Author: Jadilaper Admin

  • Resep Sate Lilit Ayam Khas Bali, Enaknya Bikin Nagih!

    Resep Sate Lilit Ayam Khas Bali, Enaknya Bikin Nagih!

    Dari sekian banyaknya makanan khas Bali, sate lilit merupakan salah satu primadona yang menjadi favorit masyarakat. Jenis sate ini biasanya dijadikan lauk pelengkap untuk seporsi nasi campur Bali.

    Tak seperti sate pada umumnya, sate lini terbuat dari adonan daging yang dicampur dengan base genep (bumbu khas bali). Umumnya, sate lilit terbuat dari beragam pilihan protein, mulai dari babi, ikan, hingga ayam.

    Dengan campuran berbagai rempah, cita rasa sate ini sangat gurih dan sedikit pedas. Apalagi, jika dicocol dengan sambal matah rasanya akan semakin istimewa. Perasan jeruk nipis pun akan menambahkan aromatik yang membuatnya sangat menggugah.

    Tentu kamu tak perlu jauh-jauh datang ke Bali untuk mencicipi sate lilit. Kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah, lho

    Kali ini, JadiLaper membagikan resep sate lilit. Namun, resep ini menggunakan daging ayam yang harganya lebih terjangkau dan mudah didapat. 

    Tunggu apa lagi? Mari simak langkah-langkah membuat sate lilit ayam berikut ini, yuk!

    Baca juga: Resep Masakan Pedas, Ayam Suwir Bali!

    Resep sate lilit ayam

    Bahan-bahan sate lilit ayam

    • 300 gram daging filet ayam cincang
    • 50 ml santan kental
    • 1 batang serai, memarkan 
    • 50 gram kelapa parut
    • 2 lembar daun salam
    • batang serai untuk sate

    Bumbu halus

    • 5 siung bawang merah
    • 3 siung bawang putih
    • 3 buah cabai merah keriting
    • 1 ruas jari jahe
    • 2 cm kunyit
    • 2 butir kemiri, sangrai
    • 1 sdt terasi, bakar
    • ½ sdt gula merah
    • 1 sdt garam
    • 1 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya 
    • 1 sdm minyak goreng

    Cara membuat sate lilit ayam

    1. Pertama, siapkan wajan. Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan. 
    2. Masukkan serai dan daun salam. Tumis kembali hingga harum. Jika sudah, angkat dan dinginkan.
    3. Setelah itu, haluskan daging ayam cincang, santan, dan kelapa parut menggunakan blender atau chopper.
    4. Siapkan wadah, lalu campurkan adonan ayam dan bumbu halus. Aduk rata, kemudian simpan di dalam kulkas selama 30 menit.
    5. Langkah selanjutnya, keluarkan adonan dari dalam kulkas. Ambil adonan sesuai selera, kemudian kepal-kepal menggunakan tangan. Jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan agar tetap steril.
    6. Jika adonan sudah selesai dibentuk, rekatkan pada batang serai hingga setengah tinggi tusukan. Ulangi langkah ini hingga adonan habis.
    7. Selanjutnya, siapkan grill pan. Panggang sate lilit ayam hingga warnanya berubah menjadi kecokelatan. Pastikan bagian dalam sate matang sempurna.
    8. Setelah matang, angkat sate dan sajikan di atas piring.
    9. Sate lilit ayam siap disantap bersama nasi hangat!

    Resep ini bisa digunakan untuk membuat 14 tusuk sate lilit ayam. Agar aroma sate lebih harum, pipihkan batang serai sebelum dijadikan tusuk sate.

     


    Itulah dia resep sate lilit ayam yang bisa kamu coba ikuti sendiri di rumah. Dijamin, satu tusuk sate tak akan cukup karena rasanya lezat dan bikin ketagihan! Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencoba resepnya? Jika iya, mari mulai persiapkan bahan-bahannya, ya!

    Baca juga: Kenus Mebase Khas Bali, Olahan Cumi yang Lezat!

  • Resep Kue Dango, Favorit Para Ninja di Anime Naruto

    Resep Kue Dango, Favorit Para Ninja di Anime Naruto

    Apakah kamu penggemar serial anime Naruto? Jika iya, pasti kamu sudah tak asing lagi dengan kue dango! Camilan imut ini merupakan makanan favorit para ninja Naruto, mulai dari Genin, Chunin, Jounin, hingga Houkage.

    Jika dilihat sekilas, kue dango memang mirip mochi. Namun, ternyata kedua camilan tersebut berbeda, lho! Biasanya, dango ini ditusuk dengan tusuk sate serta disajikan dengan siraman saus gula.

    Kue dango umumnya dihidangkan saat ada acara keluarga. Dengan rasa yang manis dan tekstur kenyal, kue ini cocok dijadikan teman saat minum teh hijau yang hangat. Apalagi, kamu bisa menjumpai berbagai varian kue dango seperti mitarashi dango, hanami dango, matcha choco dango, hingga dango kacang merah.

    Tentu saja, tak perlu pergi ke Jepang untuk mencicipi hidangan ini. Kamu juga bisa bikin kue dango sendiri di rumah. Apalagi, cara membuatnya cukup mudah. Tak usah berlama-lama lagi, mari simak bersama resep kue dango berikut!

    Baca juga: 8 Cita Rasa Kue Bulan, Ada Varian Boba Lho!

    Resep Kue Dango Khas Jepang

    Bahan-bahan

    • 80 gr tepung ketan
    • 8 sdm gula pasir
    • 1 buah tahu sutra
    • Vanilli (sesuai selera)
    • Sejumput garam 
    • Pewarna makanan merah dan hijau
    • Tusuk sate
    • 1 liter air

    Cara membuat kue dango

    1. Pertama, siapkan tepung ketan di atas mangkok. Kemudian, masukkan tahu sutra. Tambahkan gula pasir, sejumput garam, dan vanili. Campur semua bahan hingga rata.
    2. Jika sudah mulai tercampur, uleni adonan dengan tangan hingga kalis. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Pisahkan ke dalam 3 wadah.
    3. Beri sedikit pewarna merah untuk membuat adonan berwarna pink, lalu uleni sampai rata.
    4. Ulangi langkah ini pada wadah kedua untuk adonan berwarna hijau. Namun, biarkan adonan ke tiga tetap berwarna putih.
    5. Setelah ketiga adonan siap, bagi masing-masing adonan menjadi 4 bagian. Ambil satu demi satu bagian, kemudian bulatkan.
    6. Didihkan 1 liter air hingga mendidih. Lalu, masukkan adonan dango berwara putih, rebus hingga mengapung. Lakukan langkah ini kembali, namun gunakan air yang baru agar warna tidak masing-masing adonan tidak luntur dan bercampur.
    7. Jika adonan sudah mengapung ke permukaan air, biarkan terebus hingga 2 menit lagi. Tiriskan.
    8. Masukkan ke dalam mangkuk berisi air es untuk menghentikan proses pemasakan. Diamkan selama 5 menit.
    9. Setelah itu, tusuk kue dango menggunakan tusuk sate. Urutkan dari warna hijau, putih, dan pink.
    10. Kue dango siap dihidangkan!


    Demikianlah resep kue dango, camilan manis favorit para ninja di anime Naruto. Mudah sekali cara membuatnya, kan? Yuk, siapkan bahan-bahannya! Selamat mencoba!

    Baca juga: Getuk Lindri, Kue Olahan Singkong yang Berwarna-Warni

  • Ayam Be Keren Khas Bali, Sajian untuk Raja Bangli

    Ayam Be Keren Khas Bali, Sajian untuk Raja Bangli

    Tahukah kamu makanan khas Bali bernama ayam keren atau be keren? Selain ayam betutu, hidangan ini juga merupakan kuliner spesial milik Pulau Dewata.

    Ayam be keren sendiri merupakan masakan tradisional khas Bali yang diberi bumbu serupa dengan ayam betutu. Namun, ayam ini dibungkus dengan upih (pelepah daun pinang). Menggunakan sekam padi dan sabut kelapa, proses memasaknya pun memakan waktu selama 15 jam sehingga semua bumbu meresap sampai ke dalam.

    Tak hanya proses pembuatannya yang spesial, penyajian hidangan ayam ini juga istimewa. Hidangan ini disajikan saat hari perayaan atau upacara tertentu. Oleh karena itu, sangat jarang sekali menu ini dijumpai saat hari-hari biasa.

    Baca juga: Ayam Geprek Bu Rum yang Legendaris di Yogyakarta

    Hidangan favorit raja Bangli

    Pada zaman dahulu, ayam be keren merupakan sajian khusus yang dihidangkan kepada para Raja Bangli dan keluarga. Juru masak kerajaan selalu mendapat permintaan untuk memasak hidangan ayam yang satu ini.

    Resep ayam khas Bali ini diwariskan secara turun-temurun. Hingga saat ini, cara memasak hidangan spesial Bangli ini masih tradisional. Namun, sayang sekali makanan ini mulai langka dan jarang ditemui.

    Hal ini disebabkan karena proses memasak hidangan ini cukup memakan waktu. Ditambah, pelepah daun piang sudah jarang dijumpai sehingga harganya mahal.

    Ayam be keren Bu Agung

    Salah satu warga Bangli yang saat ini masih membuat ayam be keren adalah Ibu Agung Sugantini. Wanita paruh baya dari Puri Kelodan Bangli ini merupakan penerus tradisi kuliner tradisional ayam be keren. Ia melestarikan dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis.

    Tentu Ibu Agung tetap mengikuti resep turun temurun sehingga cita rasa ayam be keren tetap otentik. Seperti makanan khas Bali lainnya, Bu Agung menggunakan base genep untuk membumbui satu ekor ayam. Lalu, ayam dibungkus dengan daun upih dan dimasak selama 15 jam.

    Upih atau pelepah daun pinang dipilih agar ayam matang sempurna tanpa gosong walaupun dimasak dengan waktu yang lama. Bentuk dan konsistensi upih tetap tahan lama meskipun sekam dan sabut kelapa sudah berubah menjadi abu.

    Selain itu, daun upih juga lebih lentur dibandingkan daun lainnya sehingga tak mudah robek dan bocor. Pelepah daun pinang ini pun mengeluarkan aroma harum yang istimewa, menjadikan hidangan ini unik daripada hidangan khas Bali yang lain.


    Itulah informasi mengenai ayam be keren khas bali yang mungkin belum kamu ketahui. Hidangan favorit Raja Bangli ini bisa kamu jumpai saat berkunjung ke Kabupaten Bangli di Bali. Jadi, jika berlibur ke Pulau Dewata jangan lupa untuk mampir ke daerah tersebut, ya!

    Baca juga: Ayam Paniki, Kuliner Khas Manado yang Bikin Nambah Nasi!

  • Base Genep, Bumbu Rahasia Makanan Khas Bali

    Base Genep, Bumbu Rahasia Makanan Khas Bali

    Tentu kamu kenal dengan beragam makanan khas Bali seperti ayam betutu, lawar, hingga sate lilit. Namun, tahukah kamu kalau hidangan tersebut berasal dari bumbu dasar yang sama? Kalau diperhatikan, semua jenis hidangan ini memiliki cita rasa kuat berempah yang tajam dan mirip-mirip karena memakai bumbu bernama base genep.

    Base genep merupakan bumbu yang wajib digunakan untuk memasak aneka masakan khas Bali. Berbagai rempah digunakan untuk menghasilkan rasa tajam yang menjadi signature dari hidangan tradisional pulau Dewata.

    Tak hanya sekedar bumbu biasa, ternyata base genep memiliki filosofi dan sejarah yang ada di baliknya. Apakah itu? Simak pembahasannya di bawah, yuk!

    Baca juga: Kenus Mebase Khas Bali, Olahan Cumi yang Lezat!

    Filosofi dan Sejarah base genep 

    Jika menelusuri maknanya, kata ‘base’ adalah bumbu dan ‘genep’ berarti lengkap. Maka dari itu, bumbu ini selalu jadi andalan agar cita rasa makanan menjadi lebih istimewa. Bumbu dasar ini merupakan perpaduan aneka rempah yang diolah menjadi satu sehingga membuatnya lengkap dan kompleks.

    Terdiri dari belasan jenis bumbu dan rempah, base genep memiliki empat unsur utama yaitu kunir (kunyit), cekuh (kencur), isen (lengkuas), dan jahe. Setiap unsur yang digunakan dalam bumbu ini mempunyai arti masing-masing.

    Dalam budaya Bali, kunir berada di arah Barat yang mewakili Dewa Mahadewa. Lalu, isen dari arah selatan menjadi simbol keberadaan Dewa Brahma. Sementara itu, jahe yang berwarna hitam melambangkan Dewa Wisnu. Terakhir, cekuh yang berwarna putih merepresentasikan Dewa Iswara.

    Base genep adalah bumbu yang istimewa karena menjadi bagian penting dalam tradisi Bali. Dalam upacara keagamaan, bumbu ini memiliki peran penting sebagai bagian dari hidangan khusus untuk persembahan bagi para dewa. Resep bumbu ini bahkan ditemukan dalam catatan lontar yang berusia sekitar dua ribu tahun lalu. 

    Bumbu dasar khas Bali ini juga menjadi bukti adanya perdagangan antarpulau, bahkan antarnegara yang sudah terjadi sejak masa lampau. Diperkirakan, bumbu dasar ini telah menjadi rahasia kelezatan hidangan Bali sejak abad ke-9 dan merupakan akulturasi budaya antara Bali dan India. 

    Bahan bumbu seperti bawang, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, kemiri, ketumbar, kapulaga, jeruk dan kelapa memang mudah ditemui di Bali. Akan tetapi, berbagai rempah seperti lada, pala dan cengkeh dibawa oleh para pedagang asing.

    Proses pembuatan

    Saat proses pembuatan base genep, masyarakat Bali pun memakai perhitungan timbangan dan skala perbandingan yang unik. Mereka lebih mengandalkan jari sebagai alat ukur untuk rempah-rempah yang akan diolah. 

    Cara ini merupakan metode turun-temurun dari para tetua masyarakat Bali. Mereka menggunakan jari telunjuk untuk mengukur takaran kunyit, jari tengah untuk ukuran lengkuas, jari manis sebagai pengukur jahe, dan jari kelingking untuk kencur. 

    Setengah dari jumlah keempat bumbu utama merupakan ukuran jumlah bawang merah. Lalu, setengah bawang merah untuk ukuran jumlah bawang putih. Sementara, setengah dari jumlah bawang putih menjadi ukuran cabai. Kemudian, setengah ukuran cabai menjadi ukuran untuk rempah-rempah lain. Terakhir, terasi dan garam juga ditambahkan sebagai perwakilan dari unsur laut. 

    Resep Base Genep

    Pada dasarnya, base genep terbuat dari campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, serai, kemiri, ketumbar, cabai, terasi, daun salam, dan jeruk limau. Bahan-bahannya sederhana dan bisa ditemukan dengan mudah. 

    Melansir laman Kompas, Chef Erwin Hidayat dari Arosa Hotel Bintaro Jakarta membagikan resep base genep. Simak informasinya di bawah ini!

    Bahan-bahan

    • 50 gr lengkuas
    • 25 gr kencur
    • 200 gr cabai merah
    • 50 gr cabai rawit
    • 100 gr jahe
    • 200 gr bawang merah
    • 75 gr bawang putih
    • 30 gr kunyit
    • 3 batang serai
    • 20 gr ketumbar
    • 100 gr kemiri

    Cara membuat base genep 

    1. Haluskan semua bahan menggunakan ulekan. Boleh juga pakai blender atau food processor agar lebih cepat halus.
    2. Setelah itu, tumis semua bumbu halus dengan sedikit minyak. Jangan lupa untuk koreksi rasa dengan menyesuaikan garam, gula, dan merica secukupnya.
    3. Masak bumbu hingga harum dan mengeluarkan minyak. Jika sudah, angkat dan tuang ke dalam wadah. 
    4. Base genep siap untuk jadi bumbu dasar berbagai hidangan!

    Kamu bisa menyimpan base genep ke dalam toples atau wadah tertutup. Taruh di dalam kulkas agar awet dan bisa digunakan untuk memasak hidangan lainnya di kemudian hari.


    Demikian informasi mengenai base genep, mulai dari filosofi hingga resepnya. Ternyata, itulah bumbu rahasia yang digunakan untuk mengolah makanan khas Bali. Selain bahan-banhannya mudah ditemui, proses pembuatannya pun cukup mudah.

    Jadi, apakah kamu tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah? Berikan komentarmu di bawah, ya!

    Baca juga: Resep Masakan Pedas, Ayam Suwir Bali!

  • Hidangan Bebek Khas Indonesia yang Bikin Laper!

    Hidangan Bebek Khas Indonesia yang Bikin Laper!

    Selain ayam, bebek merupakan salah satu jenis unggas yang populer untuk diolah menjadi beragam hidangan khas Indonesia. Mempunyai keunikan masing-masing, hidangan bebek dari berbagai belahan nusantara ini mampu menjadi identitas kuliner daerah setempat. 

    Tentu saja, setiap daerah di Indonesia memiliki resepnya masing-masing untuk mengolah unggas ini menjadi menu yang istimewa. Berikut JadiLaper akan bagikan informasi mengenai berbagai hidangan bebek khas Indonesia yang menggiurkan. Simak bersama, yuk!

    Baca juga: Resep Sambal Mangga ala Bebek Sinjay Khas Madura

    Bebek betutu

    Siapa yang tak tahu hidangan yang satu ini? Bebek betutu menjadi kuliner primadona di Pulau Dewata, Bali. Hidangan ini biasanya dijadikan menu utama atau menjadi lauk pelengkap untuk nasi campur bali.

    Menggunakan base genep yang kaya akan rempah, bebek betutu mempunyai cita rasa yang gurih dan pedas. Ditambah perasan jeruk limau, kesegarannya mampu membuat hidangan ini menjadi lebih nikmat.

    Dijamin, satu piring nasi tidak akan cukup ketika menjadikan hidangan ini sebagai lauk pendamping. Jadi, siapkan nasi yang banyak, ya!

    Bebek bumbu hitam

    Kamu pasti tak asing lagi dengan bebek bumbu hitam, bukan? Menu bebek yang satu ini berasal dari Madura. Menggunakan rempah yang beragam, bebek bumbu hitam selalu ada di hati para penikmat kuliner.

    Walaupun penuh minyak, justru itulah yang dicari dari bumbu bebek hitam khas Madura ini. Biasanya, menu ini disajikan bersama dengan sambal bawang, sambal hijau, atau sambal pencit. Tak heran jika kamu merasa satu porsi nasi tidak cukup ketika makan ditemani oleh bebek bumbu hitam yang lezat ini.

    Bebek songkem 

    Ada satu lagi hidangan bebek asal Madura, yaitu bebek songkem. Sajian ini cocok bagi yang ingin makan bebek, namun tetap ingin menjaga tingkat kolesterol dalam darah karena dimasak menggunakan metode kukus.

    Tak hanya sekedar dikukus, bebek songkem juga dibungkus menggunakan daun pisang sehingga membuat aromanya lebih harum. Proses memasaknya pun memakan waktu selama tiga sampai lima jam agar matang sempurna.

    Walaupun melewati serangkaian proses, bebek songkem yang sudah matang akan terasa sangat istimewa. Saat disantap, dagingnya sangat empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. 

    Di balik rasanya yang lezat, nama bebek songkem menyimpan sejarah tersendiri. Kata ‘songkem’ sendiri artinya adalah ‘sungkem’. Masyarakat Madura menjadikan hidangan ini sebagai bentuk rasa hormat dan apresiasi terhadap kiai mereka.

    Tak hanya itu saja. Saat dikukus, leher bebek ditekuk menyerupai posisi orang sedang sungkem. Ternyata, inilah yang membuat hidangan ini dinamai bebek songkem.

    Itiak lado mudo

    Beralih ke Pulau Sumatera, Kota Bukittingi juga memiliki hidangan andalan bernama itiak lado mudo! Hidangan ini merupakan makanan khas Ngarai Sianok Bukittinggi. Jika kamu mampir ke Kapau, pasti kamu menjumpai makanan ikonik Bukittinggi ini.

    Menu ini menggunakan bebek muda yang umurnya masih enam bulan. Tak heran kalau itiak lado mudo ini dagingnya sangat empuk dan lembut. Dilumuri oleh sambal hijau, cita rasanya gurih dan pedas.

    Itiak lado mudo biasanya disajikan dalam bentuk potongan seperempat ekor. Selain itu, satu porsinya dilengkapi oleh potongan timun untuk menambahkan rasa segar. Sudah pasti cocok sekali disantap bersama nasi hangat!


    Itulah hidangan bebek khas Indonesia dari berbagai daerah. Tentu saja, semuanya sangat menggugah selera dan bikin laper! Jadi, mana di antara daftar di atas yang jadi favoritmu? Yuk, bagikan opinimu di kolom komentar!

    Baca juga: Serbu Bebek Carok, Kedai Bebek Madura Milik Tretan Muslim!

  • Es Cendol vs Es Dawet, Apa Perbedaan Keduanya?

    Es Cendol vs Es Dawet, Apa Perbedaan Keduanya?

    Apakah kamu termasuk salah satu orang yang menganggap es cendol dan es dawet adalah jenis minuman yang sama? Nyatanya, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, lho!

    Secara visual, es cendol dan es dawet sekilas memang tampak serupa. Kedua minuman menyegarkan ini sama-sama disajikan dengan siraman gula merah cair serta santan yang gurih. 

    Jika demikian, lantas apakah perbedaan antara es cendol dan es dawet? Jika penasaran, langsung saja simak informasinya berikut ini!

    Baca juga: Resep Es Selendang Mayang, Minuman Khas Betawi

    Perbedaan es cendol dan es dawet

    Asal daerah

    Terkadang kita tak sadar kalau makanan dan minuman yang sering kita makan berasal dari daerah mana. Ini terjadi pada es cendol dan es dawet

    Ternyata, dua jenis minuman ini berasal dari daerah yang berbeda, lho! Es cendol berasal dari daerah Jawa Barat. Sementara itu, es dawet dari Jawa Tengah. 

    Bahan dasar

    Secara visual, tampilan buliran hijau es cendol dan es dawet terlihat sama. Namun, siapa sangka jika keduanya terbuat dari bahan dasar yang berbeda?

    Es cendol terbuat dari tepung hunkwe, yaitu tepung yang terbuat dari tepung kacang hijau. Sedangkan, es dawet sendiri terbuat dari tepung beras. Keduanya diberi perwarna makanan untuk membuat warnanya menjadi hijau. Namun, pewarna hijau dari daun pandan atau suji biasa digunakan pada resep tradisional.

    Tekstur es cendol dan es dawet

    Tanpa disadari, tekstur es cendol dan es dawet pun berbeda. Hal ini disebabkan karena bahan dasar yang digunakan keduanya juga tak sama.

    Tekstur es cendol lebih kenyal layaknya jeli. Sementara, tekstur es dawet lebih lembut dan langsung putus saat digigit. Pernahkah kamu menyadari itu?

    Cara penyajian

    Memang tampak serupa, namun pasti kamu tak menyadari ada yang berbeda dari cara penyajian es cendol dan es dawet. 

    Jika kamu perhatikan, es cendol disajikan dengan potongan buah nangka. Sedangkan, es dawet sering diberi tambahan tape dan ketan. 

    Cara membuat

    Tanpa kamu ketahui, proses pembuatan es cendol dan es dawet pun berbeda. Es cendol ternyata dibentuk menggunakan mesin yang dilengkapi dengan tutup sebagai alat penekan. Pantas saja bentuknya lebih panjang dari pada es dawet.

    Lain halnya dengan es dawet. Buliran hijaunya dibuat dengan cara yang sederhana. Cara membuatnya adalah dengan menggunakan saringan berongga yang digoyangkan. Cukup mudah, kan?


    Itulah perbedaan es cendol dan es dawet yang ternyata cukup signifikan. Setelah mengetahui pembahasan di atas, apakah kamu sekarang sudah sadar akan perbedaan keduanya? Yuk, bagikan pengalamanmu di kolom komentar!

    Baca juga: Es Setrup, Minuman Legendaris Khas Kota Malang

  • Resep Choipan, Kudapan Lembut Khas Pontianak

    Resep Choipan, Kudapan Lembut Khas Pontianak

    Pernahkah kamu mendengar kudapan khas Pontianak bernama choipan? Mendengar namanya saja kamu pasti mengetahui kalau ada sentuhan negara Tiongkok pada hidangan ini. 

    Mulanya, choipan diperkenalkan pertama kali oleh penjual keliling berdarah Tionghoa. Mereka berasal dari Suku Teochew (Tio Ciu) yang berada di Kalimantan Barat. Merantau dari China Daratan, awalnya mereka memberi nama hidangan ini sebagai ziao tje yang kemudian diadaptasi menjadi choipan.

    Jika maknanya ditelusuri, kata ‘choi’ memiliki arti sayuran dan ‘pan’ adalah kue. Maka dari itu, ‘choipan’ artinya adalah kue berisi sayur. Hidangan khas Pontianak ini dimasak menggunakan metode kukus, sehingga teksturnya lembut saat berada di mulut.

    Bagi yang berdomisili jauh dari Kota Pontianak, kamu tak perlu khawatir jika ingin mencicipi kudapan kecil ini. Menggunakan bahan-bahan sederhana, kamu bisa membuat choipan sendiri di rumah, kok! 

    Tanpa berlama-lama, mari intip resep choipan yang mudah dibuat berikut ini!

    Baca juga: Resep Nugget Ayam Sayur, Cocok untuk Si Kecil

    Resep choipan khas Pontianak

    Sebelum memasak, kamu perlu menyiapkan beberapa bahan untuk membuat kulit, isian, hingga saus bawang putih dan saus cabai. Jadi, catat bahan-bahan berikut ini, ya!

    Bahan kulit choipan

    • 180 gram tepung beras 
    • 25 gram tepung maizena atau kanji 
    • 1/2 sdt garam 
    • 450 ml air 
    • 3 sdm minyak goreng

    Bahan isi

    • 200 gram bengkoang, potong bentuk korek api, peras airnya 
    • 3 sdm minyak goreng
    • 5 siung bawang putih, cincang
    • 50 gram ebi, seduh, cincang
    • 1 sdm gula pasir 
    • Garam dan merica secukupnya

    Saus cabai 

    • 50 gram cabai merah, buang biji, rebus, haluskan 
    • 250 ml air 25 gram gula pasir 
    • 2 sdm cuka  
    • 1 sdt garam 
    • 2 siung bawang putih, haluskan

    Cara membuat choipan

    1. Langkah pertama, buat isian choipan terlebih dahulu. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bawang putih hingga harum.
    2. Masukkan ebi, kemudian tumis sejenak. Setelah itu, masukkan bengkoang dan tumis hingga layu. Jika sudah, angkat dan sisihkan.
    3. Selanjutnya, persiapkan bahan-bahan membuat kulit. Lalu, campur semua bahan ke dalam panci. Masak dan aduk perlahan di atas api kecil hingga menjadi adonan yang bisa dibentuk.
    4. Jika adonan masih lengket, tambahkan tepung kanji sedikit.
    5. Ambil adonan kulit secukupnya, lalu isi dengan adonan bengkoang. Lipat pinggiriannya seperti saat membuat pastel.
    6. Lalu, kukus choipan selama 15 menit hingga matang. Sementara itu, siapkan saus bawang putih dan saus sambal.
    7. Untuk membuat saus bawang putih, panaskan minyak goreng terlebih dahulu. Kemudian, tumis bawang putih cincang hingga kecoklatan. Angkat dan tuang ke dalam wadah.
    8. Sedangkan untuk saus cabai, rebus cabai yang sudah dibuang bijinya. Kemudian, haluskan cabai dengan blender. Tuang ke dalam sebuah wadah. Jangan lupa beri 2 sdm cuka.
    9. Angkat choipan yang sudah dikukus selama 15 menit. Sajikan dengan siraman saus bawang putih dan saus sambal.
    10. Choipan siap disantap!


    Itulah resep choipan khas Pontianak yang bisa kamu coba buat sendiri di rumah. Rasanya yang gurih dipadukan dengan aroma khas saus bawang putih dan pedasnya sambal, membuat kudapan ini mempunyai rasa yang istimewa. Jadi, selamat mencoba, ya!

    Baca juga: Resep Mie Gomak, Menu Sarapan Khas Batak

  • Anak Susah Makan Nasi? Ikuti Resep Arancini Ini!

    Anak Susah Makan Nasi? Ikuti Resep Arancini Ini!

    Jika anak susah makan, para ibu harus berpikir kreatif untuk mencari solusinya. Salah satunya adalah dengan ikuti resep arancini ini!

    Arancini sendiri merupakan hidangan asal Italia yang terbuat dari nasi kepal dibalut tepung roti yang digoreng. Makanan ini biasanya dijadikan menu bekal sekolah anak. Hidangan ini adalah solusi untuk para anak yang susah makan nasi.

    Bentuknya yang bulat dan renyah di luar ini menarik perhatian anak-anak. Dengan demikian, mereka tak tahu kalau arancini ini terbuat dari nasi. Apalagi, setiap bulatan arancini berisi keju dan jamur yang membuatnya semakin istimewa.

    Selain itu, arancini juga kerap menjadi bekal perjalanan atau piknik. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan nasi sisa kemarin untuk membuat menu ini, lho!

    Tunggu apalagi? Yuk, simak resep arancini berikut ini!

    Baca juga: Resep Lady Fingers yang Cocok untuk Perayaan Halloween!

    Resep Arancini

    Bahan-bahan arancini

    • 1 mangkuk nasi putih
    • 20 gram jamur kancing
    • 1 buah bawang bombay
    • Keju mozarella secukupnya
    • Keju parmesan secukupnya
    • 1-2 butir telur
    • 2 lembar daun parsley
    • Tepung roti
    • Mentega
    • Kaldu ayam
    • Garam dan lada sesuai selera
    • Minyak goreng

    Cara membuat

    1. Pertama, siapkan semangkuk nasi untuk membuat arancini. Boleh juga pakai nasi sisa kemarin.
    2. Kemudian, panaskan mentega dan tumis bawang bombay hingga harum.
    3. Lalu, masukkan jamur dan tumis hingga layu. 
    4. Masukan nasi, aduk hingga merata. Tambahkan juga garam, lada, dan kaldu ayam secukupnya.
    5. Kemudian, beri keju parmesan lalu aduk kembali. Jika sudah, angkat dan sisihkan.
    6. Jika sudah tidak terlalu panas, ambil sedikit nasi kemudian kepal hingga membentuk bola. Gunakan sarung tangan saat melakukan proses ini.
    7. Kemudian, beri lubang di bagian tengah nasi kepal. Lalu, tambahkan jamur kancing dan keju mozarella ke dalamnya. Tutup kembali.
    8. Sementara itu, siapkan telur yang sudah dikocok dan tepung roti.
    9. Masukkan bola nasi ke dalam telur, lalu pindahkan ke wadah berisi tepung panir. Pastikan tepung menutupi seluruh permukaan nasi.
    10. Panaskan minyak, kemudian goreng adonan hingga keemasan. Angkat dan tiriskan.
    11. Arancini siap disajikan!

    Kamu juga bisa mengkreasikannya dengan menambahkan beef bacon atau smoke beef sebagai protein. Namun, jika tidak ada pun juga tak masalah.


    Demikianlah resep arancini untuk jadi menu bekal sekolah anak. Dengan menu ini, anak tak akan menolak untuk memakannya padahal isinya adalah nasi. Cocok sekali untuk si kecil yang susah makan nasi, kan?

    Yuk, segera ikuti resepnya!

    Baca juga: Resep Parmesan Chicken Tenders, Super Crispy!

  • Resep Nugget Ayam Sayur, Cocok untuk Si Kecil

    Resep Nugget Ayam Sayur, Cocok untuk Si Kecil

    Para ibu pasti ketar-ketir jika anak sudah susah makan sayur. Pasalnya, mereka seharusnya mendapatkan nutrisi dan vitamin yang cukup untuk mendukung proses tumbuh kembang buah hatinya. Maka dari itu, segeralah cari ide dan ikuti resep nugget ayam sayur ini!

    Umumnya, nugget hanya terbuat dari daging ayam yang diolah dengan bahan-bahan lainnya. Namun, dengan resep ini para ibu bisa menyiasatinya dengan mencampurkan sayuran ke adonan nugget ayam ini.

    Jika sudah penasaran dengan caranya, mari ikuti resep nugget ayam sayur berikut ini!

    Baca juga: Kreasi Mie Instan Buat Para Anak Kos!

    Resep nugget ayam sayur

    Ilustrasi nugget ayam sayur

    Hanya memerlukan bahan-bahan sederhana, kamu bisa membuat nugget ayam ini dengan cara yang mudah, lho! Simak langkah-langkahnya, yuk!

    Bahan:

    • 200 gr daging ayam giling 
    • 3 siung bawang putih 
    • 1 sdm saus tiram 
    • 1 sdm minyak wijen 
    • 100 gr brokoli 
    • 100 gr wortel 
    • 2 sdm tepung terigu 
    • 2 butir telur 
    • Tepung roti 
    • Daun bawang
    • Garam
    • Gula
    • Lada

    Cara membuat nugget ayam sayur

    1. Pertama, campur ayam giling dengan bawang putih, gula, garam, lada, saus tiram, dan minyak wijen. Blender semua bahan tersebut hingga halus dan tercampur rata.
    2. Kemudian, masukan brokoli, wortel, dan daun bawang. Lalu, lanjut blender kembali.
    3. Jika sudah halus, tuang adonan tersebut ke dalam wadah tahan panas. Jangan lupa olesi dengan minyak terlebih dahulu. Lalu, kukus adonan selama 20 menit.
    4. Saat sudah matang, keluarkan adonan yang sudah dikukus dari wadah. Potong memanjang, atau boleh disesuaikan dengan selera.
    5. Sementara itu, kocok lepas satu butir telur. Celupkan potongan nugget ke dalam ke dalamnya, kemudian balur dengan tepung roti.
    6. Goreng nugget hingga matang dan berwarna emas kecoklatan. Jika sudah, angkat dan tiriskan.
    7. Nugget ayam sayur sudah siap! Sajikan dengan saus dan mayonaise agar semakin nikmat.

    Resep ini menggunakan brokoli dan wortel sebagai tambahan sayurannya. Kamu bisa menggantinya dengan bayam, labu siam, atau sayuran lainnya yang ada di dapurmu. 


    Itu dia resep nugget ayam sayur yang bisa kamu coba buat untuk si kecil. Dengan cara ini, ibu-ibu di rumah jadi tak perlu khawatir lagi jika anaknya tak suka makan sayur. Walaupun ada sayur di dalamnya, tentu anak-anak tak akan bisa menolak menu yang satu ini karena rasanya sangat lezat!

    Baca juga: Anak Kos Merapat! Ini Resep French Toast Khusus Untukmu!

  • Resep Nasi Tim yang Penuh Gizi, Cocok untuk MPASI

    Resep Nasi Tim yang Penuh Gizi, Cocok untuk MPASI

    Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah bisa mencoba untuk makan makanan padat. Oleh karena itu, kamu perlu menyiapkan beberapa menu untuk buah hatimu. Mungkin kamu bisa mencoba resep nasi tim berikut ini!

    Nasi tim yang cocok untuk makanan pendamping ASI (MPASI) adalah nasi lembek. Tekstur seperti ini bisa melatih anak untuk terbiasa memakan nasi. Untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut, kamu bisa atur takaran air menjadi lebih banyak dari pada saat memasak nasi biasa.

    Jika ingin tahu cara membuat menu MPASI ini, mari simak 3 resep nasi tim dengan berbagai bahan bergizi berikut ini!

    Baca juga: Tips Mudah Memenuhi Nutrisi Bagi Anak-Anak dengan ASD

    3 resep nasi tim untuk menu MPASI

    Sebagai menu pendamping ASI, tentunya kamu ingin menu makan si kecil mengandung gizi yang lengkap. Asupan seperti protein dan vitamin sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

    Maka dari itu, 3 resep nasi tim di bawah ini bisa jadi opsi untuk menu MPASI setiap hari.

    Resep Nasi Tim Daging Giling

    Menggunakan daging sapi yang digiling, menu ini cocok untuk dimakan buah hatimu saat pertama kali makan nasi, lho! Tak hanya itu, daging sapi yang ikut disajikan membuat nasi tim ini kaya akan protein.

    Bahan-bahan:

    • 2 sdm beras putih
    • 30 ml air kaldu
    • 50 gram daging gilang
    • 2 siung bawang putih
    • 1 siung bawang merah
    • 1 sdt minyak goreng
    • Daun bawang
    • Garam secukupnya

    Cara membuat:

    1. Masukan kaldu ke dalam panci berisi beras. Masak hingga beras menjadi lunak. Jika belum lunak namun air sudah surut, tambahkan kembali sedikit air.
    2. Sementara itu, tumis bawang merah dan bawang putih. Jika sudah harum, masukkan daging giling. Masak hingga matang. Jangan lupa untuk koreksi rasa.
    3. Setelah itu, masukkan daging giling ke dalam cetakan atau mangkuk kecil.
    4. Tumpuk daging dengan nasi, lalu padatkan dengan menggunakan sendok.
    5. Balik cetakan di atas piring, kemudian tambahkan sedikit daun bawang.
    6. Nasi tim daging giling sudah siap!

    Nasi Tim Ayam Kecap

    Selain menggunakan daging, kamu juga bisa memakai ayam sebagai protein untuk nasi tim. Kamu pun boleh menambahkan wortel yang dipotong kecil-kecil. Dengan begitu, buah hatimu akan mendapatkan gizi yang lengkap!

    Bahan-bahan:

    • 2 sdm beras putih
    • 50 gram daging ayam giling
    • 2 sdm wortel yang sudah dipotong kecil
    • Bawang merah
    • Bawang putih
    • Air secukupnya
    • Kecap manis
    • Garam secukupnya

    Cara membuat:

    1. Masak beras bersama dengan air hingga teksturya lunak. Jika sudah, sisihkan terlebih dahulu.
    2. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Setelah itu, masukkan daging ayam giling. Tambahkan kecap manis dan sedikit garam. Masak hingga matang.
    3. Lalu, masukkan tumisan ayam ke dalam mangkuk atau cetakkan. Tumpuk dengan nasi dan padatkan.
    4. Balik mangkuk, kemudian tambahkan daun bawang secukupnya.
    5. Nasi tim ayam kecap siap disantap si kecil!

    Nasi Tim Tahu Wortel

    Menu MPASI selanjutnya adalah nasi tim tahu wortel. Dengan menggunakan tahu dan wortel, sudah pasti menu ini kaya akan protein dan vitamin A. Berikut resepnya!

    Bahan-bahan:

    • 2 sdm beras putih
    • 1 buah tahu putih
    • 2 sdm wortel parut
    • Bawang merah
    • Bawa putih
    • Air putih
    • Garam secukupnya

    Cara membuat:

    1. Masak beras hingga lunak. Jika beras belum lembut namun air sudah menyusut, tambahkan lagi sedikit air. Setelah matang, sisihkan.
    2. Di wajan yang berbeda, tumis bawang merah dan bawang putih. Masukan wortel parut, lalu tumis hingga matang.
    3. Jika sudah, masukkan tahu putih yang sudah dihancurkan. Kemudian, tumis hingga tahu mengering dan sedikit kecokelatan.
    4. Setelah matang, tuang tumisan ke dalam cetakkan atau mangkuk kecil. Tumpuk dengan nasi, kemudian padatkan dengan menggunakan sendok.
    5. Balik mangkuk ke atas piring, dan nasi tim tahu wortel siap dihidangkan!


    Itulah resep nasi tim yang cocok untuk MPASI si buah hati. Selain lezat, menu-menu di atas juga memiliki gizi yang sempurna. Tentu saja, deretan hidangan tersebut cocok sekali untuk mendukung tumbuh kembang anak. Yuk, langsung saja coba resepnya!

    Baca juga: Tips Memilih Restoran Untuk Anak, Lengkap!