Category: Info Kuliner

  • Beard Papa’s Tutup Gerai di Indonesia, Intip Faktanya!

    Beard Papa’s Tutup Gerai di Indonesia, Intip Faktanya!

    Beard Papa’s dikabarkan tutup seluruh gerai yang berada di Indonesia. Kabar tak mengenakan ini tentu mengiris hati para pecinta kuliner. Pasalnya, gerai yang menawarkan cream puff atau choux pastry ini digemari banyak orang hingga mendunia.

    Apalagi, cream puff khas Beard Papa’s lembut dengan isian yang creamy. Dengan pilihan rasa vanila dan coklat, cream khas Jepang ini sangat lumer di mulut. Oleh karena itu, cream milik Beard Papa’s ini selalu jadi idola pecinta choux pastry.

    Di balik kepopuleran yang dimilikinya, Beard Papa’s menyimpan sejarah panjang hingga akhirnya jadi gerai cream puff favorit. Penasaran? Langsung saja simak faka menariknya yang telah dirangkum JadiLaper berikut ini!

    Baca juga: Mie Instan Terenak di Dunia, Indomie Masuk Jajarannya!

    Didirikan di Osaka pada tahun 1999

    Gerai cream puff ini pertama kali dipasarkan di Osaka, Jepang pada tahun 1999 silam. Awalnya, gerai ini hanya berupa toko kecil yang didirikan oleh seorang pria bernama Yuji Hirota.

    Kala itu, penampilan Yuji Hirota dikenal dengan janggut putihnya yang lebat. Dari tampilan wajahnya ini, akhirnya toko kuenya itu dijuluki sebagai Beard Papa’s yang artinya ‘Jenggot Papa’ oleh para pelanggan.

    Toko kue ini juga selalu menebarkan aroma pastry yang sangat harum karena selalu dipanggang saat hari itu juga. Oleh sebab itu, apa yang disajikan oleh Beard Papa’s ini menarik perhatian banyak orang.

    400 gerai Beard Papa’s tersebar di seluruh dunia

    Akibat aroma dan rasanya, cream puff buatan Yuji Hirota ini semakin digemari banyak orang. Bahkan, banyak dari mereka ketagihan dengan kudapan manis yang satu ini. Sejak saat itu, pria berjenggot tersebut berusaha untuk mengembangkan toko kuenya.

    Dari yang awalnya hanya toko kecil, hingga ia membuat area makanan dengan menyediakan kursi dan meja. Jadi, para pelanggannya bisa menikmati cream puff yang masih fresh from the oven di tokonya.

    Beard Papa’s kemudian terus berkembang dan populer hingga ke seluruh dunia. Perkembangan positif ini membuat usaha milik Yuji Hirota memiliki 400 gerai yang telah tersebar di 15 negara, termasuk Indonesia.

    Varian rasa cream puff yang menggoyang lidah 

    Bukan hanya original, Beard Papa’s ini juga melakukan inovasi dengan menawarkan berbagai varian. Untuk varian yang ditawarkan terdiri dari varian lapisan atas kulit dan isian krim.

    Bagian lapisan atas kulitnya terdapat 8 varian, mulai dari original, chocolate eclair, green tea eclair, honey butter, crispy almond, oreo cookie crumble eclair, strawberry eclair, dan s’mores eclair. 

    Sementara itu, krim isiannya terdiri dari vanilla, green tea, cappuccino, banana, chocolate dan lainnya. Cream puff yang renyah itu diisi dengan krim yang super lembut dan lezat tersebut.

    Beard Papa’s Tidak Beroperasi di Indonesia

    Di Indonesia, Beard Papa’s sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Untuk gerainya sendiri, Beard Papa’s terdapat di berbagai mal, bandara, hingga stasiun di Jakarta. Sayangnya, kini seluruh gerai cream puff ini telah tutup di seluruh Indonesia. Meski begitu, pihak Beard Papa’s juga mengatakan akan segera buka kembali.


    Demikianlah informasi seputar gerai creamy puff Beard Papa’s yang tutup di Indonesia. Lantas, bagaimana tanggapanmu tentang kabar yang tak menyenangkan ini? Yuk, berikan komentarnya di bawah ini? 

    Baca juga: Midori Coffee, Cafe Ala Jepang yang Bikin Betah Nongkrong!

  • Kreasi Kulit Lumpia Ini Cocok untuk Ide Jualan

    Kreasi Kulit Lumpia Ini Cocok untuk Ide Jualan

    Sedang mencari ide jualan tapi bingung ingin jualan apa? Kreasi kulit lumpia berikut bisa menginspirasimu, lho! Mudah didapat dengan harganya yang terjangkau, siapa yang tidak kenal bahan makanan ini?

    Kulit lumpia banyak dijumpai baik di pasar tradisional, bahkan pasar modern sekalipun. Sebenarnya, mudah sekali cara membuat kulit lumpia sendiri. Namun, orang-orang lebih memilih untuk membelinya karena lebih praktis.

    Dinamai kulit lumpia karena bahan ini adalah bahan utama untuk membuat hidangan lumpia. Namun, seiring berkembangnya zaman kreasi kulit lumpia semakin beragam.

    Tentu saja, ide kreatif ini bisa membuat kulit lumpia menjadi hidangan istimewa dan cocok dijadikan ide jualan. Penasaran? Yuk, lihat kreasi kulit lumpia apa saja yang bisa kamu coba buat di rumah!

    Baca juga: Tak Kalah Gurih, Ini 5 Bahan Pengganti Micin untuk Masakan

    Kulit lumpia kriuk pedas

    Kreasi kulit lumpia kriuk pedas adalah camilan yang patut dicoba sebagai ide jualan. Renyah dan pedas, makanan ini pasti akan diserbu para pecinta pedas. Ditambah, wanginya daun jeruk membuat rasanya semakin nikmat.

    Mudah saja untuk membuatnya di rumah. Tinggal gulung kulit lumpia satu persatu, kemudian goreng di minyak panas. Setelah ditiriskan, kocok kulit lumpia kriuk yang sudah jadi bersama dengan bubuk cabe, penyedap, dan daun jeruk kering di dalam satu wadah.

    Mudah, bukan? Hanya dengan 4 bahan, kulit lumpia kriuk pedas pasti diserbu banyak orang!

    Aci ngambay

    Aci ngambay atau cibay adalah makanan khas Jawa Barat yang tengah populer belakangan ini. Mempunyai bentuk seperti lumpia, namun isian cibay ini terbilang sangatlah unik. Jika dibelah, isian cirambay akan meleleh dan merambay-rambay.

    Tidak sulit dibuat, isian cibay terbuat dari tepung kanji, daun bawang, dan bawang putih. Bahan-bahan tersebut dilarutkan menggunakan air panas, sehingga menjadi adonan aci yang transparan.

    Adonan tersebut diletakkan di atas kulit lumpia yang kemudian dilipat dengan rapi lalu digoreng. Setelah kuning kecoklatan, angkat cirambay dan tiriskan. Cirambay siap dijual!

    Keju aroma

    Ilustrasi keju aroma

    Kreasi kulit lumpia untuk ide jualan yang satu ini sangat mudah dibuat. Hanya dengan dua bahan, keju aroma sudah siap disajikan dan dijual. Siapapun bisa membuat keju aroma karena caranya tidaklah sulit.

    Siapkan kulit lumpia dan keju yang dipotong memanjang. Tinggal gulung kulit lumpia berisi keju potong, kemudian goreng di minyak panas. Setelah kuning kecoklatan, angkat keju aroma dan tiriskan.

    Kamu bebas memakai keju jenis apapun. Tinggal sesuaikan saja dengan besarnya modal dan nilai jual. Sudah pasti kreasi kulit lumpia yang satu ini raup cuan besar!


    Demikianlah kreasi kulit lumpia yang bisa dijadikan referensi untuk ide jualan. Kamu bisa pilih salah satu atau semuanya karena proses pembuatannya mudah. Apalagi, bahan-bahan yang digunakan sering dijumpai dan harganya juga terjangkau, lho!

    Baca juga: Catat! 6 Manfaat Susu Kedelai Bagi Kesehatan

  • Mie Instan Terenak di Dunia, Indomie Masuk Jajarannya!

    Mie Instan Terenak di Dunia, Indomie Masuk Jajarannya!

    Siapa di sini yang menyukai mie instan? Mungkin buat kalian para anak kos, mie instan merupakan alternatif makan enak pas tanggal tua. Bukan hanya karena harganya yang murah, tetapi pilihan rasa mie instan juga sangat bervariasi.

    Selain di Indonesia, berbagai negara di seluruh dunia memiliki mie instan dengan varian rasa yang disesuaikan lidah mereka. Di Indonesia sendiri, ada Indomie dengan banyaknya varian rasa yang terinspirasi dari makanan daerah, seperti Soto Lamongan, Dendeng Balado, dan Ayam Geprek. Sementara di Korea, mie instan yang disebut ramyoen juga memiliki banyak varian rasa.

    Beberapa waktu lalu, New York Magazine membagikan list mie instan terbaik di dunia berdasarkan para ahli kuliner profesional dunia, lho! Penasaran apakah Indomie termasuk dalam daftar tersebut? Simak daftarnya di bawah ini!

    Baca juga: Tips Makan Mie Instan Agar Tetap Defisit Kalori

    Mie Instan MyKuali Penang White Curry

    Mie instan ini disebut kaya akan rasa seafood, sedikit manis, dan juga ada rasa santan. Krimer kari di dalam mie instan ini sangat otentik. Apalagi, tekstur mie-nya juga sangat cocok dengan kuah yang memiliki cita rasa khas Malaysia.

    Sapporo Ichiban Tokyo Chicken Momosan Ramen

    The Ramen Review — Sapporo Ichiban Momosan Tokyo Chicken Ramen | by Neal  West | Medium

    Mie Sapporo Ichiban Tokyo Chicken Momosan Ramen

    Selanjutnya, ada mie instan Sapporo Ichiban Tokyo Chicken Momosan Ramen. Kuah kaldu mie ini sangat cocok dipadukan dengan babi panggang maupun sapi panggang. Mie ini juga dapat dikreasikan dengan berbagai macam bahan lainnya.

    Maggi Masala 2-Minute Noodles

    Maggi masala memiliki dominan rasa pedas dan asin, sesuai dengan selera orang India. Mie ini juga akan tetap enak disantap dengan atau tanpa kuah. Untuk menambah rasanya, biasanya ditambahkan dengan lada, kecap asin, dan tumisan bawang ke dalam mie.

    Mama Instant Noodle Shrimp Creamy Tom Yum

    Selanjutnya, ada Mama Instant Noodle Shrimp Creamy Tom Yum yang berasal dari Thailand. Hampir serupa dengan white curry, creamy tom yum ini memiliki rasa pedas gurih dengan perpaduan rasa seafood yang khas.

    Nissin Instant Ramen Noodles

    Mi Instan Terenak di Dunia Versi New York Magazine

    Ramen Noodles with Soup Base, Black-Garlic Oil, Tonkotsu Pork

    Kemudian, ada pula mie instan Nissin Ramen Noodles varian Black Garlic Oil Tonkotsu Artificial Pork Flavor. Ramen non-halal ini memiliki cita rasa yang unik karena kandungan minyak bawang hitam didalamnya.

    Indomie Mie Goreng Instan

    Selanjutnya, ada Indomie Mie Goreng Instant Stir Fry Original khas Indonesia yang masuk ke dalam jajaran mie instan terenak di dunia. Menariknya, Indomie varian original memiliki rasa gurih dari bawang goreng serta minyak bawangnya.

    Indomie Mie Goreng BBQ Chicken

    Bukan hanya varian original, Indomie BBQ Chicken dinyatakan memiliki rasa yang sangat berbumbu. Sebab, mie instan yang satu ini memiliki banyak bumbu pelengkap dalam kemasannya.

    Nongshim Chapagetti Chajang

    Jual Nongshim Chapagetti Chajangmyun Original 140gr - Jakarta Selatan -  i-Martkoreanfoods | Tokopedia

    Tampilan Nongshin Chapaghetti

    Mie instan terenak selanjutnya adalah Nongshim Chapagetti Chajang. Berbeda dari rekomendasi sebelumnya, mie instan Chapagetti memiliki rasa gurih dan manis seperti rasa jajangmyeon.

    Nongshim Shin Ramyun

    Lalu, mie instan terenak di dunia urutan ke-9 adalah Nongshim Shin Ramyun. Rasa mie instan ini merupakan gambaran rasa ramyeon tradisional Korea yang rasanya umami.

    Tseng Scallion with Sichuan Pepper

    Mie terenak di dunia urutan ke-10, yaitu Mi Tseng Scallion With Sichuan Pepper. Makanan instan ini menjadi favorit karena rasanya yang lezat langsung dari kemasannya. Kamu bisa menikmati mie ini secara kering dan tanpa sup. Jadi, sudah dikemas dengan rasa dan bumbu yang cukup lezat.


    Itulah daftar mie instan terenak di dunia. Tak heran jika Indomie masuk ke dalam jajaran mie terenak dunia, karena memang rasanya sangat enak dan nagih!

    Baca juga: Mie Nyemek, Opsi Makanan saat Musim Hujan

  • 3 Kudapan Legendaris Warisan Belanda yang Tetap Populer

    3 Kudapan Legendaris Warisan Belanda yang Tetap Populer

    Sempat menjajah selama lebih dari 350 tahun, Belanda ternyata memberikan pengaruh terhadap pengaruh budaya kuliner Indonesia. Salah satunya hidangan semur daging yang masih populer. Olahan daging sapi khas Belanda ini biasa dikenal dengan nama Smoor.

    Tak hanya makanan beratnya, tetapi hidangan penutup khas Belanda juga masih dinikmati oleh para pecinta kuliner di Indonesia. Seperti beragam kue Belanda, warisan kuliner yang hingga kini masih populer. Mulai dari kue Spekkoek, Kaastengels hingga Klapertart.

    Baca juga: Bir Pletok, Minuman Bir Tradisional Betawi Tanpa Alkohol

    Kue Spekkoek peninggalan Belanda

    Spekkoek merupakan jenis kue lapis yang ditemukan pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, kue yang dijuluki sebagai kue seribu lapis ini dibuat oleh para istri pengurus Belanda. Kudapan manis ini terinspirasi dari kue lapis Eropa.

    Mereka meracik kue tersebut dengan rempah-rempah asli Indonesia. Beberapa rempah yang digunakan antara lain adalah kapulaga, kayu manis, cengkeh, bunga pala, dan adas manis. Dengan rempah-rempah ini, tak heran bila cita rasa spekkoek pas di lidah orang Indonesia.

    Untuk membuat kudapan ini, sebenarnya memerlukan kesabaran dan ketelitian dalam membuat kue yang terdiri dari banyak lapisan tersebut. Kudapan manis ini biasanya disajikan sebagai jamuan sore sambil menikmati secangkir teh.

    Kue kering Kaastengels

    Ilustrasi kue kaastengels

    Kue kering rasa keju ini sering kali disajikan saat hari Lebaran. Nama kaastengels ini sendiri berasal dari bahasa Belanda. Kata ‘Kaas’ merupakan bahasa Belanda yang berarti keju, sementara ‘Stengels’ artinya batang. Oleh karena itu, kaastengels memiliki arti batang keju.

    Ciri khas dari kue kering ini terletak pada bentuknya yang persegi panjang. Umumnya, ukuran panjang ini sebesar 3-4 cm dengan lebar 1 cm. Selain itu, kue kering ini terbuat dari keju tua seperti gouda dan edam. Jadi, aroma dan rasa gurih yang dihasilkan pun lebih kuat.

    Tak seperti di Belanda, kaastengels di Indonesia dibuat dengan beberapa bahan keju yang lebih terjangkau. Hal ini membuat adanya perbedaan rasa antara kaastengels Belanda dengan versi Indonesia. Meski begitu, kedua kue kering ini sama-sama lezat.

    Klapertart warisan Belanda

    Ilustrasi klapertart

    Selain spekkoek dan kaastengels, klapertart juga merupakan salah satu kudapan legendaris warisan Belanda. Diambil dari bahasa Belanda, kata ‘klaper’ artinya kelapa dan ‘taart’ berarti kue. Jadi, klapertart memiliki arti kue kelapa.

    Awalnya, kue kelapa ini ditemukan oleh seorang perempuan Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Perempuan tersebut menyadari bahwa di Indonesia memiliki banyak perkebunan kelapa.

    Kemudian, perempuan ini bereksperimen untuk mencampurkan kelapa muda ke dalam resep tart atau pie. Selain kelapa muda, adonannya juga ditambahkan tepung terigu, susu, vanili, mentega, garam, dan gula. Dilengkapi topping kismis, almond, dan bubuk kayu manis, klapertart memiliki cita rasa yang manis dengan tekstur creamy.


    Demikianlah 3 kudapan legendaris warisan Belanda yang masih populer hingga saat ini. Dari ketiga kue di atas, mana yang pernah atau sering kamu cicipi? Yuk, berikan komentarnya di bawah ini!

    Baca juga: Awalnya Kue Odading Tidak Memiliki Nama, Lho!

  • Sejarah Tauge Goreng, Kuliner Khas Bogor yang Unik

    Sejarah Tauge Goreng, Kuliner Khas Bogor yang Unik

    Halo Sobat Kuliner! Pernah dengar  kuliner khas Bogor yang bernama Tauge Goreng? Tidak hanya ada di Bogor, kuliner ini dapat ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta yang dijual oleh pedagang kaki lima. Walaupun namanya tauge goreng, makanan ini sama sekali tidak dibuat dengan cara digoreng, lho!

    Ternyata, sejarah bagaimana terciptanya kuliner satu ini sangatlah menarik. Penasaran bukan dengan sejarah dari tauge goreng? Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini!

    Baca juga: Tak Kalah Gurih, Ini 5 Bahan Pengganti Micin untuk Masakan

    Sejarah tauge goreng

    Ilustrasi tauge goreng
    Ilustrasi tauge goreng

    Tauge goreng adalah makanan khas Bogor yang dibuat oleh pedagang China untuk menggantikan Spageti yang biasa dimakan orang Eropa di Indonesia. Selain rasanya yang mirip, tauge goreng sama-sama mempunyai rasa asam gurih seperti spageti. Pasta diganti dengan mie dengan tambahan tauge.

    Sejarah tauge goreng memang ada kaitannya dengan makanan khas Italia tersebut. Singkat cerita, tauge goreng sengaja dibuat oleh pedagang China untuk menandingi spageti yang dibawa penjajah Eropa di Indonesia. 

    Menurut pengamat sejarah China di Bogor, Mardi Liem, saudagar China sering berinteraksi dengan orang Eropa di bumi Sunda (Banten dan sekitarnya) pada abad 15. 

    “Saya menduga itu (tauge goreng) lahir dari pola pergaulan Tionghoa dengan Eropa. Di Eropa itu kan punya spageti dengan pasta tomatnya yang luar biasa masam. Menu tersebut dibawa ke Indonesia, seiring perniagaan Tionghoa,” dikutip dari Kompas.

    Rasa asam tomat dari spageti kurang cocok di lidah para pedagang China dan masyarakat Indonesia. Apalagi, saat itu sulit mendapatkan daging sapi yang mayoritas dimiliki oleh penjajah Eropa. 

    Akhirnya, orang China mengubah bahan makanan sesuai dengan cita rasa mereka. Pasta diganti dengan tauge, daging diganti tahu serta oncom. Dan rasa asam merupakan hasil fermentasi kedelai tauco. 

    Makanan akulturasi budaya China, Eropa dan Indonesia 

    Tauge sudah menjadi bahan makanan andalan pelaut China. Tumbuhan hasil biji kecambah tersebut jadi obat kuat para pelaut dalam kondisi sulit mendapatkan bahan makanan. Tauge pun dikenal sebagai penyelamat pelaut China dari kematian.

    Bahan kondimen tauge goreng lainnya seperti oncom berasal dari wilayah Jawa Barat. Pribumi banyak menggunakan bahan oncom hasil fermentasi pembuatan tempe atau tahu. Bahan sisa tempe atau tahu dimanfaatkan kembali menjadi oncom. 

    Pedagang China lama tinggal di bumi Sunda hingga terjadi akulturasi budaya dengan masyarakat lokal. Mereka banyak membuka kedai makan yang diasisteni oleh pribumi. Sekarang, tauge goreng menyebar ke seluruh daerah Jawa Barat dan Jabodetabek.


    Itulah sejarah tauge goreng! Ternyata, tauge goreng juga memiliki sejarah yang menarik di balik rasanya yang nikmat dan nama yang unik. Kuliner ini juga menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat luas dan toleransi yang tinggi dari beraneka ragam ras dan suku yang ada.

    Baca juga: Bubur Merah Putih, Hidangan Khas Jawa yang Penuh Makna

  • Kue Tradisional Betawi yang Masih Eksis Sampai Hari Ini

    Kue Tradisional Betawi yang Masih Eksis Sampai Hari Ini

    Selain memiliki banyak makanan khas, masyarakat Betawi juga memiliki beragam kue tradisional yang populer. Kue-kue legendaris ini bahkan masih sering dijumpai hingga saat ini. Walaupun proses pembuatan masih menggunakan metode konvensional, cita rasanya tak kalah lezat dengan kue-kue kekinian masa kini.

    Nah, apa saja kue tradisional Betawi yang saat ini tetap eksis? Jika sudah penasaran, langsung saja cek daftar rekomendasinya berikut ini!

    Baca juga: 3 Rekomendasi Sop Buntut Legendaris di Kota Jakarta

    Kembang goyang Betawi

    Ilustrasi kembang goyang Betawi
    Ilustrasi kembang goyang Betawi

    Saat hari lebaran tiba, sudah pasti kembang goyang Betawi tidak pernah absen di toples kue nenekmu. Kue legendaris ini terbuat dari adonan tepung beras dan santan. Dinamakan kembang goyang karena memiliki cara pembuatan yang cukup unik. 

    Cetakan yang digunakan terbuat dari besi yang berbentuk kembang atau bunga. Cetakan dipanaskan terlebih dahulu di dalam minyak goreng. Jika sudah panas, cetakan dicelupkan ke dalam adonan cair lalu digoreng sambil digoyang-goyangkan agar adonan terlepas dari cetakan. 

    Umumnya, kembang goyang Betawi hanya disajikan polos tanpa pelengkap apapun. Namun, seiring perkembangan zaman saat ini banyak variasi topping dengan aneka rasa. Misalnya saja, ada varian rasa pandan yang sepertinya menarik untuk dicicipi.

    Kue dongkal Betawi

    Kue dongkal banyak dijumpai di kaki lima dan sangat digandrungi masyarakat. Sebenarnya, cita rasa kue dongkal mirip seperti kue putu, hanya saja bentuknya kerucut seperti tumpeng. Jika kue putu berwarna hijau, kue khas betawi ini warnanya putih.

    Bahan utamanya pun juga memakai tepung beras dan kelapa parut yang kemudian adonan tersebut dikukus. Dengan isian gula merah yang terdapat di setiap adonannya, rasa tradisional kue ini sangatlah kental.

    Kue rangi

    Banyak orang menyamakan kue rangi dengan ke pancong dan pukis. Padahal kue rangi adalah jenis yang berbeda. Kue tradisional Betawi ini terbuat dari kelapa parut, santan, dan tepung sagu, lalu dipanggang di atas bara arang hingga harum dan berubah kecoklatan. 

    Terakhir, kue disiram dengan saus kinca dari gula jawa yang di masak hingga sangat kental. Rasa nya gurih, garing, dan manis khas toping saus kinca. Dijamin enak!

    Kue cucur

    Kue ini terbuat dari tepung beras, tepung terigu dan gula merah. Adonan didiamkan terlbih dahulu selama minimal satu jam hingga tekstur nya mengental dan berserat. Selanjutnya, digoreng sambil disiram-siram dengan minyak hingga matang. Jajanan ini akan sangat nikmat dinikmati selagi hangat.

    Kue pepe

    Kue pepe memiliki tampilan yang mirip dengan kue lapis. Bedanya, kue pepe terbuat dari adonan tepung sagu, santan, dan gula. Adonan ini dibagi menjadi beberapa warna, lalu dikukus selapis demi selapis agar menghasilkan warna belang.

    Rasanya yang manis gurih dengan tekstur lembut dan kenyal. Kue pepe banyak digunakan untuk sajian pada acara-acara tradisional betawi, serta kue pengantar lamaran dan pernikahan.


    Banyak makanan yang mudah ditemukan di Jakarta dan sekitarnya, kue tradisional khas Betawi justru sudah mulai sulit ditemukan. Hal ini mungkin karena kepopulerannya mulai terkikis oleh budaya asing masa kini. 

    Baca juga: 5 Makanan Indonesia Yang Paling Digemari Turis!

  • Blue Cheese Viral di TikTok? Intip Fakta Menariknya Berikut!

    Blue Cheese Viral di TikTok? Intip Fakta Menariknya Berikut!

    Setelah ramainya tantangan natto, kini giliran blue cheese yang viral di TikTok. Banyak yang mengunggah video untuk menantang diri sendiri makan keju biru ini. Memiliki rasa dan aroma yang unik, pantas saja tagar #BlueCheeseChallenge bertebaran di FYP.

    Tidak hanya itu, wujud dari jenis keju yang satu ini juga buruk rupa. Pasti tak sedikit orang mengira keju ini sudah busuk karena tampak berjamur. Padahal, rupa blue cheese memang umumnya seperti itu. Serabut berwarna biru kehijauan di permukaan memanglah jamur.

    Namun, siapa sangka ternyata blue cheese adalah keju mewah yang harganya menjulang? Ingin tahu fakta menarik lainnya? Simak pembahasannya berikut ini, yuk!

    Baca juga: Sambal Bakar TikToker Iben Ma Viral Sampai Antre Panjang!

    Asal usul blue cheese

    Blue cheese ternyata berasal dari negeri jauh, yaitu Prancis. Keju mahal ini juga populer di berbagai negara Eropa. Biasanya, hidangan yang memakai blue cheese kerap ditemui di restoran bintang lima.

    Nama blue cheese ini juga diberikan karena terdapatnya jamur berwarna biru kehijauan. Jamur ini memang muncul secara alami karena proses pembuatannya. Umumnya, keju ini terbuat dari susu domba yang dicampur dengan bakteri bernama Penicillium roqueforti.

    Memang kemunculan jamur bermotif marble ini membuat blue cheese terlihat meragukan untuk dikonsumsi. Padahal, nutrisi yang terkandung dalam keju ini sangatlah kaya. Mulai dari A sampai D, kalium, natrium, zinc, fosfor, selenium, dan riboflavin, semuanya ada di dalamnya.

    Jenis-jenis blue cheese

    Ternyata, blue cheese mempunyai banyak jenis yang terbagi berdasarkan bahan bakunya. Ditambah, lokasi pembuatannya pun merupakan salah faktor pembedanya. Berikut adalah 4 jenis blue cheese.

    Roquefort

    Jika tadi telah disebutkan kalau blue cheese terbuat dari susu domba, itu berarti keju biru ini termasuk ke dalam jenis roquefort. Sebagai bahan baku, susu domba dibiarkan di tebing kapur hingga mengalami proses menua (aging).

    Blue cheese jenis roquefort adalah jenis tertua yang mewakili betapa lezatnya keju berjamur ini. Selain creamy dan aromatik, keju asal Prancis ini mempunyai cita rasa tajam dan manis.

    Gorgonzola

    Bukan dari susu domba, gorgonzola diproduksi dari susu sapi yang sedang merumput di padang rumput Lombardy dan Piedmont. Keju asal Italia ini mempunyai tekstur yang lembut jika umurnya masih muda. Sementara itu, versi yang sudah berumur teksturnya sedikit keras dan cita rasanya lebih kuat.

    Blue Stilton

    Jenis blue stilton juga sama-sama terbuat dari susu sapi, namun yang satu ini berasal dari dataran tengah Inggris. Tekstur yang keju biru jenis ini cenderung lembab dan rapuh. Selain asin, cita rasanya pun kuat dan juga pedas.

    Danablu

    Diproduksi di pulau Funen, Denmark, jenis ini juga diproduksi dari susu sapi. Mempunyai tekstur yang lembut, Danablu ternyata memiliki cita rasa yang mirip roquefort. Hanya saja, keju biru ini rasanya lebih ringan.

    Cara penyajian blue cheese

    Ilustrasi Blue Cheese yang viral di TikTok
    Ilustrasi blue cheese

    Sebenarnya, banyak sekali kreasi masakan yang menggunakan blue cheese sebagai bintang utamanya. Misalnya saja, keju ini sering diolah menjadi dressing salad atau saus pasta.

    Akan tetapi, sejatinya keju ini disajikan bersama wine sebagai camilan pendamping. Biskuit dan buah anggur juga turut serta menemani blue cheese di piring saji.


    Begitulah pembahasan tentang blue cheese yang viral mulai dari asal usul hingga cara penyajiannya. Keunikan keju ini memanglah faktor yang membuatnya menjadi populer di TikTok. Bagaimana? Berani coba keju berjamur ini?

    Baca juga: Resep Cirambay, Camilan Olahan Aci yang Viral di Tiktok

  • 3 Rekomendasi Sop Buntut Legendaris di Kota Jakarta

    3 Rekomendasi Sop Buntut Legendaris di Kota Jakarta

    Sop buntut merupakan rekomendasi hidangan sup spesial yang paling diminati masyarakat Indonesia. Olahan buntut atau ekor sapi ini memang menjadi andalan di banyak rumah makan dan restoran.

    Daging bagian ekor yang lembut dan kuah kaldu sup yang gurih, itulah alasan mengapa hidangan sop buntut ini banyak digemari. Bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi banyak pula wisatawan mancanegara yang menyukai sup olahan buntut sapi ini.

    Di Jakarta sendiri, banyak restoran atau rumah makan yang menyajikan menu sop buntut. Kira-kira, restoran mana saja yang menawarkan sop buntut dengan rasa lezat? Penasaran? Yuk, simak rekomendasinya berikut ini!

    Baca juga: 4 Kafe Bernuansa Alam di Jakarta, Cocok Buat Nongkrong!

    Kedai Sop Buntut Ibu Samino, Jakarta Selatan

    Sop Buntut Ibu Samino merupakan salah satu rekomendasi kedai yang terkenal di kalangan pecinta sop buntut. Kedai Ibu Samino ini sudah menyajikan hidangan sop buntut sejak tahun 1973 hingga sekarang.

    Dengan menggunakan daging sapi berkualitas, olahan sop buntut di kedai ini memiliki beragam pilihan menu yang menggoyang lidah. Mulai dari sop buntut rebus, buntut goreng, buntut bakar, buntut balado, dan buntut saus tiram. 

    Selain itu, rasa kuah dari hidangan sop buntut tersebut juga sangat gurih dan segar. Ditambah, perasan jeruk nipis juga akan membuat makanan ini semakin nikmat untuk disantap. 

    Bagi yang tertarik untuk mencicipi seporsi sop buntut di sini, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp55.000. Lokasi kedainya berada di Jl. Tentara Pelajar No.22, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Kedai Sate Khas Senayan

    Beberapa dari kamu pasti nggak asing dengan restoran Sate Khas Senayan, bukan? Berbeda dari tempat makan sebelumnya, Sate Khas Senayan ini memiliki banyak cabang sepert di SCBD, Menteng, hingga kawasan Tangerang Selatan.

    Restoran yang menyajikan beragam menu Nusantara tersebut telah berdiri sejak tahun 1974. Sop buntut menjadi salah satu menu andalan di restoran ini. Bahkan, menu tersebut masuk ke dalam sajian sop buntut terenak di Jakarta.

    Daging buntut sapi empuk dan kuah kaldu bening yang segar membuat sop buntut sengkel di sini menjadi sangat nikmat. Adapun isian lainnya juga lengkap mulai dari wortel, seledri, telur rebus, kentang goreng, sambal, dan emping melinjo.

    Dengan bahan-bahan berkualitas, seporsi sop buntut di sini dijual sekitar Rp95.000 (belum termasuk pajak). Meski cukup mahal, namun porsi sop buntut di restoran ini cukup banyak. Penasaran? Langsung saja kunjungi restoran Sate Khas Senayan cabang terdekat!

    Sop Buntut Mangga Besar, Jakarta Barat

    Selain kedua rekomendasi sop buntut di atas, kedai yang satu ini juga menjadi salah satu kedai legendaris yang sering dikunjungi para pecinta kuliner Ibu Kota. Sesuai dengan namanya, Sop Buntut Mangga Besar menyajikan sop buntut yang rasanya sangat lezat sejak tahun 1999.

    Tak perlu diragukan lagi, daging buntut sapi di sini sangat empuk dan sedap saat dikunyah. Ditambah, kuahnya juga menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang cukup kuat. Alhasil, harum aromanya langsung tercium ketika hendak diseruput.

    Sebanding dengan rasanya, harga seporsi hidangan sop buntut nan lezat ini Rp70.000. Buat kamu yang penasaran dengan hidangan legendaris ini, langsung saja datang ke Jl. Mangga Besar 1 No.49, Taman Sari, Jakarta Barat.


    Itulah tiga rekomendasi kedai sop buntut legendaris di Kota Jakarta. Buat para pecinta kuliner, kamu wajib sekali mencicipi salah satu hidangan spesial khas Nusantara ini. Tunggu apalagi, yuk langsung saja kunjungi salah satu rekomendasi kedai sop buntut di atas!

    Baca juga: Rekomendasi 3 Sup Lezat yang Menghangatkan Tubuh!

  • Tak Kalah Gurih, Ini 5 Bahan Pengganti Micin untuk Masakan

    Tak Kalah Gurih, Ini 5 Bahan Pengganti Micin untuk Masakan

    Penggunaan micin pada masakan sangat lazim dilakukan agar hidangan terasa gurih dan menggugah selera. Tanpa micin, banyak yang beranggapan kalau masakan akan terasa kurang sedap.

    Namun, penggunaan micin yang terlalu berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Berbagai penyakit seperti asma, migrain, hingga kerusakan ginjal bisa terjadi, jika terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) ini.

    Meski aman digunakan ketika takarannya masih dalam batas wajar, namun alangkah lebih baiknya kamu mengurangi atau bahkan menghindari pemakaiannya. Tenang saja, berikut ini adalah bahan pengganti micin yang membuat masakan tetap gurih!

    Baca juga: 7 Jenis Sambal yang Wajib Penyuka Pedas Coba!

    Menggunakan gula dan garam untuk bahan pengganti micin

    Perpaduan gula dan garam adalah bahan pengganti micin yang tidak banyak orang sadari. Harganya yang terjangkau dan mudah didapat membuat gula dan garam ini menjadi bahan pengganti micin nomor satu yang wajib dipakai untuk masakan.

    Cukup tambahkan garam ke masakanmu sesuai selera. Kemudian, tambahkan pula sedikit gula untuk menyeimbangkan rasa masakanmu. Dengan begitu, rasa gurih alami akan tercipta tanpa perlu menambahkan MSG atau micin sedikit pun.

    Kaldu sapi

    Ilustrasi membuat kaldu sapi

    Bahan pengganti micin selanjutnya adalah kaldu sapi. Jangan pakai kaldu sapi bubuk yang dijual di pasaran, sebab ada kandungan micin di dalamnya.

    Kaldu sapi yang dimaksud adalah kaldu sapi asli yang berasal dari air rebusan daging dan tulang. Dengan memasaknya perlahan, kaldu akan keluar dengan sendirinya dan menghasilkan kaldu sapi murni.

    Kaldu sapi inilah yang menciptakan rasa gurih dari hidangan sup, kuah bakso, soto, dan masakan berkuah lainnya yang memakai daging sapi. Dengan begitu, masakanmu juga akan tetap terasa sedap walaupun tanpa bantuan micin.

    Tomat sebagai bahan pengganti micin

    Siapa sangka tomat juga bisa jadi bahan pengganti micin yang membuat masakanmu nikmat, tanpa bahan penyedap buatan. Tomat menghasilkan cita rasa khas yang umami sehingga makanan terasa lezat.

    Dengan rasanya yang asam dan manis, tomat juga menghasilkan glutamat sehingga terciptalah rasa gurih alami. Jadi, jangan ragu untuk tambahkan tomat ke dalam masakanmu. Dijamin, orang-orang di rumah akan ketagihan dengan rasanya!

    Jamur

    Ilustrasi jamur shitake

    Sobat vegan pasti tahu kalau bahan yang satu ini sudah populer dijadikan sebagai bahan pengganti daging. Tidak kalah gurih, jamur juga mempunyai rasa umami tersendiri yang akan membuat masakanmu nikmat tiada tara.

    Biasanya, jamur shitake adalah jenis jamur yang sering dipakai untuk berbagai masakan, terutama hidangan berkuah. Rasa dari kaldu yang dihasilkan jamur sangat diandalkan, ketika membuat hidangan sup dan juga kuah ramen.

    Jamur juga bisa ikut dimasak untuk berbagai macam tumisan seperti capcay, sapo tahu, dan hidangan tumis lainnya. Cobalah untuk mengganti micin dengan jamur agar masakanmu lebih sehat dan tetap gurih tentunya.

    Bawang putih

    Bahan pengganti micin selanjutnya adalah bawang putih. Dengan menambahkan bawang putih, masakanmu akan terasa berbumbu dan gurih sehingga tidak perlu lagi kamu menambahkan micin.

    Dengan mengandalkan rasa manis dan kuatnya aroma dari bawang putih, kamu tidak perlu lagi menggunakan micin untuk menambahkan rasa gurih. Cukup gunakan bawang putih sesuai selera, percayalah makananmu akan terasa nikmat!


    Itulah 5 bahan pengganti micin untuk masakan agar tetap gurih. Saatnya untuk mengganti micin untuk masakanmu. Cobalah bahan-bahan di atas agar makanan tetap nikmat dan juga sehat!

    Baca juga: Asinan Betawi, Kuliner Legendaris Khas Jakarta

  • Kisah Lomba Makan Kerupuk yang Ada Saat 17 Agustus

    Kisah Lomba Makan Kerupuk yang Ada Saat 17 Agustus

    Perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus tak luput dari berbagai macam perlombaan. Apalagi, hari kemerdekaan belum lengkap rasanya jika tidak dimeriahkan oleh lomba makan kerupuk. Ternyata, ada kisah kelam di balik perlomba yang seru ini.

    Lomba makan kerupuk menjadi ajang untuk menentukan siapa yang bisa menghabiskan kerupuk paling cepat. Dari kalangan anak-anak hingga dewasa, semuanya pasti sangat senang menyaksikan perlombaan ini.

    Namun, pasti terbesit pertanyaan mengapa lomba makan kerupuk selalu hadir memeriahkan hari kemerdekaan 17 Agustus. Tak ada yang mengira kalau sejarah perlombaan yang satu ini sangatlah kelam. Penasaran? Simak kisah di balik lomba makan kerupuk berikut ini!

    Baca juga: Tengkleng, Makanan Khas Kota Solo yang Legendaris

    Makna di balik kerupuk

    Ilustrasi kerupuk

    Kerupuk sangat mudah ditemui di manapun sehingga menjadi salah satu makanan yang merakyat. Bahkan, kerupuk sudah dikenal sejak abad ke-10 masehi dan tertulis di dalam naskah Jawa kuno. Namun, siapa sangka makanan pelengkap ini mempunyai makna tersendiri?

    Jika mengulas kembali masa peperangan, kerupuk adalah satu-satunya lauk pauk yang bisa dikonsumsi kaum strata bawah. Kerupuk sendiri terbuat dari tepung singkong yang harganya paling terjangkau pada masa itu.

    Selama Indonesia dilanda krisis ekonomi, tepung singkong ini diolah, dicetak, dijemur, dan kemudian digoreng sehingga menjadi kerupuk. Inilah lauk pauk andalan kaum strata bawah saat Indonesia masih dilanda peperangan.

    Kisah lomba makan kerupuk

    Berbagai macam perlombaan pertama kali muncul pada tahun 1950-an pada saat HUT RI. Perlombaan ini diadakan dengan tujuan sebagai penghibur masyarakat Indonesia seusai perang.

    Walaupun perang sudah usai, namun situasi masih belum kondusif. Bangsa Indonesia masih tetap harus angkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Inilah yang membuat masyarakat Indonesia tidak punya waktu untuk merayakan hari kemerdekan. Hingga pada akhirnya saat kondisi politik Indonesia mulai membaik, perlombaan mulai diselenggarakan sebagai perwujudan rasa syukur kepada sang pencipta.

    Lomba makan kerupuk adalah salah satunya. Kerupuk yang dijadikan pemeran utama saat lomba tersebut menjadi simbolisasi betapa besarnya perjuangan bangsa Indonesia pada masa peperangan.


    Demikianlah kisah lomba makan kerupuk yang selalu ada saat perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus.Tak disangka, ternyata ada kisah mengharukan di balik perlombaan seru ini. Sudah pernah ikut lomba makan kerupuk juga? Yuk, ceritakan pengalamanmu di kolom komentar!

    Baca juga: Sejarah Munculnya Cabai di Tanah Air