orang Indonesia. Makanan khas Italia ini dapat dengan mudah ditemui di restoran. Tak hanya restoran yang secara khusus menjual makanan Italia, restoran lainnya dan sejumlah kedai juga menyajikan menu ini.

    Kuliner pasta cocok di lidah orang Indonesia meski kebanyakan masyarakat menyukai makanan berat berupa nasi dan lauk. Jika memakan pastanya saja, makanan ini tidaklah begitu lezat. Oleh karena itu, pasta disajikan dengan macam-macam saus pasta yang menambah cita rasa.

    Seperti spaghetti contohnya, makanan Italia yang terbuat dari pasta dengan saus. Sering kita lihat dalam daftar menu, terdapat bermacam masakan spaghetti. Perbedaan macam-macam masakan spaghetti ini hanya terletak pada sausnya. 

    Banyaknya jenis saus yang ada mungkin akan sedikit membingungkan kalau kamu belum mengetahuinya. Oleh karena itu, berikut 6 jenis saus spaghetti yang populer dan sering ada dalam daftar menu restoran.

    Baca juga: Resep Spaghetti Aglio Olio Yang Lezat Ala Italia

    Bolognese

    Jenis saus spaghetti yang amat populer adalah bolognese. Saus pasta yang satu ini terbuat dari saus tomat, bawang bombay, dan daging sapi cincang. Selain dapat dibuat secara manual, tersedia pula saus bolognese instan jika ingin membuat sendiri di rumah.

    Oleh karena miliki rasa yang banyak disukai oleh orang Indonesia, macam masakan spaghetti ini menjadi saus pasta favorit yang banyak tersedia di restoran.

    Spaghetti saus carbonara

    Sama halnya dengan bolognese, carbonara juga merupakan salah satu saus pasta populer yang disukai banyak orang. Saus pasta yang satu ini akan memberikan tekstur creamy pada makanan. Saus carbonara terbuat dari campuran krim dan telur yang dilengkapi dengan keju dan daging asap.

    Pesto

    Saus pasta berikutnya yang harus kamu kenali yaitu pesto. Saus pesto identik dengan warna hijaunya, berbeda dengan jenis saus lainnya. Warna hijau ini dihasilkan dari bahan utama saus yaitu kemangi. Selain kemangi, pesto terbuat dari keju, minyak zaitun, kacang pinus, dan bawang putih

    Spaghetti saus alfredo

    Alfredo memiliki tekstur seperti saus carbonara, keduanya sama-sama creamy. Oleh karena persamaan yang ada, keduanya sering kali salah sebut. Untuk membedakannya, alfredo memberikan rasa keju yang lebih kuat dibanding carbonara.

    Pada resep rumahan, saus alfredo biasa terbuat dari keju, susu full cream, mentega, garam, kaldu jamur, serta bawang putih dan bombai.

    Marinara

    Sekilas tampak seperti saus bolognese, saus pasta ini juga harus kamu kenali agar tidak salah pesan atau resep saat mencoba buat. Saus marinara yang juga dibuat dengan saus tomat ini, dicampur dengan seafood sebagai pelengkap.

    Saus spaghetti aglio e olio

    Saus pasta yang harus kamu kenali berikutnya adalah aglio e olio. Saus ini merupakan macam masakan spaghetti yang populer dan paling mudah dibuat. Untuk membuat spaghetti aglio e olio, perlu menyiapkan bahan-bahan yaitu spaghetti tentunya, bawang putih, dan minyak zaitun. Selain itu, bisa ditambahkan juga cabai kering.


    Dari macam-macam masakan spaghetti di atas, saus manakah yang menjadi andalan saat kamu memesan makanan khas Italia ini?

    Baca juga: Ragusa, Kedai Es Krim Italia Legendaris Sejak 1932

  • 7 Jenis Sambal yang Wajib Penyuka Pedas Coba!

    7 Jenis Sambal yang Wajib Penyuka Pedas Coba!

    Setiap makan pasti terasa kurang lengkap kalau tidak ada sambal. Sambal bak menu utama bagi para penyuka kuliner pedas yang tidak boleh terlewatkan. Banyak dari penyuka pedas yang menilai sebuah menu dari sambal yang disajikan. Oleh karena itu, tidak heran kalau belakangan ini begitu banyak muncul kuliner pedas.

    Sambal terbuat dari cabai yang umumnya dihaluskan. Tiap jenis sambal akan menggunakan jenis cabai, bahan tambahan, dan cara pengolahan yang berbeda. Belum lagi, tiap daerah di Indonesia juga memiliki sambal khasnya sendiri. Sebab itu, kali ini JadiLaper akan membahas 7 jenis sambal yang harus penyuka pedas coba dan ketahui.

    Baca juga: 3 Cara Tepat Menyimpan Sambal Agar Tahan Lama!

    Dabu-dabu

    Jenis sambal yang pertama datang dari Manado. Sambal ini menggunakan jeruk kesturi, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, kemari, tomat. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dicincang kasar kemudian ditambahkan garam dan minyak sayur panas.

    Sambal nyuh 

    Selain sambal matah, Bali juga memiliki jenis sambal khas bernama nyuh. Sedikit berbeda dengan matah, sambal nyuh terbuat dari bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, garam, dan kelapa. Kelapa yang digunakan diparut dan disangrai terlebih dahulu sebelum dicampur dengan bahan lainnya.

    Petis

    Masyarakat Jawa Timur pasti tidak lagi asing dengan jenis sambal ini. Sambal petis memiliki warna dan rasa yang unik. Untuk membuatnya, diperlukan petis yang dibuat dari rebusan udang atau ikan.

    Sambal mangga

    Siapa sangka, buah mangga juga dapat menjadi bahan untuk membuat sambal. Sambal mangga menawarkan rasa manis, asam, dan pedas secara bersamaan. Sambal ini cocok untuk sajian ayam ataupun ikan bakar.

    Sambal nanas

    Selain mangga, buah yang dapat menjadi bahan sambal adalah nanas. Segarnya buah nanas menyatu dengan cabai, bawang, jeruk limau, dan terasi. Sudah terbayang kan betapa nikmatnya makan dengan jenis sambal yang satu ini?

    Sambal serai

    Melipir ke pulau Kalimantan, saatnya coba sambal serai. Sambal khas Kalimantan ini terbuat dari ikan patin goreng, terasi bakar, cabai rawit, bawang merah, dan garam. Seperti namanya, tentu sambal serai terbuat dari serai. Uniknya, hanya bagian muda dari serai saja yang digunakan sebagai bahan sambal.

    Sambal andaliman

    Tidak kalah populer dari jenis sambal yang lain, sambal andaliman juga harus dicoba. Sambal khas Batak ini memiliki warna yang akan dengan mudah dikenali. Sambal andaliman terbuat dari lengkuas, jahe, dan bahan sambal pada umumnya.


    Dari 7 jenis sambal yang JadiLaper perkenalkan, pasti kamu sangat penasaran kan dengan rasanya? Yuk, segera coba jenis sambal tersebut yang punya ciri khas berbeda dan unik banget!

    Baca juga: Resep Sambal Nusantara yang Harus Kamu Coba

  • Asela Sampang, Restoran Pinggir Pantai yang Memukau

    Asela Sampang, Restoran Pinggir Pantai yang Memukau

    Salah satu destinasi wisata yang cukup populer di telinga masyarakat Madura adalah Asela Sampang. Tempat ini wajib dikunjungi apabila ingin menikmati keindahan pantai sambil menikmati sajian makanan. Apalagi untuk kamu yang menyukai kuliner seafood, restoran pinggir pantai ini tampaknya akan disukai.

    Madura merupakan sebuah pulau kecil di Indonesia yang letaknya berdekatan dengan Surabaya. Pulau ini termasuk ke dalam daerah dari Provinsi Jawa Timur. Oleh karena geografisnya, membuat daerah ini dikelilingi pantai yang memukau. Biasanya, turis sekadar mampir ke Madura karena penasaran untuk melewati Jembatan Suramadu.

    Memang, Pulau Madura tidak memiliki banyak pilihan destinasi layaknya daerah wisata lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan Asela Sampang ini dapat menjadi opsi destinasi saat kamu berkunjung. Jadi, kamu tidak lagi hanya sekadar mampir tetapi juga mengelilingi dan menikmati suasananya.

    Baca juga: 3 Rekomendasi Kedai Gelato Instagramable di Malang

    Berdiri di Atas Bibir Pantai Pulau Madura

    Asela Sampang terletak di Jalan Raya Slabayan, Kabupaten Sampang, Madura. Warung Asela ini berdiri tepat di atas bibir pantai, sehingga pengunjung dapat menyantap makanan sambil ditemani hembusan angin laut. Asela Sampang buka setiap hari dan mulai beroperasi dari pukul 08.00─22.00. 

    Jika berkunjung pada sore hari saat cuaca sedang cerah, pengunjung berkesempatan melihat senja yang sangat indah. Belum lagi, sinar matahari yang terpantul di air laut, bak pemandangan fiksi. Pengunjung tidak dikenakan biaya tambahan untuk masuk, hanya perlu membeli sajian yang ada di daftar menu.

    Tatanan Warung Asela yang Cocok untuk Keluarga Besar

    Selain pemandangan laut yang indah, tatanan tempat makan Asela Sampang menambah keindahan yang telah ada. Di sini, bahan bangunan didominasi oleh kayu, kemudian meja makan ditata dengan jarak yang pas sehingga saat masa pandemi seperti sekarang ini tidak terlalu mengkhawatirkan.

    Di warung Asela, ada tempat makan lesehan dan juga meja dengan bangku. Baik lesehan ataupun meja jumlahnya sangat banyak, tidak heran jika kebanyakan pengunjung merupakan keluarga yang sedang berwisata. Jika ingin titik paling bagus untuk menikmati pemandangan, coba tempati bagian bilik saung lesehan. 

    Sambil menunggu makanan disajikan, pengunjung dapat berfoto di titik foto estetik yang memang disediakan khusus. Baru saja direnovasi, jembatan di restoran pinggir pantai ini asik untuk healing dari sibuknya aktivitas harian.

    Olahan Makanan Terjangkau dan Enak

    Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke pulau garam jika tidak mencicipi olahan seafood. Sayangnya, saya tidak menyukainya sehingga memilih untuk memesan ikan gurame. Berdasarkan pengalaman ketika berkunjung, menu yang ditawarkan tidaklah mahal, cenderung terjangkau. 

    Bukan hanya terjangkau, makanan yang disajikan juga sangat enak. Asela Sampang memberikan sambal dengan parutan mangga sehingga memberikan rasa pedas, asam, dan manis sekaligus. Selain olahan ikan, kamu bisa memesan ayam bakar, puyunghai, sate, nasi goreng, dan masih banyak lagi.


    Setelah mengetahui informasi seputar restoran pinggir pantai ini, sekarang ketika kamu sedang berkunjung ke Pulau Madura sebaiknya menyempatkan diri untuk mampir ke Asela Sampang. Estimasi waktu dari Jembatan Suramadu sampai ke Warung Asela sekitar 2 jam perjalanan menggunakan mobil.

    Baca juga: Kenangan Heritage, Gerai Premium Milik Kopi Kenangan