Category: Info Kuliner

  • 5 Menu Buka Puasa Sehat yang Bisa Disantap Selama Diet

    5 Menu Buka Puasa Sehat yang Bisa Disantap Selama Diet

    Menu buka puasa sehat dan simpel banyak dicari, terutama jika sedang menjalani program penurunan berat badan. Perlu diketahui, jenis makanan yang baik dikosnusmi saat berbuka puasa adalah makanan tinggi serat dan rendah lema.

    Karena itu, setelah berbuka puasa dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat memberikan keseimbangan nutrisi. Lantas, apa saja menu buka puasa yang menyehatkan tubuh? Untuk mengetahui daftar menu buka puasanya, simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Bukan Roti Biasa, Inilah 5 Manfaat Sourdough untuk Tubuh!

    Menu Buka Puasa Sehat dan Bergizi Seimbang

    Ilustrasi Menu Buka Puasa Sehat. (Sumber: Unsplash)

    Ketika berbuka puasa, kamu harus bisa memilih menu yang dikonsumsi, yakni rendah lemak, kaya akan cairan, serta mengandung gula alami. Adapun beberapa menu buka puasa yang direkomendasikan karena terkandung banyak nutrisi di dalamnya, antara lain:

    Kurma

    Kurma merupakan salah satu hidangan yang wajib ada saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Rasa manis dari kurma sangat memanjakan lidah dan nutrisi yang terkandung dapat menghilangkan rasa lapar setelah berpuasa seharian.

    Beberapa nutrisi yang ada pada kurma memang lengkap, mulai dari protein, vitamin, serat, hingga mineral. Tak hanya itu, buah kurma juga memiliki kandungan polifenol yang cukup tinggi.

    Polifenol sendiri, yaitu jenis antioksidan yang bisa membantu tubuh mencegah berbagai penyakit berbahaya, termasuk kanker. Bahkan, kandungan polifenol dalam kurma lebih tinggi dibandingkan buah lainnya.

    Menu Buka Puasa Sehat, Ikan Tuna

    Apabila ingin membuat lauk sehat dan bergizi saat berbuka puasa, maka bisa memasak ikan tuna. Pasalnya, ikan tuna mengandung berbagai nutrisi,seperti vitamin B, sumber protein tanpa lemak, serta asam lemak omega-3.

    Asam lemak sendiri memiliki beragam manfaat kesehatan, seperti mencegah penurunan kognitif, dapat menangkal depresi, mengurangi peradangan, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Karena itu, seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi ikan kaya asam lemak omega-3 sebanyak dua porsi dalam seminggu.

    Salad Sayur

    Salad sayur termasuk menu buka puasa yang menyehatkan karena mengandung segudang nutrisi penting untuk tubuh. Untuk saus salad, kamu bisa menyiapkan mayonaise dan keju parut agar terasa semakin lezat.

    Sebelum mengonsumsi sayur, pastikan untuk mencuci atau mengukusnya terlebih dahulu hingga matang, kecuali selada. Setelah itu, campurkan seluruh bahan dalam satu wadah dan taruh di dalam kulkas.

    Mashed Potato

    Kentang tumbuh atau disebut dengan mashed potato merupakan alternatif terbaik untuk mendapatkan asupan karbohidrat. Bahkan, kentang juga kaya akan serat yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan tubuh.

    Manfaat dari makanan tinggi serat satu ini, seperti mencegah penyakit jantung, Menjaga kadar gula dalam darah, serta menjaga keseimbangan kadar kolesterol. Selain mengandung banyak nutrisi, kentang diketahui mampu membuat kamu merasa kenyang lebih lama.

    Dengan begitu, kamu bisa menghindari perilaku makan berlebihan saat berbuka puasa. Jika ingin proses penurunan berat badan berjalan dengan baik, usahakan memasukan kentang ke dalam menu buka puasa.

    Menu Buka Puasa Sehat, Sup Sayur

    Sup sayur merupakan salah satu menu makanan yang menjadi sumber nutrisi, vitamin, serta serat. Tak hanya itu, sayur sup ternyata juga bisa membantu meningkatkan hidrasi pada tubuh setelah berpuasa seharian.

    Dengan mengonsumsi sup sayur, maka tak hanya menyehatkan dan mengenyangkan, tetapi juga mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh. Di samping itu, ada pula efek rasa kenyang lebih lama sehingga dapat menjaga berat badan serta menghindari makan secara berlebihan.


    Itu dia beberapa menu buka puasa sehat yang bisa kamu coba konsumsi saat bulan Ramadhan. Agar berat badan tetap seimbang saat berpuasa, jangan lupa untuk pilih beberapa menu yang sudah disebutkan di atas, ya!

    Baca juga: 7 Buah Penurun Kolesterol yang Ampuh Basmi Lemak Jahat!

  • 6 Pilihan Jajanan Pasar Rendah Kalori, Cocok Dikonsumsi Saat Diet!

    6 Pilihan Jajanan Pasar Rendah Kalori, Cocok Dikonsumsi Saat Diet!

    Jajanan pasar rendah kalori hadir dengan rasa yang lezat dan beragam manfaat bagi kesehatan. Perlu dipahami, jajanan dengan rendah kalori dapat membantu mengontrol asupan kalori harian sehingga berat badan tetap terjaga.

    Bahkan, konsumsi jajanan sehat ini juga bisa memberikan tambahan energi bagi tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Lalu, apa saja jenis jajanan pasar yang memiliki kandungan rendah kalori? Untuk mengetahui pilihan jajanannya, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: Jangan Sampai Salah, Berikut 6 Perbedaan Margarin dan Mentega

    Jajanan Pasar Rendah Kalori yang Wajib Dicicipi

    Ilustrasi Jajanan Pasar Rendah Kalori. (Sumber: Detik.com)

    Jajanan pasar termasuk bagian dari kebudayaan tradisional Indonesia yang identik dengan makanan tinggi kalori, gula, serta lemak. Meski demikian, ada beberapa jenis jajanan tradisional yang rendah kalori dan aman dikonsumsi, antara lain sebagai berikut:

    Lemper Ayam

    Salah satu panganan pasar yang mengandung kalori rendah adalah lemper ayam. Pada lemper ayam, terdapat setidaknya 150 hingga 200 kalori per lembar tergantung pada ukuran dan bahan yang dipakai.

    Jajanan pasar satu ini termasuk makanan berkalori rendah sebab menggunakan beras ketan sebagai bahan utamanya. Beras ketan memang memiliki indeks glikemik yang rendah di mana karbohidrat di dalamnya dipecah lebih lambat oleh tubuh sehingga tak langsung meningkatkan gula darah.

    Asinan

    Asinan merupakan jenis jajanan pasar yang berasal dari Betawi dan Bogor di mana memiliki kandungan rendah kalori. Biasanya, asinan Bogor berisi buah serta sayuran dan dicampur dengan kuah pedas yang terbuat dari saripati cabai merah.

    Sementara itu, untuk asinan Betawi, kuah asinannya terbuat dari bumbu kacang. Perpaduan rasanya yang unik antara pedas, asin, maupun asam membuat asinan banyak digemari oleh orang-orang.

    Apabila suka dengan makanan satu ini, tak perlu khawatir gemuk setelah mengonsumsinya. Sebab, asinan Bogor hanya memiliki 98 kalori dan untuk asinan Betawi sebesar 150 kalori saja dalam satu porsinya.

    Jajanan Pasar Rendah Kalori, Bubur Kacang Hijau

    Bubur kacang hijau termasuk jajanan tradisional rendah kalori yang baik untuk tubuh. Kacang hijau sendiri menjadi sumber protein nabati yang baik dan rendah lemak tetapi konsumsinya harus dalam porsi tepat.

    Kue Klepon Ubi

    Selanjutnya, ada kue klepon ubi yang terbuat dari ubi jalar atau ubi ungu kemudian dicampur dengan beras ketan dan dibentuk seperti bola kecil. Biasanya, isian klepon ubi terdapat potongan gula merah yang saat digigit akan langsung lumer di mulut.

    Meski bercita rasa manis, namun klepon mengandung berbagai, seperti vitamin, zat besi, hingga magnesium yang bermanfaat bagi tubuh. Makanan satu ini sangat cocok dijadikan menu diet karena satu kuenya hanya mengandung 125 kalori saja.

    Jajanan Pasar Rendah Kalori, Nagasari

    Nagasari merupakan jajanan pasar yang kerap dijumpai di acara-acara hajatan. Jajanan yang mengandung kalori rendah ini ternyata juga mengandung beberapa nutrisi baik, seperti karbohidrat dan protein.

    Untuk membuat nagasari, kamu memerlukan tepung beras dan isian pisang goreng. Meski memiliki rasa yang cukup manis, namun 1 kue nagasari saja sudah mengandung sekitar 154 kalori.

    Rujak Buah

    Jajanan rendah kalori yang memiliki rasa perpaduan antara segar dan pedas adalah rujak. Sebab, rujak buah mengandung kalori sebanyak 209 kalori per porsi tergantung pada ukuran dan bahan yang dipakai.

    Makanan satu ini kerap disebut rendah kalor karena terdiri dari berbagai jenis buah yang segar dengan tinggi serat, vitamin, dan mineral. Bumbu-bumbu yang dipakai, seperti cabai, gula kelapa, serta air jeruk nipis juga tidak menambah banyak kalori.


    Itu dia beberapa jajanan pasar rendah kalori kalori yang wajib dicoba, terutama jika sedang menjalani program diet. Apabila ingin tahu berbagai makanan dengan kalori rendah, cek terus artikel terbaru hanya di laman JadiLaper, ya!

    Baca juga: 7 Kue Kering Tradisional Nusantara, Cocok Jadi Camilan Ringan!

  • 5 Manfaat Konsumsi Kunyit Asam Bagi Kesehatan Tubuh

    5 Manfaat Konsumsi Kunyit Asam Bagi Kesehatan Tubuh

    Manfaat konsumsi kunyit asam memang cukup banyak sehingga menjadi salah satu jamu yang paling populer. Ya, jamu kunyit asam kerap dikonsumsi untuk membantu meredakan sakit saat haid.

    Seperti namanya, minuman satu ini merupakan kombinasi dari dua bahan utama, yaitu kunyit dan asam jawa. Lalu, apa saja manfaat dari mengonsumsi kunyit asam secara rutin? Untuk mengetahui berbagai manfaat dari herbal tersebut, simak penjelasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Manfaat Kacang Hijau yang Penuh Khasiat untuk Tubuh

    Manfaat Konsumsi Kunyit Asam yang Perlu Diketahui

    Ilustrasi Manfaat Konsumsi Kunyit Asam. (Sumber: Everyday Health)

    Kunyit termasuk salah satu rempah yang memiliki rasa hangat, pahit serta sering digunakan untuk memasak. Disisi lain, kunyit juga bisa dimanfaatkan sebagai obat pereda rasa sakit, demam, penyakit hati, hingga gatal-gatal pada tubuh.

    Berbeda dengan asam jawa di mana memiliki peran dalam pengobatan tradisional, baik untuk membantu mengobati diare, sembelit, demam, maupun tukak lambung. Jika kedua bahan ini dikombinasikan, maka ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh tubuh, antara lain:

    Bantu Memerangi Penyakit

    Efek antioksidan dalam kunyit diketahui bisa membantu menghentikan kerusakan hati yang disebabkan oleh racun. Karena itu, kunyit sangat dianjurkan bagi penderita diabetes sebab obat yang dikonsumsi untuk mengatasi penyakit bisa merusak hati dalam jangka panjang.

    Selain itu, kandungan polifenol seperti flavonoid juga dapat meningkatkan kesehatan jantung karena membantu mengatur kadar kolesterol. Semantara antioksidan dalam asam jawa mampu mengurangi kerusakan oksidatif terhadap kolesterol LDL yang menjadi penyebab utama penyakit jantung.

    Manfaat Konsumsi Kunyit Asam, Atasi Masalah Pencernaan

    Manfaat kunyit berikutnya adalah dapat membantu masalah pencernaan, seperti sembelit. Tak hanya itu, curcumin yang ada di dalam kunyit juga mampu melindungi tubuh dari kanker pankreas dalam sistem pencernaan.

    Untuk asam jawa, umumnya dikenal sebagai laksatif alami. Apabila dikonsumsi, serat dalam asam jawa tidak akan larut di mana justru bisa membantu melancarkan masalah pencernaan, termasuk sembelit.

    Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Bahan aktif pada kunyit, berupa kurkumin umumnya memiliki sifat biologis yang kuat sehingga direkomendasikan untuk beberapa kondisi kesehatan. Kurkumin sendiri berperan sebagai imunomodulator yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mampu melawan bakteri serta virus berbahaya.

    Untuk asam jawa, terdapat senyawa alami yang memiliki efek antimikroba di mana memungkinkan bisa membantu melawan serangan bakteri, virus, serta jamur. Terdapat beberapa nutrisi pada asam jawa, yaitu magnesium, potassium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin B3.

    Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah

    Manfaat lain dari kunyit adalah membantu menurunkan kadar gula darah atau mencegah penyakit diabetes. Pasalnya, kunyit bisa meningkatkan sensitivitas pada insulin dan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2 pun berkurang.

    Selanjutnya, asam jawa diketahui mengandung magnesium dan polifenol yang mampu mencegah penyakit diabetes. Jika keduanya dikonsumsi bersamaan, maka bisa membantu menurunkan kadar gula darah secara efektif.

    Atasi Masalah Jerawat di Wajah

    Ketika kamu punya masalah pada wajah, misalnya mudah berjerawat, maka bisa menggunakan pasta kunyit asam. Bahan yang dihasilkan oleh pasta homogen ini berguna dalam membantu merawat masalah pada kulit wajah.

    Cara membuatnya pun cukup mudah, yaitu mencampurkan 1 sendok makan asam jawa, 1 sdm yogurt, serta ½ sdt bubuk kunyit murni. Kemudian, oleskan pasta kunyit asam pada wajah dan biarkan selama 10 hingga 15 menit.


    Itu dia beberapa manfaat konsumsi kunyit asam bagi tubuh yang perlu kamu ketahui. Apabila ingin tahu manfaat dari bahan makanan lain, cek selalu artikel terbaru hanya di laman JadiLaper, ya!

    Baca juga: Manfaat Terong Belanda untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?

  • Jangan Sampai Salah, Berikut 6 Perbedaan Margarin dan Mentega

    Jangan Sampai Salah, Berikut 6 Perbedaan Margarin dan Mentega

    Saat ingin memasak, penting bagi pemula untuk mengetahui perbedaan margarin dan mentega. Ya, margarin dan mentega sering disalahartikan oleh banyak orang sebagai dua hal yang sama, padahal sebenarnya berbeda.

    Keduanya memang kerap disamakan karena memiliki bentuk dan warna yang cukup mirip. Lalu, apa saja perbedaan antara margarin dan mentega yang harus diketahui? Untuk mengetahui perbedaan keduanya, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: Bukan Roti Biasa, Inilah 5 Manfaat Sourdough untuk Tubuh!

    Perbedaan Margarin dan Mentega dari Berbagai Aspek

    Ilustrasi Perbedaan Margarin dan Mentega. (Sumber: Pixabay)

    Margarin dan mentega memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing sehingga beberapa orang memilih menggunakan salah satunya. Sebelum menggunakannya untuk memasak, berikut beberapa hal yang membedakan margarin dan mentega:

    Bahan Pembuatannya

    Salah satu hal yang membedakan margarin dan mentega adalah bahan pembuatannya. Ya, mentega yang paling sering ditemukan untuk proses memasak sehari-hari umumnya terbuat dari susu sapi, susu kambing, kerbau, atau domba.

    Sementara itu, bahan pembuatan margarin bukan dari susu hewan melainkan produk nabati, yakni minyak kelapa sawit. Karena itu, sudah jelas bedanya margarin dan mentega adalah dari bahan pembuatannya.

    Perbedaan Margarin dan Mentega, Kandungan Nutrisinya

    Selain bahan pembuatan, hal lain yang membedakan mentega dan margarin, yakni kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Perlu diketahui, karena terbuat dari lemak hewani, mentega memiliki kandungan kolesterol diet serta lemak jenuh yang tinggi.

    Kolesterol sendiri sebenarnya diperlukan untuk pertumbuhan otak, elastisitas sel, dan kesehatan organ usus. Akan tetapi, karena kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, maka membuat mentega berpotensi meningkatkan kolesterol jahat atau LDL.

    Sementara itu, kandungan lemak yang ada pada margarin jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mentega. Di sisi lain, margarin kaya akan lemak tak jenuh yang mengandung omega-3 dan omega-6.

    Penggunaan Pada Masakan

    Bedanya mentega dan margarin yang wajib kamu ketahui adalah penggunaan pada masakan. Umumnya, margarin baik digunakan untuk memanggang bahan makanan sehingga membuat tekstur sajian menjadi lebih lembut.

    Karena itu, margarin kerap digunakan untuk menumis atau menggoreng. Berbeda dengan margarin, mentega sangat cocok dijadikan sebagai bahan makanan, seperti kue kering karena bisa memberikan cita rasa gurih.

    Penggunaan mentega untuk membuat kue kering akan menciptakan rasa yang lebih creamy. Beberapa jenis kue kering yang bisa dibuat, misalnya kue jahe, brownies, cookies, serta aneka kue khas lebaran.

    Perbedaan Margarin dan Mentega dari Segi Rasa

    Dari segi rasa, margarin dan mentega memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Untuk mengetahui hal yang membedakan keduanya, yaitu mentega memiliki rasa lebih lezat dan gurih jika dibandingkan dengan margarin.

    Titik Leleh

    Selanjutnya, hal yang membedakan margarin dan mentega yang perlu diketahui, yaitu titik leleh. Dibandingna margarin, mentega lebih mudah leleh sehingga kerap dijadikan sebagai bahan pembuat kue kering.

    Sementara itu, mentega biasanya digunakan sebagai bahan kue-kue, seperti black forest atau yang lebih lunak. Bahan utama mentega, yakni produk hewani membuatnya jauh lebih mahal dibandingkan margarin.

    Aroma dan Warna

    Proses pembuatan margarin dan mentega membuat aroma yang dihasilkan menjadi berbeda. Untuk mentega, aromanya mirip dengan susu sedangkan margarin tidak menghasilkan aroma apa pun.

    Sementara dari aspek warna, margarin dan mentega umumnya juga berbeda. Umumnya, margarin memiliki warna yang kurang terang sementara warna dari mentega biasanya terlihat kuning pucat.


    Itu dia beberapa perbedaan margarin dan mentega yang perlu diketahui, terutama bagi yang baru pertama kali memasak. Apabila ingin tahu berbagai informasi mengenai bahan masakan, cek selalu artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Fakta Telur Pitan, Telur Berumur 1.000 Tahun Asal Cina

  • 6 Ide Menu Bakaran Tahun Baru 2024, Wajib Dicoba!

    6 Ide Menu Bakaran Tahun Baru 2024, Wajib Dicoba!

    Menu bakaran tahun baru menjadi salah satu hal yang banyak dicari, terutama saat ingin merayakan di rumah bersama kerabat. Ya, bakar-bakaran memang menjadi kegiatan seru yang sering dilakukan untuk menyambut pergantian tahun.

    Untuk menu bakarannya sendiri, terdapat banyak resep yang bisa dikreasikan agar tercipta hidangan lezat. Jika ingin tahu menu bakar-bakaran untuk tahun baru, yuk simak pembahasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: 10 Bagian Sapi untuk Berbagai Masakan, Mana Favoritmu?

    Inspirasi Menu Bakaran Tahun Baru 2024

    Ilustrasi Menu Bakaran Tahun Baru. (Sumber: Unsplash)

    Saat kumpul bersama sahabat atau keluarga saat malam tahun baru, tentu tak lengkap tanpa acara bakar-bakaran. Adapun beberapa ide untuk menu bakar-bakaran yang bisa kamu coba, antara lain sebagai berikut.

    Sayuran BBQ

    Resep bakar-bakaran untuk menyambut tahun baru, yaitu sayuran barbeque. Untuk sajian satu ini, kamu bisa menggunakan berbagai sayuran segar, mulai dari paprika, wortel, daun bawang, serta jagung.

    Agar terasa semakin nikmat, kamu bisa mencampurkan dengan berbagai bumbu, seperti cuka, merica, mustard, dan saus BBQ. Dengan resep ini, dijamin rasa dari sajian yang dibuat akan semakin menggugah selera.

    Iga Sapi Bakar

    Ide menu bakaran yang bisa disajikan saat menunggu pergantian tahun adalah iga sapi bakar. Tulang rusuk sendiri merupakan potongan daging sapi yang memiliki tekstur empuk dan beraroma alami.

    Dalam resep ini, iga bakar bisa diolesi dengan beberapa bumbu pilihan, seperti thyme segar, bawang putih, serta lada. Selanjutnya, daging bisa dipanggang hingga tercium aroma smokey yang nikmat.

    Menu Bakaran Tahun Baru, Chicken Yakitori

    Apabila ingin mencoba menu baru, kamu bisa membaut chicken yakitori. Chicken yakitori merupakan sajian dari potongan daging ayam yang ditusuk dalam tusukan bambu kecil kemudian dipanggang hingga kecokelatan dengan lapisan saus tare yang manis gurih.

    Daging ayam yang bertekstur lembut dan saus khas yakitori memberikan kombinasi rasa sempurna. Untuk sajiannya, kamu bisa mencoba beberapa menu, yaitu miso yakitori dan tsukune.

    Seafood Bakar

    Tak hanya daging ayam dan daging sapi, kamu juga bisa membuat menu bakaran dari seafood. Terdapat beberapa jenis seafood yang bisa diolah dengan cara dibakar atau dipanggang, seperti cumi-cumi, udang, gurita, lobster, atau scallop.

    Untuk memberikan rasa yang enak, tambahkan saus pedas manis atau ekstra pedas sesuai selera masing-masing. Saat mengolah seafood, pastikan untuk membakarnya hingga benar-benar matang agar daging tidak amis dan alot saat dikunyah.

    Menu Bakaran Tahun Baru, Marshmallow

    Jika kamu bosan menyantap menu bakaran dengan rasa pedas dan gurih, maka cobalah untuk memanggang marshmallow. Meski jarang, menu satu ini cukup unik dan cocok dijadikan sebagai makanan penutup saat merayakan malam pergantian tahun bersama keluarga, saudaram, atau kerabat.

    Agar suasana semakin hangat, kamu bisa mengajak teman atau keluarga untuk duduk melingkari alat pemanggang. Momen ini dapat kamu manfaatkan untuk berbincang atau bernyanyi bersama-sama.

    Jagung Manis

    Salah satu menu bakaran untuk merayakan akhir tahun yang paling favorit adalah jagung manis. Agar semakin nikmat setelah dibakar, kamu bisa memilih jagung manis yang tidak terlalu mentah.

    Untuk rasa yang lebih gurih, jangan lupa tambahkan olesan mentega di seluruh bagian jagung secara merata. Taburkan pula butiran keju di atasnya agar tercipta rasa manis dan asin pada jagung.


    Itu dia beberapa menu bakaran tahun baru 2024 yang bisa diikuti agar suasana kumpul-kumpul semakin seru. Untuk mengetahui berbagai ide resep masakan lainnya, cek selalu artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Resep Jagung Goreng Bumbu, Pas untuk Camilan di Waktu Santai!

  • 7 Kue Kering Tradisional Nusantara, Cocok Jadi Camilan Ringan!

    7 Kue Kering Tradisional Nusantara, Cocok Jadi Camilan Ringan!

    Berbagai aneka kue kering tradisional nusantara menghadirkan cita rasa yang lezat dan cocok dijadikan sebagai camilan. Kue kering biasanya tahan selama berhari-hari atau dapat disimpan di dalam toples dalam waktu cukup lama.

    Karena itu, kue kering tradisional selalu menjadi favorit sebagian besar orang di segala situasi. Lalu, apa saja jenis kue kering tradisonal yang wajib diketahui? Untuk mengetahui jenis-jenisnya, simak ulasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: 7 Kue Basah Nusantara, Jajanan Pasar yang Legendaris

    Kue Kering Tradisional Nusantara yang Bisa Dicoba

    Ilustrasi Kue Kering Tradisional Nusantara. (Sumber: Baking World Media)

    Selain beli, kue kering tradisional Indonesia juga bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan sederhana. Adapun beberapa jenis kue kering yang dapat kamu buat, antara lain sebagai berikut.

    Kue Kembang Goyang

    Salah satu jenis kue kering tradisional yang bisa dicoba adalah kembang goyang. Kue kembang goyang sendiri merupakan kue tradisional khas Betawi yang bisa kamu dapatkan dengan mudah di pasar.

    Seperti namanya, kue ini memiliki bentuk mirip seperti bunga dan dibuat dengan cara menggoyang-goyangkan cetakan kue di dalam minyak panas hingga terlepas sendiri. Selain mudah ditemukan di pasar, kue kembang goyang juga bisa dibuat sendiri di rumah.

    Kue Kering Tradisional Nusantara, Sagon Bakar

    Kue sagon bakar adalah kue tradisional yang bisa ditemukan saat acara-acara besar. Sagon bakar sendiri terbuat dari kelapa parut dan tepung sagu yang menghadirkan cita rasa unik serta membuat siapa saja merasa ketagihan setelah mencobanya.

    Pasalnya, kue sagon bakar yang terbuat dari kelapa parut ini membuat rasanya cenderung gurih dan manis. Ketika masuk ke dalam mulut, kue seperti mencair terutama berkat taburan gula halusnya.

    Kuping Gajah

    Seperti namanya, camilan tradisional satu ini memiliki bentuk melingkar seperti kuping gajah. Kue ini biasanya memiliki warna hitam dan putih, tetapi kini sudah banyak orang yang mengombinasikannya dengan berbagai warna lain.

    Cita rasa dari kuping gajah sendiri adalah manis dan teksturnya juga renyah saat digigit. Kareana tekstur tersebut, kue kuping gajah bisa tahan untuk beberapa lama, terutama jika disimpan di dalam toples.

    Jenis Kue Tradisional Nusantara, Biji Ketapang

    Kue biji ketapang merupakan makanan khas Kepulauan Seribu yang terbatu dari sagu dan dicampurkan dengan santan serta gula pasir. Tekstur dari kue biji ketapang renyah dan memiliki rasa yang manis.

    Kue Blinjo

    Kue kering satu ini memiliki tampilan mirip seperti kue nastar. Berbeda dengan nastar, kue blinjo terbuat dari buah melinjo sehingga memiliki cita rasa yang unik dan cocok dijadikan sebagai camilan ringan.

    Perlu diketahui, kue blinjo berasal dari Surabaya dan mudah dibuat dengan resep sederhana. Meski mudah, kamu tetap membutuhkan ketelitian dan kesabaran agar kue yang dihasilkan memiliki tampilan menarik.

    Kue Bawang

    Salah satu jenis kue kering tradisional yang wajib dicoba adalah kue bawang. Keripik bawang bisa dibuat dengan mudah, yakni cukup memberi tambahan potongan daun seledri pada adonan.

    Kue Semprong

    Kue kering yang cocok dijadikan sebagai camilan selanjutnya adalah kue semprong. Kue semprong sendiri berasal dari Jawa Barat dan memiliki bentuk silinder dengan bolongan di bagian tengahnya.

    Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, bentuk dari kue semprong pun mulai bervariasi. Beberapa bentuk kue semprong yang bisa kamu temukan, seperti kue semprong lipat dan kue semprong dengan bentuk segitiga.


    Itulah beberapa jenis kue kering tradisional nusantara yang perlu diketahui dan harus dicicipi. Jika ingin tahu beragam aneka kue-kue buatan asli Indonesia, selalu cek artikel terbaru hanya di JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Kue Terenak di Jakarta, Mana yang Kamu Pilih!

  • 6 Kuliner Khas Semarang Paling Populer yang Wajib Dicoba

    6 Kuliner Khas Semarang Paling Populer yang Wajib Dicoba

    Kuliner khas Semarang menghadirkan berbagai jenis makanan dengan cita rasa terbaik. Selain destinasi alam dan kebudayaannya yang menakjubkan, kuliner asli kota Semarang juga tak kalah menarik.

    Perlu diketahui, kuliner yang berasal dari Semarang hadir dalam bentuk camilan hingga makanan berat. Lalu, apa saja pilihan kuliner yang bisa dicoba saat datang ke Semarang? Jika penasaran, berikut daftar makanan asli Semarang yang terkenal kelezatannya.

    Baca juga: Resep Lumpia Khas Semarang, Makan Satu Tak Cukup!

    Kuliner Khas Semarang yang Bisa Dicicipi

    Ilustrasi Kuliner Khas Semarang. (Sumber: Visit Jawa Tengah)

    Hidangan asal Semarang sedikit banyak sudah mendapatkan pengaruh dari budaya luar sehingga memiliki rasa yang cukup unik. Adapun rekomendasi jenis kuliner asli Semarang yang bisa dicoba, antara lain:

    Lumpia

    Lumpia merupakan salah satu kuliner terpopuler yang menjadi ciri khas utama kota Semarang. Makanan satu ini terkenal dan sudah bisa ditemukan dengan mudah di berbagai daerah, termasuk Jakarta.

    Sejarah makanan lumpia sendiri berawal dari kreasi seseorang yang berasal dari Tionghoa bernama Tjoa Thay Yoe. Namun, sedikit berbeda dengan makanan asli Tiongkok, yaitu Lun Pia, lumpia Semarang diisi dengan rebung dan terkadang daging ayam atau udang.

    Tahu Petis

    Tahu petis termasuk salah satu makanan ringan asli Semarang yang menggunakan tahu sebagai bahan utamanya. Hal yang membedakan kuliner ini adalah penggunaan sambal petis sebagai cocolannya.

    Sambal petis sendiri terbuat dari udang yang memiliki tekstur kental dan tidak berbau. Karena itu, tahu petis memberikan sensasi rasa manis, asin, dan sedikit pedas sehingga cocok dijadikan sebagai camilan.

    Kuliner Khas Semarang Babat Gongso

    Kuliner Semarang lainnya yang wajib dicoba adalah babat gongso. Masakan satu ini terbuat dari babat atau lambung sapi yang diolah dengan cara ditumis atau dalam bahasa Semarang disebut Gongso.

    Cara pembuatan kuliner ini cukup mudah, yakni dengan memotong kecil babat yang sudah direbus kemudian ditumis bersama bumbu gongso. Kemudian, kamu bisa menambahkan kecap, gula merah, dan kaldu jamur agar rasanya semakin nikmat.

    Soto Bangkong

    Seperti daerah lain, Semarang juga memiliki sotonya sendiri, yaitu Soto Bangkong. Makanan khas Semarang satu ini terkenal dengan kuahnya yang cenderung berwarna coklat dengan isian ayam, bihun, serta sedikit sayuran.

    Agar rasanya semakin lezat, kamu bisa menambahkan berbagai lauk tambahan, seperti ayam goreng, beberapa jenis sate, serta kerupuk. Sajikan bersama nasi hangat dan makan saat waktu makan siang bersama teman atau keluarga.

    Wedang Tahu

    Wedang tahu merupakan kuliner yang bisa dicoba saat berkunjung ke Semarang. Seperti namanya, minuman ini terbuat dari kembang tahu sari kedelai dan kemudian disiram dengan menggunakan kuah wedang yang dibuat dari jahe.

    Cara pembuatan wedang tahu cukup mudah, yakni siapkan sari kedelai lalu masak bersama agar-agar, gula, serta garam. Setelah matang dan dingin, kembang tahu bisa disiram dengan kuah saringan jahe, kayu manis, gula merah, dan daun pandan.

    Kuliner Khas Semarang Roti Gambang

    Selanjutnya, ada roti gambang yang lebih sering disebut dengan Roti Ganjel Rel. Resep asli dari Roti Gambang sendiri berasal dari Belanda dan menjadi menu sarapan bagi kebanyakan orang Belanda saat itu.

    Gambang kerap disebut roti ganjel rel karena bentuknya hampir sama seperti bantalan rel dengan tekstur yang padat. Tak hanya bentuk yang unik, roti ini juga memiliki rasa istimewa dengan aroma wangi kayu manis.


    Itulah beberapa jenis kuliner khas Semarang terpopuler yang wajib dicoba agar tak penasaran. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kuliner di daerah tertentu, cek artikel terbaru di JadiLaper ya!

    Baca juga: Tempat Sarapan Enak di Semarang, Jangan Lupa Mampir!

  • Manfaat Terong Belanda untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?

    Manfaat Terong Belanda untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?

    Pernahkah kamu mendengar buah bernama terong belanda? Walaupun namanya demikian, namun sebenarnya terong ini bukanlah berasal dari Belanda. Dinamakan seperti itu karena terong ini pertama kali dibawa ke Indonesia oleh orang Belanda.

    Padahal, faktanya terong ini berasal dari wilayah Amazon, Amerika Latin. Hingga akhirnya, kini jenis terong ini pertama kali dipanen di wilayah Bogor, Jawa Barat. Hal ini disebabkan karena cuaca dingin di sana mendukung untuk jenis buah atau sayur ini tumbuh berkembang biak.

    Biasanya, terong belanda kerap dijadikan jus. Rasanya yang unik membuatnya hanya digemari oleh orang tertentu saja. Namun, tahukah kamu kalau terong belanda ini memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan terutama untuk ibu hamil?

    Ada segelintir orang yang bertanya, apakah terong belanda ini aman untuk ibu hamil? Jawabannya, tentu saja aman. Namun, perhatikan batas dalam mengonsumsinya, ya.

    Nah, kira-kira apakah yang membuat terong belanda memiliki beragam manfaat untuk ibu hamil? Temukan jawabannya pada pembahasan JadiLaper di bawah ini!

    Mendukung Pertumbuhan Janin

    Kandungan vitamin C yang tinggi mampu merangsang produksi kolagem yang penting untuk perkembangan jaringan tubuh dan pembentukan kolagen. Kolagen adalah protein yang diperlukan untuk pembentukan tulang, gigi, gusi, dan kulit pada janin. 

    Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi, yang mendukung kesehatan ibu hamil. Dengan begitu, para ibu hamil akan mendapatkan banyak manfaat jika mengonsumsi terong belanda secara rutin.

    Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Vitamin C dalam terong Belanda adalah antioksidan alami yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil. Ini membantu melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi, yang dapat sangat berbahaya selama masa kehamilan.

    Terong Belanda Menyehatkan Kulit

    Selama masa kehamilan, perubahan hormonal seringkali mempengaruhi kulit. Oleh karena itu, terong Belanda dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga kulit para ibu hamil agar tetap bersinar.

    Sebab, terong Belanda pun juga mengandung vitamin A yang penting untuk kesehatan kulit. Vitamin A membantu memelihara dan memperbaiki jaringan kulit, serta mendorong regenerasi sel-sel kulit mati.. 

    Ketika perubahan hormon yang dialami ibu hamil ini terjadi, biasanya akan timbul masalah kulit seperti jerawat atau perubahan pigmentasi. Maka dari itu, asupan vitamin A yang cukup dari makanan dapat membantu menjaga kulit tetap sehat.

    Terong Belanda Mengurangi Resiko Anemia

    Selama kehamilan, seorang ibu mengalami perubahan fisiologis yang signifikan. Salah satu perubahan yang umum terjadi adalah peningkatan volume darah dalam tubuh. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kadar zat besi yang cukup dalam tubuhnya, 

    Terong Belanda bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu mengurangi risiko anemia selama masa kehamilan. Mengandung zat besi yang tinggi, terong belanda mampu membentuk sel darah merah yang akan langsung membawa oksigen ke seluruh tubuh sang ibu, termasuk untuk sang janin.


    Itulah manfaat terong belanda untuk ibu hamil. Jika ditanya apakah buah ini aman atau tidak untuk dikonsumsi ibu hamil, tentu saja jawabannya aman! Namun, tetaplah konsultasikan kepada dokter kandungan terkait dengan jumlah konsumsi yang tepat, ya!

  • Manfaat Kacang Hijau yang Penuh Khasiat untuk Tubuh

    Manfaat Kacang Hijau yang Penuh Khasiat untuk Tubuh

    Kacang hijau, atau dalam bahasa ilmiahnya Vigna radiata, adalah salah satu bahan makanan yang telah lama dikenal di Indonesia. Kacang hijau sering diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari bubur kacang hijau hingga minuman segar. 

    Namun, selain rasanya yang enak, tahukah kamu kalau kacang hijau juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan sehingga baik untuk dikonsumsi? Kacang hijau adalah sumber nutrisi yang baik. Di dalamnya terkandung vitamin B, protein, serat, dan mineral seperti zat besi. 

    Tentunya, nutrisi tersebut penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Nah, dalam artikel ini, JadiLaper akan membahas beberapa manfaat kacang hijau yang wajib kamu ketahui. Yuk, simak bersama!

    Baca juga: Manfaat Kacang Pistachio, Camilan Sehat Penuh Nutrisi

    Kacang Hijau untuk Menurunkan Kolesterol

    Ilustrasi kacang hijau

    Kacang hijau memiliki manfaat yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh kita. Seperti yang banyak diketahui, tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. 

    Dengan seringnya mengonsumsi kacang hijau, kadar kolesterol dalam tubuh akan tetap terjaga. Serat yang tinggi pada kacang hijau inilah dapat membantu menurunkan kolesterol. 

    Serat yang terkandung ini merupakan komponen penting yang membantu mengikat kolesterol jahat (LDL) dalam sistem pencernaan dan membawanya keluar dari tubuh. Dengan kata lain, seratlah yang berperan untuk membantu mengurangi penyerapan kolesterol jahat ke dalam darah.

    Meningkatkan Metabolisme

    Bukan hanya makanan yang enak dan lezat, tetapi kacang hijau juga memiliki manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan metabolisme tubuh. Metabolisme adalah proses penting di dalam tubuh yang mengubah makanan menjadi energi untuk beraktivitas sehari-hari.

    Kacang hijau sendiri memiliki kandungan vitamin B kompleks yang cukup tinggi. Vitamin B kompleks, seperti B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan B3 (niacin), berperan penting dalam proses metabolisme. Kandungan tersebut membantu mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi yang digunakan oleh tubuh.

    Membantu Mengontrol Gula Darah

    Kacang hijau juga memiliki peran penting untuk membantu mengontrol gula darah. Bagi penderita kadar gula darah tinggi atau diabetes, sering mengonsumsi kacang hijau dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam menjaga stabilitas gula darah.

    Kacang Hijau Baik untuk Detoks Tubuh

    Kacang hijau juga baik untuk proses detoksifikasi tubuh. Detoksifikasi adalah proses alami di mana tubuh kita menghilangkan racun dan zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Kacang hijau dapat menjadi menu yang tepat untuk mendukung diet detoksifikasimu.

    Lagi-lagi, serat yang tinggi pada kacang hijau inilah yang berperan penting untuk detoksifikasi tubuh. Serat yang tinggi mampu membantu melancarkan sistem pencernaan, sehingga proses pengeluaran racun dari tubuh jadi lebih lancar.


    Itulah manfaat kacang hijau yang ternyata menyimpan beragam khasiat untuk tubuh. Bagi yang tidak suka kacang hijau, sepertinya kamu akan rugi jika tidak mengonsumsinya. Jadi, yuk mulai coba konsumsi kacang hijau sesering mungkin!

    Baca juga: Ociaabar, Healthy Food Berbahan Dasar Kulit Kacang Tanah

  • Bukan Roti Biasa, Inilah 5 Manfaat Sourdough untuk Tubuh!

    Bukan Roti Biasa, Inilah 5 Manfaat Sourdough untuk Tubuh!

    Tahukah kamu kalau sourdough ternyata lebih dari sekedar roti biasa? Tak seperti roti pada umumnya, roti ini terkenal sebagai roti yang lebih sehat dikonsumsi untuk tubuh. Ada berbagai khasiat dari sourdough, terutama untuk pencernaan.

    Dalam proses pembuatannya, sourdough tidak menggunakan ragi instan kemasan seperti roti lainnya. Ragi yang digunakan adalah ragi alami dan asam laktat yang membutuhkan waktu hingga seminggu sebelum siap dipakai, yang biasa disebut dengan starter difermentasi. Proses ini membuat rasa roti lebih asam dari roti biasa, dan menciptakan nama sourdough

    Tak hanya proses pembuatannya yang berbeda, sourdough kerap disebut lebih sehat dan lebih kaya manfaat bagi kesehatan. Kira-kira, apa sajakah khasiatnya? Mari simak bersama JadiLaper!

    Baca juga: 7 Roti Jepang Enak, Ada Roti Melon Favorit Doraemon!

    Sourdough Baik untuk Pencernaan

    Ilustrasi proses pembuatan sourdough

    Salah satu alasan mengapa roti sourdough menjadi pilihan bagi banyak orang adalah karena roti ini mudah dicerna. Proses fermentasi alami yang digunakan dalam pembuatan roti, membantu usus mencerna lebih baik.

    Roti sourdough pun mengandung probiotik alami yang bermanfaat bagi usus. Kandungan probiotik dalam roti sourdough dapat membantu mengurangi gejala gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, dan sindrom usus iritabel. 

    Memperkuat Imunitas

    Tak hanya baik untuk pencernaan, sourdough juga membantu memperkuat imunitas dalam tubuh. Jika sistem pencernaan bagus, maka imunitas dalam tubuh pun juga lebih kuat,

    Mikrobiota yang ada di dalam sourdough mampu mencegah inflamasi yang terjadi di dalam tubuh, Oleh karena itu, banyak ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi makanan fermentasi yang baik untuk kesehatan.

    Sourdough Baik untuk Diabetes

    Roti merupakan makanan yang harus dihindari para penderita gula darah tinggi atau diabetes. Hal tersebut dikarenakan karbohidrat pada roti akan diubah menjadi glukosa sehingga memicu meningkatnya gula dalam darah. 

    Namun, berbeda dengan roti sourdough. Roti ini memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan roti putih biasa. Ini artinya, konsumsi roti sourdough cenderung tidak menyebabkan lonjakan gula darah sehingga aman untuk penderita diabetes.

    Menjaga Kesehatan Jantung

    Selain memiliki indeks glikemik yang rendah, roti sourdough juga kaya akan serat. Serat inilah yang dikenal baik untuk kesehatan jantung. Serat membantu mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. 

    Dengan mengonsumsi roti sourdough yang kaya serat, kamu dapat terhindar dari penumpukan plak di pembuluh darah. Sehingga, kamu dapat terhindar dari risiko yang menyebabkan penyakit pada jantung.

    Menyehatkan Kulit

    Ternyata, roti sourdough juga dapat memberikan manfaat bagi kulit berkat kandungan antioksidan yang dimilikinya. Antioksidan adalah senyawa yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh. 

    Radikal bebas adalah molekul yang dapat merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan penuaan kulit. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, seperti roti sourdough, kulitmu akan terjaga dari penuaan dini sehingga akan tetap sehat dan tampak lebih muda.


    Itulah manfaat roti sourdough yang berbeda dari roti pada umumnya. Jadi, bagi yang sedang menghindari makan roti putih, sourdough bisa menjadi pilihan yang sehat untukmu!

    Baca juga: Baguette, Roti “French Stick” yang Cocok untuk Sarapan