Blog

  • 3 Rekomendasi Makanan Ci Mehong Buat yang Mampu Aja!

    3 Rekomendasi Makanan Ci Mehong Buat yang Mampu Aja!

    Sedang ramai di jagat media sosial, nama Ci Mehong ada di mana-mana karena ia menjual makanan dengan harga yang bisa bikin dompet bolong. Bagaimana tidak, satu plastik cendol dihargai sebesar Rp80.000, lho! 

    Wanita dengan nama asli Tjioe Nofia ini mengaku kalau harga yang dijajakan di tokonya PIK Baking House itu sebanding dengan bahan bakunya yang berkualitas premium. Jadi, makanan yang ia jajakan ini diperuntukkan bagi yang mampu membelinya saja.

    Hal ini terbukti dari banyaknya peminat yang membeli jualannya. Viralnya harga makanannya yang mahal justru malah semakin mengundang pembeli yang memborong. 

    Terlepas dari harganya yang mengejutkan, ternyata rasa dari makanan yang ia jual tak mengecewakan. Sesuai dengan ujarannya, berbagai hidangan yang dijual ini terasa premium dan lezat.

    Kira-kira, makanan apa saja yang jadi rekomendasi di warung Ci Mehong ini? Simak daftarnya bersama JadiLaper, yuk!

    Cendol ala Ci Mehong

    Cendol di Ci Mehong bukanlah sembarang cendol karena dihargai Rp80.000! Sebenarnya, cendol ini penampilannya mirip dengan yang dijual di pedagang pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah, cendol Ci Mehong menggunakan bahan yang berkualitas.

    Warna hijau pada cendol bukanlah berasal dari pewarna buatan, melainkan menggunakan pewarna hijau alami dari daun suji. Satu porsinya dilengkapi dengan santan dan gula merah cair. Jangan salah, satu plastik cendol isinya sangat banyak hingga bisa dimakan oleh satu keluarga!

    Bika Ambon

    Penggemar kue bika ambon pasti tercengang, karena bika ambon ala Ci Mehong dibanderol dengan harga Rp150.000! Harga tersebut tidak lazim untuk sekotak bika ambon yang biasa dijajakan di toko kue pada umumnya.

    Namun, kelezatannya tak membuat bika ambon ini sepi peminat. Pelanggan Ci Mehong akan rela merogoh kocek dalam demi menikmati bika ambon buatannya ini, lho!

    Ayam Goreng Serundeng

    Selain kue dan cendol, Ci Mehong juga menjual berbagai lauk matang yang siap disajikan. Salah satu rekomendasinya adalah ayam goreng serundeng ungkep yang dikemas dengan plastik khusus.

    Ayam goreng serundeng ini dijual dengan harga Rp150.000. Ternyata, ayam yang digunakan adalah ayam kampung. Apalagi, satu bungkusnya juga sudah dilengkapi dengan tahu dan tempe. Untuk porsinya yang besar, harga tersebut layak dibanderol.


    Itulah rekomendasi makanan Ci Mehong yang harganya cocok untuk dibeli buat yang mampu saja. Jangan khawatir rugi, karena rasa dan kualitas makanannya ini tak main-main. Jadi, siapakah yang tertarik untuk mencicipinya? Yuk, komentar di bawah!

  • Sentuhan Kuliner Belanda pada Makanan Khas Indonesia

    Sentuhan Kuliner Belanda pada Makanan Khas Indonesia

    Sebagai sebuah negara yang menjadi pusat perdagangan rempah di masa lalu, Indonesia memiliki ragam makanan khas yang terpengaruh oleh kebudayaan Eropa. Pengaruh kuliner Eropa di Indonesia, diperkirakan dimulai sekitar abad ke-16. 

    Para pendatang dari Portugis, Spanyol, hingga Belanda dan Inggris, membawa serta budaya makan yang memperkaya cita rasa makanan Indonesia. Proses interaksi budaya yang berlangsung tidak sebentar ini juga menghasilkan berbagai jenis sayuran, buah, bumbu dan cara memasak baru di Indonesia. 

    Saat Belanda menjajah Indonesia, mereka meninggalkan banyak hasil akulturasi budaya kuliner, yang diadopsi dan dimodifikasi sesuai selera masyarakat pribumi. Mari kita bahas beberapa jenis kuliner Belanda yang kerap kita kenal sebagai makanan khas Indonesia!

    Baca juga: 7 Aneka Soto Nusantara, Hidangan Favorit Indonesia

    Soep (Sup)

    Ilustrasi sup ayam

    Saat orang Belanda tinggal Jawa yang beriklim tropis, mereka menikmati sup dingin yang disajikan dengan nasi. Sedangkan kaum bumiputera mengadopsi sup sebagai sajian sayur yang dimakan dengan nasi dan biasa dihidangkan untuk makanan sehari-hari.

    Smoor (Semur), Makanan Khas Indonesia

    Ilustrasi semur daging

    Makanan yang memiliki cita rasa lokal dan berbahan daging ayam atau sapi merupakan masakan Eropa yang diadopsi menjadi hidangan khas Indonesia. Semur disajikan dengan bahan utama ikan bandeng atau kakap dan diberi nama smoor Djawa. Namun saat ini, semur di Indonesia mengalami banyak penyesuaian versi dan variasi seperti semur daging ayam, semur daging sapi, semur telur, semur tahu, hingga semur jengkol.

    Biefstuk (Bistik)

    Biefstuk atau yang sering disebut dengan bistik adalah makanan orang Belanda yang disantap dengan kentang, kacang polong, dan wortel. Setelah diadopsi di Indonesia, bistik cenderung menjadi makanan yang mendampingi nasi. 

    Frikadel (Perkedel), Makanan Khas Indonesia

    Ilustrasi perkedel

    Selanjutnya, ada frikadel atau yang kita kenal sebagai perkedel adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar kentang kemudian dihaluskan, lalu digoreng. Perkedel juga dapat ditambahkan dengan bahan-bahan lain seperti daging cincang dan daun bawang. Perkedel juga merupakan makanan yang diadopsi Belanda dari Perancis bernama fricandeau.

    Selain makanan di atas, masih banyak kuliner yang mendapat pengaruh Eropa seperti tart, kue keju, kroket, panekuk, dan rolade.


    Jadi, itulah beberapa kuliner Eropa yang kini sudah diadopsi menjadi makanan Indonesia. Makanan mana yang menjadi favoritmu?

    Baca juga: 5 Kuliner Kaki Lima Indonesia, Terbaik di Dunia!

  • Resep Tongkol Suwir Cabe Ijo, Teman Sedap Makan Nasi

    Resep Tongkol Suwir Cabe Ijo, Teman Sedap Makan Nasi

    Sedang mencari ide menu makan siang untuk keluarga? Nah, Tongkol suwir cabe ijo bisa jadi menu yang sedap untuk menemani sepiring nasi hangatmu, nih!

    Walaupun menggunakan bahan-bahan yang sederhana, rasa tongkol suwir cabe ijo ini tak kalah lezat dengan lauk-lauk lainnya. Hidangan ini bisa jadi alternatif untuk kamu yang sudah bosan makan ayam untuk menu harian.

    Bagi penggemar makanan pedas, pasti kamu tak akan bisa masakan yang satu ini. Rasa pedas menggelegar dicam

    Tak perlu khawatir, cara membuatnya tak memerlukan langkah-langkah yang sulit. Bahan-bahan yang digunakan pun harganya terjangkau sehingga masuk dalam kategori lauk rumahan yang ekonomis.

    Resep tongkol suwir cabe ijo

    Bagi yang sudah penasaran dengan resep tongkol suwir cabe ijo, mari simak resepnya di bawah ini!

    Bahab-bahan

    • 500 gram tongkol segar
    • 5 buah cabai hijau besar
    • 4 siung bawang putih, cincang halus
    • 3 cm jahe, parut
    • 2 batang serai, memarkan
    • 3 lembar daun jeruk, iris tipis
    • 1 sendok makan saus tiram
    • 1 sendok makan kecap manis
    • 1 sendok teh garam
    • 1/2 sendok teh merica bubuk
    • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

    Cara membuat tongkol suwir cabe ijo

    1. Bersihkan tongkol segar, cuci hingga bersih, dan rebus dalam air mendidih selama 10-15 menit. Angkat dan tiriskan.
    2. Panaskan minyak goreng dalam wajan, goreng tongkol hingga matang dan berwarna kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
    3. Panaskan sedikit minyak goreng dalam wajan baru, tumis bawang putih, jahe, serai, dan daun jeruk hingga harum.
    4. Masukkan cabai hijau yang telah dipotong-potong dan aduk rata.
    5. Tambahkan saus tiram, kecap manis, garam, dan merica bubuk. Aduk merata dan masak hingga cabai matang dan bumbu tercampur sempurna.
    6. Masukkan tongkol suwir yang telah digoreng ke dalam wajan, aduk rata hingga bumbu meresap ke dalam daging tongkol.
    7. Angkat dan hidangkan tongkol suwir cabe ijo siap dihidangkan selagi hangat!


    Itulah resep tongkol suwir cabe ijo sedap yang bisa kamu coba di rumah. Dijamin, kelezatannya membuat satu keluarga auto tambah nasi. Jadi, siapkan stok nasi yang banyak jika kamu menyajikan menu yang satu ini, ya!

  • Kue Pancong, Jajanan Populer Khas Betawi

    Kue Pancong, Jajanan Populer Khas Betawi

    Siapa nih yang tak kenal dengan Kue Pancong? Kue yang dikenal sebagai makanan tradisional khas Betawi, sudah menjadi jajanan yang sangat populer di Indonesia. Terbuat dari adonan tepung beras ketan yang dicampur dengan kelapa parut dan gula merah cair, kue ini dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.

    Jajanan yang telah ada sejak tahun 90-an ini memiliki rasa yang manis dan gurih dengan teksturnya yang kenyal karena menggunakan tepung ketan. Saat ini, Kue Pancong kembali populer di dunia kuliner Indonesia dan dapat ditemukan di pasar tradisional atau di gerobak kaki lima di Jakarta.

    Tak hanya anak-anak dan remaja yang menyukai Kue Pancong, tapi juga berbagai kalangan masyarakat. Selain itu, kue lumer ini juga sudah banyak dijual di gerobak kaki lima di berbagai wilayah di Indonesia.

    Penyebutan Nama Kue Pancong di Setiap Daerah

    Setiap wilayah di Indonesia memiliki penamaan yang berbeda untuk camilan manis ini. Di Yogyakarta, makanan ini disebut Kue Serabi Rangin, di Bali dikenal sebagai Kue Haluman, dan di Bandung dikenal sebagai Kue Bandros.

    Jika dilihat dari sejarahnya, Kue ini memiliki nilai historis yang penting karena menjadi makanan khas selama masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, kue ini sering dijual oleh pedagang keliling yang membawa gerobak yang disebut “Pacung”.

    Kue Pancong memiliki banyak variasi dalam bahan maupun cara penyajiannya. Ada Pacong Ketan Hitam yang dibuat dengan tepung ketan hitam dan Pacong Goreng yang digoreng setelah dikukus. Makanan ini dapat dinikmati sebagai camilan atau sebagai hidangan penutup setelah makan.

    Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kue tradisional ini juga sudah banyak dijual di kedai atau kafe. Makanan ini disajikan dengan berbagai kreasi unik sehingga memberikan pengalaman yang lebih dari sekedar rasa manis dan gurih.

    Para pedagang Kue Pancong mengkombinasikan jajanan khas Betawi ini dengan menambahkan beragam toping seperti coklat keju, coklat susu, lumer atau setengah matang, ayam goreng, hingga disajikan dengan warna-warni. Hal ini selalu berhasil menarik minat masyarakat untuk mencicipinya.


    Jadi, Kue Pancong mana yang menjadi favoritmu? Yuk, beri jawabanmu di kolom komentar!

  • Resep Nasi Goreng Sederhana untuk Anak Kos yang Lezat!

    Resep Nasi Goreng Sederhana untuk Anak Kos yang Lezat!

    Nasi goreng adalah salah satu hidangan populer di Indonesia. Aromanya yang menggugah selera dan rasanya yang khas membuatnya menjadi favorit banyak orang. 

    Bagi kamu yang tinggal sendiri atau sedang menjalani masa-masa kuliah, mungkin Anda tidak memiliki banyak waktu untuk memasak makanan rumit. Oleh karena itu, resep nasi goreng ini menjadi pilihan yang tepat untuk kamu coba!

    Kombinasi nasi yang gurih berpadu dengan bumbu-bumbu yang lezat, dan beragam pilihan tambahan membuatnya menjadi hidangan yang disukai oleh banyak orang. 

    Dalam artikel ini, JadiLaper akan membagikan resep nasi goreng sederhana untuk anak kos yang dapat kamu coba sendiri dengan mudah. Langsung saja, mari kita mulai!

    Resep Nasi Goreng Sederhana untuk Anak Kos

    Ilustrasi nasi goreng anak kos

    Berikut adalah resep nasi goreng sederhana yang cocok untuk anak kos. Simak bahan-bahan dan langkahnya di bawah ini:

    Bahan-bahan

    • 2 piring nasi putih
    • 2 butir telur, kocok lepas
    • 3 siung bawang putih, cincang halus
    • 2 batang daun bawang, iris tipis
    • 100 gram daging ayam atau sapi, potong kecil-kecil
    • 2 sendok makan kecap manis
    • 1 sendok teh saus tiram
    • 1 sendok makan minyak wijen
    • 1 sendok teh garam
    • 1/2 sendok teh merica bubuk
    • Minyak goreng secukupnya untuk menumis

    Langkah-langkah Pembuatan

    1. Panaskan sedikit minyak goreng di atas wajan dengan api sedang. Tumis bawang putih hingga harum.
    2. Tambahkan daging ayam atau sapi, aduk hingga daging berubah warna.
    3. Masukkan telur yang sudah dikocok lepas, aduk rata hingga telur setengah matang.
    4. Tambahkan nasi putih, aduk rata dengan menggunakan spatula.
    5. Tuangkan kecap manis, saus tiram, minyak wijen, garam, dan merica bubuk ke dalam wajan. Aduk rata hingga bumbu tercampur sempurna dengan nasi dan bahan lainnya.
    6. Terakhir, tambahkan daun bawang iris tipis dan aduk sebentar hingga rata.
    7. Angkat nasi goreng sederhana dari wajan dan hidangkan dengan taburan daun bawang sebagai hiasan.
    8. Nasi goreng sederhana untuk anak kos siap dinikmati! 


    Itulah resep nasi goreng sederhana yang cocok untuk anak kos. Sunggu mudah, bukan? Jadi, tak ada alasan untuk malas memasak, deh. Yuk, buruan persiapkan bahan-bahannya dan mulai memasak!

    Baca juga: Resep Nasi Goreng Hong Kong, Cocok Jadi Menu Sarapan!

  • Sejarah Kerupuk, Camilan Ringan Simbol Keprihatinan

    Sejarah Kerupuk, Camilan Ringan Simbol Keprihatinan

    Sebagai orang Indonesia, tentu kenal akrab dengan kerupuk! Camilan ringan yang konon paling populer di Indonesia ini, kerap menjadi pelengkap dalam setiap waktu makan. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat kerupuk menjadi camilan favorit bagi segala umur.

    Sejarah kerupuk di Indonesia cukup panjang. Menurut beberapa prasasti, kerupuk sudah ada sejak abad ke-9 atau ke-10 di Pulau Jawa sebagai makanan pendamping hidangan untuk masyarakat. Di dalam Prasasti Batu Pura, disebutkan soal kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Hingga saat ini, kerupuk rambak masih menjadi salah satu bahan utama dalam kuliner krecek.

    Baca juga: Kisah Lomba Makan Kerupuk yang Ada Saat 17 Agustus

    Awal Mula Terciptanya Kerupuk

    Masyarakat di Jawa, memanfaatkan hasil komoditas berupa singkong yang jumlahnya banyak, dan membuat kerupuk aci. Kerupuk aci yang terbuat dari singkong ini menjadi salah satu bahan makanan yang membuat masyarakat Indonesia bertahan hidup di abad ke-19.

    Defisit pangan yang terjadi akibat perang dan tanam paksa, membuat rakyat terpaksa mengolah singkong menjadi berbagai makanan, termasuk kerupuk. Bagi masyarakat miskin, kerupuk menjadi lauk utama, karena harga daging yang sangat mahal. Tak heran, kerupuk menjadi simbol keprihatinan, bahkan hingga saat ini.

    Salah satu kerupuk yang paling dikenal di Indonesia adalah kerupuk uyel, atau kerupuk putih. Kerupuk kaleng ini memiliki bentuk bulat berulir, dibuat dari tapioka dan terigu dibumbui bawang putih, dan warna yang beragam, mulai putih, kuning, pink hingga hijau. Biasa dijajakan di warung, pasar, pedagang sayur hingga di warung nasi, kerupuk ini merupakan favorit masyarakat Indonesia. Setiap 17 Agustus, akan ada lomba khas berjudul “Makan Kerupuk” dengan kerupuk uyel sebagai pemeran utamanya!

    Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, kerupuk sudah menjadi pelengkap hidangan yang wajib ada dalam berbagai kuliner Nusantara. Kerupuk pun mulai menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari pesisir Kalimantan, Sumatera, hingga Semenanjung Melayu. Beberapa jenis kerupuk yang terkenal adalah kerupuk kemplang dari Palembang, kerupuk puli atau rengginang yang terbuat dari nasi, kerupuk udang, singkong, melinjo, mie, atau kerupuk karak gendar yang terbuat dari nasi sisa.

    Kerupuk khas setiap daerah juga cocok dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Saat ini, kerupuk menjadi salah satu makanan ringan yang populer di Indonesia dan hampir dapat ditemukan di setiap daerah, bahkan menjadi kebanggaan.


    Itulah sejarah kerupuk di Indonesia buat kamu yang belum tahu! Kerupuk apa nih, yang menjadi khas daerahmu? Yuk, bagikan pengalamanmu di kolom komentar!

    Baca juga: Resep Seblak Cobek Original ala Rafael yang Viral di TikTok!

  • Cara Memilih Udang yang Masih Segar, Jangan Salah Pilih!

    Cara Memilih Udang yang Masih Segar, Jangan Salah Pilih!

    Makanan laut, termasuk udang, telah menjadi favorit banyak orang di Indonesia. Namun, kualitas udang yang segar sangat penting untuk mendapatkan rasa yang enak dan meminimalkan risiko kesehatan. 

    Memastikan seberapa baiknya kualitas udang sangatlah penting untuk dilakukan. Udang yang tidak segar dapat memengaruhi rasanya, bahkan bisa membuatmu keracunan. Ciri-ciri dang segar memiliki cita rasa yang khas, tekstur yang renyah, dan baunya masih segar.

    Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, kali ini JadiLaper akan membagikan informasi terkait cara memilih udang yang masih segar. Agar tidak salah pilih, marik simak pembahasannya berikut ini!

    Baca juga: Resep Gyoza Ayam Udang, Lezatnya Bikin Ketagihan!

    Perhatikan penampilan udang

    Ketika memilih udang, pertama-tama perhatikan penampilannya. Pilihlah udang yang memiliki kulit yang kenyal dan tidak terkelupas. Hindari memilih udang yang kulitnya berwarna kecokelatan atau keabu-abuan, karena hal ini bisa menandakan bahwa udang sudah tidak segar lagi.

    Bau udang masih segar

    Udang yang segar seharusnya tidak memiliki bau yang menyengat. Ketika kamu mencium udang, pastikan aroma yang keluar masih segar seperti aroma air laut. Jika kamu mencium bau yang tidak sedap atau amis, itu bisa menjadi tanda bahwa udang sudah melewati masa segarnya.

    Tekstur udang tidak lembek

    Tekstur udang yang segar biasanya renyah dan kenyal. Saat dipegang, pastikan bahwa daging udang kenyal dan tidak lembek. Hindari memilih udang yang terasa lunak atau terlalu keras, karena itu bisa menjadi indikasi bahwa udang sudah tidak segar lagi.

    Warna dan kondisi kulit

    Udang yang segar memiliki warna yang cerah. Hindari memilih udang yang memiliki warna yang kusam atau pucat. Selain itu, perhatikan permukaan kulit udang. Udang segar seharusnya tidak memiliki goresan atau luka pada kulitnya.

    Selain memilih udang dengan benar, penting juga untuk memperhatikan sumber udang segar. Pastikan kamu membeli udang dari penjual yang terpercaya, seperti pasar ikan yang terkenal atau toko seafood yang memiliki reputasi baik. Jika memungkinkan, pilihlah udang segar yang baru ditangkap. Semakin segar udangnya, semakin baik kualitasnya.


    Itulah cara memilih udang yang masih segar. Sebelum memutuskan untuk membeli salah satu jenis seafood ini, perhatikan poin-poin di atas. Jadi, jangan sampai salah pilih udang, ya!

    Baca juga: Resep Udang Balado, Lauk Nikmat untuk Sepiring Nasi

  • Sai Ramen Bekasi, Ramen Bergaya Kyoto di Kawasan BCBD

    Sai Ramen Bekasi, Ramen Bergaya Kyoto di Kawasan BCBD

    Warga Bekasi, sudahkah kamu menjelajahi kawasan Bekasi Central Business District (BCBD)? Kawasan ini menjadi salah satu landmark Bekasi teranyar yang kini dibanjiri banyak spot kuliner yang wajib diburu. Salah satunya, Sai Ramen.

    Belakangan ini, Sai Ramen tengah viral di Bekasi karena videonya selalu seliweran di berbagai media sosial. Tentunya, para pecinta ramen langsung menyerbu restoran ini hingga jumlah pengunjungnya membludak saat akhir pekan.

    Bagaimana tidak? Menu ramen yang disajikan di sini rasanya tak main-main. Mengusung gaya ramen di Kyoto, kuah ramen di sini kaya akan kaldu dan agak kental. Pecinta kaldu ayam yang kuat pasti suka dengan tipe kuah ramen seperti ini.

    Nah, memang menu apa sajakah yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Sai Ramen cabang Bekasi ini? Mari simak pembahasannya berikut ini bersama JadiLaper!

    Baca juga: Selebgram Keanu Buka Rame-yan, Warung Ramen Jepang!

    Original Ramen

    Original Ramen adalah salah satu menu best seller di Sai Ramen Bekasi. Menggunakan kuah kaldu ayam dimasak berjam-jam, ramen ini cocok sekali bagi yang menyukai kuah ramen yang pekat dan berkaldu.

    Satu porsinya dilengkapi oleh telur ajitama, jagung, daun bawang, nori, dan ayam charsiu. Tekstur mi ramennya pun kenyal dan lembut dengan tingkat kematangan yang pas. Bagi kamu menyukai rasa ramen yang otentik, original ramen wajib kamu pesan!

    Curry Ramen

    Selain Original Ramen, ada pula Curry Ramen yang juga jadi menu best seller. Pecinta kuah kari jepang pasti suka menu yang satu ini. Rasanya karinya cukup pekat, membuat kuahnya super gurih.

    Topping jagung, daun bawang, nori, dan ayam charsiu, membuat semangkuk ramen ini semakin lengkap. Jika kamu menyukai tipikal kuah kari berempah, sudah pasti kamu tak akan menyesal memesan menu yang satu ini.

    Black Garlic

    Kamu suka kuah ramen dengan rasa bawang putih yang kuat? Black Garlic Ramen jawabannya! Ramen ini menggunakan kuah kaldu original sebagai base kuahnya, namun ditambahkan dengan pasta bawang putih hitam yang menambahkan rasa dan aroma yang unik.

    Sesuai namanya, kuahnya pun berwarna hitam membuat siapapun penasaran dengan rasanya. Bagi kamu yang menyukai ramen dengan cita rasa unik, silakan pesan menu Black Garlic, ya!

    Akakara Ramen

    Ingin mencicipi menu yang lebih menantang? Bagi pecinta pedas, Akakara Ramen pilihan yang tepat untukmu. Seperti menu ramen lainnya, kuah dasar ramen ini juga menggunakan kuah kaldu original ala Sai Ramen. Namun, kali ini kuahnya diberi tambahan pasta cabai sehingga rasanya agak pedas.

    Kuah kaldu ayamnya pun masih terasa kuat, namun perpaduannya dengan pasta cabai tambahan membuat sensasi saat menyantap ramen ini semakin seru. Walaupun rasa pedasnya masih aman di lidah, menu yang satu ini wajib dicicipi para penikmat pedas, lho!

    Maze Ramen

    Bagi kamu yang lebih menyukai ramen tanpa kuah, Sai Ramen juga memiliki menu Dry Ramen yang bisa jadi alternatif lainnya. Tapi jangan salah, menu yang satu ini lezatnya juga boleh diadu dengan menu lainnya, nih.

    Menu satu ini diracik dengan saus rahasia ala Sai Ramen yang membuat setiap helai minya penuh dengan cita rasa. Selain itu, satu porsinya dilengkapi oleh ayam charsiu, irisan nori dan daun bawang, serta telur mata sapi. Saat semuanya diaduk menjadi satu, kelezatannya tiada dua bahkan hingga suapan terakhir.


    Itulah ulasan lengkap tentang menu Sai Ramen yang ada di BCBD Bekasi. Sai ramen sendiri sudah buka di beberapa cabang. Jadi, kunjungilah restoran yang terdekat dengan lokasimu bagi yang penasaran dengan nikmatnya makan ramen di sini, ya!

  • Bubur Saren, Sajian Langka Khas Yogyakarta

    Bubur Saren, Sajian Langka Khas Yogyakarta

    Bubur saren atau yang juga dikenal sebagai bursaren adalah salah satu kuliner tempo dulu yang berasal dari Yogyakarta. Meski memiliki cita rasa yang sangat khas, sayangnya keberadaannya semakin langka dan sulit ditemukan di zaman sekarang.

    angan bubur ini terbuat dari bahan dasar tepung ketan dan gula merah dengan tambahan santan kelapa sebagai pelengkap. Tidak hanya itu, bubur saren juga memiliki rasa rempah yang khas berkat penggunaan jahe dan cengkeh sebagai bumbu tambahan. Selain itu, warna hitam pada hidangan ini berasal dari tepung omah atau tepung yang dibuat dari abu merang/batang padi.

    Ketika disajikan dalam bungkus daun pisang, ada sensasi rasa yang kompleks dan kaya, dengan gula Jawa sebagai pemanis alami yang memberikan rasa manis dan santan kelapa yang memberikan rasa gurih. Sementara rempah yang dipakai akan meninggalkan rasa pedas yang hangat di lidah.

    Baca juga: Resep Tinutuan, Bubur Khas Manado yang Pasti Enak

    Keberadaan Bubur Saren

    Sayangnya, keberadaan bubur saren semakin langka dan sulit ditemukan di masa sekarang. Hidangan tradisional ini hanya tersedia di beberapa tempat seperti Njeron Beteng, Pasar Pathuk, dan terkadang di pasar-pasar gede seperti Pasar Kotagede atau Pasar Godean di Yogyakarta.

    Di Solo, bubur saren dikenal dengan sebutan jenang saren dan biasanya dijual di Pasar Gede. Selain itu, jenang saren juga dapat ditemukan di Demak dan sekitarnya, namun memiliki perbedaan dalam cara pembuatan dan bahan-bahannya. Beberapa penjual jenang saren menggunakan abu dari klaras atau daun pisang kering sebagai bahan pembuatannya.

    Dawud Achroni, penulis buku Kuliner Tradisional Solo yang Mulai Langka, memasukkan jenang saren sebagai salah satu kuliner khas yang harus dilestarikan. Sayangnya, keberadaan bubur saren atau jenang saren kalah bersaing dengan kuliner kekinian yang lebih populer di kalangan masyarakat.

    Padahal, rasa khas hidangan ini sangat cocok disantap saat badan terasa kurang enak atau saat hawa sedang dingin. Selain itu, rempah-rempah yang terkandung di dalamnya juga memiliki manfaat baik bagi tubuh.


    Meski tidak memiliki peran penting dalam upacara ritual adat, keberadaan bubur saren yang semakin langka merupakan hal yang memprihatinkan bagi penikmat kuliner tradisional. Oleh karena itu, kita harus melestarikan keberadaan hidangan tradisional ini agar kuliner khas Yogyakarta dan Solo ini tetap terjaga keberlangsungannya.

    Baca juga: Tips Memasak Sagu Mutiara agar Tidak Hancur, Ayo Simak!

  • Manfaat Sayur Kale, Si Pahlawan Hijau untuk Kesehatan

    Manfaat Sayur Kale, Si Pahlawan Hijau untuk Kesehatan

    Sayur kale adalah salah satu sayuran yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan nutrisi yang melimpah ini membuatnya digandrungi karena khasiat luar biasa.

    Biasanya, kale sering dijadikan ramuan untuk beragam obat herbal. Tak jarang juga daun ini dijadikan campuran jus buah sehat untuk dikonsumsi secara rutin. Bagi yang penasaran khasiatnya, mari kita lihat lebih dalam mengenai berbagai menfaat hebat yang terkandung dalam sayur kale ini!

    Baca juga:

    Kale Kaya akan Antioksidan

    Salah satu alasan mengapa sayur kale begitu dihargai adalah karena tingginya kandungan antioksidan di dalamnya. Antioksidan merupakan senyawa yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung.

    Sayur kale mengandung senyawa antioksidan seperti vitamin C, beta-karoten, dan flavonoid. Keberadaan antioksidan ini membantu melawan peradangan dan menjaga keseimbangan sel-sel tubuh, sehingga mencegah kerusakan sel dan penuaan dini.

    Kaya Nutrisi dan Serat Tinggi

    Sayur kale adalah sumber nutrisi yang sangat kaya. Satu porsi sayur kale mengandung vitamin A, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, kalsium, magnesium, zat besi, dan masih banyak lagi. Nutrisi-nutrisi ini penting untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

    Selain itu, sayur kale juga mengandung serat tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Serat membantu mengatur sistem pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga berat badan yang sehat.

    Baik untuk Kesehatan Mata

    Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam sayur kale memberikan perlindungan ekstra bagi kesehatan mata. Kedua senyawa ini membantu mengurangi risiko penyakit mata terkait usia, seperti degenerasi makula dan katarak.

    Dengan mengonsumsi sayur kale secara teratur, kamu dapat menjaga kesehatan mata  dari gangguan penglihatan akibat pertambahan usia.

    Menjaga Kesehatan Jantung

    Penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang serius di dunia modern. Namun, dengan mengonsumsi sayur kale, kamu akan terhidar dari segala penyakit jantung yang berbahaya.

    Sayur kale sendiri mengandung senyawa sulforaphane yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi pembuluh darah. Selain itu, tingginya kandungan kalium dalam sayur kale juga membantu menjaga tekanan darah yang sehat.

    Kale Dapat Menjaga Kesehatan Tulang

    Kesehatan tulang yang baik penting untuk menjaga kehidupan yang aktif dan penuh gairah. Sayur kale adalah sumber kalsium yang baik untuk menjaga kekuatan tulang.

    Selain itu, sayur kale juga mengandung vitamin K yang membantu meningkatkan penyerapan kalsium oleh tulang, sehingga membantu mencegah osteoporosis dan menjaga kepadatan tulang yang optimal.

    Menjaga Berat Badan

    Jika kamu sedang berusaha menjaga berat badan atau bahkan menurunkan berat badan, sayur kale dapat menjadi pilihan yang tepat untuk jadi  menu makananmu. 

    Sayur kale rendah kalori dan tinggi serat, yang membantu mengontrol nafsu makan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan mengonsumsi sayur kale secara rutin, kamu dapat menjaga pola makan yang sehat dan mendukung keberhasilan program penurunan berat badan.


    Nah, itulah beberapa manfaat sayur kale yang sangat berguna untuk kesehatanmu. Jadi, jangan ragu untuk memasukkan sayur kale dalam menu makananmu, ya. Yuk, ubah pola makanmu jadi lebih sehat!