Category: Info Kuliner

  • Temukan Beragam Merek Mie Instan di KKV Central Park!

    Temukan Beragam Merek Mie Instan di KKV Central Park!

    Saat bingung ingin makan apa, biasanya mie instan menjadi pilihan utama bagi beberapa kalangan. Seperti namanya, hidangan ini dimasak hanya dengan air mendidih dalam waktu yang tidak begitu lama. Selain itu, mie telah dilengkapi dengan bumbu dan bahan pelengkap.

    Bukan hanya karena cara membuatnya yang sangat mudah sehingga disukai, tetapi terdapat banyak produk mie dengan beragam merek dan rasa. Oleh karena beragamnya rasa mie instan, tidak memberikan efek rasa bosan saat mengonsumsinya. Mie instan juga sangat mudah ditemukan di mana-mana.

    Meski demikian, mie instan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari karena termasuk dalam makanan yang tidak mudah dicerna. Dengan mengonsumsi mie instan setiap hari akan beresiko pada gangguan saluran pencernaan. Oleh karena itu, sebaiknya mengonsumsi mie instan maksimal sebanyak dua kali saja per minggu.

    Mie instan memang sangat mudah ditemukan tetapi salah satu toko di Mal Central Park Jakarta ini sempat viral karena menjual berbagai varian dan merek mie. Tidak hanya itu, beragam merek dan varian mie instan hadir dari lima negara berbeda. Banyak masyarakat berbondong-bondong untuk mengunjungi surga mie instan ini.

    Baca juga: Nasi Goreng Kebuli Apjay, Opsi Makan di Panglima Polim

    Susunan Mie Instan yang Dijadikan Spot Foto Andalan

    Jika Sobat Laper penasaran dengan toko yang disebut-sebut sebagai surga mie instan ini, dapat mengunjungi toko KKV di Mal Central Park Jakarta Barat lantai 1F D8─D10. Selain menjual beragam varian mie instan, pengunjung dapat temukan aksesori, skin care, pakaian, dll.

    Mie instan diletakkan di bagiannya sendiri dan tersusun rapi. Pada awal toko retail ini buka, bagian mie instan tampaknya menjadi titik favorit pengunjung untuk berfoto karena warnanya yang sangat eye catching sehingga tampak indah dan unik jika diunggah ke media sosial.

    Temukan Beragam Merek Mie Instan dari 5 Negara

    Surga mie instan di KKV Central Park

    Bukan tanpa alasan sampai disebut sebagai surga mie instan, KKV menyediakan beragam varian mie dari lima negara yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Bagi pencinta ramyeon sudah sepatutnya mengunjungi KKV karena dapat temukan banyak mie instan Korea Selatan yang paling mendominasi.

    Menyediakan Makanan Instan Cup

    Selain mie instan, KKV juga menyediakan makanan instan cup lainnya seperti tteokbokki, kwetiau, bihun, dan masih banyak lagi. Tersedia juga mie instan berbentuk cup yang cocok untuk dibawa bepergian. Seluruh varian makanan instan ini dijual dengan harga yang masuk akal untuk setiap mereknya.


    Banyaknya varian mie instan yang disediakan oleh KKV Central Park menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaannya memberikan pengalaman berbelanja mie instan berbeda, apalagi dapat temukan merek dari lima negara dengan sangat mudah.

    Baca juga: 3 Resep Makanan Sehat dengan Air Fryer!

  • Cara Makan Sushi Ala Jepang Berdasarkan Jenisnya

    Cara Makan Sushi Ala Jepang Berdasarkan Jenisnya

    Sushi merupakan salah satu kuliner Jepang yang mendunia. Di Indonesia, sushi sangat populer di berbagai kalangan. Restoran sushi pun juga mudah ditemukan. Namun, tahukah kamu kalau ternyata masyarakat Jepang punya cara khas saat makan sushi.

    Biasanya, kita akan makan sushi menggunakan sumpit. Lalu, sedikit dicelupkan ke kecap asin dan bagi beberapa orang yang suka akan menaruh wasabi. Sebenarnya, cara makan seperti ini bukan berarti salah.

    Namun, perlu ditekankan adalah cara berikut merupakan tradisi dan direkomendasikan oleh koki Jepang. Apabila kamu ingin mencoba makan sushi dengan tradisi Jepang, ikuti cara berikut ini sesuai jenis sushi yang dipesan.

    Baca juga: Sushi Me, Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima

    Sashimi

    Jika memesan set sushi, sashimi merupakan jenis yang dimakan paling pertama. Sashimi adalah jenis sushi yang menggunakan irisan ikan mentah sebagai bahan masakan. Irisan daging yang paling populer digunakan yaitu salmon dan tuna.

    Adapun sashimi memiliki berbagai jenis daging. Dalam kultur Jepang urutannya yaitu makan daging bertekstur paling ringan, kemudian dilanjutkan hingga yang terberat. Misalnya, scallop paling pertama, kemudian salmon dan tuna.

    Kamu bisa mengonsumsi gari atau irisan jahe untuk menetralisir rasa sushi sebelum lanjut ke jenis berikutnya. Gari ini juga berfungsi untuk mencegah keracunan ikan mentah.

    Nigiri Sushi

    Setelah menyantap sashimi, pada urutan selanjutnya yaitu nigiri sushi. Jenis sushi yang satu ini merupakan kombinasi antara nasi dan ikan. Nigiri sushi disajikan dengan daging mentah ataupun matang. Sebaiknya, nigiri dimakan dalam satu suapan agar menjaga keselarasan rasa.

    Kemudian, jika ingin menambahkan kecap asin, celupkan bagian daging bukan bagian nasi. Hal ini dilakukan agar nasi tidak berhamburan. Bagi pencinta wasabi, wasabi disantap secara terpisah dengan sushi.

    Maki Roll

    Pada urutan terakhir, kamu dapat menyantap sushi berjenis maki roll. Jenis ini menggunakan nasi dan dibalut rumput laut. Isian maki sangat beragam, antara lain ikan, sayuran, udang, dan bermacam saus. 

    Ketika makan maki roll, berdasarkan tradisi Jepang sushi hanya dicelupkan sedikit saja ke kecap asin. Jenis sushi ini juga sebaiknya dimakan dalam satu suapan untuk menjaga keselarasan rasa dan tidak berantakan.

    Setelah selesai memakan sesuai dengan urutan, jika melihat pada tradisi Jepang sajian tidak boleh dihabiskan. Hal ini dilakukan sebagai simbol bahwa sajian enak dan cukup. Kemudian, dalam menggunakan sumpit pun ketika tidak dipakai taruh di wadah kecap asin.


    Kebanyakan orang Indonesia saat makan sushi tidak mengikuti tradisi Jepang. Meskipun demikian, tradisi ini bukan hal paten yang harus dilakukan oleh semua orang. 

    Baca juga: Sering Dianggap Serupa, Ini Bedanya Sushi dan Kimbab!

  • Timlo, Soto Ayam Khas Solo yang Enak dan Menyegarkan

    Timlo, Soto Ayam Khas Solo yang Enak dan Menyegarkan

    Warga Solo dan sekitarnya pasti tidak lagi asing dengan kuliner khas yang satu ini, yaitu Timlo. Rasanya yang menyegarkan apa lagi disajikan ketika hangat, pastinya cocok sekali dimakan saat cuaca dingin. Ditambah satu piring nasi hangat akan semakin mantap. Jika berkunjung ke Solo, sempatkan untuk mencicipi kuliner Timlo.

    Baca juga: Tiga Tempat Makanan di IKEA yang Wajib Dikunjungi!

    Apa itu Timlo?

    Timlo merupakan salah satu jenis hidangan berkuah. Beberapa orang ada yang menyebut masakan ini sejenis sup. Namun, ada juga beberapa orang yang mengatakan bahwa Timlo adalah gabungan dari sup dan soto. Bila dilihat dari tampilannya hidangan Timlo khas Solo ini mirip sup, namun rasanya gurih menyegarkan seperti soto.

    Timlo khas Solo ini dibuat dengan bumbu yang cukup sederhana. Mulai dari air kaldu ayam, bawang putih, pala, lada, dan taburan bawa goreng di atas nasi. Sementara kondimen dari hidangan ini bervariasi, ada ati ampela, telur pindang ayam atau bebek, daging ayam, dan sosis solo.

    Sosis solo ini sendiri adalah kunci kelezatan dari masakan Timlo. Tampilannya mirip seperti risol dengan kulit dari telur dadar dan ada isinya. Biasanya, isi dari sosis solo ini adalah daging sapi yang sudah dibumbui. Kemudian, sosis solo ini akan disajikan di dalam kuah Timlo tersebut.

    Fun Fact Timlo

    Dilansir dari laman Republika, Timlo bukanlah Kimlo. Kimlo adalah hidangan berkuah asal China yang dijual di daerah Pecinan Jawa. Dosen Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priyatmoko mengungkapkan, Timlo terinspirasi dari Kimlo.

    Masyarakat Solo mengadaptasi resep Kimlo dan memperluas konsumen kuliner ini. Kurang lebih Timlo dan Kimlo memiliki bahan dan cara pembuatan yang mirip, namun ada bahan non halal yang diganti menjadi bahan halal yakni daging babi diubah menjadi telur dan jeroan ayam.

    Selanjutnya dilansir pula dari laman Idntimes, Timlo adalah makanan yang amat populer di Solo, bahkan banyak rumah makan yang telah menyediakan menu ini sejak tahun 1960-an. Timlo ini biasa dikonsumsi oleh masyarakat lokal saat sarapan dan makan siang.

    Timlo Sastro, RM Legendaris yang Menyajikan Timlo

    Dilansir dari Instagram Keluyuran, Timlo Sastro atau dikenal juga dengan nama Timlo Balong adalah salah satu rumah makan yang memelopori kuliner Timlo. Rumah makan ini selalu ramai dikunjungi masyarakat lokal dan wisatawan. Berlokasi di Jl. Abdul Muis No.32A, Kepatihan Kulon, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Timlo Sastro buka setiap hari mulai pukul 06.30─15.00 WIB. Untuk harga Timlo berikut menu lengkapnya.

    Menu makanan di Timlo Sastro


    Menjadi kuliner yang wajib dicoba saat mengunjungi Solo, Timlo adalah menu adaptasi kuliner Tionghoa yang dikreasikan oleh masyarakat Solo. Telah ada sejak tahun 1950, menjadikan Timlo sebagai kuliner legendaris yang khas. Setiap ingat Solo, pasti teringat Timlo.

    Baca juga: Sejarah Rujak Cingur Khas Surabaya

  • Menantea, Minuman Teh dari Buah Asli Milik Jerome Polin

    Menantea, Minuman Teh dari Buah Asli Milik Jerome Polin

    “Mantappu Jiwa!”, slogan ini tidak lagi asing di telinga dan tentunya sangat identik dengan si pencipta. Setiap mendengar slogan “Mantappu Jiwa!”, siapapun yang mengenalnya pasti akan teringat sosok Jerome Polin. Jerome, sapaan akrabnya, merupakan seorang content creator yang membagikan aktivitas hariannya sebagai mahasiswa Waseda, Jepang.

    Jerome Polin mengembangkan akun YouTubenya dengan berbagi konten menyenangkan, mulai dari battle matematika sampai wisata kuliner di Jepang. Dalam mengembangkan akunnya, Jerome dibantu oleh sang kakak yaitu Jehian yang saat ini menjadi manajernya.

    Dari hasil pencarian Jadi Laper, Jerome dan Jehian memiliki beberapa bisnis. Salah satunya yaitu bisnis di bidang kuliner yang diberi nama Menantea. Menantea sendiri terbilang cukup baru karena kedai pertamanya secara resmi dibuka pada tanggal 10 April 2021. Namun, saat ini telah memiliki 122 kedai yang tersebar di 22 provinsi.

    Baca juga: Ingin Buka Usaha? Buka Franchise Makanan Kekinian Aja!

    Berawal dari keinginan Jerome Polin

    Jerome Polin dan Jehian, pemilik kedai teh Menantea

    Melansir laman Liputan6, Menantea diawali dengan keinginan Jerome membuka toko. Hal ini disampaikan saat jumpa pers virtual Menantea pada 12 Agustus 2021. Kebetulan, saat itu tengah ramai Clubhouse sehingga Jerome dan Jehian berkenalan dengan pengusaha bisnis kuliner yang berpengalaman.

    Adapun pengusaha tersebut yaitu Sylvia Surya pendiri KopiSoe, Hendy Setiono yang mendirikan Kebab Turki Baba Rafi, dan konsultan bisnis F&B Bisma Adi Putra. Ketiganya mendukung peluncuran merek kedai teh Menantea.

    Menyajikan varian teh yang diracik dari buah asli

    Varian menu Refresh Fruit Green Tea

    Awalnya, Menantea memiliki tiga varian minuman. Selanjutnya dari varian tersebut dikembangkan oleh Sylvia Surya yang menjabat sebagai COO Menantea. Saat ini, kedai teh milik Jerome Polin telah memiliki 24 varian minuman dan 4 sajian camilan. 

    Selain diracik dari buah asli, terlihat varian minuman teh yang disajikan juga diberikan potongan buah seperti lemon, jeruk sunkist, apel, strawberry, dan leci. Menu best seller yang wajib dicoba antara lain Matemateaka, Mantappu Tea, dan Oolong Brulee.

    Meraih The Most Innovative Brands di IFRA 2021

    Penghargaan IFRA 2021 kepada Menantea

    Meski baru dibuka tahun lalu, ternyata Menantea sudah mampu meraih prestasi di kancah internasional. Hal ini diungkap dalam unggahan akun Twitter milik kakak Jerome Polin @jehianps pada 13 November 2021 lalu. Lewat unggahan tersebut, disebut bahwa Menantea mendapatkan penghargaan dari IFRA (International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference) 2021.


    Berawal dari inisiatif yang terkesan impulsive, tetapi Jerome Polin dan Jehian mampu mewujudkan kesuksesan kedai tehnya. Bahkan, Menantea mendapatkan penghargaan sebagai franchise yang inovatif dari IFRA. Sobat Laper dapat mencoba minuman teh racikan Jerome Polin dengan datang langsung ke outlet atau pesan melalui aplikasi pesan makan.

    Baca juga: Sejarah Teh, Daun Yang Tak Sengaja Ditemukan

  • Tampak Serupa, Inilah Perbedaan Green Tea dan Matcha

    Tampak Serupa, Inilah Perbedaan Green Tea dan Matcha

    Green tea dan matcha berasal dari tumbuhan yang sama, yaitu tanaman Camellia Sinensis. Meski tampak serupa keduanya, ternyata green tea dan matcha memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari cara pengolahan, tekstur rasa, persiapan, warna hingga harganya. 

    Green tea biasanya dikemas dalam bentuk teh celup, sedangkan matcha berbentuk bubuk. Teh hijau ini bersifat lebih ringan dan segar seperti herbal. Minuman yang berasal dari Cina ini sangat terkenal akan kandungan senyawa antioksidan yang begitu melimpah. 

    Lain green tea, lain juga matcha. Matcha sebenarnya adalah 100% daun teh hijau. Jika mengonsumsi satu cangkir matcha, maka setara dengan 10 cangkir green tea. Tak jarang matcha lovers suka mengasosiasikan matcha dengan rasa yang manis dan berbusa.

    Baca juga: Sering Dianggap Serupa, Ini Bedanya Sushi dan Kimbab!

    Cara pengolahan green tea vs matcha

    Dalam produksi green tea, daun teh hijau ini dibiarkan terpapar sinar matahari seperti biasa. Selama panen, daun teh hijau dipotong oleh mesin dan dikirim langsung ke pabrik pengolahan di mana akan dikukus untuk menghentikan fermentasi. Kemudian, daun-daunnya dikeringkan dengan mesin berputar khusus.

    Di sisi lain, pengolahan matcha adalah tidak boleh terkena sinar matahari selama 20-30 hari sebelum dipanen. Sebab itu, daun teh hijau ini akan terlihat lebih gelap daripada hasil daun teh hijau green tea. Kemudian, daun teh hijau matcha tadi digiling menjadi bubuk halus. Dengan pengolahan yang begitu spesial tersebut, harga matcha pun jauh lebih mahal daripada green tea.

    Persiapan

    Green tea cukup diseduh teh celup nya. Isi ketel dengan air putih dan panaskan sampai mendidih. Tuangkan air panas ke dalam gelas yang berisi satu kantong teh dan celupkan sekitar satu hingga tiga menit. Minuman ini paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Kalau ingin rasa yang manis, tambahkan sedikit gula atau madu saja ya biar khasiatnya tidak hilang.

    Sementara untuk persiapan matcha, dimulai dengan mencampurkan kira-kira satu sendok teh bubuk matcha dengan air panas. Secara tradisional, alat pengocok bambu digunakan untuk menghilangkan gumpalan dan dapat mengaduk hingga rata. Kamu juga dapat menggunakan electric frother untuk mengocok dan membuat matcha latte dengan menambahkan susu almond.

    Tekstur rasa dan warna

    Green tea memiliki rasa yang sedikit pahit, tetapi segar dan ringan di tenggorokan. Berbeda dengan rasa green tea, matcha memiliki rasa manis yang lebih intens dan banyak tekstur berbusa.

    Untuk warnanya sendiri, green tea lebih bening daripada warna matcha yang terlihat lebih pekat karena kental. Kandungan kafein matcha pun lebih tinggi daripada green tea biasa. Inilah yang menjadikan matcha sebagai pengganti kopi yang sangat baik lho!


    Green tea dan matcha sekilas memang tampak serupa hingga banyak orang yang sulit membedakannya. Meski begitu, ternyata ada beberapa perbedaan signifikan dari green tea dan matcha. Gimana? Dari keduanya, kamu lebih tertarik yang mana nih?

    Baca juga: Sering Dianggap Serupa, Ini Perbedaan Udon dan Ramen

  • 5 Varian Kopi yang Wajib Dicicipi Buat Pecinta Kopi!

    5 Varian Kopi yang Wajib Dicicipi Buat Pecinta Kopi!

    Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai kopi. Biasanya, kopi dikonsumsi di pagi hari maupun malam hari saat begadang. Selain itu, Indonesia juga terkenal memiliki banyak macam biji kopi yang punya cita rasa unik dan berbeda tiap macamnya. Jadi, tak heran bila akhir-akhir ini banyak coffee shop bertebaran di Indonesia.

    Coffee shop sendiri tidak hanya sekadar digunakan sebagai tempat menikmati kopi. Akan tetapi, coffee shop juga dapat digunakan sebagai tempat meeting hingga nongkrong. Sebab itu, banyak para pelaku usaha tersebut yang mendesain tempat dan memberikan pelayanan senyaman mungkin untuk pelanggannya. 

    Salah satunya dengan menawarkan berbagai varian rasa kopi, sehingga para pelanggan dapat memilih sesuai seleranya masing-masing. Meski banyak variannya, ternyata ada beberapa menu kopi yang wajib dicicipi oleh para pecinta kopi saat berkunjung ke coffee shop.

    Baca juga: Dirty Coffee, Kopi Luber Asal Negeri Sakura

    Kopi Latte Aren

    Resep Es Kopi Susu Kekinian, Pakai Gula Aren Cair

    Ilustrasi kopi latte aren

    Beberapa dari kalian mungkin sudah akrab atau sering melihat menu kopi latte aren di coffee shop. Kopi latte sendiri merupakan perpaduan antara espresso dengan krim atau susu. Namun, kini kopi latte dipadukan dengan gula aren yang memiliki rasa khas berbeda dengan gula pada umumnya. 

    Latte aren menjadi favorit kaum milenial karena rasa aren yang manis dapat menetralkan rasa pahit dari kopi. Dengan perpaduan ini, rasa kopi yang dihasilkan pun lebih unik. Tak heran, bila kopi latte aren ini menjadi menu andalan di coffee shop.

    Kopi Hazelnut

    Ilustrasi kopi hazelnut

    Tidak jauh berbeda dengan kopi latte aren, kopi hazelnut ini berasal dari campuran espresso, susu, dan sirup hazelnut. Kopi yang dihasilkan pun memiliki aroma khas serta rasa manis yang nikmat. Meski menu ini jarang dijumpai, namun di beberapa tempat varian kopi ini menjadi primadona. Sebab, rasanya tidak terlalu pahit dan memiliki aroma khas hazelnut.

    Macchiato

    Ilustrasi caramel macchiato

    Selanjutnya, ada menu kopi macchiato yang kerap menjadi favorit di kalangan pemilik coffee shop. Hal ini karena macchiato memiliki banyak varian dan rasanya sedikit lebih soft dibandingkan kopi latte. Salah satu varian macchiato yang banyak diminati adalah caramel macchiato.Varian tersebut merupakan perpaduan antara susu, espresso, dan caramel. Dengan perpaduan seperti ini, tak heran bila caramel macchiato ini menjadi juara di hati para pecinta kopi yang tidak terlalu pahit.

    Affogato

    KENAPA AFFOGATO 'UMUMNYA' MENGGUNAKAN ES KRIM VANILA? - Majalah Otten Coffee

    Ilustrasi affogato

    Affogato merupakan perpaduan antara espresso pekat dengan es krim vanilla yang manis. Perbandingan affogato adalah 2/5 bagian es krim vanilla dan 3/5 espresso pekat. Dengan perpaduan rasa manis dan pahit yang seimbang, tak perlu diragukan mengapa affogato banyak digemari oleh pecinta kopi.

    Ristretto

    ristretto Archives - Majalah Otten Coffee

    Ilustrasi ristretto

    Ristretto merupakan varian kopi yang banyak disukai oleh para pecinta kopi sejati. Hal ini karena ristretto menggunakan air lebih sedikit daripada americano. Jadi, rasa kopinya sudah pasti lebih pekat.

    Banyak penikmat kopi yang menyebut, bahwa ristretto sebagai half espresso. Hal tersebut karena airnya sedikit dan volume kopinya hanya setengah dari espresso. Sebab itu, cita rasa yang dihasilkan pun lebih pekat, manis, dan singkat.


    Itulah 5 varian kopi yang kerap populer di kalangan pecinta kopi sejati. Gimana? Apakah kalian termasuk ke dalam pecinta kopi sejati yang sudah menikmati ke-5 varian kopi di atas?

    Baca juga: Starbucks Pakai Biji Kopi Indonesia? Yuk, Cek di Bawah Ini!

  • Kenali Jenis Beras Long, Medium, dan Short Grain

    Kenali Jenis Beras Long, Medium, dan Short Grain

    Sepertinya sangat sulit untuk memikirkan makanan yang universal selain nasi. Orang Indonesia juga menjadikan beras sebagai makanan pokok utama untuk makanan sehari-hari. Tidak akan kenyang kalau tidak makan nasi bukan? 

    Tapi, kamu tahu nggak jenis nasi mana nih yang sering kamu makan buat sarapan, makan siang ataupun makan malam? Ternyata, beras tidak hanya satu macam karena bentuk, tekstur dan panjangnya ada yang berbeda-beda sehingga cara masaknya pun sedikit beda. 

    Ada ratusan varian jenis beras, tetapi umumnya terbagi dalam tiga kategori. Mulai dari kategori berbiji panjang (long grain), berbutir sedang (medium grain), dan berbutir pendek (short grain) yang masing-masing memiliki sifat tersendiri. 

    Beberapa dari kita mungkin seringkali sedikit kesulitan untuk mencoba membedakan di antara semua jenis beras. Hingga bisa menjadi mimpi buruk kalau nasi kamu hasilnya terlalu lembek atau terlalu kering. 

    Memang rice cooker adalah satu satunya senjata sempurna, namun lebih baik sobat laper mulai dengan mengenal dan memilih jenis beras yang tepat dulu ya! Jangan sampai hasilnya malah basah saat kamu maunya kering atau malah menggumpal saat kamu maunya mengembang.

    Untuk menghindari kesalahan tersebut dan mempermudah hidup kamu, kami telah menyusun informasi singkat tentang 3 jenis beras tadi. Jadi, kamu dapat mempelajari cara memilih jenis beras mana yang terbaik untuk resep hidangan tertentu. Yuk, mari kita kenali ke-3 jenis beras tersebut!

    Baca juga: Sedang Diet? Kenali Jenis Beras yang Baik untuk Diet Ini!

    Beras long grain

    Ilustrasi beras long grain rice

    Sesuai dengan namanya, beras bulir ini ramping dan panjang, hampir empat hingga lima kali lebih panjang daripada lebarnya. Beras ini memiliki tekstur yang keras dan kering sehingga paling baik untuk dijadikan sebagai salad, pilaf dan disantap dengan lauk pauk. 

    Jenis bulir ini dimasak hingga mengembang dan terpisah. Contoh long grain rice terbaik adalah beras basmati yang banyak ditemukan di India, Nepal, dan Pakistan. Kamu bisa cobain nih buat nasi biryani, dijamin enak!

    Medium grain

    Ilustrasi beras medium grain rice

    Kalau jenis beras ini lah yang biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Panjangnya sedang dan tekstur butirannya lembab, empuk dan menempel saat dimasak. Medium grain rice mengandung pati dan tidak membuat rasa lengket di mulut ketika dimakan. Jadi kalau mau masak nasi goreng telur yang klasik atau membuat risotto, jenis beras ini lebih cocok!

    Beras short grain

    Ilustrasi beras short grain rice

    Meski ukurannya pendek, tetapi jenis beras ini lebih lebar dan bulat dari kedua jenis beras lainnya tadi. Ketika dimasak, hasil nasi nya akan menggumpal dan lengket dengan satu sama lain seperti nasi pulen. 

    Makanan seperti sushi, mango sticky rice, rice balls, puding beras atau ketan kelapa terbuat dari short grain rice. Kenyal, kental dan kelengketan adalah karakteristiknya! Lebih mudah dimakan dengan sumpit juga loh jadi kamu bisa makan segumpal demi segumpal.


    Itulah dia bedanya antara 3 jenis beras long, medium dan short grain. Sekarang kamu kenali perbedaannya di atas, kira-kira jenis beras mana yang sering kamu makan? Mana yang lebih kamu suka di antara ketiga itu?

  • Asinan Betawi, Kuliner Legendaris Khas Jakarta

    Asinan Betawi, Kuliner Legendaris Khas Jakarta

    Halo Sobat Kuliner! Kali ini, kita akan membicarakan tentang salah satu jenis asinan. Asinan sendiri merupakan makanan yang dibuat dengan cara pengacaran, berisi berbagai macam sayur dan buah-buahan.

    Dalam artikel ini, kita akan membahas terkait asinan Betawi, salah satu kuliner yang cukup populer dari kota Jakarta. Untuk mengetahui selengkapnya tentang kuliner khas Jakarta tersebut, yuk langsung saja telusuri artikel ini!

    Baca juga: Kuliner Sate Padang Terenak di Jakarta, Wajib Dicoba!

    Sejarah Asinan Betawi

    Asinan adalah sejenis makanan yang dibuat dengan cara pengacaran (pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka). Bahan yang diacarkan biasanya berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. 

    Istilah asin dalam nama asinan Betawi juga mengacu pada proses pengolahan sayuran dalam larutan air, garam, dan cuka. Cara memasak seperti ini merupakan ciri khas kuliner Tionghoa. Bukan hanya itu, penggunaan ebi dalam bumbu asinan Betawi juga mempertegas adanya pengaruh kuliner Tionghoa dalam menu ini.

    Bahan Asinan Khas Jakarta

    616e1351c2d1c

    Ilustrasi asinan Betawi

    Asinan khas Betawi aslinya hanya menggunakan bahan berupa sayur mayur, bukan buah seperti asinan Bogor. Kuliner asinan ini sangat nikmat disantap pada siang hari. Kesegaran sayuran dan kuah bumbu kacangnya yang asam-pedas-manis-gurih terasa nikmat di lidah. 

    Untuk menjaga kesegaran sayur hingga layak dikonsumsi dalam keadaan mentah, kamu harus memilih sayur berkualitas baik dan membersihkan dengan benar. Misalnya, tauge yang harus segera dibersihkan ujungnya (disiangi). Lalu, direndam dalam air agar tidak berwarna kehitaman. 

    Meski hanya berbahan sayuran, tidak berarti mudah untuk membuat asinan yang terasa ‘lazis’ di mulut ini. Komposisi kacang tanah, cabai, ebi, air asam/cuka, dan gula merah, haruslah tepat. Jika tidak maka akan terasa cemplong dan kurang harmonis di lidah. Ada juga yang menggunakan kacang mete untuk menambahkan rasa gurih pada kuah kacang. 

    Biasanya, kuliner khas Jakarta ini disantap bersama taburan kacang tanah goreng dan kerupuk mie yang berwarna kuning. Kudapan basah ini masih dijajakan secara keliling menggunakan gerobak dorong antara siang hingga sore hari di beberapa wilayah komunitas Betawi dan sekitarnya. Hanya saja sayuran yang digunakan tidak selengkap resep asli nya.


    Itu dia Sobat Kuliner! Penjelasan mengenai apa itu kuliner asinan Betawi. Pengaruh kuliner Tionghoa yang terdapat di dalamnya membuktikkan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Pastinya, seger banget deh makan kuliner khas Jakarta ini.

  • Dondurma, Es Krim Asal Turki yang Bikin Pembeli Kesal!

    Dondurma, Es Krim Asal Turki yang Bikin Pembeli Kesal!

    Hampir setiap orang pasti menyukai dessert es krim. Apalagi saat musim panas tiba, es krim menjadi santapan yang nikmat dan segar. Kemudian, es krim yang biasa kamu konsumsi mungkin sering meleleh dalam hitungan detik hingga mengotori baju.

    Bila kamu pecinta es krim, kamu wajib mencicipi es krim khas Turki yang bernama dondurma. Berbeda dari es krim pada umumnya, dondurma memiliki tekstur kenyal dan tidak cepat meleleh. Untuk makan es krim ini, kamu juga harus berhadapan dengan penjualnya yang iseng. Yuk, langsung saja simak ceritanya di bawah ini!

    Baca juga: Viral! Cara Baru Makan Es Krim McDonald Ala TikTok

    Kenali es krim dondurma dan bahan pembuatannya

    Es krim tradisional ini diyakini berasal dari wilayah Turki yang disebut Kahramanmaraş. Kemudian, daerah ini juga dikenal sebagai ibu kota es krim Turki. Secara harfiah, kata dondurma berarti beku atau dingin. Oleh karena itu, es krim ini dinamakan dondurma maras

    Katanya, es krim khas Turki ini biasa disajikan untuk hidangan penutup setiap keluarga lokal sana. Es krim dondurma yang kenyal terkadang dimakan dengan menggunakan garpu dan pisau. Wah unik banget! Tapi, kamu juga bisa cukup menjilatnya saja seperti biasa.

    Untuk bahan-bahannya, es krim khas Turki ini terbuat dari susu kambing, gula, salep dan mastic. Salep adalah tepung yang terbuat dari akar bunga anggrek, sedangkan mastic berasal dari getah pohon mastic yang tumbuh di daerah pegunungan.

    Inilah kedua bahan utama yang memungkinkan es krim tersebut menjadi lengket dan kenyal. Terkadang, untuk menambah kekenyalan lagi, ditambahkan guar gum yang kurang lebih mirip seperti tepung salep.Di samping itu, ternyata kambing di peternakan diberi makan tanaman Thyme dan Tragacanth. Tujuannya agar susu kambing yang digunakan untuk membuat es krim dondurma memiliki rasa aromatik.

    Atraksi seru dari penjual

    Kamu akan menemukan penjual es krim dondurma dengan mudah kok! Biasanya, mereka memakai gerobak dorong es krim tradisional mereka atau di kedai kecil. Kemudian, mereka akan membunyikan lonceng dengan sendok dondurma yang panjang.

    Bukan hanya rasa es krimnya, tetapi atraksi dari para penjual tersebut juga menarik perhatian pembeli. Tekstur es krim khas Turki ini memungkinkan mereka untuk mempermainkan pembeli atau wisatawannya. Kamu akan diberikan kerucut kosong, lalu penjual tersebut menggunakan sendok bergagang panjang untuk memberikan satu scoop es krim. 

    Eits, tidak semudah itu kamu akan mendapatkan satu scoop es krim khas Turki tersebut. Akibat tekstur lengket es krim ini, tak jarang para penjual jahil untuk merebut kerucut dan es krim dondurma dari tangan kamu. Bahkan, para penjual tersebut memutarnya sampai terbalik. Menggoda dan menghibur, bukan?

    Selain itu, para penjual es krim ini mengenakan kostum tradisional Turki berupa kemeja putih, topi, dan rompi merah atau biru yang berbordir. Hal ini bertujuan untuk membedakan dari penjual es krim lainnya.


    Itulah dia sekilas tentang es krim khas Turki bernama dondurma yang tidak boleh kalian lewatkan kalau lagi jalan-jalan ke Turki ya! Gimana tertarik untuk mencobanya?

  • Sejarah Teh, Daun Yang Tak Sengaja Ditemukan

    Sejarah Teh, Daun Yang Tak Sengaja Ditemukan

    Halo Sobat Kuliner! Siapa di sini yang suka minum teh? Teh sendiri memang merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Selain harum dan nikmat, teh dikatakan juga baik untuk kesehatan dan bisa menenangkan tubuh.

    Bukan hanya menyimpan kebaikan untuk tubuh, teh juga memiliki sejarah yang unik di dalamnya. Teh ini dikatakan bahwa tidak sengaja ditemukan oleh Kaisar Cina pada zaman dahulu. Penasaran? Yuk, langsung saja simak selengkapnya!

    Baca juga: Manfaat Teh Chamomile Yang Jarang Diketahui

    Awal-mula ditemukan

    Catatan sejarah menyebut, teh pertama kali ditemukan di Cina oleh Kaisar Shen Nong, bapak pertanian dan kedokteran, pada tahun 2373 sebelum Masehi. Suatu waktu, Shen Nong berkeliling mencari tanaman obat baru. Saat merasa tak enak badan, Shen Nong memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon.

    Dia pun merebus air untuk melepas dahaga. Beberapa helai daun jatuh ke dalam minumannya. Alih-alih membuang daun yang jatuh, Shen Nong tetap meminumnya. Tak lama setelah meminum campuran air dan daun tersebut, Shen Nong merasa badannya membaik. Meskipun, daun yang dikonsumsinya itu terasa sedikit pahit. Namun, ternyata tumbuhan tersebut memiliki nutrisi yang banyak. 

    Sejak saat itu, Shen Nong memperkenalkan minuman yang diseduh dengan daun tersebut. Minuman itu jadi minuman khusus untuk Istana Kekaisaran. Dikutip dari Alimentarium, minuman inilah yang disebut sebagai asal mula teh.

    Dari kekaisaran, teh semakin dikenal luas masyarakat. Beberapa abad kemudian, minum teh dilengkapi dengan berbagai ritual. Kedai teh pun mulai menjamur. Pada abad ke-7, teh diekspor ke Cina dan Korea. Pada abad ke-12, teh menjadi kebiasaan di Jepang. Orang Cina yang bepergian ikut membawa teh bersama mereka ke banyak negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.

    Teh di Eropa

    Di Eropa, teh justru dibawa oleh para misionaris yang datang ke Asia. Misionaris Belanda pulang membawa teh pada abad ke-17. Teh pun menyebar ke seluruh Eropa dan bahkan jadi kebiasaan baru orang Inggris.

    Di masa penjajahan, para koloni banyak membuka perkebunan teh di daerah ketinggian yang subur, termasuk di Indonesia. Teh yang paling populer adalah teh hitam. Selain itu, teh dari bunga juga banyak diminati.

    Teh sudah tak bisa dipisahkan dari minuman sehari-hari. Rasa dan manfaat tertentu membuat teh semakin populer. Untuk merayakan popularitas teh di seluruh dunia, para pegiat teh menginisiasi Hari Teh Sedunia setiap 15 Desember.


    Itu dia Sobat Kuliner, sejarah bagaimana teh pertama kali ditemukan. Menarik bukan? Bagaimana ya jika saat ini Kaisar Shen Nong tidak merebus air, apa mungkin sekarang ini tidak akan ada minuman yang namanya teh? Kalau menurut Sobat Kuliner gimana?