Author: Jadilaper Admin

  • Punya Sisa Daging Kurban? Yuk Coba Resep Mantul dan Mudah Ini

    Punya Sisa Daging Kurban? Yuk Coba Resep Mantul dan Mudah Ini

    Jangan bingung dengan sisa daging kurban saat idul adha mau dibuat resep apa. Baked tortilla adalah solusi yang tepat untuk sarapan dan juga menu bekal. Kamu bisa gunakan sisa daging kurban sebagai isian atau topping ke dalam baked tortilla.

    Terkadang tidak butuh bahan yang susah dan cara masak yang ribet jika ingin menu sarapan, makan siang atau bahkan bekal yang praktis, enak dan sehat. Kamu cukup butuh kulit tortilla siap pakai dan sisa daging kurban serta beberapa sayuran yang mudah ditemui. 

    Jika ingin mencoba membuat tortilla ayam gulung yang enak dan praktis, ini resep yang bisa dicoba. Cara membuatnya sangat mudah, kamu hanya perlu menyiapkan beberapa bahan dirumah dengan kesabaran dan ketelatenan. Yuk coba buat resep baked tortilla dengan resep berikut ini.

    Baca juga: Yuk Mengenal Asal-Usul Rujak Cingur, Makanan Khas Asli Arek Suroboyo

    Bahan-Bahan untuk Membuat Masakan dari Sisa Daging Kurban

    Ilustrasi Sisa Daging Kurban. (Sumber: Taste of Home)
    • 4 lembar tortilla (dapat menggunakan tortilla jagung atau tortilla gandum)
    • 200 gram daging ayam cincang (bisa diganti dengan daging sapi atau kalkun sesuai selera)
    • 1 buah paprika merah, potong dadu
    • 1 buah bawang bombay, cincang halus
    • 2 siung bawang putih, cincang halus
    • 150 gram keju cheddar, parut
    • 100 gram keju mozzarella, parut
    • 1 cangkir saus tomat atau salsa
    • 1 sdt bubuk paprika
    • 1 sdt bubuk jintan
    • 1 sdt oregano kering
    • Garam dan merica secukupnya
    • 2 sdm minyak zaitun
    • 2 sdm daun ketumbar cincang untuk hiasan
    • 1 buah alpukat, potong dadu untuk hiasan (opsional)
    • 1 buah jeruk nipis, iris untuk hiasan (opsional)

    Cara Membuat

    1. Persiapan Bahan-Bahan Mulailah dengan mempersiapkan semua bahan yang diperlukan. Pastikan semua bahan sudah dicuci bersih dan dipotong sesuai dengan instruksi di atas.
    2. Memasak Isian Panaskan minyak zaitun dalam wajan dengan api sedang. Tumis bawang bombay hingga layu dan harum, sekitar 2-3 menit. Tambahkan bawang putih dan tumis hingga harum.
      Masukkan daging ayam cincang ke dalam wajan dan masak hingga berubah warna dan matang sempurna. Tambahkan paprika merah, bubuk paprika, bubuk jintan, oregano, garam, dan merica. Aduk rata dan masak selama 5-7 menit hingga semua bahan tercampur dan matang sempurna. Angkat dari api dan sisihkan.
    3. Menyiapkan Tortilla Ambil selembar tortilla dan olesi permukaannya dengan saus tomat atau salsa. Letakkan sekitar dua sendok makan isian daging di atas tortilla, ratakan dengan sendok. Taburkan keju cheddar dan mozzarella di atas isian.
      Gulung tortilla dengan rapi dan letakkan dalam loyang yang sudah diolesi sedikit minyak zaitun. Ulangi proses ini untuk semua lembar tortilla.
    4. Memanggang Tortilla Panaskan oven hingga suhu 180 derajat Celsius. Letakkan loyang berisi tortilla gulung di tengah oven dan panggang selama 15-20 menit atau hingga keju meleleh dan tortilla berwarna keemasan.
    5. Penyajian Setelah tortilla matang, keluarkan dari oven dan biarkan dingin sebentar. Potong-potong tortilla sesuai selera. Letakkan potongan tortilla di piring saji dan taburi dengan daun ketumbar cincang.
      Untuk penyajian yang lebih menarik dan lezat, tambahkan potongan alpukat dan irisan jeruk nipis di sekitar tortilla. Hidangan ini bisa disajikan dengan saus tambahan seperti guacamole, sour cream, atau salsa ekstra.

    Tips Tambahan Membuat Masakan dari Sisa Daging

    • Kamu bisa menambahkan bahan lain ke dalam isian seperti jagung manis, kacang merah, atau bahkan irisan zaitun untuk variasi rasa yang lebih kaya. Untuk versi vegetarian, ganti daging dengan tahu atau tempe yang sudah dimasak dengan bumbu yang sama.

    • Jika kamu tidak memiliki oven, kamu bisa memanggang tortilla di atas wajan datar dengan api kecil hingga keju meleleh dan tortilla berwarna kecokelatan.

    • Dengan resep ini, kamu bisa menikmati baked tortilla yang lezat dan mudah dibuat di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan mudah didapatkan, sementara proses pembuatannya tidak memerlukan waktu yang lama. Selamat mencoba dan semoga berhasil!


    Itu dia beberapa makanan yang bisa dibuat dari sisa daging kurban. Tak hanya mudah, sajian dari sisa-sisa daging kambing yang dikurbankan memiliki cita rasa lezat dan tak kalah dengan sajian di restoran.

    Baca juga: Resep Choipan Khas Singkawang, Makanan Tiongkok yang Legendaris!

  • Resep Membuat Piscok Renyah dan Lumer Saat Digigit, Yuk Coba!

    Resep Membuat Piscok Renyah dan Lumer Saat Digigit, Yuk Coba!

    Resep membuat piscok renyah dan lumer di mulut banyak dicari karena merupakan camilan yang enak dan sederhana. Biasanya, piscok lumer dikonsumsi bersama segelas teh hangat atau secangkir kopi.

    Rasanya yang manis dan gurih membuat camilan ini digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa. Meski terasa lezat, ternyata camilan piscok lumer bisa dibuat sendiri dengan mudah menggunakan bahan-bahan sederhana, loh!

    Penasaran dengan resep membuat pisang cokelat yang renyah dan lumer saat digigit? Jika ingin tahu bahan-bahan dan cara pembuatan piscok, yuk simak pembahasan lengkapnya bersama JadiLaper!

    Baca juga: Yuk Simak, Ini Dia Resep Membuat Banana Bread Tanpa Mixer!

    Resep Membuat Piscok Renyah yang Dapat Dicoba

    Ilustrasi Resep Membuat Piscok Renyah. (Sumber: Freepik)

    Pisang merupakan buah yang kerap diolah menjadi berbagai jenis hidangan penutup maupun camilan. Ada yang ditambahkan cokelat atau bahkan beberapa isian lain, seperti selai nanas hingga keju.

    Untuk pisang cokelat atau piscok sendiri, kamu bisa membelinya di warung-warung yang menjual beragam camilan. Namun, jika tak ingin membelinya, kamu dapat membuat piscok sendiri dengan bahan-bahan sebagai berikut:

    Bahan Utama Membuat Piscok

    • 10 buah pisang uli.
    • 10 lembar kulit lumpia. 
    • 100 gram mentega.
    • 250 gram cokelat batang.
    • Keju parut secukupnya.

    Cara Pembuatan Piscok Lumer

    • Langkah pertama, kupas buah pisang terlebih dahulu kemudian belah menjadi dua bagian. Setelah itu, lelehkan mentega di atas teflon kemudian panggang pisang.
    • Jika sudah, lumerkan cokelat batang untuk dijadikan sebagai isian pisang.
    • Caranya cukup mudah, yaitu potong cokelat batang menjadi kecil-kecil dan taruh pada sebuah wadah stainless.
    • Kemudian, rebus air kira-kira sebanyak seperempat panci sampai mendidih. Selanjutnya, kecilkan api dan letakkan wadah berisi cokelat di atas panci lalu aduk-aduk hingga meleleh.
    • Apabila cokelat sudah meleleh, kamu bisa angkat dan tunggu sampai dingin.
    • Ambil satu lembar kulit lumpia lalu letakkan pisang dan cokelat yang sudah meleleh sesuai selera.
    • Tahap berikutnya, gulung dan rekatkan dengan menggunakan sedikit air. Lakukanlah cara satu ini pada kulit dan pisang yang masih tersisa.
    • Selanjutnya, goreng pisang cokelat dengan minyak panas dan api sedang. Gorenglah pisang berisi cokelat hingga berubah warna menjadi kuning keemasan.
    • Terakhir, jika sudah matang kemudian angkat dan tirinkan. Sajikan piscok lumer dan sajikan bersama teh hangat atau secangkir kopi panas.


    Itu dia resep membuat piscok renyah yang bisa dibuat sendiri dengan bahan-bahan sederhana. Apabila ingin tahu berbagai resep camilan murah dan enak lainnya, cek saja artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga:

  • Simak, Ini 5 Manfaat Konsumsi Rumput Laut Bagi Kesehatan

    Simak, Ini 5 Manfaat Konsumsi Rumput Laut Bagi Kesehatan

    Manfaat konsumsi rumput laut untuk kesehatan tubuh sangat beragam sehingga banyak dipakai di berbagai hidangan. Rumput laut sendiri sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Cina.

    Karena itu, rumput laut dipercaya sebagai bahan obat-obatan, industri, serta makanan berkat kandungan gizinya. Lalu, apa saja manfaat dari mengonsumsi rumput laut? Jika penasaran dengan berbagai khasiat dari rumput laut, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: 5 Manfaat Kentang Bagi Tubuh, Cocok Dijadikan Menu Diet!

    Manfaat Konsumsi Rumput Laut yang Perlu Diketahui

    Ilustrasi Manfaat Konsumsi Rumput Laut. (Sumber: Freepik)

    Rumput laut menjadi bagian dari keluarga ganggang multi sel yang mencakup ganggang merah, ganggang hijau, serta ganggang cokelat. Kandungan nutrisi rumput laut cukup beragam, mulai dari karbohidrat, serat, protein, kalsium, hingga magnesium.

    Selain itu, rumput laut pun kaya akan senyawa tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai antioksidan alami. Berkat kandungan tersebut, ada beberapa manfaat dari rutin mengonsumsi rumput laut, di antaranya:

    Tingkatkan Kesehatan Jantung

    Salah satu khasiat yang bisa diperoleh tubuh ketika rutin mengonsumsi rumput laut adalah bisa meningkatkan kesehatan jantung. Rumput laut merupakan sumber serat larut air yang baik, mengandung asam lemak omega-3, kalium, serta antioksidan.

    Kandungan gizi yang ada pada rumput laut mampu menurunkan tekanan darah, mencegah pembekuan darah, serta mengurangi kolesterol jahat atau LDL dan kolesterol total. Karena itu, kamu bisa mencoba memasukkan rumput laut ke dalam menu harian.

    Tingkatkan Fungsi Tiroid

    Kelenjar tiroid akan melepaskan hormon untuk membantu reproduksi, perbaikan sel-sel rusak dalam tubuh, serta produksi energi. Dalam menjalankan fungsinya, kelenjar tiroid membutuhkan asupan yodium untuk membuat hormon.

    Jika yodium yang disediakan tidak cukup, maka tubuh bisa mengalami perubahan berat badan, muncul pembengkakan pada leher, serta sering merasa lelah. Salah satu cara agar asupan yodium tercukupi adalah mengonsumsi rumput laut.

    Beberapa jenis rumput laut yang mengandung yodium cukup tinggi, yaitu nori, wakame, dan kombu. Karena itu, pastikan untuk menambahkan rumput laut untuk masakan yang dibuat agar bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Turunkan Risiko Terkena Kanker Tertentu

    Konsumsi rumput laut secara rutin bisa membantu menurunkan risiko terkena kanker payudara dan kanker tiroid. Tak hanya itu, rumput laut juga memberikan perlindungan untuk melawan sejumlah penyakit serius, seperti sindrom metabolik, kerusakan kulit, maupun penyakit radang sendi.

    Manfaat Konsumsi Rumput Laut, Jaga Asupan Air dalam Tubuh

    Rutin mengonsumsi rumput laut juga diketahui mampu menjaga asupan air dalam tubuh. Ya, budidaya rumput laut yang dilakukan di perairan laut membuat kandungan garam dalam tanaman tersebut cukup tinggi.

    Kandungan garam yang ada pada rumput laut bisa membantu menjaga asupan air dalam tubuh. Meski bisa terhindar dari dehidrasi karena mengonsumsi rumput laut, tetapi jangan lupa untuk rutin minum air putih secukupnya.

    Bantu Turunkan Berat Badan

    Manfaat lain dari rutin mengonsumsi rumput laut adalah membantu menurunkan berat badan berkat kandungan fucoidan serta serat di dalamnya. Fucoidan sendiri diketahui dapat meningkatkan pemecahan lemak dan mencegah pembentukan lemak di dalam tubuh.

    Sementara serat dalam rumput laut, bisa mengurangi rasa lapar dan membuat tubuh merasa kenyang dalam waktu lebih lama. Selain itu, rumput laut juga termasuk makanan rendah kalori karena mengandung glutamat yang memberikan rasa gurih alami.


    Itu dia beberapa manfaat konsumsi rumput laut bagi kesehatan tubuh yang bisa diperoleh. Jika penasaran dengan berbagai manfaat makanan sehat lainnya, cek saja artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 6 Manfaat Konsumsi Makanan Laut Bagi Kesehatan Tubuh

  • Daftar 5 Cafe dengan Konsep Alam, Nuansanya Sangat Menenangkan!

    Daftar 5 Cafe dengan Konsep Alam, Nuansanya Sangat Menenangkan!

    Cafe dengan konsep alam banyak dicari, terutama di daerah perkotaan yang penuh dengan hiruk pikuk kendaraan. Pasalnya, keberadaan kafe dengan konsep alam ini bisa membawa ketenangan pada jiwa dan pikiran.

    Tak hanya nuansanya yang menyejukkan, kafe-kafe dengan konsep ini juga menawarkan menu hidangan nikmat dan variatif. Lalu, apa saja cafe yang hadir dengan konsep alam yang patut dicoba? Jika ingin tahu daftar kafenya, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: 6 Rekomendasi Restoran di Dago yang Punya View Menawan

    Rekomendasi Cafe dengan Konsep Alam

    Ilustrasi Cafe dengan Konsep Alam. (Sumber: Pixabay)

    Biasanya, kafe menjadi tempat favorit berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran. Kafe dipilih sebagai area berkumpul untuk berbincang selama berjam-jam atau sambil mengerjakan tugas.

    Nuansa alam dari kafe-kafe ini bisa membuat hati dan pikiran menjadi lebih rileks. Adapun beberapa cafe dengan nuansa alam yang wajib dikunjungi bersama teman atau keluarga, antara lain:

    Arborea Cafe

    Arborea Cafe merupakan cafe yang memakai media tanaman hias di dalam ruangan untuk menciptakan nuansa alam. Kafe unik satu ini berlokasi di Kompleks Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

    Tak hanya duduk-duduk di bawah pohon rindang, kafe ini menyediakan live music yang ditampilkan di sebuah panggung dari kayu. Untuk jam operasionalnya, Arborea Cafe buka setiap hari Senin hingga Jumat mulai pukul 11.00 WIB sampai 21.00 WIB.

    Living with LOF

    Cafe Living with LOF mengusung konsep indoor garden yang penuh dengan tumbuhan hijau dan didukung furniture kayu. Awalnya, kafe ini merupakan toko yang menjual tanaman dan serba-serbi kebutuhan untuk bercocok tanam.

    Namun, karena pengunjung yang datang suka dengan tampilan interior toko sebagai tempat foto, maka pemiliknya menyulap menjadi sebuah kafe. Detail kafe ini sendiri sangat unik, yaitu dekorasi tanaman hias dan perpaduan warna segar hijau serta putih yang memanjakan mata.

    Titik Koma

    Titik Koma merupakan cafe outdoor Jakarta yang berhasil menarik perhatian karena tempatnya sangat estetik. Dengan konsep ala tahun 70-an, kafe yang berada di dalam Rumah Segi ini didominasi dinding terracotta.

    Menariknya, seating area di bagian outdoor cafe berukuran cukup luas dengan hamparan rumput dan tata letak furniture yang dapat dijadikan sebagai tempat piknik. Apabila penasaran dengan tepat ini, kamu bisa berkunjung ke Jalan Tanjung Duren Utara V No. 246, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

    Kopitagram

    Kopitagram terletak di kawasan perumahan Tomang yang asri sehingga menjamin suasana tenang dan tentram. Cafe outdoor ini memiliki bangunan dengan konsep minimalis industrial yang diselimuti aksen monokromatik.

    Bagi yang ingin ngopi sambil bekerja, Kopitagram menyediakan fasilitas working space yang nyaman. Untuk alamatnya, Kopitagram berada di Jalan Kasturi No. 22 Tomang, Jakarta Barat dan buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.

    Odysseia

    Selanjutnya, ada Odysseia yang merupakan kafe bernuansa alam di Jakarta, tepatnya Mal Pacific Place. Meski berada di dalam mal, kafe satu ini dihiasi oleh tanaman rambat sehingga terlihat lucu untuk dijadikan spot foto.

    Bahkan, dekorasi air mancur ini yang membuat pengunjung merasa nyaman dan terasa seperti ada di taman. Pengunjung bisa duduk di sofa berwarna biru atau di kursi kayu karena cukup nyaman.

    Tak hanya tempatnya yang asri, lidah juga akan dimanjakan dengan menu-menu lezat dan variatif. Jika penasaran ingin mencoba berbagai menu di kafe ini, Odysseia buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 01.00 WIB.


    Itu dia beberapa cafe dengan konsep alam yang bisa menjadi pilihan tempat bersantai sambil mengerjakan tugas. Apabila ingin mencoba berbagai tempat makanan menarik lainnya, kamu bisa cek artikel terbaru di laman JadiLaper!

    Baca juga: 5 Tempat Nongkrong Instagramable di Jakarta yang Bisa Dikunjungi

  • Daftar 5 Restoran Sushi Jakarta Terbaik yang Wajib Dikunjungi

    Daftar 5 Restoran Sushi Jakarta Terbaik yang Wajib Dikunjungi

    Restoran sushi Jakarta terbaik menawarkan menu-menu favorit yang memiliki cita rasa lezat dan menggugah selera. Ya, tempat makan sushi memang semakin menjamur sehingga bisa ditemukan dengan mudah, terutama di wilayah Jakarta,

    Sushi sendiri merupakan sajian yang berasal dari Jepang di mana terdiri dari nasi dan ditambahkan topping ikan, udang, kepiting, atau telur dadar pada bagian atasnya. Lalu, apa saja restoran sushi terbaik di Jakarta yang patut didatangi? Bagi pecinta sushi, berikut daftar restorannya!

    Baca juga: Sup Miso Jepang, Kuah Bening yang Lezat dan Resep Gurih

    Rekomendasi Restoran Sushi Jakarta Terbaik

    Ilustrasi Restoran Sushi Jakarta Terbaik. (Sumber: Unsplash)

    Sushi menjadi salah satu sajian yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika ingin menikmati sajian satu ini, ada beberapa daftar restoran sushi di Jakarta yang wajib didatangi, antara lain sebagai berikut:

    Sushi Hiro

    Salah satu restoran sushi yang cabangnya sudah tersebar di beberapa wilayah di Jakarta adalah Sushi Hiro. Tempat makan sushi satu ini mengusung konsep ‘Zen Garden’ dengan interior bergaya arsitektur Jepang dan open kitchen sehingga pengunjung bisa melihat chef masak makanan secara langsung.

    Menu-menu Sushi Hiro yang cukup populer, yaitu salmon volcano roll, gorilla bites, beef volcano rolls, salmon carpaccio, dan masih banyak lagi. Jika ingin mencoba berbagai menunya, datang saja ke cabangnya di Lippo Mall Kemang, Lantai Ground unit 9, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.

    Restoran Sushi Jakarta Terbaik, Kappa Sushi

    Kappa Sushi merupakan restoran sushi asli Jepang yang menghadirkan khas negeri Sakura. Konsep restoran ini berupa all you can eat dan ala carte selama 75 menit serta terdapat menu buffet yang dapat langsung diambil di sushi belt.

    Untuk jam operasionalnya, Kappa Sushi buka setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Apabila ingin datang mencicipi menu-menunya, Kappa Sushi memiliki cabang di Central Park Mall, Jalan Letjen S. Parman No. 28, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

    Sushi Kaiyo

    Sushi Kaiyo merupakan restoran sushi yang dibuka pada akhir 2021 dan cukup diminati masyarakat. Restoran satu ini mengusung konsep unik, yakni perpaduan gaya arsitektur khas Jepang dan Skandinavia yang minimalis tetapi sangat cantik.

    Para pengunjung bisa memesan menu-menu paket, seperti hiyashi cuka yang terdiri dari soba, roasted beef, udang, ayam, crab stick, goma dressing, serta tobiko. Untuk alamatnya, Sushi Kaiyo berada di Lippo Mall Puri, Lantai Ground, Jalan Puri Indah, Boulevard Blok U1, Jakarta Barat.

    Restoran Sushi Jakarta Terbaik, Kintaro Sushi

    Kintaro Sushi merupakan restoran yang menghadirkan interior elegan sehingga terlihat sangat Intagramable. Terdapat berbagai aneka sajian sushi dan makanan khas Jepang lainnya yang dapat dicicipi saat berkunjung.

    Beberapa menunya, seperti salmon skin salad, spider roll, chuka idako sashimi, salmon belly soup, hingga gyukatsu. Untuk lokasinya sendiri, Kintaro Sushi berada di Jalan Suryo No. 20, Senopati, Jakarta Selatan.

    Genki Sushi

    Restoran sushi lainnya yang tak kalah terkenal berkat hidangannya, yaitu Genki Sushi. Tempat makan satu ini tentu sudah tak asing bagi pecinta sushi karena kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial.

    Genki Sushi sendiri berdiri sejak 1968 di Jepang dan sudah memiliki cabang di beberapa negara, termasuk Indonesia. Ketika berkunjung, kamu bisa mencicipi berbagai sajian, seperti salon mentai treasure roll, shrimp role gunkan, spicy salmon gunkan, baby octopus gunkan, hingga salmon sashimi.

    Untuk kamu yang tinggal di daerah Jakarta, bisa mengunjungi Kota Kasablanka, Lantai Upper Ground, Jalan Casablanca Raya, Tebet jika ingin mencoba sushi dari Genki Sushi. Jangan lupa kunjungi bersama keluarga atau teman karena Genki Sushi buka setiap hari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.


    Itu dia beberapa rekomendasi restoran sushi Jakarta terbaik yang wajib masuk list tempat makan favorit. Tak hanya makanannya yang lezat, restoran sushi ini juga menghadirkan nuansa ruangan yang nyaman dan estetik, loh!

    Baca juga: Daftar 6 Restoran Jepang Berkonsep Omakase di Jakarta

  • 5 Cara Memasak Kerang Hijau Segar, Dijamin Tak Amis dan Kenyal!

    5 Cara Memasak Kerang Hijau Segar, Dijamin Tak Amis dan Kenyal!

    Cara memasak kerang hijau tentu banyak dicari oleh para pecinta makanan laut alias seafood. Ya, kerang memang menjadi panganan yang banyak digemari karena enak dan menyehatkan berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

    Biasanya, kerang hijau diolah dengan mencampurkan bersama saus padang atau saus pedas manis sehingga terasa sangat lezat. Namun, terkadang kerang hijau yang tak diolah dengan tepat bisa berbau amis dan teksturnya alot.

    Lalu, bagaimana cara untuk mengolah kerang hijau yang segar agar bau amis dan pasir atau kotoran di dalamnya bisa menghilang? Jika penasaran dengan tips memasak kerangnya, yuk simak pembahasan JadiLaper berikut!

    Baca juga: Ini Dia 5 Cara Memasak Lobster Segar, Penting Diketahui Pemula!

    Cara Memasak Kerang Hijau yang Dapat Diikuti

    Ilustrasi Cara Memasak Kerang Hijau. (Sumber: Oh My Paws)

    Kerang hijau sebenarnya mudah dibuat menjadi berbagai jenis masakan dengan cita rasa terbaik dan tak kalah dengan restoran. Agar rasanya semakin nikmat, ada beberapa cara untuk mengolah kerang hijau, antara lain:

    Cuci Kerang Hijau dengan Cara Disikat

    Cara pertama untuk memasak kerang hijau adalah dengan menyikatnya terlebih dahulu. Penting diketahui, kerang hijau memiliki ukuran cangkang yang cukup besar sehingga bagian luarnya perlu disikat.

    Umumnya, kerang hijau berukuran besar akan keluar lumut-lumutnya ketika disikat dengan benar. Setelah lumut pada kerang hijau dibersihkan, tentunya rasa masakan akan terasa semakin sedap.

    Bersihkan Menggunakan Air Mengalir

    Setelah menyikat cangkang pada kerang hijau untuk mengeluarkan lumut-lumutnya, kamu bisa membersihkan dengan cara dibilas menggunakan air mengalir. Sebab, kotoran yang menempel pada bagian luar kerang hijau akan ikut terangkat.

    Saat mengaliri kerang hijau, pastikan agar sedikit menggosok-gosokan cangkang dengan tangan. Hal ini untuk memastikan bahwa kerang hijau sudah benar-benar bersih dan siap diolah menjadi hidangan yang lezat.

    Rebus Kerang Hijau Bersama Bumbu Rempah

    Untuk mengolah kerang hijau, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti. Akan tetapi, salah satu cara memasak yang cukup populer dan bisa membantu menghilangkan bau amis adalah dengan merebusnya bersama bumbu rempah-rempah.

    Rempah-rempah yang dipakai bisa beragam, mulai dari serai, daun salam, dan jahe. Setelah itu, rebus kerang bersama bumbu rempah hingga semua cangkangnya terbuka kemudian bilas kembali dengan air mengalir.

    Rendam Kerang dengan Air Garam

    Cara terbaik untuk mengolah kerang hijau yang memiliki bau amis adalah dengan merendamnya menggunakan air garam. Berkat penggaraman ini, pasir atau kotoran serta bau amis pada kerang bisa menghilang.

    Untuk proses perendamannya, kamu bisa memasukkan kerang ke dalam air garam selama kurang lebih satu jam. Selain membersihkan kotoran, proses perendaman dengan air garam ini bisa membantu membuka cangkang pada kerang hijau. 

    Hindari Merebus Kerang Terlalu Lama

    Selanjutnya, cara memasak kerang yang tepat agar hidangan terasa lezat adalah dengan hindari merebus terlalu lama. Proses perebusan kerang yang direkomendasikan, yaitu rata-rata 15 menit atau sampai cangkangnya terbuka sendiri.

    Jika kerang sudah selesai direbus, kamu bisa langsung menyaring atau menumisnya bersama bumbu masak sesuai selera. Pastikan agar tidak memasak kerang terlalu lama karena bisa membuat dagingnya terasa alot.

    Ketika sudah selesai merebus kerang hijau, masukkan ke dalam bumbu olahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Masak kerang hijau dengan cepat dan segera angkat untuk dinikmati bersama nasi hangat.


    Itu dia beberapa cara memasak kerang hijau yang patut kamu ketahui. Apabila ingin mencoba berbagai resep mudah atau tips pengolahan makanan lainnya, cek saja artikel terbaru di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: 5 Tips Menyimpan Makanan Laut Agar Tahan Lama dan Tidak Amis

  • Yuk Mengenal Asal-Usul Rujak Cingur, Makanan Khas Asli Arek Suroboyo

    Yuk Mengenal Asal-Usul Rujak Cingur, Makanan Khas Asli Arek Suroboyo

    Rujak cingur adalah salah satu kuliner khas yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, yang terkenal dengan cita rasanya yang unik dan beragam. 

    Makanan ini tidak hanya menjadi kebanggaan kuliner lokal, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang mengakar dalam budaya Jawa Timur. 

    Mari kita eksplor lebih dalam tentang sejarah dan keunikan dari rujak cingur.

    Baca juga: Resep Cireng Bumbu Rujak untuk Camilan Nonton Netflix

    Asal-usul Rujak Cingur dan Sejarahnya

    Ilustrasi Asal-usul Rujak Cingur. (Sumber: Lingkar News)

    Rujak cingur memiliki akar sejarah yang kuat dalam budaya Jawa Timur. Kata “cingur” dalam bahasa Jawa berarti “mulut” atau “muka”.

    Merujuk pada potongan hidung sapi yang menjadi salah satu bahan utama dalam hidangan ini. 

    Asal usul rujak cingur dapat ditelusuri hingga zaman kolonial Belanda di Indonesia, di mana hidangan ini mulai populer di kalangan masyarakat Jawa Timur.

    Awalnya, rujak cingur dimakan oleh masyarakat kelas pekerja sebagai makanan ringan yang murah dan bergizi. 

    Hidangan ini berkembang pesat di pasar-pasar tradisional Surabaya dan sekitarnya, di mana pedagang kaki lima menjajakan rujak cingur sebagai alternatif makan siang atau makanan selingan yang praktis dan lezat.

    Bahan-bahan Utama

    Rujak cingur terdiri dari beberapa bahan utama yang memberikan cita rasa yang khas dan seimbang. Bahan-bahan tersebut antara lain:

    Cingur (potongan hidung sapi yang direbus): Cingur memberikan tekstur kenyal dan rasa gurih yang khas pada rujak cingur. Potongan ini direbus hingga empuk sebelum diolah lebih lanjut.

    Sayuran segar (mentimun, tauge, kacang panjang): Sayuran segar menjadi komponen penting dalam rujak cingur, memberikan rasa segar dan tekstur renyah yang kontras dengan bahan lainnya.

    Buah-buahan (mangga muda, nanas, bengkoang): Buah-buahan segar seperti mangga muda, nanas, dan bengkoang memberikan rasa manis dan asam yang menyegarkan dalam hidangan ini.

    Bumbu rujak (sambal petis, air asam, gula merah, garam): Bumbu rujak yang terdiri dari sambal petis (sambal khas Jawa Timur yang pedas dan beraroma khas), air asam, gula merah, dan garam memberikan cita rasa yang kompleks dan seimbang.

    Kerupuk: Kerupuk digunakan sebagai pelengkap untuk menambah tekstur renyah dalam rujak cingur.

    Proses Pembuatan

    Proses pembuatan rujak cingur dimulai dengan merebus cingur hingga empuk, lalu memotongnya menjadi potongan kecil-kecil. 

    Sayuran segar dan buah-buahan kemudian dicuci bersih dan dipotong sesuai selera. Semua bahan dicampurkan bersama dalam mangkuk besar, lalu ditambahkan dengan bumbu rujak yang telah disiapkan. 

    Setelah semua bahan tercampur rata dan bumbu meresap, rujak cingur siap disajikan dengan taburan kerupuk sebagai pelengkapnya.

    Asal-usul Rujak Cingur,vvasakPopularitas dan Variasi

    Rujak cingur tidak hanya populer di Surabaya dan Jawa Timur, tetapi juga telah dikenal luas di seluruh Indonesia. 

    Kuliner ini memiliki variasi dalam penyajian dan bumbu di setiap daerah, tetapi inti dari rasa dan tekstur utamanya tetap dipertahankan. 

    Di beberapa tempat, rujak cingur juga disajikan dengan tambahan telur rebus atau ketupat sebagai pelengkap.

    Pengaruh Budaya dan Kesejahteraan Ekonomi

    Rujak cingur tidak hanya mempengaruhi kuliner lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pedagang dan pengusaha kuliner di Jawa Timur. 

    Hidangan ini menjadi bagian dari identitas budaya Surabaya dan Jawa Timur secara keseluruhan, mengingat pentingnya nilai-nilai tradisional dan keberagaman kuliner dalam memperkaya warisan budaya Indonesia.

    Rujak cingur adalah salah satu contoh jelas dari kekayaan kuliner Indonesia yang tidak hanya lezat tetapi juga mengandung nilai sejarah dan budaya yang mendalam. 

    Dari pasar-pasar tradisional hingga restoran mewah, rujak cingur terus memikat lidah dan hati para penggemar kuliner di dalam dan luar negeri. 

    Itu dia asal-usul rujak cingur yang perlu diketahui. Keberadaannya sebagai kuliner khas Surabaya dan Jawa Timur memberikan warna tersendiri dalam panorama kuliner Indonesia yang beragam dan memikat.

    Baca juga: Resep Rujak Kuah Pindang Khas Bali, Segar dan Bikin Nagih!

  • Yuk Mengenal Asal-Usul Sambal Matah serta Cara Membuatnya

    Yuk Mengenal Asal-Usul Sambal Matah serta Cara Membuatnya

    Sambal Matah adalah salah satu kuliner khas Bali yang terkenal dengan rasa segarnya yang unik dan menggugah selera. 

    Sambal ini menjadi favorit banyak orang karena keunikan bumbu-bumbunya yang disajikan mentah, memberikan rasa dan aroma yang khas. 

    Berikut adalah ulasan lengkap mengenai Sambal Matah, mulai dari asal-usul, bahan-bahan, cara membuat, hingga tips penyajiannya.

    Baca juga: Resep Sambal Terong Bulat, Hanya Pakai Bahan Simpel!

    Asal-Usul Sambal Matah

    Ilustrasi Asal-usul Sambal Matah. (Sumber: Unsplash)

    Sambal Matah berasal dari Bali, sebuah pulau di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alamnya serta kekayaan budayanya. 

    “Matah” dalam bahasa Bali berarti mentah, yang mengacu pada cara penyajian sambal ini yang tidak dimasak. 

    Sambal Matah merupakan salah satu dari banyak jenis sambal yang ada di Indonesia, namun memiliki ciri khas tersendiri dengan bumbu-bumbu yang segar dan mentah.

    Bahan-Bahan Sambal Matah

    Salah satu keistimewaan Sambal Matah adalah penggunaan bahan-bahan segar yang sederhana namun memberikan rasa yang kompleks. Berikut adalah bahan-bahan utama untuk membuat Sambal Matah:

    • 10 butir bawang merah, iris tipis
    • 5 siung bawang putih, iris tipis
    • 15 buah cabai rawit merah, iris tipis
    • 3 batang serai, ambil bagian putihnya, iris tipis
    • 5 lembar daun jeruk, buang tulangnya, iris halus
    • 2 sendok makan minyak kelapa atau minyak sayur
    • 1 sendok teh terasi bakar
    • 1 buah jeruk limau, ambil airnya
    • Garam secukupnya

    Cara Membuat Sambal Matah

    Membuat Sambal Matah cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuatnya:

    1. Persiapan Bahan: Iris tipis semua bahan seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, serai, dan daun jeruk. Pastikan semua bahan diiris tipis agar cita rasa sambal merata.
    2. Campurkan Bahan: Campurkan semua bahan yang telah diiris dalam sebuah mangkuk besar.
    3. Tambahkan Terasi: Hancurkan terasi bakar dan tambahkan ke dalam campuran bahan. Aduk hingga tercampur rata.
    4. Tambahkan Minyak: Panaskan minyak kelapa atau minyak sayur hingga hangat, kemudian tuangkan ke dalam campuran sambal. Minyak yang hangat akan membantu mengeluarkan aroma dan rasa dari bahan-bahan sambal.
    5. Berikan Perasan Jeruk Limau: Tambahkan air perasan jeruk limau untuk memberikan rasa asam yang segar. Aduk rata.
    6. Tambahkan Garam: Tambahkan garam secukupnya untuk menyesuaikan rasa. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur sempurna.

    Tips Penyajian Sambal

    Sambal Matah biasanya disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan utama, terutama hidangan laut dan ayam. Berikut beberapa tips penyajian Sambal Matah:

    • Hidangan Laut: Sambal Matah sangat cocok disajikan dengan hidangan laut seperti ikan bakar, udang, atau cumi. Rasa segar dari sambal akan menyeimbangkan rasa gurih dari hidangan laut.
    • Ayam Betutu: Salah satu hidangan khas Bali yang sering disajikan dengan Sambal Matah adalah Ayam Betutu. Kombinasi ayam yang berbumbu kaya dengan sambal segar ini sangat menggugah selera.
    • Nasi Campur Bali: Nasi Campur Bali sering kali disajikan dengan berbagai macam lauk pauk dan sambal, termasuk Sambal Matah. Rasa pedas dan segar dari sambal ini akan menambah kelezatan nasi campur.

    Sambal Matah adalah salah satu warisan kuliner Bali yang sangat unik dan menyegarkan. 

    Dengan bahan-bahan sederhana namun segar, sambal ini mampu memberikan cita rasa yang kompleks dan khas. 

    Proses pembuatannya yang mudah dan cepat menjadikan Sambal Matah sebagai pilihan sempurna untuk menambah kelezatan hidangan sehari-hari. 

    Tidak heran jika sambal ini menjadi favorit banyak orang, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Selamat mencoba dan menikmati kesegaran Sambal Matah!

    Baca juga: Resep Rujak Kuah Pindang Khas Bali, Segar dan Bikin Nagih!

  • Simak! Ini 5 Cara Mengolah Daun Singkong Agar Bertekstur Empuk

    Simak! Ini 5 Cara Mengolah Daun Singkong Agar Bertekstur Empuk

    Cara mengolah daun singkong masih belum diketahui oleh kebanyakan orang. Padahal, mengonsumsi daun singkong secara rutin bisa membantu menjaga kesehatan untuk jangka panjang, loh!

    Perlu diketahui, daun singkong memiliki tekstur sedikit keras dan rasanya getir sehingga pengolahannya harus benar. Lalu, bagaimana tips untuk mengolah daun singkong? Bagi yang ingin mencoba mengolahnya, berikut penjelasan lengkap JadiLaper!

    Baca juga: Simak, Begini 6 Tips Mengolah Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

    Cara Mengolah Daun Singkong yang Benar

    Ilustrasi Cara Mengolah Daun Singkong. (Sumber: Detik.com)

    Daun singkong bisa diolah dengan cara direbus sebagai menu pendamping nasi hangat. Rasa daun singkong yang direbus adalah sedikit manis dan gurih sehingga memberikan kenikmatan saat mengonsumsinya.

    Tidak cukup direbus saja, daun singkong perlu diolah dengan tepat agar memiliki tekstur yang empuk. Adapun beberapa tips yang bisa diikuti saat ingin mengolah daun singkong, antara lain sebagai berikut:

    Pilihlah Daun Singkong yang Tepat

    Tips pertama yang bisa dilakukan saat mengolah daun singkong adalah memilih daun singkong. Pilihlah daun singkong yang masih muda karena teksturnya tidak keras dibandingkan daun singkong tua.

    Penting untuk dipahami, daun singkong muda merupakan daun singkong yang tumbuh di bagian pucuk pohon. Biasanya, warna daun singkong muda lebih muda, yakni hijau kemerahan dengan sentuhan warna merah dan berukuran lebih kecil.

    Jika ingin mencari di pasar, daun singkong dijual dalam bentuk ikatan dan bisa terlihat mana daun yang masih muda. Selain itu, kamu juga perlu memerhatikan daunnya jangan sampai ada ulat-ulat yang menempel.

    Pisahkan Bagian Tangkai dan Daunnya

    Setelah membeli daun singkong dengan kualitas bagus, pisahkan bagian tangkai dan daunnya agar bisa segera diolah. Pastikan agar tangkai yang paling dengan daun tidak dibuang karena sulit empuk meski sudah direbus.

    Tak hanya itu, batang yang tersisa juga bisa menciptakan rasa getir dan memengaruhi cita rasa masakan. Untuk memisahkan bagian tangkai dengan daun singkong, gunakanlah pisau yang tajam kemudian cuci bersih di bawah air mengalir.

    Rebus Daun Singkong Saat Air Sudah Mendidih

    Cara untuk mengolah daun singkong selanjutnya, yaitu rebus daun ketika air sudah mendidih. Jika ingin dijadikan sebagai lalapan sekalipun, daun singkong tetap harus direbus terlebih dahulu.

    Karena itu, siapkan air dalam panci berukuran sedang dan masukkan daun yang akan direbus. Setelah itu, air direbus hingga betul-betul mendidih kemudian baru tambahkan dan singkong ke dalamnya.

    Air yang mendidih ini diketahui bisa mempercepat proses pengempukkan ada daun singkong. Bahkan, air mendidih juga bisa menghilangkan bau dan mempertahankan warna hijau pada daun singkong sehingga terlihat tetap segar saat dikonsumsi.

    Tambahkan Baking Powder

    Ketika merebus daun singkong, kamu bisa tambahkan 1 sendok teh baking powder untuk ukuran air 1.000 ml. Penambahan baking powder saat merebus daun singkong berguna untuk mengempukkan tekstur dan mempertahankan warna hijau pada daun.

    Jangan menambahkan baking powder terlalu banyak karena dapat menghancurkan tekstur daun singkong dan membuat rasanya menjadi asam. Sebelum dipakai, pastikan baking powder masih segar dengan menuang satu sendok teh ke dalam air dan lihat apakah berbusa atau tidak.

    Peras Daun Sebelum Disajikan

    Setelah selesai dimasak, daun singkong harus dicuci terlebih dahulu di bawah air mengalir yang dingin. Kemudian, barulah peras menggunakan tangan agar air yang berada di dalam daun bisa benar-benar keluar.

    Ya, air yang terkadang di dalam daun singkong bisa menambah rasa pahit sehingga tidak terasa sedap saat dikonsumsi. Untuk itu, pastikan airnya diperas sampai tidak tersisa di dalam daun singkong.


    Itu dia beberapa cara mengolah daun singkong yang bisa diikuti agar masakan terasa lezat. Apabila ingin tahu berbagai tips pengolahan bahan masakan lainnya, cek saja artikelnya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Catat, Ini 6 Tips Jitu Memasak Pare Agar Tak Pahit Saat Dimakan

  • Simak, Begini 6 Tips Mengolah Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

    Simak, Begini 6 Tips Mengolah Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

    Tips mengolah daun pepaya penting untuk diketahui agar lebih nikmat saat mengonsumsinya. Ya, daun pepaya memang dikenal memiliki rasa yang pahit sehingga cenderung tidak disukai atau bahkan dibenci oleh beberapa orang.

    Padahal, daun pepaya mengandung enzim papain yang bersifat antikanker, mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh, serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Lalu, bagaimana cara agar daun pepaya tidak terasa pahit? Bagi yang ingin tahu tips mengolahnya, berikut ulasan JadiLaper!

    Baca juga: Trik Masak Jengkol Biar Tidak Bau dan Legit!

    Tips Mengolah Daun Pepaya yang Mudah Diikuti

    Ilustrasi Tips Mengolah Daun Pepaya. (Sumber: Onlymyhealth)

    Meski daun pepaya terasa pahit, tetapi berbagai sajian lezat bisa dibuat jika paham cara mengolahnya. Adapun beberapa tips untuk mengolah daun pepaya agar rasanya semakin nikmat, antara lain sebagai berikut:

    Rebus dengan Tanah Liat

    Salah satu cara untuk mengolah daun pepaya adalah dengan merebusnya bersama tanah liat. Meski jarang digunakan, tetapi merebus daun pepaya dengan tanah liat atau tanah lempung yang bersih bisa memengaruhi cita rasanya.

    Prosesnya pun cukup mudah, yakni rebus bersama tanah liat hingga empuk kemudian tiriskan dan bilas menggunakan air bersih. Saat membilas, pastikan tidak ada tanah liat yang masih menempel pada daun pepaya.

    Rebus Bersama Daun Jambu

    Cara agar daun pepaya tidak terasa pahit setelah menjadi hidangan, yakni dengan merebusnya bersama daun jambu. Rebuslah kedua daun ini secara bersamaan hingga layu dan memiliki tekstur yang empuk.

    Apabila sudah, angkat dan tiriskan lalu pisahkan daun pepaya dan daun jambu. Setelah ditiriskan dan dipisahkan, daun pepaya pun siap untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan yang disukai.

    Rebus dengan Daun Singkong

    Agar menjadi sajian yang nikmat, daun pepaya perlu direbus dengan daun singkong. Hal ini dikarenakan, daun singkong diketahui dapat membantu menghilangkan rasa pahit alami yang ada pada daun pepaya.

    Cukup rebus daun pepaya dan daun singkong secara bersamaan hingga empuk kemudian tiriskan kedua bahan tersebut. Setelah dipisahkan, daun pepaya sudah siap untuk diolah menjadi hidangan yang diinginkan.

    Rendam di Air Garam

    Daun pepaya juga bisa direndam di dalam air garam untuk menghilangkan cita rasa pahitnya. Tak hanya direndam, kamu juga perlu meremas-remas daun pepaya dengan garam utuh sampai layu.

    Lakukan pemerasan pada daun dengan tepat kemudian cuci bersih dan rebus daun hingga matang atau bertekstur empuk. Jika sudah direbus, kamu dapat mencucinya kembali dan peras airnya guna menghilangkan rasa pahit.

    Rebus dengan Asam Jawa

    Rasa pahit yang ada pada daun pepaya bisa berkurang dengan merebusnya bersama asam jawa. Gunakanlah sedikit asam jawa saat perebusan agar rasa dari daun pepaya tidak berubah menjadi asam.

    Setelah daun pepaya matang dan bertekstur empuk, cuci bersih menggunakan air kemudian peras. Langkah berikutnya, kamu sudah bisa mengolah  daun pepaya menjadi menu makanan favorit.

    Campur dengan Bahan Lain Saat Memasak

    Selanjutnya, rasa pahit pada daun pepaya bisa berkurang dengan masak bersama bahan lain. Daun pepaya biasa dimasak bersama beberapa bahan, mulai dari telur, ikan teri, maupun udang atau makanan laut lainnya.

    Berbagai bahan tersebut diketahui akan memberi rasa yang berbeda sehingga pahitnya semakin berkurang. Karena itu, pastikan untuk memvariasikan bahan tambahan sesuai selera ketika memasak daun pepaya.


    Itu dia beberapa tips mengolah daun pepaya yang bisa diterapkan guna meminimalisir rasa pahit. Apabila ingin mencoba tips-tips bermanfaat seputar makanan lainnya, cek saja artikel terbaru hanya di laman JadiLaper ya!

    Baca juga: Tips Masak Tumis Bunga Pepaya, Dijamin Anti Pahit!