Category: Makanan Sehat

  • 5 Manfaat dari Bawang Putih untuk Tubuh dan Dosis Konsumsinya

    5 Manfaat dari Bawang Putih untuk Tubuh dan Dosis Konsumsinya

    Manfaat dari bawang putih cukup berperan penting pada kesehatan tubuh berkat kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Meski memiliki aroma yang menyengat, tetapi bawang putih memberikan banyak manfaat kesehatan.

    Agar manfaat bawang putih bisa diperoleh secara efektif, kamu juga harus memerhatikan aturan dan cara mengonsumsinya. Lalu, apa saja khasiat dari rutin mengonsumsi bawang putih? Untuk memahami lebih mendalam terkait manfaatnya, simak ulasan JadiLaper berikut.

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Bawang Merah Agar Awet dan Tetap Segar

    Manfaat dari Bawang Putih yang Wajib Diketahui

    Ilustrasi Manfaat dari Bawang Putih. (Sumber: Unsplash)

    Bawang putih merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki banyak kandungan nutrisi. Beberapa nutrisinya, seperti karbohidrat, kalori, kalsium, kalium, serat, lemak, gula alami, protein, mangan, selenium, hingga vitamin C.

    Tak hanya itu, manfaat mengonsumsi bawang putih juga didapatkan dari beberapa kandungan senyawa sulfur aktif, seperti s-allyl cysteine dan diallyl disulfide. Adapun beberapa khasiat bawang putih bagi kesehatan tubuh, antara lain:

    Mencegah Pilek, Batuk, dan Peradangan

    Salah satu khasiat dari mengonsumsi bawang putih adalah sebagai obat alami untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bahkan, bawang putih dipercaya mampu meringankan gejala COVID-19.

    Kandungan allicin yang ada pada bawang putih diketahui efektif membunuh bakteri penyebab penyakit, seperti pilek, radang tenggorokan, serta batuk. Selain itu, bawang putih juga mengandung diallyl sulfide yang bisa membantu melawan bakteri dalam tubuh.

    Bantu Cegah Penyakit Jantung

    Konsumsi bawang putih ternyata dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol dan tekanan darah sehingga akan meminimalkan risiko terkena penyakit jantung. Terkendalinya kadar kolesterol tersebut tentu bisa mencegah penumpukan lemak di dalam darah dan menyumbat pembuluh darah.

    Tekanan darah yang normal juga dapat meringankan kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Di samping itu, bawang putih memang diketahui memiliki kemampuan untuk mengencerkan darah atau mencegah penggumpalan darah akibat kolesterol di arteri dan vena menumpuk.

    Turunkan Kolesterol

    Manfaat bawang putih bisa diperoleh berkat kandungan zat allicin di dalamnya yang akan menghambat pembentukan kolesterol jahat atau LDL. Dengan mengonsumsi sekitar 1 hingga 2 siung bawang putih setiap hari secara berturut-turut selama satu bulan, diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol.

    Tak hanya itu, makan bawang putih mentah juga baik untuk menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai khasiat bawang putih satu ini.

    Manfaat dari Bawang Putih Bisa Tingkatkan Kesehatan Tulang

    Bawang putih memiliki khasiat lain yang tak kalah penting, yaitu meminimalkan pengeroposan tulang. Hal ini dikarenakan, bawang putih bisa meningkatkan kadar estrogen pada wanita sehingga terhindar dari gangguan tulang.

    Manfaat satu ini bisa dirasakan jika mengonsumsi bawang putih mentah secara rutin. Untuk itu, bawang putih mentah dapat dikonsumsi penderita osteoporosis sebab memberikan efek baik bagi tulang dalam tubuh.

    Cegah Gangguan Otak

    Tak hanya menjaga kadar kolesterol, khasiat bawang putih juga bisa membantu mencegah gangguan fungsi otak, seperti Alzheimer dan demensia. Kedua penyakit ini disebabkan oleh stres oksidatif karena radikal bebas.

    Tak hanya itu, bawang putih juga memiliki efek berkelanjutan di mana akan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi. Dengan rutin mengonsumsi bawang putih mentah, maka dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia.


    Itu dia beberapa manfaat dari bawang putih bagi kesehatan tubuh yang perlu diketahui. Apabila ingin tahu khasiat lain dari berbagai makanan yang biasa dikonsumsi, cek artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Simak, Berikut 7 Khasiat Petai Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

  • Simak, Berikut 7 Khasiat Petai Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

    Simak, Berikut 7 Khasiat Petai Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

    Khasiat petai bagi kesehatan sangat beragam sehingga penting untuk dimasukkan ke dalam menu harian. Ya, sayuran petai memang kerap kali digunakan sebagai lalapan maupun pelengkap hidangan.

    Aromanya yang khas membuat petai sangat digemari, terutama jika dihidangkan bersama sambal. Lalu, apa saja manfaat dari rutin mengonsumsi petai? Apabila penasaran dengan khasiat petai, simak pembahasan lengkapnya bersama JadiLaper berikut!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Bawang Merah Agar Awet dan Tetap Segar

    Khasiat Petai Bagi Kesehatan Beserta Kandungan Nutrisinya

    Ilustrasi Khasiat Petai Bagi Kesehatan. (Sumber: Freepik)

    Dalam petai, terkandung berbagai nutrisi yang penting untuk tubuh, di antaranya protein, lemak, karbohidrat, kalori, kalsium, zat besi, fosfor, lemak, potasium, magnesium, dan vitamin C. Sejumlah nutrisi tersebut memberikan banyak manfaat untuk tubuh, seperti berikut:

    Bantu Jaga Kesehatan Jantung

    Salah satu manfaat dari mengonsumsi petai adalah membantu menjaga kesehatan jantung. Kehadiran serat, antioksidan tinggi, elektrolit, dan mineral, seperti kalium dalam petai bisa mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil.

    Khasiat Petai Bagi Kesehatan, Bantu Menangkal Radikal Bebas

    Risiko radikal bebas dari lingkungan rentan terjadi, baik akibat aktivitas di dalam maupun luar ruangan. Untuk menangkal radikal bebas yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh, kamu bisa mengonsumsi petai secara rutin.

    Hal ini berkat kadar antioksidan yang tinggi dalam petai sehingga mampu menjaga sel-sel tubuh agar kebal terhadap penyakit berbahaya dampak dari radikal bebas. Dengan petai, berbagai penyakit bisa dihindari, termasuk kanker, katarak, penunaan dini, hingga penyakit jantung.

    Kontrol Gula Darah di Tubuh

    Petai juga bisa mengontrol gula darah karena adanya kandungan antioksidan, zat kimia beta-sitosterol, dan stigmasterol. Beberapa kandungan tersebut mampu menjaga gula darah agar tidak meningkat.

    Ketika kadar gula darah terjaga, maka dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes. Karena itu, penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi petai secara rutin dan tentunya diiringi kebiasaan membatasi asupan gula harian.

    Mampu Memperbaiki Masalah Sistem Pencernaan

    Manfaat petai selanjutnya yang perlu diketahui, yaitu bisa menjaga kesehatan sistem pencernaan, terutama organ lambung. Tak hanya itu, masalah luka lambung juga dapat diatasi dengan mengosnusmi petai secara rutin.

    Khasiat Petai Bagi Kesehatan, Bisa Kurangi Kadar Kolesterol

    Banyak yang ragu untuk mengonsumsi petai sebab takut jika kandungan kolesterolnya cukup tinggi. Padahal, petai ternyata termasuk tanaman yang hampir tidak mengandung kolesterol sama sekali.

    Selain itu, antioksidan pada petai juga cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk membantu mengurangi penyakit kolesterol dengan cepat. Penting diketahui, selama ini kolesterol jahat memang diasosiakan dengan dampak buruk pada kesehatan sehingga harus dicegah sedini mungkin.

    Cegah Anemia

    Khasiat lainnya dari mengonsumsi petai adalah dapat membantu mengatasi anemia berkat kandungan zat besi yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi dengan jumlah yang tepat, maka diyakini mampu membantu mencukupi kebutuhan zat besi untuk menciptakan sel darah merah baru.

    Kurangi Rasa Cemas dan Stres

    Tak hanya mencegah anemia, petai juga dipercaya bisa mengurangi stres dan rasa cemas yang terkadang berujung pada gejala depresi. Kandungan kalium yang tinggi dalam petai akan membantu menstabilkan detak jantung dan melancarkan pengiriman oksigen ke otak.

    Bahkan, hal ini juga didukung dengan kandungan vitamin C, zat besi, dan kalium yang membuat tubuh memiliki gizi cukup tinggi serta vitamin C yang mampu menenangkan sistem saraf. Karena itu, manfaat lain dari petai adalah mengurangi cemas berkat peran triptofan, yaitu sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin.


    Itu dia beberapa khasiat petai bagi kesehatan tubuh sehingga penting untuk diketahui, terutama bagi yang gemar mengonsumsinya. Apabila kamu ingin tahu berbagai khasiat dari jenis makanan sehat lainnya, cek selalu artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Pahami, Ini 6 Manfaat Kecombrang Bagi Kesehatan Tubuh

  • 5 Tips Menyimpan Bawang Merah Agar Awet dan Tetap Segar

    5 Tips Menyimpan Bawang Merah Agar Awet dan Tetap Segar

    Bagi orang yang hobi memasak, penting untuk mengetahui tips menyimpan bawang merah. Ya, bawang merah merupakan salah satu bumbu wajib untuk sebagian besar jenis masakan agar menambah cita rasa.

    Tak hanya sebagai bumbu masakan, bawang merah juga kerap dipakai sebagai bahan alami untuk meredakan kulit gatal akibat gigitan serangga. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menyimpan bawang merah? Agar tetap awet, simak beberapa tips menyimpannya bersama JadiLaper!

    Baca juga: 5 Manfaat Kangkung untuk Tubuh, Bisa Cegah Berbagai Penyakit!

    Tips Menyimpan Bawang Merah yang Dapat Diikuti

    Ilustrasi Tips Menyimpan Bawang Merah. (Sumber: Unsplash)

    Untuk menyimpan bawang merah, kamu bisa menaruhnya di suhu ruangan, terutama jika digunakan setiap hari. Akan tetapi, bawang merah juga dapat disimpan di lemari pendingin atau kulkas agar lebih awet dan tetap segar.

    Perlu diingat, bawang merah yang disimpan sembarangan bisa cepat membusuk dan bahkan bertunas jika tidak dirawat dengan baik. Karena itu, ada beberapa cara yang dapat diikuti agar bawang merah tetap awet saat akan digunakan, antara lain sebagai berikut:

    Simpan di Tempat Terpisah

    Cara terbaik untuk menyimpan bawang merah yang pertama adalah letakkan pada tempat atau wadah terpisah dengan bawang putih. Sebab, kedua bawang ini dapat menghasilkan gas yang berbeda sehingga mempercepat proses terjadinya pembusukan.

    Tak hanya bawang putih, hal ini juga berlaku jika kamu menyimpan bawang merah dan bawang putih bersama sayuran lainnya. Pastikan agar menaruh bahan-bahan tersebut secara terpisah agar tetap awet.

    Kupas Sebelum Disimpan

    Sebelum menyimpan bawang merah, ada baiknya untuk mengupas bagian kulit terlebih dahulu. Buang juga bagian pangkalnya dan letakkan di kulkas bersuhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah guna menghindari risiko kontaminasi bakteri.

    Namun, sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, bawang kupas harus diletakkan di wadah tertutup yang kedap udara. Jika cara penyimpanan ini diterapkan, maka akan membuat bawang kupas lebih awet dan tetap segar selama 10 hingga 14 hari.

    Potong Ujung dan Pangkal Bawang Merah

    Selain mengupas, kamu juga perlu memotong ujung dan pangkal bawang merah. Pemotongan kedua sisi bawang ini bermanfaat untuk mengurangi senyawa yang dapat membuat bahan tersebut menjadi rentan busuk.

    Di samping pembusukan, bawang merah yang dipotong bagian ujung dan pangkalnya juga bisa membantu mencegah tumbuhnya tunas. Jika bawang sudah mengeluarkan tunas, maka akan memiliki rasa yang pahit.

    Bawang Diiris atau Dicincang

    Tips untuk menyimpan bawang merah selanjutnya agar lebih awet adalah dipotong terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Bawang dapat dipotong sesuai keinginan, baik diiris atau dicincang.

    Apabila sudah, bungkus potongan-potongan tersebut ke dalam plastik kemudian diikat kencang. Metode memotong bawang merah terlebih dahulu ini akan memperpanjang umur simpan selama 3 hingga 4 minggu.

    Bekukan Bawang

    Bawang merah termasuk tanaman sejenis bawang-bawangan yang bisa disimpan di dalam freezer hingga enam bulan. Apabila ingin membekukan bawang, pastikan untuk mengupas kulitnya dan pisahkan dengan siung terlebih dahulu.

    Selanjutnya, masukkan bawang merah yang telah dikupas ke kantong kemudian tutup kembali atau menggunakan wadah kedap udara dan simpan di freezer. Untuk cara lain, kamu bisa mencincangnya dan bekukan hingga 3 bulan.

    Tambahkan pula sedikit air atau minyak, lalu bekukan dalam wadah berisi es batu. Dengan menyimpan bawang menggunakan metode ini, maka akan memudahkan kamu saat mempersiapkan bahan agar siap masak.


    Itu dia beberapa tips menyimpan bawang merah yang tepat agar bisa digunakan dalam keadaan segar. Untuk mengetahui berbagai tips dan trik lain mengenai cara menyimpan bumbu-bumbu dapur, cek selalu artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 3 Manfaat Seledri Bagi Tubuh, Bagus untuk Kesehatan Ginjal

  • Ini Dia 6 Manfaat Kurma untuk Bumil, Kamu Wajib Tahu!

    Ini Dia 6 Manfaat Kurma untuk Bumil, Kamu Wajib Tahu!

    Manfaat kurma untuk bumil cukup banyak dan dapat pula memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan. Kurma sendiri merupakan buah dengan kandungan fruktosa yang dapat terurai cepat sehingga menawarkan energi instan tanpa perlu  mengubah kadar gula darah dalam tubuh.

    Tak hanya itu, makan kurma selama kehamilan sangat baik karena mengandung obat pencahar yang dapat membantu kontraksi rahim. Lalu, apa saja manfaat dari mengonsumsi kurma? Untuk mengetahui beberapa manfaat dari kurma, simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Manfaat Sehat Terong untuk MPASI dan Cara Penyajiannya

    Deretan Manfaat Kurma untuk Bumil

    Ilustrasi Manfaat Kurma untuk Bumil. (Sumber: Unsplash)

    Kurma adalah salah satu buah yang paling manis dan aman karena berasal dari jenis gula alami. Karena itu, kurma sangat dianjurkan bagi ibu hamil karena termasuk buah kering yang akan memberikan manfaat kesehatan yang melimpah, di antaranya:

    Mampu Hindari Masalah Anemia

    Wanita hamil umumnya membutuhkan lebih banyak zat besi dibandingkan orang lain sehingga bisa dijadikan sebagai menu harian. Kurma memang diperkaya dengan zat besi yang dapat membantu mencegah anemia dengan memastikan bahwa darah memiliki jumlah hemoglobin cukup.

    Selain itu, zat besi juga akan membantu berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Jika rutin dikonsumsi, maka ibu hamil bisa mendapatkan manfaat, berupa peningkatan sistem kekebalan tubuh pada diri sendiri dan bayi.

    Bantu Cegah Cacat Lahir

    Manfaat dari kurma untuk ibu hamil lain bisa didapatkan dari kandungan folat di dalamnya. Kurma menjadi sumber folat yang mampu mencegah cacat bawaan dimana biasanya berhubungan dengan otak dan sumsum tulang belakang.

    Untuk itu, kamu bisa mengosumsi suplemen folat dan asupan makanan yang kaya akan akan folat secara rutin selama masa kehamilan. Dengan asupan folat yang cukup, maka bisa membantu cacat bawaan tidak terjadi.

    Manfaat Kurma untuk Bumil Bantu Cegah Pembekuan Darah

    Vitamin K yang ada pada buah kurma bisa membantu masalah pembekuan darah. Ya, kekurangan vitamin K sangat berbahaya sehingga pastikan asupannya mencukupi guna membantu perkembangan struktur tulang bayi.

    Apabila ibu mengonsumsi kurma selama dan setelah kehamilan, dapat dipastikan bayi memperoleh sejumlah vitamin ini melalui ASI. Rutin mengonsumsi kurma pun akan membantu mengimbangi kekurangan vitamin K dalam tubuh serta mencegah masalah kesehatan serius terjadi.

    Atasi Masalah Sembelit

    Sembelit kerap kali terjadi selama kehamilan sehingga cara tepat untuk mengatasinya adalah dengan mengonsumsi kurma. Kandungan serat yang ada pada kurma mampu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan meredakan sembelit yang terkait dengan kehamilan.

    Buah kurma juga akn membuat perut cepat kenyang, mengurangi kadar kolesterol, serta  membantu berat badan tetap sehat. Untuk itu, konsumsi kurma selama masa kehamilan sangat direkomendasikan namun tetap dengan takaran asupan yang tepat.

    Manfaat Kurma untuk Bumil Bisa Bantu Jaga Keseimbangan Garam

    Kurma mengandung kalium di mana dapat membantu menjaga keseimbangan darah, mengatur tekanan darah, dan menghindari kram otot. Perlu dipahami, kram otot sering terjadi selama kehamilan sehingga cara paling tepat untuk mencegahnya adalah memastikan tubuh memiliki kadar kalium yang cukup.

    Kekurangan dari nutrisi satu ini dapat mengakibatkan masalah serius pada ginjal. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan cukup asupan kalium dengan mengonsumsi kurma, termasuk selama masa kehamilan.

    Cegah Defisiensi Magnesium

    Manfaat kurma untuk wanita hamil lainnya adalah mencegah defisiensi magnesium. Magnesium sendiri  merupakan mineral penting yang mampu membantu pembentukan gigi dan tulang pada bayi.

    Kurma akan mencegah defisiensi magnesium selama masa kehamilan. Biasanya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi kronis, preeklamsia, disfungsi plasenta, maupun persalinan prematur.


    Itu dia beberapa manfaat kurma untuk bumil yang wajib diketahui karena dapat membantu menjaga kesehatan janin. Jika ingin memahami perawatan saat masa kehamilan lainnya, cek artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Daftar Bahan Menu MPASI, Bantu Menaikkan Berat Badan Anak!

  • Pahami, Ini 6 Manfaat Kecombrang Bagi Kesehatan Tubuh

    Pahami, Ini 6 Manfaat Kecombrang Bagi Kesehatan Tubuh

    Manfaat kecombrang bagi kesehatan terbilang cukup banyak, tetapi jarang diketahui. Ya, kecombrang sendiri termasuk tanaman yang berbentuk bunga dengan warna merah dan bisa tumbuh hingga ketinggian 5 meter.

    Tanaman satu ini merupakan jenis rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan atau dikenal juga dengan sebutan kantan. Lalu, apa saja manfaat dari kecombrang? Untuk mengetahui beberapa manfaat kecombrang, berikut ulasan JadiLaper selengkapnya!

    Baca juga: 5 Manfaat Kangkung untuk Tubuh, Bisa Cegah Berbagai Penyakit!

    Manfaat Kecombrang Bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui

    Ilustrasi Manfaat Kecombrang Bagi Kesehatan. (Sumber: Kompas.com)

    Kecombrang merupakan ramuan abadi yang bisa berkembang dengan cepat dan telah aktif diperkenalkan sebagai tanaman hias di seluruh daerah tropis. Tanaman kecombrang sendiri berpotensi tumbuh lebat terutama di habitat lembab.

    Tak hanya warnanya yang menarik dan berbentuk cantik, kecombrang ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Di dalam tumbuhan ini terdapat beberapa nutrisi yang dapat membantu menyehatkan tubuh sehingga mampu mengobati berbagai macam penyakit.

    Kandungan nutrisi dalam tanaman etlingera elatior, antara lain seng, magnesium, kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Beberapa manfaat kecombrang untuk kesehatan lainnya yang perlu diketahui, antara lain:

    Bantu Bersihkan Darah dalam Tubuh

    Manfaat kecombrang yang pertama, yaitu dapat membantu membersihkan darah. Darah yang kotor pada tubuh manusia umumnya menimbulkan masalah pada beberapa organ tubuh, termasuk munculnya jerawat pada wajah maupun tubuh.

    Dalam tumbuhan satu ini, terkandung senyawa alami yang dapat membersihkan darah dalam tubuh. Senyawa ini akan membantu darah yang mengalir tidak membawa bakteri atau virus dan kemudian berpengaruh pada kesehatan tubuh.

    Dapat Atasi Bau Badan

    Tak hanya membantu membersihkan darah, manfaat kecombrang juga mampu mengatasi bau badan. Untuk itu, jika kamu memiliki masalah bau badan, maka manfaatkan parfum dari tanaman kecombrang.

    Parfum dari tanaman kecombrang bisa diperoleh secara alami, yakni pada bagian batangnya. Batang kecombrang dapat digunakan sebagai pewangi untuk menghilangkan bau tidak sedap pada badan.

    Manfaat Kecombrang Bagi Kesehatan, Perlancar ASI

    Air susu ibu atau ASI adalah sumber makanan bagi bayi yang baru lahir. ASI yang lancar biasanya akan berpengaruh pada kesehatan bayi sehingga asupan makanan dari sang ibu harus tepat, salah satunya dengan mengonsumsi kecombrang.

    Bagian yang dapat dikonsumsi untuk membantu memperlancar aliran ASI adalah bunganya. Bunga kecombrang bisa diolah menjadi santapan yang lezat atau sebagai penyedap tambahan dalam makanan.

    Atasi Permasalahan Pada Kulit

    Berbagai permasalahan kulit, terutama yang berkaitan dengan darah bersih sebenarnya dapat diatasi dengan tanaman kecombrang. Hal ini dikarenakan tanaman kecombrang akan membersihkan darah pada tubuh sehingga otomatis masalah kulit pun menghilang.

    Manfaat Kecombrang Bagi Kesehatan, Perkuat Tulang dan Gigi

    Tanaman kecombrang mengandung mineral yang terbilang cukup tinggi sehingga baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Konsumsi kecombrang sangat dianjurkan, termasuk bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

    Bantu Cegah Dehidrasi

    Dehidrasi sangat membahayakan tubuh sehingga perlu dicegah sebelum hal tersebut terjadi. Salah satu untuk mengatasi dehidrasi adalah mengonsumsi banyak cairan atau setidaknya minum air putih sebanyak 2 liter per hari.

    Tips lain yang bisa dilakukan agar agar cairan tubuh tidak hilang, yaitu mengonsumsi bunga dari tanaman kecombrang. Hal ini dikarenakan, dalam kecombrang terkandung air dan mineral tinggi yang mampu menggantikan cairan dalam tubuh.


    Itu dia beberapa manfaat kecombrang bagi kesehatan yang bisa diperoleh jika dikonsumsi secara rutin. Apabila ingin tahu beragam informasi terkait manfaat dari makanan sehat lainnya, cek saja artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Bisa Dikonsumsi Setiap Hari, Ini 6 Manfaat Tomat Bagi Tubuh!

  • Manfaat Sehat Terong untuk MPASI dan Cara Penyajiannya

    Manfaat Sehat Terong untuk MPASI dan Cara Penyajiannya

    Jarang yang menyadari kalau terong adalah salah satu bahan makanan sehat yang bisa dibuat MPASI. Terong mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan bayi. Terong bahkan bisa dikonsumsi segera setelah si kecil diperbolehkan makanan padat, yakni ketika berusia sekitar 6 bulan. 

    Pemberian terong juga dapat membantu memperkenalkan rasa pahit dan tekstur unik bagi perasa dan pencecap anak. Apa saja manfaat dari terong sebagai MPASI? Yuk, simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: 5 Daftar Bahan Menu MPASI, Bantu Menaikkan Berat Badan Anak!

    Sederet Manfaat Terong untuk MPASI

    Ilustrasi Manfaat Terong untuk MPASI. (Sumber: Unsplash)

    Penyajian terong dalam jumlah sedang dapat bermanfaat bagi bayi dalam jangka panjang. Sebagian besar manfaat yang diperoleh umumnya berkat adanya vitamin dan senyawa bioaktif, antara lain:

    Cegah Penyakit Serius

    Terong mengandung antioksidan yang bisa melindungi bayi dari kerusakan akibat radikal bebas dan mencegah penyakit serius, mulai dari stroke hingga kanker. Tak hanya itu, terong juga diketahui mengandung antosianin yang sudah terbukti efektif melawan radikal bebas berbahaya.

    Turunkan Risiko Penyakit Jantung

    Konsumsi terong telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol dan trigliserida lipoprotein densitas rendah atau LDL. Perlu dipahami, kadar kolesterol LDL yang tinggi bertanggung jawab terhadap munculnya risiko penyakit jantung.

    Tingkat Rasa Kenyang

    Terong memiliki kadar kalori yang cukup rendah dengan tinggi serat sehingga menjadi salah satu makanan yang bisa membantu meningkatkan rasa kenyang pada bayi. Apabila bayi terus-menerus merasa lapar, maka terong menjadi pilihan paling tepat untuk ditambahkan ke dalam menu MPASI.

    Kandungan Nutrisi yang Ada Pada Terong

    Salah satu makanan pengganti ASI yang dapat diberikan kepada bayi adalah terong. Dibandingkan dengan buah dan sayuran lainnya, terong memang tidak menempati urutan teratas dalam nutrisi.

    Akan tetapi, terong mengandung jumlah rendah kalium, vitamin A, dan folat yang baik untuk kesehatan bayi. Dalam satu cangkir atau 99 gram terong rebus yang disiapkan tanpa garam kira-kira dapat memberikan nutrisi, berupa:

    • Karbohidrat dengan perbedaan sekitar 8.64 gram.
    • Energi sebesar 34.6 Kkal.
    • Magnesium sebesar 10.9 mg.
    • Sekitar 0.112 mg mangan.
    • Serat dengan total makanan sebesar 2.48 gram.
    • Kandungan seng sebesar 0.119 mg.

    Apabila bayi baru-baru ini mengalami reaksi alergi, maka segera hindari pemberian terong hingga tubuhnya menyesuaikan. Sebab, terong memang mengandung histamin tinggi, yakni bahan kimia yang dilepaskan oleh sel saat sistem kekebalan mendeteksi zat berbahaya dalam tubuh. 

    Respon histamin tersebut dapat menyerupai gejala alergi, berupa ruam, bersin, atau pilek. Meski bukanlah alergen makanan yang umum, terong akan merangsang alergi bayi jika baru-baru ini mengalami sensitif terhadap histamin.

    Bagaimana Cara Penyajian Terong untuk MPASI?

    Hindari pemberian terong mentah pada bayi dan balita, karena mengandung senyawa yang bisa mengiritasi sistem pencernaan, ya. 

    Olah terong dengan cara dipanggang, dibakar, atau ditumis sambil menambahkan sedikit minyak zaitun untuk menambah rasa. Beberapa cara yang bisa diikuti untuk menyiapkan terong sebagai makanan bayi, yakni:

    • Pertama-tama, potong dan iris terong menjadi potongan seukuran gigitan agar mudah dikunyah dan ditelan.
    • Selanjutnya, kukus terong. Mengukus merupakan cara sempurna untuk dijadikan sebagai makanan cemilan bayi.
    • Terong juga dapat diolah menjadi bubur sebelum diberikan kepada bayi.

    Sebelum diberikan, pastikan terong sudah lembut, terutama pada bayi yang masih kesulitan untuk mengunyah makanan. Makanan yang diberikan kepada bayi, terutama MPASI harus aman dan diolah dengan baik agar tak menimbulkan masalah kesehatan lebih lanjut.


    Itulah beberapa manfaat terong untuk MPASI yang perlu diketahui beserta cara penyajiannya. Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai menu-menu terbaik MPASI, cek terus artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 7 Manfaat Terong untuk Kesehatan, Enak dan Bergizi Tinggi!

  • 5 Daftar Bahan Menu MPASI, Bantu Menaikkan Berat Badan Anak!

    5 Daftar Bahan Menu MPASI, Bantu Menaikkan Berat Badan Anak!

    Sebagian besar orang tua tentu ingin menaikan berat badan anak sehingga daftar bahan menu MPASI yang sehat perlu diketahui. Ya, makanan pendamping air susu ibu atau biasa disebut MPASI berperan besar dalam membantu menaikkan berat badan anak secara sehat.

    Meningkatnya berat badan dialami oleh hampir seluruh bayi baru lahir dalam lima hingga tujuh hari pertama kehidupan. Lalu, apa saja daftar bahan-bahan terbaik untuk menu MPASI? Jika penasaran dengan menu MPASI yang bisa dicoba, berikut ulasan JadiLaper.

    Baca juga: Inilah 5 Jenis Pisang yang Baik untuk MPASI Bayi!

    Sederet Daftar Bahan Menu MPASI yang Dibutuhkan Anak

    Ilustrasi Daftar Bahan Menu MPASI. (Sumber: Unsplash)

    Kebutuhan lemak seorang anak terbilang cukup besar sehingga pemberian susu formula saja tidaklah cukup. Karena itu, ada beberapa bahan MPASI yang cocok diberikan untuk membantu menaikkan berat badan anak, antara lain sebagai berikut:

    Buah Pisang

    Bahan MPASI pertama yang dapat diberikan pada anak untuk membantu menaikkan berat badan dengan sehat adalah buah pisang. Pasalnya, buah satu ini kaya akan potasium, vitamin C, vitamin B6, dan karbohidrat.

    Tak hanya itu, pisang juga sarat akan kalori sehingga menjadi makanan yang enak untuk dimakan anak sehingga berat badan mudah bertambah. Cara membuatnya cukup mudah, yakni dengan menghancurkan pisang atau sajikan dalam bentuk smoothie.

    Ubi Jalar

    Makanan MPASI lainnya yang bisa diberikan kepada anak adalah ubi jalar dengan cara direbus kemudian dihaluskan. Ubi jalar sendiri termasuk makanan menyehatkan dan bergizi karena mengandung beberapa nutrisi, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin, B6, tembaga, fosfor, kalium, dan mangan.

    Ubi jalar juga kaya akan serat makan sehingga mampu membantu anak dalam menaikan berat badan. Cara mengonsumsi ubi jalar dapat dilakukan dengan menjadikannya bubur dan sup lezat agar mudah masuk ke dalam tubuh.

    Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan makanan kaya protein, magnesium, kalsium, zat besi, serat, serta kalium. Setelah usia 6 bulan bayi bisa diberikan kacang-kacangan yang dibuat sup karena merupakan salah satu makanan penambah berat badan paling populer.

    Selain itu, kamu juga dapat menambahkan kacang-kacangan ke dalam nasi atau sayuran. Waktu paling tepat untuk memperkenalkan bayi dengan rasa dan tekstur baru adalah sekitar usia 7 hingga 9 bulan.

    Mulailah memberi makanan setengah padat dan tebal agar bisa mulut bisa cepat menyesuaikan. Jika makanan padat belum cocok, kamu bisa menghaluskannya kemudian baru diberikan kepada anak.

    Telur, Daftar Bahan Menu MPASI

    Menu MPASI selanjutnya yang wajib diperkenalkan kepada anak adalah telur. Ya, telur sendiri merupakan makanan yang kaya akan lemak jenuh, protein, vitamin, dan mineral di mana sangat bagus untuk membantu menaikkan berat badan anak.

    Telur dapat dikonsumsi dengan cara dibuat dadar, orak-arik, ataupun direbus. Karena itu, pilihlah telur dengan kualitas yang baik dan dari peternakan bebas penyakit untuk menghindari masalah kesehatan serius lainnya.

    Buah Alpukat

    Alpukat merupakan makanan pendamping ASI yang direkomendasikan karena mengandung banyak nutrisi di dalamnya. Buah satu ini kaya akan vitamin B6, vitamin E, vitamin, C, vitamin K, folat, tembaga, serat, asam pantotenat, serta memiliki persentase lemak yang tinggi.

    Untuk itu, buah alpukat cocok dimasukkan ke dalam makanan agar mudah dicerna oleh anak. Tak hanya itu, kamu juga dapat membuat milkshake karena memiliki rasa yang lebih lezat tanpa mengurangi nilai gizi di dalamnya.


    Itu dia beberapa daftar bahan menu MPASI yang bisa dicoba diberikan kepada anak-anak. Apabila ingin coba makanan menyehatkan, pesan saja melalui aplikasi Tokobay! Pesan dan dapatkan makanan favorit kamu dengan download aplikasinya di App Store atau Play Store, ya.

    Baca juga: Resep Nasi Tim yang Penuh Gizi, Cocok untuk MPASI

  • 5 Manfaat Kangkung untuk Tubuh, Bisa Cegah Berbagai Penyakit!

    5 Manfaat Kangkung untuk Tubuh, Bisa Cegah Berbagai Penyakit!

    Manfaat kangkung untuk tubuh diketahui dapat membantu mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Ya, kangkung atau rawa kubis sendiri merupakan sayuran hijau yang kaya akan mineral dan vitamin.

    Kangkung termasuk tanaman semi aquatic yang dapat tumbuh hingga 3 meter dan bertahan hidup di daerah tropis dan subtropis. Lantas, apa saja manfaat dari kangkung yang bisa didapatkan oleh tubuh? Untuk memahami berbagai manfaat kangkung, berikut ulasan JadiLaper selengkapnya!

    Baca juga: 3 Manfaat Seledri Bagi Tubuh, Bagus untuk Kesehatan Ginjal

    Manfaat Kangkung untuk Tubuh yang Perlu Diketahui

    Ilustrasi Manfaat Kangkung untuk Tubuh. (Sumber: detikFood)

    Kangkung atau yang memiliki nama  ilmiah Ipomoea Aquatica ini sangat mudah dibudidayakan, sehingga harga di pasaran cukup murah. Sayuran hijau satu ini menjadi makanan pilihan banyak orang berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

    Berbagai kandungan nutrisi dalam kangkung, yakni vitamin A, vitamin B, vitamin C, fosfor, zat besi, serat, selenium, asam amino, dan kalsium. Untuk itu, kamu bisa mendapatkan sejumlah manfaat jika mengonsumsinya, antara lain:

    Bantu Jaga Kesehatan Kulit

    Konsumsi vitamin C tentu sangat bagus untuk menjaga kesehatan kulit, seperti mengurangi munculnya keriput, memperlambat proses penuaan, serta menghindari kekeringan kulit. Tak hanya itu, nutrisi ini juga membantu pembentukan kulit, ligamen, tendon, pembuluh darah, mempercepat proses penyembuhan dan membentuk jaringan parut.

    Bagi yang mengonsumsi kangkung secara rutin, maka bisa mencegah masalah kanker kulit. Untuk itu, perbanyaklah konsumsi sayuran hijau satu ini sebab terdapat banyak nutrisi lain yang bagus untuk kesehatan tubuh.

    Membantu Menyerap Mineral

    Perlu diketahui, sistem pencernaan manusia mampu menyerap nutrisi dari makanan, termasuk mineral agar dapat berfungsi secara efektif. Nutrisi yang berhasil diserap pada aliran darah dan sel-sel kemudian akan membantu dalam mengurangi peradangan dan pertumbuhan berbagai penyakit berbahaya.

    Selain mineral, kandungan vitamin C dan zat besi dalam kangkung dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi lain pada anak-anak dan orang dewasa. Karena itu, konsumsilah kangkung setidaknya satu kali dalam seminggu.

    Lawan Radikal Bebas dan Anti Inflamasi

    Kandungan vitamin C dalam kangkung bisa mencegah kerusakan yang dibuat oleh molekul berbahaya atau dikenal sebagai radikal bebas. Penumpukan radikal bebas dalam tubuh umumnya menyebabkan berbagai penyakit kesehatan, seperti penyakit jantung, kanker, hinga radang sendi.

    Bahkan, vitamin lain yang terkandung di dalam kangkung yakni vitamin A memiliki sifat antioksidan yang akan menghilangkan radikal bebas. Vitamin A juga mampu mengurangi alergi makanan dengan mencegah reaksi berlebihan.

    Manfaat Kangkung untuk Tubuh Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan

    Vitamin A dikenal sebagai nutrisi yang bisa meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Tak hanya itu, nutrisi tersebut juga mampu menangkal berbagai infeksi penyakit, seperti penyakit autoimun termasuk flu.

    Dengan begitu, kangkung atau biasa disebut bayam air ini terpercaya sebagai makanan yang bisa mencegah influenza. Dikatakan pula bahwa kandungan vitamin C dalam kangkung lebih tinggi dibandingkan buah-buahan lainnya.

    Bagus Dikonsumsi Wanita Hamil

    Bagi wanita hamil, sayuran invasif termasuk makanan yang bagus untuk kesehatan diri sendiri dan bayi dalam kandungannya. Pasalnya, kangkung diketahui bisa membantu mengobati diabetes selama kehamilan.

    Akan tetapi, wanita hamil harus dikonsumsi kangkung yang matang. Sebab, jika masih mentah bisa menularkan Fasciolopsis buski, yakni parasit cacing usus manusia yang bisa menyebabkan fasciolopsiasis.


    Itu dia beberapa manfaat kangkung untuk tubuh yang bisa diperoleh jika dikonsumsi dengan tepat. Jika ingin tahu berbagai manfaat dari makanan sehat lainnya, cari saja artikel terbaru di laman resmi JadiLaper ya!

    Baca juga: 6 Manfaat Kacang Polong Bagi Kesehatan Tubuh, Wajib Coba!

  • 3 Manfaat Seledri Bagi Tubuh, Bagus untuk Kesehatan Ginjal

    3 Manfaat Seledri Bagi Tubuh, Bagus untuk Kesehatan Ginjal

    Manfaat seledri bagi tubuh menjadi hal yang penting untuk diketahu. Pasalnya, bagian dari keluarga Apiaceae satu ini bisa menjadi camilan rendah kalori dan dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan.

    Antioksidan dalam seledri juga diketahui berperan dalam mencegah berbagai macam penyakit, terutama jika dikonsumsi secara rutin untuk mendapatkan khasiatnya. Lalu, apa saja manfaat daun seledri untuk kesehatan tubuh? Bagi yang ingin tahu khasiat seledri lebih lengkap, simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: 7 Khasiat Penting Daun Peppermint, Jaga Kesehatan Tubuh!

    Manfaat Seledri Bagi Tubuh yang Perlu Diketahui

    Ilustrasi Manfaat Seledri Bagi Tubuh. (Sumber: Unsplash)

    Dalam satu batang seledri berukuran 4 inci dengan berat sekitar 4 gram, diketahui menyimpan kurang lebih 0,1 gram serat. Tak hanya apigenin dan luteolin, seledri ternyata juga mengandung senyawa tanaman lain yang memiliki sifat antioksidan kuat.

    Kandungan antioksidan tersebt dapat membantu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh molekul tidak stabil atau disebut juga radikal bebas. Berkat kandungan ini, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan mengonsumsi seledri, antara lain:

    Dapat Menurunkan Tekanan Darah

    Hipertensi dan penyakit ginjal memiliki kaitan yang erat sehingga penting untuk mengontrol tekanan darah. Jika tekanan darah terlalu tinggi, maka pembuluh darah yang ada pada ginjal akan mengalami kerusakan.

    Beberapa pengobatan Tiongkok telah menggunakan ekstrak seledri untuk menurunkan tekanan darah. Perlu dipahami, seledri juga merupakan sumber serat yang baik sehingga seseorang yang rutin mengonsumsinya akan memiliki tekanan darah lebih rendah.

    Seledri mengandung fitokimia yang disebut dengan phthalates di mana akan melemaskan jaringan dinding arteri sehingga bisa meningkatkan aliran darah dan mengurangi tekanan darah. Bahkan, kandungan serat, magnesium, dan kalium dalam seledri mampu mengatur tekanan darah.

    Memaksimalkan Fungsi Ginjal

    Salah satu manfaat dari konsumsi daun seledri selanjutnya adalah memaksimalkan fungsi ginjal berkat kandungan antioksidannya. Antioksidan dalam daun seledri dikenal sebagai senyawa yang bagus untuk melindungi tubuh termasuk mencegah penyakit ginjal.

    Kandungan antioksidan dalam seledri dipercaya mampu meningkatkan kinerja ginjal. Karena itu, pastikan untuk mengonsumsinya secara rutin dengan dosis yang tepat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

    Bantu Jaga Kesehatan Organ Ginjal

    Daun seledri mengandung flavonoid diketahui mampu menjaga kesehatan, termasuk organ ginjal. Kandungan ini memang diketahui memiliki efek antihipertensi, antidiabetes, dan anti inflamasi sehingga baik untuk kesehatan.

    Tindakan renoprotektif dalam daun seledri mungkin bisa menarik penyakit, seperti glomerulonefritis, nefropati diabetik, serta insufisiensi ginjal yang diinduksi secara kimiawi. Flavonoid diketahui juga bisa membantu mencegah atau melemahkan cedera ginjal yang berhubungan dengan hipertensi arteri.

    Beberapa sayuran dengan kandungan flavonoid telah menunjukkan efek perlindungan ginjal, seperti cedera ginjal akut atau AKI atau penyakit ginjal kronis atau CKD. Untuk itu, jika ingin kesehatan ginjal tetap terjadi maka pastikan untuk mengonsumsi seledri dengan teratur setiap hari.

    Tips Tepat untuk Mengonsumsi Daun Seledri

    Seseorang dapat mengonsumsi daun seledri mentah atau dimasak terlebih dahulu. Sayuran mentah umumnya mengandung lebih banyak nutrisi baik ntuk tubuh dibandingkan yang sudah dimasak.

    Dengan begitu, mengukus seledri selama 10 menit mungkin tidak memengaruhi kandungan antioksidannya. Agar bisa menikmati seledri, kamu bisa  mencampurkan ke dalam beberapa jenis masakan.

    Beberapa masakan tersebut, seperti salad, sup, ataupun risotto. Selain itu, seledri juga cocok dipadukan dengan keju, selai kacang, atau digabungkan dengan buah sehingga menghasilkan smoothie enak yang menyehatkan.


    Itu dia beberapa manfaat seledri bagi tubuh yang bisa didapatkan, terutama jika rutin dikonsumsi. Untuk memperoleh khasiat terbaik dari daun seledri, cobalah campurkan ke dalam masakan, ya!

    Baca juga: 6 Manfaat Kacang Polong Bagi Kesehatan Tubuh, Wajib Coba!

  • Kaya Akan Nutrisi, Ini 5 Manfaat Ayam untuk Kesehatan Tubuh

    Kaya Akan Nutrisi, Ini 5 Manfaat Ayam untuk Kesehatan Tubuh

    Manfaat ayam untuk kesehatan tubuh dipengaruhi oleh berbagai kandungan di dalamnya. Salah kandungan nutrisi pada ayam yang paling tinggi dan sudah banyak diketahui oleh orang adalah protein.

    Bahkan, bagian dada ayam juga diketahui sebagai sumber protein terbaik bagi tubuh. Lalu, apa saja manfaat dari daging ayam yang wajib dipahami? Untuk mengetahui manfaat-manfaat daging ayam, simak pembahasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Inilah 4 Manfaat Sarapan untuk Kesehatan, Jangan Diabaikan!

    Manfaat Ayam untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

    Ilustrasi Manfaat Ayam untuk Kesehatan. (Sumber: Pixabay)

    Daging ayam merupakan salah satu makanan yang digemari karena rasanya enak dan mudah dioleh menjadi berbagai hidangan. Manfaat daginga ayam sendiri bisa didapatkan jika pengolahannya tepat, seperti memanggang atau membakarnya dengan mengurangi bumbu yang tak sehat.

    Untuk daging ayamnya, kamu bisa memiliki bagian dada karena sarat akan protein dan serat makanan yang baik untuk tubuh. Jika dikonsumsi secara rutin, daging ayam bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan, antara lain:

    Bantu Kesehatan Jantung

    Protein hewani bisa diperoleh dari berbagai jenis daging, salah satunya ayam. Perlu diketahui, protein daging ayam tinggi akan lemak tak jenuh sehingga memiliki manfaat untuk mengurangi risiko gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan stroke iskemik.

    Agar manfaat bisa didapatkan secara maksimal, perhatikan cara pengolahan daging ayam. Usahakan agar tidak menggoreng dengan banyak minyak karena akan meningkatkan kadar lemak jenuh pada daging ayam. 

    Tingkatkan Kekuatan Tulang

    Selanjutnya, manfaat dari rutin mengonsumi daging ayam adalah dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang. Hal ini dikarenakan, daging ayam mengandung nutrisi yang sangat penting untuk tubuh, yaitu protein.

    Protein dalam daging ayam diketahui bisa memengaruhi kepadatan tulang dan penyerapan kalsium. Untuk itu, mengonsumsi makanan dengan protein yang tinggi juga dapat meningkatkan massa tubuh tanpa perlu menambahkan lemak.

    Bisa Menurunkan Berat Badan

    Bagi kamu yang sedang menjalani program diet, maka daging ayam bisa menjadi pilihan paling tepat. Pasalnya, daging ayam termask bahan makanan sehat yang akan membantu menjaga atau menurunkan berat badan.

    Daging ayam memang mengandung rendah kalori tetapi tinggi protein, terutama bagian dada. Dengan mengonsumsi protein, maka perut menjadi lebih cepat kenyang dan dapat mengontrol asupan makanan yang masuk ke tubuh.

    Bangun Sistem Kekebalan Tubuh

    Daging ayam bisa diolah menjadi hidangan yang lezat, yaitu sup. Menu sup ayam menjadi andalan masakan rumahan karena dapat membantu meredakan batuk, pilek, dan masalah pernapasan lainnya.

    Ya, sup ayam memang memiliki efek anti-inflamasi atau antiradang yang akan mengurangi gejala infeksi saluran pernapasan ringan. Selain itu, sup ayam juga memiliki manfaat untuk menahan laju perpindahan sel darah putih ke saluran pernapasan atas.

    Manfaat Ayam untuk Kesehatan Bantu Hilangkan Stres

    Manfaat daging ayam lainnya yang perlu diketahui adalah bisa membantu menghilangkan stres. Hal ini disebabkan, dalam daging ayam terkandung vitamin B5 dan tryptophan yang efektif untuk meredakan stres.

    Tak hanya itu, asam amino tryptophan pada daging ayam berfungsi seperti obat anti depresi yang memiliki banyak khasiat. Beberapa di antaranya, seperti mampu meningkatkan kadar serotonin di otak, membantu melepaskan stres, hingga bisa meningkatkan suasana hati.

    Kandungan pada ayam tersebut bisa memberikan efek tenang dan meredakan ketegangan pada otak sehingga akan membantu menghilangkan stres. Ketika kamu merasa stres atau suasana hati sedang tidak baik, kamu dapat mengonsumsi sup ayam untuk meredakannya.


    Itu dia beberapa manfaat ayam untuk kesehatan tubuh yang penting untuk diketahui sehingga bisa mengonsumsi secara rutin. Bagi yang ingin tahu mencoba berbagai resep olahan ayam, cek saja artikel di laman JadiLaper!

    Baca juga: Manfaat Peterseli Bagi Kesehatan, Bisa Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya!